Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi – Agustus 2013

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas, kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas.

————————————————————————————————–

Pertanyaan Tentang Vaksin Hepatitis A dan Vaksin Typhoid

  • Dok,kalo mau vaksin Hep A dan Thyfoid boleh dimajukan 2 minggu sebelum usia 2th?

Jawab: Vaksin Hepatitis A di-indikasikan sejak bayi telah mencapai usia 2 tahun,namun usia termuda yang bisa diberikan vaksin hepatitis A ini adalah pada usia 12 bulan, dan dosis ke2 dengan interval antara 6 – 18 bulan dari dosis yang pertama (rekomendasiUS CDC) (http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/appendices/a/age-interval-table.pdf), atau antara 6 – 12 bulan sejak dosis pertama(rekomendasi IDAI 2011).

Sedangkan untuk vaksin typhoid , yang jenis suntikan, usia yang direkomendasikan adalah bayi telah berusia > 2 tahun. usia termuda untuk yang suntikan (Parenteral Inactivated Vaccine) tidak direkomendasikan pemakaiannya pada bayi berusia < 6 bulan. Untuk jenis vaksin tiphoid yang diminumkan, menurut pihak pembuatnya vasin ini tidak direkomendasikan untuk anak berusia < 6 tahun.(http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/00035643.htm#00000894.htm)

  • dok,kalo saya sekarang suntik Hep A,lalu 6 bulan kemudian simultan suntik HepA ke 2 dan thyfoid bisa ya dok? Kl thyfoid apakah cukup 1 dosis saja?tidak ada booster ? makasih banyak penjelasan yang lengkap ya dok,kl pneumo23 itu   harganya kira2 brp dok?

Jawab: HepA dosis ke2 (dosis booster) dan vaksin typhoid bisa diberikan bersamaan (vaksinasi simultan), tetapi kedua vaksin ini harus terpisah dalam 2 syringe dan tempat suntik juga berbeda.

Untuk vaksin typhoid cukup 1 dosis saja,dan ulangannya setelah 3 tahun kemudian.

Maaf mbak, saya tidak tahu harga vaksin Pneumo23, tapi seharusnya memang lebih murah daripada jenis PCV (PCV7,PCV10 dan PCV13) yang termasuk vaksin relatif baru.

 

Pertanyaan Tentang Vaksin PCV

  • Satu lagi dok,menurut dokter di Indonesia perlu vaksin pcv kah?pernah baca ada yang bilang tidak terlalu penting,karena selain harganya mahal,indonesia jg bukan daerah endemisjadi disesuaikan dengan prioritas keluarga lainnya. Bulan depan anak saya 2 th,sebelumnya saya tidak vaksin pcv karena    mahal,menurut dokter baiknya gimana yah?sekali lagi mohon masukan ya dok

Jawab: Soal vaksin PCV, pertama2, tidak semua jenis vaksin yang dianjurkan dokter, otomatis diperlukan oleh bayi atau kita, karena sangat tergantungan endemisitas penyakit tersebut, ada atau tidak kejadian luar biasa (KLB) penyakit tersebut didaerah tempat tinggal kita, tujuan kita memberikan vaksinasi (misalnya karena bepergian ke daerah endemis, usia dan status kesehatan sipenerima vaksin, karena sifat pekerjaan kita, dan masih banyak faktor yang lain).

PCVini memang jenis vaksin yang dianjurkan, tetapi karena daerah Indonesia bukan endemis penyakit pneumonia, sehingga keperluan vaksin tersebut juga sangat tergantung pada hal2 diatas yang saya sebutkan.

Untuk bayi yang telah berusia > 2 tahun, ada jenis vaksin pneumo23 yang cocok dan lebih ekonomis dengan efektifitas yang sama dengan PCV (jenis PCV khusus untuk bayi < 2 tahun).

Jadi kita bisa memilih (kalau keadaan memungkinkan dan usia bayi kita) untuk mendapatkan vaksinasi PCV tersebut atau cukup dengan pneumo23 (jenis polysacharide). Semoga cukup membantu ibu….

