Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – June 2015

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – June 2015

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Imunisasi dan Hal Terkait  Google Free Image

Imunisasi dan Hal Terkait
Google Free Image

——————————————————————————————————————–

Pertanyaan Jadwal Imunisasi Tertinggal / Vaccine Catch Up Program

  • Dok saya mau tanya..  anak saya l ahir tgl 28 des 2014 sekarang usianya 21 minggu tapi belum imunisasi dpt/hb1 polio 2.. pada usia 10 minggu 3 hari anak saya baru d berikan imunisasi.  BCG polio 1… apakah d usia sekarang saya tetap harus melakukan imunisasi dpt/hb 1 dan polio 2 .. mohon jawaban nya y dok. .

Jawab:

Maaf baru sempat membalas email dan pertanyaan anda tentang vaksinasi bayi anda yang tampaknya agak terlambat.

Vaksin DPT Hib Hepatitis B dan Polio seharus sudah mulai kita berikan sejak bayi mulai berusia 2 bulan, bahkan untuk vaksin Hepatitis B sudah segera diberikan begitu bayi lahir dan vaksin polio pertama sebelum bayi pulang dari rumah sakit atau rumah bersalin.

Jadwal Imunisasi Bayi bisa anda baca di:
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Dari cerita khronologis anda, bahwa saat ini bayi anda telah berusia 21 minggu atau sekitar umur 5 bulan lebih.

Untuk imunisasi kita bisa segera mulai berikan vaksinasi yang diperlukan untuk bayi seusia bayi anda.

Untuk gampangnya kita bisa pilih vaksin kombinasi, yaitu dalam satu kali suntikan terdiri beberapa macam vaksin, misalnya vakdin kombinasi DPT-Hib-Polio yang terdiri 5 jenis vaksin yang diperlukan bayi.

Detail tentang jenis dan macam vaksin bisa anda baca di :
http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/

Bila saat ini kita berikan dosis pertama DTP-Hib_Polio, maka jarak interval pemberian dosis kedua vaksin kombinasi ini yaitu 4 minggu kemudian.
Demikian juga berikan interval 4 minggu kemudian untuk berikan dosis yang ke3.

Sedangkan untuk dosis ke 4 dan ke 5 diberikan interval waktu 6 bulan dari masing2 dosis tersebut.

kalau belum diberikan vaksin Hepatitis B juga, maka segera berikan vaksin Hepatitis B dosis pertama, interval untuk dosis ke2 adalah 1 bulan kemudian dari yang pertama.

Dosis ke3 yang terakhir adalah 6 bulan kemudian dari dosis yang pertama.

Detail Jadwal imunisasi Tertinggal bisa anda baca di :
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-vaksin-tertinggal-vaccines-catch-up-program-versi-us-cdc/

Demikian keterangan saya untuk bayi anda yang “sedikit” terlambat jadwal imunisasinya.

Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Apa Bahaya Pemberian Ulangan Vaksin Yang Sama Dalam Waktu Terlalu Singkat ?

  • Selamat malam dokter Leo.
    Anak saya saat ini berusia 7 bulan.
    Pada saat usia 6 bulan anak saya sudah mendapatkan vaksin : DPT/DPaT3, Polio3,Hib3 dan Pneumokokus 3.
    Selang sebulan saya akan melakukan imunisasi Hepatitis B3. Saya berpikir dokter tersebut sudah tau akan diberikan imunisasi Hepatitis B3 . Akan tetapi bukan imunisasi Hepatitis B3 yang diberikan tetapi vaksin yang diberikan adalah : DPT/DPaT3, Polio3,Hib3 dan Pneumokokus 3. Apakah kondisi pemberian vaksin jangka waktu selang 1 bulan .Harusnya pemberian akan diulang setelah anak 18 bulan .

Yang mau saya tanyakan efek samping dan dari :

1. Pemberian vaksin tersebut apakah akan menganggu  tumbuh kembang anak saya.
2. Apakah saya tetap harus melakukan vaksinasi ulang pada saat anak saya usia 18 bulan.

