Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi – Q2 2013

Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi – Q2 2013

——————————————————————————————–

  • tgl 11 kemarin ilmal genap 9 bulan. Dan barusan sudah di vaksin campak. Alhamdulillah ilmal sudah lulus imunisasi wajibnya.tapi ibu dan pak dokter kenapa ilmal di suntik di lengan kiri tapi anak teman saya katanya di suntik di paha kanannya..kenapa bisa beda tempat suntiknya ya?apa ada pengaruhnya?

Jawab: Soal lokasi anatomi suntikan vaksin tidak ada hubungannya dengan efektifitas vaksin tersebut, hanya saja ada penelitian tentang lokasi tempat suntikan vaksin DTP, ada penelitian yang mengatakan lokasi terbaik untuk suntik vaksin DTP, supaya KIPInya sedikit, adalah di daerah paha, yang ototnya lebih banyak daripada dilengan atas (daerah otot deltoid), http://selukbelukvaksin.com/vaksinasi-di-lengan-atau-paha-mana-yang-lebih-baik/. Tetapi untuk vaksin jenis lain, tidak ada lokasi khusus yang dianjurkan, semua sama saja. Tetapi jangan disuntik didaerah yang banyak jaringan lemaknya,seperti didaerah pantat atau gluteal, karena sedikitnya pembuluh darah kapiler didaerah tersebut, maka akan terjadi gangguan absorbsi vaksin dijaringan lemak ini, sehingga mudah terbentuk abses, atau vaksin menjadi kurang efektif karena dinetralisir oleh enzim yang terdapat di jaringan lemak tersebut. Vaksin yang cara suntiknya IM (intra muskuler) harus disuntik didaerah yang berotot, seperti lengan atas, daerah paha dstnya, jangan didaerah yang banyak jaringan lemaknya namun yang miskin dengan pembuluh darah, seperti daerah pantat tadi.

  • bagaimana kalau penerima vaksin hepatitis b ini sebelumnya pernah menderita gangguan hati, apakah berbahaya atau tidak?? lalu jika penerima pernah terjangkit HBV sebelumnya namun belum bisa dipastikan virus tersebut masih ada di dlm tubuh atau tidak, bagaimana cara atau jadwal pemberian vaksin yg benar.. terimakasih..

Jawab: Yth. Ibu Suci Laras,Pada prinsipnya vaksinasi atau imunisassi jenis vaksin apapun adalah diberikan pada saat vaksin resipien / si penerima vaksin, sedang sehat, tidak sedang menderita sakit, apalagi sakit berat atau sakit yang serius.

Pada mereka yang telah sembuh, vaksin hepatitis B ini bisa diberikan sesuai dengan jadwal imunisasi hepatitis B yang dianjurkan, yaitu dosis ke 1 pada bulan 0, dosis ke 2 pada bulan ke 1, dan dosis ke 3 yang terakhir diberikan pada bulan ke 6.

Vaksin hepatitis B ini adala jenis vaksin mati, sehingga cukup aman dan tidak bisa menjangkitkan penyakit hepatitis B pada vaksin resipien.

  • Dr dsa sdh lengkap vaksin Hb nya…n beliau menganjurkan untuk periksa darah untuk berhasil atau tidaknya. Nanti pd bln okt? Maksudnya berhasil atau tidaknya itu kenapa yah dok ? Sy jd taku mslh yg tdk berhasilnya? Makasih byk dok.                                             Jawab: Saya tidak melihat alasan kenapa bayi ibu harus diperiksa titer antibody terhadap Hepatitis B, mungkin ibu bisa bertanya kepada dokternya kenapa harus diperiksa? Karena secara umum, kita anggap semua orang juga bayi adalah normal (sehat), jadi reaksi sistim imunologi tubuhnya juga normal, sehingga bila sudah diberikan vaksinasi 3 dosis lengkap dengan interval yang benar, maka seharusnya respon tubuh akan baik dan menghasilkan antibody yang cukup untuk membuat kita kebal. Kecuali ada alasan medis yang cukup seperti kita curigai bayi tersebut adalah type low responder terhadap vaksin, atau menderita penyakit tertentu atau sedang diberikan obat steroid atau chemotherapi atau sedang menjalankan hemodialisa (cuci darah), atau alasan yang non medis seperti vaksin telah melewati masa kadaluarsa, atau ada curiga rantai dingin sewaktu pengirman vaksin ini terganggu atau rusak, atau cara penyimpanan vaksin tidak benar, sehingga efektifitas vaksin dicurigai atau ditakutkan telah berkurang. Bila ada hal2 demikian kita bisa minta periksa titer antibodynya, kalau tidak ada alasan2 ini, untuk apa diperiksa ? Karena biayanya juga tidak murah ? Atau hanya untuk memuaskan ingin tahu saja bahwa telah terbentuk antibody terhadap virus hepatitis B? Cara yang paling gampang, yaitu kita memberikan satu dosis vaksin sebagai tambahan dari skedul vaksinasi yang telag lengkap tadi dengan tujuan memperkuat respons sistim imunologi orang tersebut.

  • help me please,sy tinggal di sleman anak sy sekarang 4m3w (4 bulan dan 3 minggu) belum di imunisasi polio sama sekali karena kata bidan ny pemerintah skrg tidak memberikan vaksin polio,kata beliau imunisasi polio di jogja,bali,jakarta modelnya injeksi bkn tetes lagi.apa itu benar?saya was was mengenai anak saya yg tdk di polio itu,kata beliau juga kl di beri yg tetes pun tidak berguna krn imunisasi di tempat beliau/injeksi sdh lebih modern.ini bagaimana dokter?apa di imunisasi di bidan lain aja atau memang sdh tidak ada imunisasi polio lagi?maaf kepanjangan mohon penjelasaan nya.terimakasih

