Vaksin Rabies – Sejarah dan Riwayat Vaksin Rabies

Saturday, July 26th 2014. | Sejarah dan Riwayat Vaksin Rabies, Vaksin Rabies

Sejarah dan Riwayat Vaksin Rabies

 

Vaksin Rabies adalah jenis vaksin yang tidak dipergunakan secara rutin dan teratur seperti halnya vaksin jenis lain yang sering kita pergunakan dalam program vaksinasi bayi dan anak ataupun vaksinasi untuk orang dewasa dan usia lanjut. Sehingga tidak heran, kalau vaksin rabies ini tidak dikenal oleh awam, bahkan hanya kalangan terbatas kedokteran saja yang mengenal vaksin ini dengan baik.

Vaksin rabies baru kita pergunakan bilamana diperlukan oleh seseorang dalam kondisi sebagai berikut ini :

  1. Bila orang tergigit, dicakar atau terjadi kontak dengan binatang yang dicurigai sakit rabies atau binatang yang sudah pasti sakit rabies. Maka pada orang tersebut kita selalu memberikan imunisasi dengan vaksin rabies ditambahkan dengan pemberian anti rabies immunoglobulin atau lebih dikenal RIG, dengan tujuan untuk memberikan kekebalan yang instant atau segera, guna mencegah penularan dan penjalaran virus rabies kedalam jaringan susunan saraf pusat korban gigitan ini
  2. Imunisasi vaksin rabies juga kita berikan pada orang yang akan bepergian kesuatu daerah atau tempat yang merupakan endemis penyakit rabies, sehingga setiap saat ada kemungkinan orang tersebut diserang atau digigit hewan atau anjing rabies yang berkeliaran didaerah endemis yang sedang dikunjungi tersebut (Lihat Jenis Vaksin Yang Diperlukan untuk Darmawisata di  http://selukbelukvaksin.com/traveler-vaccine-vaksin-untuk-wisatawan/ ) . Untuk ini orang tersebut cukup diberikan hanya vaksin anti rabies saja tanpa perlu ditambahkan anti rabies immunoglobulin RIG seperti yang diatas.
  3. Bagi orang yang pekerjaan atau tugasnya mempunyai resiko tinggi terpapar dengan binatang yang berpenyakit rabies, seperti misalnya dokter hewan, perawat binatang, petugas pemadam kebakaran, petugas konservasi hutan, tentara dan jenis pekerjaan yang banyak berhubungan dengan binatang atau keadaan lingkungan yang memungkinkan penularan penyakit rabies. Pada mereka juga cukup diberikan vaksin anti rabies saja, tanpa perlu ditambah anti rabies immunoglobuline RIG.

Catatan

Bagi orang yang telah pernah mendapatkan vaksinasi rabies lengkap dimasa lalu, bila suatu waktu kelak, mereka tergigit oleh binatang atau anjing yang sakit rabies, maka bagi mereka ini sudah tidak perlu diberikan lagi anti rabies Immunoglobulin RIG, tetapi cukup diberikan suntikan 2 dosis vaksin anti rabies saja. Karena pada mereka ini telah terbentuk sel memory dalam sistim imunologi tubuhnya untuk memberikan reaksi yang cepat bila terpapar lagi dengan virus rabies atau vaksin anti rabies ini.

Cerita tentang vaksin Rabies

Louis Pasteur Penemu Vaksin Rabies  Google Free Image

Louis Pasteur
Penemu Vaksin Rabies
Google Free Image

Cerita tentang vaksin Rabies tentu tidak bisa terlepas dari seorang ilmuwan bernama Louis Pasteur dari Prancis. Beliau adalah seorang ahli kimia yang juga seorang ahli biologi. Lahir tahun 1822 dan wafat pada tahun 1895. Berkat pengetahuannya dan penemuannya dalam bidang ilmu biologi dan imunologi, maka Louis Pasteur juga dikenang sebagai “Bapak Ilmu Imunologi“.

