Vaksin Human Papilloma Virus

Latar Belakang Penyakit Akibat Human Papilloma Virus

Hingga 20 tahun yang lalu, infeksi dengan jenis virus human papilloma ini dianggap ringan dan bisa sembuh sendiri atau self limiting, seperti umumnya infeksi dengan virus pada manusia.

Pada awal tahun 1980, penelitian yang dilakukan oleh zur Hausen dan rekan rekannya membuktikan bahwa keganasan atau kanker pada serviks, yang didukungan dengan data epidemiologi, disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus yang ditularkan melalui cara hubungan kelamin. Dari contoh keganasan dan kelainan precancer daerah serviks, telah berhasil ditemukan jenis serotype tertentu virus human papilloma ini.

Infeksi dan penyakit yang ditimbulkan oleh Human Papilloma Virus adalah sama dengan penyakit kelamin atau Sexual Transmitted Diseases / STD , yaitu suatu infeksi dan penyakit yang terjadi akibat berhubungan kelamin dengan orang lain.

Infeksi Human Papilloma Virus Pada Wanita Source Google free image

Infeksi Human Papilloma Virus Pada Wanita
Source Google free image

Infeksi HPV ini segera terjadi begitu kita mengadakan hubungan kelamin dengan orang lain, namun infeksi ini segera dapat diatasi oleh sistim imunologi tubuh kita, maka penyakit dan kelainan akibat infeksi ini tidak menjadi nyata atau manifes, bahkan orang tidak akan sadar telah terinfeksi dengan HPV, baru setelah sekian tahun kemudian sejak hubungan kelamin yang pertama itu, penyakit akibat infeksi HPV ini baru akan menjadi nyata dalam bentuk keganasan di serviks wanita, keganasan di anus, keganasan di penis, atau keganasan yang terjadi dimulut dan tenggorokan

Data yang berhasil dikumpulkan adalah kanker serviks yang disebabkan virus papilloma adalah penyebab kematian nomor 2 pada wanita, dengan jumlah kasus sekitar 493.000 dan angka kematian sekitar 273.000 wanita setahun, mempunyai tendensi menyerang wanita yang berusia masih relatif muda sekitar 20an hingga 40an tahun, yang mempunyai kehidupan seksual yang aktif, dan ini terutama terjadi dinegara berkembang.

Patofisiologi Penyakit Akibat Infeksi HPV

Virus HP adalah jenis virus DNA dari keluarga Papillomavirideae dan berbentuk icosahedral. Lebih dari 100 jenis serotype virus HPV yang telah berhasil ditemukan.

Berdasarkan tempat terjadinya infeksi dan bentuk kelainan atau perubahan yang ditimbulkan, maka infeksi HPV bisa dibagi dalam 4 kelompok besar :

  • Infeksi kulit : lokasi ditelapak tangan atau telapak kaki, berbentuk kutil, bersifat jinak
  • Infeksi jaringan epithel: kelainan kulit berbentuk rata, mungkin bersifat ganas
  • Kutil area ano-genital: infeksi jaringan epithel dan selaput lendir area ano-genital, berbentuk kutil yang khas seperti kembang kol (condylomata acuminata), bersifat jinak
  • Kutil area ano-genital: infeksi jaringan epithel dan selaput lendir area ano-genital, kelainan berbentuk rata, bersifat ganas

Infeksi HPV ini biasannya terjadi segera setelah hubungan seksual terjadi. Jika terinfeksi dengan jenis virus HPV yang resiko rendah (serotype HPV 6 dan HPV 11), maka pada orang tersebut akan berkembang kutil di area sekitar anus dan alat genital yang disebut condylomata acuminata.

Tetapi bila terinfeksi dengan jenis virus HPV yang resiko tinggi (serotype HPV 16 atau HPV 18), infeksi ini bersifat sementara, yang disertai kelainan jaringan yang sementara juga, akan sembuh spontan, sehingga hampir tidak disadari oleh penderitanya, yang hanya akan tampak dan terdeteksi infeksi oleh virus HPV adalah pada waktu pemeriksaan pap smear vagina. HPV Serotype 16 dan 18 ini mempunyai tendensi menjadi ganas.

Dalam persentage yang kecil, infeksi dengan HPV ini tidak selesai begitu saja, namun virus HPV ini akan bertahan lama didalam jaringan epithel selapur lendir sehingga akan menimbulkan perubahan dan kelainan yang menjurus kepada keganasan atau kanker.

Maka pada pemeriksaan penyaringan keganasan, penemuan DNA dari HPV ini menjadi patokan untuk menentukaan resiko terjadinya kanker serviks.