Jawab: Vaksin polio oral itu memang diuntukkan daerah atau negara yang belum dinyatakan bebas polio seperti Indonesia, namun semenjak KLB terakhir 2005, maka sudah lebih dari 3 tahun berturut2 tidak ada ditemukan kasus polio yang baru, maka diputuskan kita sudah harus mulai beralih dari vaksin polio yang oral ke bentuk suntikan. Kenapa harus beralih dari oral ke suntikan ? Alasannya adalah karena yang oral itu mengandung virus hidup yang dilemahkan (attenuated live vaccine),sehingga ada banyak kemungkinan setelah pemberian vaksin tersebut anak akan terjadi lumpuh layu karena vaksin (VAPP) yang kasus kejadian KIPInya antara 1 kasus untuk 750.000 dosis vaksin polio oral, kemudian juga karena sanitasi lingkungan kita belumm baik, masih banyak orang atau anak yang BAB di kali atau kakus terbuka, sehingga ada kemungkinan virus yang telah dilemahkan dalam vaksin OPV ini setelah berada dialam habitat aslinya, akan kembali menjadi bentuk virus polio yang ganas (VDPV), sehingga setiap 4 – 5 tahun sekali akan menyebabkan KLB polio, maka dengan alasan2 tersebut, ditambah bahwa kita sudah > 3 tahun tidak ada kasus polio baru, sehingga pemerintah mulai berpikir dan dianjurkan juga oleh WHO untuk mulai beralih ke vaksin polio injeksi yang hanya mengandung virus mati, jadi pasti tidak ada KIPI lumpuh layu (VAPP) dan kasus virus vaksin menjadi ganas (VDPV) seperti yang vaksin OPV dan bikin KLB, maka dilakukanlah program introduksi vaksin polio injeksi di Provinsi Yogyakarta mulai tahun 2007 yang berlangsung hingga 2012 lalu. Diharapkan hasilnya di Yogyakarta dan sekitar bila bagus, maka seluruh wilayah Indonesia akan mulai beralih ke vaksin suntik polio IPV secara bertahap. Yang dipergunakan di Yogyakarta adalah IPV yang monovalent (hanya mengandung virus polio saja), tapi yang ada di praktek dokter swasta dan RS swasta adalah vasin polio yang multivalent, atau kombinasi dengan DTaP Hib dan IPV (5 in one shot), jadwal vaksinasi adalah sama untuk vaksin polio yang mono atau kombinasi yaitu mulai usia 2,4 dan 6 bulan. Soal efektifitas vaksin OPV dan IPV sama saja, hanya keuntungan IPV adalah tidak akan terjadi lagi yang lumpuh layu karena vaksin (VAPP) dan VDPV seperti yang terjadi pada vaksin OPV.Program introduksi IPV sudah selesai pada tahun 2012, dan mulai saat itu di Yogyakarta dan sekitar sudah resmi beralih ke IPV, sedangkan daerah lain mungkin akan menyusul bertahap, disebabkan masalah logistik, biaya dan distribusi, maka ada daerah yang masih gunakan OPV tapi ada yang sedang beralih sehingga ada IPV dan OPV atau daerah yang sudah hanya pakai IPV saja. Tapi diseluruh Indonesia pasti sudah ada yang vaksin polio kombinasi dengan DTaP Hib itu. Semoga jelas apa yang saya sampaikan disini. Untuk mengetahui detai tentang Program Introduksi IPV di Yogyakarta bisa membacanya di: http://selukbelukvaksin.com/program-introduksi-inactivated-polio-vaccine-ipv-di-yogyakarta/ 
  • Maaf, ini pertanyaan agak bodoh tapi ngeganjel. Kalau sudah MMR memang masih perlu vaksin campak lagi, ya? Bukannya skrg sudah sepaket sama MMR? Saya suka takut salah kasih info sama teman2 saya yg suka nanya. Yg saya tau walaupun sdh vaksin campak, sebaiknya MMR juga utk dptkan vaksin gondong sama rubellanya.  Jawab: Vaksin MMR adalah vaksin kombinasi untuk 3 macam penyakit infeksi, yaitu measles atau campak, mumps atau gondongan dan rubella, disingkat jadi vaksin MMR. Sedangkan vaksin MMR-V adalah juga vaksin kombinasi antara vaksin MMR yang dikombinasikan dengan vaksin varicella atau cacar. Jadwal pemberian vaksin MMR (jadwal IDAI dan US-CDC) maupun Varicella (jadwal IDAI dan US CDC) adalah: Untuk MMR vaksin : dosis pertama diberikan saat bayi sudah berusia 12 – 15 bulan, dan dosis ke2 pada saat anak mencapai usia 4- 6 tahun. Interval antara kedua dosis ini adalah sekitar 3 – 5 tahun. Jadwal untuk vaksin Varicella menurut US-CDC adalah dosis ke1 pada bayi sudah berusia 12 – 15 bulan dan dosis ke 2 pada anak mencapai usia 5-6 tahun, dan interval antara kedua dosis adalah 3 – 5 tahun. Jadi untuk vaksin Varicella jadwalnya persis sama dengan jadwal vaksin MMR. Sedangkan jadwal Varicella menurut IDAI hanya diberikan satu dosis saja, yaitu saat bayi mulai berusia 12 bulan dan seterusnya, tidak ada dosis ke2 untuk Varicella menurut jadwal IDAI. Sedangkan Vaksin MMR-V ini hanya ada di US atau Eropa, tidak atau belum ada di Indonesia saat ini, jadwal pemberian vaksin MMR dan V bisa disatukan, karena jadwal pemberian masing2 vasin adalah persis sama, atau bisa dipisahkan pemberian masing2 vaksin, misalnya mulai MMR dulu kemudian interval minimal 4 minggu bisa diberikan vaksin Varicella. Interval minimal 4 minggu diperlukan karena vaksin MMR dan vaksin Varicella adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccines). Demikian keterangannya semoga bermanfaat dan tidak membuat tambah bingung mbak2 dan ibu2 Gesamuner…(source: www.selukbelukvaksin.com)                                                     PerhatianVaksin MMR dan MMR-V tidak boleh atau kontra indikasi untuk diberikan kepada wanita yang rencana akan hamil dalam waktu 1- 2 bulan setelah vaksinasi MMR atau MMR-V karena mengandung antigen virus ysng dilemahkan (live attenuated viruses) yang mungkin akan berdampak negatif untuk calon janin. Demikian juga vaksin2 ini adalah kontra indikasi untuk ibu yang sedang hamil, terutama pada trimester pertama (mungkin selama kehamilan sedang berlangsung).   
  • Dok Leo, jadi anak yg sdh dapat Varicella pas usia 9 bulanan, harus dibooster lagi di usia 4-5 tahun ya? Waduh, bisa ada insiden drama telenovela di ruang periksa dokter nich kalau gini urusannya *facepalm                                                                                      Jawab: Kalau kita ikuti jadwal IDAI maka dosis ke2 Vksin Varicella itu sudah tidak ada lagi. Dosis ke2 itu adalah menurut US-CDC yang diberikan pada saat anak berusia 4-6 tahun. Maksud dan tujuan adalah untuk mencegah terjadinya herpes zozter diusia dewasa atau usia lanjut nanti.Virus varicella adalah juga virus penyebab herpes zozter.

