Vaksin Penyakit Typhoid – Typhoid Mary

Tuesday, July 28th 2015. | Typhoid Mary, Vaksin Penyakit Typhoid

Typhoid Mary

Mary Mallon (September 23, 1869 – November 11, 1938), atau lebih dikenal dengan sebutan Typhoid Mary, adalah orang pertama yang dikenal sebagai pembawa kuman penyakit (carier) typhoid yang tanpa gejalah penyakit tersebut yang tingggal di Amerika  Serikat.

Dia diduga telah menulari 51 orang dengan kuman penyakit typhoid, dan tiga orang diantaranya sampai meninggal, karena profesinya adalah juru masak atau koki. Dia juga telah dua kali diisolasikan secara paksa dari pergaulan dan kehidupan masyarakat oleh pejabat dari kesehatan masyarakat dan akhirnya meninggal dalam pengasingan yang berlangsung hampir 30 tahun lamanya.

Berikut ini adalah cerita detail tentang petualangan Typhoid Mary yang saya kutip dari Wikipedia sebagai berikut ini ….

Awal kehidupan Typhoid Mary

Nama lengkapnya adalah Mary Mallon,  dia lahir ditahun 1869 di  Cookstown, County Tyrone, Irlandia. Dia berimigrasi ke Amerika Serikat di tahun 1883 saat berusia 15 tahun. Dia tinggal bersama pamaan dan bibinya sementara  waktu, sampai dia mendapatkan pekerjaan sebagai juru masak atau koki pada sebuah keluarga yang kaya.

 

Perjalanan Typhoid Mary Sebagai Juru Masak 

Sejak tahun 1900 hingga 1907, Mary Mallon bekerja sebagai juru masak di  kota New York untuk 7 keluarga. Di tahun 1900 dia bekerja di Mamaroneck, New York, yang mana dalam waktu 2 minggu masa kerjanya telah terjadi serangan penyakit demam typhoid antara penduduk. Di tahun 1901, dia berpindah kerja ke keluarga  di Manhattan, dan anggota keluarga tersebut langsung terjadi demam dan diarea, bahkan tukang cuci keluarga tersebut juga meninggal karena serangan penyakit ini.

Mallon lalu pergi dan bekerja pada keluarga seorang pengacara, dan juga meninggalkan keluarga pengacara ini setelah 7 dari 8 anggota keluarga ini menjadi sakit. 

typhoid-mary-1

Ilustrasi surat kabar tahun 1909 tentang Typhoid Mary; perhatikan tengkorak2 (ibarat bibit penyakit typhoid maut) yang dimasukkannya dalam masakan yang akan disajikan kepada anggota keluarga majikan yang dilayaninya.

 

Di tahun 1906, dia berpindah tempat dan tinggal di   Oyster Bay, Long Island, hanya dalam jangka waktu 2 minggu, 10 dari 11 anggota keluarga yang ada ditempat tersebut harus dirumah sakitkan dengan diagnosa menderita penyakit typhoid.

Lalu dia berpindah kekeluarga yang lain  tapi tetap sebagai juru masak, maka hal yang sama terjadi pada 3 keluarga, ditempat tinggalnya yang baru.

Dia bekerja lagi sebagai juru masak untuk sebuah keluarga kaya, yaitu seorang bankir New York city yang bernama Charles Henry Warren.

Ketika keluara Warren menyewa sebuah rumah di Oyester Bay untuk liburan musim panas tahun 1906, typhoid Mary diajak serta. Dari waktu 27 Agustus hingga 3 September, 6 dari 11 anggota keluarga Warren ini menderita sakit typhoid. Pada saat tersebut, penyakit typhoid adalah penyakit yang sangat jarang di Oyester Bay, ini menurut kesaksian 3 orang dokter yang berpraktek ditempat tersebut.

Mallon atau Typhoid Mary kemudian berpindah lagi dan bekerja pada keluarga yang lain, dan kejadian serupa yaitu merebaknya penyakit typhoid selalu mengikutinya kemana pun ia pindah. 

 

Investigasi Penyakit Menular Typhoid Fever 

Di akhir tahun 1906, salah satu keluarga menyewa seorang ahli yang meneliti tentang penyakit typhoid bernama George Soper untuk menyelidiki dan meneliti kejadian merebaknya penyakit typhoid fever ini.

Soper menerbitkan hasil penyelidikannya di Journal of the American Medical Association, pada 15 Juni, 1907. Dia yakin bahwa orang yang bernama Mary Mallon ini sebagai sumber penyebab merebaknya penyakit typhoid.

