Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2015

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2015

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Imunisasi dan Hal Terkait  Google Free Image

Imunisasi dan Hal Terkait
Google Free Image

——————————————————————————————————————–

1. Pertanyaan Jadwal Imunisasi Berbeda Antara PusKes dan Dokter Anak

  • malam dok. Maaf mengganggu sy mau tanya dok ttg jadwal imunisasi baiknya per 1 bln atau 2 bln sesuai IDAI? Krn dipuskesmas interval DPT nya per 1 bln.. Apa hanya untuk jenis vaksin tertentu sj yg pakai per 2 bln? Makasih atas jawabannya dok

Jawab: 

Menjawab pertanyaan anda tentang jadwal imunisasi DTP, sebagai berikut:
Jadwal yang anda maksudkan dalam pertanyaan adalah jadwal untuk jenis vaksin kombinasi. Kalau saya tidak salah menarik asumsi, yang anda maksud tentu jenis vaksin Pentavalent DTP Hib Hep B atau jenis DTP Hib IPV Polio. Yang memang ada sedikit perbedaan dalam jadwal imunisasi yang tercantum dalam program pemerintah Puskes dan Bidan atau yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Jadi jadwal ini adalah tergantung jenis vaksin Pentavalent yang anda pilih atau pakai.
Kalau di Puskes atau Bidan, sekarang sudah beredar vaksin kombinasi Pentavalent DTP Hib Hep B (Pentabio) yang disubsidi pemerintah. Dan jadwalnya : dosis pertama pada bayi berusia minimal 6 minggu, lalu dosis ke 2 dan dosis ke 3, dapat diberikan dengan interval 1 bulan dari jadwal dosis sebelumnya. Ini seperti jadwal yang anda sebutkan dalam pertanyaan anda. Detail bisa anda simak dihttp://www.biofarma.co.id/?dt_portfolio=pentabio-vaksin-dtp-hb-hib&lang=en
Tetapi jika anda memilih memakai vaksin Pentavalent DTP Hib IPV Polio, yang banyak dipakai oleh dokter anak, yang dianjurkan dalam jadwal imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), maka jadwalnya adalah : Dosis pertama saat bayi sudah berusia 2 bulan, dosis ke2 saat bayi berusia 4 bulan dan dosis ke 3 saat bayi telah mencapai usia 6 bulan. Detail anda bisa simak di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Jenis vaksin Pentavalen ini tidak disubsidi oleh pemerintah dan lumayan mahal harganya.
Jadi tergantung jenis vaksin Pentavalent yang anda pergunakan. Kedua jenis vaksin ini sama baiknya.
Tetapi kalau sudah pakai jenis atau merek vaksin Pentavalent tertentu, maka lengkapi imunisasi ini hingga selesai sesuai anjuran dengan jenis yang tetap sama. Jangan mengganti jenis atau merek vaksin semau kita.
Silahkan anda memilih dengan bijaksana sesuai kemampuan anda tentunya.
Semoga menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan Apakah Kita Boleh Mengubah Jadwal Imunisasi Menjadi Berbeda Seperti Yang Dianjurkan ? 
  • Terima kasih banyak atas informasinya.. Sebelumnya sy sudah 1x memberi vaksin pentabio krn mengikuti jadwal pustu di daerah.. Setelah mencari informasi sy temukan interval antar vaksin menurut ahli vaksin yaitu minimal 6 minggu untuk mendapatkan hasil vaksin yg optimal.. dan disetujui oleh idai dgn jadwal per 2 bulan.. Oleh krn itu sy berencana memberi jarak vaksin per 2 bulan meski sy harus menunggu jadwal pustu atau sy suntik sendiri.. tp tetap menggunakan vaksin pentabio.. Apa menurut dokter itu bisa saja atau malah mengurangi optimalisasi dr vaksin itu sendiri? Atau sy tetap harus mengikuti jadwal pustu vaksinasi per bulan? Terima kasih infonya dok.
Jawab: 
Saya tidak terlalu menagkap dan mengerti istilah dan kalimat yang anda pergunakan.

