Vaksin Rotavirus dan KIPI Intususepsi Usus

Vaksin Rotavirus dan KIPI Intususepsi Usus

Sebelum kita melanjutkan membahas efek simpang akibat vaksinasi rotavirus, atau yang populer disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), ada baiknya kita memperjelas beberapa hal tentang KIPI yang disebut INTUSUSEPSI Usus ini:

Apa sebenarnya yang disebut INTUSUSEPSI Usus ?

Deskripsi Singkat Tentang INTUSUSEPSI Usus:

  • Yaitu proses invaginasi atau pemasukan bagian segmen depan usus kedalam segmen usus yang dibelakangnya, bisa dibayangkan seperti kita memasukkan bagian alat teropong kedalam bagian depan lainnya sewaktu kita ingin menyimpan teropong tersebut. Invaginasi bagian segmen usus ke segmen usus yang lain akan menyebabkan terjadinya penjepitan, sehingga terjadi oedem (bengkak), pembendungan pembuluh darah vena, menyebabkan kekurangan darah dan oksigen (efek iskhemia) pada bagian usus yang terjepit tadi
  • 95% terjadi dibagian peralihan usus halus ileum dan usus besar colon (ileocolic), tetapi juga bisa melibatkan bagian lain dari usus besar ataupun usus halus.
  • Kejadian ini paling sering ditemukan pada bayi usia 3 bulan dan 6 tahun
  • Ada tiga gejalah khas yang ditemukan yaitu : Nyeri bagian perut, muntah dan teraba adanya masa padat dikuadrant kanan atas daerah perut. Apalagi jika ditemukan adanya perdarahan dari anus, ditambah lagi salah satu atau ketiga gejalah diatas, maka hampir sudah pasti ini adalah INTUSUSEPSI Usus.
  • Intususepsi adalah berakibat fatal mematikan jika dibiarkan tanpa pengobatan adekuat selama 2 -5 hari saja.
Intususepsi usus Source: Google free image

Intususepsi usus
Source: Google free image

Tindakan Apa Yang Harus Dilakukan Bila Terjadi Intususepsi ?

  • Intususepsi adalah kasus gawat-darurat medis yang harus segera ditangani dibagian Emergensi Pediatrik atau Bagian Bedah Pediatrik di Rumah Sakit
  • Semua pasien yang dicurigai menderita kejadian intususepsi harus segera dirawat dirumah sakit untuk dilakukan investigasi dan pengobatan. Walaupun kemunginan adalah kecil. Darah  dalam kotoran dan nyeri perut harus diperhatikan dengan baik.

Latar Belakang Kejadian Intususepsi Usus

Gambaran Utama Kejadian Intususepsi Usus

  • Bagian segmen proksimal/segmen depan usus, seperti alat teropong teleskop masuk kedalam bagian usus yang lebih jauh, berikut jaringan yang melekat pada usus tersebut. Ini menyebabkan tersumbatnya aliran cairan limpa dan pembendungan aliran darah vena dan arteri. Akibatnya bagian usus tersebut menjadi iskhemik (kekurangan darah dan oksigen)
  • Bendungan pembuluh darah vena dan iskhemik bagian usus ini akan menyebabkan mukosa usus mengeluarkan cairan lendir dan darah yang digambarkan sebagai kotoran mirip agar atau  “current jelly stool
  • 95% terjadi didaerah peralihan usus halus ileum dan usus besar colon (area ileocolic), tetapi ini juga bisa terjadi disetiap segmen dari usus halus maupun usus besar.
  • Majoritas terjadi pada bayi berusia < 12 bulan
  • Hampir 90% kasus tidak diketahui jelas penyebabnya
  • Gejalah khas dan klasik (nyeri perut yang episodik berulang, muntah, dan kotoran yang bercampur darah) ditemukan pada sekitar <10% kasus yang terjadi
  • Foto rontgen dengan udara dan zat kontras adalah cara terbaik (gold standard) untuk membuat diagnosa intususepsi usus
  • Intususepsi usus akan berakibat fatal bila tidak segera ditangani dengan baik dan tepat

