Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2014

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – N0vember 2014

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

 Tanya Jawab Untuk Vaksin dan Masalah Vaksinasi (google Free Image)

Tanya Jawab Untuk Vaksin dan Masalah Vaksinasi (Google Free Imagee) 

—————————————————————————————————————————————————–

Pertanyaan Tentang Vaksin Malaria

  • Dear dr. Leo, 3 Minggu lagi saya akan terbang ke Papua untuk tinggal disana beberapa bulan. apakah perlu melakukan suntik vaksin malaria atau mengkonsumsi obat ? karena menurut beberapa teman saya tidak perlu vaksin yang penting pola hidup sehat dan hindari stress, sedangkan saya mudah stress dan cenderung jarang makan. Thanks
Jawab:
Untuk penyakit Malaria hingga saat ini belum ada vaksinnya, karena masih dalam tahap penelitian.
Seandainya ada vaksin anti malaria, tentu mbak harus diberikan vaksinasi anti malaria.

Sehingga satu2nya cara menghindari penyakit ini adalah memakai obat anti malaria yang harus kita konsumsi selama tinggal didaerah yang memang endemik penyakit malaria.

Cara lain adalah menghindari gigitan nyamuk malaria, dengan cara memakai baju berlengan panjang, memakai repelent (pengusir) nyamuk seperti minyak kayu putih atau minyak atsiri yang mempunyai aroma yang tidak disukai oleh nyamuk, tidur dengan kelambu dan jangan menggantung baju2 bekas pakai yang berbau keringat didalam kamar tidur, karena nyamuk suka baju2 bekas bergantungan dengan bau keringat demikian.

Menyemprot kamar tidur dan rumah dengan obat nyamuk, supaya nyamuk tidak ada didalam lingkungan kamar tidur dan rumah kita.

Demikian yang bisa kita lakukan untuk menghindari penyakit malaria saat ini, karena memang belum ada vaksin anti malaria hingga saat ini.

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Tentang Vaksinasi Tetanus
  • Dok mau tanya anak aku umur 6 disuruh disekolahnya suntik imun utk tetanus,aku lupa apa waktu babynya sdh pernah atau blm,klo sdh pernah apa boleh suntik lg?thx

Jawab:

Kalau vaksin DTaP biasanya 5 dosis yg diberikan waktu bayi umur 2, 4,6, 15 – 18 bulan, dan dosis ke5 waktu umur 4-6 tahun.
Rasanya anak ibu sdh pernah dapat vaksin DTP 3 atau 4 dosis sewaktu bayi, jadi kalau sekarang disuntik lagi pada usia 6 tahun, ini adalah dosis ke5 yg kita sebutkan diatas tadi. Jadi boleh diberikan vaksin ini

Pertanyaan Tentang Jadwal Imunisasi Vaksin BCG

  • Sore dok,anak saya dijadwalkan diimunisasi BCG oleh dsa anak saya di usia 1 bulan tetapi setelah saya lihat di daftar jadwal imunisasi IDAI vaksin BCG dijadwalkan di usia 2 atau 3bulan. Yang ingin saya tanyakan kapan atau di usia berapa sebaiknya vaksin BCG diberikan?thanks.
Jawab:

Sesuai dengan jadwal imunisasi IDAI maka vaksinasi BCG untuk penyakit paru2 kita berikan pada saat bayi berusia 2 – 3 bulan, dengan hasil vaksinasi yang diharapkan menjadi optimal. http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Memang vaksin BCG juga bisa kita berikan pada saat bayi masih berusia 1 bulan, namun ini harus disertai prosedure sebelum dan sesudah vaksinasi BCG dilakukan. http://selukbelukvaksin.com/vaksin-penyakit-paru-tbc/

Menurut hemat saya, bila tidak ada hal yang mendesak, sebaiknya vaksinasi jenis apapun, kita lakukan sesuai dengan jadwal yang telah direkomendasikan oleh para ahlinya, dalam hal ini seperti IDAi.

