Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2016

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2016

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

child-giving-teddybear-shot (google free image)

child-giving-teddybear-shot
(google free image)

——————————————————————————————————————–

1. Pertanyaan Bagaimana Urut2an Imunisasi Yang Benar ? 

  • Selamat pagi dok. Selamat tahun baru. Dok mohon sarannya. Pada tgl 25 Januari ini saya dijadwalkan untuk suntik vaksin HPV yg terakhir. Sedangkan saya juga perlu untuk imunisasi TT menjelang pernikahan yg rencananya akan berlangsung awal bulan Mei. Apakah memungkinkan Dok utk mendapat imunisasi TT setelah HPV dalam kurun waktu tsb ? Terima kasih.

Jawab:  

Selamat Tahun baru 2016. Maaf baru sempat membaca pertanyaan anda ini.
Anda mempunyai rencana imunisasi vaksin HPV dosis terakhir 25 January 2016 dan juga imunisasi vaksin TT pada waktu yang berdekatan.
Jawabannya adalah SANGAT BISA dan BOLEH diberikan dua vaksin ini pada waktu yang bersamaan dalam 1 kali kunjungan, demi efisiensi waktu dan biaya konsultasi.
Alasannya adalah karena kedua jenis vaksin yang dimaksud adalah vaksin jenis mati (inactive vaccine), sehingga tidak diperlukan spacing waktu seperti kalau kita akan memberikan vaksin hidup yang dilemahkan (jedah waktu atau interval waktu) antara vaksinasi ini.
Kita baru memerlukan jedah atau interval atau spacing ini bila:
– Memberikan lebih dari 2 jenis vaksin hidup yang dilemahkan pada satu kali kunjungan
– Memberikan dua jenis vaksin hidup pada waktu kunjungan yang berbeda
Detail ini bisa anda baca dan simak di  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Demikian keterangan saya, semoga membantu anda
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan Bolehkah Mengganti Jenis Vaksin Dari Merek Dagang Yang Lain Karena Kekosongan Persediaan Vaksin ?
  • Siang dok, anak saya saat ini usia 4bulan. Tgl lahir 31 agust 2015. Dan saat ini waktu nya vaksin DPT polio Hib. Vaksin DPT polio Hib saat usia 2bulan menggunakan pediacel, dan saat ini pediacel di RS biasa vaksin sedang kosong. Bagaimana solusinya dok? Apakah tidak masalah menggunakan merek vaksin lain? Misalnya pentabio? Atau harus menunggu obat vaksin pediacel. Jika harus menunggu hingga tanggal brp batas maksimalnya? Terima kasih
Jawab:
Menjawab pertanyaan anda tentang penggantian jenis vaksin kombo yang sudah anda pakai dengan jenis vaksin dari pabrik pembuat vaksin yang lain.
Kalau kita lihat komposisi kandungan jenis antigen yang ada didalam masing2 vaksin kombo tadi, maka ada perbedaan kandungan, yaitu pada vaksin kombo yang pertama berisi antigen DTP dan antigen Hib dan Polio.
Sedangkan kandungan vaksin kombo yang ingin dipakai saat ini, kandungan terdiri dari DTP dan antigen Hib dan Hepatitis B
Dalam program pemberian imunisasi, kita usahakan dari awal hingga program itu selesai tetap memakai vaksin jenis yang sama (baik merek dagangnya, juga pabrik pembuat vaksin tersebut yang sama).
Karena bila kita mengganti dengan jenis vaksin dari pabrik pembuat yang lain, efeknya ini belum tentu sama dengan vaksin yang kita pakai sebelumnya, sehingga akan mempengaruhi efektifitas dan daya proteksi vaksin tersebut.
Dan pada kedua jenis vaksin kombo ini, jadwal pemberiannya juga sedikit berbeda, daripada jadwal vaksin kombo yang telah anda pakai diawal program imunisasi bayi anda.
