Vaksin Rabies – Jenis dan Dosis Vaksin Rabies dan Rabies Immuno Globulin (RIG)

 Vaksin Rabies – Jenis dan Dosis Vaksin Rabies dan Rabies Immuno Globulin (RIG)

 

Vaksinasi rabies untuk anjing (Google free iamge)

Vaksinasi rabies untuk anjing (Google free iamge)

Seperti yang telah kita bahas bersama sebelumnya, bahwa terdapat beberapa jenis vaksin rabies yang saat ini dipergunakan, semua ini adalah karena cara memproduksi vaksin yang berbeda, yaitu cara  mengembang biakkan virus rabies didalam media pembiakan virus yang berbeda, yang hasilnya nanti akan dipergunakan untuk membuat vaksin rabies.

Kemudian juga karena vaksin rabies ini adalah jenis vaksin yang tidak dipergunakan untuk semua orang, vaksin rabies hanya dipergunakan untuk mereka dengan kondisi khusus, seperti misalnya :

  • Hanya untuk korban gigitan atau cakaran binatang yang sudah pasti atau dicurigai menderita penyakit rabies
  • Hanya untuk mereka yang akan bepergian atau yang tinggal didaerah yang menjadi daerah endemik penyakit rabies, sehingga sangat besar resiko dan kemungkinan orang akan tertular virus rabies ini
  • Hanya untuk mereka  yang berhubungan dan merawat pasien rabies dirumah sakit, atau tenaga kesehatan yang bekerja di laboratorium yang memeriksa spesimen pasien rabies
  • Hanya untuk mereka yang pekerjaannya berhubungan erat dengan hewan, misalnya dokter hewan, perawat binatang di kebon binatang atau tempat konservasi alam dan binatang, petugas pemadam kebakaran, tentara dan para penjelajah alam dan gua alam

Jadi singkatnya vaksin rabies tidak perlu diberikan kepada semua orang begitu saja. Maka kita tidak akan menemukan vaksin rabies dalam daftar anjuran vaksinasi IDAI untuk bayi dan anak, juga anjuran vakssinasi untuk orang dewasa.

Vaksin rabies baru kita temukan dalam daftar vaksin anjuran untuk para wisatawan manca negara, karena ada kemungkinan para turis ini akan berkunjung kesuatu negara atau daerah, dimana penyakit rabies adalah endemik didaerah tersebut.

 

Sehingga dalam tata laksana untuk mengatasi dan menanggulangi penyakit rabies dan korban gigitan binatang berpenyakit rabies,  dikenal istilah sebagai berikut :

1. Pre exposure prophylaxis Immunization.

Yaitu vaksin rabies yang diberikan, sebelum orang tersebut kontak dengan virus rabies. Dan ini adalah murni untuk pencegahan penyakit rabies, bila suatu ketika orang tersebut tergigit oleh binatang sakit rabies, orang tersebut cukup diberikan satu atau dua dosis tambahan vaksin rabies tanpa diperlukan tambahan RIG (rabies ImmunoGlobulin) yang relatif mahal dan sulit didapat.

 

2. Post Exposure Treatment and Prophylaxis.

Yaitu pemberian vaksin rabies juga dengan atau tanpa* disertai RIG (Rabies Immuno Globulin), bersamaan secara simultan untuk korban gigitan binatang yang sakit rabies. * tergantung status vaksinasi rabies si korban sebelum kejadian ini. Lihat penjelasan lebih lanjut dibawah ini.

 

Cara pemakaian vaksin rabies dan RIG (Rabies Immuno Globulin) adalah berbeda.

Kalau vaksin rabies dari jenis apapun, akan diberikan secara intra muskular (suntikan kedalam masa otot)  atau intra dermal (suntikan kedalam jaringan kulit).

Sedangkan RIG  harus diberikan dengan cara infiltrasi disekitar dan mengelilingi luka gigitan hewan tersebut. Jadi bisa dibayangkan sulitnya pemberian RIG ini bila lukanya banyak atau luas tersebar dianggota badan korban.

