Vaksin Penyakit Typhoid – Typhoid Fever

 Typhoid Fever – Demam Typhoid

Demam typhoid, yang juga dikenal sebagai penyakit typhoid, adalah penyakit infeksi bakteri Salmonella typhi.  Gejalah penyakitnya bisa bervariasi dari sedang hingga yang berat, dan biasanya mulai tampak gejalahnya setelah terinfeksi 6 hari hingga hari ke 30.

Demamnya akan meningkat secara berkala dalam waktu beberapa hari. Rasa lemah, nyeri daerah perut, sembelit dan sakit kepala, adalah gejalah yang sering dikeluhkan pasien. Tetapi diare dan muntah adalah tidak umum terjadi.

Ada sementara penderita yang juga terjadi ruam kulit yang berwarna merah muda (rose spot). Pada kasus yang berat, juga bisa terjadi gangguan kesadaran dan mengaco.

Tanpa pengobatan, semua gejalah ini bisa bertahan beberapa minggu hingga bulanan. Ada juga orang yang menjadi pembawa kuman tetapi tanpa gejalah sakit, yang kita sebut carier kuman, dan mereka ini dapat menyebarkan kuman dan penyakit typhus ini ke lingkungan sekitarnya dan orang lain, yang bisa berlangsung hingga puluhan tahun lamanya, seperti halnya dengan Typhoid Mary yang sangat terkenal. (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-penyakit-typhoid-typhoid-mary/)

Demam typhoid adalah jenis demam enterik seperti halnya demam paratyphoid.

Penyebab penyakit ini adalah kuman Salmonella typhi, yang tumbuh dan berkembang biak dalam usus dan darah manusia.

Penyakit typhoid ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan feses kotoran dari penderita penyakit typhoid ini. Yang sering adalah karena sipenderita atau carier ini menjadi pramusaji makanan dan minuman ini.

Faktor resiko penyebaran penyakit ini termasuk sanitasi lingkungan dan higiene personal yang buruk. Juga bagi mereka yang bepergian ke negera berkembang yang menjadi daerah endemik penyakit typhoid ini.

Cara membuat diagnosa penyakit  ini yaitu dengan menanam bakterinya dalam media atau dengan uji DNA bakteri tersebut yang terdapat dalam darah, kotoran atau dalam sumsum tulang.

Gejalah penyakit typhoid ini sangat mirip dengan gejalah beberapa penyakit infeksi yang lain. Tetapi typhoid adalah penyakit yang jelas berbeda.

Dengan vaksin anti demam typhoid bisa mencegah 50% hingga 70% kejadian penyakit ini. Efektifitas vaksin ini mungkin berlangsung hingga 7 tahun lamanya. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk mereka yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit demam typhoid, atau bagi mereka yang bepergian kedaerah atau negara yang endemik penyakit ini.

Usaha lain untuk mencegah penyakit ini adalah tersedianya air minum yang bersih, usaha sanitasi yang baik, dan kebiasaan mencuci tangan setiap kali selesai membuang air besar.

Dinegara yang telah maju, hanya mereka yang terbukti tidak mengandung kuman demam typhoid ini yang boleh menjadi pramusaji makanan dan minuman untuk orang lain.

Pengobatan bila kita telah terinfeksi dan menjadi sakit adalah dengan antibiotika. Namun saat ini telah banyak kuman demam typhoid yang resisten, disebabkan pemakaian antibiotika yang tidak tepat dan berlebihan, sehingga mempersulit proses pengobatan dan penyembuhan penyakit demam typhoid.

Data Epidemiologi Penyakit Demam Typhoid

World Endemic Typhoid Fever - Google Free Image

World Endemic Typhoid Fever – Google Free Image

 

Pada tahun 2000, penyakit demam typhoid menyebabkan sekitar 21.7 juta kasus penyakit dan 217,000 kematian. Ini sering terjadi pada anak anak dan remaja berusia antara 5 tahun hingga 19 tahun.

Pada tahun 2013 juga telah menyebabkan 161,000 kematian – menurun dari angka 181,000 kematian pada tahun 1990.

