Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – June 2016

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – June 2016

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

female doctor Google Free Image

female doctor Google Free Image

——————————————————————————————————————–

1. Pertanyaan Setelah Imunisasi Tempat Suntikan Bengkak, Apa Yang Harus Dilakukan ? Vaksin Apa Saja Yang Tidak Diperlukan Bayi dan Anak ?   

  • Malam dr. Leo. Saya mau nanya.
    1. Mengapa setelah immunisasi hepatitis b. Polio. Dpt. Hib. Paha anak saya umur 7bulan bengkak. Apakah ada bahayanya.
    2. Jenis immunisasi apakah yg tidak perlu diberikan. Misalnya hepatitisb. Polio. Rotavirus. Bcg. Dpt. Hib. Pcv. Influenza. Campak. Varisela. Mmr. Tifoid. HepatitisA. Hpv.

Trimakasih sebelum dan sesudahnya penjelasan dari dr.Leo.

Salam kenal dari kota medan

Jawab:

Saya duga vaksin yang anda pakai adalah jenis vaksin kombinasi Pentabio, yang cara pemberiannya adalah IM atau Intra Muscular, atau suntikan kedalam otot.

Seperti yang kita ketahui, bahwa setiap tindakan media, termasuk pemberian imunisasi, selalu ada kemungkinan terjadi hal yang tidak kita inginkan, yang dalam imunisasi kita sebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), KIPI ini bisa terjadi, tapi adalah sangat jarang sekali, dan imunisasi adalah relatif cukup aman.
Sebab pasti penyebab KIPI imunisasi belum kita ketahui dengan jelas.
Detail tentang KIPI dan apa yang harus kita ketahui tentang KIPI, bisa anda baca di website  http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Kembali ke kasus anak anda, yang mengalami bengkak ditempat suntikan vaksin, ini mungkin bisa kita golongkan kejadian KIPI.
Saya tidak tahu persis bengkak ini seperti apa, tapi kejadian ini biasanya berlangsung beberapa hari dan akan hilang atau sembuh sendiri.
Atau bila bengkak kita bisa kompres dengan air dingin ditempat suntikan vaksin, sekali2 jangan diurut atau ditekan2.
Bila bengkak tetap bertahan setelah beberapa hari, silahkan hubungi dokter vaksinator dan memberitahu kejadian KIPI ini  untuk diperiksa dan diambilkan tindakan yang tepat.
Untuk pertanyaan anda yang lain, semua jenis imunissi yang anda sebutkan itu adalah penting dan perlu kita berikan untuk bayi dan anak2 kita. Jadwal dan jenis vaksin imunisasi bayi usia 0 tahun hingga anak berusia 18 tahun, bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Demikian keterangan saya, semoga menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan Bagaimana Mengatur Jadwal Imunisasi Vaksin Pentavalent Kombinasi (Pentabio) Dengan Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) Untuk Bayi Usia Dibawah 6 Bulan ?   
  • Dok,anak saya 4 bulan kurang 6 hari.. Dan sudah DPT 2 pd usia 3 bulan 14 hari.. Dan belum pernah diberikan imunisasi pcv.. Pertnyaan saya, bolehkah diberikan PCV pd usia sekarang, dan apakah 2 minggu setelahnya bisa di berikan DPT 3 (pentabio) krna DPT terakhir baru 2 mggu yg lalu.. Krna saya berencana memberikan PCV di DSA dan DPT di posyandu agar lebih hemat..hehe Terimakasih..
Jawab: 
Sebenarnya jadwal imunisasi vaksin DTP Hib Hep B (Pentabio) itu kita mulai pada waktu usia bayi minimal sudah 6 minggu,  dan setiap dosis berikutnya (ada 2 dosis susulan) dengan interval waktu minimal 4 minggu.
Untuk gampangnya, kita ambil dan pakai jadwal imunisasi DTP Kombinasi (DPT Hib Polio) lain yang dianjurkan dalam jadwal IDAI, yaitu mulai usia bayi 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan
