Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi July 2013

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

————————————————————————————————–

Kumpulan Pertanyaan dan Jawaban Tentang Vaksin dan Masalah Vaksinasi Untuk Periode Bulan July 2013 :

Kelompok Vaksin Hepatitis B

  • Dok mau nanya, klo ibu dr suami saya terkena hepatitis b, tp stlh priksa HbsAg suami saya non reaktive apakah perlu vaksinasi lg tuk pencegahan, bagaimana baiknya ya dok?

Jawab:Untuk penyakit hepatitis B kita sebaiknya menganut prinsip selalu memberikan vaksinasi anti hepatitis B ini terutama untuk mereka yang masih belum tertular dan rentan seperti suami ibu, karena penyakit ini sangat menular (bahkan lebih mudah menular daripada penyakit HIV-AIDs), lagi pula penyakit hepatitis B ini endemik dinegaraa Indonesia dan Asia. Kita tidak tahu kapan, dimana dan bagaimana kita bisa terinfeksi. Vaksin ini cukup aman dan terjangkau harganya. Detailnya ibu bisa membaca di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-hepatitis-b/ 

 

Kelompok Vaksin Pneumonia:

  •   Dok …….anak sy yg pertama usiax sdh 2 thn 7 bln , sdh imunisasi PCV tapi cuman 2 x, rencanax sy mau imunisasi sekali lagi tp  dgn vaksin PNEUMO 23, apakah bisa di imunisasi  dgn vaksin PNEUMO23 sedang imunisasi yg 1 dan ke 2 dgn vaksin PCV……….

Jawab: Untuk imunisasi pneumonia, yang sebelumnya ibu berikan vaksin jenis PCV untuk dosis ke1 dan ke2, dosis ke3 ibu ingin berikan vaksin jenis PPV yaitu vaksin Pneumo23. Menurut data yang ada, vaksin Pneumo23 itu di-indikasikan untuk bayi yang telah berusia >2 tahun, dan bisa diberikan sebagai dosis booster untuk bayi yang sebelumnya mendapat vaksin jenis PCV.

Saat ini bayi ibu telah berusia 2 tahun 7 bulan, dan akan mendapatkan vaksin pneumonia booster dosis ke3, maka sebenarnya ibu bisa mempergunakan vaksinjenis Pneumo23 untuk dosis booster buat bayi ibu. Dengan syarat bahwa dosis terakhir vaksin jenis PCV telah diberikan lebih dari 8 minggu yang lalu sebelum ibu berikan jenis vaksin Pneumo23 ini.

 

Kelompok Vaksin Influenza:

  • dok, dosis pemberian vaksin influenza untuk anak 6-36 bulan setahu saya 0,25 ml.. vaksin fluarix yg saya beli kemasannya dosis 0,5 ml.. saat ini belum saya vaksinkan ke anak saya.. sebaiknya nanti saya vaksinkan 0,25 ml saja atau 0,5 ml? kalau sebaiknya hanya 0,25 ml, lalu yg 0,25 ml sisanya bagaimana? dibuang atau bisa divaksinkan utk selanjutnya? kalau bisa divaksinkan utk selanjutnya, jarak brapa lama dgn vaksin influenza yg pertama? terima kasih sebelumnya.

Jawab: Terima kasih untuk kunjungan ke website http://www.selukbelukvaksin.com dan juga pertanyaan Anda tentang vaksin influenza untuk bayi. Memang benar bahwa untuk bayi berusia 6 bulan – 3 tahun, dosis vaksin influenza adalah 0.25 cc sekali pemberian. Kalau ini adalah vaksin influenza yang pertama untuk bayi kita, maka mereka perlukan 2 dosis untuk mendapatkan proteksi yang seharusnya, yang waktu interval pemberian antara dosis ke1 dan dosis ke2 minimal 28 hari.(http://www.cdc.gov/flu/protect/children.htm)

Kalau usia bayi sejawat masih < 3 tahun, maka dosisnya adalah 0.25 cc perkali, dosis ke2 adalah setelah selang 28 hari. Vaksin influenza yang sudah dibuka/dipakai tidak bisa disimpan sampai 28hari kemudian.