Epidemiologi Penyakit HPV

HPV luas tersebar diantara binatang mamalia juga manusia, dan jenisnya khas berdasarkan jenis binatangnya.

Pada manusia :

  • Kutil kulit sering terjadi pada hampir 50% anak usia sekolah
  • Infeksi HPV terjadi akibat kontak fisik langsung yang intim atau kontak fisik yang dekat
  • Kutil jenis non genital terjadi biasanya karena trauma kecil pada kulit sebelumnya
  • Kutil telapak kaki terjadi karena sering berenang di kolam renang umum
  • Infeksi HPV daerah ano-genital terjadi pada 70% wanita yang mempunyai kehidupan seksual yang aktif, baru manifest setelah 5 tahun kemudian. Hampir 50% terinfeksi dengan virus HPV yang resiko tinggi akan menjadi kanker
  • Resiko infeksi HPV ini sangat tergantung pada jumlah pasangan seksual, semakin banyak pasangan seksualnya, semakin besar kemungkinan terinfeksi dengan virus HPV
  • Oral Sex adalah salah satu cara penyebab infeksi HPV dan menyebabkan kanker mulut, kanker tenggorokan.
  • Sangat jarang bayi terinfeksi HPV sewaktu dilahirkan melalui vagina, namun bila terinfeksi, akan terjadi kelainan jaringan epithel dan mukosa saluran pernafasan dikemudian hari.
  • Jika ditemukan kutil daerah ano-genital pada anak prepubertas, maka hati hati, karena ada kemungkinan telah terjadi pelecehan seksual pada anak tersebut

 Masa Inkubasi HPV

Tidak diketahui dengan pasti masa inkubasi HPV dari sejak terinfeksi hinggga terjadi kelainan kulit atau kutil, tapi diduga berkisar antara beberapa bulan hingga beberapa tahun kemudian. Dari sejak terinfeksi hingga  menjadi keganaasan diduga memerlukan waktu hingga 10 tahun lebih.

Diagnosa Infeksi HPV

Untuk infeksi HPV pada jaringan kulit dan di-area ano-genital bisa mudah dilakukan dengan pemeriksaan fisik saja.

Sedangkan untuk infeksi HPV pada saluran pernafasan diperlukan tindakan endoskopi dan juga biopsi jaringan bersangkutan.

Sedangkan untuk perubahan jaringan serviks dan vagina, diperlukan pemeriksaan sel cara pap smear, atau pemeriksaan biopsi jaringan bersangkutan untuk mencari tanda tanda infeksi khronik jaringan tersebut dengan HPV.

Pengobatan Infeksi dan Penyakit HPV

Biasanya untuk infeksi lokal dilakukan tindakan mengangkat kutil yang ditemukan. Atau bisa juga mempergunakan zat kimia; cairan asam salisilat, atau cryotherapy dengan gas nitrogen cair merusak jaringan kutil, atau dengan plester perekat khusus untuk mengangkat jaringan kutil.

Tidak ada pengobatan khusus untuk kutil sekitar ano-genital, ada beberapa jenis obat lokal yang dipergunakan, juga bisa dengan pengangkatan kutil dengan cara seperti diatas, yaitu cryotherapy dengan gas nitrogen cair, dibakar dengan listrik / electrocautery, pembedahan dengan sinar laser dan pembedahan dengan pisau bedah.

Namun semua tindakan diatas hanya menghilangkan kutil atau jaringan terinfeksi saja, tetapi virus HPV nya tetap ada disekitar jaringan tadi, sehingga sering terjadi kekambuhan dan terjadilah kutil atau jaringan abnormal ditempat awal infeksi HPV sebelumnya. Infeksi khronik HPV pada jaringan ano-genital ini yang akan menyebabkan terjadinya kanker serviks, kanker daerah vulva, kanker daerah anus dan kanker penis.

Pencegahan Infeksi dan Penyakit Oleh HPV

Karena virus HPV ini sangat mudah menular dan mayoritas sistim imunologi tubuh yang normal akan dengan efektif mengatasinya dengan segera (sembuh secaara spontan tanpa diobati), sehingga seringkali kita tidak menyadarinya bahwa kita sebelumnya telah terpapar dengan virus HPV ini. Namun bagi mereka yang kurang beruntung, maka virus HPV ini dapat bertahan hingga bertahun lamanya didalam jaringan kulit dan tubuh kita, dan menyebabkan kelainan yang serius bersifat keganasan atau kanker.