Dalam laporannya Soper menulis: ” Kenyataannya bahwa keluarga itu mengganti juru masaknya tepat 3 minggu sebelum kejadian merebaknya epidemik penyakit typhoid. Dan Mary tinggal bersama keluarga itu hanya dalam waktu yang singkat, dan pergi sekitar 3 minggu setelah kejadian merebaknya penyakit ini. Juru masak yang dicurigai ini adalah seorang wanita Irlandia yang berusia sekitar 40 tahunan, berpostur tinggi agak gemuk, dan tampaknya dalam kondisi sehat”

Soper juga menemukan fakta, bahwa juru masak wanita Irlandia ini  memang terlibat dalam semua rangkaian kejadian merebaknya penyakit typhoid yang diberitakan selama ini.

Namun Soper tidak bisa segera menemukan Mary ini karena dia selalu pergi tanpa  diketahui kemana tujuannya, begitu ada kejadian merebaknya penyakit typhoid dalam keluarga tempat dia bekerja.

Soper juga menemukan satu kasus merebaknya penyakit typhoid dalam satu keluarga di Park Avenue, dan Mallon adalah juru masak keluarga tersebut. Dua orang pembantu keluarga tersebut telah dirawaat dirumah sakit, dan anak perempuan tuan rumahnya telah meninggal dunia karena sakit penyakit typhoid ini.

Ketika Soper menemukan Mary Mallon si Typhoid Mary ini, maka Malllon telah menolak memberikan sample air seni dan kotoran untuk diperiksa. Dalam investigasi Soper menemukan bahwa dalam jangka waktu 5 tahun, 8 keluarga pernah memakai jasa Mary sebagai juru masak, anggota keluarga dari 7 keluarga ini dilaporkan pernah menderita sakit typhoid.

Pada kunjungan Soper berikutnya didampingi oleh seorang dokter, namun kali ini Mary Mallon tetap menolak untuk bertemu dan memberikan contoh urine dan kotorannya untuk diperiksa dilaboratorium. Dia mengunci dirinya dalam kamar mandi hingga Soper dan kolega dokternya pergi.

 

Karantina Pertama Mary Mallon (1907 – 1910)

Departemen Kesehatan kota New York akhirnya mengirim seorang dokter bernama Sara Josephine Baker untuk berbicara dengan Mary Mallon alias Typhoid Mary ini yang mempunyai anggapan bahwa negara menghukumnya sementara dia tidak ada melakukan kesalahan. Maka beberapa hari kemudian Dr. Sara kembali dengan beberapa polisi untuk secara resmi menahan Mary Mallon.

Mary Mallon telah menarik perhatian dari sejumlah besar media yang menjulukinya “typhoid Mary” pada terbitan 1908 di  Journal of the American Medical Association. Kemudian dalam sebuah buku teks dimasa itu, mengenai penyakit demam typhoid, maka nama typhoid Mary juga disebutkan.  

Mallon mengakui bahwa pengertiannya tentang kesehatan yang sangat rendah, mengatakan bahwa ia tidak mengerti maksud dan tujuan orang harus mencuci tangan karena ia merasa tidak mempunyai resiko bahaya apapun untuk orang lain.

Dalam pengasingan dipenjara, ia dipaksakan untuk memberikan contoh urine dan kotorannya untuk diperiksa. Maka ditemukan bukti yang sangat signifikan jumlah kuman typhoid dalam kandung empedunya, dan dia tetap menolak kenyataan bahwa dia adalah pembawa dan penyebab penyakit typhoid ini. Dia tetap ingin menjadi juru masak selama sisa hidupnya.

Inspektur Kesehatan Kota New York memutuskan bahwa Mary Mallon adalah pembawa penyakit typhoid atau carier penyakit typhoid. Dan berdasarkan hukum peraturan 1169 dan 1170 Kota New York, maka Mallon diisolasikan  selama 3 tahun di sebuah klinik yang terletak di  North Brother Island.

Sebaliknya, Eugene H. Porter, Komisioner Kesehatan Kota New York, memutuskan bahwa untuk pembawa suatu penyakit menular tidak perlu diisolasikan seperti Mary Mallon ini, yang bisa dibebaskan dengan syarat bahwa yang bersangkutan bersedia berhenti menjalankan profesi sebagai juru masak dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk mencegah penularan penyakit typhoid ke orang lain.