Tapi asumsi saya bahwa anda akan memakai vaksin Pentabio dengan jadwal tiap 2 bulan seperti jadwal jenis vaksin pentavalent merek dan dari produsen vaksin yang berbeda.
Seperti yang telah saya tekankan dijawaban saya sebelumnya, setiap jenis vaksin, meskipun kandungan vaksin mirip, tetapi dari produsen yang berbeda, maka jadwal imunisasinya akan berbeda.
Jangan kita merubah jadwal tersebut semaunya kita. Jadwal yang dianjurkan adalah hasil penelitian ilmiah yang teliti untuk mengetahui efektifitas vaksin dan reaksi tubuh terhadap vaksin tersebut, yang diberikan dengan rentang waktu yang diuji itu.
Patuhi jadwal imunisasi jenis vaksin yang kita pergunakan, dokter anak manapun tidak boleh mengubah jadwal ini seenaknya.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan Dalam Satu Kali Kunjungan, Berapa Banyak Vaksin Hidup Dilemahkan Yang Boleh Kita Berikan Untuk Penerima Vaksin ?  
  • selamat pagi dok.saya mau tny anak sy baru saja di vaksin tyfoid dan sy ada rencana mau vaksin varisela karena vaksin ini sdh terlewat lama.harus tngg brp hari ya jarak antara pemberian vaksin tyfoid dengan pemberian vaksin varisela?terima kasih
Jawab:

Saya tidak tahu jenis vaksin typhoid yang anda berikan untuk anak anda juga usianya. Sehingga saya hanya berasumsi, bahwa jenis vaksin typhoid yang diberikan adalah yang jenis oral, yang diminumkan, bukan yang disuntikkan.
Dalam ketentuan vaksinasi tentang timing dan spacing jenis vaksin, disebutkan bahwa :
Saya ambil cuplikan :
  1. Dalam satu kali kunjungan, kita boleh memberikan sekaligus maksimal hanya 2 jenis vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine), misalnya vaksin BCG dengan vaksin MMR atau vaksin Varicella atau vaksin polio hidup OPV atau vaksin Rotavirus atau vaksin Typhoid Oral. Detail bisa disimak di: http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
  2. Pengecualian menunggu minimal 4 minggu ini TIDAK BERLAKU untuk vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine) bila itu menyangkut vaksin hidup cara pemberian oral (diminumkan) bukan yang disuntikkan, seperti misalnya vaksin Rotavirus yang diminumkan, vaksin Typhoid hidup yang juga diminumkan dan vaksin influenza hidup (LAIV = Live Attenuated Influenza Vaccine) yang diberikan secara semprot kedalam rongga hidung.
 
Kesimpulan :
 