Kalau anda lihat jadwal DTP Kombinasi ini, juga persis sama dengan jadwal imunisasi vaksin PCV seperti yang anda rencanakan.
Vaksin DTP kombinasi (Pentabio dan yang merek lain) bisa kita berikan bersamaan dalam 1 kali kunjungan, tidak perlu dipisahkan atau dijedah dengan waktu interval, karena kedua jenis vaksin ini adalah bentuk vaksin yang telah dimatikan (Inactivated or Killed Vaccine)
Detail bisa anda lihat jadwal dan jenis imunisasi untuk bayi usia 0 hingga anak umur 18 tahun, yang direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Demikian keterangan saya untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan Bolehkan Anak Yang Beresiko Tinggi Diberikan Imunisasi Vaksin ?  
  • Selamat malam dokter ..   dr. saya mau tanya nih boleh gak kalo anak yg berisiko tinggi di imunisasi ?? terus kalo anak yg BBLR yg berat badannya kurang dari 2300 gr kenapa imunisasinya harus ditunda dok ?  terimakasih dokter , saya harap dokter mau menjelaskannya…
Jawab: 
Saya tidak jelas dengan maksud anda ANAK BERESIKO TINGGI disini,
Apakah anak ini :
  • Sedang sakit khronis dan serius, atau
  • Bayi  lahir premature atau bayi lahir dengan berat badan rendah (low birth weight), atau
  • Sedang mendapatkan pengobatan golongan Steroid atau sejenisnya, yang mengganggu reaksi sistim imunologi tubuh sianak, atau
  • Anak sehat, tetapi berada dalam lingkungan yang infektious sehingga setiap saat, anak ini mendapatkan bahaya terinfeksi dengan kuman atau virus penyakit ?
Kalau jawabnya adalah YA, maka untuk ketiga golongan diatas ini perlu kita berikan imunisasi dengan tujuan untuk mensupport daya tahan tubuh mereka.
Hanya saja untuk bayi lahir premature atau yang lahir dengan Berat Badan Rendah, ada prosedure tersendiri dalam memberikan imunisasi.
Dahulu patokan kita adalah setelah bayi mencapai 2000 gram atau lebih dari itu, maka kita sudah dapat mulai memberikan imunisasi.
Namun belakangan dengan berkembangnya ilmu perinatologi anak dan ilmu vaksinologi, saat ini bayi yang berat badan 2000 gram atau bahkan kurangpun sudah bisa kita berikan imunisasi seperti pada bayi yang lahir normal (baik bulan kehamilannya ataupun berat badan lahirnya)
Saat itu, alasan kita tunda imunisasi pada bayi yang premature atau bayi dengan berat badan lahir < dari 2500 atau 2000 gram adalah ada anggapan bahwa banyak organ tubuh bayi tersebut belum berkembang sempurna, termasuk sistim imunologi bayi tersebut, atau bahkan vaksin2 tersebut akan menjadi beban bagi tubuh si bayi premature ini.
Sekarang patokan ini sudah ditinggalkan seperti yang saya katakan diatas.
Karena bayi premature juga bayi uang lahir dengan berat badan < normal, juga memberikan reaksi yang sama baiknya terhadap imunisasi vaksin, yang sama dengan reaksi tubuh bayi lahir normal.
Detail tentang Prosedure Imunisasi Bayi Premature juga Low Birth Weight, bisa anda baca dan simak di  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-dan-jenis-vaksin-untuk-bayi-premature/
Demikian keterangan dan jawaban untuk anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
4. Pertanyaan Apakah Vaksin Pentavalent (DTaP Hib Polio) Boleh Diberikan Bersamaan Dengan Vaksin Rotavirus ? Bagaimana Jadwal Anjuran Pakar Untuk Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) ?  
  • Dok mau tanya apakah vaksin pediacel bisa diberikan bersamaan dg rotavirus?
    Kmrin tgl 15mei sudah vaksin bcg dan dijadwalkan tgl 11juni vaksin pediacel dg rotavirus,,apakah boleh dok?brpa jarak minimal pemberian vaksin hidup?
    Vaksin pcv itu yg benar diberikan pada usia 2bln,4bln,6bln? Atau 3bulan,5bulan,7bulan?karena jadwal di buku dr rumah sakit 3,5,dan7bln
