Tips Vaksinasi untuk Bayi Anak, Dewasa dan Orang Tua

Friday, June 22nd 2012. | Tips Vaksinasi dan Vaksin

 Tips dan kiat untuk melakukan vaksinasi untuk
bayi – anak, dewasa dan orang tua

Tujuan kita melakukan vaksinasi adalah untuk :

1. Mencegah penyakit infeksi yang bisa menyerang dan  menjangkiti kita dengan segala akibatnya

2. Meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi kuman ataupun virus terhadap tubuh kita

3. Mencegah komplikasi penyakit khronik, misalnya penyakit jantung dan paru,diabetes, hipertensi, dan lain penyakit yang sudah ada dalam tubuh akibat serangan bakteri atau virus dari luar tubuh

4. Pencegahan penyakit akan lebih efisien dan ekonomis daripada mengobatan penyakit, sesuai dengan pepatah lama “lebih baik mencegah penyakitdaripada mengobatinya”

vaksinasi bayi,vaksinasi anak,

Vaksinasi untuk Bayi (Source: Google Image)

Apa sebenarnya yang disebut vaksin  dan vaksinasi ?

Vaksin adalah sediaan biologi yang dapat meningkatkan imunitas tubuhterhadap penyakit tertentu.

Sebuah vaksin mengandung bibit penyakit penyebab penyakit tertentu, dan biasanya telah dilemahkan atau dibunuh terlebih dahulu, juga zat racun atau toksinnya atau bahan protein kuman. Sistim imunologi tubuh kita akan mengenali kuman atau virus penyerang dan membunuhnya

(definisi vaksin menurut Wikipedia, date 21 June 2012)

Apa itu vaksinasi ?

Berikut ini adalah kutipan dari buku “Vaccines, 5th Edition” oleh Stanley Plotkin dkk sebagaiberikut : “Vaccination as a deliberate attempt to protect humans against disease” yang diterjemahkan bebas seperti ini “vaksinasi adalah suatu usaha untuk melindungi manusia terhadap penyakit”

Jadi dengan memberikan vaksin kepada seseorang adalah dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan cara merangsang sistim imunologi tubuh untuk membuat zat antibody guna melawan dan menghancurkan bakteriatau virus yang menyerang tubuh kita.

Secara alamiah, tubuh kita juga akan menjadi kebal terhadap suatu jenis penyakit bila kita telah menderita sakit tersebut dan kemudian berhasil sembuh, maka dalam tubuh kita akan ditemuan banyak zat antibody yang dapat melawan penyakit yang sama dimasa akan dating.

Sehingga tindakan vaksinasi boleh kita anggap seperti membuat tubuh seolah-olah diserang bibit penyakit, namun kuman atau virus penyebab penyakitnya sudah dimatikan atau dilemahkan sebelumnya, sehingga kita tidak sampai menderita sakit, tapi sebaliknya akan merangsang sistim imunologi tubuh kita membuat banayk zat antibody untuk melawan penyakit yang samadimasa akan datang.

Dengan kata lain, tindakan vaksinasi akan membuat tubuh kita menjadi kebal tehadap serangan bibit penyait tertentu. Inilah tujuan vaksinasi atau imunisasi.

Supaya mendapatkan hasil vaksinasi yang optimal, hal apa saja yang harus kitaperhatikan secara sungguh sungguh ?

Yang harus kita perhatikan adalah :

1. Dari segi  vaksin yang akan dipergunakan :

- Apakah vaksin yang kita akan pakai itu masih baik, artinya belum kadaluarsa    (expiration date)

- Apakah vaksin tersebut ditransport, disimpan dengan baik tidak kena paparan  sinar matahari langsung, dengan memperhatikan suhu sewaktu mengirim vaksin/rantai dingin vaksin/cold chain vaccine,dan juga selama penyimpanan vaksin di rumah sakit atau klinik dokter

- Suhu sewaktu transportasi dan penyimpanan vaksin yang dianjurkan untuk mayoritas vaksin adalah antara 2 derajat hingga 8 derajat Celcius,tidak boleh dibawah 2 derajat Celsius mendekati titik beku ataupun diatas 8 derajat,karena komponen aktif vaksin yang terdiri dari protein kuman atau virus akan menjadi rusak,akibatnya vaksin menjadi tidak efektif lagi untuk mencegah penyakit yang dituju,hal ini sering menyebabkan terjadinya kasus kegagalan vaksin/vaccine failure.

