Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B – Pertanyaan Seputar Penyakit Hepatitis B dan Vaksin dan Imunisasi Hepatitis B

 

Pendahuluan:

Penyakit hepatitis karena virus telah diketahui sejak zaman dahulu kala, namun tentang jenis dan macam virus hepatitis ini baru diketahui akhir-akhir ini. Dari 5 jenis serotipe virus penyebab  penyakit hepatitis pada manusia, diketahui bahwa virus hepattis B (HBV) adalah penyebab dan menjadi beban utama dari semua jenis penyakit hepatits di dunia.

Sejak 40 tahun yang lalu, telah dilakukan sejumlah usaha dan pencapaian untuk lebih mengerti sebab musabab penyakit hepatitis pada manusia, riwayat penyakit hepatitis alamiah, data dan sifat epidemiologi penyakit, atau penyebaran penyakit hepatitis pada manusia, dan usaha kesehatan masyarakat untuk mengendalikan penyakit hepatitis B.

Vaksin yang terjangkau dan strategi pencegahan penyakit hepatitis B yang efektif, telah dilakukan diseluruh dunia, lebih dari 150 negara telah mempergunakan vaksin hepatitis B dalam program pencegahan dan vaksinasi imunisasi hepatitis B, dan berkat usaha badan kesehatan pemerintah dan organisasi kesehatan dunia, telah memungkinkan negara-negara miskin juga memakai vaksin hepatitis B.

Dengan berlanjutnya usaha vaksinasi rutin hepatitis B bagi bayi dan anak diseluruh dunia, maka infeksi hepatitis B khronik pada anak-anak akan menurun sangat bermakna dalam jangka waktu 10 – 15 tahun mendatang, yang pada gilirannya juga akan menurunkan dengan sangat bermakna angka kematian karena penyakit kanker hati dan penyakit sirosis hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV).

Dalam bab ini kita akan membahas masalah dan pertanyaan seputar penyakit hepatitis B pada manusia, tentang vaksin hepatitis B dan masalah vaksinasi dan imunisasi hepatitis B pada bayi, anak-anak, wanita hamil, orang dewasa, dan pekerja bidang kesehatan atau jenis pekerjaan lain yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapat infeksi virus hepatitis B (HBV) ini.

 

Penyakit Hepatitis B :

Infeksi dengan virus hepatitis B menimbulkan sejumlah gejalah penyakit hati, termasuk didalamnya gejalah yang ditimbulkan karena infeksi subklinik, penyakit akut hepatitis yang akan sembuh sendiri /self limiting, dan penyakit hati yang menyeluruh (fulminant ).

Tetapi infeksi virus hepatitis B ini juga bisa menyebabkan penyakit hati khronik dan berlanjut dengan kematian karena sirosis hati atau penyakit kanker hati.

Lebih dari 90% bayi dan anak, 10% pada orang dewasa, yang mendapat  infeksi virus hepatitis B akan menderita penyakit hati khronik dengan gambaran prognosis seperti diatas. Sehingga pencegahan awal terhadap infeksi virus hepatitis B pada usia dini sangatlah penting.

Infeksi virus hepatitis B adalah melalui kontak darah atau cairan tubuh lainnya seperti serum, cairan vagina dan sperma. Tidak bisa menular melalui kontak fisik seperti berjabatan tangan, berpelukan.

Beberapa data dan fakta penting tentang hepatitis B :

  • Seluruh dunia ada sejumlah 2.000 juta orang dengan tanda HBsAg yang positif, yang artinya orang tersebut pernah terpapar dengan infeksi virus hepatitis B selama perjalanan hidupnya. Bila pada pemeriksaan darah ditemukan HBsAg yang positif terus menerus selama atau > 6 bulan, maka orang tersebut sudah masuk dalam golongan penderita hepatitis B khronik , yang kemungkinan besar akan berakhir dengan sirosis hati atau kanker hati dan kematian.
  • Diseluruh dunia ada sekitar 350 juta orang yang sudah menjadi penderita penyakit  sirosis hati, terutama tersebar di negara-negara Asia dan Afrika
  • Diseluruh dunia, terjadi satu juta kematian pertahun sebagai akibat dan komplikasi penyakit hati khronik seperti sirosis hati dan kanker hati, karena infeksi oleh virus hepatitis B
  • Diseluruh dunia terdapat 80% penderita kanker hati karena infeksi virus hepatitis B