  •  dok,saat anak sy skrg 11bulan,,diberikan imunisasi hanya oleh bidan tdk dijelaskan combo itu apa saja,saya khawatir belum diberikan pcv dan hib,apakah combo 1,2,dan 3 itu sudah termasuk pcv dan hib?      Jawab: Ibu Fitri,Biasanya vaksin kombinasi atau vaksin combo yang tersedia di Bidan atau Puskesmas, adalah vaksin kombinasi yang disupport/subsidi oleh pemerintah, dan vaksinnya adalah vaksin kombinasi vakssin DTP dan vaksin hepatitis B. itu terdiri dari 3 dosis lengkap, dan diberikan booster lagi sewaktu bayi telah mencapai usia 18 bulan dan seterusnya. Tidak ada vaksin Hib (haemophilus influenza type B) dan PCV yang disediakan oleh ibu Bidan. Kedua vaksin ini tidak termasuk dalam daftar vaksin yang disubsidi pemerintah, hanya bisa ibu peroleh ditempat dokter swasta atau rumah sakit swasta. Vaksin Hib ini terdapat dalam bentuk tunggal hanya vaksin Hib saja, tapi juga dalam bentuk kombinasi, yaitu DPT-Hib, atau DPT-Hib-Polio. Saran saya, lain kali ibu bertanya sejelas jelasnya vaksin apa saja yang akan diberikan untuk bayi kita yang sesuai dengan usia bayi kita saat imunisasi, ibu berhak tahu dan berhak untuk bertanya sampai jelas dan puas.
  • Apa penyebab infeksi meningitis dan apakah ada vaksin untuk mencegahnya ?                                                                             Jawab : Meningitis (infeksi selaput otak) dan encephalitis (infeksi jaringan otak) adalah penyakit akibat infeksi berbagai macam kuman patogen kejaringan otak. Kuman patogen penyebab penyakit ini ada berbagaai macam, misalnya yang sering kita sebut adalah Niserea meningococcus,Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae, termasuk kuman TBC, tapi juga beberapa jenis virus (arbovirus, herpes virus dan polio virus), sel jamur (candida dan cryptococcus), semua patogen ini bisa menyebabkan MENINGITIS / infeksi selaput otak dan ENSEPHALITIS / infeksi jaringan otak ini. Yang bisa kita cegah dengan vaksinasi dan imunisasi yaitu jenis N. meningococcus, S. penumoniae dan H. influenza dan yang jenis virus seperti disebutkan diatas. Saat ini, kita mengenal jenis vaksin Hib (baik yang monovalent juga yang vaksin Hib kombinasinya, seperti DTP-Hib, DTP-Hib-Polio, DTP-Hib-Hb-Polio, dll), vaksin pneumococcus seperti PCV7, PCV10 dan PCV13, dan vaksin meningitis yang monovalent. Jenis vaksin yang kita pilih dan kita pakai adalah tergantung endemisitas penyakit meningitis yang disebabkan oleh jenis kuman penyebabnya (serotype kuman sesuai dengan geografis dan usia penderita), juga prevalensi umur saat penyakit meningitis dengan penyebab tertentu paling banyak, jadi dengan kata lain, TIDAK SEMUA jenis vaksin ini kita perlu pakai. Misalnya vaksin meningitis yang monovalent, hanya dipergunakan untuk orang yang bepergian ke daerah yang endemik penyakit meningitis dengan penyebab kuman N. meningococcus saja, seperti naik haji, ke daerah Afrika (ada daerah di Afrika Tengah yang diisebut Sub Sahara Meningitis Belt) dan Amerika Latin. Yang kita perlukan didaerah Indonesia,juga Asia adalah Hib (monovalent dan kombiansi) dan PCV untuk bayi dan anak balita kita, karena kedua jenis kuman patogen ini paling banyak beredar dan endemik di Asia dan Indonesia. Jadi, kalau kita tidak bepergian ke daerah endemik meningitis karena ulah kuman N. meningococcus, kita tentu tidak perlu vaksin meningitis yang monovalent itu, kemudian vaksin ini juga baru diberikan pada saat anak sudah berusia 11 – 12 tahun, minimal diatas 2 tahun baru diberikan. Sedangkan vaksin Hib dan PCV sudah bisa kita berikan saat bayi sudah berusia 2 bulan dan seterusnya Semoga ini cukup jelas dan kita tidak merancuhkan lagi antara penyebab meningitis (juga ensephalitis) dengan vaksinasi yang cocok yang dianjurkan bagi imunisasi bayi kita, …. .
  • Saya mau tanya, anak saya usia hampir 9 bln,tapi blm mendapatkan imunisasi DPT combo atau DPT + hep.B yg ke-3..krn imunisasi hep.Bnya sdh lengkap..kurang DPTnya saja..tapi sediaan yang ada di daerah saya adanya yg combo,misalkan tetap diberikan,apakah ada efek buruk terhadap anak saya,secara imun hep.Bnya jd 5x, HB0,HB1,HB2,HB3 dan yg terkhir bersama DPT COMBO 3.. TERIMA KASIH                                                                                             Jawab: Ibu Tari Wiyanto,Kadang kadang kita menghadapi situasi dimana persediaan vaksin yang kita perlu sedang mengalami gangguan persediaannya. Sehingga jadwal vaksinasi yang dianjurkan untuk bayi kita agak terganggu. Sebetulnya jadwal vaksinasi atau imunisasi itu dibuat untuk menjadi pegangan patokan kita agar supaya tidak ada vaksinasi yang terlewatkan. Jadi kalau terlambat sedikit atau maju lebih cepat sedikit dari jadwal yang sudah ditentukan, bukan hal yang perlu kita kuatirkan. Asal segera saja imunisasikan bayi kita begitu vaksin bersangkutan sudah tersedia lagi.
    Juga untuk vaksinasi, tidak ada masalah kelebihan dosis vaksinasi, seperti hal terjadi over dosis dengan obat2an, pada vaksin tidak ada hal demikian, jadi ibu boleh saja berikan vaksin kombo DTP plus HB ini untuk bayi ibu saat ini. Atau kalau mau tunggu vaksin yang sesuai bisa saja, asal jangan tunggu terlalau lama (ber-bulan2 lamanya misalnya).
    Tetapi yang saya ketahui, di bidan vaksin kombo DTP itu adalah dengan vaksin hep B, lalu kenapa bayi ibu bisa kelebihan vaksin hep B ? Kecuali di dokter swasta, ada DTP sendiri dan vaksin Hep B sendiri, nah ini bisa kejadian vaksin Hep B sudah lengkap, tapi DTP yang tertinggal karena stok vaksin dan lain2 hal… 

