Traveler Vaccine – Vaksin untuk Wisatawan

Traveler Vaccines – Vaksin untuk Wisatawan

Saat terbangun pagi ini, saya tersadar bahwa sekarang sudah diujung bulan Juni 2012, yang berarti mulai bulan Juni ini hingga nanti akhir Juli 2012 adalah bulan liburan panjang untuk semua anak-anak sekolah di Indonesia, masa yang sanagt dinanti-nantikan oleh semua orang tua dan anak-anak mereka, saat yang indah untuk memulai perjalanan wisata keluar kota, keluar negeri, untuk mengunjungi objek wisata maupun mengunjungi sanak keluarga yang hanya sempat ditemui pada saat liburan sekolah seperti sekarang ini. Mungkin juga ada yang sedang merencanakan untuk perjalanan melakukan ibadah keagamaan seperti ibadah Haji, Umroh atau perjalanan lain seperti mengunjungi Tanah Suci dan lain-lain.

Traveler vaccine,wisatawan

Persiapkan perjalanan Anda (Source: Google Image)

Liburan apapun yang kita rencanakan tentu memerlukan persiapan yang matang dan direncanakan dengan baik, bukan hanya menyangkut dokumen yang diperlukan seperti surat perjalanan passport, visa berkunjung ke negara yang kita ingin tuju, rencana keuangan, penginapan, buah tangan yang akan kita beli dan bawa pulang untuk sanak saudara kita yang menanti kepulangan kita, tapi juga persiapan dari segi fisik dan mental kita, lebih spesifik adalah kesehatan kita sendiri sebagai pelaku perjalanan ini. Apakah kita dalam kondisi yang bagus untuk perjalanan ini ?

Apa kiranyanyang harus kita perhatikan, bila ingin melakukan perjalanan dalam negeri maupun keluar negeri ?

Pertama adalah status kesehatan kita harus dalam keadaan prima, tidak sedang menderita suatu penyakit akut, yang memerlukan perhatian dan pengobatan segera, demikian juga bila kita memang menderita penyakit khronik menahun, seperti misalnya penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, penyakit paru atau penyakit ginjal dan penyakit hati, maka kita harus mengetahui dengan pasti bahwa penyakit khronik menahun  ini telah benar-benar dalam kondisi terkontrol, tidak sedang mengalami “ke-kambuhan”  yang mendadak, dan bahwa kondisi kita ini tidak akan terpengaruh dengan melakukan perjalanan jauh, memakai pesawat terbang yang akan terbang sekian belas jam atau kapal laut yang akan berlayar sekian minggu ditengah laut lepas.

Bila  jawaban nya adalah positif dan baik, maka kita mulai melihat persiapan apa yang harus kita lakukan untuk mlakukan perjalanan wisata kita.

Karena kita akan meninggalkan rumah kita, menginap  ditempat baru yang akan kita kunjungi, dan memakan semua makanan yang akan kita temukan ditempat baru tersebut, dan biasanya penyakit yang sering timbul pada para wisatawan adalah berkaitan dengan makanan dan minuman yang mereka santap dan minum, juga berkaitan dengan tempat yang mereka akan tinggal seprti hotel, rumah penduduk atau hostel, karena makanan minuman yang didapatkan dan juga kebersihan tempat tinggal tidak menjamin seperti sewaktu kita ada dirumah kita sendiri.

Dalam buku International Travel and Health” 2007 dari World Health Organization, dikatakan bahwa statistik tahun 2005 dari The World Tourism Organization, kunjungan turis seluruh dunia telah melebihi 800 juta orang, mayoritas sebanyak 50% atau sekitar 402 juta adalah turis internasional dengan tujuan kunjungan berlibur, rekreasi dan bersenang-senang, lalu sebanyak 42% atau sekitar 337 juta adalah turis untuk kunjungan teman dan keluarga, wisata agama seperti ibadah Haji dan untuk mencari pengobatan, sisanya sekitar 8% adalah turis yang tidak jelas tujuan kunjungannya.