Seperti disebutkan diatas, bahwa ada 5 jenis serotipe virus hepatitis yang sudah kita ketahui saat ini. Dan kita juga sudah mngetahui cara penularan sesuai dengan jenis serotipenya, yaitu :

Serotipe Virus                             Cara penularan        Bisa dicegah Vaksinasi

Type A                                                  cara feco – oral                                Ya

Type B                                                   Darah dan cairan tubuh               Ya

Type C                                                   Idem type B                                      Tidak

Type D                                                   Ko-infeksi type B                            Ya

Type E                                                    cara feco – oral                                Tidak

 

Catatan : infeksi cara feco – oral, adalah cara infeksi melalui makanan atau minuman atau benda yang tercemar dengan kotoran manusia yang mengandung virus hepatitis B, kemudian dimakan atau diminum oleh orang lain.

 

Nah ingin tahu berapa besar kemungkinan kita tertular dengan virus hepatitis B bila kita bandingkan dengan virus HIV AIDs yang sangat kita takuti itu ?

Jumlah minuman darah yang diperlukan untuk menularkan:

Hepatitis B                                                             HIV AIDs

0,1 ml                                                                           0, 00004 ml

Kemungkinan tidak tertularan melalaui jarum suntik yang  terkontaminasi penderita :

Hepatitis B                                                            HIV AIDs

0.5 %                                                                           7 – 30 %

Jadi kesimpulan adalah bahwa biarpun kedua penyakit ini mempunyai cara penularan yang sama, yaitu melalui darah dan cairan tubuh yang tercemar, namun hepatitis B virus adalah 100 kali lebih menular daripada virus HIV AIDs yang sangat kita takuti itu.

 

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membagi  daerah endemik berdasarkan jumlah presentase penyakit hepatitis B dan jumlah orang dengan antigen HBsAg yang positif sewaktu pemeriksaan darah :

– Daerah Endemik Tinggi:       HBsAg  > 8%      Orang terinfeksi HBV 50 – 90 %

– Daerah Endemik Sedang :     HBsAg  2 – 8%   Orang terinfeksi HBV 30 – 50%

– Daerah Endemik Rendah:     HBsAg < 2%      Orang terinfeksi HBV < 30%

Negara yang termasuk dalam kategori Endemik Tinggi yaitu Asia Tenggara, Asia Tengah,  Afrika Selatan Sahara, negara Timur Tengah dan beberapa negara di Eropa Timur.

 

Cara Penularan virus hepatitis B :

Hepatitis B virus bisa ditularkan dengan cara melalui kulit yang tidak utuh, atau rusak, misalnya karena tusukan jarum, kulit yang lecet, atau luka, melalui kontak mukosa atau selaput lendir dengan darah atau kontak dengan cairan tubuh penderita hepatitis B, termasuk :

  • hubungan kelamin dengan pasangan yang terinfeksi atau sakit hepatitis B
  • memakai jarum suntik bersamaan pada pecandu obat bius dan narkotik
  • bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi atau sakit hepatitis B
  • kontak dengan darah atau luka dari  penderita hepatitis B
  • tertusuk jarum atau benda tajam lain yang terkontaminasi
  • memakai benda seperti alat cukur, sikat gigi bersama dengan penderita hepatitis B

Virus hepatitis B tidak bisa menular melalui makanan dan air, memakai alat makan bersama, ibu yang menyususi bayinya, berpelukan, berpegangan atau jabatan tangan, sewaktu batuk atau bersin.

 

Virus hepatitis B bisa bertahan berapa lama di alam terbuka ?

Virus hepatitis B bisa bertahan hidup diluar tubuh manusia paling sedikit 7 hari, dan masih mempunyai kemampuan untuk menginfeksi tubuh manusia selama masa tersebut.

 

Bagaimana caranya membersihkan darah yang kontaminasi virus hepatitis B dari lingkungan hidup kita ?

Setiap ceceran darah, termasuk darah yang telah mengering, yang tetap masih bisa menularkan virus hepatitis B, harus dibersihkan dengan cairan pembersih rumah tangga seperti ditergen atau zat pembersih yang lain dengan memakai perbandingan 1:10 (1 bagian cairan pembersih rumah tangga : 10 bagian air) untuk membersihkan darah atau darah kering ditempat tersebut.

Sebaiknya sewaktu membersihkan ceceran darah itu juga mempergunakan sarung tangan.

