Vaksin Penyakit Paru TBC

Wednesday, September 25th 2013. | Artikel Terbaru, Vaksin BCG

Vaksin BCG  (Bacille Calmette Guerin)

BCG – Vaksin Untuk Menangkal Infeksi Kuman Mycobacterium tuberculosis

Vaksin BCG atau lengkapnya adalah vaksin Bacille Calmette Guerin, adalah vaksin yang

TBC Paru  Source; Google free image

Foto rontgen TBC Paru
Source; Google free image

saat ini dipergunakan untuk menangkal dan mencegah infeksi kuman tersebut pada manusia. Dipergunakan secara meluas sejak tahun 1921, dan setelah lebih dari 80 tahun kemudian, BCG vaksin adalah satu satunya vaksin sampai saat ini, untuk mencegah infeksi kuman Mycobacterium dan cukup efektif melindungi bayi dan anak anak terhadap penyakit ini. Lebih dari 80% bayi dan anak seluruh dunia telah mendapatkan vaksinasi BCG ini.

Vaksin BCG ini mengandung kuman hidup Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan (live atteuated). Kuman ini berhasil di-isolasi dari sapi oleh Calmette dan Guren yang saat itu bekerja di the Institute Pasteur di Paris, Prancis. Setelah di subkulture bolak balik selama 13 tahun, maka didapatkan strain kuman yang sudah kurang keganasannya pada sapi dan mancit percobaan. Vaksin BCG pertama kali dipergunakan untuk manusia untuk mencegah infeksi kuman TBC adalah pada tahun 1921 setelah dilakukan uji coba klinik yang banyak pada binatang percobaan.

Saat ini kita mengenal berbagai vaksin BCG yang mengandung strain kuman yang berasal dari strain induk dari Lembaga Pasteur di Paris. Namun karena dikembang biakkan dimasing masing laboratorium dengan kondisi dan cara pengembangan yang berbeda dibeberapa negara. maka saat ini kita mengenal BCG (Paris), BCG (Copenhagen), BCG (Tice), BCG (Montreal), BCG (Moskow) dan beberapa jenis lainnya. Semua jenis vaksin BCG ini mempunyai sifat dan efektifitas yang berbeda, baik dengan strain induk dari Paris dan juga berbeda diantara semua strain yang dikembangkan dimasing masing laboratorium tersebut diatas.

Diseluruh dunia diketahui ada sekitar 7 buah laboratorium pengembangan dan pembuatan vaksin BCG.

Pemakaian vaksin BCG ini cukup luas dan aman hingga kini belum ditemukan adanya efek simpang yang serius yang berkaitan. Hanya ada kekuatiran pemakaian vaksin BCG untuk mereka yang mengalami kelainan sistim pertahanan tubuh (immune compromised) akan menyebabkan terjadinya infeksi oleh kuman dari vaksin BCG itu sendiri. Bahkan pada mereka yang sistim imunologi tubuhnya baik, akan terjadi reaksi lokal, seperti terjadinya ulserasi / luka ditempat bekas suntikan vaksin BCG, yang akan terus mengeluarkan kuman hidup yang mungkin bisa meng-infeksi orang yang berada disekitarnya.

Pada awal pemakaian vaksin BCG telah terjadi insiden yang menyedihkan di kota Lubeck, dimana lebih dari 25% yaitu sekitar 250 bayi yang menderita sakit TBC karena telah menerima vaksinasi BCG yang terkontaminasi dengan strain ganas M tuberculosis.

Angka keberhasilan vaksin BCG dari data pemakaian diseluruh dunia bervariasi antara 0 – 80% yang diperoleh dari berbagai kelompok penderita. Tetapi dari sejumlah hasil penelitian dilakukan meta-analisis, maka vaksin BCG memperlihatkan efektifitas sebagai berikut :

  • Mengurangi resiko berbagai bentuk penyakit tuberkulosis sekitar 50%
  • Mengurangi bentuk berat penyakit TBC di organ lain, seperti meningitis tuberkulosis anak hingga paling sedikit 70%
  • Efek perlindungan ini berlangsung hingga 10 tahun lamanya, tetapi tidak diketahui apakah masih terdapat efek perlindungan ini setelah jangka waktu tersebut
  • Catatan Tambahan (10 September 2015) : Menurut Wikipedia tentang daya proteksi vaksin BCG ini bisa berlangsung hingga 15 tahun lamanya. Tapi ini tergantung dari 2 hal, yaitu : Letak geografis negara dan dari laboratorium yang mana strain kuman pembuat vaksin BCG ini berasal
  • Vaksin BCG diketahui kurang efektif pada orang dewasa, terutama untuk mereka yang mempunyai resiko penularan yang tinggi, vaksin ini tidak cukup melindungi

Kebijaksanaan pemberian vaksinasi BCG untuk mencegah penyakit TBC paru paru berbeda antara negara maju dan negara yang sedang berkembang yang mempunyai tingkat penderita penyakit TBC yang relatif tinggi.

Di negara dengan jumlah penyakit TBC paru paru yang tinggi, seperti hal nya di Indonesia dan negara berkembang lainnya, maka pemberian dosis tunggal vaksin BCG harus segera diberikan pada saat kelahiran semua bayi.