Mohon dibantu dokter. Karena saya cari di internet blm ada pertanyaan kejadian seperti ini.

Best Regards 

Jawab:

Saya turut prihatin atas kejadian yang sebenarnya tidak perlu bila saja pihak yang memberikan imunisasi ini lebih teliti dengan melihat catatan kunjungan bayi yang telah mereka catat, apa yang telah dilakukan atau diberikan pada bayi tersebut pada kunjungan terakhir.

Menurut pengalaman, pemberian vaksin yang sama dalam kurun waktu yang bukan dianjurkan oleh pabrik pembuatan vaksin tersebut, atau interval waktu singkat, tidak (akan) menimbulkan bahaya atau kerugian kecuali, bila telah terjadi efek samping pasca imunisasi atau KIPI yang serius dan yang tidak kita inginkan.

Kerugian yang pasti adalah materi, karena harga vaksin kombinasi yang diberikan itu tidak termasuk murah, dan juga karena pengulangan imunisasi dengan vaksin yang sama dalam kurun waktu yang terlalu singkat tidak akan berefek positif meningkatkan daya tahan atau jumlah produksi antibody dalam diri anak tersebut, jadi jangan pikir kalau kita berikan lebih 1 dosis vaksin dalam waktu yang berdekatan, maka anak tersebut akan menjadi lebih (cepat) kebal atau imun.

Dalam penelitian ilmiah sudah terbukti bahwa, dengan jedah waktu atau interval waktu yang tepat antara dosis vaksin yang sama jenis, maka vaksin akan menjadi semakin efektif dalam meningkatkan imunitas penerima vaksin tersebut. Bukan sebaliknya dengan memperpendek interval  waktu.

Untuk menjawab pertanyaan atau kekuatiran anda :

– Hal ini tidak akan mengganggu pertumbuhan bayi anda, apalagi vaksin abad modern ini cukup aman dan sudah sangat bagus dalam proses pembuatan antigen hingga proses terbuatnya vaksin yang dipasarkan untuk dipergunakan umum.

– Kalau melihat apa yang saya uraikan diatas, maka nanti setelah tiba waktunya saat bayi berusia 18 bulan keatas bisa diberikan ulangan vaksin yang sama sebagai dosis booster atau dosis penguat sesuai anjuran pabrik pembuatan vaksin tersebut dan para ahlinya.

– Kapan lagi bayi anda harus diberikan suntikan vaksin yang sama sebagai booster dose, bisa anda baca di Detail jadwal imunisasi bayi di :
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Semoga ini menjawab pertanyaan anda dan bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com 

Pertanyaan Program Vaksinasi Tertinggal (Vaccine Catch Up Program)

  • selamat pagi dok..  saya mau tanya anak saya imunisasi pcv 13 yang pertama pada usia 10,5 bulan, harus berapa kali lagi dok imunisasinya dan umur berapa aja? saya direkomendasikan ada yang 2x juga 3x lagi. jadi bingung dok… trima kasih atas penjelasannya…..
Jawab:

Untuk PCV jadwal yang benar sesuai anjuran para pakar adalah 4 dosis lengkap yang dimulai sejak berusia 2 bulan dosis pertama, 4 bulan dosis kedua, bulan ke 6 dosis ketiga, dan terakhir dosis ke 4 pada saat berusia 12 bulan.

Detail jadwal bisa anda baca di :
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Karena bayi anda baru mendapatkan dosis pertama PCV pada waktu sudah berusia 10.5 bulan, sehingga kita tidak akan melakukan vaksinasi PCV sesuai dengan jadwal anjuran diatas, tetapi kita mempergunakan jadwal untuk Vaksinasi yang Tertinggal (Catch Up Program), anjuran dari US CDC sebagai berikut :
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-vaksin-tertinggal-vaccines-catch-up-program-versi-us-cdc/

Untuk bayi anda kita cukup berikan lagi dosis kedua saja dengan interval waktu 8 minggu dari dosis sebelumnya, atau minimal setelah bayi berusia > 1 tahun.