Jadwal bahwa saat ini bayi anda seharusnya sudah mendapatkan imunisasi dosis ke2 vaksin DTP Hib Polio, tetapi karena stok vaksin ini sedang kosong, barangkali anda bisa mencari di dokter atau klinik atau rumah sakit sekitar tempat tinggal anda dahulu.
Tertunda beberapa minggu mestinya tidak menjadi masalah serius, namun, begitu terdapat vaksin yang sama, maka segeralah lanjutkan saja program imunisasi ini. Dan tidak perlu mengulang seluruh dosis dari  awal lagi, tetapi teruskan saja dengan dosis yang tertinggal.
Bila sampai benar2 kosong stoknya, maka bisa dipertimbangkan menukar atau mengganti janis vaksin kombo yang pertama dengan jenis vaksin kombo merek lain, dengan catatan, anda harus memberikan jenis vaksin yang sekarang tidak ada dalam komposisi vaksin kombo jenis baru yang anda pakai ini. Dan tidak perlu memberikan jenis vaksin yang telah ada dalam komposisi vaksin kombo baru ini.
Singkatnya seperti ini, anda pernah pakai vaksin kombo DTP Hib Polio (Pediacel) dan sekarang akan diganti dengan vaksin kombo DTP Hib Hepatitis B (Pentabio) , berarti anda tinggal tambahkan vaksin polio, tetapi tidak perlu berikan vaksin hepatitis B tersendiri lagi, karena sudah tercakup dalam komposisi vaksin kombo yang akan anda pakai ini.
Demikian keterangan dan semoga membantu anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan Jumlah Dosis dan Jadwal Vaksin Tetanus Toksoid (Vaksin TT) Untuk Wanita Hamil
  • Dokter sy mw tanya, waktu hamil sy suntik tt 2x katanya bidannya suntik ulang lg krn wkt sekolah sy rasa suntiknya tidak lengkap,
    Suntik tt 1 dan tt 2 wktu itu jaraknya 4 minggu saat sy hamil 4 dan 5 bln, dan katanya utk tt ke 3 sy kembali 6 bln kemudian, dan itu sy sdh melahirkan, yg sy mw tanyakan perlukah sy lanjut suntik utk 6 bulan kmudian stelah melahirkan?
    Dan amankah memberikan asi pada bayi usia 2 bln setelah suntik tt ke 3 itu?
Jawab:  
Menurut data anda, saat ini anda telah hamil dan usia kehamilan adalah sudah lebih dari 5 bulan.
Dari data imunisasi vaksin TT yanganda sampaikan, bahwa hingga usia kehamilan anda mencapai 4 – 5 bulan, maka anda telah menerima2 dosis vaksin TT ( TT1 dan TT2)
Dari anjuran DepKes untuk imunisasi vaksin TT untuk wanita hamil adalah sebagai berikut :
1. Pemberian imunisasi Vaksin TT hanya 2 dosis saja sudah dianggap cukup untuk wanita hamil
2. Interval dosis TT 1 dengan TT2 adalah antara 2 – 4 minggu (DepKes RI 2000)
3. Dosis TT1 sudah kita berikan pada saat sudah diketahui kehimilan positif, dan dosis TT2 sudah harus dilengkapi pada saat usia kehamilan belum mencapai atau tidak melebihi 8 bulan. (BKKBN 2005 dan DepKes RI 2000)
Jadi apa yang anda ceritakan dalam email anda sudah sesuai dengan anjuran DepKes RI untuk imunisasi vaksin TT bagi wanita hamil.
Sesuai dengan anjuran ini juga, maka anda sudah tidak perlu lagi mendapatkan suntikan vaksin TT 3 nanti setelah 6 bulan kemudian.
Sedagkan vaksinasi lain yang diperlukan oleh wanita hamil, bisa anda baca dan simak diwebsite ini :
Demikian penjelasan untuk pertanyaan anda diatas, semoga memuaskan.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
4. Pertanyaan Bila Beberapa Tahun Kemudian Hamil Lagi, Apakah Perlu Disuntik Vaksin TT Lengkap  Lagi ?
  •  seandynya 2 atw 3 tahun kmudian sy rncana program hamil lagi… apakah sy msh harus suntik tt 2x dok??
Jawab:
Seandainya anda ingin hamil lagi, maka cukup mengulang 1 dosis vaksin Td saja pada saat usia kehamilan anda antara minggu 27 – 36.

