Vaksin untuk Wanita Hamil – Vaccines for Pregnant Woman

Wanita Hamil  dan Vaksin – Vaccines for Pregnant Woman

Setiap  keluarga tentu akan menyambut berita kehamilan isterinya dengan gembira dan penuh harapan yang membahagiakan se isi rumah.

Namun sebaliknya juga menimbulkan kekuatiran dan rasa cemas tentang kelangsungan kehamilan tersebut, bagaimana dengan kesehatan ibu dan janin yang sedang bertumbuh kembang dalam kandungan rahim ibunya.

Maka diaturlah oleh para pakar tentang tindakan perawatan ibu hamil, gizi untuk ibu hamil dan janin yang bertumbuh kembnag didalam kandungan ibu, jenis-jenis pemeriksaan  medis yang canggih, tidak lain bertujuan untuk memantau perkembangan dan kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung.

vaksin wanita hamil,vaccines for pregnant woman

Namun terdapat suatu hal penting yang seringkali dilupakan oleh keluarga dan juga pakar kesehatan, yaitu soal tindakan pencegahan penyakit infeksi untuk ibu hamil dan janin dalam kandungannya, yaitu tindakan vaksinasi untuk ibu hamil.

Pada dasarnya prinsip pemberian vaksinasi untuk ibu hamil adalah atas dasar pertimbangan bila penyakit infeksi yang ingin dicegah itu mempunyai kemungkinan besar bisa menginfeksi ibu hamil dan efek jelek dari penyakit tersebut adalah sedemikian buruknya, misal menimbulkan cacat bawaan janin yang melebihi “kemungkinan efek jelek” yang mungkin disebabkan oleh vaksin itu sendiri. (CDC. General recommendations on immunization: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). MMWR 2011; 60 (No. 2): 26.)

Vaksin yang diberikan kepada calon ibu yang akan hamil bertujuan sebagi berikut:

  1. Vaksinasi pada awal atau sebelum kehamilan berlangsung, tujuannya adalah untuk mencegah agar supaya selama kehamilan berlangsung, maka ibu akan terhindar dari beberapa penyakit yang bila diderita oleh ibu yang sedang hamil, akan menyebabkan cacat fisik bawaan bagi janin yang nanti dilahirkan, misalnya cacat fisik dan kelainan bayi yang disebut “congenital rubella syndrome“, yang terjadi pada ibu sedang hamil dan mendapatkan infeksi virus rubella, yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi MMR pada ibu yang merencanakan akan hamil. Juga jangan dilupakan vaksin tetanus untuk calon ibu untuk mencegah infeksi kuman tetanus melalui tali pusat bayi atau “tetanus neonatorum” yang sangat tinggi angka kematiannya pada bayi.
  2. Pada saat kehamilan berkangsung, diberikan vaksin untuk mencegah si ibu hamil terhindar dari penyakit infeksi pernafasan seperti penyakit influenza yang banyak terdapat sekeliling kita. Dengan pemberian vaksin influenza ini, maka kita dapat mencegah keguguran janin atau aborsi, atau janin lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat badan lahir yang rendah dan lain-lain hal buruk pada ibu dan janinnya, akibat pengaruh buruk dari penyakit influenza yang diderita si ibu selama kehamilan.
  3. Setelah bersalin dan kehamilan telah selesai, maka si ibu masih perlu diberikan atau mengulang vaksin untuk mencegah batuk rejan atau pertusis atau “batuk seratus hari“. Dari penelitian yang dilakukan para ahli kedokteran, terbukti bahwa ibu merupakan sumber infeksi utama penyakit batuk rejan untuk bayi mereka, setelah itu baru orang tua dan saudara yang ada disekeliling bayi tersebut,yang akan menjadi sumber yang potensial untuk menularkan penyakit batuk rejan kepada bayi yang baru lahir ini.

Karena diperlukan ekstra hati-hati untuk wanita hamil, terutama pada masa kehamilan trimester pertama dan kedua, semua tindakan medis, juga obat-obatan yang diminum, asupan nutrisi makanan dan vitamin tambahan selama kehamilan berlangsung, demikian juga dengan vaksin yang diberikan untuk ibu yang sedang mengandung.

Tidak semua jenis vaksin boleh diberikan kepada ibu hamil atau sedang mengandung, tetapi vaksinasi juga bukan halangan mutlak untuk ibu yang mengandung, hanya ada batasan yang harus diperhatikan dan di ikuti dengan baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan bagi ibu dan janin yang sedang dikandungan itu.

Misalnya vaksinasi bukan halangan bagi ibu hamil, bila vaksin yang diberikan itu dalan bentuk vaksin yang antigen bakteri atau virusnya telah dimatikan, juga vaksin yang antigen aktifnya adalah toksin racun kuman yang telah diolah dengan baik dan tidak berbahaya lagi bagi manusia.

