Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – February 2014

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – February 2014

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Pasien Anak dan dokternya (Google free image)

Pasien Anak dan dokternya (Google free image)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas.

_______________________________________________________________________________

Pertanyaan Vaksinasi Hepatitis B dan Penyakit Autoimun Rheumatoid Arthritis (RA)

  • Yth dr. Leo, saya mohon maaf sebelumnya, saya menanyakan pada saat saya balita sudah diimunisasi lengkap, selanjutnya setelah berusia 19 tahun, saya disuntik ulang vaksin anti hepatitis B 3x tanpa dicek titernya, apakah berbahaya kalau ternyata titer saya masih sangat tinggi? Setelah beberapa bulan penyuntikan saya terkena RA penyakit autoimun, padahal sejak kecil saya tidak pernah sakit. Mohon penjelasannya Dokter. Terimakasih

Jawab:  Menurut cerita anda diatas, bahwa anda sewaktu kecil telah mendapatkan imunisasi lengkap, artinya yang saya tangkap adalah, termasuk vaksinasi untuk hepatitis B.

Sebetulnya bila anda telah pernah mendapatkan vaksinasi lengkap 3 x hepatitis B sewaktu kecil, maka sudah tidak perlu diberikan lagi vaksinasi ulang hepatiitis B sewaktu anda remaja atau dewasa.
Karena dengan lengkap 3 dosis vaksinasi  semasa kecil, diyakini anda akan kebal terhadap infeksi virus hepatitis B seumur hidup.

Tetapi bila karena suatu hal, misalnya catatan vaksinasi masa kecil hilang, atau kita sudah tidak ingat lagi apakah pernah divaksinasi lengkap waktu kecil, maka kita juga bisa memberikan vaksinasi lengkap hepatitis B atau vaksin lain yang kita perlukan, seperti kasus yang anda sebutkan diatas, dengan asumsi anda belum pernah divaksniasi hepatitis B sebelumnya, dan untuk itu tidak diperlukan untuk memeriksa konsentrasi titer antibody hepatitis B yang ada.
Hal ini tidak berbahaya untuk sipenerima vaksinasi tersebut, berapapun titer antibody yang ada dalam tubuh pada saat itu.

Dalam paparan anda diatas, beberapa bulan post vaksinasi hepatitis B anda menderita RA (rheumatoid arthritis) yaitu sejenis autoimmune diseases. Ada beberapa penyakit yang diduga disebabkan oleh pemberian vaksinasi hepatitis B, antara lain penyakit autoimmune ini.

Dalam pencarian data ilmiah dalam internet, saya belum berhasil menemukan literature ilmiah yang secara gamblang menunjukkan hubungan sebab akibat antara pemberian vaksinasi hepatitis B dengan timbulnya penyakit RA atau penyakit autoimun yang lain.

Memang ada yang sebutkan bahwa, ada kemungkinan vaksin heptitis B ini mentriger terjadinya penyakit autoimun, terutama pada mereka yang mempunyai struktur genetik yang berbeda dengan struktur genetik populasi orang secara umum, karena vaksin hepatitis B telah diberikan sampai berjuta juta dosis hingga saat ini, tetapi efek samping hanya terjadi pada sekelompok kecil orang saja.
Oleh karena itu, hubungan sebab akibat antara vaksinasi hepatitis B dan timbulnya penyakit autoimmune termasuk RA, masih perlu kita buktikan lebih lanjut.

Demikian keterangan saya. Semoga menjawab pertanyaan Anda.

 

  • Saya dulu mahasiswa baru keperawatan, semua dianjurkan vaksin ulang sebelum praktek RS. Obat autoimun apa sudah ada njih Dok, Terimakasih Dokter atas penjelasannya

Jawab :  Ada beberapa jenis pengobatan untuk penyakit autoimmune, tergantung jenis penyakit autoimmune yang diderita, misalnya ada Hormone replacement therapy bila yang mengalami gangguan adalah kelenjar hormon bersangkutan, juga ada Enzyme replacement therapy bila yang mengalami gangguan adalah kelenjar yang memproduksi enzim tertentu.

Kemudian juga ada obat obat immunosupresive untuk menekan reaksi berlebihan sistim imunology tubuh, misalnya obat golongan Steroid, Methotrexate, Cyclophosphamide, Azathioprine, Cyclosporin, dll.

Anda bisa mencari dan membaca di internet.

Salam,

 

Pertanyaan Tentang Test Mantoux

  • Saya dari Bali, ingin bertany untuk test Mantoux apa nama sediaan yang tersedia di Indonesia ? Karena setahun ini sulit sekali mendapatkannya.

Jawab: Ada 2 jenis bahan sediaan untuk test Mantoux, yaitu PPD-S (Purified Protein Derivative – Seibert) yang berasal dari Amerika. Juga ada jenis RT-23 dari Denmark.

Mungkin juga PT Bio Farma dari Indonesia juga sudah membuat dan menjual bahan untuk uji test Mantoux ini

 

Pertanyaan tentang Penyakit Rabies dan Vaksin Antirabies

 

Dikutip dari FB Gesamun :

 

  • rabies, antara digigit sampe muncul gejalanya, lumayan lama Mbak, karena masa inkubasi virus nya lama, jadi vaksin rabies masih bisa dikasi walau sudah tergigit hewan liar. Rabies, begitu muncul gejalanya, gak ada yg selamat–ada pernah liat berita yg selamat, cewek…tapi cacat parah berbulan2, butuh perawatan rumit dst.dst. dibaca lanjut di sini  http://www.mayoclinic.org/…/basics/definition/con-20019900

 

Jawab: Setiap kali kita tergigit anjing juga kucing atau hewan liar yang lain (kelelawar, monyet dll), perlu kita pikirkan apakah hewan ini berpenyakit rabies (atau dalam masa inkubasi membawa virus rabies) atau tidak.

