Vaksin Rotavirus – Jenis Vaksin Rotavirus dan Jadwal Imunisasi

Vaksin Rotavirus – Jenis Vaksin Rotavirus dan Jadwal Imunisasi

 

 

Latar Belakang Penyakit Gastroenteritis Karena Infeksi Rotavirus

Pada era sebelum adanya vaksin, hampir semua anak yang berusia < 5 tahun: telah terinfeksi dengan rotavirus; terjadi gastroenteritis hebat dengan dehidrasi berat yang disebabkan rotavirus, terutama terjadi pada bayi berusia antara 4 – 23 bulan. Rotavirus menginfeksi bagian permulaan dari usus halus, yang mengeluarkan racun eksotoksin yang dapat merusak permukaan dinding usus halus (lapisan sel epitel), sehingga terjadi kerusakan struktur dinding usus halus yang luas, dan pengeluaran virus dalam jumlah besar kedalam kotoran.

Perkiraan masa inkubasi penyakit gastroenteritis karena rotavirus ini adalah sekitar < 48 jam sejak terinfeksi.

Gejalah penyakit akibat rotavirus pada bayi bervariasi; dari bentuk sedang seperti diarea cairan yang berlangsung singkat hingga bentuk diarea berat dengan muntah dan demam yang dapat berlanjut dengan terjadinya dehidrasi cairan dan shock, gangguan keseimbangan elektrolit dalam cairan tubuh dan berakhir dengan kematian.

Penyakit ini dimulai dengan kejadian demam akut dan muntah, 24- 48 jam kemudian akan terjadi diarea yang semakin sering, dan 1/3 bayi akan mengalami peningkatan suhu badan hingga mencapai > 39 derajat Celsius. Muntah berlangsung hingga 24 jam lamanya. Gejalah lain dari gastroenteritis ini akan berakhir setelah 3 – 7 hari kemudian.

Selama terjadi sakit akan terjadi pengeluaran virus dalam kotoran penderita (sekitar 1012 virus particles per gram kotoran pada fase akut penyakit) beberapa hari sebelum dan setelah sakit. Penularan virus ini melalui cara feco oral dan juga melalui kontak langsung dan dari bahan muntahan penderita. Sekitar 30% – 50% orang dewasa yang akan terinfeksi dari bayi mereka, namun dalam bentuk ringan atau tanpa gejalah, ini disebabkan orang dewasa telah mempunyai kekebalan terhadap rotavirus ini karena paparan atau infeksi dengan rotavirus sebelumnya.

Hampir tidak mungkin terjadi penularan penyakit rotavirus melalui kontaminasi air minum dan makanan. Penularan melalui udara pernah dikemukakan, namun hingga sekarang hal ini tidak terbukti kebenarannya.

 

 

Introduksi :

Rotavirus adalah virus double helix RNA dari famili Reoviridea.

Rotavirus terdiri dari 7  serotype, yaitu dari Grup A hingga Grup G

Virus ini banyak ditemukan pada manusia, hewan peliharaan, juga binatang mamalia liar dan jenis unggas tertentu.Rotavirus pada manusia dan binatang mamalia tergolong Rotavirus Grup A.

Sebelum orang mampu membiakkan rotavirus asal manusia, orang telah berhasil membiakkan rotavirus dari sapi dan monyet. Sehingga saat ini banyak penelitian tentang struktural molekul virus ini telah dilakukan pada jenis rotavirus sapi NCDV (Nebraska Calf Diarrhea Virus) dan rotavirus dari jenis monyet.

Pada saat terjadi infeksi campuran antara berbagai jenis rotavirus, maka akan terjadi pertukaran materi genetik (genetic re-assortment) dan terbentuk strain rotavirus yang baru. Dengan tehnologi  baru, kita bisa membuat rotavirus virus baru (reassortant rotavirus) yang menjadi kandidat ideal untuk kita jadikan antigen pembuat vaksin.

Saat ini reassortant rotavirus yang dipergunakan untuk membuat antigen vaksin adalah hasil gabungan antara rotavirus monyet (simian rotavirus) dengan rotavirus manusia, atau antara rotavirus sapi (bovine rotavirus) dengan rotavirus manusia.

 

Penyakit Akibat Infeksi Rotavirus

Infeksi dengan Rotavirus adalah penyebab utama penyakit diare hebat dengan dehidrasi serius yang sering terjadi pada bayi dan anak kecil.

Biasanya bayi mulai terinfeksi pada saat mereka berusia antar 2 – 3 tahun, ini terjadi juga dinegara  industri, dimana taraf kesehatan masyarakatnya sudah cukup tinggi.