Perlu diingat, bahwa prinsip dasar untuk semua jenis vaksinasi, adalah sesuai dengan jadwal yang dianjurkan, syarat yang lain adalah bayi atau sipenerima vaksinasi sedang dalam kondisi sehat, tidak sakit yang serius, dan vaksinasi ini bisa kita rencanakan sebelumnya. Tidak ada vaksinasi yang ter-buru2 atau bersifat Urgent.

Demikian keterangan yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

Pertanyaan Tentang Vaksinasi Hepatitis B : Perlu satu dosis saja atau 3 dosis buat saya yang Anti Hbs Positif ?
  • Dok, saya mau tanya.saya ada ke dokter umum dokter A utk minta surat rekomendasi utk melakukan vaksin hepatitis b. tujuannya suratnya akan dikasih ke kantor utk dilakukan penggantian oleh kantor ayah saya. Saya cek titer darah dlu ( hasilnya saya lampirkan utk dokter Leo lihat ). lalu dokter A hny merekomendasikan vaksin 1x. Tp saya baru bs lakuin vaksin d kunjungan berikutnya di Rs yg sama. seminggu kemudian saya ke dokter B utk vaksin. Stlh dokter B lihat hasilnya dia blg saya harusnya 3x vaksinnya. Padahal 2 dokter ini praktek di RS yg sama. Bagaimana pendapat dokter secara netral kalau melihat hasil cek darah saya ini. Apa hanya perlu 1x atau harus 3x? Dan berdasarkan apa kebutuhan vaksin sebanyak 1-3x itu? Krn org tua saya ngomel2 bilang knp Pendapat 2 dokter ini bs berbeda? Krn ini merugikan pasien 2 pendapat yg berbeda mengenai vaksin. Katanya apakah begitu kinerja dokter bs menganalisa hasilnya beda2 padahal kerja di isntansi yg sama. Sebelumnya kata ayah saya dlu saya sdh prnh vaksin hep B saat cilik, tp kata ibu saya blm. Ga jelas yg benar yg mana. Terimakasih dok.

Jawab:

Karena anda telah melakukan test titer HBsAg dan Anti Hbs, dan ternyata hasilnya adalah Titer HbsAg negatif dan titer Anti Hbs 5.1.

Dari situ interpretasi saya adalah bahwa :

1. Anda pernah mendapatkan vaksinasi Hepatitis B sebelumnya, karena saat ini, didalam darah atau serum terdapat zat anti body terhadap virus hepatitis B ini.

Dan bila saat ini kita memberikan lagi vaksinasi hepatitis B, maka titer zat anti Hbs ini akan melonjak tinggi, dan ini adalah normal, karena sel memory dalam sistim imunology tubuh Anda telah merekam antigen hepattis B sebelumnya melalui vaksinasi, sehingga bila saat ini kita berikan vaksinasi lagi, maka sel memory bisa segera memberikan reaksi yang cepat untuk membuat zat antibody.

Ini sama dengan kita memberikan vaksinasi booster.

Jadi upaya kita untuk menaikkan titer zat anti body dalam tubuh adalah dengan memberikan vaksinasi booster atau mengulang vaksinasi yang sama, beberapa saat setelah vaksinasi sebelumnya pada masa kecil kita.

Mungkin atas dasar ini, maka dokter yang pertama mengatakan bahwa untuk Anda dengan stutus demikian, cukup diberikan satu kali saja vaksinasi hepatitis B yang dianggap sebagai booster, dan juga untuk menghemat biaya.

2. Kemungkinan yang lain adalah, mungkin pada satu waktu tertentu yang telah lalu, Anda pernah mendapatkan infeksi dengan virus hepatitis B, namun saat ini telah sembuh dan yang tersisa adalah terditeksinya zat antibody hepatitis B yang titernya 5.1 unit ini.

Dan, karena riwayat vaksinasi Anda yang tidak diketahui dengan jelas, apakah sudah pernah divaksinasi (lengkap jadwal 3 dosis) atau belum pernah divaksinasi, maka safety first, dokter kedua menganjurkan Anda diberikan saja vaksinasi hepatitis B lengkap 3 dosis yang daya proteksinya akan berlangsung seumur hidup.

