Vaksin Hepatitis A – Penyakit Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A – Penyebab Penyakit Hepatitis A Dan Gejalahnya

Apa  Itu  Penyakit  Hepatitis A

Yakin hampir semua orang pernah mendengar nama penyakit Kuning, bahkan banyak diantara kita yang pernah mengalami atau menderita sakit kuning ini semasa kecil atau remaja.

Penyakit Kuning ini dikenal juga sebagai penyakit Hepatitis A, yaitu penyakit hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A, dan ciri khasnya adalah warna seluruh tubuh penderitanya menjadi kuning, juga bahkan warna urine menjadi warna kuning pekat hingga kuning gelap seperti air teh yang pekat. Yang juga disertai gejalah2 tubuh lainnya yang menyertai penyakit hati ini.

 

Cara Penularan Virus Hepatitis A

Cara penularan virus Hepatitis A ini adalah dari satu orang ke orang yang lain, melalui cara penularan yang utama, yaitu feco oral, artinya penularan virus hepatitis A ini melalui makanan atau minuman, atau juga alat makan minum yang terkontaminasi dengan kotoran feses orang yang menderita penyakit kuning ini.

Hal ini bisa terjadi karena orang yang menyiapkan makanan minuman atau yang menata alat2 makan minum ini  tidak mencuci bersih tangannya setelah buang air besar atau kecil. Jadi berhubungan sangat erat dengan mereka yang menyiapkan dan manata makanan minuman untuk orang lain.

Maka untuk mencegah penularan yang meluas dari kejadian penyakit Hepatitis A, atau yang dikenal kaum awam penyakit kuning ini, persyaratan Kementerian Kesehatan dan juga Industri, semua orang yang berhubungan dengan makanan dan minuman ini harus sehat, dan juga terbukti telah mendapatkan imunisasi dengan vaksin anti Hepatitis A ini. Peraturan ini telah lama diberlakukan di negara2 industri dan negara maju lain seperti di Republik Singapore.

Dengan tindakan pencegahan yang ketat ini, terbukti angka penularan penyakit Hepatitis A ini telah menurun drastis pada semua golongan usia. Ini terjadi dinegara maju dan negara berkembang.

 

Sebenarnya Apakah Itu Penyakit Hepatitis A ?

Penyakit ini telah dikenal sejak lama sekali dan sering disebut kaum awam dengan nama penyakit kuning, disebabkan penampilan gejalah penyakit tersebut yang menyebabkan warna sebagian anggota tubuh penderitanya menjadi warna kuning, juga warna urinenya.

Penyakit ini  disebabkan oleh infeksi dengan virus Hepatitis A (Hepatitis A Virus = HAV)

 

Tanda dan gejalah penyakit Hepatitis A :

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A ini biasanya berlangsung tiba2, yang meliputi demam, malaise (rasa lelah), anorexia atau hilangnya nafsu makan, rasa mual2, juga muntah dan rasa tidak nyaman didaerah perut, warna urine yang lebih gelap dari biasanya, dan warna kuning pada kulit dan selaput lendir dimata.

Hepatitis A symptom images

Selaput Lendir Mata Berwarna Kuning – Ciri Khas Penyakit Hepatiitis (Gambar Google Image)

Timbulnya gejalah dan tanda2 yang disebutkan diatas adalah erat berhubungan dengan usia penderitanya:

  • Pada anak yang berusia kurang dari 6 tahun, maka 70% infeksi virus Hepatitis A ini tidak disertai gejalah dan tanda2 yang kita sebutkan ini, inidisebut asymptomatic infecstion.
  • Bila penyakit Hepatitis A ini pada anak yang lebih muda, maka juga sering tidak ditemukan warna kuning yang khas untuk penyakit infeksi Hepatitis A ini.
  • Tetapi pada anak yang lebih tua atau remaja dan orang dewasa, infeksi ini selalu disertai gejalah dan tanda2 khas penyakit Hepatitis A, dan hampir lebih 70% penderita akan ditemukan tanda kuning atau jaundice pada kulit dan selaput lendir matanya. Sehingga sekilas saja kita yang awam sudah tahu bahwa ini adalah penyakit kuning

 

Tanda dan gejalah penyakit Hepatitis A ini biasanya bertahan hingga kurang lebih 2 bulan lamanya , hanya sekitar 10% hingga 15% penderita yang tanpa gejalah, penyakitnya dapat berlangsung hingga 6 bulan kemudian. Ini bisa terjadi karena penyakit Hepatitis A nya kambuh kembali.

 

Cara Menular Penyakit Hepatitis A

Cara penyakit Hepatitis A menular adalah dari seorang ke orang yang lain, biasanya terutama melalui penularan dari feco – oral, atau dari kotoran feses yang terbawa ke mulut, paling sering adalah melalui makanan, juga alat makan dan minuman yang terkontaminasi dengan feses penderita atau pembawa virus Hepatitis A ini.

