Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi Tahun 2012 – Q&A Vaccine and Vaccination Year 2012

Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi Tahun 2012 – Q&A Vaccine and Vaccination for Year 2012

VAKSIN  ROTAVIRUS :

  1.  Bagaimana jadwal pemberian vaksinasi Rotavirus untuk bayi ?

Jawab :

  • Menurut buku Vaccine edisi 5th by Plotkin, disebutkan bahwa jadwal vaksinasi rotavirus adalah pada saat bayi sudah berusia 2, 4 dan 6 bulan.
  • Dosis pertama harus sudah diberikan dalam rentang waktu 6 – 12 minggu, sedangkan dosis berikutnya dengan interval 4 – 10 minggu, dan seluruh 3 dosis itu harus sudah selesai diberikan pada saat bayi berusia 32 minggu.
  • Dosis pertama tidak dianjurkan diberikan pada bayi yang sudah berusia > 12 minggu karena untuk menghindari kejadian intususepsi idiopathic (intususepsi yang tidak jelas sebab musababnya) yang sering terjadi pada saat bayi telah berusia > 12 minggu, dan juga tidak dianjurkkan untuk memberikan vaksin rotavirus ini pada bayi berusia > 32 minggu, karena tidak mempunyai data keamanan yang memadai tentang vaksin rotavirus pada kelompk bayi yang berusia > 32 minggu.
  • Juga dikatakan bahwa vaksin rotavirus yang diberikan sesuai dengan rentang waktu anjuran ini, bisa diberikan bersamaan atau simultan dengan vaksin bayi lainnya.
  1. Efek samping vaksin Rotavirus katanya sering terjadi intususepi pada bayi,apakah ini benar ?

Jawab:

  • Efek samping intususepsi  itu yang sering terjadi dengan vaksin rotavirus generasi pertama yang dipakai beberapa tahun yang telah lalu, vaksin tersebut sudah ditarik  pada tahun 1998 – 1999 dari peredaran.
  • Vaksin generasi baru ini juga telah diteliti kemungkinan terjadi efek samping intususepsi, namun tidak ditemukan lagi. KIPI yang sering terjadi dengan vakssin generasi baru ini adalah nausea (mual), muntah dan diarhea.Yang penting sewaktu vaksinasi, bayi dalam keadaan sehat.
  •  Konsultasi lebih lanjut dengan DSAnya bu, minta pendapatnya dari pengalaman beliau memberikan vaksin rotavirus selama ini.

Vaksin MMR dan MMRV

  1. Bagaimana Jadwal vaksin MMRV ? Apakah efektifitas kedua vaksin MMRV dan MMR berbeda ?

Jawab:

  • Vaksin MMRV bisa diberikan sejak bayi berusia 12 bulan dan dosis kedua adalah saat berusia 4 hingga 6 tahun hingga 12 tahun.
  • Dalam study terbukti vaksin MMR efektifitasnya adalah sama dengan vaksin MMRV.

Vaksin Hepatitis A

  1. Jadwal dan dosis vaksin hepatitis A untuk bayi dan orang dewasa ?

Jawab:

  • Sebenarnya usia ideal untuk memulai vaksinasi hepatitis A adalah mulai bayi berusia satu tahun hingga 18 tahun, dosis vaksin adalah 0.5 cc sekali suntik.Jadi bayi ibu tidak terlalu awal divaksinasi hepatitis A. Untuk dosis kedua atau booster dose bisa mulai 6 bulan hingga 12 bulan kemudian (ada yang anjurkan 18 bulan kemudian, silahkan pilih saja, semua ada dasar ilmiahnya), artinya bisa ibu berikan sewaktu bayi sudah berusia 1.5 tahun atau saat berusia 2 tahun kemudian. Silahkan ibu hitung sendiri ya 🙂
  •  Kalau untuk orang dewasa mulai > 18 tahun keatas, juga diberikan 2 dosis dengan jadwal interval yang sama, yaitu dosis 1 –> 0 bulan, dan dosis kedua –> 6 bulan – 12 bulan kemudian (18 bulan), dosisnya 1.0 cc perkali suntikan.
  1. Interval (jarak) vaksinasi hepatitis A untuk bayi dan anak berusia 18 tahun bagaimana ?