Saran saya, lebih baik pakai dosis 0.25 cc khusus untuk bayi dan dosis 0.5 cc untuk orang dewasa saja, jadi tidak ada yang terbuang percuma. Sayang harga vaksin mahal kalau dibuang begitu saja….

  • Saya tanya denga marketingnya kok vaksin fluarix (GSK) tidak ada kemasan yang dosis 0,25 ml ya dok ? adanya cuma 1 ukuran dosis, yaitu 0,5 ml…., vaksin influenza merk apa yang ada kemasan dosis 0,25 ml? Terima kasih sebelumnya

Jawab: Fluarix hanya mempunyai kemasan 1 dosis yaitu 0.5 cc saja, dan dosis untuk anak dan dewasa sama saja, yaitu 0.5 cc perdosis pemberian(http://us.gsk.com/products/assets/us_fluarix.pdf).

Hanya saja untuk anak yang pertama kali mendapat vaksin influenza, maka diperlukan 2 dosis dengan waktu interval pemberian 4 minggu minimal.

Jenis vaksin influenza lain misalnya Vaxigrip dosis untuk anak >6 bulan hingga 3 tahun adalah 0.25 cc, dan dosis dewasa adalah 0.5 cc perdosis pemberian.

Selalu perhatikan instruksi pemakaian juga dosis vaksin yang dianjurkan sesuai usia, karena setiap pabrik pembuat vaksin mempunyai skema dosis berhubungan dengan usia, dan cara pemberian vaksin yang spesifik.

  • terima kasih banyak dok infonya.. saya baca info tentang vaksin influenza, ada 2 macam vaksin yg dikeluarkan bulan februari-maret dan september-oktober (north hemisphere dan south hemisphere).. untuk vaksin fluarix apa ada 2 macam musiman utk north hemisphere dan south hemisphere?

maaf tanya lagi, untuk vaksin pneumo23 itu merk apa ya dok? kalau untuk anak 1 tahun,, lebih baik divaksin synflorix atau yang pneumo23? terima kasih sebelumnya..

Jawab: Untuk semua vaksin influenza dari produsen manapun, seperti yang sejawat baca di website seluk beluk vaksin ini(http://selukbelukvaksin.com/vaksin-influenza-dan-seluk-beluknya/), semua produsen vaksin influenza selalu memakai rekomendasi strain antigen virus infuenza yang direkomendasikan oleh WHO, demikian juga GSK dengan vaksin Fluarix nya (http://hcp.gsk.co.uk/products/fluarix.html).

Komposisi vaksin influenza selalu berganti/berubah setiap tahun, sesuai dengan data surveilans virus infleunza yang beredar didunia yang dikumpulkan oleh negara anggota WHO.

Vaksin pneumonia 23 nama dagangnya adalah Pneumo23, indikasi pemakiannya adalah untuk anak usia >2 tahun, karena ini adalah vaksin jenis polisakharida (PPV) bukan vaksin jenis conjugate (PCV). Kalau untuk anak < 2 tahun sebaiknya pakai jenis PCV saja karena hasilnya lebih baik (reaksi lebih immunogenik)

 

  • maaf dok tanya lagi, saya barusan baca pdf tentang fluarix yang dokter beri webnya diatas.. disitu dibahasnya kok untuk pemberian anak 3 tahun keatas ya? saya tidak menemukan untuk pemberian anak 6 bulan.. sedangkan saya pernah diberi leaflet oleh marketing GSK bahwa vaksin fluarix ini dapat diberikan mulai anak usia 6 bulan.. apakah vaksin fluarix ini aman untuk anak usia 6 bulan? terima kasih sebelumnya..

Jawab: Memang vaksin Fluarix bisa mulai diberikan pada anak berusia 3 tahun keatas dengan dosis 0.5 cc seperti tercantum dalam leaflet produk yang saya berikan websitenya diatas itu (saya lampirkan website GSK lagi ya : http://us.gsk.com/products/assets/us_fluarix.pdf).