  •     Siang Gesamun…habis baca trit pwanjang ttg vaksin PCV disini.
    Mau tanya ya… ^_^Bedanya Vaksin Conjugate dan Vaksin Polisakarida itu apa..? Apa hanya dari kegunaannya saja, atau ada yg lain ?
    Terima kasih informasinya.. ^_^

    Jawab: ini salah satu jawabnya mbak : Vaccines use different types of vaccination technology – Polysaccharide and Conjugate are different types of technologies. It is generally considered that Conjugate vaccines provide superior long-term protection versus Polysaccharide vaccines because of the mechanism by which they create an antibody response. While polysaccharide vaccines may offer individual protection, they do not provide the same level of “herd immunity” (i.e. non-immunized individuals provided protection due to number of immunized individulas in community) provided by Conjugate vaccines.(http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_difference_between_vaccine_conjugate_and_Polysaccharide_vaccine). Vaksin conyugate itu berikatan dengan protein lain (toksoid) sehingga lebih besar berat molekulnya, yang mempunyai efek merangsang respons sistim imunology yang lebih baik daripada jenis vaksin polisacharide. Konsekuensinya, vaksin jenis polischaride hanya diberikan pada anak sudah berusia >2 tahun karena vaksin ini kurang efektif untuk bayi < 2 tahun, sebaliknya vaksin jenis conjugate bisa diberikan pada bayi > 2 bulan,dengan efektifitas yang tinggi (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7505396)

    What is the difference between vaccine conjugate and Polysaccharide vaccine?

    wiki.answers.com

    Vaccines use different types of vaccination technology – Polysaccharide and Conjugate are different types of technologies.

  • Di perusahaan tempat saya bekerja saya mendapatkan imunisasi hep B, hari ini saya suntik yang ke -3 kalinya, tp saya lihat di jarum bekas suntikan saya ada darah, biasanya tidak, apakah berbahaya jika ada darahnya?

    Jawab: Yth Arin,

    Selamat anda telah melengkapi jadwal imunisasi hepatitis B anda dengan benar, yang akan menjamin bahwa anda akan terlindungi terhadap infeksi virus hepatitis B. Namun demikian cara hidup anda tetap menjadi penjamin utama bahwa anda akan tetap selamanya terlindung, karena tidak ada satu vaksin pun termasuk vaksin anti hepatitis B ini akan memberikan perlindungan yang 100%. Soal jarum suntik yang ada bekas darah sedikit setelah suntikan itu bukan apa2 dan tidak berbahaya, selama vaksin yang diberikan itu tidak disuntikkan kedalam pembuluh darah vena kita. Mungkin bekas darah itu berasal dari jaringan kulit dan otot yang dilewati oleh jarum suntik tadi.

  •    Siang gesamuners, pak dokter, bu dokter.. Tanya ya,,
    Anak saya tanggal 30 bulan ini genap 9 bulan, sementara jadwal imunisasi campak di RS rujukan perusahaan tempat suami kerja setiap tanggal 28, berarti kalo bulan ini anak saya masih 9 bulan kurang 2 hari. Apa boleh imunisasi bulan ini, atau nunggu tanggal 28 bulan depan? Kan kelamaan udah hampir usia 10 bulan.
  • Jawab: Vaksinasi Campak untuk bayi berusia > 9 bulan, maksudnya vaksinasi ini sudah boleh diberikan untuk bayi yang sudah berusia diatas 9 bulan, jadi mau diberikan persis usia 9 bulan atau lebih ya nggak apa2, asal tidak dibawah usia 9 bulan, karena diasumsikan bahwa bayi berusia < 9 bulan, maka masih ada maternal antibody terhadap campak, sehingga vaksinasi campak akan menjadi mubazir. Kalau sudah > 9 bulan, maka diasumsikan bahwa maternal antobody terhadap campak sudah rendah atau bahkan nol, jadi itulah saat yang tepat kita berikan imunisasi campak untuk memberikan perlindungan bayi terhadap infeksi virus campak.
  • Pagi Dok, Saya ada pertanyaan, jarak suntikan vaksin Hepatitis B pertama dan ke 2 adalah 4 minggu, bagaimana jika suntikan ke 2 lebih dari 4 minggu , apakah efek dan resiko nya. Mohon dibantu. Terima kasih,
    Lanny                                                                                               Jawab: Malam ibu Lanny, Skedul atau jadwal utk vaksinasi hepatitis b adalah 0,1 dan 6 bulan, total hanya perlu 3 dosis lengkap. Interval antara dosis ke1 dan ke2 adalah 1 bulan atau 4 minggu. Kalau lebih dari 4 minggu tdk apa2 asal jangan sampai terlalu lama. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.
  •    Hi Dok,                                                                                            Mau tny bayiku kmrn tgl 15 mei 2013 tepatnya berumur 4bln 1minggu dan baru dikasih vaksin pcv danrotavirus pertama, terus dokternya suruh vaksin pcv,hib dan polio yang kedua pada tgl 30 mei 2013, apakah boleh vaksin gitu banyak dengan interval yang hanya 2 minggu thanks.

