Vaksin Meningitis – Sejarah Perkembangan Vaksin Meningitis

Wednesday, June 5th 2013. | Vaksin Meningitis

Vaksin Meningitis – Sejarah Perkembangan Vaksin Meningitis

Latar Belakang dan Sejarah Perkembangan Vaksin Meningitis :

meningitis...source : Google free image

Meningitis…source : Google free image

1805 : Dr. Gaspard Vieusseux, seorang dokter Swiss yang pertama mencatat penyakit meningoccocal sewaktu terjadi epidemi penyakit ini di Geneva, Switzerland

1806 : Dr. Elias Mann dan Dr. Lothario Danielson membuat laporan pertama tentang penyakit meningoccocal di Amerika Serikat

1887 : Selang 80  tahun kemudian, seorang ahli patologi dan bakterologi bangsa Austria bernama Anton Weichselbaum berhasil menemukan kuman Neisseria meningitidis, sebagai penyebab penyakit meningitis pada manusia yang mendapat infeksi kuman meningitis ini

1900 – 1910 : Pada waktu pergantian abad ke 20, maka 75% – 80% pasien yang akan meninggal karena menderita penyait meningitis  ini.

1913 : Ilmuwan Amerika bernama Simon Flexner mengembangkan serum anti meningoccus yang berhasil menurunkan angka kematian penderita penyakit mengitis

1940 : Untuk pertama kalinya obat antibiotik Penicillin dipakai untuk mengobati penderita penyakit meningococcal meningitis

1969 : Penelitian di Walter Reed Army Institute and Research yang dipimpin Emil C Gotschlich mengembangkan metode pemurnian komponen polisakharide dari kapsul kuman meningococcus yang aman dan mempunyai efek imunologis, tehnologi ini kelak menjadi dasar pembuatan vaksin polisakharida pertama meningitis bivalent (antigen A dan C) juga vaksin quadrivalent (antigen A, C, Y dan W135)

1974 – 1978 : Terdaftarnya vaksin meningitis jenis polisakharida untuk jenis serotype kuman meningococcus A, C, Y dan W135

2005 – 2010 : Terdaftarnya vaksin meningitis jenis Conjugate untuk perlindungan terhadap infeksi kuman meningitis serotype A, C, Y dan W135.

Vaksin yang dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi kuman meningococcus telah ditemukan sejak 30 tahun yang lampau, namun hingga tahun 1960 belum ada satupun vaksin ini yang bisa memberikan perlindungan yang lengkap terhadap semua serotype kuman yang patogen terhadap manusia.

Ini disebabkan struktur dinding kuman yang sangat mirip dengan sel manusia dan kemampuan kuman untuk mengadakan pertukaran zat genetik sehingga bisa menghindari efek bakteriside dari sistim imunologi tubuh manusia. Sampai terakhir ketika para ilmuwan berhasil memecahkan tekateki struktur dinding sel kuman ini, sehingga proses pembuatan vaksin mulai memberikan harapan cerah.

Namun ini juga sempat terganggu dengan ditemukannya antibiotika yang berhasil untuk mengobati penyait meningitis, seperti misalnya golongan antibiotik sulfonamide, maka keinginan untuk membuat vaksin untuk penyakit ini mengendor, sampai ditemukan adanya kuman meningococcus yang resisten terhadap antibiotik ini, yang membangkitkan kembali minat dan tantangan bagi ilmuwan untuk mencari vaksin mencegah penyakit meningitis yang ampuh.

Pada tahun 1960an para ahli dari Walter Reed Army Institute and Research yang dipimpin ilmuwan Emil C Gotschlich, berhasil mengembangkan tehnologi pemurnian komponen polisakharide kapsul kuman meningococcus dengan berat molekul tinggi yang aman terhadap manusia dan mempunyai efek reaksi terhadap sistim imunologi manusia. Ini yang menjadi dasar pengembangan vaksin meningitis jenis polisakharida yang bivalent (terdiri serotype A dan C) dan juga vaksin meningitis polisakharida yang quadrivalent (terdiri serotype A, C, Y dan W135) yang pernah terdaftar dan dipergunakan didunia.