Perjalanan internasional  bisa menyebabkan hal-hal atau resiko yang tidak di-inginkan bagi kesehatan si wisatawan, dan hal ini sepenuhnya sangat tergantung pada sifat perjalanannya dan si wisatawan itu sendiri. Misalnya terjadi perubahan ketinggian yang mendadak, pada saat mengunjungi tempat dataran tinggi misalnya, atau perubahan temperature atau suhu udara dan kelembaban udara setempat yang drastis daripada tempat asalnya, ataupun paparan terhadap kuman atau bakteri yang terdapat endemik ditempat tujuan wisata itu. Juga bagi wisatawan yang telah mempunyai kondisi penyakit khronis, maka penyakit khronisnya mungkin saja menjadi “kambuh kembali” sebagai akibat keadaan kebersihan dan higiene tempat akomodasi yang tidak memadai, pelayanan medis yang tidak terdapat atau memadai ditempat wisata tersebut, misalnya fasilitas cuci darah atau hemodialise bagi penderita gagal ginjal khronik, atau tidak terdapat fasilitas air bersih.

Resiko yang terkait dengan perjaanan wisata bisa kita sebutkan dibawah ini:

1. Tujuan wisata : dimana sanitasi dan higiene sangat penting bagi semua       wisatawan, terutama bagi wisatawan dengan kondisi kesehatan yang telah menderita penyakit khronik menahun,maka fasilitas kesehatan adalah mutlak diperhatikan untuk  mengatasi kondisi kesehatan yang mungkin saja berubah secara tidak terduga sebelumnya. Juga perhatikan ditempat tujuan wisata itu jenis penyakit infeksi yang  sedang berjangkit atau jenis penyakit infeksi endemik, hal  ini bertujuan untuk mempersiapkan obat-obatan yang diperlukan, juga vaksinasi pencegahan bila memang tersedia untuk penyakit tersebut, misalnya obat anti malaria untuk daerah wisata dengan endemik penyakit malaria, atau vaksin rabies untuk daerah wisata yang sedang terserang wabah penyakit anjing gila.

2. Lama dan musim apa sewaktu perjalanan wisata ini dilakukan :

Lamanya perjalanan dan musim setempat sewaktu perjalanan wisata kita lakukaan sangat berpengaruh terhadap kesehatan si wisatawan, semakin lama berada disuatu wilayah wisata, maka semakin besar kemungkina si wisatawan terpapar dan terinfeksi dengan penyakit infeksi endemik daerah tersebut, misalnya penyakit malaria, demam berdarah dengue bahkan penyakit anjing gila. Demikian halnya juga dengan musim atau cuaca setempat, misalnya musim dingin atau musim panas, dengan perubahan mendadak suhu udara dan kelembaban nya  tentu akan mengakibatkan perubahan metabiolisme, sistim imun dan daya tahan tubuh, dan kondisi kesehatan secara umum. Juga jangan lupakan faktor polusi udara dan asap yang terjadi didaerah kota besar dan daerah industri.

3. Tujuan perjalanan wisata tersebut :

Tujuan wisata ini sangat berhubungan erat dengan kesehatan wisatawan tersebut, misalnya bila tujuan perjalanan ini adalah untuk menghadiri pertemuan kantor atau seminar, biasanya tempat menginap adalah di fasilitas akomodasi dengan syarat kebersihan yang memadai, lain halnya dengan tujuan perjalanan berlibur yang menginap difasilitas yang sederhana, dengan higiene dan sanitasi seadanya, ini tentu akan menjadi perhatian utama selama perjalanan tersebut. Selain itu, juga kebiasaan wisatawan sendiri, misalnya berada diluar rumah atau ruangan tanpa pakaian memadai yang menutupi bagian tubuh sehingga memudahkan terjadinya infeksi malaria atau demam berdarah dengue. Atau tidak berhati-hati dengan kebersiha makanan minuman yang disantap.

4. Kebiasaan si wisatawan :

Tingkah laku dan pola hidup sehat sangat penting bagi wisatawan selama melakukan perjalanan wisata, pola makan minum yang sehat, menjaga kesehatan dengan berolah raga setiap ada kesempatan,  dan selalu berhati-hati dalam pola kehidupan seksual si wisatawan untuk menghindari penyakit infeksi akibat hubungan kelamin yang sembarangan.

