Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – Oktober 2014

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – Oktober 2014

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

 Tanya Jawab Untuk Vaksin dan Masalah Vaksinasi (google Free Image)

Tanya Jawab Untuk Vaksin dan Masalah Vaksinasi (Google Free Imagee) 

—————————————————————————————————————————————————–

Pertanyaan Tentang Cara / Suhu Untuk Menyimpan dan Transportasi Vaksin Varicella (Vaksin Hidup Yaang Dilemahkan)

  • Dear dokter Leo, mohon rekomen mengenai penyimpanan vaksin varicella. Apakah harus difreezer ….? Untuk transport vaksin saya menggunakan cold box berisi air. / ice gel yang sudah dibekukan (ACIP/ CDC) untuk menghindari freezing saya gunakan bubble wrap membungkus vaksin.tetapi ada saran untuk hanya menggunakan cold box yg berisi air yg disimpan di refrigerator (kulkas bawah) jadi air dalam kondisi cair .Bagaimana menurut dokter…?

Jawab:

Vaksin varicella adalah jenis vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccines) http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/

Menurut literature dan publikasi yang saya baca tentang penyimpanan vaksin varicella ini harus difreezer dengan suhu – 50 derajat Celcius hingga – 15 derajat Celsius, sehingga bagian freezer alat pendingan rumah tangga biasa tidak bisa menjamin suhu demikian.
Kita hanya boleh menyimpan dalam freezer rumah tangga dalam jangka waktu singkat saja,misalnya < 72 jam saja dan segera vaksin ini harus kita pergunakan.

Demikian juga bila vaksin ini harus ditranspot ke lokasi yang lain, kita sebaiknya memakai freezer mini yang bisa mempertahankan suhu yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat vaksin ini. Bila terpaksa bisa dengan cara pendinginan yang biasa kita pergunakan, tapi seperti anjuran tadi, vaksin ini harus segera dipergunakan, jangan disimpan lagi untuk jangka waktu yang lama.

Secara umum, kita transport vaksin dengan ice pack (zat kimia) atau dengan bongkahan es juga bisa, tapi sebelumnya vaksin ini harus kita bungkus terlebih dahulu dengan gumpalan kertas atau koran bekas, dan harus diusahakan vaksin ini TIDAK BOLEH bersinggungan langsung dengan ice pack atau es batu pendingin, karena untuk vaksin yang mati atau inactivated vaccine, suhu yang lebih rendah dari 4 derajat Celcius akan menyebabkan kerusakan vaksin tersebut. Kecuali untuk vaksin hidup yang dilemahkan seperti vaksin varicella yang sedang kita bicarakan ini.

Cara transportasi dengan air dingin ini yang belum pernah saya lakukan, meskipun pernah saya baca atau dengar dari kolega saya yang lain, sehingga saya tidak bisa memberi saran atau pendapat. Namun logikanya bila suhu air dingin itu antara 4 – 8 derajat Celsius seperti kondisi dalam lemari es rumah tangga kita, sudah bisa kita pergunakan, hanya saja vaksin ini tetap harus dibungkus water proof jangan sampai langsung terendam dengan air dingin yang akan merusak label dan packing vaksin dan mungkin juga membuat kontaminasi dengan vaksin itu sendiri.

Demikian keterangan yang bisa saya sampaikan, semoga memuaskan mbak Widayanti.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http;//sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Tentang Vaksin Influenza dan Penyakit Pilek Common Cold (Lanjutan dari Bulan September 2014)