    Sorry dok, ralat dikit, yg dokter suruh vaksin lagi tgl 30 mei adalah dpat,hib dan polio yg tahap 2

    Jawab: Yth. Ibu Sandra,

    Terima kasih atas pertanyaannya tentang jadwal vaksinasi diatas.
    Karena vaksin yang dianjurkan oleh dokter anak anda adalah vaksin DTaP, Hib dan Polio (5 jenis vaksin) yang rencana akan diberikan pada 30 May 2013 nanti, maka asumsi saya itu adalah vaksin kombinasi pentavalent (satu kali suntikan berisi 5 jenis antigen untuk 5 jenis penyakit atau vaksin Pediacel), dan vaksin jenis ini adalah jenis vaksin mati, sehingga interval hanya 2 minggu dari vaksin PCV dan Rotavirus yang diberikan 15 May 2013 adalah tidak menjadi masalah, kita baru memerlukan interval minimal 4 minggu jika vaksin yang akan diberikan itu adalah jenis vaksin hidup yang dilemahkan, seperti vaksin rotavirus, PCV atau MMR dan varicella.                                                                                         
    Interval antara vaksin pertama yang merupakan jenis vaksin hidup (live attenuated vaccine) dengan vaksin kedua yang juga vaksin hidup minimal adalah 4 minggu

  • Thanks Dok atas advice nya Btw, mengenai rotavirus seperti yg saya bca di artikel ini bahwasannya pemberian pertama kali vaksin maksimal usia 14 minggu 6 hari, akan tetapi bayi saya rotavirus pertamanya di usia 4 bln 1minggu, yang mana sdh lewat dari batas maksimal? Apakah vaksin tersebut msh berguna untuk diberikan? Thanks

    Jawab: Ibu Sandra,                                                                         Jadwal pemberian dosis pertama usia maksimal bayi 14 minggu 6 hari itu didasarkan pada data keamanan vaksin rotavirus dosis pertama, dalam kasus bayi ibu memang sudah melewati batas usia maksimal ini. Sehingga untuk dosis ke2 (vaksin Rotarix) atau dosis ke 2 dan dosis ke3 (vaksin RotaTeq), tergantung jenis vaksin mana yang bayi ibu pergunakan, mohon ibu perhatikan jadwal vaksinasinya. Soal efektifitas vaksin untuk bayi ibu adalah tetap efektif.

  •    januari lalu saya disuntik turbo vaksin ini. awalnya saya hanya mempunyai nilai antibody sekitar 22. sekitar bulan februari saya kena kaligata. bulan april lalu saya test darah dan mendapat antibody saya sdh mencapai 1000. apakah ada hubungan antara vaksin dgn kaligata (alergi gatal)? Makas                                                                      Jawab: Terima kasih untuk pertanyaan anda tentang hubungan antara kejadian kaligata dengan vaksinasi hepatis B yang anda lakukan satu bulan sebelumnya. Untuk diketahui bahwa vasin hepatitis B ini adalah cukup aman, sehingga kejadian kaligata (alergi) yang anda sebutkan terjadi satu bulan setelah vaksinasi hepatitis B adalah tidak mungkin. Titer antibody vaksin hepatitis B bisa kita ukur minimal 1 – 2 bulan setelah kita terima dosis ke3 (terakhir) vaksinasi hepatitis B. Dikatakan bahwa kita akan immun atau kebal terhadap infeksi virus hepatitis B bila titer antibody telah mencapai >/=10 mIU/mL. Dan kekebalan ini bisa bertahan hingga 25 tahun lamanya. Selain vaksinasi, yang terpenting adalah gaya hidup sehat yang akan menghindarkan kita dari penularan penyakit hepatitis B.
  • Dok,petugas pemberi vaksin di tmpt sy bekerja melakukan kesalahan dg memberikan jenis vaksin yg sama stlh interval 2 mg,seharusnya stlh vaksin vaxigrip 0,5 diberikan pneumo23 0,5 dan sebaliknya ( terhadap 2 jamaah yg mau brgkt haji),jd msg2 mendapat 2 kali vaxigrip satunya 2 kali pneumo23,bgmn efek pemberian tsb? Apakah menyebabkan masalah dok? Kmdn bolehkah masing2 diulang pemberian spt yg seharusnya dan brp jarak waktu pemberian? Makasih dok..                                                                                 Jawab: Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi kalau seandainya petugas vaksinator bertindak dengan teliti dan cermat dengan memeriksa buku vaksinasi dan vaksin yang telah atau akan diberikan kepada masing masing jemaah yang bersangkutan. Untungnya dengan vaksin tidak ada masalah over dosis seperti halnya dengan obat-obatan, sehingga seseorang mendapatkan lebih dari satu dosis vaksin yang sama dalam jangka waktu tertentu tidak akan menimbulkan masalah atau efek jelek terhadap penerima vaksin tersebut, kecuali memperbesar kemungkinan terjadinya efek simpang atau KIPI pasca vaksinasi, bila hal ini bisa terjadi, pada orang penerima vaksinasi tersebut. Sekarang bisa segera mengulang pemberikan vaksin yang tepat untuk masing masing jemaah,tidak perlu interval waktu lagi, karena semua vaksin ini (vaxigrip dan vaksin pneumo23) adalah vaksin yang telah dimatikan (killed vaccine), bukan jenis vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine).
  •   dok.. sy mau tanya.. bayi sy umur 3,5 bulan akan tetapi saya bingung apakah bayi sy sdh mendapatkan vaksin BCG atau tidak dikarenakan sy pindah pulau dan sy tlp dokter sy pun bingung apakah sudah dilakukan atau tidak karena saking banyaknya pasien :(… apa yg harus saya lakukan dok, trims