Saya tidak tahu kalau di Indonesia GSK juga mempromosikan untuk bayi sejak usia >6 bulan keatas dengan dosis 0.5 cc. Mungkin ibu bisa minta leaflet fluarix yang telah disetujui oleh Badan POM RI, dan konsultasikan dengan dokter vaksinator bayi anda. Atau pakai saja vaksin dari produsen lain yang jelas indikasi dan dosis pemakaiannya untuk bayi 6 bulan keatas.

 

Kelompok Vaksin Varicella dan Vaksin PCV (Pneumonia Conjugate Vaccines)

  • Bisa tidak vaksin Varisela diberikan bersamaan dgn PCV4 ? Besok putri saya genap berusia satu tahun..rencananya mau divaksin varisela. Pas baca panduan imunisasi, ternyata PCV4 jadwalnya diusia setahun jiuga, kalau memang tidak bisa diberikan bersamaan, waktu yang tepat untuk PCV4 kapan?

Jawab: Berdasarkan jadwal imunisasi IDAI tahun 2011, maka jadwal vaksinasi untuk vaksin PCV dosis ke4 (booster) dimulai sejak bayi berusia 12 – 15 bulan, dan varicella sejak berusia 12 bulan. Vaksin PCV adalah jenis vaksin killed (vaksin mati) sedangkan Varicella adalah vaksin hidup (lived attenuated vaccine), jadi kedua vaksin ini bisa diberikan bersamaan waktu kunjungan. kedua jenis vaksin ini tidak boleh dicampur menjadi satu, tetapi diberikan dengan alat suntik dan tempat suntik vaksin yang berbeda (simultaneous vaccination), tidak perlu waktu jedah /interval antara kedua vaksin ini, karena salah satu vaksin ini jenis vaksin mati atau killed vaccine.

  • td da anak tetangga yg lagi kena cacar air main kerumah (mo ngusir kan gak enak) heheheee. fafa 8m boleh gak imun buat cacar air padahal kan dy lum imun campak. atau ada solusi wat mengantisipasi cacar air. HELP ME smart bundsay

Jawab: Vaksin Varicella baru kita berikan pada saat bayi berusia 12 bulan dengan alasan kalau diberikan sebelumnya, maka kemungkinan besar vaksin varicellla ini akan dinetralisir oleh antibody varicella dari ibunya (maternal antibody) sehingga tidak berefek atau minimal efeknya, persis ceritanya seperti dengan vaksin MMR. Jadi dalam kasus diatas, kan bayinya masih berusia 8 bulan, jadi semoga masih ada residu maternal antibody dalam tubuh bayi terhadap virus varicella. Semoga tidak sakit ya

 

Pertanyaan Tentang Vaksin MMR

  • selamat pagi, gesamuners… ada pertanyaan titipan dari kawan saya,kawan saya ibu 2 orang anak, hari minggu kemarin didiagnosa mumps. anak yg pertama (8 th) sudah di MMR, anak yg satu lagi (3,5 th) belum pernah MMR. Sehari sebelum muncul bengkak, si ibu masih menyuapi kue untuk anak terkecil dengan sendok yang sama dengan yang dipakai ibunya. Seandainya anak terkecil diimunisasi MMR secepatnya, apakah membantu mengurangi resiko ketularan? trimakasih atas jawabannya

Jawab: Virus mumps menyebar secara droplet/percikan ludah dengan batuk atau bersin,virus sudah mulai menyebar sebelum terjadi pembengkakan kelenjar hingga 5 hari kemudian. Memang tidak semua orang yang terpapar akan sakit mumps, apalagi bagi mereka yang telah mendapatkan vaksinasi MMR lengkap sebelumnya. Setelah terpapar virus mumps, untuk mereka yang rentan dan menjadi sakit, maka gejalah baru akan timbul setelah 16 – 18 hari kemudian. Untuk yang belum kebal, dianjurkan segera diberikan vaksinasi.