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

 

Pertanyaan Apa Itu HyperHepB ?

 

  • Bismillah…
    Assalamu’alaikum
    Dokter boleh saya tanya tentang vaksin hyperhep..dan apakah dokter punya vaksin hyperhep itu?

 

Jawab: 

HyperHep B itu bukan vaksin hepatitis B, tetapi adalah antibody atau immunoglobulin untuk melawan infeksi virus hepatitis B.

Immunoglobulin ini kita pergunakan untuk mereka yang baru terkena infeksi atau kontaminasi virus hepatitis B, misalnya bayi yang lahir dari ibu yang positif menderita penyakit hepatitis B, atau istri yang tertular virus hepatitis B dari suami yang menderita penyakit ini melalui hubungan kelamin, dokter atau perawat yg secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik bekas pasien penderita hepatitis B misalnya dan lain2.

Detail baca di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-hepatitis-b/

Saya tidak menyediakan HyperHep B ini, mungkin anda bisa bertanya ke rumah sakit bersangkutan yang mungkin menyediakan ini.

Semoga ini membantu Anda.

Terima kasih dan salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

 

Pertanyaan Positif Menderita Penyakit Hepatitis B, Sedang Hamil 9 Bulan dan Kesulitan Mendapat HyperHep B, Apa Yang Harus Dilakukan ? 

 

  • Selamat siang dok,
    Perkenalkan saya putri, sedang hamil 9bulan. Saya positif HbsAg dan Hbeag non reaktif. Saya sudah tanya ke beberapa apotik besar di jkt dan rumah vaksin mengenai vaksin imunoglobulin hyperhep untuk bayi baru lahir, tapi saat ini stok vaksin kosong. Apakah dokter bs membantu dimana saya bs dapatkan vaksin tersebut atau apakah ada alternatif lain agar bayi saya pd saat lahir bisa tumbuh sehat tanpa vaksin tersebut krn kelangkaan vaksin.  Terima kasih sebelumnya dok. 🙂

Jawab:

Saya turut prihatin atas kesulitan untuk mencari Imunoglobulin anti hepatitis B atau HyperHep B ini.

Barang ini bukan vaksin, tapi adalah antibody yang siap dipergunakan oleh tubuh untuk melawan invasi dan infeksi virus Hepatitis B yang telah masuk dalam tubuh kita karena suatu dan lain hal. Dalam kasus ini bayi akan terinfeksi karena proses persalinan nanti.

Detail tentang HyperHep B ini bisa anda baca di http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-june-2015/

Coba saja anda cari dirumah sakit besar atau rumah sakit atau klinik international yang khusus melayani orang2 expatriat asing, mungkin saja disana tersedia immunoglobulin anti Hepatitis B ini.

Ada literature ilmiah yang menguji angka infeksi antara bayi yang dilahirkan secara normal dengan bayi yang dilahirkan secara Sectio Cesarean / SC, kedua kelompok bayi2 ini dilahirkan dari ibu2 yang positif menderita penyakit hepatitis B.
Hasilnya angka infeksi tertinggi pada bayi yang dilahirkan secara normal (per vaginam) yaitu mencapai 24.9 % (96/385) sedangkan bayi yang dilahirkan secara SC, angka infeksi mereka adalah < 10% (6/62)
Dikatakan dalam literature ini, bahwa, dengan cara mengkombinasi imunisasi bayi yang baru dilahirkan dan dengan tindakan Sectio Caesarean / SC, adalah cara yang bisa dianjurkan untuk ibu hamil dengan kondisi positif menderita penyakit hepatitis B ini.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2902274
Jadi mungkin salah satu solusinya adalah bila bayi anda dilahirkan secara sectio caesarean / SC.
Coba juga konsultasi dengan dokter kandungan yang merawat anda dan dokter anak, bagaimana sebaiknya atau tindakan apa yang harus dilakukan untuk anda dan bayi yang baru lahir dari ibu yang positif menderita sakit / terinfeksi virus hepatitis B.