    Jawab: Yth. Ibu Sally,

    Selamat pagi ibu! Ibu Sally tidak perlu bingung untuk hal vaksinasi BCG ini. Usia yang tepat untuk vaksinasi BCG adalah pada usia bayi sejak 2 hingga 3 bulan (rekomendasi IDAI tahun 2011). Jadi kalau baru 3.5 bulan dan ibu dan dokter bersangkutan tidak pasti, maka vaksinasi BCG ini bisa diberikan saat ini, jangan ditunda lagi.

    Karena apabila vaksinasi BCG untuk bayi yang sudah melewati usia 3 bulan, maka sebaiknya sebelum vaksinasi BCG diberikan, bayi ditest dahulu dengan uji tuberkulin, agar supaya yakin bahwa vaksinasi BCG kita berikan pada waktu bayi belum terpapar/terinfeksi dengan kuman TBC sebelumnya. Bila tidak mungkin dilakukan test tuberkulin ini, maka vaksinasi tetap bisa diberikan dengan catatan reaksi lokal vaksinasi BCG ini kita observasi baik2 minimal selama 7 hari, bila ada reaksi lokal yang berlebihan maka sebaiknya bayi kita segera dikonsulkan ke dokter anak untuk mencari penyebabnya (diagnosa TBC).

  • aslkm..saya mempunyai istri dengan Hepatitis b kronik..saya melakukan tes hbsag dan vaksinasi hbv..alhamdllh hbsag nya negatif dan anti hbs saya 266,6 mlu/ml apakah saya perlu booster dan apa bisa tertular dr istri saya ?..terimakasi                                            Jawab: Pak …, Terima kasih untuk pertanyaannya ttg hepatitis B.Kalau baca dari cerita bapak dan hasil test darah yang ternyata HBsAg masih negatif, sedangkan anti HBsAg positif mencapai titer 266,6 mlu/ml, ini berarti anda kebal terhadap virus hepatitis B ini. Soal booster dose, apakah bapak sudah mendapatkan vaksinasi vaksin Hepatitis B 3 dosis lengkap ? Yaitu dosis ke1 pada bulan 0, dosis ke2 pada bulan ke1 dan dosis ke3 pada bulan ke6 ? Jika iya demikian, sudah mendapatkan 3 dosis lengkap, maka bapak sudah tidak perlu dosis booster lagi. Saya duga titer 266,6 mlu/ml ini adalah setelah bapak dapat suntikan dosis ke3 ? Penularan hepatitis B bisa melalui darah, serum juga cairan sperma dan cairan vagina. Anda sudah kebal, namun tetap lakukan tindakan preventif secukupnya untuk menghindari kemungkinan yang tidak kita duga. Semoga menjawab pertanyaan bapak.Salam, Dr. Leo Kurniawan
  • Saya sudah divaksin rekombinan 1.0 mL di Biofarma dengan jadwal dosis ke1 pada bulan 0, dosis ke2 pada bulan ke1 dan dosis ke3 pada bulan ke3 dalam jarak 1 bulan pada dosis ke tiga..untuk berhubungan sexual dengan istri apakah kemungkinan saya bisa tertular apa sudah aman dok dengan titer 266?terus bagaimana langkah-langkah selanjutnya untuk saya pribadi karena saya takut sekali tertular dikarenakan takut mempengaruhi karir saya kedepannya..terimakasih Dr Leo                                                                                            Jawab : Pak,
    Secara teoritis bapak telah kebal terhadap kemungkinan terinfeksi dengan virus hepatitis B ini karena bapak telah mendapatkan vaksinasi anti hepatitis B secara lengkap (3 dosis) dan titer antibody telah berada diatas 10 mIU/mL yang cukup untuk memberikan perlindungan. Namun untuk menjaga kemungkinan yang tidak kita ketahui, mungkin ada baiknya berhubungan seksual dengan pengaman, misalnya dengan kondom. Selebihnya tidak perlu berkuatir berlebihan. Dan agar diingat, bahwa orang yang menjadi penderita khronik hepatitis B, tidak dianjurkan menjadi pendonor darah juga organ tubuh
  • saya belum mempunyai anak dok..kami ingin sekali mempunyai keturunan..bagaimana yah dok solusinya sedangkan kalau memakai pengaman jelas sekali tidak akan mempunyai keturunan?sampai sekarang penyakit ini belum ada obat yang bisa menjamin kesembuhan 100 %                                                           Jawab:Seperti yang telah saya sampaikan, sebetulnya Anda sudah cukup terlindung dengan sudah mendapatkan vaksinasi lengkap 3 dosis vaksin anti hepatitis b, juga sudah dibuktikan dengan titer antibody yang tinggi, berarti vakssinaasinya telah berhasil baik. Maka secara teoritis Anda tidak akan tertular atau sudah kebal meskipun berhubungan seksual tanpa pengaman sekalipun. Kalau ragu, silahkan berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam internist ahli penyakit hati, juga bisa konsultasui dengan dokter kandungan kebidanan.Saran saya juga konsulkan/periksakan isteri tentang status penyakitnya ini, apakah masih aktif atau sudah menjadi khronis. Karena ada obat yang bisa diberikan untuk penderita hepatitis B.Yang pasti, adalah begitu lahir, bayi harus segera diberikan vaksin anti hepatitis B, juga serum anti hepatitis B, agar supaya bayi yang lahir dari ibu yang menjadi pembawa virus ini bisa aman tidak tertular dengan virus ini. Demikian penjelasannya pak. Semoga menjawab masalah ini.
  • saya mau tanya vaksin buat penyakit TBC apa dok ..???           Jawab: Pak Abdulbasir, Vaksin untuk penyakit TBC adalah vaksin BCG yang diberikan untuk bayi sejak lahir hingga usia 3 bulan. Bila setelah melewati usia 3 bulan, maka sebelum bayi diberikan vaksin BCG, bayi harus ditest dulu untuk mengetahui apakah bayi kita sudah terpapar dengan kuman TBC atau belum (dengan test tuberkulin atau test Mantoux). Bila test hasil negatif bisa segera berikan vaksin BCG, tetapi bila test positif,maka sebaiknya konsul terlebih dahulu dengan dokter anak bersangkutan sebelum berikan vaksin BCG ini.

