Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – December 2016

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – December 2016

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Imunisasi Bayi (foto Face Book)

Imunisasi Bayi (foto Face Book)

——————————————————————————————————————–

  1. Pertanyaan: Apakah Aman Memebrikan Vaksin Kombinasi Pentavalent Atau Hexavalent Untuk Bayi Berusia 2 Bulan ?

 

  • Siang dok. Sy brsan browsing dan membaca tentang tanya jawab vaksin dan vaksinansi. Sy mau tanya..  apakah bayi usia 2 bulan itu sekarang ini imunisasinya langsung 5 vaksin sekaligus (paketnya) yaitu hepatitis b, DPT, polio, rotavirus dan Hib ? Krn anak saya nanti pas dia 2 bln dijadwalkan oleh dokter untuk imunisasi 5 vaksin tersebut dlm 1 jarum. Apakah benar ada paket spt itu? Apakah tidak berbahaya? Mohon bantu dijawab ya dok. Thanks

Jawab:  

Sudah sejak beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan telah berhasil menemukan dan membuat vaksin jenis multivalent atau vaksin kombinasi, yang dalam satu kali suntikan mengandung beberapa macam antigen penyakit, seperti yang terkenal adalah vaksin kombinasi pentavalent yang berisi 5 jenis antigen penyakit DTP Polio dan Hib (contoh vaksin Pediacel), atau DTP Hib Hepatitis B (contoh vaksin Pentabio).