 

Jenis Vaksin Rabies yang dipergunakn saat ini :

  • Human Diploid Cell Rabies Vaccine (HDCV), vaksin ini mulai dikembangkan sejak tahun 1965, dosis yang diberikan adalah 1 ml/ dosis, diberikan secara intra muskular atau IM
  • Purified Chicken Embryo Cell Rabies Vaccine (PCEC), tehnologi pembuatan vaksin dengan embryo ayam ini mulai dikembangkan sejak tahun 1940. Dosis vaksin yang diberikan adalah 1 ml/dosis, diberikan secara intra muskular kedalam jaringan otot
  • Purified Vero Cell Rabies Vaccine (PVRV), yang mulai dikembangkan cara pembuatan vaksin ini pada tahun 1965, dosis vaksin yang diberikan adalah 0.5 ml/dosis, diberikan secara intra muskular kedalam jaringan otot
  • Purified Duck Embryo Rabies Vaccine (PDEV),  tehnik pembuatan vaksin ini dikembangkan sejak tahun 1956. Dosis vaksin ini  adalah 1 ml/dosis, dan pemberian intra muskular dalam jaringan otot.

Ke – empat jenis vaksin rabies ini dibuat oleh pabrik pembuat vaksin yang berbeda, namun dengan efikasi dan efektifitas vaksin yang sangat tinggi, yang tidak jauh berbeda satu dengan yang lainnya.

 

Dosis Pemberian Vaksin Rabies

Dosis vaksin rabies yang diberikan itu berbeda untuk:

1. Pre exposure prophylaxis Immunization.

Pada golongan ini, hanya diberikan vaksin rabies saja sebagai imunisasi aktif untuk melawan dan mencegah penyakit rabies, bila dimasa depan, mereka tergigit atau tterkontaminasi dengan virus rabies.

Cukup diberikan 3 dosis vaksin saja dengan jadwal 0 hari ( dosis pertama vaksin rabies) , 7 hari kemudian (dosis ke2 vaksin rabies) dan 21 hari kemudian (dosis ketiga vaksin rabies).

Pada golongan ini tidak perlu ditambahkan RIG (Rabies Immuno Globulin) sebagai imunisasi pasif.

Bila dikemudian hari, golongan ini tergigit oleh binatang sakit rabies, maka pada mereka ini cukup diberikan 2 dosis vaksn rabies saja, yang diberikan pada hari kejadian atau hari 0 dan hari ke 3 kejadian saja. Tidak perlu ditambahkan RIG lagi.

 

2. Post Exposure Treatment and Prophylaxis.

Sebelum kita membahasa tata  laksana pemberian vaksin anti rabies dan RIG pada korban gigitan binatang, ada baiknya kita juga  membahas tata laksana perawatan luka akibat gigitan binatang ini. Karena dari data penelitian ilmiah, ternyata perawatan luka gigitan binatang yang benar dan tepat akan mengurangi sebagian besar resiko luka menjadi infeksi dan kemungkinan berkembang menjadi penyakit rabies.

 

Tata Cara Perawatan Luka Gigitan Binatang

Tergantung kondisi keseriusan luka gigitan (dalam atau dangkal, luas atau lebar, luka tunggal atau banyak), tapi dasar perwatan luka gigitan binatang adalah seperti berikut ini :

  1. Irigasi luka gigitan dengan air bersih yang mengalir sambil dibersihkan dengan sabun, lalu dilanjutkan dengan larutan fisiologis NaCl atau dengan cairan desinfektan seperti larutan jodium, betadin, hidrogen peroksida dan atau cairan pembersih yang lain lain.
  2. Debridement, yaitu tindakan membersihkan jaringan luka yang kotor, jaringan luka yang membusuk atau mati untuk mencegah terjadinya infeksi lokal yang dapat menyebar keseluruh tubuh
  3. Pemberian obat-obatan seperti misalnya obat antibiotika untuk memcegah kemungkinan dan resiko infeksi akibat gigitan binatang tersebut. Memberi obat anti nyeri bilamana diperlukan dan obat lain yang dipandang perlu
  4. Pemberian vaksin anti tetanus, terutama untuk luka yang dalam dan luas, seperti luka yang multiple dan dalam
  5. Pemberian vaksin anti rabies dengan atau tanpa dibarengi dengan pmberian RIG, yang tergantung status vaksinasi rabies penderita sebelum kejadian ini
  6. Penjahitan luka. Untuk luka yang diduga oleh binatang penderita rabies, maka luka ini tidak kita jahit, hanya ditutupi saja atau dijahit seperlunya saja.

 

Tata Cara Pemberian Vaksin Rabies dengan atau tanpa RIG (Rabies Immuno Globulin) :

Prinsip adalah : Jika korban pernah mendapatkan vaksinasi lengkap rabies (pada pre Exposure Prophylaxis Vaksinasi) atau paling sedikit 3 dosis vaksin rabies pada post exposure prophylaxis sebelumnya, maka korban ini hanya perlu 2 dosis vaksin anti rabies saja pada waktu hari 0 (hari pertama kejadian) dan hari ke 3 setelah kejadian. Tanpa perlu diberikan RIG lagi.