    Terima kasih sebelumny  
Jawab:
Seperti anda ketahui, bahwa jadwal imunisasi vaksin Pediacel (kombinasi vaksin DTaP- Hib – Polio) adalah pada saat bayi berusia mulai 2 bulan , 4 bulan hingga 6 bulan, demikian juga jadwal imunisasi vaksin Rotavirus yang bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/ dan di website http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/
Kedua jenis vaksin ini boleh diberikan bersamaan, tidak perlu diberi jedah / interval waktu, karena vaksin Pediacel adalah vaksin mati atau killed vaccine dan Rotavirus adalah vaksin hidup yang dilemahkan atau live attenuated vaccine, tapi cara pemberiannya dengan oral atau diminumkan bukan disuntikkan.
Kita baru memberi waktu jedah bila kita memberikan 2 jenis vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine) pada waktu yang berbeda.
Waktu jedahnya sekitar 4 minggu setelah pemberian vaksin hidup yang pertama.
Tentang jadwal vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine):
Jadwal untuk vaksin PCV adalah pada bayi telah berusia 2 bulan, dilanjutkan pada bulan ke 4 dan ke 6, jadwal ini adalah anjuran dari pabrik pembuat vaksin, yang dinilai akan memberikan hasil imunisasi yang optimal.
Ada dokter anak yang memakai jadwal usia bayi 3, 5 dan 7 bulan, yang berarti mundur 1 bulan dari waktu yang dianjurkan, rasanya boleh2 saja, hanya saja, apakah ini tidak membuat repot dan membingungkan bagi orang tua dan dokter itu sendiri ?
Karena dari jadwal yang direkomendasikan oleh IDAI dan juga pabrik pembuat vaksin, banyak jenis vaksin bayi yang bisa kita berikan pada saat bayi berusia 2 bulan, lalu 4 dan usia 6 bulan.
Juga dalam satu kali kunjungan ke dokter, kita bisa dan boleh memberikan 2 jenis vaksin (vaksin hidup yang dilemahkan ataupun vaksin mati) bersamaan, tidak perlu diselingi jedah waktu, seperti yang saya terangkan diatas, dan bisa anda baca diwebsite diatas tadi. Sehingga kita tidak perlu repot2 membuat jadwal imunisasi sendiri lagi.
Coba saja diskusi dengan dokter tersebut agar supaya jadwal imunisasi itu jangan diubah2 semau kita sendiri.
demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
5. Pertanyaan Apa Efek Buruk Dapat Vaksin BCG Dua Kali Dalam Waktu Berdekatan ? Kapan Kita Memberikan Suntikan Booster Vaksin Kombinasi Pentavalent DTaP Hib Polio ?
  • selamat pagi dokter,
    bayi saya umur 40 hari,saat umur 2 minggu mendapat imunisasi bcg,1 bln kmdian jadwal imunisasi hepatitis. ternyata suster menyuntikkan bcg lagi dengan alasan tidak ada bekas bcg kemudian disuntik lagi vaksin hepatitis. saya panik karena saya tahu suster nggak teliti, saya tanya ke beberapa dr. ada yg menjawab tidak apa2, ada yg menjawab ada resikonya dilihat perkembangan 2-3 bln ke depan. bagaimana menurut dr. adakah efeknya?
    pertanyaan ke 2,  imunisasi booster bisa tidak diberikan saat anak umur 3 th (pediacel)?
    terima kasih untuk perhatiannya
Jawab: 
Jadwal imunisasi BCG adalah sewaktu sejak bayi lahir hingga usia bayi telah mencapai 2 – 3 bulan, dan cukup diberikan 1 dosis saja.
Pada usia sejak lahir hingga 2 bulan, pemberian vaksin BCG tidak perlu dilakukan Test Mantoux terlebih dahulu.
Detail jadwal imunisassi rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) bisa anda baca dan simak di website ini http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Bila dianggap perlu, misalnya selalu ada dilingkungan yang berpotensi penularan penyakit tbc, maka kita baru akan berikan ulangan vaksinasi BCG pada usia anak mencapai 12 tahun.