 

Pertanyaan Tentang Vaksin Hepatitis B

  • pak dokter , saya mau tanya, suami kan kerja di papua, sebelum berangkat di anjurkan dari kantor untuk imunisasi hepatitis B, jadi dari dokter RS disuruh cek lab dan hasil negatif untuk hepatitis. Jadi dokter mengatakan imunisasi hepatitis B dilakukan sebanyak 3x, dengan jarak suntikan 1 dan ke 2 selama 1 bulan, dan ke 3 jarak nya 3 bulan, nah yang 1 sudah disuntik di RS yg di bekasi, suami berangkat 3 hari kemudian (setelah di imunisasi hep B yg pertama dan membawa surat pengantar utk imunisasi yg kedua), nah jadwal imunisasi ke 2 adalah tgl 10 agt ini tapi sudah ditanya ke semua RS di timika kalo stok uktk vaksin hep B sampai 2 bulan ke depan kosong, hubungi ke dokter nya tidak di angkat. Pertanyaan saya, apakah bisa di vaksin hep B, pada tgl 2 september ( jadwal suami cuti dan pulang ke bekasi ), karena ga ada vaksin di tempat nya? terimakasih

Jawab: Sebenarnya jadwal imunisasi vaksin hep B itu yang dianggap baik (reaksi sistim imunologi tubuh kita optimum) adalah interval 0 bulan dosis ke1, 1bulan untuk dosis ke2 dan 6 bulan untuk dosis ke3. Untuk Vaksin Hep B sudah tidak diperlukan dosis booster lagi sesuai anjuran WHO.

Untuk kasus suami ibu, dosis ke2 diberikan pada bulan ke2 setelah dosis yang pertama adalah tidak menjadi masalah, asalkan begitu ada kesempatan, langsung saja diberikan dosis ke2 tersebut secepatnya.

Bila karena suatu hal, jadwal imunisasi menjadi tidak beraturan, maka tidak perlu gelisah atau kuatir, tetap lanjutkan saja dengan dosis yang tertinggal hingga selesai seluruh program vaksinasi seperti yang dianjurkan, tidak perlu mengulang seluruh skema dosis dari awal lagi.

Kita bisa test hasil imunisasi Hep B ini dengan mengukur titer antibody yang terbentuk pada saat 2 minggu atau lebih setelah vaksin dosis yang ke3 diberikan.

Tetapi pada dasarnya pengukuran titer ini tidak diperlukan, karena mayoritas kita adalah mempunyai sistim imunologi yang kompeten dan memberikan rreaksi yang normal, sehingga dengan pemberian vaksin hepatitis B yang sesuai jadwal, diyakini akan mempunyai titer antibody yang memadai untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit dan infeksi virus hepatitis B ini yaitu >10 mIU/mL.

Test titer antibody ini baru kita lakukan bilamana ada kecurigaan bahwa sistim imunologi tubuh sipenerima vaksin ini tidak memberikan respons sebagaimana mestinya, misalnya pada orang yang over weight atau obesitas, sedang menderita penyakit khronis yang berat, berusia lanjut, dan bayi premature, orang yang mempunyai kelainan sistim imunologi tubuh karena diberikan obat kortikosteroid (golongan obat imuno-supresan), sedang menderita penyakit HIV-AIDs yang mengganggu sistim imunologi tubuh, orang yang menjalankan proses cuci darah (hemodialisa) atau ada segolongan orang yang karena kelainan genetik, sehingga vaksinasi dengan vaksin jenis apapun tidak akan memberikan hasil yang memadai (golongan low responder), dan lain2.(http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/).

Test titer antibody ini tidak bisa dilakukan disembarang laboratorium dengan fasilitas seadanya dan perlu biaya yang lumayan juga .

