Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2015

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2015

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Imunisasi dan Hal Terkait  Google Free Image

Imunisasi dan Hal Terkait
Google Free Image

—————————————————————————————————————————————————–

Pertanyaan Suami Positif Hepatitis B, Apa Yang Harus Istri Lakukan Dalam Hal Vaksinasi Hepatitis B ini ?

  • Ass.. Dok,sy mw tny. Suami sy positif hep B. Apabila sy ingin
    imunisasi untuk pencegahan. Apakah bs di imunisasi dgn vaksin dr
    puskesmas. Apabila bisa bagaimana dosis’y ??

Jawab:

Yth.

Untuk kasus anda, sebelum kita memberikan vaksinasi hepatitis B ini perlu dilakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu, ini untuk membedakan dan mengetahui apakah anda belum atau telah tertular dengan virus hepatitis B dari suami anda, karena seperti kita ketahui, bahwa penularan virus ini adalah melalui kontak kelamin atau hubungan seksual. http://selukbelukvaksin.com/vaksin-hepatitis-b/

Setelah kita mengetahui hasil pemeriksaan darah anda, maka yang bisa kita lakukan adalah berdarakan fakta temuan sebagai berikut:

– Seandainya anda tidak atau belum tertular virus hepatis B dari suami, maka anda bisa segera diberikan vaksinasi hepatitis B yang terdiri 3 dosis lengkap yang HARUS anda selesaikan dalam kurun waktu sekarang hingga 6 bulan kedepan, dan selama itu, setiap kali hubungan seksual dengan suami, anda harus dilindungi dengan kondom dan tidak dianjurkan anda melakukan hubungan seksual diluar kebiasaan, misalnya (maaf sebelumnya) oral seks, dll cara yang tidak lazim dilakukan.

– Seandainya anda telah terinfeksi virus hepatitis B dari suami, maka anda harus memeriksakan diri ke bagian ilmu penyakit dalam, sub divisi hepatologi, untuk ditentukan sampai seberapa jauh efek yang telah ditimbulkan oleh virus tersebut pada organ hati anda,dan akan diusahakan memberi pengobatan anti virus untuk membasmi dan menghentikan invasi virus ini ke organ hati.

Setelah itu, kemungkinan terbesar adalah anda sudah tidak perlu lagi untuk mendapatkan imunisasi dengan vaksin hepatitis B ini, karena dengan terinfeksinya anda dan telah berhasil diobati, maka tubuh anda akan secara aktif memproduksi zat antibody untuk melawan dan membasmi virus hepatitis B yang ada dalam tubuh saat ini atau virus hepatitis B yang akan menyerang tubuh anda dimasa yang akan datang. Jadi anda telah kebal secara alamiah.

Vaksin hepatitis B yang ada di Puskesmas dari pemerintah RI,adalah cukup ampuh dan efektif untuk tujuan pencegahan ini, asal vaksin ini masih layak pakai, dan anda secara patuh mengikuti prosedure dan jadwal imunisasi hepatitis B yang ditentukan oleh dokter bersangkutan.

Dosisnya tidak perlu anda pusingkan, tenaga kesehatan kita tahu berapa jumlah yang harus diberikan untuk orang dewasa atau untuk anak kecil balita dan bayi.

Demikian keterangan saya dan semoga menjawab semua pertanyaan dan keragu2an anda tentang penyakit dan vaksin hepatitis B ini.

Detail bisa ibu baca di   http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/

Bila ada hal yang masih meragukan, ibu bisa hubungi saya kembali.

Semoga semua pemeriksaan berjalan lancar dan hasilnya menggembirakan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Bila Tinggal Bersama Penderita Hepatitis B, Apa Yang Harus Kita Lakukan ?

  • Slmt malam Dokter. Sy mau tanya. Ada ipar saya terkena sirosis hati. Untuk mencegah tertular, apakah saya (usia 30) dan suami (33) bisa vaksin Hb? dan Jika bisa, berapakah kira2 biaya untuk vaksin tsb? Terimakasih.

Jawab:

Menjawab pertanyaan anda diatas, kalau melihat situasi yang anda gambarkan, sebaiknya memang anda berdua bersama suami segera diberikan vaksinasi Hepatitis B.

Mungkin anda tinggal serumah dengan ipar yang sakit, maka ada prosedure pemeriksaan awal yang harus dijalankan sebelum pemberian vaksinasi Hepatitis B, untuk meyakinkan bahwa anda berdua tidak tertular virus Hepatitis B, atau tidak sedang menderita sakit hepatitis B.

Untuk memperjelas apa saja yang harus dilakukan, silahkan anda membaca di Jawaban Pertanyaan diatas, atau   http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-january-2015/

Soal biaya mungkin sekitar Rp. 100.000 perkali suntik. Bisa anda hubungi klinik atau rumah sakit bersangkutan.
Total ada 3 kali vaksinasi, dengan jadwal imunisasi seperti ini http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Pertanyaan Penyuntikan Vaksin Yang Telah Kadaluarsa, Apa Yang Harus Kita Lakukan ?