Kelompok Usia yang terutama  menanggung beban penyakit demam typhoid ini adalah kelompok bayi, anak dan remaja didaerah Asia Tengah dan Asia Tenggara. Kejadian Luar Biasa penyakit demam typhoid atau KLB demam typhoid juga sering dilaporkan oleh negara negara sub Sahara Afrika dan negara dari Asia Tenggara.

Case Fatality Rate (jumlah kematian perkejadian), menurut catatan sejarah, pada era pra antibiotika, maka case fatality rate atau angka kematian perkejadian mencapai 10 – 20%. Zaman sekarang, dengan pengobatan dan perawatan yang memadai, maka case fatality ratenya turun menjadi kurang dari 1%.

Namun ada sekitar 3 – 5% penderita yang akan menjadi penderita khronik, karena kuman salmonella ini bersembunyi dalam kandung empedunya, dan orang tersebut akan menjadi pembawa kuman salmonella atau carier, yang mempunyai potensi tetap menyebarkan kuman salmonella kelingkungan sekitar dan menulari orang lain yang ada disekitarnya, melalui makanan atau minuman tercemar kuman salmonella yang disajikan oleh orang tersebut. Contoh nyata adalah Mary Mallon atau lebih dikenal dengan Typhoid Mary (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-penyakit-typhoid-typhoid-mary/)

Kuman Salmonella typhi ini hanya bisa hidup  didalam tubuh manusia, orang yang menjadi carier kuman ini sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungannya, karena ia mempunyai kemampuan menyebarkan kuman salmonella dan menyebabkan penyakit demam  typhoid ini hingga puluhan tahun kemudian.

 

Tanda Dan Gejalah Penyakit Demam Typhoid

Untuk penyakit demam typhoid yang tidak diobati, kita bisa membagi perkembangan penyakit ini menjadi 4 tahapan, yang masing masing tahap ini berlangsung sekitar satu minggu lamanya. Setelah melampaui tiga tahapan, maka penderita menjadi sangat lemah dan dengan kondisi kesehatan yang buruk.

  • Pada minggu pertama, temperatur tubuh naik secara perlahan, dan berfluktuasi turun naik yang disertai gejalah bradikardia (denyut jantung yang melambat), badan lemah, sakit kepala dan batuk.  Pada 25% kasus, akan terjadi mimisan (hidung berdarah), dan kerap juga nyeri daerah perut. Pada pemeriksaan darah tepi, akan terlihat penurunan jumlah sel darah putih yang beredar. Pemeriksaan laboratorium Test Widal masih negatif pada waktu sakit minggu pertama ini.
  • Pada minggu kedua, penderita sudah terlalu lemah untuk bangun atau duduk, dengan suhu tubuh yang berkisar sekitar 40 °C (104 °F) dan bradikardi (denyut jantung melambat). Pasien sering mengacau karena gangguan kesadaran, sering kali mengamuk atau juga bisa tenang tanang saja.  Sebagian besar pasien akan terjadi ruam kulit berwarna merah muda (rose spot) pada bagian bawah dada dan sekitar dinding perut.
Perut kembung dan ada rasa nyeri dikuadrant kanan bawah perut, yang sering disertai suara bising usus yang terdengar. Pada minggu kedua ini juga sering terjadi diare sejumlah 6 hingga 8 kali seharinya, dengan warna kehijauan dan berbau khas. namun demikian, kajadian sembelit juga seringkali terjadi pada saat ini. Juga terjadi pembengkakan hati dan limpa dengan meningkatnya kadar enzim hati. Test Widal sudah positif pada masa ini dengan terdeteksinya antibody antiO dan antiH. Biakan darah untuk kuman kadang kadang masih bisa ditemukan pada minggu ke 2 ini. Ciri khas demam pada minggu ke 1 dan minggu ke 2, adalah suhu mulai meningkat pada waktu sore senja hari.  
  • Pada minggu ke 3 perjalanan penyakit demam typhoid, seringkali terjadi sejumlah komplikasi yang tidak kita harapkan. Misalnya :
  • Perdarahan usus yang cukup  serius, namun jarang menyebabkan kematian pasien.
  • Perforasi dinding usus, yaitu dinding usus menjadi rusak dan bolong, ini adalah komplikasi yang serius dan bisa menyebabkan kematian. Ini bisa terjadi tanpa gejalah peringatan awal, baru diketahui ketika telah terjadi infeksi selaput rongga perut (peritonitis) dan keracunan darah akibat infeksi menyebar ke seluruh tubuh (sepsis)
  • Radang Otak (ensefalitis)
  • Radang saluran pernafasan, seperti pneumonia (radang paru paru) dan infeksi bronkhitis akut
  • Gejalah Neuropsychiatric, terjadi gangguan kesadaran dengan mengamuk, atau diam seperti orang koma tidak sadar dan juga bisa terjadi halusinasi.
  • Terjadi abses, radang kantong empedu, radang otot jantung (endokarditis) dan radang tulang (osteitis)
  • Demamnya masih tetap ada dan lumayan tinggi. Terjadi juga dehidrasi dan pasien mulai kehilangan kesadaran.
  • Jumlah sel thrombosit (sel pembeku darah) mulai menurun secara perlahan, sehingga menambah bahaya terjadinya perdarahan. Gejalah ini seringkali dikacaukan dengan gejalah penyakit demam berdarah dengue.
  • Pada Minggu ke 4 perjalanan penyakit, demam mulai mereda dan pada masa ini mulai terjadi proses penyembuhan penyakit