Namun pada wanita hamil, vaksinasi dengan antigen kuman atau virus yang masih hidup namun telah dilemahkan (life attenuated vaccine), tidak boleh diberikan kepada wanita hamil, karena adanya kekuatiran bahwa bakteri atau virus yang masih hidup meski sudah dilemahkan (life attenuated antigents) akan memberikan pengaruh yang tidak baik untuk janin dalam kandungan, atau malahan bisa menimbulkan penyakit yang sama dengan bakteti atau virus tersebut, meskipun penyakitnya nanti dalam bentuk yang lebih ringan. Kekuatira ini masih dalam bentuk hipotesa atau teori saja belum terbukti kebenarannya.

Keamanan Vaksin pada Masa Sebelum Hamil, Sedang Hamil dan Setelah Melahirkan:

US CDC (US Center for Disease Control and Prevention),  telah membuat petunjuk bagi ibu yang akan hamil, sedang hamil dan sesudah melahirkan, yaitu :

  1. Vaksin hidup yang dilemahkan misalnya vaksin kombinasi MMR yang terdiri dari antigen virus untuk penyakit campak, campak Jerman dan gondongan harus diberikan satu bulan atau lebih sebelum menjadi hamil.
  2. Vaksin mati yang antigen kuman atau virusnya telah dimatikan, seperti vaksin Hepatis B dan beberapa jenis vaksin influenza, boleh diberikan pada masa sebelum hamil atau sewaktu sedang hamil

Adalah cukup aman untuk segera memberikan vaksinasi kepada ibu yang baru saja melahirkan

Vaksinasi Penting untuk Wanita Hamil :

  • Vaksin Rubella atau campak Jerman: infeksi campak Jerman bisa menyebabkan janin dalam kandungan menderita cacat fisik yang serious dan berlangsung seumur hidup sang bayi, atau bahkan meninggal sewaktu masih dalam kandungan atau segera setelah dilahirkan. Periksalah diri apakah Anda telah mengandung zat antibody terhadap penyakit ini sebelum menjadi hamil.

Umumnya kita semua pernah mendapatkan vaksinasi MMR semasa kecil, namun karena telah begitu lama vaksinasi itu pernah kita terima, sehingga ada kemungkinan zat antibody kita sudah hampir tidak ada lagi dalam tubuh kita, akibatnya tubuh kita sudah tidak kebal lagi terhadap infeksi virus ini, dan invasi virus ini menyebabkan infeksi sewaktu kita sedang hamil dan menimbulkan cacat fisik bawaan bagi janin yang sedang dikandungan, bahkan kematian janin sebelum atau sewaktu dilahirkan. Ini yang dikenal sebagi Congenital Rubella Syndrome

Seandainya Anda harus mendapatkan vaksinasi ulangan vaksin MMR, maka vaksinasi MMR ini harus dilakukan sebelum Anda menjadi hamil, atau tepatnya minimal satu bulan atau bahkan lebih setelah vaksinasi MMR dilakukan Anda TIDAK BOLEH MENJADI HAMIL.

 