Jenis Vaksin Menigitis

Saat ini terdapat beberapa jenis vaksin untuk menangkal infeksi kuman Neisseria meningitidis, seperti misalnya jenis vaksin meningitis polysacharide (MPSV4) dan jenis vaksin meningitis conjugate (MCV4). Baik jenis vaksin dari MPSV4 ataupun yang dari jenis MCV4, keduanya adalah vaksin quadrivalent yang mengandung antigen untuk 4 jenis serotype kuman Neisseria penyebab penyakit meningitis, yaitu jenis serotype A, C, Y dan W135.

Sedangkan serotype B yang juga dapat menyebabkan penyakit meningtis (sepertiga kasus penyakit meningitis disebabkan oleh serotype B ini) belum tercakup dalam semua jenis vaksin anti meningitis yang sudah beredar saat ini. Penelitian sedang giat dilakukan untuk nantinya ditambahkan antigen serotype B ini kedalam vaksin anti meningitis yang sudah mengandung 4 serotype (quadrivalent meningitis vaccines) ini.

Kelemahan dari vaksin jenis polisakharida ini adalah tidak bersifat T cell dependent immunity, sehingga mempunyai efektifitas yang rendah untuk bayi dan anak kecil berusia dibawah 2 tahun, juga tidak mempunyai efektifitas yang dapat bertahan lama (efek booster vaksin atau long term immunologic memory)Akibatnya vaksin meningitis jenis polisakharida ini hanya bisa diberikan pada anak yang telah berusia diatas 2 tahun dan orang dewasa, juga usia lanjut hingga diatas usia 55 tahun.

Jadwal Imunisasi Vaksin Meningitis

Tabel Dosis  dan Cara Pemberian Berbagai Jenis Vaksin Meningitis

Usia Minimal Saat Vaksinasi

Dosis Vaksin dan Nama Vaksin 

Dosis Booster / Dosis Penguat 

Cara Pemberian Vaksin 

9 bulan – 23 bulan

2 dosis Menactra (Sanofi Pasteur)

Interval 3 bulan diantara dosis

Bila perlu diberikan dosis ulangan saat anak berusia 3 tahun atau 5 tahun

Suntikan Intra Muskular / IM

2 tahun – 55 tahun

1 dosis vaksin MCV4 (Meningitis Conjugate Vaccine 4)

(Bisa pilih vaksin Menactra dari Sanofi Pasteur  atau vaksin Menveo dari Novartis)

Diulang setiap 5 tahun kemudian (Bisa pilih vaksin Menactra atau vaksin  Menveo)

Suntikan Intra Muskular / IM

>  56 tahun

1 dosis vaksin MPSV4 / (Meningitis Polisacharide Vaccine 4), vaksin Menomune dari Sanofi Pasteur

 

Diulang setiap 5 tahun kemudian dengan vaksin MPSV4

Suntikan Sub Cutan / SC

 

Keterangan Tentang Jenis Vaksin Meningitis yang beredar saat ini :

