Vaksinasi di Lengan atau Paha? Mana Yang Lebih Baik ?

Vaksinasi di Lengan atau Paha?

Mana Yang Lebih Baik ?

Suntikan di Lengan Atas Otot Deltoit

Suntikan di Lengan Atas Otot Deltoit
Source: Google free image

Sebelum bayi kita bawa untuk divaksinasi, maka kaum ibu sering berpikir, nanti tempat suntikan  yang baik itu dibagian mana dari tubuh si bayi ya ? Supaya kalau terjadi nyeri setelah vaksinasi, maka bagian tubuh itu tidak akan terlalu mengganggu aktifitas bayi seperti menyusui, waktu bayi tidur dan lain lain. Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita tinjau bersama suatu penelitian yang menyangkut aspek bagian anatomi tubuh bayi yag mana yang paling ideal untuk divaksinasi.

Fakta yang terungkap dalam suatu penelitian terbaru, bahwa anak-anak akan lebih sedikit mengalami efek simpang vaksin DTaP (juga DTwP),  bila saja tempat suntikan vaksin atau lokasi anatomi suntikan vaksin itu adalah di daerah paha daripada di otot lengan atas, yaitu di otot deltoid seperti selama ini kita lakukan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu juta bayi yang diberikan suntikan vaksin DTaP ini. Dalam  banyak kasus, vaksinasi ini menyebabkan reaksi lokal seperti kemerahan, bengkak sekitar tempat suntikan dilakukan, yang memang akan menghilang dan sembuh sendiri setelah beberapa hari berlalu. Namun dalam kasus yang lebih jarang, maka akan terjadi reaksi yang lebih hebat, seperti rasa sakit yang hebat atau pembengkakan lengan, yang membuat orang tua menjadi kuatir dan akhirnya memerlukan perawatan medis yang adekuat.

Dalam penelitian baru tersebut diatas yang hasilnya telah dipublikasikan dalam majalah kedokteran bergengsi “Journal of Pediatrics“, para peneliti telah menemukan bahwa anak-anak  yang berusia antara 1 tahun hingga 3 tahun  yang diberikan imunisasi vaksin DTaP ditempat otot paha, dibandingkan bayi yang diberikan imunisasi DTaP di otot lengan atas, maka kejadian efek simpang atau kejadian ikutan pasca imunisasi KIPI, seperti yang disebutkan diatas, yang memerlukan kunjungan ke dokter atau perawat atau kunjungan ke unit emergensi untuk perawatan efek simpang ini, adalah 50% lebih banyak pada bayi  yang mendapatkan imunisasi dilokasi otot lengan atas bila  dibandingkan dengan bayi yang disuntik didaerah otot pahanya.

Suntikan Daerah Paha

Suntikan Daerah Paha
Source: Google free image

Dalam penelitian senbelumnya pada anak berusia antara 4 tahun hingga berusia 7 tahun (dosis ke4 dan dosis ke5 vaksin DTaP atau DTwP, sebelum anak masuk sekolah), yang mendapatkan vaksinasi DTaP, maka kejadian efek simpang atau KIPI vaksin yang memerlukan perawatan medis, akan jauh berkurang pada kelompok yang mendapatkan vaksinasi yang disuntik ditempat otot paha, dibandingkan mereka yang disuntik di otot lengan atas.

(Jadwal vaksinasi Vaksin DTP http://selukbelukvaksin.com/difteri-toxoid-seluk-beluk-dan-perkembangannya/)

Sebab musabab penyuntikan vaksin ditempat anatomi yang berbeda yaitu di lengan atas deltoid dan atau di daerah paha, menyebabkan reaksi efek simpang yang berbeda tidak diketahui dengan pasti.

Namun satu kemungkinan yang logis adalah bahwa bayi dan anak pada usia 1 hingga 7 tahun, massa otot paha akan lebih banyak daripada massa otot lengan atas deltoid, yang selama ini menjadi tempat favorit untuk penyuntikan vaksinasi. Dengan massa otot yang lebih banyak, maka seandainya terjadi suatu reaksi inflamsi atau radang setelah imunisasi, maka daerah otot paha akan mempunyai luang lebih luas untuk menyerap dan mengatasi reaksi inflamasi lokal ini daripada bila di otot lengan  atas, kata Dr. Lisa A. Jackson, ilmuwan senior yang memimpin penelitian dan yang bertanggung jawab utuk menerbitkan hasil penelitian tersebut. Dr. Lisa A. Jackson adalah ilmuwan peneliti senior dari the Group Health Research Institute in Seattle, USA. (http://consumer.healthday.com/Article.asp?AID=672397)