Jawab:

  • Interval untuk vaksinasi Hepatitis A untuk bayi dan anak berusia 1- 18 tahun. hep A dosis pertama pada bulan 0, dan dosis kedua pada interval waktu 6 – 12 bulan dari waktu dosis yang pertama. (source Vaccines Ed 5th, by Plotkin et al)

Vaksin Hepatitis B

  1. Maret 2012 lalu adek saya meninggal krn tbc dan dokter bilang hepatitis. Saya tau hepatitisnya karena obat.dia alergi obat sementara sakitnya harus diobati.

Beberapa waktu lalu saya kena infeksi saluran pencernaan. dan diobati internis sembuh.pada saat itu saya tanya  tentang vaksin hepatitis B. Trus saya diminta tes fungsi hati.

Hasilnya :

– HBsAg  negatif.

– Bilirubin total         0.85

– Bilirubin Direk       0.23

– Bilirubin indirek     0.62 (tinggi)

– SGOT (AST)      22

– SGPT (ALT)       29     (rendah)

– Anti HBs  – (neg)

– Anti HBc total – (neg)

dokter bilang saya harus divaksinassi

Yang saya tanyakan :

– kenapa anti HBs dan anti HBc bisa negatif semua, artinya apa dok

– Apa saya tetap harus vaksin?

– SGPT yang rendah dan bilirubin indirek tinggi , artinya apa dan harus disikapi bagaimana agar normal

terima kasih banyak dok..

Jawab:

  • Membaca surat dan menilai data laboratorium anda, kesimpulan saya adalah anda belum terpapar virus hepatitis b karena tidak disebutkan adanya antigen HbsAg positif, tapi anda juga tidak kebal terhadap virus hepatitis B ini karena zat anti HBs  dan HBc  negatif.
  • Memang sebaiknya anda segera diberikan vaksinasi dengan vaksin hepatitis b, tiga dosis lengkap, jadwalnya 0 bulan, 1 dan 6 bulan.
  • Sgpt yg rendah bukan apa2 juga bilirubin yg sdk lbh tinggi, mungkin kecapekan saja?
  1. Selamat Sore Dokter, saya Mahasiswi kebidanan. sekarang lagi dinas ke rumah sakit, kemarin pasien saya hepatitis b, saya tensi tetapi stetoskop saya tidak saya bersihkan. apakah masih menempel bibit penyakit hepatitis di stetoskop saya ? mohon dibalas Dok .

Terima kasih,

Jawab:

  • Kalau stetoskop anda tidak bersentuhsn dengan darah serum atau cairan tubuh lain seperti sperma, cairan vagina atau ada luka terbuka dari pasien tersebut, maka anda akan aman2 saja.
  • Tapi nasehat saya, setiap habis handle pasien, apapun sakitnya, segera bersihkan tangan dan alat yg telah anda pakai untuk pasien tersebut, pupuk kebiasaan bersih seperti ini untuk menjaga kesehatan anda. Juga segera vaksinasi hepatitis b bila anda belum dapatkan vaksin ini. Karena sifat pekerjaan anda sebagai tenaga kesehatan mempunyai resiko yang sangat tinggi untuk tertular bibit penyakit berbahaya secara tidak sengaja.

Pertanyaan Lain Berkaitan Dengan Vaksinasi

1. Apa itu vaksinasi simultan ?

Jawab:

  • Yang disebut VAKSINASI SIMULTAN (simultaneous vaccination), yaitu sekaligus memberikan beberapa jenis vaksin yang diperlukan bayi dengan maksud untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit infeksi kepada bayi secepatnya, dan mengurangi jumlah kunjungan bayi ke klinik untuk imunisasi.
  • Kita bisa memberikan vaksinasi sekaligus (simultan pada hari yang sama) dengan 2 vaksin hidup, yaitu yang mengandung antigen hidup yang telah dilemahkan, tetapi kalau kita memsahkan keduanya, maka vaksin hidup yang kedua itu baru bisa diberikan setelah > 28 hari kemudian.
  •  Vakin MMR dan vaksin varicela adalah vaksin hidup yang dilemahkan, jadi bsa diberikan bersamaan, atau bila dipisah, harus menunggu > 28 hari kemudian baru berikan vaksin hidup lainnya.
  •  Yang harus diperhatikan dalam cara VAKSINASI  SIMULTAN adalah, vaksin2 yang akan diberikan itu tidak boleh dicampur menjadi satu syringe, vaksin disuntikkan di 2 tempat (lengan atau paha)yang berbeda, atau tempat suntikan vaksinnya minimal terpisah > 1 inchi bila ingin di lengan atau paha yang sama.
  • Vaksin IPV adalah vaksin mati, jadi tidak ada masalah dengan pemberian vaksin simultan ini. Study membuktikan bahwa efektifitas vaksin mono valent dan simultan tetap sama, dan efek samping tidak menjadi banyak karena cara pemberian vaksin yang simultan ini.