 

Siapa saja yang berpotensi terinfeksi virus hepatiitis B ?

Berikut ini adalah orang yang mempunyai potensi besar terinfeksi virus hepatitiis B :

  •  bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi atau sakit hepatitis B
  • hubungan kelamin dengan partner yang terinfeksi atau sakit hepatitis B
  • aktifitas sexual yang sering bergantian pasangan sexualnya, misalnya mempunyai  > 1 pasangan sexual dalam waktu 6 bulan
  • orang homosexual
  • pemakaian obat suntikan
  • tinggal serumah dengan penderita hepatitis B
  • pekerja bidang kesehataan dan laboratorium yang sering berhubungan dengan darah atau cairan tubuh yang terkontaminasi
  • pasien hemodialisa (cuci darah)
  • penghuni dan pengurus rumah penitipan anak dengan gangguan dan cacat perkembangan
  • wisatawan yang menuju negara dengan kategori endemik tinggi dan sedang (sesuai klasifikasi WHO diatas)

 

Apakah wisatawan internasional mempunyai resiko tertular virus hepatitis B ?

Resiko penularan virus hepatitis B untuk wisatawan internasional adalah relatif rendah, kecuali jika mereka bepergian ke daerah dengan endemisitas tinggi hingga menengah, yatu daerah dengan angka jumlah penderita hepatitis B khronik HBsAg sebesar > 2%, maka harus diberikan vaksinasi hepatits B untuk wisatawan yang tidak kebal terhadap virus hepatitis B, yang akan melancong kedaerah demikian.

Informasi lengkap tentang hepatitis B dan wisatawan bisa dibaca di website ini:

www.selukbelukvaksin.com – Traveler Vaccines – Vaksin untuk Wisatawan

 

 

Apa saja tanda dan gejalah terjadi infeksi virus hepatitis B ?

 

Tanda dan gejalah infekksi virus hepatitis B ini berbeda berdasarkan usia penderitanya. Umumnya anak dibawah usia 5 tahun dan orang dewasa yang mengalami kelainan sistim pertahanan tubuh (immuno-supressived) adalah tidak ditemukan tanda dan gejalah apapun.

Sedangkan 30 – 50% orang yang berusia > 5 tahun, akan ditemukan tanda dan gejalah awal, seperti misalnya :

  • demam
  • rasa lelah
  • kehilangan nafsu makan
  • rasa mual dan muntah
  • nyeri daerah perut
  • warna urin yang gelap
  • warna kotoran yang pucat seperti warna dempul
  • nyeri dan sakit sendi
  • warna kuning pada kulit, selaput lendir mata dan kuku

Orang dengan infeksi khronik virus hepatitis B juga mungkin tidak ditemukan tanda dan gejalah yang khas, atau mungkin adanya tanda dan gejalah seperti sirosis hati hingga kanker hati

 

Berapa lama masa inkubasi virus hepatitis B ?

Sekitar 2 – 6 bulan. Rata-rata tanda dan gejalah berlangsung selama 90 hari (rentang waktu antara 60– 150 hari) setelah terpapar dengan virus hepatvitis B.

Kapan terlihat gejalah hepatitis B akut, dan berlangsung berapa lama ? 

Biasanya gejalah berlangsung selama beberapa  minggu, tetapi bisa juga bertahan hingga lebih dari 6 bulan lamanya.

Seberapa serius penyakit hepatitis B akut ini ?

Infeksi akut virus hepatitis B bisa berlangsung dengan tidak ada gejalah atau gejalah dengan bentuk yang sedang saja , hingga ke bentuk yang sangat berat, meskipun ini tidak sering terjadi.

Penyakit akan menjadi lebih berat pada orang dewasa berusia diatas 60 tahun. Angka kematian infeksi akut pernah dilaporkan sebesar 0.5 – 1 % .

 

Seberapa serius infeksi khronik virus hepatitis B ?

Untuk mereka yang terinfeksi semasa kecil maka sebanyak 25% menjadi bentuk yang khronik, sebanyaak 15% untuk mereka yang terinfeski setelah masa kecill itu, akan meninggal sebelum mencapai usia dewasa, karena akibat sirosis atau kanker hati. Dan sisanya tetap tanpa tanda dan gejalah hingga terjadinya sirosis dan kanker hati pada saat mereka telah dewasa.

