Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – September 2016

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – September 2016

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Vaccine Still Don't Cause Autism

Voice for Vaccines

——————————————————————————————————————–

  1. Pertanyaan : Saat Ini Bayi Saya Menggunakan Vaksin Kombo Pediacel, Tetapi Ditempat Baru Nanti, Tidak Ada Vaksin Kombo Jenis Ini, Apakah Saya Majukan Jadwal Imunisasi Pediacel Ini Atau Apa Yang Harus Dilakukan ?   

 

  • Salam sejahtera..
    saya mau tny. Baby saya skrg berumur 2 bulan,10 hari lalu vaksin pediacel.rencana pada umur 3 bulan saya akan kembali ke daerah pelosok luar pulau dan di sana tidak ada vaksin pediacel. SpA saya di surabaya menyarankan untuk vaksin pediacel lagi pada umur 3 bulan nanti,yg saya tau jadwalnya pada umur 4 bulan. Apakah aman dilakukan pada usia 2 dan 3 bulan? Mengingat rentang waktunya cukup dekat. Terima kasih atas jawabannya.

Jawab:  

Jadwal imunisasi untuk vaksin jenis kombinasi Pediacel (isi vaksin DTaP Hib Polio IPV) adalah usia bayi 2 bulan dosis pertama, usia 4 bulan untuk dosis ke 2 dan umur 6 bulan untuk dosis yang ke 3.
Seperti yang kita ketahui, bahwa jadwal imunisasi ini telah ditentukan berdasarkan hasil uji klinik untuk mengetahui respons imunologi tubuh yang paling optimal pada waktu tertentu bila vaksin disuntikkan kedalam tubuh.
Jadi seharusnya kita atau siapapun tidak mengubah jadwal ini seenaknya, tanpa alasan yang jelas, terutama bila kita memajukan atau mempercepat jadwal dari yang telah direkomendasikan oleh pabrik pembuat vaksin.
Detail jadwal vaksinasi bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Untuk kasus anda, saya lebih suka bila anda mengganti vaksin Pediacel dengan vaksin Pentabio buatan PT. Bio Farma Bandung, isi vaksin Pentabio ini adalah DTP Hib Hepatitis B.
Jadwalnya adalah usia bayi minimal 6 minggu atau telah berusia 2 bulan diberikan vaksin Pentabio plus vaksin polio. Kemudian dosis ke 2 Pentabio plus vaksin polio pada usia 3 bulan dan dosis ke 3 Pentabio plus vaksin polio pada usia 4 bulan.
Disini kita tambahkan vaksin polio karena dalam vaksin Pentabio ini tidak mengandung vaksin polio seperti yang terdapat di vaksin Pediacel.
Tetapi dengan vaksin Pentabio, anda sudah tidak perlu berikan vaksin Hepatitis B tersendiri untuk bayi anda lagi.
Vaksin Pentabio ini buatan PT. Bio Farma Bandung yang juga di support oleh pemerintah, jadi anda bisa dapatkan gratis vaksin Pentabio ini di PuskesMas atau di bidan praktek. Rasanya didaerah akan gampang dapatkan vaksin Pentabio daripada vaksin Pediacel buatan Prancis yang harus diimport.