Ada praktisi kesehatan seperti dokter atau bidan yang menganggap bila suntikan pertama BCG tidak menimbulkan reaksi, maka dianggap vaksinasi BCG ini kurang atau tidak berhasil, sehingga mdereka otomatis memberikan dosis yang kedua, seperti yang dialami oleh bayi anda ini.
Menurut ketentuan, bila kita memberikan imunisasi BCG pada bayi diatas usia 3 bulan, maka kita wajib melakukan test Mantoux terlebih dahulu, dengan tujuan untuk mengetahui apakah bayi tersebut sudah terpapar dengan kuman TBC dan menjadi sakit atau masih sehat.
Karena vaksin BCG ini mengandung kuman TBC hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), sehingga dikuatirkan dengan pemberian vaksin hidup ini akan memicu timbulnya penyakit TBC pada bayi yang telah terinfeksi kuman sebelumnya.
Jadi test Mantoux ini adalah semacam screening test untuk menentukan apakah kita akan memberikan imunisasi vaksin BCG pada bayi tersebut atau tidak.
Mungkin bahaya yang disebut beberapa dokter adalah menyangkut masalah ini. Seolah2 vaksin BCG ini akan membangunkan “Macan tidur” dalam tubuh sianak tadi 🙂
Detail tentang vaksin BCG bisa anda baca dan simak di website  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-penyakit-paru-tbc/
Dalam kasus bayi anda yang sudah pernah mendapatkan dosis vaksin BCG saat berusia 2 minggu dan dosis ulangan BCG pada saat usia 1 bulan lebih, seharusnya tidak ada yang perlu anda kuatirkan.
Lalu soal dosis booster vaksin Pediacel (vaksin kombinasi DTaP Hib Polio) :
Vaksin kombinasi Pediacel hanya kita berikan hingga usia bayi 18 – 24 bulan, setelah itu, kita memakai vaksin monovalent DTaP, dan vaksin polio monovalent bukan yang vaksin kombinasi.
Sedangkan vaksin Hib sudah tidak diperlukan lagi pada saat bayi sudah berusia > 18 bulan.
Booster vaksin DTaP, bukan pediacel, kita berikan pada saat bayi mencapai usia 18 – 24 bulan, dan bisa kita ulang vaksin DTaP pada  saat mereka berusia 5 tahun, yaitu sebelum masuk sekolah SD.
Sedangkan vaksin Hib (monovalent) hanya kita berikan hingga bayi telah berusia 15 – 18 bulan, ini adalh dosis ke 4 yang terakhir untuk vaksin Hib
Untuk vaksin Polio, dosis ke 5 adalah waktu usia mencapai 18 – 24 bulan (mirip dengan jadwal vaksin DTaP), dan dosis ke 6 saat dia berusia 5 tahun, sebelum mulai masuk sekolah SD
Detail jadwal imunisasi dasar bayi usia 0 – 18 tahun, rekomendasi IDAI, bisa anda baca dan simak di website  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda, semoga memuaskan.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
6. Pertanyaan Kalau Sebelumnya Telah Diberikan Imunisasi Dengan Jenis Vaksin PCV13, Tapi Pada Dosis Terakhir (ke 4) Diberikan jenis PCV10, Apakah Beda Jenis Vaksin PCV ini ? Apa Akibatnya Nanti ? 
  • selamat pagi dok Leo,
    saya mohon informasi mengenai vaksin pcv. pada saat vaksin pcv 1, 2, dan 3 anak saya diberikan vaksin pcv 13. namun semalam saat saya vaksin pengulangan yang ke 4 saya diberikan vaksin pcv 10. apakah pemberian vaksin pcv yang berbeda tidak masalah dok? apakah kandungan pcv tersebut sama dok? mohon infonya ya dok. terimakasih
Jawab: 
Tentu Vaksin PCV10 itu berbeda dengan vaksin PCV13, selain pasti berbeda harga (lebih murah yang PCV10), juga kandungan antigen kedua jenis vaksin juga berbeda, karena dalam PCV13 mengandung 3 jenis antigen kuman Pneumococcus lebih banyak, yang tidak didapat dalam vaksin PCV10.