 

Cara Penularan Penyakit Demam Typhoid

Penyebaran kuman penyebab penyakit ini mungkin disebabkan kondisi sanitasi masyarakat yang buruk, tidak mempunyai kebiasaan baik mencuci tangan setelah buang air besar sebelum menyentuh dan mempersiapkan makaanan, juga sering karena lalat yang telah menghinggapi kotoran manusia dan kemudian juga menghinggapi makanan,sehingga membuat pencemaran makanan tersebut.

Dengan pendidikan kesehatan masyarakat yang memadai, hal ini akan mengurangi jumlah kasus penyakit.  Statistik dari US CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dengan pemberian bahan kaporit (chlorinasi) dalam air minum, telah terjadi penurunan angka yang dramatis penyebaran kuman penyakit ini dalam masyarakat.

 

Cara Membuat Diagnosa Penyakit Demam Typhoid 

Diagnosa penyakit demam typhoid bisa dibuat dengan cara membiakan kuman yang berada dalam darah, sumsum tulang ataupun dalam kotoran penderita penyakit ini.

Lalu dengan test Widal untuk menentukan jumlah titer konsentrasi antibody yang dibentuk oleh tubuh untuk melawan kuman Salmonella typhi ini, yaitu titer antibody O (somatik kuman) dan titer antibody H (bulu getar flagela kuman), tentu sebelumnya kita harus memikirkan kemungkinan penyakit lain yang mirip gejalah dan tandanya, seprti penyakit malaria, disentri atau penyakit radang paru pneumonia.

Seringkali penderita diberikan pengobatan antibiotika khloramfenicol sambil menunggu hasil test Widal dan biakan kuman dari darah dan kotorannya. Ini disebabkan proses test Widal ini memakan waktu, sehingga menjadi terlambat pengobatannya bila harus menunggu hasil test Widal ini. 

 

Pengobatan Penyakit Demam Typhoid

Penganjuran pemakaian pengobatan rehidrasi oral yang ditemukan pada tahun 1960, sebuah cara yang sederhana namun berhasil mencegah sejumlah kematian akibat komplikasi diarea yang disebabkan oleh penyakit demam typhoid ini.

Jika tidak terjadi resistensi kuman, maka obat pilihan yang bagus adalah antibiotika golongan fluoroquinolone seperti ciprofloksasin. Atau bisa digunakan obat antibiotika generaasi ke 3 dari golongan sefalosporin seperti seftriakson atau sefotaksim. 

Angka kematian akibat penyakit demam typhoid ini telah menurun hingga sekitar 1% saja, ini adalah akibat pemakaian pengobatan antibiotika yang tepat. 

Tetapi jika tidak diobati, maka penyakit ini bisa bertahan dari beberapa minggu hingga bulanan. Kematian 10 – 30% pada kasus yang tidak mendapatkan pengobatan. Bahkan dibeberapa negara, angka kematian bisa mencapai hingga 47%.  