  • Selamat sore. Mohon bantu jawab.  Saya seorang tenaga kesehatan pada tnggal 1 jan 2015 memberikan imunisasi  hepatitis b pada bayi baru lahir dngan kondidi vaksin yg sudah kadaluarsa oktober 2014. Pertanyaan saya bagaimana efek dan akibatnya pada bayi tersebut? Kemudian bahaya apa tidak jika saat disuntik keluar darah pada daerah tusukan? Kemudian bagaimana jika vaksinnya sudah berubah warna? Sekian dan terima kasih.
  • Merk vaksin dari pt bio farma tangal exp oktober 2014. Disimpan di dalam kulkas.  Untuk warna saya kira  masih jernih tp untuk ada partikel saya kurang yakin. Tpi klo ada bagaimana dok. Suntik secara IM DI paha kanan. Maaf saya kurang mengerti tanda KIPI itu seperti apa. Apa yang harus saya lakukan dok. Terimakasih.

Jawab:

Setelah melihat data yang anda berikan diatas, kesimpulan saya adalah :

– Saat ini tidak ada yang bisa anda lakukan lagi, karena cairan vaksin ini telah disuntikkan kedalam tubuh si bayi

– Gejalah KIPI itu adalah efek samping yang terjadi akibat pemberian vaksinasi, biasanya terjadi pada tempat suntikan dilakukan, yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri, warna kulit agak memerah, teraba ada benjolan dibawah kulit dan rasa lebih hangat daripada suhu kulit sekitar tempat suntikan vaksin. Semua itu terjadi dilokal tempat suntikan vaksin dilakukan.

Ada juga efek samping yang bersifat sistemik, misalnya bayi menjadi panas sedang hingga panas tinggi dan kejang, menangis terus menerus hingga lebih dari waktu menangis yang wajar, menjadi cengeng, juga bisa terjadi muntah, dll
(http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/)

– Efek KIPI ini bisa juga terjadi akibat vaksin yang kadaluarsa atau vaksin yang terkontaminasi atau tercemar, atau vaksin yang cairannya telah berubah warna, menjadi keruh, berbusa atau ada endapan. Semua perubahan fisik vaksin ini akan meningkatkan kemungkinan terjadinya KIPI akibat vaksin yang kadaluarsa dan tidak layak pakai lagi.

Untuk situasi yang anda hadapi saat ini :

– Karena kadaluarsa itu baru kurang lebih satu bulan lamanya, vaksin selama ini disimpan dalam lemari es, sehingga asumsi yang bisa kita tarik adalah bahwa :

* vaksin tersebut masih layak pakai, meskipun telah tiba masa kadaluarsanya

* untuk masalah KIPI vaksin tersebut, dianjurkan anda tetap memonitor keadaan kesehatan bayi tersebut hingga beberapa minggu atau beberapa bulan kedepan, karena ada kemungkinan KIPI yang terjadi bukan jenis yang segera tapi menunda sekian lama setelah pasca imunisasi

* karena vaksin telah kadaluarsa, sehingga kita juga meragukan efektifitas vaksin tersebut, maka dianjurkan secepatnya diberikan vaksinasi ulangan dengan vaksin yang layak pakai dengan tujuan untuk memberikan daya proteksi yang diharapkan dari tindakan imunisasi ini

Selanjutnya yang saya harapkan adalah anda tidak lagi mengulang kesalahan yang seharusnya TIDAK BOLEH tejadi, karena setiap tindakan medis yang kita lakukan, harus benar2 bisa dipertanggung jawabkan terhadap diri kita sendiri, tapi TERUTAMA TERHADAP PASIEN yang telah menaroh kepercayaan kepada kita sebagai tenaga kesehatan yang kompeten dan bertanggung jawab.

Beberapa tindakan penting untuk mencegah kesalahan pemberian vaksin:

  • Sebelum melakukan vaksinasi, perhatikan baik2 nama pabrik pembuat vaksin ini, label dan nama jenis vaksin yang akan diberikan, perhatikan nomor batch vaksin, tanggal pembuatan vaksin dan tanggal kadaluarsa vaksin tersebut.
  • Memperhatikan tampilan fisik vaksin yang akan dipakai, yaitu dari kemasan vaksin, apakah kemasan vaksin masih baik utuh dan bersih, tertutup belum pernah dibuka, lalu kejernihan larutan vaksin, warna dan endapan yang mungkin ada dibotol vaksin.
  • Sebelum dipakai perlihatkan vaksin tersebut kepada orang tua pasien dan terangkan secukupnya tentang vaksin yang akan kita berikan untuk bayi atau anak tersebut.Dan kita mendapatkan persetujuan orang tua untuk kita menyuntikkan vaksin kepada anak mereka.
  • Setelah vaksinasi, simpan baik2 nama pabrik pembuat vaksin tersebut, juga nomor batch vaksin dan tanggal2 pembuatan juga kadaluarsa vaksin tersebut dalam status bayi bersangkutan, ini untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka kita bisa memperlihatkan data2 penting yang berkaitan dengan vaksin tersebut.
Jangan sampai terjadi kita sendiri tidak tahu atau tidak jelas jenis vaksin dan kondisi vaksin yang kita akan dan yang telah kita berikan kepada orang lain.
Berikut ini di website  http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/ , disana ada banyak hal yang harus kita perhatikan sebelum kita memberikan vaksinasi untuk seseorang, dan tindakan pasca imunisasi dilakukan.