Demikian penjelasan saya untuk pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan (Lanjutan Pertanyaan no. 1) : Sebaiknya Dalam Proses Imunisasi, Pergunakan Jenis Dan Merek Vaksin Yang Sama Dari Awal Hingga Akhir Proses   
  • Apakah aman untuk mengganti merk vaksin seperti itu? Krn yg saya tau dr awal hingga selesai dianjurkan untuk menggunakan vaksin dengan merk yang sama. Dan jika ingin melanjutkan dengan pentabio,maka dosis berikut ini akan dianggap sebagai dosis kedua atau harus diulangi lagi dari awal? Terima kasih untuk responnya yang cukup cepat.
Jawab: 
Penggantian merek vaksin ini tidak menyangkut soal keamanan, tapi ;ebih banyak menyangkut soal kompatibilitas dengan sistim imunologi tubuh dan reaksi sistim imunologi tubuh dengan penggantian jenis vaksin ini, karena biarpun vaksin jenisnya sama, tapi kalau berasal dari 2 pabrik pembuat vaksin yang berbeda, maka ada besar kemungkinan reaksi dan respon sistim imunologi tubuh akan berbeda.
Hal kompatibilitas dan reaksi imunologi tubuh ini harus diselidiki sebelum kita bisa dengan yakin mengganti jenis vaksin yang satu dengan jenis vaksin yang berbeda, meskipun kandungan antigennya mirip sama atau hampir sama. Contohnya vaksin Pediacel dengan vaksin Pentabio yang kita bicarakan ini.
Idealnya memang dari awal hingga selesai satu seri imunisasi kita berikan dengan jenis vaksin yang tetap sama untuk menjawab masalah yang kita sebutkan diatas ini.
Tetapi untuk kasus anda, yang katanya akan berpindah ke tempat baru yang belum tentu ada jenis vaksin kombo yang sedang anda pergunakan saat ini.
Alternatif yang paling baik adalah mengganti dengan vaksin kombo lain yang mirip, dengan menambah jenis vaksin yang tidak ada dallam vaksin kombo baru nanti, yaitu vaksin polio.
Sedangkan kalau memajukan jadwal dari yang dianjurkan oleh pabrik pembuat vaksin, menurut hemat saya, adalah lebih baik menunda jadwal, akan memberikan hasil imunisasi yang lebih baik daripada memajukan jadwal, yang tadinya interval adalah 2 bulan menjadi hanya 1 bulan interval.
Makanya alternatif lain adalah menggantikan saja dengan vaksin kombo yang ada yang mirip dengan vaksin kombo yang saat ini anda pergunakan.
Bisa anda berikan vaksin Pentabio dan anggap saja itu dosis ke 2 kalau anda tidak ingin mengulang dari awal dosis ke1. Tidak akan terjadi hal2 negatif pada bayi anda.
Demikian keterangan saya. Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan : Apakah Boleh Imunisasi Campak Dan Vaksin Pentabio Dalam Selang Waktu Yang Tidak Lama ?
  • Slamat siang dok..  Saya  dr Surabaya, saya org awal mengenai imunisasi… pada kesemlatan ini saya mau menanyakan … apakah diperbolehkan kalau anak saya melakukan imunisasi campak di sekolah sementara dia sdh melakukan imunisasi pentabio di dokter anak (27agust 2016).  Untuk waktu dan jawabannya saya ucapkan teria kasih

