Target WHO: Tahun 2018 Polio End Game !

Target WHO : Tahun 2018 Eliminasi Penyakit Polio Dari Seluruh Dunia…

Ditemukan Vaksin Polio Pertama di dunia. Source: Google free image

Ditemukan Vaksin Polio Pertama di dunia.
Source: Google free image

Pada bulan April 1955 telah di-umumkan keberhasilan uji klinik vaksin polio pertama yang belum lama ditemukan dan dipergunakan untuk mengatasi dan mencegah kelumpuhan (bahkan kematian) akibat penyakit polio. Lalu 18 bulan kemudian, disajikan kepada dunia foto bintang rock n roll terkenal Elvis Presley yang tersenyum lebar dan sedang menerima suntikan vaksin polio sebagai bagian dari program edukasi massal tentang kampanye anti penyakit polio dan vaksinasi polio di Amerika. Maka pada tahun 1979, sebuah penyakit poliomyelitis yang selama 27 tahun telah membuat cacat dan melumpuhkan 21,269 anak dinyatakan di-eliminasi atau disingkirkan dari negara Amerika Serikat.

Bintang Rock n Roll Elvis Presley dan vaksinasi polio Source: Google free image

Bintang Rock n Roll Elvis Presley dan vaksinasi polio
Source: Google free image

Kasus terakhir yang disebabkan oleh virus polio liar di Amerika adalah 12 tahun kemudian setelah Amerika dinyatakan bebas polio. Dalam waktu beberapa dekade berikutnya polio vaksin telah mencapai sukses demi sukses untuk mengenyahkan penyakit polio dari benua Eropa, negara China dan beberapa bagian lagi dari dunia. Tahun 2000 ditargetkan oleh WHO atau Baadan Kesehatan Dunia, sebagai tahun dimana penyakit polio telah dienyahkan dari seluruh dunia (Polio End Game).

Namun pada tahun 2002, terjadi kasus penolakan imunisasi polio di beberapa bagian dari India, yang menyebabkan terjadinya kembali KLB polio disana. Juga penolakan vaksinasi karena alasan agama dan budaya telah menyebabkan terjadinya gangguan terhadap kampanye bebas penyakit polio didunia.  

Meskipun telah terjadi penolakan vaksinasi dan imunisasi polio dibeberapa negara, jumlah kasus polio telah menurun hingga hanya 291 kasus yang ditemukan tahun lalu. Dalam beberapa bulan pertama tahun 2013 WHO atau Badan Kesehatan Dunia telah menemukan adanya 22 kasus di 5 negara. Penurunan jumlah kasus baru polio ini telah memberi keyakinan kepada para ilmuwan untuk membuat target baru untuk mengeliminasi atau mengenyahkan penyakit polio dari muka bumi. Lebih dari 400 illmuwan dari 80 negara telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung rencana WHO pada tahun 2018 mengenyahkan penyakit polio dari seluruh dunia.(WHO Year 2018 Polio End Game) 

Bahaya yang membayang terhadap keberhasilan Rencana WHO; 2018 Polio End Game Untuk Seluruh Duia : 

Antara lain : Masalah stabilitas di Afganistan dan Pakistan bisa menggagalkan rencana vaksinasi dinegara tersebut. Karena telah terjadi pembunuhan terhadap tenaga sukarelawan vaksinator polio di Pakistan dan Nigeria beberapa bulan yang lalu. Dimana telah berkembang cerita bahwa CIA telah mempergunakan vaksinasi program untuk aktifitasnya telah menjadi motiv pembunuhan tersebut. Untuk menghilangkan resiko, maka rencana tahun 2018 Polio End Game harus  dilaksanakan dengan cara kampanye vaksinasi yang singkat, dan tidak menyolok.

Cara apapun yang dijalankan, maka kampanye ini memerlukan dana. Para ilmuwan telah menetukan budget sejumlah USD 5.5 miliard untuk mengeliminasi penyakit polio. Setipakali terjadi KLB polio disuatu negara, maka diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh kejadian KLB dinegara tersebut. Seperti laporan yang disampaikan oleh Melinda Gate Foundation, bahwa diperlukan sekitar USD 500 juta untuk mengatasi masalah yang timbul karena adanya KLB polio di Afrika pada pertengahan tahun 2000an.

Melinda Gates Foundation dan Rotary International diharapkan bisa menyumbang banyak untuk program meng-eliminasi penyakit polio dari seluruh dunia pada tahun 2018 untuk selama lamanya, seperti yang dicanangkan oleh WHO.  