“Pada bayi dan anak-anak, lengan atas adalah sangat kecil” kata Dr. Lisa. “Kita menyuntikan vaksin dengan volume yang sama ke lengan atas atau ke bagian paha, yang merupakan area dengan massa otot yang lebih banyak.  Saya kira itu yang terjadi karena didaerah paha mempunyai massa otot yng lebih banyak”

Tetapi penelitian ini juga ditujukan untuk vaksin jenis yang lain, seperti vaksin influenza dan vaksin untuk penyakit hepatitis A, dan pada vaksin-vaksin ini, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara vaksinasi yang diberikan didaerah lengah atas deltoid atau di daerah paha.  Hal ini dilakukan pada anak remaja dan anak yang berusia 3 tahun hingga 6 tahun.

Dalam banyak kasus, dokter vaksinator, tergantung kebiasaannya, yang memilih bagian tubuh mana yang akan menjadi tempat suntikan vaksinasi. Tetapi dalam kasus vaksin DTaP, adalah lebih masuk di  akal bila suntikan vaksin jenis ini diberikan di daerah paha, kata Dr. Lisa A. Jackson.

 “Kecuali ada alasan yang mengharuskan tidak melalukannya di daerah paha, bila tidak ada, maka saya akan meyuntikkan vaksin DTaP di daerah paha,” katanya. “Karena di daerah paha, kemungkinan terjadinya efek simpang atau KIPI akan lebih sedikit daripada bila disuntikkan di daerah lengan atas deltoid. Hendaknya hal ini akan menjadi kebiasaan vaksinasi kita”

Tetapi, resiko mutlak dimana seoarang anak yang mengalami reaksi hebat setelah vaksinasi, yang sampai harus mendapatkan perawatan medis adalah kecil , tidak tergantung pada apakah suntikan imunisasi diberikan didaerah lengan atas deltoid ataukah di daerah paha si bayi.  Karena dalam penelitian diatas, hanya ditemukan adanya efek simpang atau KIPI vaksin yang  kurang dari 1 % saja, kata Dr. Lisa A. Jackson

Jadi, mungkin lain kali bila kita ingin melakukan vaksinasi bayi atau anak kita dengan vaksin jenis DTP, apakah itu yang jenis DTwP whole cell, yang memang diketahui lebih banyak kemungkinan terjadinya efek simpang, seperti demam dan atau nyeri ditempat suntikan,  atau dengan jenis DTaP yang Acellular, yang relatif lebih kurang efek simpangnya, maka lokasi anatomi  vaksinasi didearah paha bisa kita pertimbangkan.

Namun untuk vaksin jenis yang lain, seperti vaksin influenza, vaksin penyakit hepatitis A, dan vaksin jenis yang lain, tampaknya pemilihan lokasi anatomi tubuh tidak banyak pengaruhnya.

Dan untungnya, memang vaksin jenis yang lain, mempunyai efek simpang atau KIPI yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan vaksin DTP,  sehingga pemilihan lokasi anatomi tubuh yang menjadi tempat suntikan vaksin jenis lain, akan tidak menjadi masalah bagi bayi dan orang tua.

Tambahan Catatan:

Untuk vaksin jenis lain memang tidak ada anjuran khusus tempat anatomi untuk penyuntikan vaksin tersebut, namun hal yang harus diperhatikan adalah :

Jangan memberikan vaksinasi didaerah bokong atau pantat (gluteal), yang banyak jaringan lemaknya daripada massa ototnya, karena dijaringan lemak tidak banyak mengandung pembuluh darah kapiler untuk mengabsorbsi vaksin yang disuntikkan didaerah tersebut, akibatnya vaksin akan lama  tertimbun disana dan ini mudah menyebabkan terjadinya abses setelah vaksinasi, dan menyebabkan terjadinya KIPI pasca vaksinasi. Atau bisa juga terjadi vaksin yang disuntikkan didaerah pantat ini menjadi kurang efektif, karena absorbsi lambat dan sebagian besar akan di non aktifkan oleh enzim dari jaringan lemak tadi.

Vaksinasi atau imunisasi adalah tindakan preventif yang bisa kita rencanakan waktu pemberiannya, waktu yang paling tepat untuk vaksinasi adalah sewaktu bayi sehat

Vaccine Saves Lives !

 

Source: www.selukbelukvaksin.com

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksinasi di Lengan atau Paha? Mana Yang Lebih Baik ?