- Sebelum anda divaksinasi, minta dokter anda memperlihatkan kemasan vaksin juga vaksinnya sendiri yang akan dipergunakan,agar supaya anda sendiri juga yakin dan tahu vaksin jenis apa, berapa jumlah milliliter/CC vaksin yang akan disuntikkan,perhatikan waktu pembuatan vaksin dan waktu kadaluarsa vaksin, penampilan fisik vaksin sendiri,apakah jernih,tidak berwarna,tidak keruh dan tidak ada endapan ataupun pertikel lain dalam larutan vaksin.

2. Dari diri anda sendiri atau anak anda yang akan diberikan vaksinasi :

- Apakah anda atau anak anda sehat?
Tidak sedang menderita suatu penyakit infeksi,tidak  sedang demam,tidak menderita alergi terhadaap suatu zat tertentu atau alergi terhadap obat-obatan tertentu? Misalnya terhadap obat antibiotik.

Karena kondisi tidak sehat itu dapat menyebabkan hal yang tidak kita inginkan, misalnya demam anak anda akan menjadi lebih tinggi setelah mendapat vaksinasi DTwP vaksin daripada kalau anak anda sehat tidak sedang demam

- Ingat bahwa vasinasi bukan tindakan urgent atau darurat,seperti tindakan bedah,yang harus segera dilakukan pada saat itu juga,namun vaksinasi adalah suatu tindakan elektif,artinya bisa kita rencanakan sebelumnya,tindakan pencegahan yang waktu pelaksanaannya boleh kita pilih dan tentukan secara leluasa,jadi tidak harus terburu-buru atau tergesa-gesa

- Lakukan vaksinasi pada saat kondisi kesehatan anda atau anak anda sedang baik,tidak sedang menderita suatu penyakit infeksi.
Bila sedang sakit,sebaiknya tunggu setelah sembuh baru dilakukan vaksinasi.
Tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi anak dan anda sendiri.

- Ingat memberitahu kepada dokter yang akan melakukan vaksinasi apabila anda menderita alergi terhadap makanan,misalnya terhadap telor, susu hewan juga bila alergi terhadap obat obatan antibiotik ataupun obat yang lain

3. Vaksinasi bisa dilakukan dimana saja?
Apakah aman ?
Efek samping apa yang mungkin terjadi setelah menerima vaksinasi ?

- Vaksinasi cukup aman,bila dilakukan dengan baik dan benar, dan efek samping yang sering kali terjadi adalah berupa reaksi lokal.seperti nyeri sewaktu disuntik dan setelah disuntik,warna kulit yang kemerahan ditempat suntikan,teraba ada benjolan ditempat suntikan,demam yang tidak terlalu tinggi sekitar 37 derajat Celsius.

Semua ini adalah reaksi lokal akibat vaksinasi yang paling sering dijumpai,dan akan sembuh atau akan hilang dengan sendirinya beberapa hari setelah vaksinasi.

- Ada kemungkinan juga, namun sangat jarang sekali terjadi,yaitu reaksi efek samping yang serius,seperti alergi terhadap komponen yang terdapat dalam vaksin, misalnya antibiotik dalam jumlah yang sangat kecil (trace amount) yang ditambahkan dalam vaksin,atau terhadap zat protein vaksin itu sendiri.

- Vaksinasi seharusnya dilakukan di rumah sakit, di klinik dokter, atau di fasilitas kesehatan yang baik,yang lengkap failitas tindakan pertolongan pertama,artinya bila terjadi kegawat-daruratan medis setelah vaksinasi,misalnya terjadi efek samping yang tidak diduga sebelumnya,seperti alergi hebat hingga terjadi shock,maka rumah sakit atau klinik dokter fasilitas vaksinasi yang lengkap akan bisa mengatasi keadaan gawat darurat tak terduga ini dengan baik.

- Vaksinasi harus dilakukan oleh seorang dokter,atau seorang perawat atau bidan yang telah berpengalaman memberikan vaksinasi,dan harus berada dibawah pengawasan dan tanggung jawab seorang dokter.