5. Kondisi kesehatan wisatawan sebelum melakukan perjalanan wisata :

Mengetahui dengan pasti keadaan dan kondisi penyakit khronik kita, lakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter yang merawat kita, jelaskan kepada dokter kita berapa lama kita akan pergi, tujuan wisata kita, dan obat-obatan apa saja yang perlu dibawa, persediaan obat-obatan yang mungkin sulit atau mungkin tidak terdapat di tempat tujuan wisata kita., salinan resep obat atau surat keterangan medis tentang kondisi kesehatan kita, yang sebaiknya dalam bahasa Inggris, yang mungkin akan diperlukan oleh faasilitas kesehatan setempat pada saat kita memerlukan bantuan dan pertolongan pertama kedokteran atas kondisi kesehatan kita yang telah ada.

6. Untuk penyakit infeksi endemik yang sedang berjangkit ditempat tujuan wisata kita :

Kita bisa membagi penyakit infeksi ini menurut cara penularan nya, menjadi beberapa golongan penyakit infeksi sebagai berikut:

a. Misalnya penyakit yang ditularkan dengan makanan dan minuman / food and waterborne –> yang biasanya menyebabkan orang diarhe, muntah-muntah dan gejalah gangguan perut lainnya.

Penyakit yang menular dengan cara food and waterborne adalah penyakit tiphus, penyakit hepatits A dan kholera.

Cara mudah menghindari nya adalah dengan menghindari minuman dan makanan mentah, juga yang sudah dimasak, namun yang sudah dingin dan dibiarkan terbuka. Jangan minum langsug dari keran air tanpa memasak terlebuh dahulu, minum minuman dingin dari pendingin bukan dengan es batu yang dibuat oleh pengelolah tempat makan.

b. Penaykait infeksi yang ditularkan melalui vektor seperti serangga, nyamuk, kutu dan lain-lain.

Penyakit ini terdiri dari penyakit demam berdarah dengue, penyakit malaria, yellow fever atau demam kuning dan ensefalitis karena kutu atau tickborne enephalitis

Untuk jenis penyakit-penyakit ini adalah dengan mempergunakan pakaian yang tepat sewaktu senja atau berada diluar ruangan, memakai  insect repellent seperti obat penolak nyamuk yang ada dijual di toko. Obat anti malaria yang bisa diminum sebelum perjalanan, kemudian diminum selama didaerah endemik malaria dan beberapa hari setelah pulang dari daerah tersebut.

c. Zoonosis, penyakit yang ditularkan melalui binatang :

Yang tergolong dalam kelompok ini ada beberapa penyakit, namun yang sering dan juga endemik dinegara kita adalah penyakit rabies atau anjing gila yang ditularkan melalui gigitan anjing atau monyet atau cakaran kelelawar yang sakit.

Untuk mencegahnya yaitu dengan menghindari anjing atau monyet yang bukan peliharaan yang terawat atau yang liar, yang tampak sakit dan liar.

d. Penyakit infeksi airborne, yang ditularkan melalui udara :

Misalnya sewaktu orang yang sakit berbicara, bersin atau batuk, maka akan terjadi semprotan butir-butir air liur dalam udara yang akan dihirup oleh lawan bicara atau orang sekitar tempat itu, dan penyakit akan masuk dalam tubuh dan menginfeksi saluran pernafasan dan menyebabkan penyakit.

Misalnya penyakit influenza, tuberkulose paru atau penyakit TBC paru, cara menghindarinya adalah menjauhi tempat-tempat ramai dan padat, selalu cuci tangan setelah bersentuhan atau bersalaman dengan orang yag sedang batuk atau pilek, pakai masker penutup hidung dan mulut ditempat- tempat padat.

e. Penyakit infeksi karena hubungan seksual yang tidak hati-hati :

Hindari selalu hubungan seksual yang tidak lumrah dan wajar, kalau memang “harus” melakukannya, pakailah pengaman sebelum melakukannya.

f. Penyakit yang ditularkan melalui darah – blood borne diseases, misalnya :

Penyakit hepatitis B, penyakit AIDs dan HIV, yang mana kedua jenis penyakit ini bisa ditularkan melalui transfusi darah dan juga melalui hubungan seksual tanpa pengamanan yang cukup dengan penderita penyakit tersebut, sedangkan penyakit malaria biasanya ditularkan melalui transfusi darah.

g. Penyakit yang ditularkan melalui tanah, misalnya:

Beberapa jenis spora kuman yang terdapat ditanah, misalnya spora kuman tetanus dan anthrax yang bisa menginfeki kita melalui kulit yang luka.