Seharusnya pemberian imunisasi, kita tetap konsisten dengan merek dan jenis vaksin yang telah kita pergunakan sebelumnya, hingga proses imunisasi itu selesai lengkap sesuai dengan jadwal anjuran, dengan harapan bahwa sistim imunologi tubuh anak akan memberikan reaksi atau respons yang optimal dan efektif untuk menangkal penyakit yang ingin kita cegah itu.
Hanya dalam keadaan tertentu saja, kita baru dibenarkan untuk menukar jenis vaksin yang kita telah pakai ke jenis vaksin lain yang serupa atau mirip. 
Jenis kandungan antigen dalam masing2 jenis vaksin PCV7, PCV10 dan PCV13 itu bisa anda baca dan bandingkan dalam website http://selukbelukvaksin.com/sejarah-vaksin-penyakit-pneumonia-jenis-pneumococcal-conjugate-vaccine-pcv/
Demikian keterangan dan jawaban saya untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
7. Pertanyaan (lanjutan dari Pertanyaan 6); Apakah Harus Diulang Dosis ke 4 Dengan Vaksin PCV13 ?  
  • dear Dr. Leo Kurniawan,  terimakasih telah berkenan untuk membalas email saya dok.  saat ini anak saya telah diberikan vaksin pcv ke-4 dengan merk synflorix (pcv10) padahal 3 pcv sebelumnya diberikan dengan merk prevenar (pcv13). saya sangat khawatir, apakah sebaiknya saya melakukan vaksin pcv ke-4 dengan merk prevenar kembali untuk anak saya? dan apakah ada efek sampingnya? mohon infonya ya dok.
Jawab: 
Karena 3 dosis sebelumnya bayi anda telah diberikan vaksin PCV13, baru pada dosis ke4 yang terakhir diberikan Synflorix  yang PCV10, sehingga rasanya anda tidak perlu lagi mengulang dosis ke 4 ini dengan berikan PCV13 lagi.
Alasannya, adalah sistim imunology tubuh sudah cukup terpapar dengan 3 dosis PCV13 sebelumnya, sehingga seharusnya titer antibody yang dibentuk adalah untuk 13 jenis antigen kuman pneumococcus yang tercakup, walaupun dosis terahir hanya tercakup 10 jenis antigen saja.
Memang disayangkan seharusnya tetap diberikan jenis vaksin yang sama dari awal hingga akhir proses imunisasi ini.
Mungkin lain kali, setiap kali sebelum diberikan imunsasi, anda harus tahu persis jenis vaksin apa yang akan diberikan, apakah sesuai dengan rencana dan program imunisasi untuk bayi anda.
Bila tidak sesuai atau anda ragu2, anda boleh menolak pemberian imunisasi tersebut.
Demikian komentar saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
8. Pertanyaan Bagaimana Menyiasati Jadwal Imunisasi Beberapa Jenis Vaksin Yang Bentrok Dalam Satu Kali Kunjungan Ke Dokter Untuk Imunisasi ?
  • Hari ini jadwal anak sya vaksin pentabio 3 di bidan. Dan bentrok dgn jadwal pcv dan rotavirus 2 di rumah vaksin.
    Usia anak sya 5m 1d , keduanya mempunyai jarak 4 minggu dr vaksin sebelumnya.
    Saya sudah banyak bertanya jawabannya boleh di satu hari waktukan vaksin pentabio, rota dan pcv. Apa itu betul? (Rota dan polio kan oral apa tdk akan saling mempengaruhi?)
    Lalu yg saya msh pertanyakan, imunisasi di bidan jadwalnya pagi jam 10, sdgkan rota dan pcv di rumah vaksin jam 1 siang. Ada jarak sktr 2 jam antara vaksin pentabio dan rota+pcv. Apa tdk akan menjadi masalah?
    Mohon pencerahannya pa dokter. Terimakasih atas waktunya..
Jawab:  
Menyangkut rencana imunisasi bayi anda di ibu Bidan dan Rumah Vaksin pada hari yang sama, hanya berbeda waktu atau jam imunisasi itu dilaksanakan.
Jawabannya adalah :
Kita boleh memberikan imunisasi sekaligus 2 jenis vaksin (2 jenis vaksin mati, atau 1 vaksin mati dan 1 vaksin hidup yang dilemahkan, atau 2 jenis vaksin hidup yang dilemahkan), apalagi vaksin hidup yang dilemahkan itu adalah vaksin Rotavirusdan vaksin Polio, yang cara pemberiannya adalah via oral diminumkan.
Kalau lihat skema rencana imunisasi bayi anda, adalah sebagi berikut:
Pagi hari dengan ibu Bidan, mendapatkan vaksin Pentabio (vaksin mati) dan vaksin Polio Oral ( vaksin hidup yang dilemahkan) dengan cara diminumkan
Sore hari yang sama, di Rumah Vaksin mendapatkan : vaksin PCV (vaksin mati) dan vaksin Rotavirus (hidup yang dilemahkan) dengan cara diminumkan
Kalau lihat skema demikian, rasanya anda boleh memberikan imunisasi pada hari yang sama untuk jenis2 vaksin yang anda rencanakan
Detail tentang Tentang Waktu Imunisasi (Timing) dan Urutan Jenis Vaksin (Spacing)  yang diberikan, bisa anda baca dan simak di website ini :
Atau bila anda masih ragu, kenapa tidak ditunda saja satu hari jadwal dari imunisasi di ibu Bidan dengan jadwal yang direncanakan di Rumah Vaksin ?
Demikian keterangan saya untuk pertanyaan anda.
Mohon maaf sebelumnya karena tidak bisa segera saya menjawab pertanyaan anda, karena sedang ada kesibukan akademis penting yang lain.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
9. Pertanyaan Bagaimana Menginterpretasi Hasil Test Mantoux Untuk  Memberikan imunisasi  Vaksin BCG ? Kenapa Terjadi Tonjolan Setelah Imunisasi Vaksin BCG ? Berbahaya Tidak ?
  • Dok..
    Anak saya kembar 2, lahir premature, dokternya tidak memberi imunisasi bcg. Setelah 9 bulan baru kami diberitahu, dan harus menjalani test mantoux terlebih dahulu.
    Karena suatu hal, kami baru melakukannya pada usia 14 bulan.
    Hasil test mantoux-nya negatif.
    Setelah Itu diberikan imunisasi bcg, tapi belum 1 minggu, terdapat benjolan dibekas yg disuntik.
    Kami diminta untuk kontrol 1 bulan lagi.
    Pertanyaannya, apakah si kembar terinfeksi virus TBC?
    Trus kenapa nunggu 1 bulan lagi kontrol, dan skrang tidak diberikan obat apapun.
    Apa indikasinya setelah 1 bulan kedepan jika dapat dinyatakan terinfeksi TBC?
    Apa yg hrs kami lakukan?
    Terima kasih banyak Dokter…
Jawab:   
Memang sesuai dengan prosedure pemberian imunisasi vaksin BCG, maka bila kita berikan pada bayi < 2 bulan, kita tidak perlu melakukan test kulit Mantoux terlebih dahulu.
Tetapi untuk yang sudah berusia > 3 bulan, adalah kewajiban kita melakukan Test Mantoux terlebih dahulu, dari hasil test ini baru menentukan sikap kita, apakah bayi ini bisa langsung diberikan vaksin BCG atau perlu difollow terlebih dahulu sebelum diimunisasi vaksin BCG.
Detail tentang Test Maantoux, bagaimana menilai dan membaca hasil test dan apa artinya test yang positif atau yang negatif, bisa anda baca dan simak mendetail di website  http://selukbelukvaksin.com/cara-interpretasi-hasil-tuberkulin-skin-test-tst-atau-test-mantoux/
Test Mantoux ini adalah bertujuan untuk menapis atau screening terhadap bayi, apakah belum pernah atau sudah pernah mendapat kontak dengan kuman TBC sebelumnya.
Bila test Negatif, artinya bayi ini belum pernah mendapatkan kontak atau terinfeksi dengan kuman TBC, sehingga kita bisa langsung memberikan imunisasi vaksin BCG untuk melindunginya.
Sedangkan kalau hasil test positif, itu artinya bayi ini sudah pernah mendapatkan infeksi atau kontak dengan kuman TBC sebelumnya, sehingga pada golongan bayi ini, kita perlu follow up lebih lanjut, apakah bayi ini sedang sakit TBC aktif atau mengandung kuman TBC dalam tubuhnya, tapi belum terjadi penyakit TBC.
Follow up ini bisa kita lakukan dengan observasi gejalah klinik, membuat foto Rotgen paru dan lain2.
Satu hal yang perlu  kita ingat, adalah hasil Test Mantoux ini tidak 100% akurat, ada kalanya bisa terjadi hasil test yang false positive, artinya seharusnya hasil test adalah negatif, tetapi karena suatu dan lain hal, sistim imunologi tubuh memberikan reaksi yang positif. Ini bisa terjadi misalnya karena bayi tersebut sebelumnya telah pernah mendapatkan imunisasi vaksin BCG.