  • Yang terhormat dokter Leo Kurniawan, terima kasih banyak dok, setelah saya mendapat penjelasan dokter atas email saya yang kedua, saya sudah yakin dok dan tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan vaksinasi influenza untuk saya dan anak-anak saya. Sejak saat itu, saya mulai mencari cari di kota saya, di mana saya bisa vaksinasi flu. Ternyata seluruh rumah sakit di kota saya, tidak ada vaksinasi influenza. Satu-satu nya yang ada, adalah di dinas kesehatan. Tetapi itu pun petugas nya hanya satu orang, dan sang petugas yang hanya satu orang tersebut sedang menunaikan ibadah haji. Jadilah saya harus menunggu dok, dan sampai sekarang beliau belum kembali. Untuk melakukan vaksinasi di luar kota, saya tidak berani karena jaraknya jauh. Saat ini anak saya yang pertama sedang terserang flu. Seperti biasa, kalau anak saya flu, saya sangat cemas karena biasanya flu nya berlanjut pada serangan asma yang parah. Maaf dok, sambil menunggu petugas vaksinasi datang, sekaligus menunggu anak saya sehat,saya ingin bertanya dok. Ada 2 pertanyaan: (1). Flu dan pilek itu kan berbeda ya dok. Apakah vaksinasi influenza bisa mencegah pilek juga atau tidak? (2). Jika seseorang divaksin flu pada tahun ini, kemudian tahun depan nya tidak divaksin, jika dibandingkan dengan tahun sebelum dia divaksin, apakah daya tahan nya terhadap flu lebih menurun atau sama dengan tahun sebelum dia divaksin? Maaf dok, ini hanya pertanyaan yang saya ingin mengetahui jawabannya. Karena saya sudah bertekad untuk melakukan vaksinasi influenza tiap tahun, untuk saya dan anak-anak saya. Mohon jawaban nya ya dok. Terima kasih banyak.

Jawab:

Terima kasih untuk emailnya dan pertanyaan tentang perbedaan antara flu dan pilek atau yang sering disebut juga common cold.

Untuk memudahkan penjelasan saya, sengaja saya lampirkan keterangan dari US CDC tentang perbedaan antara flu dan pilek atau common cold ini.

Menurut US CDC, kedua jenis penyakit ini adalah sama2 penyakit infeksi pada saluran nafas atas dengan gejalah yang mirip sekali, sehingga tidak mudah bagi kita, bahkan untuk dokter, membedakan dengan pasti mana yang flu yang mana pilek. (http://www.cdc.gov/flu/about/qa/coldflu.htm)

Yang pasti penyebab kedua penyakit ini berbeda, kalau flu adalah disebabkkan karena infeksi virus influenza saja, jenis virus influenza ini terdiri dari serotipe A, serotipe B dan serotipe C. Yang sering menyebabkan sakit influenza atau flu ini adalah virus influenza type A dan B dengan banyak variantnya. Ibu Endang bisa membaca detail tentang virus influenza ini di website saya  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-influenza-dan-seluk-beluknya/

Sedangkan common cold atau pilek, bisa disebabkan oleh bakteri atau virus lain yang menyerang saluran nafas atas juga, dengan gejalah penyakit yang mirip dengan flu. Hanya saja, gejalah penyakit pilek ini akan lebih ringan daripada influenza, dan juga jarang menimbulkan komplikasi yang serius bila dibandingkan dengan influenza. http://www.cdc.gov/flu/about/qa/coldflu.htm

Jadi kita bisa tarik kesimpulan bahwa vaksin influenza tidak bisa mencegah pilek atau common cold, karena penyebabnya yang berbeda, namun dalam klinik, sering kita lihat bahwa orang yang mendapatkan vaksinasi influenza, maka akan lebih jarang juga terkena pilek. Ataupun sampai sakit pilek, maka penyakitnya akan lebih ringan dan juga lebih singkat durasi sakitnya. Sehingga kita beranggapan bahwa dengan vaksinasi influenza, akan meningkatkan daya tahan tubuh kita terhadap virus influenza, juga terhadap virus yang lain dan bakteri jenis lain yang akan menyerang saluran nafas atas ini, semacam umbrella effect (efek payung) gitu.

Kita memang memerlukan vaksinasi influenza setiap tahun, ini disebabkan karena virus influenza, baik yang type A juga type B, selalu mengalami mutasi genetik, sehingga vaksin yang kita pergunakan pada tahun 2013 mungkin sudah tidak akan cocok untuk kita pakai pada tahun 2014 atau tahun 2015, karena virus influenza yang beredar sudah berbeda dari tahun sebelumnya.

Sehingga vaksin influenza selalu diperbaharui setiap tahun berjalan. Ibu juga bisa baca disini tentang jenis vaksin influenza yang dipakai setiap tahun berjalan.  http://selukbelukvaksin.com/komposisi-vaksin-influenza-northern-hemisphere-untuk-vaksinasi-influenza-tahun-2013-2014/

Jadi kita mengulang vaksinasi influenza bukan karena daya tahan kita menurun pada tahun berikutnya, tapi lebih banyak disebabkan karena virus penyebab influenza itu sudah berbeda serotype nya, sehingga antibody yang ada dalam tubuh kita sudah tidak cocok lagi untuk membrantas virus influenza yang datang menyerang.