Dari paparan jenis-jenis penyakit infeksidan cara penularan penyakit tersebut, kita bisa menentukan dan mengetahui di tempat tujuan wisata kita akan bertemu dengan jenis penyakit apa saja dan bagaimana cara terbaik untuk mencegah atau menghindarinya.

Misalnya untuk penyakit malaria, diarhe, kita bisa mempersiapkan obat anti malaria, juga obat untuk mengatasi diare, kasa pembalut dan obat-obatan untuk merawat luka kecil, obat tetes mata, antiseptik, obat mabuk perjalanan dan lain -lain. Namun yang terpenting jangan lupa membawa obat untuk penyakit khronik kita  dalam jumlah yang cukup .

Untuk beberapa penyakit infeksi food and waterborne, sperti hepatitis A, tiphus, kholera, kemudian untuk penyakit zoonosis seprti rabies, penyakit airborne seperti influenza, juga TBC, penyakit yang bloodborne seperti hepatitis B, dan spora tetanus yang menginfeksi melalui kulit yang luka, semua itu bisa kita menceganya dengan melakukan vaksinasi sebelum kita memulai perjalanan wisata kita.

Tentu sekali perjalanan wisata, kita tidak memerlukan semua vaksin ini, tergantung tujuan wisata kita kemana, kita hanya memerlukan vaksin yang tepat untuk tujuan daerah wisata kita, misalnya,  untuk tujuan ibadah Haji dan Umroh, kita diwajibkan mendapatkan vaksinasi Meningitis, vaksinasi influenza dan vaksinasi polio saja.

Untuk perjalanan ke Eropa, kita mungkin akan memerlukan vaksin influenza untuk mencegah kita terinfeksi dengan virus influenza yang sedang berjangkit disana pada saat musim gugur dan dingin.

Sedangkan untuk tujuan wisata Asia dan Asia Tenggara, vaksin yang dianjurkan adalah vaksin hepatitiis A, dan hepatitis B, juga tiphus dan kholera.

Untuk daerah endemis penyakit rabies anjing gila, seperti di Bali yang sejak tahun 2009 hingga sekarang, mungkin kita perlu ekstra hati-hati  atau sebaiknya disuntik vaksin rabies dahulu sebelum berlibur.

Cara terbaik untuk mengetahui jenis vaksin apa yang kita perlukan, adalah berkonsultasi dengan dokter Anda, dokter akan memberikan petunjuk dan saran vaksin apa yang Anda perlukan, kapan vaksinasi itu harus dilakukan, segi-segi keamanan dan efek samping apa yang mungkin terjadi dengan vaksinasi yang akan Anda dapatkan, dan lain-lain hal yang mungkin Anda perlu ketahui sebelum Anda memulai perjalanan berlibur Anda. (lihat Tips Vaksinasi Untuk Bayi Anak Dewasa dan Orang Tua dalam website ini)

Terakhir adalah mempersiapkan atau membeli Asuransi Kesehatan Internasional untuk perjalanan keluar negeri yang menjadi prasyarat permintaan visa berkunjung ke negara yang akan kita tuju, asuransi ini akan mencakup  perlindungan bila diperlukan perawatan rumah sakit dan dokter, dan tindakan medis yang bersifat darurat, biaya pemulangan ke negara asal, dan hal hal lain yang penting demi kelancaran perjalanan wisata kita.

Selamat menikmati liburan Anda dan kembali lagi dengan segar  dan tetap sehat untuk melanjutkan tugas dan kewajiban Anda !

Happy Journey and Holidays for ALL !

plan your journey ahead,vaksin untuk wisatawan

Plan Your Journey Ahead (Source: Google Image)

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Traveler Vaccine – Vaksin untuk Wisatawan