Menurut data di Amerika Serikat :

Setiap tahun terjadi 2.7 juta kasus infeksi rotavirus, sebanyak 55.000 – 70.000 kasus yang harus dirawat di rumah sakit, dengan angka kematian sebanyak 20 – 60 kasus dan jumlah kunjungan dokter yang mencapai 500.000 kali kunjungan. Menimbulkan kerugian sebesar USD 1 miliard setahun bagi negara.

 

Data dari seluruh dunia:

Setiap tahun infeksi rotavirus ini menyebabkan 450.000 hingga 600.000 kematian bayi, atau sekitar 1.200 – 1.600 kematian bayi perhari, angka yang merupakan 25 % dari estimasi seluruh kematian bayi dan anak kecil karena penyakit diarea. Ini masih berkat keberhasilan program rehidrasi yang dijalankan oleh pemerintah untuk mengatasi kematian bayi akibat dehidrasi yang pasti akan terjadi pada penyakit diarea.

Fakta tentang pengaruh hebat infeksi rotavirus ini yang mendorong para ilmuwan untuk mencari jawabannya melalui penemuan vaksin rotavirus untuk melawan penyakit ini.

 

Manifestasi Penyakit Akibat Infeksi Rotavirus

Akan terjadi diarea yang tidak mengandung darah, yang sering didahului atau disertai dengan muntah dan demam.

Gejalah penyakit diatas berlangsung antara 3 hingga 8 hari lamanya.

Pada kasus yang berat, maka akan terjadi keadaan dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), gangguan keseimbangan elektrolit Na dan Cl yang banyak dikeluarkan melalui cairan diarea dan muntahan, kemudian akan timbul keadaan asidosis yang akan berpengaruh sangat buruk bagi penderita, terutama pada bayi dan anak kecil balita.

 

Epidemiologi:

Umumnya terinfeksi karena berhubungan langsung dengan orang yang telah terinfeksi sebelumnya.

Rotavirus ini ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak didalam kotoran diarea penderita. Virus ini sudah bisa ditemukan dalam kotoran penderita sebelum ia mulai jatuh sakit dan bisa bertahan hingga 21 hari setelah  gejalah penyakit menjadi nyata.

Cara penularan yang paling sering adalah melalui cara feco oral (dari kotoran yang masuk kedalam mulut), sehingga penularan antara anggota keluarga yang sakit, penularan antara anak yang sedang dirawat dalam rumah sakit  sering terjadi (infeksi nosokomial).

Bayi umumnya tertular sejak berusia 3 – 5 tahun.

Bentuk infeksi rotavirus yang berat ditemukan pada bayi berusia antara 4 hingga 24 bulan.

Dinegara beriklim 4 musim penyakit ini biasa ditemukan pada saat cuaca mulai dingin, demikian juga di negara tropis, penyakit ini mulai meningkat pada saat cuaca lebih dingin daripada biasanya, atau pada saat musim hujan.

Karena penyakit ini bukan menular melalui kontaminasi air dan makanan, maka perbaikan sanitasi lingkungan dan air tidak akan banyak berpengaruh terhadap jumlah penyakit.

 

Diagnosa Penyakit

Kita tidak mungkin membuat diagnosa infeksi rotavirus hanya berdasarkan gejalah klinik penyakit saja.  Tapi dengan pemeriksaan antibody terhadap rotavirus Grup A antigen yang ada didalam kotoran. Dan beberapa jenis pemeriksaan lain juga bisa membantu membuat diagnosa penyakit.

 

Pengobatan dan Pencegahan

Tidak ada obat yang khusus untuk rotavirus ini.

Yang bisa dilakukan adalah dengan rehidrasi cairan tubuh dan elektrolit yang hilang dalam kotoran diare, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, misalnya kegagalan fungsi organ vital lainnya akibat penyakit diarea akut ini.

Pernah dicoba dengan pemberian Imunoglobulin yang berefek mengurangi lama berlangsungnya penyakit dan mengurangi jumlah frekuensi penyakit ini.

Tampaknya satu-satunya cara yang termudah dan cost effective adalah pencegahan terhadap penyakit infeksi rotavirus ini dengan pemberian vaksinasi bagi bayi dan anak-anak yang berada dalam rentang usia penularan virus ini.