    Demikian ketrangan tentang vaksin BCG.
    Salam,
    Dr. Leo Kurniawan

  • anak saya remaja perempuan sudah divaksin hpv untuk mencegah kanker serviks, dan beberapa hari yang lalu ada pengumuman dr sekolahnya kalau akan diadakan vaksin hpv. apakah anak saya boleh diikutkan?                                                                                     Jawab:Karena saya tidak jelas apakah vaksinasi HPV putri ibu sudah lengkap atau belum, kalau seandainya sudah lengkap diberikan 3 dosis, maka sudah tidak perlu lagi diikutkan dalam program vaksinasi HPV dari sekolah. Untuk dikethui saja bahwa vaksinasi HPV ini terdiri 3 dosis, yang mulai kita berikan kepada putri mulai usia 11 – 12 tahun (bisa juga mulai usia 9 tahun), terdiri dari 3 dosis, jadwalnya adalah antara dosis pertama dan dosis kedua selang waktu 1-2 bulan, dan dosis ke3 adalah selang waktu 6 bulan setealh dosis yang pertama. Atau kalau kita ingin lebih cepat, bisa dengan jadwal sebagai berikut : selang waktu antara dosis ke 1 dan dosis ke 2 adalah minimal 4 minggu, selang waktu dosis ke 2 dan dosis ke 3 adalah minimal 12 minggu. Sekarang ini, vaksin HPV bukan hanya untuk anak wanita, juga diberikan untuk anak pria, dengan batas usia dan jumlah dosis yang sama. Hanya saja untuk anak pria jenis vaksin HPV yang diberikan adalah jenis HPV yang mengandung 4 jenis serotype virus (jenis vaksin HPV4). Idealnya vaksin HPV harus diberikan pada anak2 remaja yang belum aktif secara seksual, namun menurut penelitian terakhir, walaupun wanita atau pria yang sudah aktif seksual juga tetap dianjurkan pemberian vaksin HPV ini (HPV2 dan HPV4) karena kan memberikan manfaat proteksi terhadap infeksi virus papiloma ini dan mencegah terjadinya kanker serviks.
  • Dokter, mohon dijelaskan vaksin rotavirus. karena setau saya vaksin tsb bukan merupakan vaksin wajib, jadi anak saya usia 18 bulan, blm sya berikan vaksin rotavirus. Dulu, waktu vaksin di RS, DTP nya yang bareng sama Hib. Apakah disitu juga termasuk vaksin rotavirus? Kalo sy mau mevaksin rotavirus di usia sekarang, apakah masih bisa Jawab: Terima kasih untuk pertanyaannya. Seperti ibu katakan, bahwa vaksin Rotavirus ini adalah jenis vaksin yang dianjurkan oleh IDAI (ikatan Dokter Anak Indonesia) karena melihat jumlah penyakit yang semakin meningkat dan kemungkin besar bayi kita tertular oleh virus Rota ini. Vaksin kombinasi DTP dan Hib yang pernah bayi ibu terima itu belum termasuk jenis Rotavirus vaksin. Jadwal vaksinasi untuk vaksn Rotavirus adalah mulai bayi berusia 2, 4 dan 6 bulan. Usia minimal adalah bayi telah berusia 6 minggu. Usia maksimal untuk dosis pertama adalah saat bayi berusia 14 minggu + 6 hari, dan dosis terakhir adalah saat bayi berusia maksimal 8 bulan + 0 hari (silahkan baca di : http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/). Karena bayi ibu sudah berusia 18 bulan, sudah terlambat untuk dosis yang pertama, namun bisa ibu berikan untuk dosis ke2 dan dosis ke3, jika ibu anggap ini perlu.(tergantung jenis vaksin Rotavirus yang ibu pakai : Rotarix atau Rotateq))(lihat di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/). Demikian penjelasan tentang jadwal dan jenis vaksin Rotavirus. Semoga bermanfaat bagi Ibu dan bayinya. Salam, Dr. Leo Kurniawa
  • keluarga saya ( suntik utk anak antara umur 3-12 thn serta utk orangtua suntikan dewasa) mendpt suntikan twinrix pertama itu di bulan Jan 2013, lalu suntikan kedua terlewat dan melakukan suntikan di juni 2013. Apakah ini harus disuntik ulang utk suntikan primer (0-1-6) ? karena saya takut tidak berfungsi lagi suntikannya karena sudah terlewat terlalu lama. mohon advisenya ya Dok thx.          Jawab:                                                                                                 Terima kasih untuk pertanyaannya tentang schedule vaksinasi untuk vaksin Twinrix. Vaksin Twinrix ini untuk mencegah penyakit hepatitis A dan Hepatitis B, dan untuk mendapatkan perlindungan terhadap ke 2 penyakit ini diperlukan 3 dosis lengkap dengan jadwal dosis 2 satu bulan setelah dosis pertama, dan dosis ke3 diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Namun untuk dosis ke2, kita bisa juga berikan dosis ke2 6 hingga 12 bulan setelah dosis yang pertama (http://www.twinrix.ca/en/reminder.html). Sedangkan dosis ke2 ibu baru berikan pada bulan Juni 2013, Jadi ini belum terlambat untuk keluarga ibu, tinggal lanjutkan saja dosis ke3 yang terakhir pada bulan berikutnya. Jadi tidak perlu mengulang dari awal seluruh jadwal imunisasi ini, cukup lanjutkan saja dengan sisa dosis yang diperlukan untuk melengkapi jadwal yang dianjurkan untuk mendapatkan proteksi optimal terhadap penyakit Hepatitis A dan Hepatitis B ini.         Semoga jelas dan bermanfaat. Salam, Dr. Leo Kurniawan