Untuk kasus diatas, dimana anak sudah terpapar dengan ibu yang positif sakit mumps, sebaiknya anak tersebut diawasi 16 – 18 hari untuk melihat apakah terjadi infeksi dan anak menadi sakit.

Karena ada anak yang belum kebal, maka sebaiknya segera diberikan vaksinasi setelah melalui masa observasi 16 – 18 hari tersebut, yaitu setelah yakin bahwa anak tersebut tetap sehat walaupun telah terpapar dengan penderita sakit mumps pada 16 – 18 hari sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

 

Pertanyaan Vaksin Meningitis

  • Dr. Leo, Saya mau bertanya mengenai vaksin Meningitis yang disediakan oleh kebanyakan rumah sakit di Jakarta. Pada umumnya, rumah sakit menyediakan layanan ini bagi umat Muslim yang ingin pergi naik haji. Tetapi tujuan saya adalah untuk pergi ke Amerika (dengan tujuan pembelajaran). Saya diberi tahu dari pihak sekolah bahwa vaksin yang diperbolehkan adalah vaksin MPSV4 atau MCV4. Pertanyaan saya, apa vaksin yang umumnya digunakan di rumah sakit sama? Saya mencoba bertanya kepada teman saya yang mengambil jurusan kedokteran, menurutnya rumah sakit pada umumnya menggunakan vaksin Mencevax. Tapi beliau juga tidak sepenuhnya yakin. Terima kasih atas perhatian Dr. Leo.
Jawab: Kalau saya tidak salah umumnya rumah sakit tersedia vaksin meningitis baik yang jenis MPSV4 (Menomune, Mencefax) juga jenis MCV4(Menveo). Atau salah satu dari jenis ini.
Untuk jemaah haji mereka dianjurkan memakai jenis Menveo, karena menurut produsennya vaksin ini halal untuk umat  Moslem.
Kalau soal efektifitasnya, ketiga jenis vaksin yang saya sebutkan itu sama baiknya. Hanya bedanya yang jenis MPSV itu diberikan mulai anak berusia > 2 tahun hingga dewasa.
Sedangkan jenis MCV4 bisa diberikan sejak bayi berusia > 9 bulan hingga dewasa.Untuk orang dewasa seperti mbak, bisa dipilih jenis MPSV4 atau jenis MCV4, hanya mungkin harganya akan lebih murah yang jenis MPSV4 karena tergolong vaksin yang sudah lama ada di market.Untuk detailnya mbak bisa membaca di website ini :
http://selukbelukvaksin.com/vaksin-meningitis-sejarah-perkembangan-vaksin-meningitis/Semoga menjawab pertanyaan dan membantu mbak.salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com
http://sehatcaraalamiah.blogspot.com
http://leokurniawan.blogspot.com

  • dokter dan bunda..sharing yaa…anak saya 6m direncanakan untuk suntik meningngitis oleh DSAnya jumat ini..yg saya tanyakan apa iya meninggitis diberikan anak usia 6m ?? mohon pencerahaannya terimakasih

Jawab: Tidak semua orang memerlukan vaksin meningitis MPSV4 dan MCV4 (yang mengandung antigen N. Meningitides), karena negara Indonesia bukan daerah endemis penyakit meningitis karena kuman meningococcus ini.

Mungkin maksud DSA adalah memberikan vaksin Hib (biasanya bentuk kombo DTP-Hib atau kombo DTP-Hib-IPV) dan PCV, karena kuman Hib bisa juga menyebabkan penyakit meingitis Hib demikian juga kuman pneumococcus bisa menyebabkan penyakit meningitis.

Kedua jenis vaksin ini (Hib dan PCV) diberikan saat bayi berusia 2,4 dan 6 bulan dan booster saat berusia > 12 bulan.

Sedangkan Vaksin Meningitis (MPSV4 dan MCV4) baru diberikan pada usia > 9bulan, booster selang waktu 2 – 3 bulan setelah dosis yang pertama. Vaksin meningitis MPSV4 dan MCV4 untuk orang yang akan bepergian kedaerah endemik, seperti para jemaah haji.