Sejarah Perkembangan Vaksin Rotavirus

Vaksin pertama yang ditemukan dan dipergunakan untuk melawan penyakit ini adalah vaksin RotaShield pada tahun 1998, ini adalah jenis vaksin tetra-valent yang dikembangkan dari hasil gabungan rotavirus monyet dan manusia (reassortant virus P5[3]G3),  namun yang ditarik dari peredaran setahun kemudian karena ditemukannya hubungan antara pemakaian vaksin ini dengan kejadian KIPI Intususepsi usus yang menghebohkan.

Setelah kejadian ini, maka ditemukan 2 jenis rotavirus vaksin yang baru, yaitu vaksin RotaTeq, yang merupakan vaksin penta valent (Penta Valent Vaccine / yang sering disingkat menjadi PRV), yang dikembangkan dari reassortan rotavirus manusia dan  rotavirus sapi, yang setelah sukses menjalankan uji klinik yang melibatkan 70.000 bayi dan didaftarkan resmi untuk dipergunakan di Amerika pada tahun 2006. Vaksin ini mengandung antigen Rotavirus hidup type G1, G2,G3,G4 dan P1a.

Disusul dengan vaksin Rotarix, yang juga telah berhasil melalui uji klinik yang meliibatkan 60.000 bayi dan terdaftar di Amerika sejak tahun 2007.

ROTARIX adalah vaksin monovalent hidup yang dilemahkan (human live attenuated rotavirus vaccine) berasal dari rotavirus manusia Grup P1A[8]G1, vaksin ini diberikan dengan cara  diminumkan pada bayi.

Semenjak itu, maka kedua jenis vaksin ini mulai dipasarkan secara luas kesemua negara di dunia, termasuk di Indonesia.

 

Jenis Vaksin Rotavirus dan Jadwal Pemberian Vaksinasi Rotavirus    ( Perhatikaan jenis vaksin rotavirus yang dipergunakan untuk bayi Anda, karena terdapat 2 jenis vaksin rotavirus dengan jadwal imunisasi yang berbeda)

 

 

Vaksin Rotarix :

Vaksin ini terdiri dari 2 dosis lengkap, diberikan dengan cara diminumkan pada bayi dengan alat khusus (oral applicator) yang tersedia dalam kemasan vaksin tersebut.

Jadwal vaksinasi

Jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh CDC Atlanta Amerika, yang telah disesuaikan dengan Jadwal Imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Ahli Anak Indonesia) adalah saat bayi berusia 2 bulan dan 4 bulan

Usia minimum yang bisa dimulai vaksinasi, adalah dosis ke 1 pada saat bayi sudah berusia 6 minggu.

Usia maksimum yang masih bisa diberikan vaksin dosis ke 1 adalah 14 minggu 6 hari

Jarak interval atau selang waktu antara dosis pertama dan dosis yang kedua, minimal  adalah 4 minggu.

Dosis ke 2, atau dosis terakhir vaksin ini, sudah harus selesai diberikan sebelum bayi berusia > 24 minggu (usia antara 14- 24 minggu).

 

Vaksin RotaTeq

Vaksin ini terdiri 3 dosis lengkap, juga diberikan dengan cara diminumkan kepada bayi, yang sesuai dengan jadwal vaksinasi Rotavirus RotaTeq yang direkomendasikan oleh CDC Atlanta Amerika, yaitu pada bayi berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan.

Jadwal vaksinasi (Sesuai Rekomenndasi CDC Atlanta, Amerika dan Jadwal Imunisasi IDAI)

Usia minimum yang bisa mulai diberikan vaksin ini adalah saat bayi telah berusia 6 minggu

Usia maksimum yang masih bisa diberikan vaksin dosis ke 1 adalah 14 minggu 6 hari

Jarak interval atau selang waktu antara dosis pertama dan dosis yang kedua, dan dosis berikutnya, adalah 4 – 10 minggu.

Usia Maksimum untuk dosis terakhir adalah saat bayi berusia 8 bulan 0 hari

 

Untuk memudahkan kita mengingat jadwal imunisasi dan interval waktu antara dosis yang harus kita ingat untuk ke 2 jenis vaksin rotavirus ini, maka kami membuatkan ringkasan seperti tertera dibawah ini :

Jadwal Vaksinasi Untuk RotaRiq dan Rotatex :

Usia minimal bayi untuk dosis pertama adalah waktu berusia 6 minggu (RotaTeq dan Rotarix)

Usia maksimal untuk dosis pertama adalah waktu berusia 14 minggu + 6 hari (RotaTeq dan Rotarix)

Usia untuk dosis ke 2 adalah sebelum berusia > 24 minggu (RotaTeq dan Rotarix)

Usia maksimal untuk dosis terakhir adalah waktu berusia 8 bulan + 0 hari. (RotaTeq)

Minimal interval antara dosis vaksin adalah 4 minggu

(added and updated on 18 September 2014)

 

Pemberian Vaksinasi Rotavirus Bersama Jenis Vaksin Pediatrik Lain  (Simultaneous Administration)

Vaksin Rotavirus bisa diberikan bersamaan dengan vaksin DTaP (juga DTwP), Vaksin Hib, vaksin polio IPV, vaksin hepatitis B, dan vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine).