Disini, tentu menyangkut biaya yang lebih tinggi daripada anjuran dokter yang pertama tadi.

Pilihan ada di Anda, mau diberikan vaksinasi 1 dosis saja atau mau diberikan lengkap 3 dosis, karena kedua hal ini tidak menimbulkan efek yang negatif bagi kesehatan tubuh dan juga tidak mengganggu sistim imunlogy tubuh kita. Hanya masalah biaya dan waktu saja yang harus Grace siapkan. Dan Anda menjadi tenang bahwa akan terproteksi terhadap infeksi virus hepatitis B dimasa depan.

Seandainya nih, kalau benar Anda pernah mendapatkan vaksinasi lengkap vaksin Hepatitis B sewaktu kecil (coba cari buku Kartu Menuju Sehat atau KMS milik Anda, dibuku itu akan tercantum jenis2 vaksin yang pernah didapat semasa bayi atau kecil), maka sebenarnya sudah tidak perlu diberikan lagi vaksinasi, karena daya perlindungan vaksin adalah seumur hidup, meskipun dengan beberapa pengecualian saja.
Detail silahkan baca :
di http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/

Semoga ini menjawab pertanyaan dan keraguan2 Anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Bila Sedang Dalam Pengobatan Hepatitis B, Karena Akan Umroh, Apakah Boleh Diberi Imunisasi Vaksin Meningitis ?
  • Pasien skrg lg konsumsi obat antivirus sebivo dok,, kurang lebih sdh 8 bulan konsumsi obtnya,,,,, bln dpn mau berangkat umroh,, bolehkah pasienyya diberikan vaksin meningitis atau kontraindikasi diberi vaksin tsb pada penderita hep b?
Jawab:

Prinsip vaksinasi atau imunisasi, untuk semua jenis vaksin apapun, adalah penerima vaksin harus dalam kondisi sehat, tidak sedang dalam keadan sakit, apalagi sakit yang serius, ini disebabkan karena setiap vaksinasi atau imunisasi itu sendiri juga mempunyai resiko terjadinya kejadian efek samping pasca imunisasi atau yg dikenal sebagai KIPI.

Atau untuk pasien yang sedang sakit, kita juga dapat memberikan vaksinasi bila keadaan memeng memerlukan, minimal kondisi penyakitnya telah menjadi stabil atau seimbang, meskipun sedang dalam pengobatan. Tidak ada gejala penyakitnya sedang aktif.

Jadi pada dasarnya untuk pasien hepatitis B yang sedang mendapatkan pengobatan antivirus, juga bisa kita berikan vaksin meningitis ini, asal kondisinya memenuhi syarat2 yang saya sebutkan tadi.

Saran saya, adalah lebih baik dan bijaksana bila sebelum diberikan vaksinasi meningitis ini, coba konsultasi dahulu dengan dokter penyakit dalam yang merawat penyakkit hepatitis B ini, minta pendapatnya juga.

Karena tidak ada vaksinasi atau imunisasi yang sifatnya urgent, jadi konsultasi dahulu dan kalau sudah jelas semuanya, baru dilakukan tindakana imunisasi ini. Lebih baik safety first.

Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Apakah Kita Boleh Memakai Vaksin Hepatitis B Yang Berbeda Dalam Satu Serie  Vaksinasi ?
  • Pagi dok, saya ingin bertanya apakah pemberian 3 kali vaksin hepatitis b obatnya harus dengan merk dagang yg sama? Dan bila dosis kedua telat diberikan apakah harus mengulang lagi dari awal? Terimakasih dok.
Jawab:

Untuk semua jenis vaksinasi atau imunisasi, sebaiknya memang selalu memakai vaksin dengan merek dagang yang sama, yang artinya dibuat oleh pabrik pembuat vaksin yang sama, sehingga semua sifat karakteristik vaksin sampai kandungan zat antigen juga zat tambahannya adalah persis sama dengan vaksin yang telah kita pakai sebelumnya, sehingga dengan demikian kita berusaha menghindari kemungkinan terjadinya reaksi bias tubuh terhadap hasil vaksinasi yang berbeda2 pembuatnya.