Tidak perlu mengulang semua dosis vaksin Td/ TT ini lagi.

Sekian dan salam,
Dr. Leo Kurniawan
5. Pertanyaan Jumlah Vaksin Dan Interval Waktu Yang Diperlukan Dalam Satu Kali Kunjungan Imunisasi 
  • Saya Sudah melakukan vaksin beberapa Kali..
    1.saya vaksin yellow prefer di lengan sebelah Kiri Kira Kira 2hari yg lalu sekitar jam 11.00 an
    2.keesokan hari nya saya vaksin MMR di lengan sebelah kanan Kira Kira jam 11.00 an juga,dan
    3. Di sore hari nya saya melakukan vaksin TD di pantat (maaf) sebelah kiri untuk menyelesaikan hasil medical saya..
    Yang mau saya tanyakan..
    Apakah tidak bermasalah jika saya melakukan vaksin dalam jangka waktu seperti itu dok?
    Atau ada efek samping nya gak dok jika saya melalakukan vaksin dalam jangka waktu seperti itu..
    Soal nya saya mau vaksin typoid lagi dok hari ini..
    Trimakasih dok..
    Selamat pagi..
Jawab:

Karena anda telah menjalankan jadwal vaksinasi dengan vaksin2 yang anda sebutkan, jadi saya sudah tidak perlu buru2 membalas email pertanyaan anda ini.
Ada beberapa hal yang sebenarnya tidak dianjurkan atau bahkan tidak akan kita lakukan dalam serie vaksinasi yang telah anda lakukan, antara lain :
1. Anda mendapatkan vaksin Yellow Fever yang merupakan vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine) pada 12 January 2016 (ini saya urut hitung dari khronologis waktu2 yang anda sebutkan)
2. Kemudian hari berikutnya 13 January 2016, anda disuntikkan vaksin MMR yang juga merupakan vaksin hidup yang dilemahkan.
Jadi ada jedah waktu (interval waktu) 1 hari antara vaksin Yellow fever dan vaksin MMR.
Kesalahan terjadi disini, yaitu untuk 2 jenis vaksin hidup yang telah dilemahkan, yakni Yellow Fever dan MMR, seharusnya dokter vaksinator anda bisa dan boleh memberikan 2 jenis vaksin hidup ini dalam satu kali  kunjungan.
Tetapi karena dipisahkan pemberian ke2 jenis vaksin hidup ini, maka vaksin MMR berikut ini baru boleh kita berikan setelah interval waktu minimal 4 minggu setelah pemberian vaksin Yellow Fever di tanggal 12 January 2016. Detail penjelasan bisa anda simak dan baca di website ini:
3. Vaksin Td diberikan pada sore harinya yaitu 13 January 2016, ini juga lucu nih, kenapa tidak sekalian saja memberikan vaksin MMR dan Td sekalian pada satu kali kunjungan, mengapa dibuat interval waktu yang aneh2 begini ? Ini menyebabkan inefisiensi waktu dan tenaga (mungkin juga biaya konsultasi ?)
Karena kita bisa dan boleh memberikan suntikan bersamaan 2 jenis vaksin bersamaan, meskipun yang satu vaksin MMR adalah vaksin hidup yang dilemahkan, sedangkan vaksin Td adalah vaksin mati.
Kedua jenis vaksin ini boleh diberikan sekalgus dalam 1 kali kunjungan imunisasi, untuk tujuan efisiensi waktu dan biaya.
Detail bisa anda baca dan simak dengan teliti di website ini:
Kesalahan yang lain, adalah lokasi tempat penyuntikan vaksin Td ini yang diberikan diarea bokong (pantat istilah anda).
