Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2013

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2013

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas, kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas.

——————————————————————————————————————————————————————–

Pertanyaan Tentang Vaksin Hepatitis B

  • Selamat Sore Dokter Leo, Maaf saya mohon dijelaskan mengenai pemberian vaksin Hepatitis B pada orang dewasa seandainya pemberian vaksin pertama pada bulan maret 2013 maksimal pemberian vaksin yang kedua sebaiknya bulan berapa Dokter ? Sebelumnya Terima Kasih atas Penjelasannya

Jawab: Selamat siang mbak,
Sebetulnya jadwal pemberian vaksinasi hepatitis B (baik untuk bayi, anak juga orang dewasa dan orang tua) adalah dosis pertama pada bulan 0, lalu dosis ke2 diberikan dengan jarak waktu 1 bulan setelah dosis pertama tadi, dan terakhir adalah dosis ke3 diberikan dengan interval 6 bulan dari dosis yang pertama tadi.

Dalam kasus mbak Siti, dosis pertama diberikan pada bulan Maret 2013, maka seharusnya dosis ke 2 ini diberikan pada bulan April 2013 (selang satu bulan setelah dosis pertama) dan dosis ke 3 yang terakhir adalah 6 bulan kemudian setelah dosis pertama yaitu pada September 2013.

Mbak Siti tidak perlu panik karena terlambat dari jadwal, dan juga tidak perlu mengulang semua dari awal lagi, cukup segera berikan dosis yang ke 2, dan 5 bulan kemudian diselesaikan dengan berikan dosis ke3.

Untuk vaksinasi hepatitis B tidak diperlukan dosis booster tambahan sebagai penguat, cukup dengan 3 dosis sudah memadai.

 

  • maaf dok mau tanya tentang vaksin hepatitis B untuk orang dewasa dan untuk bayi itu dosis pemberiannya sama atau tidak? kalau untuk dewasa berapa ml dan untuk bayi brp ml? kalau orang dewasa diberi dosis bayi pada vaksin yang ke 2 itu bagaimana dok?efektif atau tidak ya dok? mohon penjelasannya. terima kasih

Jawab: Menjawab pertanyaan Ibu tentang dosis vaksin Hepatitis B sebagai berikut :

Dosis vaksin Hepatitis B untuk bayi adalah 0.5 mL sedangkan untuk remaja dan dewasa dan orang tua adalah 1.0 mL, jadi tidak sama dosisnya untuk bayi dan untuk dewasa. (lihat halaman di website http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/)

Jumlah dosis yang dianjurkan untuk bayi dan orang dewasa itu adalah hasil uji klinik yang dilakukan berulang kali dengan cara yang sangat teliti, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa untuk orang dewasa dosis yang tepat adalah 1.0mL dan untuk bayi adalah 0.5 mL.

Jadi untuk menjamin bahwa hasil vaksinasi adalah optimal daya proteksinya, janganlah kita mengubah jumlah dosis itu semau kita, karena ada kemungkinan nanti hasilnya tidak optimal, akibatnya daya perlindungan dan efikasi vaksin itu menurun.

Bahkan jadwal vaksinasi yang telah ditentukan juga jangan kita ubah menurut sekehendak kita. 

Untuk mendapatkan daya proteksi optimal, berikan vaksinasi sesuai dengan anjuran (jumlah dosis dan jadwal vaksinasi) pabrik pembuat vaksin tersebut. Ini berlaku untuk vaksinasi jenis apapun juga.

Demikian keterangan saya untuk pertanyaan ibu diatas, semoga bermanfaat.

  • maaf dok berart kalau kemarin bru dksh 0,5 ml skrg lg 0,5 ml gt ga ppa dok?

Jawab: Lho ibu koq vaksinnya dibagi2 begitu ? Sebaiknya kalau untuk dewasa ya sekaligus kasih 1.0 mL saja, bukan dicicil sekali 0.5 mL lalu lain kali 0.5 mL lagi, memang kalau secara matematik jumlahnya adalah 0.5 + 0.5 mL = 1.0 mL.

Tetapi dalam tubuh manusia yang hidup tentu bukan dengan cara demikian pemberian dosis vaksin.

Dan juga setiap kali kita menyuntikkan sesuatu tentu ada kemungkinan resiko terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan / inginkan, jadi sedapat mungkin mengurangi jumlah suntikan yang harus diberikan, oleh karena itu, para ilmuwan vaksin berusaha menemukan dan membuat vaksin kombinasi, dengan maksud mengurangi jumlah suntikan dan mengurangi kemungkinan terjadinya KIPI vaksin.

Cara pemberian vaksinasi diatas adalah tidak tepat, sebaiknya jangan diulang kembali untuk vaksinasi berikutnya.

Kalau memang persediaan vaksin yang dimaksud sedang tidak ada, maka tunggu saja sampai tersedia kembali.
Atau konsultasi dengan dokter vaksinator apakah bisa ditukar dengan jenis vaksin yang berbeda pabrik pembuatnya (untuk vaksin Hepatitis B khususnya bisa dipertukarkan)

Bila tidak mungkin ditukar, karena menunggu jenis vaksin yang sama, maka melewati jadwal yang dianjurkan beberapa hari atau minggu tidak akan menjadi masalah, karena hasil vaksinasinya tetap efektif dan mempunyai daya proteksi yang memadai.

Pertanyaan Tentang Vaksin Rotavirus

  • Pagi dok, anak saya dijadwal vaksin rotavirus usia 4 bulan.. masih efektif nggak dok? Atau lebih baik nggak usah di vaksin karna sudah terlambat? Trims dok..