Ngomong2 saya tidak tahu Ibu  dari kota mana, seharusnya vaksin influenza itu dengan mudah bisa ibu dapatkan di dokter anak yang ada dikota ibu.

Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Tentang Vaksin Polio Injeksi dan Oral dan Masa Simpan Vaksin Pentavalent

Dokter Leo Yth,

Anak kami saat ini umut 5.5bulan, saya ingin menanyakan;
  1. Anak kami mendapat Imunisasi  polio pertama dan kedua secara oral. Berhubung kami sementara waktu pindah tempat tinggal dan di tempat tinggal kami yang baru tidak menyediakan imunisasi polio oral. Menginat kami hanya berencana tinggal di tempat baru tsb kurang lebih 1.5bulan, apakah anak kami bisa melakukan imunisasi polio ketiga secara suntik dan kemudian imunisasi polio keempat secara oral lagi  ?  Apakah saran dari dokter untuk kondisi tsb
  2. Apakah imunisasi DPT pentavalen secara suntik harus bergantian antara kanan dan kiri? Apakah akibatnya jika konsisten di salah satu kaki saja selama 3x imunisasi DPT pentavalen tsb?
  3. Berapa lama vaksin DPT pentavalen tsb bisa bertahan (tidak kadalauarsa dan masih berfungi) setelah buka segel? karena saya mendapat informasi ada yang 24 jam saja dan ada yang 1minggu saja. Anak kami kemaren mendapat vaksin DPT pentavalen yg telah dibuka selama 1minggu, apakah kami perlu mengulang kembali imunisasi tsb?
Mohon informasi dan saranya dok. Semoga menjadi amal kebaikan dokter.
Terimakasih,
Jawab:
Maaf baru sempat membalas pertanyaan mbak karena kesibukan harian saya.

Jawaban saya untuk pertanyaan mbak sebagai berikut :

1. Vaksin polio suntikan dan oral dapat diberikan secara selang seling, yang artinya mungkin dosis pertama kita berikan secara suntikan atau secara oral, kemudian dosis berikutnya dengan cara yang berbeda dengan cara sebelumnya. Hal ini tidak berakibat buruk untuk anak penerima vaksin polio tersebut.

Hanya saja, karena saat ini Indonesia sudah dinyatakan bebas penyakit polio, dan pemakaian vaksin polio oral mulai dialihkan ke vaksin polio suntikan, sehingga mungkin saat ini akan ada kesulitan untuk mendapatkan vaksin polio oral. Tapi mbak bisa dengan mudah mendapatkan vaksin polio suntikan dipuskesmas atau dokter praktek.

2. Suntikan vaksin kalau bisa memang dianjurkan berpindah tempat dari tempat vaksinasi sebelumnya. Tapi kalau tidak berpindah tempat, tetap dianggota badan yang sama, juga tidak apa2. Asal anggota badan seperti lengan atau paha yang disuntik itu tidak menyebabkan gangguan atau nyeri bagi anak tersebut.

3. Lama simpan vaksin pentavalent (Vaksin Pentabio dari PT. Biofarma, Bandung), adalah maksimal 4 minggu, dengan syarat bahwa semua syarat2 penyimpanan vaksin yang telah dibuka ini sesuai dengan syarat2 penyimpanan vaksin yang ditentukan oleh WHO dan pabrik pembuat vaksin tersebut. Antara lain suhu penyimpanan vaksin, sterilitas vaksin yang telah dibuka dan diambil sebagian isinya untuk dipergunakan, cara menyimpan vial vaksin tersebut, vaksin tersebut tidak boleh direndam dalam air untuk mencegah kontaminasi vaksin, dll syarat yang harus diperhatikan demi untuk menjaga mutu, keamanan dan efektifitas vaksin tersebut.

Demikian keterangan saya untuk pertanyaan mbak diatas. Semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Tentang Jarak Jadwal Vaksinasi
  • Dok,pada tgl 20 kemarin ank saya imunisasi dpt,hep b,hib dgn vaksin pentabio di posyandu,nah rencana tgl 30 bln ini mau ke dsa minta imun rotavirus.bolehkah dokter kalau imunisasi jarak 10 hari?
Jawab:

Boleh mbak. Tidak menjadi masalah.

Yang harus diperhatikan, adalah jadwal vaksinasi Rotavirusnya itu, jangan sampai terlewat jadwal anjuran oleh para ahli seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan US CDC itu.