- Setelah diberikan vaksinasi,anak anda atau anda harus tetap berada di rumah sakit atau klinik tersebut selama kira kira 30 menit untuk diobservasi,sekali kali jangan segera meninggalkan tempat vaksinasi begitu vaksinasinya selesai diberikan,karena ada kemungkinan reaksi atau efek samping tak terduga terjadi beberapa saat setelah vaksniasi selesai diberikan (efek samping yang lambat)

- Bila terjadi hal demikian,maka anda atau anak anda yang masih berada dalam lingkungan rumah sakit atau klinik vaksinasi terkait, akan segera memperoleh pertolongan medis yang sangat diperlukan untuk mengatasi reaksi efek samping vaksinasi ini.

4. Jenis vaksin apa saja yang saya perlukan?
Apakah saya harus mendapatkan semua vaksin ?

- Ingat bahwa vaksin itu cukup mahal,sehingga pemberian vaksinasi yang benar dan bertanggung jawab adalah dokter hanya memberikan vaksin yang memang diperlukan oleh orang tersebut.

- Jenis vaksin yang diberikan dokter juga tergantung pada usia pasiennya,apakah ini vaksin untuk bayi,untuk anak atau orang dewasa atau orang tua

Karena untuk usia tertentu,maka jenis vaksin yang diperlukan juga berbeda,misalnya kita tidak akan memberikan jenis vaksin anak,seprti vaksin Hib atau vaksin DTP untuk orang dewasa,demikian sebaliknya

- Jenis vaksin yang diberikan juga tergantung tujuan pemakaian vaksin tersebut,misalnya kita hanya memberikan vaksin Yellow Fever atau vaksin Demam Kuning untuk orang yang akan berkunjung ke Afrika dan Braziia,vaksin meningitis dan polio juga influenza yang mutlak untuk para Jemaah haji dan umroh

- Dengan kata lain,pemakaian vaksin juga tergantung apakah daerah tersebut merupakan daerah endemik suatu penyakit atau bukan,seperti contoh kita diatas.
Kita tidak memerlukan vaksin rabies untuk penyakit anjing gila,kalau didaerah kita tidak ada penyakit demikian.

- Jadi pakailah vaksin sesuai dengan kebutuhan  kita dan juga usia kita

- Bila anda akan melakukan perjalanan kesuatu Negara atau daerah, tanyakan kepada dokter anda,kira kira jenis vaksin apa yang anda dan keluarga anda perlukan,dokter anda akan memberikan rekomendasi kepada anda jenis vaksin yang anda dan keluarga mutlak diberikan sebelum anda pergi ke tempat tersebut.
(International Travel  and Health, World Health Organization, 2007)

TIP YANG SANGAT PENTING SEBELUM ANDA BEPERGIAN KELUAR NEGERI :

Untuk jenis vaksin yang baru pertama kali akan kita pergunakan,misalnya kita akan berangkat menunaikan ibadah Haji dan Umroh untuk pertama kali,maka diperlukan waktu tenggang (leak time)  mimimal 14 hari atau 2 minggu untuk vaksin meningitis polio dan influenza yang disuntikkan, supaya vaksin vaksin tersebut berfungsi melindungi kita ,yaitu sejak hari pertama dimana anda divaksinasi hingga hari anda berangkat (Program Haaji atau Umroh misalnya),minimal harus 14 hari atau 2 minggu.

Ini bertujuan agar supaya tubuh anda sudah membentuk antibody yang cukup untuk menangkal bibit penyakit yang mungkin akan menyerang tubuh anda sewaktu tiba ditempat baru dengan penyakit endemic tersebut.

Konsekuensi apa bila kita tidak memenuhi tenggang waktu (leak time) ini ? Besar kemungkinan kita akan ditahan di fasilitas karantina negara tujuan atau yang lebih hebat lagi kita tidak diizinkan memasuki negara tersebut dan akan dipulangkan ke negara asal kita dengan pesawat penerbangan berikutnya.

Data vaksinasi untuk tujuan perjalanan internasional,termasuk untuk  ibadah Haji dan Umroh, akan tercatat dalam buku vaksin international (ICV) yang berwarna kuning. Buku vaksinasi ini adalah milik setiap penumpang pesawat atau kapal laut trayek internasional, yang akan dipergunakan oleh pejabat Kesehatan Pelabuhan atau Airport negara tujuan memonitor dan memeriksa apakah pengunjung yang datang dari luar negeri sudah memenuhi syarat2 kesehatan termasuk vaksinasi wajib, sebelum memasuki wilayah negara mereka.

tags: , , , , , , , ,

Related For Tips Vaksinasi untuk Bayi Anak, Dewasa dan Orang Tua