Namun dengan melalui uji klinik yang teliti dan makan waktu yang cukup panjang, saat ini telah kita ketahui dengan pasti, bahwa untuk vaksin Hepatitis B, bila karena suatu hal, kita boleh dan yakin untuk memakai vaksin hepatitis B dari pabrik pembuat yang berbeda, namun hasil vaksinasinya adalah tetap optimal.

Sedangkan bila jadwal terlambat dalam kasus ibu ini, bila terlambat ini tidak terlalu jauh atau lama, maka segera teruskan beri vaksin dosis yang kedua, tanpa perlu diulang dari awal dari awal lagi.

Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.

Salam,

Pertanyaan Tentang Pemberian Beberapa Jenis Vaksinasi Secara Bersamaan atau Vaksinasi secara Simultan
  • Ohya dok kalo seandainya divaksin bcg pada usia 2bulan tetapi di jadwal IDAI bersamaan dgn DPT Hib polio ama pcv.kalo diberikan secara simultan ada efek samping gak dok?tq.
Jawab:
Memang sekarang dengan kamajuan tehnologi pembuatan vaksin, telah dibuatkan vaksin kombinasi seperti vaksin DTP Hib Polio atau Hep B yang digabung dalam satu spuit dengan tujuan sekali suntik bisa memberikan kekebalan untuk 5 sampai 6 jenis penyakit infeksi. Ini tentu sangat menghemat biaya, waktu kunjungan ke dokter, dan juga efisien.

Dan pada hari kunjungan yang sama kita bisa memberikan lebih dari 2 macam vaksin, misalnya seperti yang ibu rencanakan untuk memberikan vaksin kombinasi DTP Hib Poio dan Hep B bersama vaksin PCV.

Ada ketentuan bahwa pada hari yang sama kita bisa memberikan vaksinasi lebih dari 1 macam vaksin (disebut vaksinasi simultan), tapi dengan syarat bahwa :

  1. kedua jenis valsin itu harus disuntikkan di2 tempat yang berbeda, misalnya satu dipaha kanan dan satu lagi dipaha yang kiri, atau kalau mau di satu paha saja, ini boleh dilakukan, tapi dengan syarat minimal berjarak > 2 inchi antara suntikan vaksin satu dari yang vaksin lainnya.
  2. kedua jenis vaksin itu tidak boleh dicampurkan dalam satu spuit (alat suntik), kecuali yang memang vaksin kombinasi yang sudah dibuat dan dicampurkan oleh pabrik pembuat vaksin ini.
  3. dalam satu kali pemberian vaksinasi, kita tidak memberikan lebih dari 2 jenis vaksin hidup sekaligus, misalnya vaksin MMR dan vaksin BCG ini (http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/)

Dalam kasus ibu diatas, karena vaksin kombinasi DTP polio hib dan Hep B, mungkin memberikan efek samping pasca imunisasi atau KIPI, misalnya panas, meskipun seringan apapun, maka sebaiknya imunisasi ini dibatasi hanya 2 jenis vaksin saja, sedangkan vaksin ke 3, dalam hal ini BCG, bisa ibu tunda hingga 2 atau 3 minggu berikutnya.

Vaksinasi BCG juga dapat menimbulkan efek samping KIPI ( http://selukbelukvaksin.com/vaksin-penyakit-paru-tbc/), maka ada baiknya pemberian vaksinasi BCG ditunda setelah vaksinasi sebelumnya.

Seperti jawaban saya sebelumnya, vaksinasi itu harus kita rencanakan, jadi tidak ada vaksinasi yang buru2 atau urgent, jadi ikuti saja jadwal imunisasi yang telah dibuat oleh para pakarnya dan ikuti saja nasehat dokter vaksinator bayi ibu.