Penularan juga bisa terjadi dari bahan makanan yang mentah belum dimasak, atau telah dimasak namun suhunya tidak cukup tinggi atau waktu masaknya tidak cukup lama untuk mematikan virus yang ada didalam bahan makanan yang diolah tadi.

Didaerah atau negara berkembang, penularan penyakit Hepatitis A juga sering terjadi dari makanan dan minuman yang telah dimasak, namun terkontaminasi dengan kotoran atau dengan virus Hepatitis A dari peramu saji yang mempersiapkan makanan atau minuman tersebut.

Penaykit Hepatitis A adalah salah satu penyakit infeksi yang sering diderita oleh wisatawan manca negara  yang sedang bepergian dan mengkonsumsi bahan makanan atau minuman yang tidak bersih tersebut dinegara yang endemik penyakit Hepatitis A.

Oleh karena itu, program imunisasi terhadap penyakit Hepatitis A adalah wajib untuk wisatawan yang akan berkunjung ke negara berkembang dan ke daerah yang endemik penyakit Hepatitis A.

Masa Inkubasi Penyakit Hepatitis A      

Masa inkubasi adalah tenggang waktu sejak tertular virus atau bibit penyakit hingga timbulnya gejalah penyakit tersebut pada seorang penderita.

Selama dalam masa inkubasi ini, penderita tidak mengalami atau merasakan kurang sehat, atau gejalah penyakitnya sangat umum, seperti menderita flu, sehingga kita tidak menduga penyakit apa yang sedang terjadi dalam tubuh sipenderita ini.

Masa inkubasi ini bervariasi antara satu penderita dengan penderita yang lain.  Mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu bahkan beberapa bulan hingga beberapa tahun lamanya.

Namun, umumnya masa inkubasi penyakit Hepatitis A ini adalah rata2 sekitar 28 hari, yaitu antara 15 – 50 hari sejak orang tersebut terjangkit virus Hepatitis A, dengan gejalah yang khas atau juga bisa dengan gejalah yang tidak khas penyakit Hepatitis A.

 

Cara Virus Hepatitis A Berkembang Biak Dalam Tubuh Dan Menyebar Ke Lingkungan Dan Menular Ke Orang Lain   

Virus Hepatitis A berkembang biak dalam sel hati manusia yang terinfeksi, kemudian virus Hepatitis A ini akan dikeluarkan bersama cairan empedu kedalam saluran pencernaan makanan, dan akhirnya dikeluarkan ke alam bersama feses atau kotoran.

Puncak pengeluaran virus Hepatitis A dalam jumlah yang banyak adalah 2 minggu sebelum mulai timbulnya gejalah warna kuning atau jaundice, atau sebelum terjadinya peningkatan jumlah enzym hati SGOT dan SGPT pada waktu pemeriksaan darah di laboratorium klinik.

Konsentrasi virus dalam feses atau kotoran mulai berkurang dan menurun jumlahnya pada saat gejalah kuning jaundice telah terjadi.

Tetapi anak2 akan tetap mengeluarkan virus dari sistim saluran pencernaannya dalam masa yang lebih lama daripada orang dewasa, dan biasanya masa ini berlangsung hingga 10 minggu sejak tanda jaundice dan gejalah sakit kuning ini timbul pertama kalinya.

 

Mungkin kita ingin mengetahui seberapa seringnya terjadi infeksi virus Hepatitis A di negara maju seperti halnya Amerika ? 

Pada tahun 2009, sebanyak 1987 kasus telah dilaporkan ke US CDC (semacam badan P3M di Indonesia). Dan angka ini diperkirakan adalah laporan jumlah yang tidak sesuai dan lebih rendah dari kenyataan. Diperkirakan sekitar 215,000 kasus infeksi baru terjadi pada kurun waktu yang sama.

Menurut catatan sejarah, jumlah kasus infeksi akut Hepatitis A ini bersifat siklus episodis, dan akan meningkat secara nasional setiap 10 – 15 tahun sekali.

Puncak KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit Hepatitis A di Amerika terjadi pada tahun 1995, dan semenjak itu, angka penderita penyakit Hepatitis A ini menurun terus hingga sekarang. Ini berkat  keberhasilan Program Imunisasi dan kemajuan sanitasi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

 

Bagaimana angka kejadian infeksi penyakit Hepatitis A di Indonesia ?  