Angka kematian karena penyakit  sirosis atau kanker hati sekitar satu juta pertahun diseluruh dunia

 

Berapa besar kemungkinan infeksi virus hepatitis B menjadi bentuk yang khronik ?

Berapa besar kemungkinan infeksi virus hepatitis B menjadi bentuk infeksi yang khronik ini tergantung pada usia orang tersebut pada waktu terinfeksi  untuk pertama kalinya. Untuk bayi , maka sekitar 90% menjadi bentu infeksi khronik, dan 25%- 50% menjadi bentuk khronik untuk anak yang sudah berusia 1 -5 tahun.

Sedangkan untuk orang dewasa, hampir 95% akan sembuh total setelah terinfeksi virus hepatitis B ini, dan hanya sekitar 5 – 10 % yang akan berkembang menjadi bentuk infeksi yang khronik, dengan segala konsekuensinya, yaitu sirosis hati atau kanker hati.

 

Bagaimana mengobatai infeksi virus hepatitis B ?

Tidak ada pengobatan yang tepat untuk infeksi bentuk akut, kecuali hanya pengobatan penunjang/supportive therapy saja.

Sedangkan untuk infeksi bentuk khronik, terdapat beberapa macam obat anti virus yang bisa kita pergunakan, misalnya adefovir dipivoxil, interferon alfa-2b, pegylated interferon alfa-2a, lamivudine, entecavir, dan telbivudine.

Orang dengan infeksi khronik virus hepatitis memerlukan pemeriksaan dan evaluasi medis yang teratur dan pemantauan yang rutin untuk menilai perkembangan penyakitnya dan menilai kerusakan organ hati akibat kanker hati tersebut.

Vaksin dan imunisasi Hepatitis B

Siapa yang diharus diberikan vaksinasi hepatitis B ?

Menurut  rekomendasi ACIP (The Advisory Committee on Immunization Practices ) maka orang-orang yang disebut dibawah ini memerlukan vaksniasi untuk mencegah penyakit hepatitis B  :

  • Semua bayi , sejak dilahirkan
  • Semua anak berusia <19 tahun, yang belum pernah divaksinasi anti hepatitis B sebelumnya
  • Partner sexual yang mempunya HBsAg yang  positive
  • Multiple sexual partner (mempunyai partner sexual >1 dalam kurun waktu 6 bulan)
  • Orang yang sedang menjalankan pengobatan penyakit kelamin
  • Orang homosexual
  • Pemakai obat injeksi
  • Orang yang tinggal serumah dengan penderita hepattis B
  • Pekerja bidang kesehatan dan laboratorium yang berhubunan dengan darah dan cairan tubuh
  • Penderita penyakit ginjal stadium akhir termasuk pre-dialisa, hemodialisa,  peritoneal dialisa, dan pasien dialisa dirumah
  • Penghuni dan pengurus rumah penderia gangguan perkembangan orang cacat
  • Wisatawan
  • Penderia penyakit hati khronik
  • Penderita dengan infeksi HIV AIDs
  • Pasien diabetes mellitus dewasa berusia antara 19 – 59 tahun yang belum divaksinasi
  • Semua orang yang memerlukan perlindungan terhadap kemungkinan infeksi virus hepatitiis B

 

Vaksinasi hepatitis B untuk orang dalam situasi dan kondisi khusus:

Sesuai dengan rekomendasi ACIP ( The Advisory Committee on Immunization Practices), dalam situasi dan kondisi tertentu, maka orang-orang dibawah ini perlu diberikan vaksin dan imunisasi untuk mencegah infeksi virus hepatitis B, misalnya :

  • Klinik atau fasilitas pengobatan penyakit kelamin
  • Klinik atau fasilitas pengujian dan pengobatan penyakit HIV
  • Klinik atau fasilitas untuk pengobatan dan pencegahan ketergantungan obat
  • Klinik atau fasiltas untuk orang-orang pemakai  obat suntik
  • Lembaga pemayarakatan atau rumah penjara
  •  Klinik atau fasilitas untuk orang homosexual
  •  Klinik atau fasilitas untuk penyakit ginjal dan hemodialisa
  •  Klinik dan fasilitas perawatan untuk orang gangguan perkembangan dan orang cacat

 

Source :

– Vaccines, 5th edition, Stanley Plotkin, Walter Orenstein, Paul Offit, printed by Saunders

 

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

 

 

 

 

 

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Hepatitis B