Penyebab

Penyebab Tersering

  • 90% kasus tidak diketahui penyebabnya dan diduga karena pembesaran jaringan limpa karena penyakit infeksi virus seperti infeksi oleh adenovirus dan infeksi rotavirus, yang akan menjadi penyebab kejadian intususepsi usus ini
  • Adanya kelainan bawaan bentuk anatomi usus bayi, yang sering menjadi penyebab kejadian intususepsi usus pada bayi berusia antara <3 bulan hingga atau > 2 tahun.  Studi lain menemukan bahwa 57% kasus terjadi pada anak berusia >4 tahun dengan kelainan anatomi usus ini .
  • Bentuk kelainan anatomi usus yang paling sering menjadi penyebab intususepsi usus adalah divertikulum Meckel yang sering ditemukan pada kelompok bayi dan anak. Bentuk kelainan anatomi yang lain adalah seperti polip usus, kelainan pada usus buntu dan adanya duplikasi bagian saluran pencernaan bayi tersebut.

Penyebab Yang Jarang

Berikut adalah beberapa penyebab intususepsi usus yang lebih jarang ditemukan, seperti :

  • Terdapat kelainan pembuluh darah (hemangioma) di dinding usus
  • Terjadi perdarahan di dinding usus
  • Tumbuh Tumor atau Kista
  • Adanya benda asing dalam usus (tube yang lama terpasang)
  • Infeksi parasit, seperti cacing usus
  • Kotoran yang telah lama dan “membatu” (Fecolith)
  • Letak kelenjar pankreas yang tidak pada tempatnya (Ectopic or nodular pancreas)
  • Kelainan yang disebut Henoch-Sch&ouml;enlein purpura

Faktor Predisposisi atau Faktor Pencetus Intususepsi Usus

Kondisi berikut ini adalah faktor predisposisi terhadap terjadinya pembesaran jaringan kelenjar, pembengkakan lokal atau setempat, atau perdarahan :

  • Infeksi virus yang baru saja terjadi (infeksi saluran nafas bagian atas ISPA dan infeksi usus)
  • Tindakan bedah bagian dan organ perut yang baru saja dilakukan
  • Henoch-Sch&ouml;enlein purpura
  • Leukemia
  • Trauma daerah perut
  • Cystic fibrosis
  • Celiac disease
  • Hemophilia
  • Enteritis karena HIV
  • Gangguan gerak peristaltik usus akibat trauma serius kepala atau karena pemberian obat anti kholinergik (misalnya obat anti diarea)
  • Hal ini pernah terjadi berkaitan dengan generasi pertama vaksin rotavirus yang telah ditarik dari peredaran. Juga pernah dilaporkan beberapa kasus intususepsi dengan vaksin rotavirus generasi baru yang ada dipasaran saat ini, namun banyak kasus yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah hubungan sebab akibat antara vaksin generasi baru ini dengan kejadian intususepsi usus yang dilaporkan. Hal ini yang akan kita bahas dalam bab ini.

Epidemiologi Kejadian Intususepsi Usus

Jumlah Kejadian Intususepsi Usus
  • 1-4 kejadian /1000 Kelahiran Hidup
  • Kejadian berkaitan dengan musim, angka kejadian tertinggi disaat musim semi, musim gugur dan dipertengahan musim dingin, yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian musiman infeksi saluran pencernaan (Gastroeneteritis) dan juga infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA) (data dariN Engl J Med. Published online January 14, 2014.)

Demographi Kejadian Intususepsi Usus

Usia Penderita
  • Angka kejadian tertinggi pada saat bayi berusia 3 bulan sampai 2 tahun, dengan puncak kejadian pada saat berusia 5 – 9 bulan.
  • 65% kasus terjadi sebelum berusia 12 bulan
  • 80% kasus terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun
  • <1% kasus terjadi pada orang dewasa (tidak diketahui sebab musababnya)

Jenis Kelamin Penderita
  • Anak lelaki : anak perempuan  = 3-4 : 2
  • Penderita lelaki lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak yang berusia lebih tua

Demikian sekilas pembahasan tentang kejadian Intususepsi Usus yang biasa terjadi pada bayi dan anak sejak berusia 3 bulan hingga 2 tahun, dengan penyebab yang bervariasi dan seringkali tidak kita ketahui sebabnya dengan pasti.

