Vaksin Meningitis – Bakteri Penyebab Sakit Meningitis

Vaksin Meningitis – Bakteri Penyebab Sakit Meningitis

Ada jenis bakteri yang disebut Neisseria meningitides atau juga umum dikenal dengan nama Meningococcus, adalah jenis kuman Gram negative yang bisa memproduksi endotoksin dan menyebabkan penyakit meningitis bakterial secara epidemik.

Bahaya bakteri atau kuman Meningococcus

Kuman ini bisa menimbulkan penyakit meningitis yang serius secara epidemik. Pada daerah sub Sahara Afrika, kejadian meningitis epidemik berskala besar terjadi secara berulang, setiap 5 hingga 10 tahun sekali. Kasus epidemik terakhir di Eropa dan Amerika terjadi pada tahun 1940an. Bakteri meningococcus ini tetap menjadi penyebab utama kasus meningitis bakteri pada anak anak dan orang dewasa muda. Meskipun kejadian epidemiknya secara berkala, tetapi jumlah kasusnya setiap tahun yang dilaporkan adalah sekitar 3000 kasus di Amerika dan sekitar 7700 kasus di Eropa. Sebelum ditemukan antibiotik, maka angka kematian kasus adalah sekitar 70 – 85%, saat ini dengan antibiotik yang efektif dan cara perawatan intensive yang baik, angka kematian tetap berada sekitar 10 – 15%.

Sub Sahara Meningitis Belt Source: Google free image

Sub Sahara Meningitis Belt
Source: Google free image

Banyak hal yang belum kita ketahui tentang kuman meningococcus ini, misalnya saja, mengapa hanya kelompok serotype atau strain A meningococcus yang menyebabkan epidemik di daerah sub Sahara Afrika, sehingga daerah tersebut dikenal sebagai Sub Sahara Meningitis Belt.

Juga faktor apa yang menyebabkan timbulnya epidemik di Amerika oleh strain Y meningococcus, atau epidemik di New Zealand karena strain B pada tahun 1990, dan epidemik dikalangan jemaah haji oleh strain W135 pada tahun 2001 dan 2002 ?

 

Gambaran Penyakit Bakteri Meningitis

Gambaran yang menonjol dari penyakit ini adalah demam, ruam kulit dan meningitis (infeksi selaput otak). Seringkali gejalah awal sulit dibedakan dengan infeksi jenis bakteri lain, atau akibat infeksi dengan virus lain dan rikhetsia.

Penyakit berkembang dengan sangat cepat. Pada kasus yang hebat (Waterhouse Friderichsen syndrome), terjadi perdarahan dibawah kulit (purpura), pembekuan darah yang menyebar didalam pembuluh darah (disseminated intravascular coagulation), shock, koma dan kematian. Gejalah infeksi menigitis karena N meningococcus ini berbeda dengan yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, atau oleh bakteri patogen jenis yang lain, karena selain gejalah yang disebutkan diatas, juga disertai perdarahan dibawah kulit yang terjadi begitu cepat dan terus memburuk juga diserati kematian jaringan kulit (skin necrosis), akibatnya korban infeksi kuman N meningococcus ini sering mengalami amputasi anggota badan yang telah membusuk akibat racun endotoksin kuman ini.

Angka kematian untuk semua golongan usia adalah 10%, sedangkan pada orang dewasa bisa mencapai 25%.

Angka kecacatan yang ditimbulkan penyakit ini adalah 11- 19% pada semua penderita, bisa terjadi cacat pendengaran, gangguan sistim saraf, amputasi jari atau anggota tubuh karena proses pembusukan oleh racun endotoksin kuman, dan cacat parut pada kulit.

 

Kuman Penyebab :

Neisseria meningitidis, sebuah bakteri diplococcus yang Gram negative, dan mempunyai paling sedikit 13 jenis serotype

Epidemiologi Penyakit Meningitis :

Terdapat 5 serotype atau strain yang dikenal sebagai penyebab penyakit meningitis, yaitu serotype A, B, C, Y dan W135, yang beredar didunia

Penyebab penyakit meningitis pada setiap golongan usia dan lokasi tempat atau geografis kejadian penyakit, selalu melibatkan kuman N meningitides dengan serotype yang berbeda.

Misalnya seperti dua pertiga kasus meningitis yang terjadi pada orang dewasa dan remaja disebabkan oleh serotype C, Y atau W135.

Sedangkan pada bayi, hampir 50% kasus adalah disebabkan oleh kuman jenis serotype B, yang tidak dapat dicegah dengan vaksin yang saat itu ada di Amerika. Sedangkan serotype A sering berkaitan dengan kejadian epidemik diseluruh dunia, terutama negara di sub Sahara Afrika (African Meningitis Belt). Sedangkan serotype W135 mulai terjadi epidemi dan berkaitan dengan kaum jemaah haji di Saudi Arabia pada tahun 2001 dan 2002. Dan sejak saat itu serotype W135 juga mulai beredar dinegara di daerah sub Sahara Afrika.