Apalagi karena efek simpang serius vaksin BCG adalah sangat jarang terjadi bahkan pada bayi yang menderita HIV AIDs positif tanpa gejalah. Semua bayi yang sehat wajib diberikan vaksinasi BCG, juga didaerah yang menjadi daerah endemik untuk penyakit HIV AIDs seperti dibeberapa negara di Afrika dan Asia Tenggara.

Sedangkan bagi negara dengan angka penderita penakit TBC paru paru yang rendah, maka vaksinasi BCG hanya dibatasi pemberiannya kepada bayi dan anak yang dianggap mempunyai resiko tinggi tertular kuman Mycobacterium tuberculosis ini, atau juga kepada bayi atau anak dengan Test Mantoux negatif.

Dinegara dengan situasi demikian maka tindakan vaksinasi BCG digantikan dengan kegiatan supervisi kesehatan masyarakat, yaitu dengan aktif mencari dan menemukan kasus penyakit TBC sedini mungkin dan diberikan pengobatan seawal mungkin.

Vaksinasi BCG pada orang dewasa tidak selalu dianjurkan, hanya akan diberikan bila pada mereka yang test Mantoux negatif dan mereka berada terus menerus dalam situasi atau lingkungan yang mempunyai hubungan dekat dengan penderita penyakit TBC paru paru yang kumannya sudah kebal terhadap pengobatan antibiotika (multi drug resisitant Mycobacterum tuberculosis)

Vaksinasi BCG yang berulang kali tidak mempunyai efek perlindungan yang nyata

Jadwal Vaksinasi BCG di Indonesia

Sesuai dengan anjuran dan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) maka jadwal dan dosis imunisasi vaksin BCG untuk menangkal penyakit TBC paru adalah sebagai berikut :

Vaksinasi BCG diberikan antara usia 2 hingga 3 bulan setelah kelahiran.

Bila diberikan setelah lewat 3 bulan, maka sebelum diberikan vaksinasi BCG perlu dilakukan test sensitifitas kulit tuberkulin atau test Mantoux. Bila test Mantoux ini memberikan reaksi yang positif, maka vaksinasi BCG ini harus ditunda dahulu dan diperiksa lebih lanjut apakah bayi atau anak tersebut telah terinfeksi dan menderita sakit TBC, dan diberikan pengobatan yang sesuai. Tetapi bila hasil test negatif, maka segera bayi dan anak tesebut bisa diberikan vaksinasi BCG untuk pencegahan terhadap infeksi penyakit TBC.

Vaksin BCG terbuat dari kuman Mycobacterium bovis yang sudah dilemahkan (live attenuated vaccine). Karena itu sering timbul kekuatiran bahwa pemberian vaksin BCG ini akan mengaktifkan kuman TBC yang telah lama berada dan telah menginfeksi tubuh, namun sedang dalam keadaan non aktif (infeksi laten) dan vaksin BCG membuatnya menjadi bentuk penyakit TBC yang aktif.

Dengan test sensitifitas kulit dengan protein tuberkulin atau kerap disebut test Mantoux, untuk menentukan status kesehatan orang yang akan diberikan vaksinasi BCG. Apabila hasil test Mantoux positif, kita memperkirakan orang tersebut telah terinfeksi kuman M tuberculosis atau sedang menderita sakit TBC, maka hendaknya vaksinadsi BCG ditunda terlebih dahulu untuk memastikan dugaan dan diberikan pengobatan yang adekuat dan sesuai.

Vaksinasi BCG cukup diberikan hanya satu dosis saja

Catatan Tentang Jumlah Dosis Vaksin BCG (10 September 2015) :

Ada beberapa negara di Asia Tenggara yang memberikan vakssin BCG ini hingga 2 dosis, yaitu dosis pertama saat bayi sehat baru dilahirkan. Dosis yang kedua diberikan lagi saat anak sudah mencapai usia 12 tahun.

Efek Simpang Vaksin BCG :

Vaksin BCG adalah vaksin yang kedua terbanyak yang diberikan pada bayi dan anak diseluruh dunia, vaksin ini cukup aman dan jarang sekali menimbulkan efek simpang yang berbahaya dan berat.

Reaksi yang sering terjadi adalah reaksi lokal ditemapt suntikan vaksin BCG, yaitu berupa ulkus atau luka yang biasanya akan sembuh setelah lewat waktu 2 – 3 minggu kemudian.

Pada saat terjadi luka, jangan sering dipegang dan disentuh, hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi ditempat diluka yang timbul, sehingga bisa memperlambat penyembuhan luka.

Bekas luka vaksinasi BCG akan menjadi jaringan parut, sehingga untuk alasan kosmetik, vaksinasi BCG pada anak perempuan sering kali diberikan didaerah paha yang tertutup dengan pakaian.

Vaksinasi BCG tidak mutlak bisa mencegah infeksi kuman TBC tetapi bisa mencegah komplikasi akibat infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis seperti Meningitis tuberculosis dan miliary tuberculosis (penyakit TBC yang menyebar ke organ tubuh lainnya ) (http://en.wikipedia.org/wiki/Mantoux_test)

 

Penderita TBC Paru Source: Google free image

Penderita TBC Paru
Source: Google free image

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Penyakit Paru TBC