  • Vaksin Menactra (Sanofi Pasteur) adalah jenis vaksin meningitis quadrivalent yang conjugate, dan indikasi pemakaian vaksin ini adalah sejak bayi telah berusia 9 bulan dan seterusnya hingga orang dewasa berusia 55 tahun. Sehingga tabel diatas untuk vaksinasi bayi yang berusia 9 bulan hingga 23 bulan, yang harus divaksinasi karena mungkin akan bepergian kedaerah endemik atau bila sedang terjadi KLB meningitis, dapat dipergunakan vaksin Menactra ini
  • Vaksin Menveo (Novartis) adalah jenis vaksin meningitis quadrivalent yang conjugate juga. Sedangkan indikasi pemakaian vaksin ini adalah bila anak telah berusia diatas 2 tahun dan seterusnya hingga orang dewasa berusia 55 tahun. (lihat tabel diatas)
  • Kedua jenis vaksin meningitis conjugate bisa saling dipertukarkan (interchangeable) bila suatu saat ketersediaan salah satu jenis vaksin tersebut sedang langkah. Sehingga kita bisa memberiakn vaksinasi dengan vaksin yang bernama dagang yang lain tetapi tetap dari jenis vaksin yang conjugate.
  • Sedangkan bagi mereka yang telah berusia > 56 tahun, dianjurkan pemberian vaksin meningitis jenis polisakharida MPSV4 seperti vaksin Menomune (Sanofi Pasteur)
  • Cara pemberian imunisasi vaksin meningitis ini : Untuk jenis vaksin meningitis yang polisakharida, cara pemberian imunisasinya dilakukan secara sub cutan (disuntikkan dijaringan dibawah kulit) atau SC. Sedangkan untuk jenis vaksin meningitis conjugate, maka cara imunisasinya dengan suntikan intra muskular (disuntikan kedalam jaringan otot) atau IM.
  • Bila seseorang telah pernah mendapatkan vaksin meningitis saat berusia < 16  tahun, maka orang tersebut masih memerlukan dosis booster atau dosis penguat pada usia 21 tahun atau usia lebih muda, saat mulai kuliah, lebih lebih lagi bila harus tinggal dalam asrama.
  • Bagi mereka yang mendapatkan vaksin menigitis ini setelah berusia > 16 tahun, maka mereka ini tidak  memerlukan lagi dosis booster atau penguat ini.
  • Siapa saja yang memerlukan vaksin meningitis ini ? Sebetulnya tidak semua orang memerlukan vaksin ini, kecuali bagi mereka yang bertempat tinggal didaerah atau negara yang merupakan endemik penyakit meningitis yang khusus disebabkan oleh kuman Neisseria meningitidis atau meningococcus saja, seperti di Sub Sahara Meningitis Belt, di Amerika atau Eropa, atau daerah endemik. Atau bagi orang yang akan bepergian kedaerah yang endemik jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman N meningococcus ini.

Penyakit meningitis bisa disebabkan oleh banyak jenis kuman dan virus, setiap kali terjadi infeksi dengan mikro organisme dijaringan otak maka akan terjadi penyakit meningitis dengan gejalah dan tanda tanda penyakit yang mirip.

Kuman dan virus apa saja yang bisa menyebabkan terjadi penyakit meningitis ini ? Antara lain adalah :

  • Kuman Neisseria meningitidis atau N. meningococcus yang sudah kita bahas jenis dan macam vaksinnya diatas.
  • Kuman Streptocococcus pneumoniae, yang selain bisa menyebabkan infeksi paru paru atau pneumonia, juga bisa menyebabkan penyakit meningitis. Untuk mencegah infeksi kuman ini telah tersedia vaksin PCV (pneumonia conjugate vaccine)
  • Kuman Haemophilus influenzae, jenis kuman ini juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit meningitis, selain juga penyakit pneumonia dan lain. Untuk kuman ini juga tersedia vaksin monovalent Hib saja atau vaksin kombinasi quadrivalent DTP-Hib atau kombinasi pentavalent  DTP-Hib-Polio
  • Virus poliomyelitis, virus ini selain bisa menyebabkan kelumpuhan anggota gerak tubuh atau penyakit poliomyelitis, juga bisa menyebabkan infeksi otak meningitis. Vaksin polio jenis oral OPV sudah tersedia sejak lama, dan saat ini juga ada yang disuntikkan jenis IPV

 

Vaccine Saves Lives !

 

Source: www.selukbelukvaksin.com

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Meningitis – Sejarah Perkembangan Vaksin Meningitis