Kuman N meningitides ini bisa menyebar dari orang ke orang dengan cara infeksi droplet.
Kuman ini hanya ditemukan di rongga nasofaring manusia, tidak ditemukan organisme lain menjadi tempat hidup dan berkembang biak kuman ini, dan bersifat komensal (hidup bersama) tanpa menimbulkan gangguan, hampir 10% atau lebih manusia adalah pembawa kuman ini.

Seperti disebutkan diatas, kumen ini disebarkan dengan cara droplet infection, tapi juga melalui berciuman dan berbagi gelas minum bersama. Penderia infeksi saluran pernafasan oleh jenis virus lain, pemaparan terhadao asap rokok, polusi asap oleh karena pemakaian tungku api didalam rumah, pengunjung  bar dan diskotik yang padat dan penuh asap rokok, peminum alkohol berlebihan, selalu berkaitan dengan terjadinya infeksi kuman meningococcus atau menjadi pembawa kuman meningococcus untuk orang lain.

Faktor resiko adalah hidup dalam lingkungan yang padat, misalnya dalam asrama, berciuman intim dengan banyak orang, perokok aktif dan perokok pasif, pemakaian obat antibiotik yang salah, semua ini menjadi faktor resiko untuk memderita penyakit menigitis atau menjadi pembawa kuman N meningococcus bagi orang lain dan lingkungannya.

Sejak dipakainya vaksin Hib (Haemophilus influenzae) dan vaksin pneumococcal polysacharide dan vaksin yang jenis protein conjugate untuk bayi, maka kuman N meningitides menjadi kumen penyebab utama untuk kasus meningitis bakteri yang terjadi pada bayi dan anak.

Catatan: Penyakit Meningitis juga bisa disebabkan oleh jenis kuman Hib atau Haemophilus Influenza Type B dan kuman Streptococcus pneumoniae. Untuk kedua jenis bakteri ini terdapat vaksin yang spesifik (vaksin Hib dan vaksin PCV)

Penyakit meningitis bakteri yang disebabkan oleh kuman N meningitides ini sering terjadi pada anak berusia < 5 tahun, dan puncaknya pada bayi < 1 tahun.

Lalu kasus  meningkat lagi pada anak dan remaja yang berusia 15 – 18 tahun. Anak sekolah yang tinggal bersama di asrama lebih banyak menderita panyakit meningitis bakteri ini dibandingkan teman sebaya mereka yang tingga  diluar asrama. Jadi nyatalah bahwa penyebaran kuman dan penyakit ini adalah karena berdekatan dan kontak langsung. Juga bagi mereka yang mengalami kelainan fungsi kelenjar limpa.

Masa inkubasi kuman hingga sakit adalah sekitar 1 – 10 hari atau rata rata hanya kurang dari 4 hari.

Seperti telah diuraikan diatas, bahwa yang bersifat patogen dan dapat menimbulkan penyakit meningitis pada manusia dengan segala akibat dan gejalah sisa atau sekuele, adalah 5 jenis atau 5 serotype, yaitu :  serotype A, B, C, Y dan W135, yang beredar didunia.

Masing masing jenis serotype ini mempunyai daerah (geografis) penyebarannya sendiri yang khas juga faktor usia penderitanya, meskipun gejalah penyakit yang ditimbulkan adalah kurang lebih sama.

 

Penyakit yang ditimbulkan oleh kuman N Meningococcus serotype A :

Serotype  A adalah penyebab utama kejadian penyakit meningitis endemik didaerah “meningitis belt daerah sub Sahara Afrika“, tapi justru jarang menimbulkan masalah bagi negara Amerika dan benua Eropa. Pada tahun 1970an pernah menimbulkan epidemi pada kelompok penduduk dari pemukiman kumuh di negara Finlandia, Rusia dan Amerika.

Pada saat epidemi, maka angka kejadian dapat mencapai 1,000 per 100,000 penduduk.

Ada banyak pertanyaan tentang serotype A ini, yang tidak bisa dijawab hingga saat ini, misaalnya mengapa serotype ini terutama ada di daerah sub Sahara ini, dan mengapa frekuensi penyakit ini meningkat pada saat musim kering antara bulan November atau December, dan akan tiba tiba menghilang lagi begitu musim hujan tiba pada bulan Juni atau Juli.

Angka kematian yang ditimbulkan oleh serotype A di Afrika adalah antara 10-15%. Serotype A ini juga pernah menyebabkan kejadian pandemik pada tahun 1960an yang mulai dari negara China kemudian menyebar ke Rusia, Norwegia, Finlandia dan berakhir di Brazilia.

