Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2014

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2014

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Pasien Anak dan dokternya (Google free image)

Pasien Anak dan dokternya (Google free image)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas.

________________________________________________________________________________

Pertanyaan Tentang Penyakit Campak

  • Apakah perlu pemeriksaan darah untuk menentukan penyakit campak ?

Jawab: Sebenarnya kita tidak perlu sampai test darah untuk menemukan virus atau antibodynya, karena selain mahal, sulit juga makan waktu dan timingnya harus tepat (waktu inkubasi, sewaktu sakit dan setelah sembuh), karena dari gejalah penyakit spesifik yang digambarkan dalam website http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles…/, juga literature yang ada (bercak merah yang mulai dari batas rambut kepala, bercak Koplik diselaput lendir pipi,mata merah berair, flu like syndrome, dll), maka dokter sudah bisa membuat diagnosa penyakit campak.hanya perlu pengalaman saja…

  • Pak dokter Leo Kurniawan, bercak Koplik itu sudah pasti penanda campak kah, bila disertai gejala lain, spt merah2 keluar saat demam dsb. Saya pernah kena campak waktu SMA, hadeeeeh… dan memang ingat lihat bercak2 itu di dalam mulut.  Dokter yg periksa saya dulu dokter senior, menemukan bercak itu juga. Kena campak itu benar2 meyakitkan…sakit paling berat yg pernah saya pernah ingat. Apalagi kalau kena komplikasinya. Ibu2,campak itu…gak kebayang sakitnya kalo bayi/ anak kecil yg kena, badan sakit semua, tiap sendir rasanya nyeri, susah gerak, pusing, panas, perih liat cahaya, gak nafsu makan…hadeh.

Jawab: Mbak, bercak Koplik itu adalah tanda spesifik penyakit campak, hanya saja juga tidak mudah melihat dan menemukannya (pengalaman dokter). Test darah adalah cara yang RELATIF akurat untuk membuat diagnosa penyakit campak. Dengan menemukan IgM (imunoglobulin M) didalam serum darah penderita,beberapa hari setelah timbulnya bercak2 merah dikulit. Namun juga tidak ada test darah yang 100% kepastiannya bahwa IGM yang ditemukan dalam serum darah adalah disebabkan oleh penyakit campak, karena ada banyak penyakit yang juga memberikan IGM test false positive dengan cara pemeriksaan tadi. Jadi memang sebaiknya diperhatikan gejalah klinik penyakit campak yang spesifik dan digabung dgn test darah di laboratorium, kalau memang ingin dilakukan…

Pertanyaan Tentang Penggantian Pemakaian Vaksin Polio Injeksi dengan Vaksin Polio Oral

  • Dok, saya mau nanya, Anak saya umur 4 bulan. Kami sekeluarga baru pindah dari Jogja ke Sumatera. Di Jogja, imunisasi polio menggunakan IPV, anak saya sudah dapat injeksi sebanyak 2 x. Di Sumut, polio injeksi belum berlaku, yang ada vaksin oral. Bolehkah kami melanjutkan imunisasi polio anak kami ke vaksin jenis oral? Bagaimana mekanismenya Dok? Terimakasih sebelumnya.

Jawab: Maaf baru sempat kami membalas email dan pertanyaan ibu tentang masalah pemakaian vaksin polio injeksi (IPV) dan peralihannya dengan memakai vaksin polio oral (OPV).

Sebelum saya lanjutkan lebih jauh, didaerah Jawa Tengah, khususnya Provinsi Yogyakarta, memang dijadikan pilot project untuk memperkenalkan pemakaian vaksin polio injeksi IPV yang nantinya akan dialihkan dan menggantikan pemakaian semua vaksin polio oral didaerah ini. Makanya bayi ibu mendapatkan vaksinasi polio jenis injeksi selama tinggal didaerah Yogyakarta. (http://selukbelukvaksin.com/target-who-tahun-2018-polio-end-game/ )

Sekarang karena ibu berpindah tempat tinggal, dan didaerah baru tersebut belum dijalankan program IPV seperti di Yogyakarta, maka ibu harus menggantikan dan melanjutkan vaksinasi polio dengan jenis vaksin polio oral OPV.

Masalah penggantian vaksin polio injeksi ke vaksin polio oral, kedua jenis vaksin ini sama efektifnya, jadi tidak ada masalah apa2 tentang penggantian ini. Malahan situasi bayi ibu ini cocok dengan salah satu schedule yang dianjurkan para ahli, yaitu anak diberikan 2 dosis vaksin polio injeksi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pemberian 2 dosis vaksin polio oral, dengan segala keuntungannya. (http://selukbelukvaksin.com/program-introduksi-inactivated-polio-vaccine-ipv-di-yogyakarta/)

Jadi silahkan saja ibu melanjutkan vaksinasi polio bayi ibu dengan vaksin polio oral ini, tidak ada yang perlu ibu kuatirkan.

Semoga ini menjawab pertanyaan dan menghilangkan keragu2an ibu.

Vaccine Saves Lives !

tags: , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – January 2014