  • Dalam satu kali kunjungan, kita bisa memberikan sekaligus dan maksimum 2 jenis vaksin hidup yang dilamhkan
  • Karena vaksin typhoid oral ini adalah jenis live attenuated virus vaccine yang diminumkan, jadi tidak perlu menunggu tenggang waktu 4 minggu, bila anda ingin memberikan vaksin Varicella yang kebetulan juga vaksin virus hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), tetapi dengan cara pemberian suntikan.
Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat. 
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
4. Pertanyaan Dalam Satu Serie Imunisasi, Apakah Kita Boleh Mengganti Jenis Vaksin Dengan Pabrik Pembuat Vaksin Yang Berbeda ?   
  • Saya mau tanya dok, anak saya bln okt 15 kemarin imunisasi dpt-hib di RS dengan vaksin infanrix. Jadwal selanjutnya di umur 4 bln rencananya mau saya pindah ke bidan dengan vaksin pentabio.
    Bisa tidak dok kalau begitu?
Jawab:  
Sampai saat ini kita belum punya banyak data dan bukti ilmiah, yang membuktikan bahwa efektifitas vaksin merek yang satu adalah sama dengan efektifitas vaksin jenis yang sama tapi dari merek dan pabrik pembuat vaksin yang berbeda.
Sehingga tindakan imunisasi dengan mengganti ganti merek vaksin dalam satu serie imunisasi sebetulnya sangat tidak kita anjurkan bahkan kalau bisa dihindari.
Hal ini baru kita (terpaksa) lakukan dalam keadaan misalnya merek vaksin yang kita pergunakan sedang kosong tidak tersedia, dan tidak tahu kapaan baru tersedia lagi, sedangkan jadwal imunisasinya sudah tiba atau terewatkan.
Kalau memang harus pindah vaksin ke Pentabio, mungkin lebih baik dimulai dari awal saja, karena bayi anda memang baru mulai mendapatkan vaksin DTP dosis awal.
Demikian pendapat saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
5. Pertanyaan Vaksinasi Hib Yang Terlewatkan, Apakah Perlu Diulang Lagi Dari Awal ? 
  • slamat siang dok, sy mau tnya dok, ank sy skrng umur
    4bln pd wkt umur 2 bln di ngawi mendapat imunisasi combo DPT-HB
    kemudian blan berikutnya di jogja mendapat imunisasi pentabio sdah
    mendapat  2x, nah yg mau saya tanyakan, di imunisasi yg pertama ank sy
    blum mndpatkan imunisasi Hib, sementara dijadwal imunisasi dasar
    lengkap pentabio hrus 3x, tp ank sy imunisasi yg pertama blum mndptkan
    Hib, lalu bagaimana ya dok? mohon diberi solusiny. trimakasih
Jawab:  
Waktu bayi anda berusia 2 bulan telah mendapatkan vaksin kombo DTP HB dan apalagi yang ada dalam vaksin kombo tersebut ?
Saya bertanya demikian karena vaksin kombo sekarang ini, umumnya terdiri 5 valensi antigen, misalnya DTP HB dan Hib, atau DTP HB IPV, atau DPT Hib IPV.
Kalau anda lupa, tapi anda ingat bahwa sudah memakai Pentabio (DTP HB HIB) hingga 2 kali, kecuali tidak mendapatkan Pentabio dosis pertama saja. Dosis pertama Pentabio pada bayi berusia minimal 6 minggu.
Untuk imunitas terhadap Hib, seseorang akan menjadi kebal bila sudah mendapatkan imunisasi vaksin Hib ini minimal 2 dosis dengan interval yang tepat.
Jadi untuk bayi anda sudah dapat 2 dosis Pentabio, tidak perlu dirisaukan lagi vaksin Hib pertamanya yang sudah terlewat itu.
Tinggal teruskan jadwal dan jenis vaksin yang sesuai saja dengan usianya saja.
Demikian keterangan saya, dan salam.
Dr. Leo Kurniawan
6. Pertanyaan Vaksin Terpapar Suhu Tinggi,  Apa Pengaruhnya Dan Apa Yang Harus Kita Lakukan ?
Jika vaksin rabies di luar suhu 2c-8c dalam 20 menit dan di tutup dengan tas, dan langsung di gunakan. apa vaksin nya tidak masalah?
Jawab:  
Untuk vaksin yang harus disimpan dengan suhu 2 – 8 derajat C, bila ada diluar range suhu ini hanya dalam waktu yang singkat, tetap efektif dan bisa kita pergunakan.
Semakin lama vaksin terexpose dengan suhu dilur range suhu yang dianjurkan, akan berkurang efektifitasnya. Kalau ada, segera pakai vaksin ini, jangan disimpan lagi hingga mencapai masa expirationnya.
Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
7. Pertanyaan Pemberian Vaksin Hepatitis A Tidak Sesuai Jadwal (Lebih Cepat), Apakah Ada Efek Jeleknya ?  
  • Slmt siang dok,  Anak saya diberikan vaksin hepatitis A yg pertama itu bulan lalu (okt 2015) dan hari ini (17 nov 2015) saya ke dsa dan meminta agar anak anak saya di beri vaksin tifoid tp dokternya malah memberikan vaksin hep a…alasan dokternya adalah krn beliau salah melihat tgl imunisasi hep A sebelumnya, yg dikiranya tahun lalu pdhl bln lalu. Pertanyaan saya, apakah pemberian vaksin hepatitis a yg hanya berselang 1 bln benar2 tdk memberi efek negatif k anak saya? Mohon infonya dok. Terima kasih

Jawab:  