Bila hewannya kita tidak kenal atau liar, dan menampakkan tingkah laku sakit, atau kita curigai sakit rabies, maka sebaiknya korban gigitan hewan tersebut segera kita rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan serum antirabies terlebih dahulu, kemudian ditambahkan lagi dengan vaksin anti rabies.

Sedangkan kapan gejalah penyakit rabies akan muncul atau tampak pada korban gigitan hewan sakit rabies? Ini tergantung juga pada lokasi gigitan ditubuh kita. Umumnya korban anak2 akan lebih cepat menampakkan gejalah penyakit rabies daripada orang dewasa. Dan bila lokasi gigitan semakin dekat dengan kepala, maka juga semakin cepat gejalah rabies itu akan tampak.

Angka kematian penyakit rabies adalah 100%, sehingga sering disebut bahwa virus rabies itu adalah “the bullet never missed !” atau “peluru yang tidak pernah meleset” !

 

  • aku br dengar tentang vaksin untuk rabies. itu mulai usia brp bisa di vaksin?

Jawab: Pemberian vaksin rabies hanya diberikan pada orang yang tinggal didaerah endemik penyakit rabies, atau karena pekerjaannya berhubungan dengan hewan liar, atau korban yang sudah tergigit hewan liar yang berpenyakit atau dicurigai berpenyait rabies. Jadi tidak tergantung usia berapa vaksin itu diberikan seperti vaksin pediatrik umumnya.

 

Tambahan informasi tentang vaksin Rabies :

 Buat mereka yang pernah mendapatkan vaksin rabies sebelumnya (mungkin sudah sekian tahun yang lalu), kalau misalnya tergigit lagi oleh anjing atau hewan berpenyakit rabies, maka orang tersebut cukup diberikan hanya vaksin rabies saja tanpa diberikan lagi serum anti rabies (Rabies Immuno Globulin RIG) seperti orang yang pertama kali dapatkan vaksin rabies (lihat penjelasan diatas). Karena adanya memory cell dalam systim imunology tubuh kita

 

  • Vaksin rabies ditempat sy, pengulangan 5 tahun sekali (?)

Jawab: Untuk mereka yang tidak mempunyai resiko tergigit dengan hewan liar atau hewan yang sakit rabies kita tidak mengulang vaksinasi rabies, karena ini bukan vaksinasi rutin.

Tetapi untuk mereka yang tergigit lagi dengan hewan yang sakit, dan sebelumnya telah pernah diberikan vaksniasi rabies lengkap, maka kita cukup memberikan 2 dosis vaksin rabies sebagai booster, dengan interval pemberian berjarak 3 hari antara dosis booster pertama dengan dosis booster kedua, tanpa perlu ditambah immunoglobulin RIG (rabies immunoglobulin) lagi.

Ketahuilah bahwa harga RIG ini lumayan mahal dan tidak semua rumah sakit tersedia, sehingga sangat merepotkan pada saat diperlukan.

 

 

  • Mungkin karena harga vaksin yg mahal dan sering ga tersedia di rs, makanya pasien tidak langsung divaksin setelah digigit ya? Ada dua orang yg saya kenal digigit anjing lalu minta divaksin, tapi nakesnya bilang nanti saja kalau anjingnya mati. Tidak apa2kah begitu dok? Memang anjingnya tidak ada yg mati dan keduanya sampai sekarang baik2 saja (hampir setahun pasca gigitan). Ada juga kenalan yg positif kena rabies. Anjingnya mati, yg digigit juga meninggal. Sedih banget lihat fotonya karena mulutnya dilakban (pasien sering berusaha menggigit perawatnya).

Jawab: Harga vaksin Rabies tidak mahal, yang mahal adalah RIG imunoglobulin anti Rabies, tetapi bila dibandingkan dengan keselamatan manusia, rasanya tidak ada yang lebih mahal daripada nyawa pasien.

Terima kasih komentar ibu, sebetulnya untuk korban gigitan anjing atau hewan liar, kita perlu waspada kemungkinan hewan tersebut menderita rabies, misalnya tanpa diganggu namun anjing yang menjadi agresif dan menggigit orang, maka diusahakan anjing atau hewan tersebut ditangkap hidup2 dan dikarantina untuk diobservasi apakah positif menderita rabies atau tidak.

Sementara itu, korban sudah harus langsung diberikan RIG dan vaksin rabies, karena bila kita tunggu sampai hewan itu positif sakit rabies dan mati, sudah pasti tidak cukup waktu untuk menyelamatkan korban tersebut.

Begitu korban memperlihatkan tanda2 sakit rabies, baik RIG atau vaksin rabies yang kita berikan sudah tidak ada gunanya lagi, karena angka kematian penyakit rabies adalah 100%. Jadi daripada kita mengadu untung, adalah lebih baik dan bijaksana kita langsung suntikan RIG dan vaksin rabies. Kalau nanti ternyata hewan positif rabies,korban itu sudah pasti selamat. Tapi kalaupun hewan tersebut ternyata sehat2 saja, juga tidak apa2, karena tidak ada ruginya untuk kita, karena telah membuat si korban sekarang menjadi kebal terhadap virus dan penyakit rabies.

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – February 2014