Detail jadwal vaksinasi untuk vaksin Rotavirus, bisa mbak baca di website  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/

Semoga bermanfaat bagi mbak.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Apa Efek Vaksin Rabies Untuk Wanita Hamil ? 
mau nanya dok..apakah ada pengaruh vaksin rabies bagi ibu hamil? isteri saya hamil 24 minggu..dan digigit kucing..takutnya kucingnya kena rabies dok..ditunggu ya dok..makasih
Jawab:
Saya terima sms yang isinya kurang lebih sama dengan kiriman email ini, saya yakin ini semua berasal dari anda.

Jawabannya bahwa vaksin rabies tidak ada pengaruh buruk untuk ibu yang sedang hamil juga untuk janinnya. Terlebih lagi bila kita pertimbangkan untung ruginya atau risk and benefit ratio, tentu pilihan jatuh pada vaksinasi vaksin rabies daripada terinfeksi virus rabies dan sakit.

Kalau kita mencurigai hewan (kucing ataupun anjing, dll) yang menggigit itu rabies, maka sebaiknya segera saja diberikan vaksin rabies terlebih dahulu, karena bila ternyata nanti dalam observasi kita, hewan itu tidak sakit rabies, toh buat kita tidak ada ruginya juga, tapi seandainya hewan itu positif rabies, baru kita beri vaksin rabies, saya kuatir itu sudah terlambat.

Bahkan kalau kita yakin betul itu hewan yang sakit, maka tidak cukup hanya dengan memberikan vaksinasi rabies saja, tetapi harus ditambah lagi dengan RIG atau Rabies Immuno Globulin, yang berisi antibody rabies yang segera bisa menetralisir virus rabies.

Karena tata laksana untuk rabies itu adalah secepat mungkin diberikan vaksinasi (plus RIG).

Detailnya bisa anda lihat dan baca di   http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rabies-jenis-dan-dosis-vaksin-rabies-dan-rabies-immuno-globulin-rig/

Demikian keterangan saya untuk situasi yang anda hadapi. Semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

 

 

 

Pertanyaan Tentang Penyakit Cacar Air dan Penyakit Herpes Zoster dan Vaksinnya

 

  • Siang dr…..
    Sya mau  info dan tanya soal vaksin herpes ???
    Bgni dok,ibu sya umur 52th , 2 th lalu udah kena cacar ular terus beberapa bulan kmrin kata dokter dibilang herpes , trs pasca penyembuhan dia masih ngerasa nyeri di bagian tertentu ?!!….trus kalo mau  vaksinasi herpes boleh gak dok ??? Trus remaja 20 th keatas untuk yg pernah cacar air dan herpes itu vaksinnya sama ya ….???
    Mohon penjelasanya ya dokter ,trimakasih.

 

Jawab:

Sebelum menjawab pertanyaan anda, saya ingin berbagi bahwa virus penyebab cacar air atau varicella adalah sama dengan virus penyebab herpes zozter atau cacar ular oleh orang awam.

Umumnya adalah kita telah pernah terinfeksi dengan virus tersebut yang menyebabkan penyakit cacar air, dan sebagian virus ini akan menyembunyikan dirinya dalam jaringan saraf kita, dan pada waktu tertentu, misalnya umur kita sudah bertambah, atau kondisi kesehatan tubuh yang kurang fit, maka virus varicella yang bersembunyi ini akan keluar dan membuat ulah, sehingga terjadi penyakit herpes ini.

Antigen pembuat Vaksin untuk varicella cacar air dan vaksin untuk herpes adalah sama, bedanya adalah pada vaksin untuk herpes ini kandungan atau konsentrasi virus varicella nya lebih tinggi atau banyak daripada untuk membuat vaksin Vaaricella.

Diluar negeri ada vaksin khusus untuk herpes ini, tapi di Indonesia saya tidak tahu persis apakah sekarang ini telah ada tersedia vaksin tersebut.

Kalau ada vaksin tersebut, kita menganjurkan pemberian vaksin herpes ini untuk orang tua yang telah berusia 60 tahun atau lebih, untuk mencegah kemungkinan terserang penyakit herpes ini.

Mbak Ayu bisa membaca detail tentang penyakit varicella dan penyakit herpes, gejalah2 penyakitnya, juga vaksin2 nya dan rekomendasi pemakaiannya di website  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-varicella-zoster-vaksin-cacar-air-dan-herpes-zoster/

Semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – Oktober 2014