Di Indonesia berdasarkan data yang berasal dari rumah sakit, hepatitis A masih merupakan bagian terbesar dari kasus-kasus hepatitis akut yang di rawat yaitu berkisar 39,8-68,3%

Peningkatan prevalensi anti HAV yang berhubungan dengan umur mulai terjadi dan lebih nyata di daerah dengan kondisi kesehatan dibawah standar. Sebagian besar infeksi dengan virus Hepatitis A yang didapat pada awal kehidupan, yaitu dimasa balita.

Pada Tahun 2011-2012, dilaporkan terjadi kejadian luar biasa hepatitis A di beberapa daerah seperti Bandung, Bogor, Lampung Timur, Depok, dan Tasikmalaya. Kejadian ini sering mengenai anak sekolah dan mahasiswa (Depkes, 2012).

(Data dari http://repository.maranatha.edu/2690/3/0910157_Chapter1.pdf )

 

Lebih dari 75% anak dari berbagai benua Asia, Afrika, India, menunjukan sudah memiliki anti-HAV pada usia 5 tahun, yang artinya mereka ini telah terinfeksi dengan virus Hepatitis A ini sejak usia masih dini.

Sebagian besar infeksi Hepatitis A Virus (HAV) didapat pada awal kehidupan, kebanyakan asimtomatik tanpa gejalah, atau sekurangnya anikterik (tidak ada warna kuning yang spesifik).

Infeksi virus Hepatitis A lazim terjadi pada anak dan dewasa muda. Terdapat peningkatan insidensi pada musim tertentu yaitu pada musim gugur dan musim dingin.

(Data dari http://eprints.undip.ac.id/44531/2/Dhaneswara_Adhyatama_W_22010110120016_Bab1KTI.pdf )

 

Cara Akurat Mendiagnosa Penyakit Hepatitis A – Pemeriksaan Laboratorium Klinik  

Karena gejalah penyakit Hepatitis A itu tersamar dengan gejalah penyakit infeksi yang lain, maka sering kali dokter mengandalkan juga pemeriksaan laboratorium Klinik untuk menunjang kepastian hasil pemeriksaan fisik penderita penyakit Hepatitis A.

Ada beberapa parameter laboratorium yang bermanfaat untuk membantu menegakkan diagnosa pasti penyakit Hepatitis A, antara lan adalah :

  • Anti – HAV : yaitu adalah total jumlah antibody terhadap antigen virus Hepatitis A, yang terdiri dari IgG (imunoglobulin G) dan IgM (imunoglobulin M). Bila dalam darah ditemukan kedua jenis antibody ini, berarti orang tersebut sedang menderita infeksi virus Hepatitis A yang akut atau orang tersebut sedang dalam proses penyembuhan
  • IgM Anti HAV : Pada mayoritas penderita, serum IgM anti-HAV mulai terdeteksi dalam darah 5 – 10 hari sebelum timbulnya gejalah penyakit Hepatitis A, dan IgM ini akan bertahan hingga 6 bulan lamanya. Bila ditemukan jenis IgM anti terhadap antigen virus Hepatitis A, maka berarti pernah terjadi infeksi baru virus Hepatitis A dalam masa 6 bulan atau kurang dari itu. IgM anti HAV ini pertanda terjadi penyakit Hepatitis A yang akut
  • IgG Anti – HAV : Muncul lebih lambat dan mengindikasikan fase pemulihan, pasca infeksi, atau mulai terjadinya imunitas kekebalan tubuh. Sekitar 45-50 % penderita HAV dapat memiliki IgG anti-HAV yang menetap seumur hidupnya. (http://labkesehatan.blogspot.co.id/2010/03/profil-hepatitis.html)

Kedua jenis antibody IgG dan IgM ini sudah mulai terdeteksi pada masa awal terjadinya infeksi, dan tetap terdeteksi dalam darah seumur hidup dan berefek memberikan perlindungan atau kekebalan yang juga seumur hidup infeksi virus dan penyakit Hepatitis A ini.

 

 

Seberapa berbahaya Penyakit Hepatitis A ? Apakah penderita penyakit Hepatitis A ini akan meninggal ?  

Penyakit hepatitis A cukup berbahaya, angka kematian penderita penyakit ini sekitar 0.9% (data dari Amerika).

Namun usia lanjut dan penderita penyakit hati yang khronis akan meningkatkan angka kematian akibat penyakit Hepatitis A ini

 

Apakah Penyakit Hepatitis A Bisa Diatasi Atau Dicegah? 

Penyakit Hepatitis A dengan gampang bisa dicegah dengan perbaikan lingkungan hidup yang higienis, perubahan pola hidup yang sehat, dan tentu saja dengan pemberian imunisasi vaksinasi anti Hepatitis A pada golongan usia dan penduduk yang rentan terhadap penularan penyakit virus ini.

 

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

 

 

Related For Vaksin Hepatitis A – Penyakit Hepatitis A