Data ilmiah yang ada membuktikan bahwa rotavirus vaksin ini tidak berpengaruh buruk terhadap reaksi imunologi tubuh untuk vaksin vaksin pediatrik diatas tadi.

Sedangkan pemberian vaksin rotavirus, bersamaan dengan jenis vaksin virus yang telah dimatikan, seperti vaksin influenza, ataupun vaksin virus hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine), bisa diberikan pada saat yang bersamaan (simultaneous vaccination), atau sebelum maupun juga sesudahnya, tanpa perlu memperhatikan selang waktu interval minimal 28 hari, bila waktu atau jadwal pemberian kedua jenis vaksin virus ini mau diberikan secara terpisah.

Alasannya, karena salah satu vaksin virus hidup yang telah dilemahkan ini, cara pemberiannya melalui oral/diminumkan, seperti vaksin Rotavirus, juga vaksin Polio OPV dan Vaksin Typhoid Oral Vivotif Berna dan vaksin Influenza Oral, sehingga interval waktu 28 hari ini tidak diperlukan.

Interval waktu 28 hari ini baru kita lakukan bila yang diberikan itu adalah 2 jenis vaksin hidup dilemahkan yang cara pemberiannya secara injeksi

 

KIPI Vaksin Rotavirus

 

Efek KIPI Vaksin RotaTeq dan Rotarix :

Antara lain terdiri dari nausea (rasa mual) dan muntah.

Tambahan efek KIPI yang dijumpai pada vaksin RotaTeq adalah : kematian akibat pneumonia, otitis media (infeksi ruang telinga tengah), nasofaringitis (infeksi rongga hidung dan tenggorokan), bayi yang gelisah dan peningkatan suhu tubuh sekitar > 38. 1 derajat Celsius.

Tambahan efek KIPI yng dijumpai pada vaksin Rotarix : kematian akibat pnuemonia, diarea, dehidrasi dan gastroenteritis, juga kejang atau konvulsi

 

Intususepsi :

yaitu suatu keadaan dimana ada sebagian dari usus halus yang masuk kedalam bagian usus lain, ini mirip dengan bagian teleskop yang digeser dan masuk kadalam bagian didepannya. Sehingga terjadi gangguan gerakan dan proses pengosongan usus. Akan terjadi sakit perut hebat dan muntah.

Intususepsi usus, Source: Google free image

Intususepsi usus
Source: Google free image

 

 

KIPI ini terjadi pada pemakaian vaksin rotavirus generasi pertama, yaitu vaksin RotaShield pada tahun 1998, vaksin ini sudah ditarik dari peredaran dan tidak boleh dipergunakan lagi.

Vaksin ini belum pernah beredar diluar Amerika Serikat.

 

 

 

Dengan vaksin rotavirus yang baru, yaitu RotaTeq dan Rotarix, dalam proses uji klinik yang melibatkan enam puluhan ribuan bayi dan anak usia balita, maka ditemukan fakta bahwa kejadian intususepsi yang terjadi, yang dimonitor antara waktu 0 -42 hari setelah vaksinasi, pada kelompok bayi yang mendapat vaksin rotavirus ini dengan kelompok bayi yang mendapat vaksin kontrol plasebo, ditemukan angka kejadian insusepsi ini tidak berbeda bermakna.

Sehingga dalam pemakaian vaksin rotavirus diatas, untuk mencegah terulangnya kasus ini, maka dianjurkan untuk berhati hati untuk bayi atau anak yang mempunyai riwayat kejadian intususepsi sebelumnya.

Sedangkan dari data klinik yang ada hingga saat ini, untuk kedua jenis vaksin rotavirus ini, tidak pernah dilaporkan adanya hubungan antara kejadian intususepsi usus dengan pemakaian kedua jenis vaksin rotavirus ini.

 

 

 Vaccine Saves Lives !

 

Source :

http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5802a1.htm?s_cid=rr5802a1_e

http://www.immunize.org/askexperts/experts_rota.asp

www.selukbelukvaksin.com

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Rotavirus – Jenis Vaksin Rotavirus dan Jadwal Imunisasi