Semoga ini menjawab semua pertanyaan anda diatas.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Tentang Terpakainya Vaksin Yang Kadaluarsa, Apa Bahaya Dan Apa Diperlukan Vaksinasi Ulang ?

Selamat malam,sebelumnya perkenalkan diri nama saya Bp YYYY, saya tahu alamat email DR setelah brownsing di internet.
Saya butuh sekali second opinion yg sedang saya alami,please help.
Begini Dok,tadi sore saya meng Imunisasi anak saya Hepatitis dg merk Euvax B,oya umur anak saya baru 2,5 bulan,setelah sampai di rumah saya baca labelnya ternyata sudah expired 28 maret 2014,hal inilah yang membuat saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sbb:
1.Bahaya kah bagi kondisi kesehatan anak saya dan apa efek sampingannya?
2.Harus kah saya mengulang imunisasi Hepatitis anak saya,kalau Ya,kapan jeda waktunya untuk imunisai ulang?
3.Apakah Imunisasi Hepatitis bisa menyebabkan demam?
4.Berapa jeda waktu Imunisasi DPAT + HIB,selang waktunya 1 bulan apa 2 bulan ? (Anak saya memakai Infanrix Hib4)

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih,replay email Dokter sangat kami tunggu buat mencerahkan hati kami sekeluarga.

Salam,

Jawab:

Membalas email bapak diatas tentang pemakaian vaksin Hepatitis B bermerk dagang Euvax B yang telah expired sejak 28 Maret 2014, (telah expired sekitar 10 bulan lamanya), maka jawaban saya sebagai berikut :

1. Berbahaya atau tidaknya vaksin yang telah mengalami kadaluarsa bagi kita adalah sepenuhnya tergantung pada berapa hal, misalnya :

a. Sudah berapa lama kedaluarsa ini terjadi

b. Bagaimana kondisi penyimpanan vaksin tersebut, apakah  disimpan dengan benar dan baik didalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius

c. Bagaimana penampilan fisik vaksin tersebut, apakah masih tetap jernih tidak berbusa, tidak berubah warna dan tidak ada endapan atau sebaliknya

Biasanya meskipun vaksin telah mengalami kadaluarsa yang belum terlalu lama dan kondisi penyimpanan sesuai dengan petunjuk, maka vaksin tersebut belum mengalami kerusakan, hanya saja efektifitas vaksin (daya proteksinya) terhadap penyakit yang ingin kita cegah menjadi turun, sehingga masih ada kemungkinan orang tersebut terserang penyakit tersebut meskipun telah diberikan vaksinasi yang sesuai.

Semakin lama masa kadaluarsa ini terlewati, maka semakin rendah efektifitas atau daya proteksi vaksin tersebut. Sehingga tidak ada nilainya lagi sebagai vaksin pencegah penyakit infeksi tertentu.

Untuk mengatasi hal demikian, biasanya segera kita berikan vaksinasi ulangan dengan vaksin yang masih baku.

Soal efek samping, vaksin yang masih baku juga dapat menyebabkan terjadinya efek samping, misalnya efek samping lokal berupa nyeri ditempat suntikan, kulit kemerahan ditempat suntikan atau teraba hangat atau ada benjolan dibawah kulit dan nyeri ditempat suntikan.

Bisa juga menyebabkan demam, bayi menjadi rewel dan menangis terus menerus, atau kejang2, mesipun yang tersebut terakhir itu sangat jarang terjadi.

Detail tentang vaksin yang kadaluarsa bisa bapak baca di     http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-january-2015/

2. Hampir semua jenis vaksin mempunyai potensi menyebabkan efek samping, seperti misalnya nyeri, warna kulit menjadi lebiih merah dari sekitarnya, atau teraba ada benjolan dibawah kulit, yang sering terjadi disekitar tempat bekas suntikan vaksin tadi. Ini yang disebut efek samping loka.

Ada juga efek samping sistemik, yaitu berupa demam, kejang atau bayi menjadi rewel, menangis terus menerus, dll, meskipun hal2 ini lebih jarang terjadi.

Jadi vaksin Hepatitis B juga bisa menimbulkan hal2 yang disebutkan tadi.

3. Saat ini ada jenis vaksin multivalensi atau vaksin kombinasi DTP+Hib+IPV (polio), yang jadwal pemberiannya adalah dosis pertama saat bayi berusia 2 bulan, dosis kedua saat telah berusia 4 bulan dan dosis ke 3 diberikan saat berusia 6 bulan.

Detail jadwal dan jenis vaksin untuk imunisasi bayi usia 0 tahun hingga remaja berusia 18 tahun dapat dibaca di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Dengan vaksin kombinasi demikian akan lebih praktis, labih murah dan mengurangi jumlah kunjungan ke dokter untuk keperluan imunisasi.

Vaksin kombinasi ini sama aman dan sama efektifnya dengan vaksin tunggal, tapi dengan keuntungan yang saya sebutkan diatas tadi.