Sayang sekali ya sampai ceroboh begitu dan memberikan vaksin yang sama dalam selang waktu yang begitu singkat.
Seharusnya vaksin Hepatitis A itu diberikan selang waktu interval antara dosis pertama dan dosis ke 2 adalah antara 6 – 12 bulan, sehingga kita akan mendapatkan respon tubuh yang optimal dan memberikan daya proteksi yang kita inginkan.
Detail jadwal vaksin Hepatitis A bisa dilihat di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Sekarang masalahnya hanya terjadi pemborosan biaya saja, sedangkan efek lain seperti pada daya tahan tubuh adalah tidak banyak pengaruhnya.
Sedangkan efek lain sepanjang yang tercatat, memang tidak terjadi apa2. Kecuali bila ada reaksi alergi saja.
Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
8. Pertanyaan Tidak Terdeteksi Antibody Dalam Darah Setelah Lebih Sepuluh Tahun Imunisasi Hepatitis B, Apakah Ini Normal ?
  • siang dok…mau bertanya nih..anak saya umur 15 thn. waktu lahir thn 2000 sdh divaksin hepatitis b sebanyak 3 kali. Tahun 2006 vaksin ulangan lagi. Tapi kemarin hasil mcu anti body negatif. HbsAg negatif. Sgot 18 Sgpt 31. Koq bisa gitu dok ? apakah normal dok.?.Thanks
Jawab:  
Dari gambaran ibu bahwa imunisasi hepatitis B itu sudah hampir 10 tahun yang lalu.
Sebetulnya bila vaksinasi awal sudah lengkap 3 dosis, maka kita sudah tidak perlu mengulang imunisasi hepatitis B seperti yang dilakukan oleh anak ibu ini.
Memang ada fakta bahwa bila sudah sekian lama imunisasinya, maka konsentrasi zat antibody Anti Hbs nya sudah jauh menurun bahkan sering kali sudah tidak terdeteksi lagi dalam darah, seperti yang dialami anak ibu ini.
Tapi ini bukan berarti bahwa orang tersebut sudah tidak terlindung lagi oleh vaksinasi hepatitis B yang pernah diberikan, ini adalah fenomena yang normal.
Nanti begitu orang tersebut terpapar lagi dengan virus hepatitis B, maka sel memory dalam sistim pertahanan tubuh kita akan segera berreaksi dan memproduksi zat antibody yang diperlukan untuk menangkal dan membasmi virus tersebut. Mekanisme kerja sistim pertahanan tubuh kita  adalah unik seperti itu, jadi kita tidak perlu kuatir.
Daya proteksi vaksin hepatitis B ini adalah berlangsung seumur hidup.
Detail tentang vaksin Hepatitis B ini bisa ibu baca di  http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/
Sedangkan nilai enzim SGOT dan SGPT yang ibu berikan itu adalah angka2 yang normal. Range normal enzim SGOT adalah 5 – 40 IU / L
dan nilai SGPT adalah 7 – 56 IU / L
Demikian keterangan saya. Semoga bermanfaat
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
9. Pertanyaan Tidak Merasa Sakit Sewaktu Disuntik Dan Apa Efeknya Bila Diberikan 2 Kali Vaksin Yang Sama Dalam Satu Kali Kunjungan ?
  • Teman sy tadi di suntik meningitis sm influenza..katanya itu di suntiknya di otot ya Dok .tapi teman sy engga merasa disuntik…apa kah ada cara utk melihat vaksinnya udah masuk ke tubuh kIta? Dan kalo di suntik 2x efeknya gmn ya dok? Trimaksih banyak atas jawabannya
Jawab:  

Kedua jenis vaksin yang anda sebutkan itu, cara pemberiannya memang disuntikkan secara intra muskular, atau orang awam bilang disuntikkan kedalam otot.
Biasanya lokasi suntikan ada di lengan atas daerah bahu untuk anak hingga orang dewasa.
Pada bayi sering diberikan diotot daerah paha atas, karena massa otot lengan bayi tidak memadai untuk tehnik suntikan ini.
Untuk mengurangi rasa sakit sewaktu dilakukan imunisasi, maka dibuatkan jarum suntik yang sangat tajam, sehingga akan (sangat) mengurangi rasa sakit sewaktu ditusuk. Makanya teman anda tidak merasa atau tidak tahu kalau vaksinasi telah selesai diberiakan.
Cara paling mudah untuk mengetahui apakah kita sudah diberikan imunisasi atau belum, cukup perhatikan saja prosesnya dari awal, yaitu sejak dokter mengambil vaksin tersebut, mengambilnya dari wadah vaksin dipindahkkan kedalam alat suntik hingga anda disuntik sampai selesai seluruh proses imunisasi tersebut.
Kita tidak pernah memberikan vaksin yang sama dua kali dalam satu kali suntikan. Karena hal ini tidak akan menambah efektifitas vaksin tersebut, tetapi ada kemungkinan menyebabkan terjadinya reaksi simpang yang tidak kita inginkan.
Kita hanya memberikan vaksin itu sesuai dengan jadwal dan anjuran yang diberikan oleh pabrik pembuat vaksin dan para pakar imunisasi.
Tentang hal ini, bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Semoga jawaban cukup jelas dan berguna untuk anda dan teman anda tersebut.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
10. Pertanyaan Ketersediaan Vaksin Rabies Di Kota Bogor Dan Jakarta
  • dok, saya adalah mahasiswa yg fokus penelitian pada kelelawar. saya mengetahui alamat email dokter dari situs selukbelukvaksin.com. saya mau bertanya, dimanakah saya bisa mendapatkan injeksi anti rabies di daerah jakarta atau bogor. bogor kalau bisa,, dan saya ingin bertanya kira2 berapa kisaran harga untuk satu suntikan ? terima kasih. salam,
Jawab: 