 

Dosis Vaksin Anti Rabies untuk Post Exposure Prophylaxis Untuk Orang Yang Pernah Mendapat Vaksinasi Rabies atau Kebal :

Setelah proses tata laksana perawatan luka gigit seperti yang tertera diatas, maka dilanjutkan dengan :

  1. Pemberian vaksin anti rabies jenis HDCV atau jenis PCECV (tergantung jenis vaksin anti rabies yang tersedia)
  2. Diberikan 2 dosis vaksin, secara Intra Muskular atau IM didaerah deltoid atau daerah bahu, pada hari 0 atau hari kejadian gigitan dan pada hari ke 3 setelah kejadian.
  3. Pada korban golongan ini tidak perlu diberikan RIG

 

Dosis Vaksin Anti Rabies untuk Post Exposure Prophylaxis Untuk Orang Yang Belum Pernah Mendapat Vaksinasi Rabies atau Tidak Kebal :

Setelah proses tata laksana perawatan luka gigit seperti yang tertera diatas, maka dilanjutkan dengan :

  1. Pemberian RIG (Rabies Immuno Globulin) yang disuntikan secara infiltrasi sekitar atau mengelilingi luka gigitan, usahakan semua luka gigitan mendapatkan suntikan inflitrasi RIG ini
  2. Bila masih ada sisa RIG, disuntikkan secara Intra Muskular ditempat lain dari tempat yang akan kita suntikkan vaksin anti rabies
  3. Pemberian vaksin anti rabies jenis HDCV atau jenis PCECV (tergantung jenis vaksin anti rabies yang tersedia) secara intra muskular atau IM
  4. Diberikan suntikan vaksin anti rabies sebanyak 5 dosis pada hari 0 waktu kejadian, hari ke 3, hari ke 7, hari ke 14 dan hari ke 21.

 

Jenis Vaksin Rabies dan Rabies Immuno Globulin (RIG) yang ada di Indonesia

Nama Vaksin : Imovax® Rabies,

Type Vaksin : jenis Human Diploid Cell Vaccine (HDCV),

Cara Pemberian vaksin : Intramuscular

Tujuan Penggunaan : Vaksin ini dipergunakan untuk Preexposure Prophylaxis  dan atau Postexposure Prophylaxis and Treatment

Dosis Vaksin : Seperti yang tertera diatas

 

Nama Vaksin : RabAvert®

Type Vaksin : Purified Chick Embryo Cell Vaccine (PCEC)

Cara Pemberian Vaksin : Intramuscular

Tujuan Penggunaan : Vaksin ini dipergunakan untuk Preexposure Prophylaxis  dan atau Postexposure Prophylaxis and Treatment

Dosis Vaksin : Seperti yang tertera diatas

 

Jenis Rabies Immuno Globulin (RIG) yang ada di Indonesia

Nama RIG : Imogam® Rabies-HT

Type RIG : Human Rabies Immune Globulin

Cara Pemakaian RIG : Infiltrasi lokal sekeliling luka gigitan, sisa RIG bisa disuntikan IM ditempat yang jauh dari tempat suntikan vaksin anti rabies

Tujuan Penggunaan RIG : Untuk pemakaian Post Exposure Prophylaxis and Treatment

Dosis RIG : 20 IU / kg BB

 

Kemasan Rabies Immuno Globulin (RIG) :

Satu vial berisi 2 mL, dengan konsentrasi 150 IU/mL, sehingga dalam 1 vial yang terdiri dari 2 mL ini akan mengandung 300 IU rabies immunoglobulin yang diperlukan.

 

Nama RIG : HyperRab TM S/D

Type RIG : Human Rabies Immune Globulin

Cara Pemakaian RIG : Infiltrasi lokal sekeliling luka gigitan, sisa RIG bisa disuntikan IM ditempat yang jauh dari tempat suntikan vaksin anti rabies

Tujuan Penggunaan RIG : Untuk pemakaian Post Exposure Prophylaxis and Treatment

Dosis RIG : 20 IU / kg BB

 

Kemasan Rabies Immuno Globulin (RIG) :

Satu vial berisi 2 mL, dengan konsentrasi 150 IU/mL, sehingga dalam 1 vial yang terdiri dari 2 mL ini akan mengandung 300 IU rabies immunoglobulin yang diperlukan.

 

 

Vaccine Saves Lives !

 

 

 

 

tags: , , , , , , , ,

Related For Vaksin Rabies – Jenis dan Dosis Vaksin Rabies dan Rabies Immuno Globulin (RIG)