  • mau tanya dok , rencana mau nikah bulan okt ini tp baru mau vaksin yg pertama bln ini, boleh nggak berhub sm suami kalo vaksin blm 3 seri ? soalnya calon pasangan terdeteksi hep B ?? makasih atas jwb Jawab: Vaksinasi hepatitis B yang sangat dianjurkan adalah lengkap 3 dosis dengan jadwal dosis ke2 adalah setelah satu bulan pemberian dosis yang ke1. Kemudian dosis ke3 yang terakhir adalah 6 bulan setelah dosis ke2. Untuk mengetahui apakah kita sudah terlindung oleh vaksinasi ini yaitu dengan periksa titer antibody terhadap virus hepatitis B, ini dilakukan 1 -2 bulan setelah kita mendapatkan vaksinasi dosis ke3 yang terkahir. Bila titernya adalah > 10 mIU/mL, maka artinya kita sudah terlindungi oleh vaksinasi hepatitis B ini.
    Dalam kasus mbak, sebaiknya pada saat berhubungan mempergunakan kondom sampai setelah mbak mendapatkan dosis vaksin ke3 yang terakhir, dan 1 -2 bulan setelah itu diperiksa titer antibody seperti yang diuraikan diatas. Jangan mengambil resiko yang tidak perlu. Lebih baik berhati hati sedikit daripada menyesal nanti.
  • Dok …….anak sy berumur  3 bulan 28 hari, hari sabtu kemarin habis imunisasi HIB trus bulan depan rencanax imunisasi PCV  cuman dokter yg kami tempati itu tdk menyediakan vaksin tersebut karena terlalu mahal yg ada cuman  vaksin PNEUMO 23 yg hargax murah , apakah anak sy sdh bisa mendapatkan vaksin PNEUMO 23 sedang usiax masih dibawah 2 tahun dan sy baca diinternet katax tuk vaksin PNEUMO 23 ini diberikan pada anak diatas 2 tahun….                   Jawab :Sebenarnya batas usia anak untuk beberapa jenis vaksin anti pneumonia (PCV dan Pneumo23) adalah atas dasar respons sistim imunologi tubuh bayi setelah kita suntikan jenis vaksin bersangkutan. Menurut literature dan aturan pakai pabrik pembuat vaksin Pneumo23, bahwa jenis vaksin ini memang di-indikasikan untuk anak yang telah berusia >2 tahun, karena respon terhadap jenis vaksin ini pada bayi > 2 tahun akan lebih baik daripada yang berusia < 2 tahun. Sedangkan untuk bayi berusia < 2 tahun telah tersedia vaksin jenis PCV (PCV7, PCV10 dan PCV13) yang dianjurkan, memang harganya lebih mahal karena masih tergolong vaksin baru. Jadwal imunisasi untuk vaksin PCV ini adalah saat bayi berusia 2, 4 dan 6 bulan, sedangkan dosis booster setelah bayi berusia antara 12 – 15 bulan kemudian. Jadi kalau ibu tetap ingin memberikan vaksin pneumonia untuk bayi yang masih berusia < 2 tahun, sesuai dengan anjuran harus pergunakan vaksin pneumonia jenis PCV ini.
  •   saya mau bertanya lagi dok..vaksin hepatitis b memberikan perlindungan berapa lama ya untuk orang dewasa?  Terimakasih. Jawab:Vaksin hepatitis B memberikan masa proteksi yang lama sekitar 25 tahun, bahkan ada literature yang mengatakan bahwa proteksi vaksin hepatitis B ini berlangsung seumur hidup. Sehingga menurut ketentuan dan anjuran WHO, untuk vaksin hepatitis B tidak perlu diberikan lagi dosis booster atau dosis penguat. Syaratnya adalah : Bila kita telah mendapatkan vaksinasi hepatitis B lengkap 3 dosis. Untuk anak kecil dan orang dewasa sama saja pak
  • saya pemberian vaksin hepatitis b nya diberikan dengan jarak 1 bulan 1 bulan sampe dosis ketiga tidak ada masalah yaa dok? Jawab:Sebenarnya jadwal yang dianggap baik karena respons sistim imunologi tubuh adalah jadwal 0, 1 dan 6 bulan kemudian, namun dengan jadwal yang lain dari ini juga memberikan hasil yang lumayan baik, jadi tidak manjadi masalah yang perlu dirisaukan.
  • Dok mau nanya, klo ibu dr suami saya terkena hepatitis b, tp stlh priksa HbsAg suami saya non reaktive apakah perlu vaksinasi lg tuk pencegahan, bagaimana baiknya ya dok.?                                  Jawab: Untuk penyakit hepatitis B kita sebaiknya menganut prinsip selalu memberikan vaksinasi anti hepatitis B ini terutama untuk mereka yang masih belum tertular dan rentan seperti suami ibu, karena penyakit ini sangat menular (bahkan lebih mudah menular daripada penyakit HIV-AIDs), lagi pula penyakit hepatitis B ini endemik dinegaraa Indonesia dan Asia. Kita tidak tahu kapan, dimana dan bagaimana kita bisa terinfeksi. Vaksin ini cukup aman dan terjangkau harganya. Detailnya ibu bisa membaca di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-hepatitis-b/

 Vaccine Saves Lives !

Source : www.selukbelukvaksin.com

tags: , , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi – Q2 2013