Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2017

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2017

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Louis Pasteur, scientis and founder of Rabies Vaccine (Image from FB)

Louis Pasteur, scientis and founder of Rabies Vaccine (Image from FB)

——————————————————————————————————————–

  1. Pertanyaan: Urutan Dan Interval Waktu Imunisasi Bagi Bayi 

 

  • Dear Dok Leo,

Selama siang dok, anak kami lahir di 25 oktober 2016 dan sudah menerima vaksin hepatitis b, polio, dan bcg hingga saat ini kami mau bertanya nih dok, anak kami yang hingga kini berusia 2bln 4hari dan akan menerima vaksin polio(yg ke dua) dan pentabio di tanggal 14 januari 2017 nanti yang menjadi pertanyaan skrg ini adalah:

1. Apakah bisa kami memberi vaksin pcv dan rotavirus sebelum vaksin polio dan pentabio(sebelum tanggal 14 januari 2017)?

2. perbedaan antara rotapek dg rotarik(rotavirus)?

3. perbedaan antara symfrolic dg pretener(pcv)?

4. vaksin tambahan kan mahal2 banget tuh dok sebenarnya yang sangat penting vaksin dari vaksin tambahan apa saja ya dok? ?

5.kami kan sebelumnya vaksin diklinik dan berbayar dan tanggal 14 jan 2017 nanti berencana ke posyandu dan apakah berbahaya beda brand(jika beda)utk vaksin polio dan vaksin lainnya?

6. apakah berbahaya memberikan vaksin rotavirus dan pcv bersamaan?(minum dan di suntik)

7. vaksin apa saja yang berbahaya dan tidak boleh di suntikkan bersamaan di jam yang sama?

8. apakah ada perbedaan khasiat pada tubuh bayi dalam memberikan vaksin tambahan sedini mungkin dengan diatas 1 thn?

trims

 

Jawab:  