Pada 19 Febraury 1910, Mary Mallon menyatakan bahwa ia bersedia mengganti profesinya sebagai juru masak, dan memberi jaminan kepada pengadilan bahwa ia akan berusaha mematuhi syarat kesehatan dan kebersihan untuk melindungi orang yang berhubungan dengan dirinya dari bahaya tertular penyakit. Dengan syarat dan perjanjian itu, maka Mary Mallon dilepskan dari isolasi penjara dan kembali ke daratan Amerika.

 

Pembebasan dan Karantina Kedua (1915 – 1938)

Setelah dibebaskan, Mary Mallon bekerja sebagai tukang cuci dengan bayaran yang kurang dari pekerjaan sebagai juru masak. Maka segera ia mengganti namanya menjadi Mary Brown, dan kembali keprofesi lamanya sebagai juru masak. Untuk petualangannya selama 5 tahun berikut, ia telah bekerja di dapur sejumlah keluarga yang memakai jasanya sebagai juru masak ; dimanapun ia bekerja, selalu terjadi wabah typhoid. Namun dengan cara sering berpindah tempat kerja, maka Soper tidak berhasil melacaknya.

Pada tahun 1915, Mary Mallon menyebabkan lagi wabah berskala besar di rumah sakit wanita Sloane Hospital for Women di New York City. Sejumlah 25 orang terinfeksi dan diantaranya 2 orang meninggal. Dia menghilang lagi, namun kali ini polisi berhasil menemukan secara kebetulan dan menangkapnya. Maka  pihak jawatan Kesehatan Masyarakat mengisolasinya di  North Brother Island pada 27 Maret 1915. Karena ia menolak operasi untuk membuang kandung empedunya untuk menghilangkan sumber kuman typhoid dari tubuhnya, maka  ia ditahan terus selama sisa hidupnya dalam karantina. Selama sisa hidupnya ia dipekerjakan sebagai tenaga pencuci botol untuk laboratorium ditempat ia dikarantina.

 

Kematian Mary Mallon alias typhoid Mary 

Mary Mallon menjalankan sisa hidupnya  di karantina  the Riverside Hospital. Enam tahun sebelum ia meninggal, ia mengalami kelumpuhan karena serangan stroke. Pada 11 November 1938, ia meninggal karena menderita radang paru paru pada usia 69 tahun.

Pada waktu dilakukan bedah mayat autopsi, ditemukan bakteri typhoid yang masih hidup didalam kandung empedunya.  Mayat Mallon dikremasi dan sisa abunya dikuburkan di Saint Raymond’s Cemetery di the Bronx

 

Catatan Tentang Kasus Mary Mallon

Semua kasus infeksi akibat Mary Mallon, disimpulkan paling sedikit 3 kematian yang disebabkan olehnya. Namun karena Mary Mallon yang memakai nama samaran dan menolak kerjasama dengan pihak berwenang, maka korban jumlah yang pasti tidak diketahui. Ada yang memperkirakan paling sedikit ia menyebabkan 50 kematian.

Mary Mallon adalah kasus pembawa penyakit atau carier typhoid yang asymtomatik, dan saat itu tidak ada kebijaksanaan atau aturan bagimana menghadapi kasus demikian. Hal  lain yang mempersulit keadaan adalah bahwa Mary Mallon mati matian mempertahankan bahwa ia sebagai juru masak tidak berhubungan dengan kasus penyebaran penyakit typhoid. Ia tetap berkata bahwa ia dalam kondisi sehat, tidak pernah menderita penyakit typhoid sehingga tidak mungkin ia menjadi sumber penularan penyakit typhoid ke lingkungan sekitarnya.

Hanya pihak Kesehatan Masyarakat yang berpendapat bahwa karantina permanen adalah satu satunya solusi untuk mencegah Mary Mallon tetap menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Pembawa penyakit typhoid yang tampak “sehat” yang lain diabad ke 20, yang telah diketahui adalah Tony Labella, seorang imigran Italia, yang diduga penyebab 100 kasus penyakit typhoid dengan kematian 5 orang; Adirondack yang digelari “Typhoid John” penyebab infeksi 36 orang dengan 2 kematian; dan Alphonse Cotilis, seorang pemilik restoran dan perusahaan pembuat roti.

Di Agustus 2013, ilmuwan Stanford University School of Medicine mengumumkan bahwa telah ditemukan jawaban penyebab pembawa penyakit typhoid yang asymtomatik seperti Mary Mallon. Ternyata bakteri atau kuman penyebab penyakit ini bersembunyi didalam sel makrofage, salah satu jenis sel dalam sistim pertahanan tubuh kita.

 

 

Vaccine Saves Lives !

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Penyakit Typhoid – Typhoid Mary