Kalau ada yang ibu ragukan tentang jadwal imunisasi ini, bisa ibu tanyakan sejelas2nya kepada pihak yang kompeten, yaitu dokter anda, jangan hanya mendengar dari tetangga atau siapapun yang tidak jelas asal usulnya.

Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi ibu.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Tentang Jadwal Imunisasi Hepatitis A 

  • Selamat pagi, Dok, saya mau tanya anak saya berusia 23 bulan. Bulan ini ada jadwal imunisasi hepatitis A. Yang pertama sudah dilakukan bulan mei lalu, bolehkah jika bulan ini tidak imunisasi lagi? Lalu apa akibatnya? Mohon sarannya dok. Terimakasih

Jawab:

Pagi ibu Isma,

Menurut jadwal imunisasi untuk bayi rekomendasi dari IDAI ataupun yang berasal dari US – CDC, maka vaksinasi Hepatitis A diberikan 2 dosis lengkap dengan jadwal sebagai berikut :

Dosis pertama pada saat bayi telah berusia 18 bulan atau lebih dan dosis kedua baru kita berikan selang waktu 6 – 12 bulan dari dosis yang pertama.

Detail lihat di : http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/  dan
di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-bayi-hingga-anak-remaja-usia-18-tahun-versi-us-cdc/

Kalau ibu bilang bahwa bayi ibu telah mendapatkan dosis pertama pada bulan Mei 2014 yang lalu, maka 6 bulan hingga 12 bulan interval adalah jatuh pada bulan November 2014 hingga bulan Mei 2015 yang akan datang, sepanjang tenggang waktu ini adalah saat yang tepat untuk kita berikan dosis yang kedua atau yang terakhir vaksin Hepatitis A ini untuk bayi ibu.

Kiranya ini menjawab pertanyaan ibu.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

  • baik dok,
    terimakasih atas informasinya, namun jika tidak diberikan vaksinasi yang kedua apa berbahaya bagi anaknya dok ?
Jawab:
Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa vaksinasi Hepatitis A adalah terdiri dari 2 dosis lengkapnya, artinya bila kita ingin mendapatkan efek perlindungan yang optimal vaksin ini terhadap penularan virus hepatitis A, maka kita harus mendapatkan 2 kali vaksinasi dengan jadwal seperti yang saya lampirkan.

Bila kita hanya mendapatkan 1 dosis saja, maka efek perlindungan vaksin ini tidak maksimal, sehingga dalam perjalanan hidup kita, masih ada kemungkinan kita akan tertular penyait ini. Ini mungkin “bahaya” yang ibu maksudkan.

Jadi kalau kita sudah mendapatkan dosis yang pertama, kenapa kita tidak lanjutkan dengan dosis yang kedua ?

Salam,

Pertanyaan Usia Kehamilan 6 Bulan, Apakah Boleh Diberikan Vaksin Meningitis Untuk Ibadah Umroh ?
  • Mhn petunjuk, istri sy hamil 6 minggu, apa boleh diberikan vaksin meningitis? Hal ini di krnkan sbg syarat utk ibadah umroh, trmksh
Jawab:
Karena vaksin meningitis ini adalah jenis vaksin yang telah dimatikan, dan menurut literature dan rekomendasi dari para ahli seperti US- CDC, maka vaksin yang telah dimatikan ini boleh diberikan untuk wanita yang sedang hamil, bilamana memang hal ini diperlukan seperti untuk memenuhi persyaratan ibadah umroh.

Namun saya sarankan begini bahwa sebelum pemberian vaksinasi meningitis ini, harus memberitahu kepada dokter yang bertugas pada saat pemberian vaksinasi, agar supaya hal ini bisa dicatat secara khusus oleh petugas kesehatan yang bersangkutan dalam buku catatan kesehatan istri bapak.

Yang tidak boleh diberikan kepada wanita (sedang) hamil, adalah  vaksin polio tetes atau OPV yang mungkin juga akan diberikan sebagai prasyarat untuk para jemaah ke tanah suci.

Sedangkan vaksin influenza, memang sangat dianjurkan untuk diberikan kepada wanita hamil.

Semoga ini menjawab pertanyaan bapak.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2014