Terima kasih untuk pertanyaan anda yang panjang lebar ini.
Saya bisa singkatkan menjadi lebih sederhana, menjadi :
– Intervall waktu yang diperlukan untuk pemberian vaksin kombinasi Pentabio + polio dengan vaksin PCV plus Rotavirus.
Kalau anda perhatikan jadwal imunisasi yang direkomendasi oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga oleh CDC USA, maka jadwal  imunisasi vaksin2 yang kita sebutkan diatas adalah pada usia bayi 2 bulan, lalu 4 bulan dan 6 bulan untuk dosis yang ketiga.
Degan sedikit pengecualian untuk vaksin Rotavirus (merek Rotarix dan merek RotaTeq) yang detailnya bisa anda baca di website http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/
Ingat bahwa dosis pertama vaksin Rotavirus adalah minimal bayi sudah berusia 6 minggu, dan maksimum usia tidak melebihi 14 minggu + 6 hari
Pertanyaan anda apakah perlu interval waktu antara pemberian vaksin Pentabio plus Polio oral dengan vaksin PCV plusRotavirus, jawabnya adalah beri saja vaksin Pentabio plus polio lebih dahulu, seminggu kemudian bisa anda lanjutkan dengan pemberian vaksin PCV plus Rotavirus.
Interval waktu atau Timing dan Spacing atau urut2an jenis vaksin yang boleh diberikan bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Kemudian pertanyaan anda apa beda vaksin :
– Synflorix dengan Prevnar PCV, baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/sejarah-vaksin-penyakit-pneumonia-jenis-pneumococcal-conjugate-vaccine-pcv/
– Vaksin Roarix dan vaksin RotaTeq, baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/yang-perlu-diketahui-tentang-vaksin-rotavirus/
Tentang pertanyaan anda yang lain (karena banyak nih pertanyaan anda), silahkan baca dan simak perlahan2 di website http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/ dan website http://selukbelukvaksin.com/tips-vaksinasi-untuk-bayi-anak-dewasa-dan-orang-tua/
Semoga semua ini sudah bisa menjawaab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan: Jadwal Pemberian Vaksin Polio, Antara Jenis Vaksin Polio Oral OPV Dengan Jenis Vaksin Polio Injeksi IPV  
  • Selamat siang dok, anak saya di usia 2 dan 4 bulan diberi vaksin Pentabio dan OPV. Saya lihat di jadwal IDAI, IPV setidaknya diberikan sekali, jadi rencana saya akan diberikan pada saat anak saya usia 6 bulan bersamaan dengan Pentabio ke 3. Tapi saya baca di sebuah forum, pada saat DPT ke 3 dan Polio ke 4, harus diberikan OPV dan IPV (jadi Pentabio+OPV+IPV). Apa benar begitu dok? Atau Pentabio dan IPV saja? Terimakasih
Jawab: 
Sesuai jadwal imunisasi IDAI untuk imunisasi vaksin Polio, yang total terdiri 5 dosis lengkap, yang dosis pertamanya biasanya kita mulai pada waktu bayi baru lahir dan sebelum meninggalkan klinik bersalin, dilanjutkan terus hingga berusia 18 –  24 bulan kemudian.
Dulu sebelum ada jenis vaksin Polio IPV injeksi (Inactivated Polio Vaccine) atau vaksin polio yang mati, kita selalu mempergunakan jenis vaksin Polio OPV yang diminumkan, atau vaksin jenis virus polio hidup yang telah dilemahkan ini.
Karena jenis vaksin Polio OPV ini banyak kendala tehnis dan bisa menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio, maka secara bertahap vaksin OPV oral ini digantikan dengan vaksin Polio IPV yang disuntikkan, yang relatif lebih aman dan tidak akan menyebabkan terjadinya KLB Polio.
Detail tentang masalah ini bisa anda baca dan simak di webite  http://selukbelukvaksin.com/program-introduksi-inactivated-polio-vaccine-ipv-di-yogyakarta/
Karena saat ini Indonesiia sedang dalam peralihan penggantian total vaksin Polio OPV menjadi vaksin Polio IPV, maka kita masih mempergunakan kombinasi vaksin Polio OPV dan vaksin Polio IPV.
Cara pemakaiannya adalah diantara seri imunisasi vaksin Polio ini, kita selipkan salah satu dosis vaksin Polio IPV, tidak perlu seluruhnya dipakaikan jenis yang IPV ini.
Dalam kasus anda, pada usia bayi bulan ke 6, anda bisa berikan vaksin Pentabio 3 + 1 dosis Polio IPV saja, tidak perlu lagi ditambahkan vaksin Polio OPV.
Demikian keterangan saya. Semoga menjawab pertanyaan anda .
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan: Akibat Kelangkaan Vaksin MMR, Bagaimana Baik Menyiasatinya ? 
  • Hi Dokter Leo, Saya ingin menanyakan bahwa akhir akhir ini sangat sulit menemukan ketersediaan vaksin MMR untuk bayi baik di Rumah Sakit, Rumah Vaksinasi, Klinik maupun Posyandu.  Menurut pendapat Dokter Leo, bagaimana menyiasati tidak ketersediaannya Vaksin MMR. Karena berdasarkan jadwal imunisasi idai 2014 vaksin MMR dilakukan 2 kali pada usia bayi 15 bulan dan usia bayi 5-8 tahun. Kebetulan usia bayi saya sekarang akan memasuki usia 15 bulan dan saya sedang mencari vaksin MMR yang masih tersedia untuk diberikan ke anak saya. Mohon arahan dari dokter perihal pertanyaan saya tersebut. Terima kasih atas bantuannya
Jawab: 

Saya sudah mencoba telusuri kedalam internet dan mencoba cari dimana yang ada sedia jenis vaksin MMR ini, tapi ternyata memang vaksin ini sedang mengalami kelangkaan, bahkan dari pabrik pembuat vaksin ini yang ada di Eropa.