Bagaimana situasi penyakit polio di Indonesia ?

Indonesia pernah mengalami masa dimana hampir 10 tahun berturut-turut tidak lagi ditemukan adanya kasus baru penyakit polio, sampai suatu waktu di bulan Mei 2005, kita dikejutkan dan dibangunkan dari mimpi kita dengan terjadinya dan ditemukan kasus pertama lumpuh layu akibat ulah virus polio, didesa Cidahu, di kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disuatu desa yang sebetulnya tidak terlalu terpencil dan tidak terisolir. Dan seperti penyakit infeksi lain, yang sangat infeksius dan mudah menular melalui cemaran air dan lingkungan, maka terjadilah KLB penyakit polio dari desa Cidahu ini menyebar hingga ke propinsi lain di Indonesia. Tahun 2005 itu adalah tahun yang menghebohkan bagi dunia kesehatan Indoonesia. 

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Karena menurut data vaksinasi seluruh kabupaten dan desa yang berada di Jawa Barat,  khususnya untuk Sukabumi, disebutkan bahwa cakupan imunisasi vaksinnya, termasuk vaksin polio adalah hampir sempurna, yaitu hampir mencapai 100%, seperti angka cakupan imunisasi daerah lain yang ada di Republik Indonesia…

Kalau demikian apa yang telah terjadi ? Apa ada yang salah dalam hal ini? Setelah diselidiki dengan seksama, ditemukan beberapa hal dan fakta yang kira-kira bisa menerangkan, mengapa tiiba-tiba terjadi KLB penyakit polio, yaitu:

  1. Ternyata cakupan imunisasi untuk desa Cidahu di kabupaten Sukabumi iitu adalah 0%, artinya bayi seluruh desa itu tidak pernah mendapatkan vaksinasi dan imunisasi sama sekali, sehingga bagi bayi dan anak balita tidak mempunyai daya tangkal dan imunitas terhadap penyakit polio ini.
  2.  Virus polio yang menjadi penyebab KLB Polio di Cadahu ternyata adalah berasal dari virus polio negara Nigeria, yang menyebar hingga kenegara Saudi Arabia, dan dibawa pulang oleh tenaga kerja Indonesia yang tertular ke desa Cidahu. Jadi ini adalah kasus impor penyakit polio untuk negara yang telah lama tidak pernah terjadi kasus polio yang virusnya berasal dari setempat atau kasus polio lokal.  

Maka sejak tahun 2005 hingga beberapa tahun berikutnya, pemerintah atau Depkes kita sibuk melakukan vaksinasi polio PIN hingga berkali-kali yang mencakup banyak provinsi, dengan biaya yang tidak sedikit, akhirnya KLB polio ini bisa dihentikan. Hingga sekarang Indonesia sudah lebih dari 3 tahun tidak lagi ditemukan adanya kasus polio baru.

Dengan melihat fakta dan kenyataan dilapangan, maka cepat atau lambat, Indonesia akan diumumkan oleh WHO sebagai negara yang telah bebas dari Penyakit Polio. Sebagai persiapan suatu waktu Indonesia oleh WHO akan dinyatakan sebagai negara bebas polio, dan konsekuensinya kita sudah harus beralih dari pemakaian vaksin polio oral (OPV) ke vaksin polio suntikan atau IPV (Inactivated Polio Vaccine).

Dasar pertimbangan untuk mengganti vaksin polio oral OPV dengan vaksin IPV adalah :