Pada golongan orang dengan reaksi imunologi yang tidak memadai ini, kita bisa memberikan dosis dua kali lipat daripada dosis normal perkali suntikan. Demikian keterangannya ibu Darren, semoga menjawab pertanyaan ibu. . Salam, dr. Leo

  • terimakasih banyak dokter Leo Kurniawan atas penjelasan nya yang komplit, berarti rencana utk vaksin hep B dosis ke 2 bisa diberikan awal bulan september (yg seharus nya 10agt) dan cek lab sesudah dosis vaksin hep B yg ke 3..oya dokter, utk test hasil imunisasi hep B itu mmg harus pemeriksaan titer body kah?

Jawab: Untuk mengetahui apakah vaksinasi berhasil atau tidak (untuk semua jenis vaksin, bukan hanya dengan vaksin Hepatitis B saja), satu2nya cara ya dengan mengukur titer antibody yang dihasilkan setelah pemberian vaksin dosis yang terakhir, minimal 10 hari atau 2 minggu kemudian. Tapi ini bukan anjuran rutin untuk setiap orang, seperti yang saya jelaskan diatas, kita hanya lakukan ini bila kita ragu atau mencurigai hasilnya saja.

 

Pertanyaan Tentang Vaksin BCG dan Vaksin lain-lain

  • selamat pagi dokter Leo, saya Fajar punya seorang Putra skrang umur 3 tahun yg sya mo tanya :

1. anak saya sudah pernah imunisasi BCG tp ciri keberhasilan imunisasi tsb tdk ada (seperti tanda bekas luka benjolan dilengan kanan atas itu tdk ada) apa yg hrus sya lakukan???
2. tentang imunisasi Polio, anak saya sampai saat ini baru 1 kali imunisasi Polio sedangkan skrang anak sya sudah umur 3thn, bagaimna u/ imunisasi tahap 2,3,4 yg tertinggal masa pemberian yg seharusnya pada umur2 kurang dari 1 tahun?? dan boosternya kapan??
3. tentang imunisasi hepatitis B, anak sya sudah imunisasi hepatitis B wktu dia baru lahir dan untuk tahap 2 dan 3 belum diberikan yg seharusnya diberikan sebelum umur 1 tahun?? gmna tuh dok sdangkan skali lg anak saya sudah umr 3 thn???…
4. tentang imunisasi tambahan yaitu berapa tarif rata2 imunisasi MMR, Tifoid dan varisela dan kapan waktu pemberiannya jika skarang umur anak saya 3thn???
Mohon Maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak,karena ini yg selalu mnjadi pertanyaan besar bagi saya karena saya takut jika tidak konsultasi dulu dapat berdampak buruk dan kesalahan prosedur pemberian imunisasi… mohon segra dijawab untuk mempercepat tindakan yg akan saya lakukan selanjutnya…. Terimaksaih… Salam Hangat dari Saya

Jawab : Menjawab pertanyaan anda sebagai berikut ini:

1. Anak pernah kali mendapatkan vaksinasi BCG tetapi tanda bekas keropeng tidak  terbentuk.
Menurut literature, tanda keberhasilan vaksinasi BCG, yaitu anak tersebut menjadi kebal terhadap infeksi kuman BCG adalah terbentuknya keropeng bernanah dan luka yang akan sembuh dalam waktu sekitar 2 minggu.

Untuk bayi anda, mungkin bisa dilakukan imunsasi BCG ulangan, namun mungkin akan dilakukan test tuberkulin terlebih dahulu, sebelum diberikan vaksinasi BCG. Coba konsultasi dengan dokter anak yang bersangkutan.
Raksi test tuberkulin dan hasil vaksinasi BCG sering juga negatif bila kondisi kesehatan anak lemah.

2. Jadwal imunisasi polio yang benar adalah pada saat bayi berusia o bulan untuk dosis ke1, dosis ke2 pada usia 2 bulan, dosis ke3 pada usia 4 bulan dan dosis ke4 pada 6 bulan, dosis ke5 pada usia 18-24 bulan. Dan dosis Booster diberikan pada saat berusia 4 – 6 tahun
Untuk anak anda ynag pernah HANYA terima dosis pertama saja, dan saat ini berusia 3 tahun, bisa diberikan dosis ke5 dan nanti booster pada waktu berusia 4 – 6 tahun.
Tidak perlu mengulang dari awal semua skedul vaksinasi polio ini.