Semoga ini membantu anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

Pertanyaan Jenis Vaksin Apa Saja Yang Diperlukan Untuk Bayi Berusia > 2 Tahun ?

  • Salam dok.
    Sekarang anak saya berumur 2thn, sebelumnya ikut jadwal imunisasi IDAI, apa bisa untuk imunisasi lanjutannya dibawa ke posyandu mengingat sekarang kami pindah ke daerah dmn layanan vaksin cuma ada dipuskesmas dan posyandu? Sekedar informasi sebelumnya dia diberi vaksin “Prevenar13” dan “infanrix Hib4” masing-masing 3x. Mohon tanggapannya! Sebelumnya saya ucapkan terimakasih

 

Jawab:

 

Menurut data yang anda berikan, bahwa anak sudah berusia 2 tahun dan selama ini sudah ikuti progrram Jadwal Imunisasi IDAI, sehingga asumsi saya bahwa semua jenis vaksin dasar yang mutlak diberikan untuk anak sejak usia bayi hingga usia 2 tahun sudah lengkap diberikan.

Detail Jadwal Imunisasi Bayi Hingga Anak Usia 18 Tahun bisa anda baca dan menjadi referensi buat program vaksinasi anak anda selanjutnya.
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/ , dan
di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-bayi-hingga-anak-remaja-usia-18-tahun-versi-us-cdc/

Imunisasi yang masih harus anda berikan untuk bayi atau anak diatas 2 tahun, bisa anda baca di jadwal imunisasi IDAI (http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/) .

Imunisasi untuk bayi diatas 2 tahun adalah :

– Vaksin Polio 5 dan DTP 5 pada saat berusia 5 tahun

– Vaksin Campak 3 saat berusia 6 tahun

– Vaksin MMR saat berusia 5 – 6 tahun

– Vaksin Hepatitis A saat berusia diatas 2 tahun

– Vaksin Influenza diberikan setiap tahun pada waktu atau bulan yang sama.

Detail tentang vaksin Influenza bisa anda baca di
http://selukbelukvaksin.com/vaksin-influenza-dan-seluk-beluknya/

Untuk jenis vaksin MMR, Hepatitis A dan Influenza rasanya tidak tersedia di Puskesmas atau Posyandu, vaksin2 ini bisa kita dapatkan di rumah sakit atau dokter anak praktek pribadi.

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

 

Pertanyaan Terlambat Beri Vaksin Polio, Apakah Vaksin DTP Juga Harus diUlang ?

 

  • Siang dok..
    Sy mau tanya. Bayi sy skg usia 3,5bln. Dan sudah imunisasi HB,BCG,DPT jg tetapi ada yg ktggaln stiap imunisasi yaitu imunisasi poliony blm dikarenakn bidan lupa ngasih.jd skg bayi sy mau imunisasi DPT3 smntra polio yg seharusny polio 4 blm pnh dpt dr polio 1 jg.solusiny gmn dok apa hrs imunisasi ulang dgn DPT nya jg ap ckup mlnjutkan polio dibuln brikutnya? Thx

 

Jawab:

Memang seharusnya vaksin polio tetes (OPV) sudah diberikan sejak bayi lahir sewaktu akan kembali kerumah dari Rumah Sakit / Rumah Bersalin.

Dan selanjutnya diberikan bersamaan pada saat bayi mulai mendapatkan vaksin DPT + polio.

Lihat detail program imunisasi bayi dan jenis vaksin yang diberikan, di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Tetapi karena kasus bayi anda yang “istimewa” ini, karena dilupakan untuk diberikan vaksin polio, maka nanti sewaktu mau diberikan vaksin DTP lagi, bisa ingatkan bidan nya untuk juga berikan vaksin polio oral (OPV) nya.

Hanya karena kelupaan vaksin polio ini, bayi anda tidak harus dan tidak perlu mengulang semua vaksin DTP ini, cukup berikan vaksin polio saja.

Semoga ini cukup jelas ya mbak.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – June 2015