Sehingga sangat dianjurkan adalah lebih baik kalau kita bisa mencegahnya dengan beberapa tindakan yang akan berguna, seperti misalnya :

  • Sexual abstinence : yaitu berpantang berhubungan seks dengan orang yang bukan pasangan seksual kita yang resmi
  • Setia pada pasangan seksualnya yang resmi saja
  • Menunda kehidupan seksual aktif yang terlalu awal hingga tiba waktunya yang tepat
  • Jangan berhubungan dengan banyak pasangan seksual (multiple sexual partner)

Vaksinasi Mencegah Infeksi HPV

Seperti yang telah dibahas diatas, bahwa setiap kali dengan mulainya kehidupan seksual yang aktif, maka sudah terjadi kemungkinan terinfeksi virus HPV, maka usia yang paling ideal untuk memberikan vaksinasi dan imunisasi terhadap virus HPV ini adalah pada saat seorang anak remaja yang belum memulai hubungan seksual.

Berdasarkan fakta ini, maka US CDC (Center For Disease Conttrol and Prevention) dan US ACIP (Advisory Committee on Immunization Practices) menganjuran pemberian vaksin HPV ini pada saat remaja berusia 11 – 12 tahun, meskipun vaksinasi ini juga sudah bisa dimulai pada saat baru berusia 9 tahun.

Lalu bagaimana untuk wanita yang berusia dewasa atau yang telah memulai kehidupan seksualnya ?

Vaksin HPV ini tetap akan berguna bagi golongan wanita (juga pria) yang telah dewasa dan telah berhubungan seksual, alasannya pertama, bahwa seringkali infeksi HPV ini telah berhasil diatasi oleh sistim imunologi tubuh kita, sehingga tidak lagi ada virus HPV yang tetap bercokol dalam tubuh kita, alasan kedua, meskipun bagi segolongan kecil yang kurang beruntung, dimana virus HPV tetap bertahan dalam jaringa tubuhnya, dengan pemberian vaksin HPV, maka orang tersebut akan di-lindungi  dari terinfeksi virus HPV berikutnya, atau menghindarkan dia dari infeksi virus HPV dari jenis serotype yang lain kedalam tubuhnya.

Pada awalnya vaksin HPV hanya di-indikasikan untuk gadis remaja dan wanita saja, namun dari data epidemiologi tentang kutil genital, kanker serviks, kanker anus, kanker penis dan kanker mulut dan tengggorokan baik pada wanita juga pria, maka baru baru ini, vaksin HPV juga sangat dianjurkan oleh US CDC dan US ACIP untuk diberikan kepada anak dan remaja pria mulai dari usia 11 – 12 tahun.

Vaksin HPV juga direkomendasikan untuk wanita sejak 26 tahun dan pria berusia 21 tahun, dimana vaksinasi HPV mereka tidak lengkap 3 dosis atau mereka belum pernah diberikan vaksin HPV ini.

 

Vaksin HPV Yang Beredar dan Perbedaannya :

Nama Vaksin 

 

Gardasil

 

 

Cervarix

 

Keterangan

 

Pembuat Vaksin

 

 

Merck

 

GlaxoSmithKline


 

 

Antigen Virus Untuk Vaksin

(Virus Like Particle)

 

HPV 6 – 20 mg

HPV 11 – 20 mg

 

 

 

HPV 16 – 20 mg

HPV 18 – 20 mg

 

 

 

 

 

 

 

HPV 16 – 20 mg

HPV 18 – 20 mg

 

90% kutil ano-genital disebabkan oleh HPV6 dan HPV11

 

70% kanker serviks oleh HPV16 dan HPV18

 

Zat Adjuvant

 

 

Aluminium

 

ASO4

 

 

Dibuat dari

 

Sel ragi Saccharomyces cervevisiae

 

Sel hewan serangga Spodoptera frugiperda Sf9,

Trichopusia ni Hi 5

 

 

 

Jadwal Imunisasi/Vaksinasi

 

0, 2 , 6 bulan

 

0, 1, 6 bulan

 

 

 

Jenis Vaksin HPV Yang Tersedia

Cervarix adalah jenis vaksin bivalent (HPV2) yang dimatikan, yang memproteksi kita dari infeksi virus HPV serotype 16 dan 18. Kegunaannya untuk mencegah kanker serviks dan kanker jenis non serviks lain.