Soal ketersediaan vaksin Rabies, karena kasus gigitan anjing didaerah Jawa Barat, khususnya Bogor, tidak banyak, sehingga tidak semua klinik menyediakannya.
Barangkali anda bisa mulai tanya di RS PMI Bogor, kalau di Jakarta anda harus menghubungi RS Tarakan Unit Gigitan Hewan / Anjing.
Atau bisa cari juga di klinik atau rumah sakit2 di Jakarta, terutama yang khusus memberikan pelayanan untuk Orang Asing (expat) yang tinggal di Jakarta.
Saya tidak tahu persis harganya berapa, yang pasti adalah beberapa ratus ribu perdosis suntikan.
Semoga ini menjawab pertanyaan Anda, dan semoga anda mendapatkan vaksin Rabies ini.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
11. Pertanyaan Jadwal Imunisasi PCV Dari DSA Yang tidak Sesuai Dengan Anjuran IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
  • Selamat siang dokter..
    Anak saya lahir tgl 10 Sept 2015. Oleh dsanya dijadwalkan imunisasi PCV dan Rotavirus tgl 12 Des 2015. Belakangan baru saya baca, imunisasi PCV dilakukan pada usia 2,4, dan 6 bulan. Bagaimana dgn jadwal anak saya yang tgl 12 Des dok? Pada saat usia 6 bulan, berarti belum lengkap 3x imunisasi?Terima kasih atas jawabannya dokter..
Jawab:  

Terima kasih atas pertanyaan anda tentang jadwal vaksin PCV ini.
Menurut anda bahwa DSA merencanakan vaksin PCV dan Rotavirus (masing2 vaksin ini dosis yang keberapa ?) pada 12 December 2015.
Pertanyaan saya adalah mengapa tidak diberikan saja saat ini, karena masih dalam rentang waktu usia bayi anda yang 2 bulan menjelang usia 3 bulan ?
Seperti yang anda ketahui bahwa jadwal rekomendasi pemberian vaksin PCV adalah saat usia bayi 2 bulan untuk diberikan dosis PCV yang pertama, dosis ke  2 pada saat bayi telah mencapai usia 4 bulan dan dosis terakhir adalah saat mencapai usia 6 bulan.
Jadwal 2, 4 dan 6 bulan ini yang memang dianjurkan oleh pabrik pembuat vaksin dan juga sangat direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Dan jadwal 2, 4 dan 6 bulan ini juga sejalan dengan banyak jenis vaksin yang akan kita berikan pada saat bayi berusia 2, 4 dan 6 bulan.
Detail jadwal rekomendasi IDAI bisa anda baca dan simak dihttp://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Demikian juga untuk vaksin Rotavirus yang mempunyai jadwal agak berbeda dengan vaksin2 masa bayi yang lain, tetapi tetap diberikan sesuai dengan rentang waktu yang direkomendasikan sesuai pencapaian usia bayi kita.
Detail tentang jadwal vaksin Rotavirus bisa anda baca dan simak di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/
Saran saya, lain kali diskusikan jadwal imunisasi dan jenis vaksin yang akan diberikan dengan DSA bayi anda, tanyakan alasan dan alternatif tentang jadwal dan jenis vaksin yang dianjurkan oleh DSA bayi anda. Orang tua harus lebih kritis dan cerdas, ini demi kepentingan bayi kita.
Dalam kasus bayi anda, meskipun oleh DSA bayi anda telah direncanakan 12 December 2015 baru akan diberikan vaksin PCV dan Rotavirus, tapi masih tetap dalam rentang waktu yang direkomendasikan, jadi tidak ada efek buruk.
Hanya perhatikan jadwal dan usia bayi anda untuk vaksin Rotavirus ini.
Ada 2 jenis vaksin Rotavirus, ada yang cukup diberikan 2 dosis saja, ada lagi yang perlu diberikan 3 dosis lengkap. Dosis terakhir ke 2 jenis vaksin Rotavirus itu harus sudah selesai sesuai rentang usia anjuran pabrik pembuat vaksin Rotavirus tersebut.
Jadwal dan interval kedua jenis rotavirus ini agak sedikit berbeda, jadi mohon anda dan DSA bayi anda lebih waspada.
Demikian keterangan saya, dan mohon maaf sebelumnya, karena tidak bisa segera membalas email anda karena sedang bertugas bepergian.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
12. Pertanyaan Apakah Kita Boleh Memajukan Atau Memundurkan Jadwal Imunisasi Yang Telah Baku ?
  • sy mau ty tentang imunisasi hepatitis dan servick, yg saya ty apakah boleh di percepat jenjang suktiknya, misalnya mestinya tgl 22 des pada penyuntikan ke 3 x nya, tp berhubung ada halangan sy percepat menjadi tgl 19 des, apakah boleh ?Thanks,
Jawab:  