Atau bisa juga terjadi yang false negative, artinya yang seharusnya reaksinya positif, tapi karena ada kelainan dari sistim imunologi tubuh, sehingga reaksinya menjadi negatif, misalnya pada penderita HIV AIDs, mereka yang mendapatkan pengobatan steroid dan obat2 khemotherapi atau bayi yang malnutrisi.
Pada tempat suntikan vaksin BCG memang sering terjadi benjolan akibat reaksi jaringan terhadap komponen vaksin BCG, jangan diapa2kan, cukup dikompres dingin saja, diharapkan beberapa hari kemudian benjolan ini akan menghilang dengan sendirinya.
Saran saya, ikuti saja saran dokter yang menangani kasus twin baby anda ini, semoga setelah observasi dan ternyata memang tidak terinfeksi kuman TBC dan vaksinasi BCG bisa diteruskan.
Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
 10. Pertanyaan Apa Efek Bila Imunisasi Vaksin Penta Valent Kombinasi Yang Terlambat Dari Jadwal Imunisasi ? Apa efek Jelek Kalau Kelebihan Pemberian Dosis Vaksin Pada Orang Penerima Vaksin?   
  • Selamat mlm dok
    Mau tanya ttg vaksin DPT. Baby sarah 8m smpat delay 2bln saat trjdwal DPT.. jdi dia dpt bln ke-2-6 dn skrg ke-8. N sayang nya vaksin dPT kembali langka.
    Biasanya vaksin combo di rs sesuai kebutuhan. Sudah lengkap semua kec DPT n HIB yg ke-3 di usia 8m ini.
    Yg saya tanyakan, dengan persediaan di rs yg hanya ada paket combo DPT-HIB-Hppttis B. Dan ada jg paket DPT-HIB-Polio. Mana yg lebih aman buat anak saya dok.. kelebihan vaksin hepatitis? Atau kelebihan vaksin polio?
    Krna sy sdh cari tlp rs, stock kosong tuk combo dpt n HIB nya..jg bhkn tuk yg single DPT n single HIB.Terima kasih banyak
Jawab:  
Dari cerita dan khronologis jadwal  imunisasi DTP Kombo bayi anda, saya mendapatkan kesan bahwa telah terjadi keterlambatan beberapa bulan dari jadwal imunisasi yang direkomendasikan para pakar imunisasi seperti yang tercantum dalam jadwal yang ada dalam website ini http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Sebenarnya terlambat beberapa minggu atau satu dua bulan bukan hal yang luar biasa, dan ada study yang membuktikan bahwa adalah lebih baik terlambat sedikit memberikan vaksin daripada kecepatan beberapa minggu dari jadwal yang dianjurkan, karena respon imunologi tubuh akan lebih baik bila sedikt terlambat.
Tentu jangan terlambat hingga berbulan2 lamanya atau bahka dilupakan memberinya.
Menjawab pertanyaan anda mana yang lebih aman dengan vaksin penta valent kombinasi yang berisi antigen Hep B atau yang berisi antigen Polio ?
Jawabnya tergantung jenis vaksin penta valent kombinasi yang bayi anda telah dapatkan sebelumnya, artinya bila sebelumnya telah diberikan jenis penta valent kombo yang berisi antigen Hep B, ya teruskan saja dengan vaksin penta valent yang sama, yaitu DTP Hib HepB.
Demikkian juga yang dengan berisi antigen Polio.
Soal keamanan bagi sipenerima vaksin, jawabnya adalah kedua jenis vaksin penta valent kombinasi ini sama amannya.
Soal efek dan pengaruh kelebihan vaksin Polio atau Hep B bisa anda baca dan simak di website www.selukbelukvaksin.com di bagian tanya jawab  http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-june-2016/, anda bisa temukan jawabnya dalam bagian tanya jawab vaksin dan vaksinasi di bulan2 sebelumnya, karena hal ini sering kali ditanyakan dan telah dibahas dengan panjang lebar.
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda, semoga memuaskan.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