Jawab: 

Untuk imunisasi vaksin, katahuilah bahwa dalam satu kali kunjungan kita bisa memberikan sekaligus 2 jenis vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine), demikian juga utuk pemberian vaksin yang telah dimatikan (killed vaccine).
Jadi untuk anak anda yang akan diberikan vaksin campak (vaksin hidup yang dilemahkan) sedangkan sebelumnya telah mendapatkan vaksin Pentabio, ini tidak menjadi masalah.
Detail tentang hal ini, bisa anda bacaa dan simak di website   http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
4. Pertanyaan :  Sebelumnya Telah Memakai Vaksin Pediacel, Karena Vakssin Tidak Tersedia, Dianjurkan Mengganti Dengan Vaaksin Pentabio Atau Vaksin Hexaxim, Apa Yang Lebih Baik ? 
  • anak saya umurnya 4 bulan, dan rencana akan vaksin DPT 2 di rumah Vaksin, waktu DPT 1 saya menggunakan vaksin combo PEDIACEL (DPT 1, HIB 1, IPV 1) di RS, rencana saya akan memberikan vaksin DPT 2 di rumah vaksin namun vaksin PEDIACELnya kosong, yg ada HEXAXIM dimn kandungannya ada Hepatitis B, anak saya sudah vaksin Hepatitis B yg ke2 di umur 1bln, jd benarkan dok kalau saya menolak vaksin HEXAXIM krn ada kandungan Hepatitis B nya, krn sharusnya jatahnya nati pada umur 6 bln??  lalu rumah vaksin menawarkan PENTABIO, namun infonya pake demam, menurut dokter efek ke setiap bayi apakah selalu sama atau malah lbh parah utk kadar demamnya??  terima kasih dok. mohon bantuan jawabannya
Jawab: 
Ketahuilah bahwa isi vaksin Pentabio, buatan PT. Bio Farma Bandung Indonesia terdiri dari DTP Hib Hepatitis B, sedangkan vaksin Hexaxim terdiri dari DTaP Hib Hepatitis B Polio.
Karena awalnya anda sudah memberikan vaksin Pediacel pada dosis pertama, untuk dosis kedua dan selanjutnya, mungkin lebih baik anda lanjutkan dengan vaksin Hexaxim, mengingat vaksin Pediacel dan Hexaxim adalah berasal dari pabrik pembuat yang sama.
Sehingga tidak ada masalah kompatibilitas antara vaksin dan reaksi atau respons sistim imunologi tubuh.
Soal anda telah memberikan dosis pertama vaksin Hepatitis B, ini tidak akan menjadi masalah seperti over dosis vaksin.
Yang menjadi kendala adalah harga vaksin Hexaxim ini pasti akan lebih mahal dari vaksin Pediacel, apalagi vaksin Pentabio yang disubsidi oleh pemerintah, dan anda bisa memperoleh di  Puskesmas dan Bidan.
Soal efek samping Pentabio yaitu demam pasca imunisasi, tidak semua bayi akan mempunyai respons yang sama.
Untuk antisipasi demam ini, anda bisa berikan paracetamol syrup begitu selesai diberikan imunisasi Pentabio.
Kalau anda beralih ke vaksin Pentabio, maka anda harus memberikan vaksin polio tersendiri bagi bayi anda, karena vaksin Pentabio tidak ada mengandung vaksin polio seperti Pediacel dan Hexaxim.
Pilihan ada ditangan anda dan semoga penjelasan saya ini bermanfaat bagi anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
5. Pertanyaan : Dalam Kunjungan Untuk Imunisasi, Bagaimana Urut2an Pemberian Berbagai Jenis Vaksin Yang Kita Perlukan ?   
  • Selamat malam, dokter. Sy dedy, usia 30th. 2 hari yll sy mendpt vaksin MMR. Sementara sy jg memerlukan vaksin yellow fever dan waktu sy mendesak. Yg ingin sy tanyakan adlh bgmn risiko jika besok sy mendpt YF yg mana hanya berjarak 3 hari dg MMR? Terima kasih.
Jawab:
Sebetulnya dlm 1 kali kunjungan, anda boleh diberikan bersamaan 2 vaksin hidup sekaligus. Bila dipisahkan seperti anda maka ada interval 4 minggu antara 2 jenis vaksin hidup MMR dan Yellow fever.
Memang sebaiknya anjuran waktu interval kita patuhi dengan tujuan agar sistim imunologi tubuh bisa memberikan reaksi dan respons optimal terhadap antigen vaksin yang diberikan.
Kita baru mengabaikan anjuran jadwal ini hanya dalam keadaan yang terdesak seperti kasus anda diatas.
Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