Pada tahun 1987 ditemukan pada kelompok jemaah haji dari negara Afrika seperti Sudan, Chad, Ethiopia, Kenya dan Tanzania, lalu menyebar ke Zambia dan berakhir di Republik Afrika Tengah.

 

Penyakit yang ditimbulkan oleh kuman N Meningococcus serotype B :

Serotype B ini adalah pembuat ulah endemik penyakit meningitis dinegara berkembang. Lebih dari  90% kejadian endemik dinegara Eropa dan 50% kasus endemik di Amerika disebabkan oleh kuman meningococcus serotype B ini.

Negara negara yang pernah dikacaukan oleh serotype B ini pada tahun 1970an, antara lain seperti Norwegia, Spanyol, Cuba, Brazilia, Canada, Amerika, dan tahun 1990an pada New Zealand.

 

Penyakit yang ditimbulkan oleh kuman N Meningococcus serotype C :

Persentase kuman meningococcus serotype C sebagai penyebab kejadian endemik disetiap negara berbeda. Serotype C ini pernah menjadi penyebab endemik di Amerika, Italia pada tahun 1990an. Kemudian tahun 2004 menjadi penyebab endemik di negara Eropa Tengah seperti Republik Czeko, Estonia, Prancis, Iceland, Polandia dan Swiss.

Pada tahun 1960an pernah menjadi penyebab KLB pada tentara Amerika yang baru direkrut dari para remaja.

 

Penyakit yang ditimbulkan oleh kuman N Meningococcus serotype Y :

Untuk sebab yang tidak diketahui, maka penyakit meningitis yang disebabkan oleh serotype Y ini relatif lebih jarang ditemukan didunia. Gejalah utama yang ditimbulkan adalah pneumonia dibandingkan dengan gejalah penyakit yang ditimbulkan oleh kuman meningococcus serotype yang lain.

Serotype Y ini bisa menginfeksi semua kelompok usia, tapi yang paling dominan adalah menginfeksi kelompok usia bayi dan orang berusia 65 tahun dan setersunya.

 

Penyakit yang ditimbulkan oleh kuman N Meningococcus serotype W135 :

Sampai baru baru ini, kuman meningococcus serotype W135 adalah jenis yang jarang menimbulkan penyakit infeksi invasif, dan serotype W135 ini belum pernah menimbulkan kejadian KLB selama ini, sampai ….

Pada tahun 2000 dan 2001 terjadi KLB pada kelompok jemaah haji yang dilaporkan oleh departemen kesehatan negara Saudi Arabia, yang disebabkan oleh serotype W135 ini.

Sejak itu ada kejadian kasus meningitis di Eropa, Amerika dan juga Inggris pada sekitar tahun 2002 dan seterusnya karena jemaah haji yang kembali dari tanah suci dan menjadi pembawa kuman bakteri meningoccus serotype W135 ini kepada anggota keluarga mereka dan lingkungan hidupnya. Dan sejak itu seringkali terjadi adanya kasus yang disebabkan oleh serotype W135 pada kaum jemaah haji yang tinggal ditanah suci selama berlangsungnya ibadah haji, atau sakit setelah kembali ke tanah airnya

Ini juga yang menjadi alasan mengapa kaum jemaah haji diwajibkan mendapatkan vaksin meningitis sebelum memasuki wilayah Saudi Arabia.

 

Kesimpulan :

  • Penyakit meningitis disebabkan oleh kuman Neisseria meningitides atau meningococcus, yang terdiri banyak macam jenis serotype
  • Yang sering menimbulkan masalah atau penyakit pada manusia adalah serotype A, B, C, Y dan W135
  • Kelima macam serotype ini tersebar diseluruh dunia dengan daerah geografis yang khas, sehingga dikenalnya sub Sahara Meningitis Belt yang didominasi oleh kuman meningococcus serotype A
  • Penyakit meningitis bisa disebabkan kelima jenis serotype kuman, tapi lebih sering hanya disebabkan oleh salah satu serotype yang dominan terdapat didaerah geografis bersangkutan.
  • Menurut data epidemiologi penyakit, maka penyakit meningitis ini sering terjadi pada bayi berusia < 5 tahun dan puncaknya pada bayi berusia < 1 tahun. Lalu kasus  meningkat lagi pada anak dan remaja yang berusia 15 – 18 tahun
  • Sering terjadi KLB penyakit meningitis pada asrama sekolah juga barak militer, ini berkaitan dengan hubungan dekat antara sesama penghuni asrama atau barak, sangat rentan bagi remaja yang belum pernah divaksinasi sebelumnya.

 

Vaccine Saves Lives !

 

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Meningitis – Bakteri Penyebab Sakit Meningitis