Detail tentang jenis vaksin bisa bapak baca di   http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/

Sedikit masukan atau nasehat untuk para orang tua yang mau memberikan imunisasi pada bayinya adalah :
1. Meminta dokter vaksinator menjelaskan jenis vaksin yang akan diberikan dan manfaatnya untuk apa
2. Memperlihatkan kepada orang tua, vaksin yang akan dipergunakan, perhatikan nama vaksinnya, pabrik pembuat vaksin tersebut, kemudian juga perhatikan tanggal vaksin tersebut dibuat dan kapan vaksin tersebut akan mengalami kedaluarsa
3. Jangan mau mempergunakan vaksin yang bungkusaan atau packingnya telah terbuka, kotor atau kusam
4. Perhatikan apakah vaksin ini jernih tidak berbusa, tidak berwarna atau tidak keruh dan tida ada endapan, kalau merasa tidak puas, silahkan tanya kepada dokter vaksinator tentang hal yang meragukan itu
5. Orang tua bayi mempunyai HAK PENUH untuk mengetahui sedetail dan sejelas mungkin tentang vaksin yang dipergunakn untuk bayi anda.
Dokter vaksinator mempunyai kewajiban menjelaskan semua aspek vaksin untuk orang tua pasien

Demikian jawaban dan keterangan saya untuk semua pertanyaan bapak.

Semoga memuaskan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Efektifitas Vaksin, Tenggang Waktu Imunisasi dan Tanggal Keberangkatan Umroh

  • Vaksin meningitis (urgent). Dokter saya mau tanya.. saya brkt umroh tgl 13 jan 2015.. persiapannya mendadak dan saya blm divaksin meningitis
  • Pertanyaan saya:
    1. tempat vaksin baru buka hari senin besok krn sabtu minggu libur.. masih bisa kah saya divaksin apa sudah terlambat? Krn saya baca vaksin itu hrs 10 hari sbl berangkat.
    2. Apakah ada dokter umum atau rumah sakit dijakarta atau tangerang yg  menyediakan vaksin tersebut, jadi saya bisa disuntik vaksin hari sabtu besok dan tidak menunggu hari senin. Terima kasih dokter saya tunggu balasannya .

Jawab:

Kalau ini adalah vaksinasi ulangan, karena sudah pernah diberi vaksin yg sama sebelumnya, maka tenggang waktu 2 minggu atau minimal 10 hari ini tidak berlaku.
Saya tidak tahu persis dokter mana yang menyediakan vaksin meningitis dan juga vaksin polio dan vaksin influenza, tapi bisa coba hubungi dokter anak atau ke poliklinik airport yg biasanya ada vaksin2 ini untuk turis atau jemaah haji dan umroh.
Semoga berhasil.
Salam,
Dr. Leo kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
  • Saya baru pertama umroh pak dokter dan belum pernah di vaksin.. kalo hari senin saya vaksin tgl 5 jan.. saya berangkat tgl 14 jan .. apa masih bagus vaksinnya .
    Malsudnya masih efektif ga.. jarak saya vaksin ke hari brkt 9 hari .. katanya vaksin itu bekerja minimal 10 hari ..gimana tuh Pak dokter?
Jawab:
Kalau cara simpan vaksinnya baik (perhatikan suhu penyimpanan, vaksinnya belum kadaluarsa, dll), disuntiknya kapanpun vaksinnya akan bagus, artinya akan memberikan daya perlindungan atau proteksi terhadap penyakit yang dimaksud.

Hanya saja untuk vaksin itu bisa efektif merangsang tubuh memproduksi antibody yang diperlukan, maka diperlukan waktu minimal tadi, yaitu sekitar 10 hari hingga 2 minggu minimal.

Tentu hal ini juga tergantung pada kondisi kesehatan sipenerima vaksin tersebut, misalnya ada saja orang yang sudah kebal meskipun masa vaksinasinya masih kurang dari waktu minimal yang disebutkan tadi, tetapi ada juga yang responsnya terlambat, bahkan telah melewati waktu minimal tersebut, tetapi jumlah atau titer antibodynya masih dibawah batas minimal yang diperlukan untuk membuat seseoarang menjadi kebal.

Patoka minimal 10 hari atau 2 minggu itu adalah waktu yang telah diuji klinikkan dengan sejumlah penerima vaksin, dengan bermacam latar belakang dan bermacam kondisi kesehatannya, didapatkan rata2 adalah minimal 10 hari atau 2 minggu ini.

Anda bisa mendapatkan vaksin ini di pelabuhan udara atau pelabuhan laut seperti Airport Cengkarang atau Seaport Tanjung Periok, karena untuk vaksin international ini harus dicatat didalam buku vaksinasi international yang berwarna kuning (International Yellow Vaccination Book). Buku kuning vaksin ini tidak terdapat dipraktek dokter diluar instansi yang saya sebutkan ini.

Demikian keterangan yang bisa saya sampaikan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Vaksin Untuk Bayi 18 Bulan, Apakah Vaksin Dasar Dari Pemerintah Sudah Cukup ? 

  • Boleh sekalian tanya vaksin anak pertama saya yg berumur 18 bulan dok.. 31 des 2014 jg sudah dilakukan vaksin hib IV dan diminta dijeda 2 minggu jika mau dilanjutkan vaksin MMR. Mungkin bisa dijelaskan dok apakah vaksinasi dasar pemerintah sudah cukup untuk bayi, karena kadang saya berpikir memposisikan para keluarga yg hidupnya pas2an boro2 memikirkan vaksinasi anaknya.. Apakah sudah cukup untuk bayi saya sampe vaksin Hib IV saja?  Terimakasih dok.