  •  Pada vaksin OPV bisa terjadi kasus lumpuh layu (VAPP) karena akibat vaksin OPV, yang memakai virus yang masih hidup sebagai antigen, meskipun virus polio ini telah dilemahkan sebelumnya (live attenuated virus vaccine). Sebaliknya dengan vaksin IPV, hal lumpuh layu karena vaksin (VAPP)tidak mungkin terjadi, karena virus polio yang dipergunakan telah dimatikan,  sehingga tidak mungkin menyebabkan kelumpuhan
  • Virus hidup didalam vaksin OPV bisa terjadi mutasi genetik, baik selama berada didalam saluran pencernaan kita (karena vaksin OPV diminumkan), maupun nanti dialam terbuka, karena cara membuang kotoran dialam terbuka yang masih banyak dilakukan oleh penduduk Indonesia, bukan didalam toilet, maka virus polio asal vaksin akan terjadi mutasi genetik (VDPV), virusnya menjadi virus polio liar yang patogen dan dapat menimbulkan KLB polio. Sehingga vaksin polio oral atau OPV itu diibaratkan seperti kita memasang bom waktu, yang kira-kira sekitar 4 tahun sekali akan terjadi KLB polio karena ulah virus polio dari vaksin polio yang telah mengalami mutasi genetik, menjadi virus polio liar yang ganas
  •  Virus yang dipergunakan oleh vaksin IPV itu adalah virus polio yang telah dimatikan, maka kasus lumpuh layu akibat vaksin polio (VAPP) dan kejadian VDPV atau perubahan genetik virus polio menjadi bentuk virus liar dan ganas itu tidak mungkin terjadi. Dengan kata lain dengan pemakaian vaksin jenis IPV, maka kejadian KLB polio dengan siklus 4 tahun sekali, seperti vaksin OPV itu bisa dihilangkan sama sekali. Lagi pula vaksin polio IPV itu cara pemberiannya adalah dengan disuntikkan, bukan diminumkan seperti vaksin polio OPV.  
  • Efektifitas antara vaksin suntik polio (IPV) dengan vaksin oral polio (OPV) adalah hampir sama, dalam uji klinik tidak ada perbedaan menyolok secara statistik, namun vaksin suntik polio adalah lebih baik dalam hal : kemanan (kasus lumpuh layu akibat vaksin / VAPP) dan kemungkinan terjadinya mutasi genetik menjadi virus polio liar dan ganas (VDPV). Pada vaksin suntik IPV hal hal demikian tidak mungkin ditemukan lagi.

Maka pada tahun 2007, pemerintah Indonesia dan DepKes bekerjasama dengan WHO dan salah satu produsen vaksin IPV dunia, telah membuat suatu program “Introduksi Vaksin Polio Suntik Untuk Provinsi Yogyakarta dan Sekitarnya”. Program ini berlangsung selama 5 tahun, untuk mengevaluasi efektifitas, keamanan dan efek simpang vaksin polio suntikan ini. Disamping itu juga memonitor kemungkinan terjadinya kasus lumpuh layu karena vaksin (VAPP) dan kemungkinan adanya VDPV, yaitu virus polio liar yang berasal dari virus vaksin polio. Bila semua ini berjalan baik, dan hasil vaksin polio suntik ini memang sesuai seperti yang ditentukan didalam program, maka secara bertahap dan pasti, seluruh vaksin OPV yang ada akan mulai diganti oleh vaksin polio suntik atau IPV diseluruh Indonesia. Program ini telah selesai pada tahun 2012 lalu, dengan hasil evaluasi vaksin polio suntik IPV yang sesuai  dengan yang ditetapkan dalam program.

Karena ini menyangkut biaya yang tidak sedikit, dan juga diharapkan bila telah tiba waktunya, maka perusahaan vaksin nasional PT Bio Farma sudah mulai sanggup memproduksi vaksin polio suntik dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, maka penggantian vaksin polio OPV ini akan dilaksanakan secara bertahap, hingga nanti seluruh wilayah Indonesia, hanya akan memakai vaksin polio suntik saja. Ini merupakan rencana Pemerintah Indonesia  untuk menyongsong dan ikut ambil bagian dalam rencana WHO, yaitu tahun 2018 adalah Tahun Polio End Game, penyakit polio nanti hanya akan ada didalam catatan sejarah perkembangan dan kemajuan ilmu kedokteran saja…

Hal Yang Perlu Kita Waspadai !

Meskipun nanti bila Indonesia telah dinyatakan sebagai negara yang bebas penyakit polio, vaksin polio suntik tetap harus kita berikan untuk semua  bayi baru lahir dan dosis booster atau dosis penguat diberikan pada balita. Ini untuk mencegah terjadinya kasus polio impor dari negara tetangga yang masih menjadi negara endemik polio. Sampai saat ini masih ada 4 negara di Asia dan Afrika yang dikategorikan menjadi negara endemik penyakit polio, yaitu India, Pakistan, Afganistan dan Nigeria.  

Selama masih ada negara atau bagian dunia lain yang menjadi tempat endemik penyakit polio, maka vaksin anti polio ini tetap kita perlukan, dengan tujuan mencegah terjadinya kasus polio impor, yang virus polio liar berasal dari negara endemik, yang terbawa oleh arus migrasi penduduk dunia ke Indonesia yang telah bebas penyakit poliomyelitis…

2018 polio end game Source: Google free image

2018 polio end game
Source: Google free image

Source: www.selukbelukvaksin.com

Vaccine Saves Lives !

Vi

tags: , , , , , , , , ,

Related For Target WHO: Tahun 2018 Polio End Game !