  • Vaksin Hepatitis B: Hepatitis B adalah suatu penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus, penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan hati berat seperti hati yang mengeras atau sirosis hati dan bahkan kanker hati dan menyebabkan kematian pada akhirnya.  Sebelum menjadi hamil, seharusnya calon ibu memeriksakan diri untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang terinfeksi dengan virus Hepatitis B. Karena untuk bayi yang lahir ini akan terinfeksi juga dari ibu yang positif terinfeksi virus Hepatitis B, maka begitu bayi dilahirkan, kita harus segera memberikannya vaksin Hepatitis B ditambah dengan zat immunoglobulin anti Hepatitis B, untuk melawan infeksi virus Heppatitis B dari ibunya.
  • Vaksin Pertusis (batuk rejan atau batuk seratus hari) : batuk rejan atau pertusis adalah salah satu jenis penyakit yang mudah bisa dicegah dengan vaksinasi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik, atau sewaktu batuk dan bersin . Penyakit ini bisa menjadi sedemikian beratnya bagi bayi, bayi akan batuk-batuk hebat, hingga terjadi sesak nafas dan pada bayi yang masih sangat muda, penykait ini bisa menyebabkan kematian. Gangguan pernafasan ini menjadi salah satu penyebab utama bayi harus dirawat secara intensif dirumah sakit. Bayi mendapatkan infeksi bakteri ini dari angggota keluarga yang tinggal bersamanya, misalnya dari kakak-kakanya atau  dari orang tuanya atau kakek nenek yang tinggal serumah dengan mereka, yang orang-orang tersebut bahkan tidak sadar bahwa mereka menjadi sumber penularan penyakit batuk rejan ini bagi bayi mereka. Wanita hamil yang belum pernah mendapatkan vaksin Tdap baik sebelum hamil, atau sedang hamil atau setelah melahirkan harus diberikan vaksin Tdap ini untuk mencegah penularan batuk rejan bagi bayi mereka. Demikian juga anggota keluarga dekat atau yang merawaat bayi harus diberikan vaksinasi Tdap ini sebelumnya. Ini yang dikenal sebagai “cocoon strategy“, yaitu memvaksinasi naggota keluarga agar menjadi kebal sehingga bisa mencegah transmisi penyakit infeksi batuk rejan untuk bayi yang baru dilahirkan.
  • Vaksin Influenza: Vaksin ini aman dan sangat penting untuk wanita hamil sepanjang waktu musim penyakit influenza, karena wanita hamil bila menderita penyakit influenza akan  mendapatkan komplikasi yang serius baik bagi dirinya sendiri juga bagi janin yang sedang dalam kandungan. Misalnya ada kemungkinan terjadi kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan komplikasi serius lainnya. Vaksinasi influenza untuk wanita hamil bisa diberikan kapan saja sepanjang waktu kehamilan berlangsung. Sedangkan vaksinasi influenza bagi bayi adalah setelah bayi berusia 6 bulan atau lebih, demi menjaga bayi jangan sampai terkena penyakit infleunza, maka sangat dianjurkan vaksinasi influenza bagi anggota keluarga atau yang merawat bayi tersebut. Vaksinasi influenza sebaiknya diulang setiap tahun untuk melindungi diri kita terhadap infeksi virus influenza.
  • Vaksin Tetanus : Penyakit tetanus adalah sangat berbahaya bagi bayi yang baru dilahirkan (tetanus neonatorum)dan juga bagi wanita hamil, dengan angka kematian yang tinggi. Untuk mencegah  hal ini, maka setiap wanita yang menikah dan akan menjadi hamil, sangat dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi vaksin Tetanus ini, untuk memproteksi dirinya sendiri disaat melahirkan juga melindungi bayinya yang baru dilahirkan. Jenis vaksinnya bisa dalam bentuk vaksin Tdap atau bentuk TT (tetanus toksoid) atau bentuk Td. Detail bisa baca di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-orang-dewasa-versi-us-cdc/
  • Wisata semasa hamil: Selalu ada kemungkinan wanita semasa hamil juga melakukan perjalanan wisata, untuk hal demikian, sebaiknya sebelum berangkat, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat untuk mendapatkan masukan dan arahan tentang  semua persiapan yang perlu dilakukan oleh wanita yang sedang hamil. Misalnya obat-obatan yang perlu dibawa serta, vaksin jenis apa yang diperlukan untuk  daerah tujuan wisata kita, karena ada beberapa jenis vaksin yang juga tidak dianjurkan pemberiannya untuk wanita yang sedang hamil.

Jenis vaksin yang tidak boleh diberikan kepada wanita hamil:

Sebagai panutan umum, bahwa setiap vaksin yang mengandung antigen hidup yang dilemahkan (life attenuated vaccines) adalah KONTRA INDIKASI bagi wanita hamil, karena resiko (meskipun secara teoritis dan kebenarannya belum terbukti) kemungkinan transmisi virus atau bakteri yang berasal dari vaksin ke janin dan terjadi gangguan perkembangan janin.

Berikut ini adalah jenis vaksin hidup yang dilemahkan (life attenuated vaccines) yang tidak boleh diberikan kepada wanita hamil, kecuali dalam keadaan luar biasa atau keadaan darurat medis :

  • Vaksin influenza hidup (bentuk vaksin influenza semprot hidung), bentuk vaksin influenza ini belum beredar di Indonesia
  • Oral Polio Vaccine (OPV), vaksin polio tetes kedalam mulut
  • Vaksin yang mengandung antigent virus campak
  • Vaksin yang mengandung antigent virus gondongan
  • Vakisn yang mengandung antigent virus campak Jerman
  • Vaksin MMR yang mengandung antigent virus campak, campak Jerman dan gondongan
  • Vaksin cacar air Variola
  • Vaksin typhus oral yang mengandung bakteri hidup yang dilemahkan (Ty21a)
  • Vaksin Varicella dengan antigent virus hidup yang dilemahkan
  • Vaksin Demam Kuning atau Yellow fever

 

 

 

 

Vaccine Saves Lives ! 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin untuk Wanita Hamil – Vaccines for Pregnant Woman