 

 

Jawab:

Saat ini bayi anda tinggal diberikan vaksin polio yang ke4 dan vaksin DTP yang ke4 dalam rentang waktu hingga dia berusia 24 bulan atau 2 tahun. (sesuai dengan cerita ibu diatas)

Vaksin2 ini bisa ibu dapatkan di PusKesMas setempat.

Nanti setelah 2 tahun hingga balita berusia 5 tahun, masih ada beberapa vaksinasi ulangan atau booster yang perlu ibu berikan untuk anak tersebut, yaitu vaksin polio ke5 dan vaksin DTP ke5 juga.

Detail bisa ibu lihat di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

 

Pertanyaan Vaksin Human Papilloma Virus (vaksin HPV) Mencegah Kanker Leher Rahim untuk Wanita Sebelum Menikah

 

  • Dear dr. Leo. Saya mau bertanya, sebelum nya saya belum pernah menikah namum saya pernah berhubungan intim dengan kekasih saya saat pacaran dlu. Saya baru mengetahui perihal penyakit kanker serviks. Selama ini saya sih selalu menjaga organ intim saya dengan baik. Saat ini saya akan menikah saya bingung untuk melakukan vaksin antara imunisasi agar terhindar dari penyakit tersebut atau dengan metode spam gtu deh dokter. Mohon solusi saya hanya takut aja maka nya saya mau mencegah. Bila dengan metode suntik imunisasi pra nikah saja cukup maka saya memang berniat melakukan nya di minggu ini. Terima kasih.

 

Jawab:

Vaksinasi atau imunisasi dengan vaksin HPV adalah tindakan tepat untuk mencegah infeksi dengan virus human papiloma

yang sudah diketahui sebagai penyebab utama timbulnya penyakit kanker leher rahim atau kanker Cervix.

Dan salah satu cara penularan virus ini dari satu orang keorang lain adalah melalui hubungan kelamin. Sehingga prinsipnya imunisasi ini akan efektif dan sangat dianjurkan untuk mereka yang belum menikah atau belum pernah berhubungan kelamin.

Maka kalau kita lihat indikasi pemakaian vaksin ini pada awalnya adalah untuk anak perempuan mulai usia 9 tahun dan seterusnya.

Dengan semakin banyaknya pemakaian vaksin ini, ternyata vaksin ini bisa kita berikan untuk remaja putri dan wanita atau mereka yang sudah pernah berhubungan kelamin dan untuk mencegah kemungkinan infeksi pada masa yang akan datang. (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-human-papilloma-virus/)

Ada 2 jenis vaksin HPV yang bisa anda pilih, kedua jenis ini sama efektifnya, detailnya bisa anda baca di ( http://selukbelukvaksin.com/vaksin-human-papilloma-virus/ )

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

 

Pertanyaan Vaksin Apa Saja Untuk Bayi Berusia 2.6 Tahun ?

 

  • Pagi dokter..makasih untuk nmr tlfn yg msh aktif dok…
    Aq mau nanya vaksin anak sy lengkap..td jadwal dia nimbang,umur 2.6 thn..katanya ada vaksin tambahan..suntik sebelah kiri..dan bulan depan harus dtg lg buat vaksin tambahan lg..tp sy kurang jelas itu vaksin apa..sy sdhinta dijelaskan yg sy inget cuma buat kelenjar otak..setau sy dok,yg buat kelenjar otak bukannya umur 2 bulan..kata perawat nya iyaa tambahan dr yg 2 bulan..mohon penverahan dok apa itu mmg harus atw bgmn..trimakasih

 

Jawab: Terima kasih untuk kiriman pertanyaan tentang vaksinasi bayi ibu yang sudah berusia 2.6 tahun.

Dari informasi ibu bahwa bayi ibu telah mendapatkan imunisasi lengkap seperti yang diwajibkan oleh para ahli.

Dari cerita ibu diatas, saya tidak jelas vaksin apa yang dianjurkan untuk bayi ibu, sayang ibu tidak mencatat secara tertulis dan jelas vaksin apa yang dimaksud, jadi tidak mungkin untuk saya memberi masukan atau nasehat vaksin apa dan bagaimana menyikapinya.

Yang bisa saya lakukan untuk ibu adalah sebagai berikut :

– Kunjungi website ini http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/ , dari jadwal imunisasi dan jenis vaksin yang diperlukan sesuai usia bayi, maka ibu bisa melihat dan membaca vaksin apa saja yang masih diperlukan untuk bayi yang telah berusia 2.6 tahun.

– Jadwal imunisasi yang dianjurkkan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) seperti yang ibu baca di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/ adalah acuan atau patokan baku untuk jenis vaksin dan jadwal vaksinasi yang kita berikan untuk bayi sejak usia 0 tahun hingga 18 tahun
Vaksin yang masih perlu dilengkapi untuk bayi berusia 2.6 tahun adalah :

– Dari jadwal imunisasi IDAI tersebut, hanya ada vaksin polio yang ke4, vaksin DTP ke 4 dan vaksin Campak ke2 yang perlu ibu lengkapi untuk bayi ibu.