Rotavirus Vaccines Carry Low Risk for Intussusception

(Vaksin Rotavirus Berefek Rendah Terjadinya Intususepsi)

Neil Osterweil

January 14, 2014

Sejak terjadi kasus intususepsi usus yang berkaitan dengan pemakaian vaksin Rotavirus generasi pertama, yaitu vaksin RotaShield, maka vaksin tersebut telah ditarik dari peredaran dan digantikan dengan vaksin rotavirus generasi baru yang lebih baik dan lebih aman untuk dipergunakan ( http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/)

Saat ini beredar 2 jenis vaksin rotavirus generasi baru, dari pembuat vaksin terkenal dunia, yaitu :

Dalam pemakaian selama ini di klinik, memang  jumlah kejadian intususepsi usus sudah jauh berkurang dan cukup aman untuk dipergunakan, namun segi keamanan vaksin, termasuk efek samping akibat pemakaian vaksin, atau KIPI, termasuk kejadian  intususepsi usus, tetap akan dipantau dan dikuti dengan seksama dan teliti.

Seperti judul artikel diatas, dikatakan bahwa vaksin Rotavirus hanya mempunyai resiko yang rendah terhadap kejadian intususepsi usus.

Resiko intususepsi, adalah penyebab umum gangguan obstruksi atau penyumbatan usus bayi dan anak kecil, terjadi sedikit peningkatan yang berkaitan dengan pemakaian vaksin rotavirus yang beredar saat ini, demikian data yang dikumpulkan oleh 2 buah penelitian surveilanse yang berskala besar.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan online pada 14 January 2014 di majalah kedokteran New England Journal of Medicine, mengungkapkan bahwa, secara keseluruhan resiko terjadi intususepsi akibat pemakaian vaksin rotavirus ini adalah rendah. Namun memang berbeda resiko kejadian intususepsi antara vaksin pentavalent (RV5; RotaTeq, Merck) dengan vaksin monovalent (RV1; Rotarix, GlaxoSmithKline).

Para peneliti dari kedua jenis penelitian ini menekankan, bahwa keseluruhan resiko intususeppsi yang relative kecil ini, yaitu sekitar 1 hingga 5 kejadian intususepsi usus berbanding dengan 100.000 bayi yang divaksinasi, seharusnya lebih besar manfaat vaksin ini karena bisa mencegah penyakit serius saluran pencernaan, mengurangi dan menghindarkan perawatan rumah sakit, juga mencegah kematian akibat infeksi rotavirus ini.

Rancangan Penelitian

Penelitian Pertama

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan oleh Dr. W. Katherine Yih, PhD, MPH, dan koleganya, dari Harvard Medical School and Harvard Pilgrim Health di Boston, Massachusetts, dengan meneliti data dari US FDA Post-Licensure Rapid Immunization Safety program, yang mencakup informasi sejumlah 1,277,556 dosis vaksin pentavalent dan 103,098 dosis vaksin monovalent yang diberikan ke bayi berusia 5 hingga 36.9 minggu di Amerika. Terdapat sebanyak 267 kasus intususepsi yang berkaitan positif dengan pemakaian vaksin rotavirus.

Dari data tersebut, dilakukan 2 jenis analisa. Analisa pertama, mereka mengukur resiko terjadinya intususepsi usus berdasarkan waktu, yaitu waktu dari hari pertama hingga 7 hari berikut atau dari hari pertama hingga hari ke 21, setelah abyi mendapatkan vaksinasi rotavirus. Yang dibandingkan dengan kelompok kontrol pada hari 22 hingga 42 hari setelah mendapatkan vaksinasi.

Analisa kedua, mereka menggunakan kelompok kohort yang mendapatkan vaksinasi dibandingkan dengan kohort yang tidak mendapatkan vaksinasi.

Kesimpulan analisa

  • Analisa jenis pertama berdasarkan waktu terpapar dengan vaksin rotavirus, maka kesimpulannya adalah resiko kejadian intususepsi usus  adalah lebih besar pada pemberian dosis pertama vaksin pentavalent, pada saat 7 hari (attributable risk, 1.1; 95% confidence interval [CI], 0.3 – 2.7), dan 21 hari setelah mendapatkan vaksinasi dibandingkan dengan kelompok kontrol (attributable risk, 1.5; 95% CI, 0.2 – 3.2).

Tidak ada peningkatan resiko intususepsi untuk pemberian dosis ke 2dan dosis ke 3 vaksin rotavirus pentavalent ini.