Dalam imunisasi jenis apapun, kita tidak pernah memberikan injeksi vaksin didaerah bokong, karena daerah ini lebih banyak lemak daripada otot, sehingga akan mengganggu penyerapan vaksin, yang dapat menyebabkan terjadinya abses dan efek  samping yang lain.
Vaksin yang tertahan lama dalam jaringan lemak dibokong akan menjadi tidak atau kurang efektif, sehingga tujuan pemberian imunisasi menjadi mubazir.
Detail tentang hal ini bisa anda baca dan simak di website ini
4. Pemberian vaksin typhoid yang anda rencanakan 14 January 2016, silahkan saja disuntikan sesuai rencana, hanya perhatikan tempat suntikan vaksin ini, jangan lagi anda berikan dibokong sebelah kanan karena bokong yang kiri sudah anda berikan untuk vaksin Td kemarin 🙂
Untuk orang dewasa, lokasi anatomi imunisasi vaksin yang ideal adalah dilengan atas yang banyak otot dan pembuluh darahnya.
Bisa saja kita “mengebut” imunisasi vaksin karena waktu yang terdesak, tapi perhatikan jenis vaksinnya dahulu, yang mana jenis vaksin yang mati dan yang mana jenis vaksin hidup yang dilemahkan, karena ada aturan dan urut2an interval waktu yang harus kita perhatikan, agar supaya mendapatkan efek imunisasi yang optimal, tetapi dengan kemungkinan terjadinya KIPI atau efek samping yang sangat minimal.
Semoga ini memberikan penjelasan dan pegangan bagi anda yang ngebut vaksinasi ini.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
6.  Pertanyaan Apa Beda Vaksin DTP Kombo Yang Dipakai Di PusKes dan Di Dokter Anak ? 
  • klo tentang imunisasi anak dok, stlh suntik DPT pertama utk DPT keduanya jaraknya berapa lama?
    TruzZ apap bedanya DPT yg gratis dr puskesmas tp efekny bkin panas, dgn DPT yg dr dokter hrg 750rban dan tdk bkin pnas?
    Kmrin wktu suntik DPT prtama sy mw yg di dokter praktek tp trnyta dokter yg punya vaksin DPT 750rb itu brngkt jdny sy pindah dokter dan vaksin di dokter kedua itu hnya halrlga 100rb tdk efek panas jg… yg sy bingung apa bedanya fgn yg hrg 750rban itu dok?
Jawab:  
Untuk pertanyaan anda yang pertama ttg jadwal imunisasi DTP, silahkan anda baca di website terlampir, disana anda bisa baca semua jenis vksin wajib bayi dan jadwalnya

Untuk pertanyaan kedua, sekarang yang dipakai di Puskes dan Bidan juga sebagian dokter adalah jenis DTP Hib Hepatitis B atau disebut Pentabio, yang mendapatkan subsidi pemerintah.
Ini beda dengan vaksin DTP Hib IPV yang anda bilang 750 ribu itu, vaksin ini tidak mendapat subsidi pemerintah, sehingga harga akan lebih mahal.
Keduanya berbeda dalam salah satu komponennya dan juga pabrik pembuat vaksin tersebut.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
7. Pertanyaan Jadwal Imunisasi Vaksin Varicella Dan Vaksin MMR Untuk Bayi Berusia 19 Bulan
  • Saya mau tnya anak saya umur 19 bulan, baru di vaksin pentabio tgl 6 jan 2016, saya mau vaksin varisela dan MMR brp lama jeda nya?
Jawab:  