– Seandainya ibu inginkan, masih ada vaksin Tifus yang bisa mulai diberikan untuk bayi diatas usia 2 tahun. Vaksin ini harus diualng setiap 3 tahun sekali

– Lalu ada vaksin Hepatitis A ke1 yang sudah bisa diberikan saat ini, dan diulang yang dosis ke2 pada selang waktu 12 bulan dari yang sekarang ini.

– Ada vaksin Varicella yang sudah bisa diberikan saat bayi berusia > 12 bulan (mungkin vaksin ini sudah diberikan, coba periksa dibuku vaksinasi bayi ibu)

Nanti setelah mencapai usia 5 tahun atau lebih, masih ada beberapa jenis vaksin yang perlu diulang kembali.

Semua ini bisa ibu pelajari diwebsite ini :  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Semoga ini menjawab pertanyaan ibu.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com 

Pertanyaan Vaksin MMR Untuk Anak Berusia 2 Tahun
  • Selamat pagi,
    Dok, mohon penjelasannya tentang imunisasi MMR. Anak saya sekarang usianya 2 tahun perlukah untuk mendapatkan imunisasi MMR, dan apa fungsinya imunisasi MMR?  Terimakasih….
Jawab:

Vaksin MMR dosis pertama sudah kita berikan kepada bayi saat berusia > 12 bulan, dan vaksinasi ke2 atau vaksinasi ulangan booster vaksin MMR diberikan saat anak menjelang usia antara mulai 3 tahun hingga terakhir saat berusia 6 tahun, atau tepatnya sebelum masuk Sekolah Dasar.

Detail jadwal Imunisasi bayi berusia 0 hingga remaja berusia 18 tahun bisa ibu pelajari di  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Kalau saat ini anak ibu belum pernah diberikan vaksin MMR, maka sebaiknya segera diberikan dosis yang pertama ini. Sedangkan dosis kedua bisa ibu berikan lagi saat usia 3 – 6 tahun seperti yang saya sebutkan diatas.

Sedangkan manfaat vaksin MMR bisa ibu baca dan pelajari di http://selukbelukvaksin.com/category/vaksin-dan-kesehatan-preventiif/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-mmr/

Bilamana ada pertanyaan menyangkut masalah vaksinasi ini, bisa ibu hubungi saya kembali.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Dalam Satu Serie Imunisasi, Mengapa Kita Harus Tetap Memakai Vaksin Yang Sama Dengan Sebelumnya ? 

 

  • Siang dokter,
    Anak saya berumur 2 bln baru selesai imun. DPT 1, sbenarx anak sy imun.x di posyandu sekitar t4 tinggal kami di kota tp krn kami ada di desa maka sy imun. Anak sy di posyandu sekitar rmah mertua, waktu imunisasi  bidan bilang nanti kalau imun Dpt yg selanjutx sy disuruh beritau kalau vaksin yg digunakan itu PENTABIO krn banyak jenisx tuk vaksin DPT, yg ingin sy tanyakan apakah ada kelainan yg ditimbulkan kalau tdk  memakai  vaksin yg sama dan seandaixmvaksin tersebut tdk digunakan di posyandu t4 tinggal kami?       Sekian dan trima kasih….

Jawab:

Memag sebaiknya setiap kali vaksinasi kita selalu mempergunakan vaksin jenis yang sama, misalnya dengan nama dagang yang sama, pabrik pembuat vaksin yang sama dan seterusnya, ini hanya untuk menjaga agar supaya selalu sinkron dengan vaksin yang kita perguanakan sebelumnya, untuk mencapai efek pencegahan dan proteksi vaksin yang ingin kita dapatkan.
Tidak semua jenis vaksin dari pabrik pembuat yang berbeda, bisa bebas kita tukarkan pemakaiannya (vaccines interchangeable)Karena kalau kita pergunakan vaksin yang berbeda2 (berbeda merek dagangnya, beda pabrik pembuatnya, dll) setiap kali vaksinasi, kita kuatirkan efek proteksi yang ditimbulkan akan berbeda atau bahkan tidak tercapai.

Jadi pesan bu Bidan di Posyandu tersebut adalah sangat berdasar, mengingatkan agar ibu meminta jenis vaksin yang sama Pentabio untuk vaksinasi ke2 dan ke3 untuk bayi ibu.

Sepengetahuan saya, vaksin Pentabio adalah hasil dari PT. Bio Farma, yang mengandung vaksin DTP +  Hep. B + Hib, ini vaksin kombinasi pentavalent yang memang dipergunakn untuk program vaksinasi pemerintah di Puskesmas dan Posyandu. Jadi mestinya kalau ibu ke Posyandu yang manapun, adalah vaksin Pentabio produksi PT. Bio Farma Indonesia yang dipergunakan.

Ada jenis vaksin pentavalent yang lain misalnya Pediacel yang isinya DTP + IPV + Hib, sehingga vaksin Hepatiitis B itu harus kita berikan tersendiri.

Detail tentang jenis vaksin kombinasi pentavalent (5 jenis penyakit) ini bisa ibu lihat di http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/

Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

Pertanyaan Apakah Kita Harus Mengulang  Vaksin Yang Sudah Tercakup Dalam Vaksin Jenis Kombinasi Seperti Pentabio, Seperti Hib dan Hepatitis B ? 