Jawab: Sebenarnya untuk vaksinasi kita tidak pernah mengenal istilah terlambat, apalagi karena masalah itu maka vaksinasi tidak kita berikan kepada bayi kita, sehingga sangat membahayakan mereka dalam perjalan hidupnya menuju remaja dan dewasa.

Untuk vaksin Rotavirus, ada 2 jenis merek vaksin Rotavirus yang bisa kita pilih. Yaitu merek Rotarix dan RotaTeq, jadwal vaksinasi ke 2 jenis vaksin ini agak berbeda, yaitu untuk Rotarix yang terdiri 2 dosis, jadwalnya adalah pada saat bayi berusia 2 bulan dan 4 bulan. Sedangkan utuk vaksin RotaTeq, jadwalnya juga pada saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan, karena jenis vaksn RotaTeq ini terdiri 3 dosis lengkap.

Bila bayi ibu sekarang sudah berusia 4 bulan atau sudah 16 minggu, berarti memang sudah terlambat untuk pemberian vaksi dosis pertama, baik untuk jenis Rotarix juga jenis RotaTeq, karena jadwal maksimal untuk dosis pertama adalah bayi sudah berusia 14 minggu + 6 hari.

Tapi seperti yang saya katakan, bahwa vaksinasi tidak ada yang terlambat, sehingga ibu tetap bisa memberikan vaksin Rotarix atau RotaTeq yang dosis ke2 pada jadwal sewaktu bayi berusia 4 bulan.

Kalau ibu pilih Rotarix, maka setelah dosis ke 2 ini pada saat bayi berusia 4 bulan (maksimum tidak > 24 minggu atau 6 bulan), bayi ibu sudah tidak perlu lagi diberikan vaksin dosis ke3.

Tetapi bila ibu memilih jenis vaksin RotaTeq, bayi ibu masih harus diberikan dosis ke3 pada saat berusia 6 bulan. Atau maksimal bayi tidak berusia > 8 bulan.
Ibu bisa membaca dan menyimak halaman tentang vaksin Rota Virus ini di website (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/)

Semoga penjelasan ini bisa membantu Ibu memilih vaksin Rota Virus yang sesuai.

  • Pagi dok.. bayi saya 14w4d tp blm di vaksin rotavirus.. saya meminta kpd DSA yg menangani u/ vksin rotavirus dosis 1, tp beliau mnjdwalkan pmberian vksn rotavirus 1 minggu lg krn hr ini di jdwal kan u/ PCV dan beliau tdk mengijinkan bila vksn rota dan PCV brsamaan hr ini.. apabila bayi sy di vksn rotarix saat 15w4d, termasuk dosis 1 atau 2 dok? Apakah ada prbedaan kemungkinan trjadi nya inf rotavirus pd anak yg diberi dosis penuh dan tidak dok? Terima kasih

Jawab: Jadwal untuk vaksinasi rotavirus vaksin adalah pada saat bayi telah berusia 2 bulan untuk dosis ke 1, lalu waktu berusia 4 bulan untuk dosis ke 2 (untuk jenis vaksin Rotarix), dan usia 6 bulan untuk dosis ke 3 (jenis vaksin Rota Teq)

Untuk kedua jenis vaksin rotavirus ini (Rotarix dan Rota Teq), usia maksimum untuk pemberian dosis ke 1 adalah saat bayi telah mencapai usia 14 minggu + 6 hari. Saat ini bayi ibu sudah berusia 14 minggu + 4 hari, jadi sudah hampir melewati usia maksimum pemberian dosis ke 1 ini.

Kalau sudah melewati batas usia tersebut (14 minggu + 6 hari), maka kita sudah tidak memberikan dosis ke1 vaksin rotavirus lagi, tapi kita tunggu hingga bayi mencapai usia 4 bulan (16 minggu) untuk pemberian vaksin rotavirus dosis ke2.

Sebenarnya vaksin rotavirus bisa diberikan bersamaan atau  vaksinasi simultan bersama vaksin pediatrik lainnya seperti DTP (jenis DTwP dan DTaP), vaksin polio injeksi (IPV), vaksin Hib, vaksin Hepatitis B dan PCV (lihat website http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/ ).

Kemungkinan terjadi infeksi selama bayi belum diberikan vaksinasi selalu ada, terutama bila kita tidak hati hati dan menjalankan pola hidup sehat, atau menjaga kebersihan alat makan minum bayi tersebut.

Demikian penjelasan kami semoga bermanfaat bagi anda.

 

Pertanyaan Tentang Vaksin Human Papilloma Virus (Vaksin HPV)

  • Berapa cakupan vaksinasi HPV di Indonesia sekarang ??? Target yg harus dicapai ???

Jawab:Ditengah kesibukan rutin kami juga mencoba cari di internet berapa sesungguhnya cakupan vaksinasi HPV saat ini di Indonesia, namun hingga saat saya menulis jawaban ini, saya tidak berhasil menemukan angka yang kongkrit berapa sebenarnya cakupan
vaksinasi HPV untuk Indonesia saat ini.

Tapi yang pasti adalah angka ini masih juga rendah di luar negeri, seperti di Amerika dan Eropa, maka ada upaya dari US CDC untuk menganjurkan dan mempropagandakan vaksinasi HPV bagi remaja puteri, dan mulai juga pemakaian vaksin HPV untuk remaja putra.
Cakupan yang ideal adalah 85% atau bahkan lebih, dengan agka cakupan yang cukup tinggi ini akan memberikan efek dan jaminan terjadinya Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok terhadap infeksi virus HPV.

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – November 2013