2. Bagaimana jadwal imunisasi untuk vaksin MMR dan vaksin Varicela ?

Jawab:

  • Kita bisa memberikan vaksinasi simultan (sekaligus) 2 jenis vaksin virus hidup yang dilemahkan, misal vaksin MMR dan vaksin Varicela secara bersamaan, namun bila karena alasan tertentu, kita memisahkan waktu pemberian kedua vaksin virus hidup yang dilemahkan ini, maka jarak antara vaksin virus yang pertama dengan vaksin virus hidup yang kedua harus berinterval minimal 28 hari ( ini berdasarkan data bahwa untuk semua vaksin berantigen virus hidup yang dilemahkan, harus berinterval minimal satu bulan). Maka memakai prinsip ini, untuk vaksin MMR, dosis kedua minimal berinterval 28 hari atau satu bulan dari dosis yang pertama.
  • Sedangkan untuk vaksin varicela, dosis kedua adalah berjedah 3 bulan kemudian setelah dosis yang pertama.

 3. Mohon pencerahannya ya dari dokter/bidan/bunda/panda skalian..putri sy  sekarang  berusia 5 bulan 1 hari, sudah imunisasi :

a)      polio pada saat berusia 0 bulan, 1 bulan ,2 bulan ;

b)      hepatitis  B dosis 1, dosis 2, dosis 3;

c)       BCG;

d)      DPT dosis 1, dosis 2..

Sekarang rencananya minggu depan mau vaksin DPT 3 & polio 3.

Sebagai informasi tambahan bahwa : Utk info DPT 1 & 2 diberikan di bidan (vaksin kombinasi dengan vaksin  hepatitis  B, makanya vaksin hepatitis  B sudah diberikan hingga 3x karena pertama kali waktu lahir di RS). Apakah tidak apa2 kalau vaksin DPT3 diberikan di bidan lagi –sehingga jumlah vaksin  hepatitis  B menjadi  4x-?

Kemudian masih mungkin diberikan vaksin hib & pcv ya? Kalau hib tidak bisa lagi, apakah vaksin influenza cukup menggantikan & tidak apa2 ya? berhubung bayi sy pernah flu beberapa kali. terima kasih sebelumnya

Jawab:

  • Jadwal vaksinasi untuk Hib dan PCV adalah 2,4, 6 bulan dan booster pada 12 – 15 bulan untuk kedua vaksin ini.
  • Bila belum pernah diberikan vaksin ini pada saat usia 2 bulan dan seterusnya, dan saat ini bayi sdh usia 5bulan, maka bisa dilakukan catch up program untuk kedua vaksin ini.
  • Vaksin Hep B sampai 4 kali bukan masalah apa2, karena untuk vaksin tidak ada over dosis, hanya soal efisiensi biaya saja.
  • Vaksin Influenza bukan pengganti vaksin Hib, vaksin influenza hanya untuk mencegah infeksi virus influenza saja, yang mulai diberikan pada saat bayi telah mencapai usia 6 bulan, dan harus diulang setiap tahun pada saat yang sama.
  • Setelah bayi berusia 5 tahun, sudah tidak perlu diberikan vaksin Hib (Hemophilus Influenzae) lagi

4. Apa itu vaksin kombo atau vaksin kombinasi ?

Jawab:

  • Vaksin kombo atau vaksin kombinasi adalah dalam satu suntikan vaksin terdiri lebih dari satu jenis vaksin, misalnya vaksin DTP yang terdiri dari vaksin untuk penyakit difteri, penyakit tetanus dan penyakit pertusis yang  digabung menjadi satu dalam satu suntikan.
  • Tujuan pemberian vaksin kombinasi adalah untuk mengurangi jumlah suntikan imunisasi yang harus diberikan kepada bayi, mengurangi kemungkinan akan terjadinya efek simpang vaksinasi atau KIPI, sehingga juga mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan pada akhirnya menjadi hemat dan ekonomis, meningkatkan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi bayi dan balita.
  • Saat ini vaksin kombinasi sudah sangat maju, sehingga sudah ada vaksin kombinasi yang terdiri 5 jenis (pentavalent vaccine) hingga 6 jenis  (hexavalent vaccine) vaksin dalam satu suntikan

 

5. Dokter, saya sempat mendengar teman menyampaikn kl pd fase uji klinis vaksin d’ujicobakn pd narapidana yg dvonis mati atau pasien jiwa.ada yg bilang jg kl penduduk d negara2 afrika spt Kenya, Ethiopia dll sbg sasaran ujicoba vaksin.apakah benar spt itu? Mohon penjelasanya sbg jawaban thd isu2 trsebut kpd teman sy. Trm ksh dok

Jawab:

  • Berita itu bohong dan tidak benar. Ada protokol uji klinik yang ketat, dimana hak asasi peserta uji klinik dijunjung tinggi. Hasill uji klinik juga pasti akan diaudit oleh badan yang berwajib, untuk mencegah dan menghindarkan manipulasi data dan penyelewengan dari protokol uji klinik dan etika kedokteran yang luhur.
  • Orang hukuman dan berpenyakit jiwa tidak boleh menjadi objek penelitian kedokteran (baik untuk obat, alat ataupun vaksin). Orang dibawah usia dewasa, seperti anak dan bayi, harus ada orang tua yang menjadi wali yang bisa mewakili golongan dibawah usia ini bila akan diikut sertakan dalam suatu uji klinik, baik itu obat juga untuk vaksin. Jadi jangan kita termakan issue yang provokatif dan tidak bertanggung jawab, yang bertujuan untuk menggoyahkan keyakinan masyarakat akan manfaat dan pentingnya imunisasi.
  • Memakai orang tawanan perang, orang hukuman dan golongan minoritas itu terjadi sewaktu perang dunia yang lalu oleh negara negara fasis Jerman, Jepang dan Italia. Makanya banyak penjahat perang dari ketiga negara fasis tersebut yang harus bertanggung jawab atas semua perbuatan biadab mereka dipengadilan militer pasca perang dunia. Hal ini dan praktek tidak bermoral ini sudah tidak ada dan juga tidak boleh dilakukan lagi oleh siapapun
  • Ada Deklarasi Helsinki yang menjadi guideline untuk melakukan uji klinik dan menjadi pelindung hak asasi subjek yang diikut sertakan dalam uji klinik, juga ada buku Cara Uji Klinik yang Baik dan Benar dari Badan POM RI (saduran dan kombinasi dari SOP Good Cllinical Practice), yang menjadi acuan dan dasar untuk uji klinik. Kalau uji klinik hanya dilakukan didalam negeri saja, maka protokol uji klinik itu harus melalui skrening dan review oleh Badan Ethika Kedokteran di fakultas kedokteran yang bernama, seperti FKUI, FK UNPAD,dan lain fakultas kedokteran yang tersebar di Indonesia. Jadi tidak mudah untuk melakukan uji klinik dan prosesnya selalu dipantau, nanti hasil uji klinik juga akan diaudit oleh Badan POM. Jaadi isu bahwa memakai orang berpenyakit jiwa, narapidana, bayi dan anak kecil terlantar dirumah yatim piatu, dll itu benar2 bohong dan tidak bertanggung jawab. Lain kali kalau teman2  bertemu dengan orang berbicara tentang hal ini, atau mengabarkan isu demikian, harus dibantah keras dan minta bukti dari mereka ini. Karena kalau benar ada kasus seperti isu yang mereka sebarkan, ini harus kita llaporkan kepada pihak berwajib, dan kita patut berterima kasih kepada mereka !

Vaccine Saves Lives

tags: , , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi Tahun 2012 – Q&A Vaccine and Vaccination Year 2012