Jadi siapa saja yang memerlukan vaksin Meningitis MPSV4 dan MCV4 (antigen jenis N. meningitides) ini ? Detail silahkan baca di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-meningitis-sejarah-perkembangan-vaksin-meningitis/

 

Mengenai Vaksin Hib (Haemophilus Influenzae Type B)

  • owh begitu tapi sebelumnya anak saya tidak pernah diberikan hib sampai umur 6 bulan. kalau begitu bagaimana?

Jawab: Kalau seandainya benar bayi tersebut belum pernah mendapatkan vaksin Hib sebelumnya, bayi tersebut bisa diberikan vasin Hib sesuai dengan program catch up. Cukup berikan sisa dosis yang tertinggal saat ini, yaitu dosis pada usia 6 bulan dan selanjutnya booster saja. (bagaimana dengan vaksnasi DTP, polio, Hepatitis B dll?)

  • Selamat Pagi semuanya, ada yg ingin saya tanyakan… menurut jadwal imunisasi rekomendasi IDAI 2011-2012 (tabel waran merah, berbeda dengan di cover gessamun), Polio 4 diberikan pada usia 3 tahun… boleh ngg yah klo sekarang umur anak saya 24m (2 tahun) diberikan simultan bareng DPT dan Hib??

Jawab: Sesuai jadwal IDAI sampai edisi tahun 2011, vaksin polio dosis ke 4 juga vaksin DTP dosis ke4, memang diberikan mulai bayi berusia 18 – 24 bulan. Sedangkan vaksin Hib dosis ke 4 sudah bisa diberikan semenjak bayi berusia 15 – 18 bulan. Ada vaksin kombo 5 in one yang mencakup DTP-Hib-Polio bisa memenuhi kebutuhan bayi anda.

 

Mengenai Vaksin Kombinasi

  • hikari (2m) sudah imunisasi HB di 0bln, kmdian BCG dan polio 1 di 1bln, ssuia jdwl imunisasi dasar lgkp pd buku kia… di umur 2bln ini sy bfikir untuk pk imunisasi combo saja, sy mshawam ttg imun combo… tp ingin anak sy di imunisasi combo krn imunisasinya bs tdk stiap bulan, apa bisa hikari di usia 2bln ini pk imun combo? trmksh sblmnya..

Jawab: Vaksinasi bayi sejak berusia 2 bulan adalah DTP,Hib,polio,PCV. Untuk memudahkan dan mengurangi jumlah suntikan, bisa pakai vaksin kombo DPT-Hib-polio IPV yang dikenal vaksin 5 in one.

  • maaf dok kn mnrt bku KIA jrk suntk DTP1-3 itu 4 mnggu..apa blh disatukn?

Jawab: Vaksin DTP itu adalah vaksin kombinasi terdiri dari difteri, tetanus dan pertusis. Imunisasi lengkap vaksin kombo DTP itu terdiri dari 4 dosis, yaitu dosis ke1 pada bayi usia 2 bulan, lalu dosis ke2 pada usia 4 bulan, dosis ke3 pada usia 6 bulan. Dosis terakhir atau booster DTP diberikan pada waktu bayi berusia >18-24 bulan. Vaksin DTP bisa digabung dengan Hib, Polio (vaksin kombinasi 5 in one), dan Hepatitis B, juga PCV.

 

Pertanyaan Umum Tentang Tujuan Dan Manfaat Vaksinasi

  • hello admin..mw nanya..gini.. beberapa bapak2 di kantor saya kemarin bilang “anak tu ya harus sakit donk, biar imunisasinya kerja, buat apa divaksin klo takut anak sakit..ntr imunisasinya gak kerja donk..”.. emang iya kah klo sakit imun anak dari imunisasi bekerja dan bikin imun anak ntr makin kuat??? klo tidak gimana ya ngejelasinnya ke bapak2 itu… makasih ya..muup klo oot yah…

Jawab: Mungkin maksudnya adalah tubuh kita sudah dilengkapi dengan sistim pertahanan atau sistim imunologi untuk melawan penyakit infeksi yang masuk kedalam tubuh kita, jadi buat apa kita divaksin lagi? Karena mereka berpikir, setiap kali ada kuman atau virus penyakit masuk kedalam tubuh, maka sistim imunologi tubuh akan bekerja membuat antibody melawan bibit penyakit tersebut dan kita menjadi sembuh dan kebal.