 

  • Trimakasi atas jawaban dan saranx, ada lg yg saya mau tanyakan dok, kalau vaksin Pentabio mengandung vaksin DTP+Hep.B+Hib apakah tdk perlu lagi imun khusus Hib sj?  Karena anak 1 dan 2 sy sdh di imun dgn vaksin Hib dan vaksin Ipv

 

Jawab: 

Tentang vaksin kombinasi seperti Pentabio yang sudah mengandung vaksin DTP juga Hepatitis B dan Hib, kita sudah tidak perlu mengulang vaksinasi dengan jenis vaksin yang sudah tercakup dalam kandungan vaksin kombinasi tersebut.Tinggal ikuti saja jadwal vaksinasi yang berlaku untuk vaksin kombinasi ini hingga selesai program vaksinasi untuk bayi kita..

Alasannya seperti jawaban diatas yang pernah saya berikan tentang efektifitas vaksin dan konsistensi pemakaian jenis vaksin dengan nama dagang dan produsen vaksin yang tetap sama.

Kemudian juga soal efisiensi biaya, buat apa kita mengulang vaksinasi lagi padahal vaksin tersebut seperti vaksin Hib dan Hepatitis B itu telah ada dalam vaksin Pentabio yang kita berikan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

 

 

Pertanyaan Jenis dan Jadwal Vaksin Difteri, Tetanus dan Pertusis, Juga Vaksin Polio dan Vaksin BCG untuk Orang Dewasa

 

  • dok, saya ingin bertanya tentang vaksinasi dipteri, polio, tetanus, whooping cough, dan tbc untuk dewasa?
    Apakah ada vaksin untuk dewasa dan jadwalnya bagaimana ya dok? Terima kasih

Jawab:

Terima kasih untuk pertanyaan anda tentang vaksin DTP, polio dan BCG untuk orang dewasa.

Untuk vaksinasi terhadap penyakit Tetanus, difetri dan  whooping cough atau batuk rejan atau Pertusis, ada vaksin Tdap yang dapat diberikan untuk remaja dan orang dewasa. Komposisi vaksin Tdap ini sedikit berbeda dengan vaksin DTaP atau DTwP yang dipergunakan untuk bayi dan anak balita, meskipun adalah sama2 untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus dan Pertusis juga.

Detail tentang vaksin Tdap untuk remaja dan orang dewasa, bisa dibaca di :

http://selukbelukvaksin.com/vaksin-dtp-vaksinasi-pertusis-bagi-orang-dewasa/
Sedangkan jadwal vaksinasi Tdap untuk remaja dan orang dewasa adalah sebagai berikut :
Vaksin ini terdiri 3 dosis untuk remaja atau orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin DTP semasa kecil. Jadwalnya bulan 0 diberikan dosis ke 1, bulan 1 diberikan dosis ke 2 dan bulan 7-13 diberikan dosis ke 3.
Untuk vaksin polio dan BCG, bagi kita yang hidup dinegara endemik polio dan penyakit TBC yang sudah melewati masa kecil dan sudah berada diusia remaja dan dewasa, maka kedua jenis vaksin ini sudah bukan vaksinasi yang diharuskan lagi, karena dari data epidemiologi ternyata hampir semua penduduk yang tinggal didaerah endemik penyakit polio juga TBC telah pernah terpapar atau tertular oleh kuman TBC dan virus penyebab polio ini, tetapi kita tidak menjadi sakit karena pada saat tersebut, daya tahan tubuh kita yang sedang baik, dan kita telah menjadi kebal secara alamiah (vaksinasi alamiah).
Kecuali bila anda ingin berumroh atau beribadah jemaah haji, maka vaksin polio masih diminta oleh pihak Departement Kesehatan Kerajaan Saudi Arabia. Untuk itu kita bisa berikan suntikan vaksin polio, minimal 2 minggu sebelum anda berangkat.
Semoga ini menjawab semua pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
http://sehatcaraalamiah.blogspot.com

 

Pertanyaan Jenis Vaksin Yang Diperlukan Untuk Sekolah Diluar Negeri

 

Untuk melanjutkan pendidikan di London, Inggris, diperlukan jenis vaksinasi berikut

Vaksin untuk syarat pendidikan saya di antaranya :
1. Varicella : berarti saya bisa menggunakan vaksin varilrix ya pak dengan 2 dosis dengan jarak 4 hingga 8 minggu
2. Measles,mumps,rubella : vaksin mmr dengan 2 dosis dengan jarak 4 hingga 8 minggu
3. Hepatitis b : engerix dengan 3 dosis, 0, 1 dan 6 bulan
4. Difteri, pertusis, tetanus :tdap : di bulan 0, 1, dan 7 bulan. Bagaimana jika saya sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin dpt ketika kecil? Apakah masih memerlukan booster dok?
5. Polio inj : minimal 2 minggu sebelum berangkat, bole saya tau bran dari sanofi atau gsk nya dok?
6. Tbc : untuk vaksin tbc ini bagaimana saya mendapatkannya dok?

Terima kasih banyak untuk penjelasannya dok.