3. Jadwal imunisasi vaksin Hepatitis B yang benar adalah pada saat baru lahir berusia 0 bulan, dosis ke 2 pada saat berusia 1 bulan dan dosis ke3 yang terakhir pada saat berusia 6 bulan.

Sedangkan bayi anda pernah terima dosis pertama meskipun sudah lama sekali.
Anda bisa langsung berikan dosis vaksin Hepatitis B dosis ke2 saat ini dan boosternya diberikan 6 bulan kemudian setelah dosis ini. Juga tidak perlu mengulang dari awal jadwal seperti yang saya sebutkan diatas.

Usahakan jarak interval waktu ini jangan dilewatkan sampai begitu lama, karena ini akan berpengaruh buruk terhadap hasil atau keberhasilan imunisasi hepatitis B ini.

4. Vaksinasi MMR, Varicella dan tiphoid sudah bisa diberikan pada saat ini untuk bayi anda.

Lihat jadwal lengkap vaksinasi bayi dan anak rekomendasi IDAI di
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Saya tidak tahu persis berapa harga masing masing vaksin ini, anda bisa tanya kedoketr yang bersangkutan nanti.

Semoga menjawab semua pertanyaan anda diatas.

Salam,

 

Pemberian Vaksinasi Simultan

Yth. Admin & member.. Apakah boleh imunisasi campak diberikan simultan dgn imunisasi HIB? Terima kasih..

Jawab: Vaksinasi simultan bisa diberikan kalau jenis vaksin2 yang akan diberikan bersamaan itu adalah jenis vaksin mati (killed vaccines), harus dengan spuit yang terpisah dan tempat suntikan yang terpisah (minimal jarak 1 inchi antara 2 suntikan bila ingin diberikan pada lengan atau paha yang sama).

Tetapi bila vaksinasi simultan ada yang jenis vaksin hidup yang dilemahkan (life attenuated vaccines), maka tidak boleh diberikan simultan > 2 jenis vaksin yang hidup bersamaan.

Vaksin hidup ke3 baru bisa diberikan lagi setelah selang waktu 4 minggu atau lebih.

Ada yang menganjurkan semua vaksin (vaksin hidup dan mati) diberikan secara simultan sesuai dengan usia bayi sewaktu kunjungan vaksinasi.

 

Untuk Study di Prancis, Perlu Vaksinasi Apa Saja ?

  • Dokter, Saya dari Semarang. Saya mohon saran apa bila seseorang berencana melanjutkan studi lanjut diluar negeri, kemudian universitas tujuan mensyaratkan membawa daftar vaksinasi saat hari pertama tiba dikampus, maka vaksinasi apa sajakah yang harus dilakukan. Sbg informasi, contohnya adalah untuk studi lanjut program magister ke Perancis. Terima kasih.

Jawab: Sebenarnya tdak ada vaksinasi yang spesifik dianjurkan untuk mereka yang akan bepergian ke Prancis. Namun dari website ini http://www.mdtravelhealth.com/destinations/europe/france.php, vaksinasi yang diianjurkan adalah vaksin MMR, Influenza dan Td.
Mungkin bisa ditambahkan juga vaksin Meningitis (untuk mahasiswa yang akan tinggal dipondokan asrama mahasiswa) dan Vaksin Pneumonia (vaksin Pneumo23 atau PCV7, atau PCV10 atau PCV13).
Khusus untuk vaksin MMR adalah untuk mereka yang lahir sesudah tahun 1956, maka diperllukan 2 dosis vaksin MMR (mumps measlses rubella/gondongan campak dan campak Jerman). Untuk mereka yang lahir sesudah 1956 hingga sebelum tahun 1970, yang pada masa kecilnya sudah pernah mendapat 1 dosis vaksin MMR, maka harus diberikan 1 dosis MMR lagi sebelum berangkat.
Semua vaksin ini bisa didapat di klinik imunisasi atau dokter yang menyediakan fasilitas imunisasi anak dan dewasa.

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi – Agustus 2013