Hanya saja yang perlu dicatat disini adalah, ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi bila kita terinfeksi dan menjadi sakit, antara lain, bila sistim imunologi tubuh kita baik (karena kita beruntung,kita sedang dalam kondisi fit dan sehat), maka bibit penyakit ini bisa dimusnahkan oleh antibody yang dibentuk oleh sistim imunologi tubuh, dan kita tetap sehat dan bahkan menjadi kebal terhadap bibit2 penyakit tersebut (imunisasi alamiah), ini yang sering ditafsirkan oleh mereka yang tidak mengerti tentang tujuan dan manfaat vaksinasi, karena anggapan mereka, toh tanpa vaksinasi saya tetap sehat dan sudah menjadi kebal !.

Tetapi ada kemungkinan yang lain,adalah bila kita menjadi sakit, karena sistim imunologi tubuh tidak sanggup melawan kuman2 penyebab penyakit ini. Bila kita sakit, maka konsekuensinya kita bisa meninggal (tetanus, difteri,hepatitis Adan B, dll), atau masih bisa hidup tapi menjadi cacat (meningitis, polio, rubella dll).

Nah, konsekuensi menjadi cacat atau meninggal itu yang terlalu berat dan mahal untuk kita hadapi. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi setiap kali kita atau anak kita menjadi sakit ? Tarohannya terlalu besar karena menyangkut nyawa dan kesejahteraan anak dan keluarga kita.

Jadi seandainya ada cara termudah, murah dan efektif untuk mencegah penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan vaksin, mengapa kita harus menempuh bahaya dan resiko besar hanya untuk menjadi kebal dengan menderita sakit dahulu ? Leluhur umat manusia terpaksa lakukan hal demikian karena vaksin baru ada sejak tahun atau abad ke 18 ini. Nah kita yang hidup diabad sekarang, yang sudah ada vaksin2 pencegah penyakit infeksi yang berbahaya dan fatal akibatnya, mengapa kita tidak mempergunakannya ?

Ayo, coba mau pilih yang mana ? Sakit dulu dengan segala konsekuensinya (bahaya meninggal, cacat dan mahal biayanya) atau TETAP SEHAT berkat vaksinasi yang ekonomis, efektif dan cukup aman ?

  • spertinya maksud si bapak adalah,hbis disuntik imun itu anak psti sakit alias panas.jadi ga perlu takut anak sakit krna diimun.karena dengan sakit panas itu mnunjukkan kalau imun sdang bekerja. CMIIW

Jawab: Sebetulnya tidak selalu harus terjadi “sakit” atau “panas” pasca imunisasi, dan kalau anak di vaksinasi kebetulan tidak menjadi sakit, itu juga bukan berarti vaksinnya tidak bekerja. Kejadian “sakit” atau “panas” pasca imunisasi itu yang kita sebut KIPI vaksin. Yang paling sering menimbulkan demam atau panas pasca imunisasi adalah vaksin DTwP (whole cell vaccine), maka sekarang ada vaksin DTaP (Acellular vaccine) yang telah dimurnikan sedemikian rupa sehingga efek pasca imunisasi manjadi minimal, lebih nyaman untuk bayi dan juga keluarga bayi.