 

Jawab:

Untuk setiap negara, mereka mempunyai kebijaksanaan vaksinasi untuk orang yang berkunjung atau mereka yang ingin bersekolah disana. Anda bisa tanya ke kedutaan besar negara tersebut atau kontak saja universitas disana, vaksinasi apa yang menjadi persyaratan mahasiswa mereka.

Jawaban untuk pertanyaan diatas :
1. Varicella : berarti saya bisa menggunakan vaksin varilrix ya pak dengan 2 dosis dengan jarak 4 hingga 8 minggu —> YA
2. Measles,mumps,rubella : vaksin mmr dengan 2 dosis dengan jarak 4 hingga 8 minggu –> YA
3. Hepatitis b : engerix dengan 3 dosis, 0, 1 dan 6 bulan —> YA
4. Difteri, pertusis, tetanus :tdap : di bulan 0, 1, dan 7 bulan. Bagaimana jika saya sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin dpt ketika kecil? Apakah masih memerlukan booster dok? —> Kalau sdh pernah dapat DTP waktu kecil, cukup beri 1 dosis Tdap saja
5. Polio inj : minimal 2 minggu sebelum berangkat, bole saya tau bran dari sanofi atau gsk nya dok? —-> Imovax Polio dari Sanofi Pasteur
6. Tbc : untuk vaksin tbc ini bagaimana saya mendapatkannya dok? —> Coba konsultasi dan minta ke dokter anak vaksin BCG

Untuk efisiensi waktu dan biaya, vaksin Varicella dan vaksin MMR, bisa diberikan sekaligus bersamaan pada satu kali kunjungan vaksinasi.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

 

Pertanyaan Jadwal Imunisasi Vaksin PCV (Pneumonia Conjugate Vaccine) Untuk Anak Berusia 7 Bulan

 

  • Halo dok..Sy mau tanya..anak sy vaksin pcv 1 pd usia 7 bulan, lalu pd usia 8 bulan (dgn interval 5w4d) vaksin pcv 2, usia 9 bulan (dgn interval 3w) imunisasi campak. Dengan interval2 tsb apakah terlalu cepat dok? Apakah ada efeknya? Mohon penjelasannya ya dok. Terimakasih

Jawab :

Menjawab pertanyaan anda tentang vaksinasi PCV dan campak bayi anda sebagai berikut:

Dari data vaksinasi bayi anda telah mendapatkan vaksinasi PCV hingga 2 kali dengan interval waktu antara dosis PCV1 dan dosis PCV2 adalah sekitar 5 mingguan, dan campak pada saat bayi telah berusia 9 bulan, yang mana memang sesuai dengan umur anjuran vaksinasi campak oleh para ahli IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan juga dari US-CDC.

Untuk vaksinasi PCV, sebenarnya jadwal yang dianjurkan sesuai usia bayi adalah dimulai dosis pertama sejak bayi telah berusia 2 bulan, seperti usia saat kita memberikan vaksinasi DTP-Polio-Hib. Vaksin PCV ini terdiri dari 4 dosis lengkapnya.

Jadi karena bayi ibu baru mendapatkan vaksin PCV dosis ke1 pada saat telah berusia 7 bulan dan PCV dosis ke2, dengan interval waktu 5 mingguan, menurut para ahli, maka untuk bayi ibu cukup diberikan hanya 2 dosis saja, yang mana memanag telah diberikan meskipun dengan waktu yang agak sedikit lebih cepat dari anjuran,. Namun hal ini tidak mempunyai efek atau konsekuensi buruk untuk bayi ibu. Hanya saja, jangan lupa nanti setelah bayi mencapai usia 12 bulan, tolong diberikan lagi 1 dosis terakhit vaksin PCV sebagai dosis booster saja.

Atau dosis booster PCV ini bisa ibu berikan dengan intervcal waktu minimal 2 bulan dari dosis PCV yang terakhir diberikan.

Jadi kesimpulannya, total dosis vaksin PCV untuk bayi ibu hanya diberikan 3 dosis saja, bukan 4 dosis seperti tertera di jadwal imunisasi IDAI dan US-CDC.

Sedangkan untuk vaksin campak ibu sudah memberikan dosis pertama saat bayi telah berusia 9 bulan, ini sudah sesuai anjuran seperti tadi saya katakan, dosis ke2 vaksin campak adalah saat bayi telah berusia 24 bulan atau usia 2 tahu.

Namun jika nanti ibu juga memberikan vaksin MMR yang mana juga mengandung vaksin campak didalmnya, pada saat bayi telah mencapai usia 12 bulan, maka dosis ke2 vaksin campak sudah tidak usah ibu berikan lagi, tetapi diganti dengan vaksin MMR saja, yang dosis ke2 nya baru kita berikan saat bayi telah berusia 4 – 6 tahun sebelum usia sekolah dasar.

Keterangan lengkap tentang jadwal dan jenis vaksin bisa ibu baca dijadwal imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Ahli Anak Indonesia):   http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/.

Sebagai pembanding, ibu juga bisa baca dari jadwal imunisasi dari US-CDC ini http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-bayi-hingga-anak-remaja-usia-18-tahun-versi-us-cdc/

Demikian keterangan saya untuk pertanyaan ibu. Semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

www.selukbelukvaksin.com

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2015