 

 

11. Pertanyaan (Lanjutan Pertanyaan no. 10) Jadi Yang lebih Aman Vaksin Kombinasi Yang Mengandung Antigen Polio (Pediacel) Atau Yang Mengandung Hepatitis B (Pentabio) ? 

 

  • Sblm nya terima kasih banyak atas balasan email yg sangat cepat dluar dugaan saya. Betul dok, kami terlewat 2bln jdwal vaksin. Qlo brdasarkan tabel adalah di usia 4bln. Hanya polio saja, kbtulan pas dengan pin polio nasional, sedang kan DPT n HIB tidak, ya krna kelangkaan vaksin saat itu. Usia 6bln jg sudah lengkap sesuai jdwal n jenis vaksin. Jadi bisa dibilang vaksin yg kurang hanya DPT n HIB saja. Dr pnjelasan dokter n link yg dokter berikan, saya menangkap lebih baik dberikan over vaksin polio dr pd over vaksin hepatitis B. Krna saat ini infantrix kembali langka. Yg banyak trsedia hanya yg paket dpt-hib-hppt B atau paket dpt-hib-polio cmpur Brarti saya aman ya dok berika yg paket dtp-hib-polio campur *bkn ttes tuk imunisasi slanjutnya? Terima kasih banyak dokter
Jawab: 
Terserah anda mau pilih jenis penta valent DTPHib Hep B (Pentabio) atau jenis DTP Hib Polio import (Pediacel), karena seperti jawaban saya sebelumnya, keduanya sama amannya.
Bedanya (mungkin) harga vaksin, jenis Pentabio produksi PT. Bio Farma, tapi mutu sama dengan vaksin Penta valent Pediacel DTP Hib Polio yang import, tapi harganya jauh lebih tinggi daripada Pentabio.
Pentabio disubsidi oleh pemerintah RI, jadi bila imunisasi ditempat ibu Bidan bisa dapatkan vaksin ini dan GRATIS 🙂
Jadi pilihan ditangan anda sendiri.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – June 2016