 

Pertanyaan Rantai Dingin (Cold Chain), Masa Kadaluarsa dan Efikasi  Vaksin

  • Maaf ikutan nanya di thread ini mumpung dr Leo Kurniawan membahas soal penyimpanan vaksin..udh lama pgn sy tanyakan hal ini : kurleb 1,5 bln yl pas bayi sy umurnya 2m2d sy ke Dsa mau imun BCG,tp krn vaksin lg kosong lalu Dsa nawarin imun infanrix hib dan rotateq,blm sempet ngobrol byk soal imun tsb Dsa lsg ngeluarin vaksin dr tasnya..bukan dr kulkas ataupun cooler box dan stlh vaksin2 tsb diberikan,sy liat di kemasan vaksin tertera exp datenya 3bln lg (infanrix) dan 5bln lg (rotateq),sementara yg polionya tergeletak di mejanya mungkin sisa pasien sblmnya lalu dikasih ke bayi saya…klo kejadiannya spt itu gmn ya Dok? Apakah vaksin2 tsb tetap efektif dan bermanfaat bagi bayi sy mskipun tdk disimpan di suhu 2-8°C? efektifitas vaksin yg exp datenya sdh dekat dg yg msh lama apa berbeda Dok? Apa imunisasi yg td sy sebutkan perlu diulang? Skrg bayi sy 4dto4m…trimakasih Dok dan admin…ditunggu jawabannya…

Jawab: Soal efikasi atau potensi suatu vaksin ditentukan oleh beberapa hal, seperti rantai dingin (cold chain), yaitu suhu sewaktu vaksin disimpan dan selama transportasi dari pabrik hingga negara/tempat tujuan dan kamar praktek dokter. Selama itu vaksin harus disimpan dalam suhu yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat vaksin, biasanya suhu 2-8 derajat C. Vaksin tidak boleh terpapar langsung dengan sinar matahari dan panas, karena akan menjadi rusak dan efikasinya hilang.

Kemudian potensi vaksin masih ditentukan juga oleh vaksin shelf life atau masa kadaluarsa vaksin, bila vaksin sudah melewati masa kadaluarsanya, maka efikasi akan berkurang bahkan menjadi hilang.

Jika vaksin sudah disimpan dengan suhu yang tepat, dan masa kadaluarsa masih dalam rentang waktu yang ditentukan, maka kita bisa yakin bahwa vaksin ini masih baik efikasinya dan layak dipakai.

Tetapi bila kita tidak patuh dengan suhu penyimpanan vaksin, maka masa kadaluarsanya juga menjadi memendek, misalnya suhu penyimpanan 2-8 C sesuai rekomendasi pembuat vaksin, maka vaksin tersebut baru akan expired setelah mencapai 36 bulan, tetapi bila suhu penyimpanan antara 25 +/- 2 C (suhu kamar ber AC), maka masa expired memendek menjadi tinggal 12 bulan dari yang tadi 36 bulan, atau bila suhu antara 37 +/- 2 C, masa expired memendek menjadi tinggal hanya 6 bulan dari yang tadi 36 bulan bila suhunya benar 2-8 derajat C.

Ada beberapa jenis vaksin yang bisa bertahan diluar suhu yang direkomendasi, meskipun singkat waktunya, misalnya Vaksin DTP/IPV/Hib juga influenza dan vaksin pneumonia bisa bertahan hingga 4 hari dalam suhu kamar, dan vaksin yang telah terpapar dengan suhu tinggi diluar suhu yang direkomendasikan pabrik pembuat vaksin (2-8 derajat C) segera harus dipakai, jangan disimpan kembali dilemari es lagi.

Tetapi vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccines) seperti varicella dan polio OPV hanya bertahan sekitar 30 menit saja disuhu kamar, bila lebih lama dari itu akan berkurang atau hilang efikasi vaksinnya.

Demikian keterangan tentang vaksin cold chain dan hubungannya dengan efikasi vaksin.

Detail lihat di http://selukbelukvaksin.com/sistim-rantai-dingin-vaksin-atau-cold-chain-vaccines-siapa-perlu/.

Juga untuk Cara membaca masa expire vaksin bisa dibaca detailnya di: http://selukbelukvaksin.com/masa-kadaluarsa-vaksin-expiration-date-vaccine/.

Semoga bermanfaat.

Vaccine Saves Lives !

 

 

 


 

 

 

 

tags: , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi July 2013