Jadwal imunisasi untuk vaksin Hepatitis B (asumsi saya, karena anda tidak sebut jenis vaksinnya) dan vaksin HPV adalah masing2 sebagai berikut :
Vaksin Hepatitis B : jadwal 0, 1 dan 6 bulan
Vaksin HPV : jadwal 0, 2 dan 6 bulan
Mengapa dbuatkan jadwal spesifik untuk setiap jenis imunisasi ?
Jawabnya adalah untuk mendapatkan efek reaksi imunologi tubuh yang optimal sehingga dengan pemberian vaksin tersebut, kita akan terproteksi, sampai jangka waktu semestinya seperti yang disebutkan dalam literature ilmiah.
Efek buruk apa, bila kita memajukan atau memundurkan jadwal imunisasi dari yang direkomendasikan pabrik pembuat vaksin dan para pakar seperti IDAI ini ?
Jawabnya adalah : Sama buruknya bila kita memajukan atau memundurkan jadwal imunisasi, tetapi ini untuk rentang waktu yang cukup lama, misalnya sampai hitungan bulan atau bahkan kita lupakan, akibatnya efek proteksi vaksin yang ingin kita capai jadi tidak maksimal.
Sehingga sebaiknya memang kita harus ikuti jadwal yang telah dibuat dengan alasan ilmiah tersebut.
Detail jadwal imunisasi bisa anda baca dan simak di website ini:
Tetapi bila karena suatu dan lain hal yang tidak terelakan, kita lupa atau kita harus memajukan atau memundurkan hari yang telah ditentukan, maka kita boleh melakukannya, dengan syarat untuk dosis berikutnya diusahakan tepat waktu yang dianjurkan.
Apalagi dalam kasus anda, hanya dimjukan beberapa hari saja dari jadwal yang telah ditentukan, jadi tidak akan terjadi efek atau pengaruh buruk apapun.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
13. Pertanyaan Bagaimana Jadwal Dan Urutan Imunisasi Untuk Dua Jenis Atau Lebih Vaksin Yang Berbeda (Vaksin Hidup Dan Vaksin Mati) Dalam Satu Kali Kunjungan Vaksinasi ?  
  • malam dok..
    Boleh kah vaksin campak dan vaksin pcv diberikan dengan interval yg kurang dari 4 mggu?
Jawab:  
Vaksin yang anda sebutkan itu terdiri dari jenis vaksin mati (vaksin PCV)  dan vaksin hidup yang telah dilemahkan ( vaksin Morbili)