 

Saya juga telah lihat website dari PT. Bio Farma Bandung, Indonesia, pabrik pembuatan vaksin ini hanya menyediakan jenis vaksin campak atau Measles saja, bukan jenis MMR.

Jadwal untuk pemberian vaksin Measles atau Campak ini adalah dosis pertama mulai berusia 9 bulan, selanjutnya dosis ke2 pada usia 24 bulan dan dosis terakhir diusia 6 tahun.

Detail jadwal imunisasi IDAI bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

 

Seandainya bayi anda belum juga mendapatkan vaksin campak atau measles, maka sebaiknya berikan vaksin campak saja dahulu, sementara menunggu bila sajja ada tersedia vakssin MMR dikemudian.

 

Saran lain untuk menyiasati kelangkaan vaksin MMR, adalah anda harus lebih hati2, yaitu menjauhkan bayi anda dari temannya atau orang yang sedang sakit, terutama yang menderita sakit MMR, mencegah penularan virus2 ini kepada bayi anda, jangan pernah membawa bayi anda berjalan2 ke rumah sakit seperti layaknya banyak keluarga lakukan saat ini, menjenguk orang sakit dengan membawa bayi kita yang sehat kelingkungan rumah sakit, hal ini memudahkan penularan bibit penyakit infeksi ke bayi tersebut.

 

Memang hal ini tidak mudah dilakukan dan tidak menjamin bayi kita akan tidak tertular, namun ini adalah usaha yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan, sementara vaksin yang diperlukan sedang tidak ada.

 

Semoga penjelasan saya ini bisa membantu anda dan bayi anda.

 

Salam sehat !

 

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

4. Pertanyaan: Kelebihan Dosis Vaksin DTP, Apa Yang Harus Kita Lakukan ? Apa Pengaruh Terhadap Jadwal Pemberian Vaksin Lain ?

 

  • Slmat sore dr Sy mau bertanya gmna y kalau pemberian vaksin DPT ulang yg 18 bulan itu di berikan double krna salah dlm pemberiannya yg seharusnya campak ulang yg d berikan tapi malah DPT ulang lagi yg di berikan jdi terhitung 2x dr DPT ulangnya yg di berikan apa ada efeknya tidak dr dan bagaimana dgn campak ulangny sedangkan usia anaknya 2 Tahun. Trima kasih

 

 

Jawab: 

 

Memang ada kelebihan pemberian vaksin DTP bila kita berpatokan dengan jadwal imunisasi IDAI seperti yang tercantum dalam website kita ini
 http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Memang sudah sering kita bahas tentang pemberian suatu jenis vaksin yang sering kali kelebihan, karena kesalahan yang tidak disengaja.
Maka kelebihan dosis ini sebenarnya tidak menjadi masalah, jadi tetap berikan saja vaksin yang seharusnya diberikan pada waktu usia bayi yang sesuai.
Soal ini bsa anda simak dan baca di website tanya jawab ini http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-november-2016/
Yang kita permasalahkan adalah soal efisiensi vaksin yang kelebihan dosis ini, karena hal ini tidak membuat anak menjadi lebh kebal, melainkan ada kemungkinan meningkatkan terjadinya efek samping vaksin. Juga pemborosan biaya.
Anda bisa baca di website ini http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Untuk kasus bayi anda solusinya adalah tetap lanjutkan pemberian vaksin booster untuk vaksin yang sesuai dengan usia bayi anda.
Dan ingat setiap kali kunjungan vaksinasi, selalu bawa buku vaksinasi bayi dan selalu memberitahu dokter vaksinator jenis vaksin yang bayi anda perlukan sesuai dengan usia bayi saat kunjungan, juga minta diperlihatkan jenis vaksin yang akan diberikan sesaat sebelum vaksin tersebut disuntikkan.
Demikian keterangan saya untuk pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com

Vaccine Saves Lives !

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2017