  • Demikian juga kesimpulan yang sama didapatkan dari analisa kedua yang berdasarkan kelompok kohort, terlihat peningkatan resiko yang nyata untuk pemaparan vaksin rotavirus dosis pertama, hingga hari ke 21. Tidak terjadi peningkatan yang berarti untuk pemberian dosis ke2 dan dosis ke 3 selanjutnya (attributable risk, 1.2; 95% CI, 0.2 – 3.2) .

Penelitian Kedua

Dalam penelitian lain yang terpisah, dilakukan oleh Eric S, Weintraub, MPH, dari the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, Georgia, mereka meneliti data dari the CDC’s Vaccine Safety Datalink surveillance program. Mereka mengevaluasi data 207,955 anak yang telah mendapatkan vaksinasi rotavirus jenis monovalent ( 115,908 dosis pertama dan 92,047 dosis kedua), dan membandingkan jumlah kasus intususepsi yang terjadi pada 7 hari pertama setelah diberikan vaksinasi dengan data epidemiologi yang ada tentang kejadian ini.

Mereka mendapatkan 6 kasus intususepsi usus yang terjadi dalam waktu 7 hari pertama setelah bayi diberikan vaksin monovalent rotavirus, bila ini dibandingkan dengan data epidemiologi yang ada, maka resiko terjadinya intususepsi usus untuk vaksin menjadi 8.4

Mereka juga melakukan evaluasi dan analisa terhadap hasil temuan penelitian pertama diatas tentang resiko intususepsi usus setelah pemberian vaksin pentavalent rotavirus. Mereka meneliti hampir sebanayak 1.3 juta dosis vaksin oentavalent yang telah diberikan, dan juga tidak menemukan adanya peningkatan bermakna kejadian intususepsi usus pada jenis vaksin pentavalent rotavirus ini.

Catatan: Vaksin monovalent rotavirus ini baru mulai didaftar dan dipergunakan di Amerika 2 tahun kemudian setelah penggunaan vaksin pentavalent rotavirus di Amerika, sehingga jumlah dosis yang diteliti dalam kedua penelitian diatas berbeda, dan jumlah dosis monovalent rotavirus adalah lebih sedikit daripada jenis vaksin pentavalent rotavirus.

Kesimpulan :

  • Lebih dari 90% penyebab intususepsi usus tidak diketahui penyebabnya yang jelas. Ada banyak bukti bahwa penyebab tersering adalah karena kelainan bentuk anatomi usus yang sedemikian rupa (misalnya polip, perdarahan, kelainan pada usus buntu, dll) sehingga memudahkan terjadinya intususepsi usus
  • Sampai saat ini tetap diyakini bahwa vaksin rotavirus generasi baru, baik yang jenis monovalent juga jenis yang pentavalent, adalah vaksin yang efektif, cukup aman untuk dipergunakan bagi bayi yang memerlukan vaksin tersebut.
  • Dari data surveilanse pasca pemasaran kedua jenis vaksin rotavirus ini, memang ada ditemukan kejadian intususepsi usus yang berhubungan dengan pemberian vaksin rotavirus generasi baru ini. Dalam penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa, secara keseluruhan jumlah kasus intususepsi usus adalah sekitar 1 sampai 5 kasus per 100.000 bayi.
  • Dengan pemberian vaksin rotavirus, maka jumlah kasus sakit dan infeksi serius akibat infeksi rotavirus bisa ditekan, juga mengurangi jumlah kunjungan dokter dan perawatan dirumah sakit, mengurangi secara bermakna angka kesakitan dan angka kematian bayi balita, akibat infeksi dan penyakit rotavirus ini
  • Dari penelitian diatas, didapatkan data bahwa kejadian intususepsi usus lebih sering terjadi pada hari pertama hingga hari ke 7, juga hari pertama hingga hari ke 21, setelah pemberian vaksin rotavirus pentavalent dosis pertama. Sedangkan selanjutnya untuk dosis kedua dan dosis ketiga, tidak ditemukan tanda peningkatan kejadian intususepsi usus yang bermakna. Demikian juga untuk vaksin rotavirus monovalent ditemukan hal yang serupa.

 

Vaksin Saves Lives !

tags: , , , , , , ,

Related For Vaksin Rotavirus dan KIPI Intususepsi Usus