6. Pertanyaan : Supaya Imunisasi Efektif, Apakah Kita Harus Menyelesaikan / Melengkapi Seluruh Dosis Sesuai Jadwal Anjuran Pakar ? 
  • Halo, selamat siang pak.
    Sekarang saya mempunyai anak berumur 2bulan 2minggu. Sewaktu melahirkan sampai umur 2bln sampai tinggal di yogyakarta. Karena alasan keluar saya pindah ke lampung selatan. Permasalahan saya, kmrin seharusnya pd tgl 9 september   mlkukan imunisasi rotavirus yg kedua. Tapi ditmpt tinggl saya yg sekarang tidak ada pelayanan untuk imunisasi tambhan seperti rotavirus. Solusi nya bgaimana yh baiknya ?
    Kalo seandainya tidak saya lnjutkan imunisasi rotavirus bgaimana ?
    Terimakasih..
Jawab:
Agar spy imunisasi efektif,kita hrs selesaikan jadwal imunisasi sesuai rekomendasi. Imunisasi rotavirus ada yg terdiri 2 dosis tapi ada yg 3 dosis lengkap. Mungkin di dokter praktek ada sedia vaksin roravirus ini,coba dicari dan lengkapi imunisasinya.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
7. Pertanyaan : Apa Efek Negatif Penggantian Jenis Dan Merek Vaksin Dalam Masalah Kesinambungan Jenis Vaksin Yang Sama Dalam Satu Rangkaian Imunisasi 
  • Salam Sejahtera Dokter, Dokter mohon pencerahan apakah ada efek sampingnya apabila pada pemberian DTP1 dan 2 menggunakan vaksin Pediacel sedangkan yang ke 3 berhubung Vaksin ini kosong akan di ganti dengan Hexaxim. Terima kasih atas penjelasannya Dokter.
Jawab:
Ketahuilah bahwa isi antigen antara vaksin kombinasi Pediacel dengan vaksin kombinasi Hexaxim adalah sedikit berbeda, sedangkan pabrik pembuat kedua vaksin ini adalah sama, yaitu dari Sanofi Pasteur, Prancis.
Isi antigen vaksin kombinasi Pediacel adalah DTaP Hib IPV polio.
Sedangkan isi vaksin kombinasi Hexaxim adalah DTaP Hib IPV polio dan Hepatitis B (ada 6 jenis antigen penyakit)
Jadi beda kedua jenis vaksin kombinasi ini adalah di antigen Hepatitis B.
Dalam kasus anda yang telah memakai vaksin kombinasi jenis Pediacel sebanyak 2 dosis, dan akan melengkapi jadwal imunisasi ini dengan dosis ke3 Pediacel.
Namun karena kekosongan vaksin Pediacel, maka dianjurkan untuk memakai vaksin kombinasi Hexaxim.
Secara klinis dan juga dari tinjauan isi komposisi antigen vaksin yang terkandung dalam kedua jenis vaksin kombinasi ini, kita bisa dengan aman menggantikan vaksin Pediacel dengan vaksin Hexaxim ini.
Bila ada efek samping, maka efek samping vaksin Pediacel dengan Haxaxim adalah mirip, yang akan mereda sendiri setelah beberapa hari.
Jawaban untuk pertanyaan tentang Hexaxim dan Pentabio, bisa anda baca dan simak di pertanyaan no. 4 di http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-september-2016/
Demikian keterangan saya untuk pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
8. Pertanyaan : Dalam Imunisasi Polio, Jenis Vaksin Polio Tetes (OPV) atau Jenis Vaksin Polio Injeksi (IPV) Yang Sebaiknya Dipergunakan  
  • Selamat sore dok,
    saya mau nanya mengenai opv dan ipv.
    Anak saya tgl 24 agt imunisasi pentabio 1 n polio tetes k 2 ( polio tetes yg pertama sudah dberikan ketika pulang dr rmh sakit). Tgl 24 sept imunisasi pentabio 2 dan polio tetes 3.
    Untuk imunisasi tahap selanjutnya, di buku anak saya (buku pink dari pemerintahan) selain imunisasi Dpt-hib-hepB dan polio terdapat jadwal imunisasi ipv jg. Pertanyaan saya,jika saya memilih imunisasi polio ke 4 dalam bentuk tetes,apakah anak saya perlu imunisasi ipv juga? Atau pilih salah 1? Mohon jawabannya dan terima kasih sebelumnya.
Jawab:   
Sebenarnya imunisasi vaksin Polio yang bentuk suntikan (polio IPV) dan yang bentuk tetes polio oral, adalah samaa, hanya saja berbeda dalam cara pemberian vaksinasi dan kandungan antigen virus yang berbeda.
Yang vaksin polio oral tetes itu antigen virus polionya masih hidup tapi sudah dilemahkan sehingga aman bagi anak penerima vaksin polio jenis oral ini.