 

Tindakan Bedah

Tindakan bedah termasuk salah satu cara pengobatan untuk penyakit demam typhoid, yaitu akibat terjadi komplikasi perforasi dinding usus yang pecah, sehingga diperlukan tindakan bedah ini untuk memperbaiki dinding usus yang rusak dan membersihkan rongga perut yang terkontaminasi dengan kotoran dan kuman yang berasal dari usus yang bocor.

Atau pada kasus carier khronik kuman typhus, yang tidak berhasil diatasi dengan pemberian pengobatan antibiotika, maka tindakan bedah untuk membuang kandung empedu (tempat kuman typhus bersembunyi) untuk menghentikan penyebaran kuman ke lingkungan sekitarnya dan kepada orang lain, sangat diperlukan. Contoh aktual adalah pada kasus Typhoid Mary yang kita ceritakan sebelumnya.  (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-penyakit-typhoid-typhoid-mary/)

 

Resistensi Obat Antibiotika

Masalah yang sering dihadapi dalam pengobatan penyakit demam typhoid  adalah resistensi terhadap jenis antibiotika yang dipergunakan, meskipun kita telah memiliki beberapa golongan antibiotika yang baru, bahkan hingga turunan beberapa generasi yang terbaru dari antibiotika tersebut, seperti yang telah kita paparkan diatas tulisan ini.

Sehingga pada akhirnya, cara hidup sehat, selalu mencuci tangan setelah membuang air besar mupun air kecil, pemakaian air bersih untuk minum dan mencuci bersih bahan makanan dan juga alat makan seperti piring mangkok sendok, dll, selalu makan makanan yang telah dimasak dengan baik, tidak makan dan minum disembarang tempat. Tetapi semua usaha ini masih belum cukup melindungi kita dari bahaya terinfeksi dan menjadi sakit.

 

Imunisasi Vaksin Anti Penyakit Demam Typhoid

Dan cara paling sederhana dan lumayan ampuh juga adalah pemberian vaksinasi atau imunisasi anti penyakit demam typhoid.

Almroth Edward Wright Penemu Vaksin Demam Typhoid (https://en.wikipedia.org/wiki/Typhoid_fever)

Almroth Edward Wright Penemu Vaksin Demam Typhoid
https://en.wikipedia.org/wiki/Typhoid_fever

Vaksin penyakit demam typhoid ini ditemukan oleh ilmuwan Almroth Edward Wright dan dipergunakan pertama kali pada waktu terjadi Perang Boer di Afrika tahun 1899 – 1902, vaksin ini dicobakan terlebih dahulu pada dirinya sendiri, kemudian baru disuntikan pada tentara Inggris, dan vaksin ini ternyata berhasil menekan angka frekuensi penyakit dan angka kematian dengan sangat baik.

 

Sekelumit Tentang Test Darah Widal

Test ini ditemukan pada tahun 1896, oleh ilmuwan Georges Ferdinand Widal. Dan mulai dipakai untuk mendiagnosa penyakit typhoid sejak waktu itu hingga sekarang ini.

Test ini bertujuan untuk membantu membuat diagnosa tentang penyakit typhoid pada pasien.

Cara kerjanya dengan mencampurkan darah atau serum penderita yang mengandung antibody dengan antigen typhus, dan akan terjadi penggumpalan, yang menyatakan hasil test adalah positif.

Hanya saja test ini tidak 100% bisa diandalkan akurasinya, karena beberapa hal tehnis yang menjadi kendala. Misalnya :

  1. Test ini baru bisa kita lakukan setelah terjadi infeksi 7 – 14 hari, karena setelah jangka waktu tersebut, baru akan terbentuk zat antibody yang diperlukan untuk test darah Widal
  2. Memberikan hasil reaksi silang yang positif palsu (false positive) dengan serotype kuman Salmonella jenis lain
  3. Test Widal  tidak bisa membedakan kapan infeksi ini terjadi; apakah infesi baru atau lnfeksi beberapa waktu yang lalu, juga tidak bisa membedakan apakah reaksi positif ini akibat vaksinasi anti penyakit typhoid atau karena sakit demam typhoid

 

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , ,

Related For Vaksin Penyakit Typhoid – Typhoid Fever