Terima kasih untuk pertanyaannya tentang jadwal vaksin Varicella dan vaksin MMR.
Untuk kedua jenis vaksin ini, Varicella dan MMR kebetulan adalah jenis vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine).
Dan Jadwal pemberiannya adalah:
  • Vaksin Varicella, usia minimum bayi adalah 12 bulan untuk dosis yang pertama, dan booster dose berikutnya diberikan saat bayi anda sudah berusia 4 – 6 tahun.
  •  Vaksin MMR, usia minimal bayi adalah 12 bulan untuk dosis pertama, dan dosis booster juga setelah bayi anda berusia antara 4 – 6 tahun.
Demi efisiensi waktu dan biaya, maka kedua jenis vaksin hidup ini dapat anda berikan dalam 1 kali kunjungan ke dokter, sekaligus bisa diberikan bersamaan vaksin Varicella dan vaksin MMR, hanya saja lokasi pemberian vaksin ini dipisahkan, misalnya varicella disuntikkan dilengan kiri dan MMR di lengan yang kanan.
Kalau seandainya anda tidak mau berikan 2 jenis vaksin ini bersamaan, misalnya anda berikan Varicella dulu, maka anda harus menunggu jedah waktu 4 minggu kemudian baru bisa diberikan vaksin hidup yang lain MMR, yang anda tunda ini
Sedangkan detail tentang interval waktu dan spacing jenis vaksin ini, juga bisa anda baca di website:
Vaksin Pentabio terdiri 3 dosis, dengan jadwal usia bayi minimal 6 minggu untuk pemberian dosis pertama, dosis kedua diberikan 4 minggu kemudian dari dosis ke 1, dosis ke 3 juga interval 4 minggu setelah dosis ke2 tadi.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
8. Pertanyaan Apa Efek Buruk Jika Pemberian Vaksin Yang Terlalu Cepat ?    
  • Selamat siang dokter leo Kurniawan, saya seorang ayah dari seorang bayi perempuan yang dilahirkan pada tanggal 22 November 2015. Berat badan dan tinggi putri saya saat lahir 3,8/ 50. Saat di RS putri kami di beri vaksin hepatitis B dan polio pada tanggal 23 November 2015 oleh dokter spesialis anak. Kemudian dilanjutkan pemberian vaksin BCG dan polia pada bulan Desember 2015 tanggal 28 dan yang terakhir pada tanggal 18 Januari 2016 pemberian vaksin DPT dan polio. Dari artikel2 yang saya baca termasuk artikel yang dokter tulis ada kesalahan waktu dalam pemberian vaksin atau rentang waktunya terlalu cepat. Yang ingin saya tanyakan Dok, adakah efek/ hal buruk yang dapat timbul oleh hal tersebut. Dan jika ada/ tidak apa tindakan yang seharusnya kami lakukan. Mohon pencerahannya Dok, atas perhatian dan kepedulian dokter sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih. Tuhan memberkati…
Jawab:   
Terima kasih untuk pertanyaan anda tentang jadwal imunisasi bayi anda ini.
Dari data yang saya baca, maka sebenarnya tidak terjadi percepatan ataupun perlambatan waktu pemberian imunisasi dasar bagi bayi anda.
Jadwal untuk vaksin Polio memang dimulai sejak bayi lahir sebelum dipulangkan kerumah, kemudian dosis ke 2 waktu bayi usia 2 bulan dan seterusnya
Demikian juga untuk vaksin Hepatitis B yang segera diberikan begitu bayi lahir. Ada 2 dosis vaksin Hepatitis B yang masih harus anda berikan waktu bayi sudah berusia 1 bulan (seharusnya diberikan waktu 28 Desember 2015, bersama vaksin polio2 dan vaksin BCG). Ini bis anda susulkan segera mungkin.
Dan dosis ke3 adalah usia bayi sudah 6 bulan kemudian.
Jadi jangan lupa membeikan dosis2 ini ke bayi anda.
Vaksin DPT itu juga pada usia bayi 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan, sekarang sudah diberikan dosis 1 saat bayi berusia 2 bulan, dosis ke2 nanti berusia 4 bulan dan terakhir waktu bayi usia 6 bulan.
Juga untuk vaksin BCG sudah benar jadwal pemberiannya
Detail jadwal dan jenis vaksinasi dasar bayi bisa anda baca dan simak di   http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Pemberian imunisasi sebaiknya mengikuti jadwal rekomendasi para ahli, seperti rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) atau rekomendasi dari US CDC (http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-bayi-hingga-anak-remaja-usia-18-tahun-versi-us-cdc/).
Pemberian imunisasi yang terlalu cepat tidak akan memberikan hasil imunisasi yang optimal. Lebih baik (sedikit) terlambat daripada terlalu cepat.
Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
9. Pertanyaan Terlambat Menurut Jadwal Imunisasi, Apakah Harus Mengulang Seluruh Proses Imunisasi Dari Awal Lagi ?
  • Selamat siang Dokter,
    Mau bertanya tentang vaksinasi Hepatitis A. Anak usia usia 5 tahun, 8 bulan, pernah vaksin hepa A yang pertama di umur 3 tahun, seharusnya interval 6 – 12 bulan ada vaksin kedua. Namun karena waktu itu anak sering sakit jadi belum vaksin lagi yang kedua.  Apakah aman dan perlu bila saya baru berikan vaksin Hepa A yang kedua sekarang? Mohon advisnya Dokter. Terima kasih banyak sebelumnya.
Jawab:

Sesuai dengan rekomendasi baik dari IDAI atau juga oleh US CDC, maka dosis kedua vaksin Hepatitis A ini seharusnya sudah kita berikan dengan interval waktu 6 -12 bulan dari dosis pertama (http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/), atau kalau menurut US CDC pada waktu interval 6 – 18 bulan setelah dosis yang pertama (http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-bayi-hingga-anak-remaja-usia-18-tahun-versi-us-cdc/)
Dalam kasus anak anda, yang telah mendapatkan vaksin Hepatitis A dosis pertama sewaktu berusia 3 tahun, maka dosis yang kedua bisa segera anda berikan saat ini juga, dengan syarat anak dalam kondisi sehat.
Dalam hal ini, tidak ada cerita atau kekuatiran keterlambatan pemberian dosis yang kedua, karena reaksi imunologi tubuh adalah sempurna, sehingga dengan demikian kita tidak perlu mengulang seluruh proses imunisasi vaksin Hepatitis A sejak dosis awal lagi.
Anda bisa segera memberikan suntikan dosis vaksin Hepatitis A yang kedua sesegera mungkin.
Demikian penjelasan untuk kasus anak anda. Semoga membantu.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
10. Pertanyaan Apakah Imunisasi Meningitis Aman Untuk Pasien Penderita Penyakit Thalassemia Minor ? 
  • Vaksinasi Meningitis pada pasien dengan Thalasemia Minor apa diperbolehkan, mengingat syarat unut ke berangkat ibadah Haji. Btk
Jawab:  
Terima kasih untuk emailnya.

Saya telah mencoba mencari referensi tentang keamanan imunisasi vaksin meningitis untuk pasien dengan Thalassemia minor. Sayang saya tidak mendapatkan bahan yang sesuai.
Namun dari Guideline for the Clinical Care of Patients with Thalassemia in Canada, saya melihat ada paragraf yang berbunyi seperti ini :
” ..All patients who do not have serological immunity to hepatitis B should start the vaccination program prior to initiation of a chronic transfusion program if possible”
Dari sini, saya berasumsi, untuk prevensi penyakit meningitis, seharusnya pasien Thalassemia minor juga bisa dan dapat kit berikan vaksin meningitis yang diperlukan.
Lagi pula, vaksin meningitis yang ada itu adalah jenis vaksin mati atau killed vaccine, bukan jenis yang live attenuated vaccine, yang kita masih kuatirkan akan menjadi triger untuk infeksi penyakit meningitis jika antigennya hidup, meskipun telah dilemahkan.
Haya diliterature yang lain saya baca, untuk yang high risk group, saya golongkan pasien Thalassemia ini juga high risk group, dianjurkan gunakan vaksin meningitis yang jenis conjugate seperti Manactra atau Menveo, bukan Menomune yang jenis polisaccharide.
Demikian yang bisa saya sampaikan.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2016