Sedangkan vaksin polio jenis suntikan, kandungan antigen  virus polio sudah dimatikan, namun tetap efektif untuk mencegah penaykit polio pada anak yang menerima imunisasi jenis vaksin polio suntikan ini.
Untuk sekali imunisasi, kita hanya memerlukan satu kali imunisasi saja, jadi kita bisa dan boleh memilih mau memakai yang vaksin polio oral tetes, karena jauh lebih murah atau dengan vaksin polio injkesi yang biayanya tentu lebih mahal.
Tidak perlu melakukan 2 jenis imunisasi polio, baik itu jenis oral atau yang injeksi
Seandainya ibu berdomisili  di daerah propinsi Yogyakarta dan sekitarnya, maka anak anda akan mendapatkan imunisasi polio bentuk injeksi, bukan yang vaksin polio tetes oral.
Secara bertahap, maka semua daerah di Indonesia akan menggantikan vakssin polio oral tetes ini menjadi bentuk vaksin polio injeksi IPV.
Demikian keterangan saya semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
9. Pertanyaan : Apakah Ini Efek Samping Atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Vaksin Setelah Disuntik Vaksin Meningitis  
  • Slmt malam dok.. Tdi pagi suami sya vaksin meningitis dok..terus siangnya muncul kemerhan di sekitar dada itu efeknya atau gimana ya dok…Suami sya sebelumnya pernah mengkonsumi methyl dalam jangka panjang namun tdk setiap hari dan sepuluh hari yg lalu sudah stop konsumsi methyl karena mengalami moonface. Moonfacenya sendiri sekrg sudh sembuh karna mengkonsumsi furosemid 20 mg dosis setengah tab sehari dan captopril 25 mg 2x sehari dan obat2an tersebut tersebut juga sudah dihentikan 3 hari yg lalu. Mohon penjelasannya dok..terima kasih
Jawab: 
Saya juga tidak jelas apakah yang anda sebutkan itu adalah gejalah2 efek samping akibat vaksin, yang sering kita sebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), karena saya tidak langsung berhadapan dengan pasien yang anda laporkan ini.
Tentang KIPI ini dan apa yang harus kita lakukan bila terjadi KIPI, bisa anda baca dan simak di website ini http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Reaksi KIPI ini ada 2 golongan, yaitu reaksi KIPI yang lokal, artinya terjadi reaksi setempat sekitar tempat penyuntikan vaksin. Biasanya terjadi beberapa saat atau jam setelah imunisasi dilakukan.
Reaksi lokal ini lebih mudah bagi kita untuk mengatakan bahwa KIPI lokal ini adalah akibat langsung dari vaksinasi, karena terjadinya disekitar tempat suntikan vaksin, dan terjadinya beberapa saat setelah penyuntikan vaksin.
Golongan KIPI yang lain adalah reaksi KIPI Sistemik, yang artinya reaksinya terjadi dibagian tubuh yang lain. Misalnya timbul reaksi panas, reaksi mual dan muntah, ataupun reaksi gatal2 dikulit tubuh yang lain. Jadi bukan ditempat penyuntikan vaksin.
Reaksi KIPI sistemik ini jauh lebih sulit untuk kita putuskan bahwa ini adalah reaksi akibat imunisasi atau karena hal yang lain.
Untuk reaksi KIPI sistemik ini kita perlu melakukan uji dan test yang lain untuk mendukung dugaan kita sebagai akibat imunisasi.
Apalagi dalam kasus anda, pasien sedang mengkonsumsi obat prednison, yang gunanya untuk mengatasi alergi dan penyakit lain, sehingga kejadian merah2 dikulit dada ini kita tidak bisa tahu pasti apakah ini karena imunisasi atau obat2 lain yang sedang dia konsumsi.
Saran saya, anda kembali menemui dokter vaksinator dan melaporkan kejadian ini sehingga beliau bisa melihat langsung dan mungkin ada pemeriksaan lain yang bisa dia lakukan untuk mengatasi kejadian ini.
Mungkin juga pasien ini memang sensitif dengan bahan2 kandungan yang ada dalam larutan vaksin Meningitis yang disuntikkan.
Jadi temuilah dokter vaksinator, laporkan khronologis kejadian dan biar diperiksa dengan teliti.
Demikian saran saya untuk kasus anda diatas.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – September 2016