Gardasil adalah jenis vaksin quadrivalent (HPV4) yang dimatikan, yang memproteksi kita dari infeksi virus HPV serotype 16 dan 18, juga terhadap serotype 6 dan 11 yang menyebabkan kutil diarea ano-genital. (lihat tabel diatas). Kegunaannya untuk mencegah kanker serviks dan kanker jenis non serviks lain.Juga untuk mencegah kutil daerah ano-genital.

Jadwal Imunisasi dan Dosis Vaksin HPV

Menurut anjuran US ACIP vaksinasi HPV diberikan pada remaja wanita dan pria sejak usia 11 – 12 tahun, dengan jadwal 3 dosis , untuk remaja wanita bisa mempergunakan vaksin HPV2 (Cervarix) atau juga vaksin jenis HPV4 (Gardasil). Untuk remaja pria hanya diberikan jenis vaksin HPV4 (Gardasil) saja.

Vaksinasi HPV juga sudah bisa dimulai semenjak remaja wanita dan pria telah berusia 9 tahun

Vaksinasi HPV juga direkomendasikan untuk wanita sejak usia 26 tahun dan lelaki sejak usia 21 tahun, yang belum melengkapi vaksinasi HPV atau baru akan mulai vaksinasi dengan 3 dosis lengkap.

Vaksinasi juga dianjurkan bagi pria sejak usia 22 hingga 26 tahun, yang :

  • Homo seksual (sex with men)
  • Yang menderita keadaan kelainan sistim imunologi tubuh (immunocompromised) termasuk penderita penyakit HIV, atau karena penyakit ataupun karena pengobatan steroid

Jadwal Imunisasi Vaksin HPV :

  • Kedua jenis vaksin HPV ini terdiri 3 dosis lengkap, dengan interval waktu pemberian dosis ke2 diberikan dengan selang waktu 1 – 2 bulan setelah pemberian dosis ke1, dan dosis ke3 diberikan dengan selang waktu atau jedah 6 bulan setelah pemberian dosis ke1. 
  • Jadwal untuk jenis vaksin HPV4 (Gardasil) adalah 0, 2 dan 6 bulan (lihat tabel diatas)
  • Jadwal untuk jenis vaksin HPV2 (Cervarix) adalah 0, 1 dan 6 bulan (lihat tabel diatas)

Seringkali karena sesuatu hal  atau kondisi tertentu, sehingga kita ingin mempercepat pemberian vaksinasi HPV ini, untuk tujuan tersebut, juga telah disepakati jadwal pemberian vaksinasi HPV dengan waktu interval antara dosis yang dipersingkat, seperti dibawah ini :

Untuk jadwall pemberian yang dipercepat (immunization schedule with minimum interval) :

  • Selang waktu minimal antara dosis ke1 dan pemberian dosis ke2 adalah 4 minggu. Sedangkan waktu interval minimal antara dosis ke2 dan dosis ke3 adalah 12 minggu.
  • Atau minimal interval antara dosis ke1 dan dosis ke3 adalah 24 minggu

Satu hal yang ditekakan adalah, untuk remaja puteri dan wanita, sedapatnya mempergunakan jenis vaksin HPV dengan nama dagang yang sama waktu melengkapi program vaksinasinya. Dalam situasi tertentu yang tidak memungkinkan, misalnya jenis vaksin tersebut tidak tersedia, baru mempergunakan vaksin HPV yang tersedia untuk melengkapi jadwal dan program vaksinasi HPV ini pada remaja puteri dan wanita.  Namun hal ini tidak perlu sampai harus mengulang seluruh  jadwal program vaksinasi HPV tersebut. (lihat rekomendasi US-ACIP/US-CDC di www.cdc.gov/vaccines/pubs/acip-list.htm.)

Imunisasi HPV Untuk Remaja Puteri  Source Google free image

Imunisasi HPV Untuk Remaja Puteri
Source Google free image

Catatan :

Tahun 2014 telah didaftarkan ke US FDA vaksin HPV9 generasi baru, yaitu vaksin HPV yang berisi 9 jenis serotipe virus HPV yang bisa menyebabkan terjadinya kanker daerah kepala dan leher, juga kanker daerah anus dan alat genitalia, yang bisa terjadi pada wanita juga pria.

Diperkirakan nanti vaksin HPV9 ini akan menggantikan posisi vaksin HPV4 yang sekarang kita pergunakan, dengan jadwal imunisasi yang tetap sama seprti dengan vaksin HPV4

Detail bisa anda baca di http://leokurniawan.blogspot.com/2015/02/berita-vaksin-generasi-baru-vaksin-hpv.html

(updated on 25 February 2015)

Vaccine Saves Lives !

Source:

www.selukbelukvaksin.com

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Human Papilloma Virus