Adalah tehnik atenuasi, penemuan beliau yang berhasil membuat keganasan kuman menjadi berkurang atau bahkan sirna dengan metode pembiakan kuman atau virus bibit penyakit yang berulang ulang didalam sel binatang, dan hasil biakan bibit penyakit yang sudah hilang sifat keganasannya ini telah menjadi bahan dasar antigen untuk membuat vaksin yang banyak kita pergunakan dizaman modern sekarang ini.

Vaksin Rabies yang telah terbukti ampuh dan telah banyak meyelamatkan korban gigitan binatang sakit rabies adalah puncak penemuan Louis Pasteur.

Virus rabies yang  dikembang biakan oleh Louis Pasteur didalam jaringan saraf kelinci, kemudian jaringan saraf yang terinfeksi ini digerus dan dibuatkan larutan chlorida sebagai vaksin anti rabies yang pertama.

Dengan tehnik atenuasi yang masih sederhana (melemahkan atau menghilangkan sifat ganas bibit penyakit tetapi tetap mempertahankan sifat antigennya untuk merangsang tubuh membuat zat antibody terhadap penyakit tersebut), Luois Pasteur telah berhasil menciptakan vaksin hidup pertama rabies (live attenuated vaccine) untuk diuji cobakan dan seanjutnya dipakai oleh manusia.

Pada 06 July 1885, Louis Pasteur mempergunakan larutan vaksin rabies yang pertama ini untuk menyelamatkan 3 orang yang tergigit anjing sakit rabies, dari ketiga orang tersebut, anak yang bernama Joseph Meister yang berusia 9 tahun dalam kondisi yang paling buruk, ia mendapat 14 luka akibat gigitan. Oleh Louis Pasteur, anak ini diberikan 12 kali suntikan vaksin anti rabies yang pertama kali diberikan untuk manusia, dengan hasil yang menakjubkan. Anak ini terselematkan oleh vaksin rabies buatan Louis Pasteur ini.

Cerita tentang anak ini adalah setelah dewasa dia menjadi penjaga pintu gerbang Institute Louis Pasteur di Paris, dan meninggal pada tahun 1940, ketika agresi tentara Jerman ke Prancis, memaksa dia membuka ruang tempat penguburan Louis Pasteur, dia menolak melakukannya dan membunuh diri.

Louis Pasteur memberi vaksin rabies utk Joseph Meister

Louis Pasteur memberi vaksin rabies utk Joseph Meister

Satu tahun setelah percobaan dan pemakaian vaksin rabies yang berhasil pada anak bernama Joseph Meister, maka vaksin ini telah dipergunakan untuk 350 orang korban gigitan anjing rabies dan semua korban ini bisa diselamatkan.

Dengan mempergunakan dasar tehnik atenuasi yang dipakai oleh Louis Pasteur, ada ilmuwan bernama Von Behring dan Gaston  Ramon pada tahun 1923, juga telah berhasil membuat serum untuk mengatasi infeksi kuman penyakit difteri dan tetanus, yang bahan dasarnya diambil dari toksin atau racun kuman difteri dan tetanus yang sangat mematikan itu.

Setelah tahun 1940 dan seterusnya, maka pengetahuan dan tehnologi pengembang biakan virus kedalam media jaringan, telah membuat terobosan besar dalam pembuatan vaksin dari antigen virus.

Demikian juga virus rabies telah berhasil dikembang biakkan dalam sel manusia diploid (Huma Diploid Cell), juga dalam sel embryo ayam  dan jenis Vero cell yang telah dimurnikan. Yang kemudian bahan bahan antigen ini dipergunakan untuk pembuatan vaksin rabies yang efektif dan ampuh.

Sehingga dengan demikian, vaksin anti rabies pertama yang dibuat oleh Louis Pasteur dari gerusan jaringan sel saraf yang terinfeksi virus rabies, telah digantikan dengan vaksin rabies yang lebih aman dan yang lebih efektif juga.

Pada bab berikutnya akan kita bahas jenis jenis vaksin rabies dan dosis efektif vaksin rabies untuk korban gigitan binatang yang dicurigai menderita penyakit rabies.

Vaccines Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Rabies – Sejarah dan Riwayat Vaksin Rabies