Dalam bidang vaksinasi, kita mengenal 2 jenis vaksin, yaitu vaksin hidup, yang antigen kuman atau virus nya telah dilemahkan sehingga tidak mungkin menularkan penyakit lagi, selain hanya akan membuat tubuh kita menjadi kebal karena akan memproduksi antibody untuk melawan penyakit tersebut. (live attenuated vaccines)
Kita juga mengenal jenis vaksin mati, artinya bahwa antigen kuman ataupun virus penyakit itu yang dipergunakan dalam vaksin ini telah dimatikan, sehingga jenis vaksin ini juga tidak mungkin menularkan penyakit lagi, selain juga hanya akan menimbulkan efek kebal tubuh kita seperti cara yang saya sebutkan tentang vaksin hidup ini diawal keterangan saya.
Dalam jadwal pemberian imunisasi, dengan tujuan untuk menghemat waktu dan efisiensi biaya, maka dalam satu kali kunjungan ke dokter, kita atau bayi bisa diberikan sekaligus 2 atau 3 jenis vaksin yang diperlukan hanya dalam satu kali kunjungan.
Pemberian imunisasi yang sekaligus dalam satu kali kunjungan ini, tentu ada tata caranya, misalnya :
  1. Dalam satu kali kunjungan, kita boleh memberikan sekaligus maksimal hanya 2 jenis vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine), misalnya vaksin BCG dengan vaksin MMR atau vaksin Varicella atau vaksin polio hidup OPV atau vaksin Rotavirus atau vaksin Typhoid Oral
  2. Pemberian vaksin mati jenis apapun (inactivated vaccines), boleh diberikan kapan saja bersama vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenauted vaccines), misalnya sebelum atau bersamaan atau setelah pemberian vaksin hidup yang dilemahkan.
Detail tentang tata cara interval waktu pemberian imunisasi ini bisa anda baca dan simak diwebsite ini :  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
 
Semoga ini menjawab tuntas pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
14. Pertanyaan Jenis Vaksin HPV Yang Bagus Dan Efek Memajukan Atau Memundurkan Jadwal Imunisasi Vaksin HPV
  • Malam dok … Trimakasih mau membaca pertanyaan saya. Mau tanya vaksin serviks … sebaiknya pake jenis apa ya ? Apa ada perbedaannya ? Dan jadwalnya kalo 4 bulan boleh gak ? Misal bulan 1 desember vaksin pertama,  Vaksin ke 2 bulan 5 januari , Vaksin ke 3 bulan 4 april. Boleh gak ? Dan kalo misal hamil sesudah vaksin ke 2 …. vaksin ke 3 nya di teruskan atau di tunda. Trimakasi dokter. Semoga dojter bersedia menjawab pertanyaan saya
Jawab: 
Saat ini di Indonesia kita mempunyai 2 jenis vaksin HPV yang hasilnya secara klinis adalah sama baik dan ampuh untuk mencegah infeksi virus HPV.
Bedanya adalah pada kandungan antigen virus dalam masing2 jenis merek vaksin ini, yaitu Cervarix dan Gardasil, selain keduanya mengandung antigen HPV 16 dan HPV 18, maka pada jenis vaksin yang satu masih mengandung antigen virus HPV 6 dan antigen virus HPV 11.
Seperti tadi saya katakan, secara klinis kedua jenis vaksin ini sama baik dan ampuhnya. Pilihan ada ditangan anda sebagai pemakai vaksin ini, atau bisa juga anda konsultasikan dengan dokter vaksinator anda, menurut pengalamannya, mana jenis vaksin HPV yang baik untuk anda gunakan.
Jadwal atau schedule imunisasi kedua jenis vaksin ini adalah mirip, yaitu 0. 2 dan 6 bulan, yaitu dosis ke 1 diberikan pada bulan 0, dosis ke 2 diberikan dengan interval 2 bulan setelah vaksin dosis pertama itu, dan dosis ke 3 yang terakhir diberikan interval 6 bulan setelah vaksin dosis yang pertama.
Perubahan jadwal (dimajukan atau diundurkan) beberapa hari tentu tidak menjadi masalah, asalkan tidak lebih lama atau lebih cepat dari 1 bulan atau 4 mingguan. Hal ini akan mempengaruhi hasil dan efek imunisas vaksin ini.
Usahakan sebelum dan sewaktu imunisasi sedang berlangsung, jangan menjadi hamil dahulu.
Karena hingga saat ini, kita belum mempunyai data klinik yang memadai, untuk membuktikan keamanan janin dalam kandungan ibu yang mendapatkan vaksinasi HPV ini.
Selama menyusui, anda tetap boleh mendapatkan imunisasi vaksin HPV ini.
Bila karena satu dan lain hal, kontinuitas imunisasi terhenti, maka anda tidak perlu mengulang seluruh proses imunisasi ini sejak dari dosis pertama, tetapi lanjutkan saja dosis yang tersisa dengan pedoman jadwal dosis pertama bulan 0, dosis kedua pada 2 bulan setelah yang pertama, dan 6 bulan setelah dosis yang pertama ini.
Untuk jelasnya tentang jenis vaksin HPV dan jadwal imunisasi HPV, bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/category/vaksin-dan-kesehatan-preventiif/vaksin-human-papiloma-virus-hpv/
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2015