Bahkan saat ini telah ada vaksin kombinasi hexavalent, yang berisi 6 macam antigen dalam satu kali suntikan, seperti  Hexaxim yang berisi DTP Polio Hib dan Hepatitis B.
Detail jenis dan macam vaksin ini bisa anda baca dan simak di website  http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/
Tujuan pembuatan dan pemakaian vaksin kombinasi ini tak lain adalah untuk memudahkan pasien terutama, sehingga dalam satu kali kunjungan imunisasi, bayi kita telah diberikan vaksin sekaligus untuk 5 hingga 6  jenis penyakit infeksi yang ditakuti dan sangat memudah menular itu.
Tentu saja vaksin kombinasi ini menjadi sangat memudahkan orang tua bayi juga bagi dokter, dan harga menjadi jauh lebih murah daripada jika kita tetap memakai vaksin jenis monovalent seperti beberapa tahun yang lalu, belum lagi membuang waktu banyak untuk setiap kali kunjungan imunisasi, juga bayi akan ditusuk jarum berkali2, hal ini juga membuat para ibu menjadi kasihan bayinya dan menjadi pengalaman traumatik untuk bayinya.
Vaksin kombinasi ini sudah bisa kita berikan sejak bayi berusia 2 bulan dan seterusnya, jadwal imunisasinya disesuaikan dengan jenis vaksin kombinasi yang kita pilih.
Jadwal imunisasi bisa anda baca dan simak di website ini  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Untuk anda ketahui, bahwa vaksin kombinasi pentavalent juga yang hexavalent ini cukup aman dan ampuh untuk bayi kita, semua ini telah dilalui dengan uji klinik yang panjang dan ketat, sehingga segi kemanan dan juga efektifitas vaksin telah terbukti.
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan: Tentang Jadwal Imunisasi; Apa Efenya Bila Jadwal Imunisasi Dimajukan Atau Dimundurkan Beberapa Hari Atau Minggu ?  
  • Selamat siang dokter,  Saya mau bertanya waktu anak saya umur 2 bulan diberikan vaksin pediacel 1 + Hepatitis B klo ndak salah. Nah, waktu umur 4 bulan vaksin pediacel kosong maka diganti dengan Hexaxim. Ini saya kan mau vaksin lagi yg 6 bulan, ternyata pediacel kosong yang masih adalah Hexaxim dijadwalkan tanggal 8 Desember ini. Nah yg jadi pertanyaan saya adalah bila pemberian Vaksin Hexaxim ini dimajukan tgl 3 Desember apa boleh?ada efeknya tidak???kemudian apabila diberikan Hexaxim maka anak saya kelebihan yg Hepatitisnya, apa ada efeknya bagi anak?secara vaksin hepatitis diberikan 3 kali dan sudah tercukupi (setelah lahir, umur 2 bulan  waktu vaksin pediacel+hepatitis, umur 4 bulan dengan Hexaxim dimana hepatitis termasuk di dalamnya), apa ada pengaruhnya bila kelebihan vaksin hepatitis? Terima kasi, Salam,
Jawab: 
Biar saya menjawab yang simple dulu ya, yaitu tentang apa efeknya bila kita memajukan jadwal imunisasi suatu vaksin daripada jadwal yang telah dianjurkan para  pakar bahkan oleh pabrik pembuat vaksin tersebut.
Bila pengajuan ini hanya selisih beberapa hari hingga seminggu saja, seperti kasus bayi anda, tentu hal ini tidak ada pengaruh terhadap hasil dan efektifitas vaksinasi ini.
Apalagi bila dimundurkan satu hingga beberapa minggu dari jadwal, hal ini bahkan akan memberikan hasil imunisasi yang lebih baik ketimbang dimajukan jauh kedepan dari jadwal.
Hasil imunisasi dan efektiifitas imunisasi sanga tergantung reaksi atau respons dari sistim imunologi tubuh kita,bila jarak imunisasi yang tepat atau sesuai jadwal tentu akan memberikan hasil yang lebih baik daripada tidak tepat jadwal.
Tentang jadwal imunisasi dari berbagai jenis vaksin pediatrik, bisa anda baca dan simak di website ini  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Jadwal imunisasi ini diperoleh dari hasil uji klinik yang teliti dan panjang untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap pemberian vaksin dengan jadwal tertentu, sehingga sangat bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Kemudian tentang kelebihan dosis pemberian salah satu vaksin yang ada dalam vaksin jenis kombinasi yang anda pergunakan, dalam hal ini vaksin Hepatitis B, yang telah anda berikan pada bayi sejak umur bayi 0 bulan dosis pertama vaksin Hepatitis B.
Masalah ini sudah sering kita bahas dalam laman tanya jawab vaksin dan imunisasi website ini, yang detail jawabnya bisa anda baca dan simak juga di website http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-november-2016/
Intinya adalah sebaiknya ikut jadwal agar supaya gampang diingat jadwal imunisasi yang berikut.
Hanya mengganti merek atau jenis vaksin dalam keadaan yang terpaksa atau darurat, misalnya kekosongan vaksin dan belum tahu kapan baru akan ada jenis vaksin tersebut.
Memajukan atau mengundurkan jadwal imunisasi hanya beberapa hari atau semingguan, ini tentu tidak menjadi masalah apapun.
Demikian penelasan saya untuk pertanyaan anda, semoga membantu.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan: Bila Secara Tak Sengaja Terpakai Vaksin Yang Kadaluarsa, Apakah Yang Perlu Kita Buat ?  
  • selamat siang dok permisi saya bkerja sbg tnaga bidan.
    saya ingin ber konsultasi ttg vaksin kadaluarsa.
    saya kmrn ada partus dan kbtln beresny malam dan krn kelelahan sy menyuruh org puskesmas utk mngmbil vaksin hb 0 dan sy lgsg mnyuntikan vaksin tsb pd bbl yg ternyta vaksin nya kadaluarsa bulan november 2016. dan sy suntikan hari ini tgl 3 des 2016. kira2 apakah ada efek samping dari vaksin tsb kpd bayi? lantas sy sgt was2 dok krn sy tdk sngaja tlah lalai mphtikan prosedur tindakan. mhn penjelasannya dok. atas prhtian ny sy ucpkan terima kasih.
Jawab: 
Terima kasih untuk sharing informasi anda tentang vaksin expired yang telah anda pergunakan secara tidak sengaja.
Memang sebaiknya kita selalu memperhatikan dengan teliti, setiap obat atau apapun yang akan kita berikan kepada pasien kita, demi menghindari hal2 yang tidak kita inginkan.
Menjawab pertanyaan dan kekuatiran anda tentang vaksin yang telah kadaluarsa pada bulan November 2016 tetapi sudah anda suntikkan pada bayi neonatus pada hari 03 Desember 2016.
Telah terjadi kadaluarsa sebanyak 3 hari dari yang tertera dalam packing vaksin ini.
Kalau hanya selang tiga hari, dan anda yakin cara penyimpanan vaksin ini sudah sesuai dengan SOP cara penyimpanan vaksin, seperti masalah suhu penyimpanaan vaksin, dan vaksin tidak mengalami perubahan fisik (seperti kejernihan vaksin, tidak berubah warna, tidak ada gumpalan, dll), maka yakin bahwa vaksin tersebut masih laik kita pergunakan.
Tentang rantai dingin penyimpanan vaksin (Vaccine Cold Chain) bisa anda pelajari dan simak di website ini  http://selukbelukvaksin.com/sistim-rantai-dingin-vaksin-atau-cold-chain-vaccines-siapa-perlu/
Demikian penjelasan saya. Pesan saya lain kali anda lebih hati2 waktu melakukan tugas sebagai tenaga kesehatan. Karena tanggung jawab kita sebagai tenaga kesehatan adalah besar.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
4. Pertanyaan: Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI. 
  • Bayi saya dalam waktu berdekatan telah diberikan 2 jenis vaksin, Untuk beda cuma 10 hari antara pemberian vaksin engerix dan pentabio tersebut apa tidak apa2?
    Karena bayi sy mengalami prolonged jaundice yg di sebabkan oleh ASI sy (BMJ), dan skrg masih ada sisa semburat kuning di sklera matanya.
    Stlh pemberian vaksin tgl 27 nop kmrn, dia demam selama hampir 2hari dan skrg dia sering mengantuk dan minumnya males2an. Apa itu saling berkaitan dok
Jawab: 

Kalau lihat sudah berjarak 10 hari antara vaksin Engerix dan Pentabio sudah tidak apa2.

Soal kaitan tanda2 yang anda sebutkan dengan akibat imunisasi, bisa saja ini berkaitan. Karena kejadian KIP ini bisa berlangsung beberapa saat setelah imunisasi hingga beberapa waktu atau bulan kemudian.
Biasanya gejalah2 akibat KIPI vaksin ini ringan dan akan hilang setelah beberapa hari kemudian.
Detail tentang KIPI bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Yang perlu anda lakukan adalah monitoring setiap saat, bila ada tanda2 yang tidak umum atau aneh, segera dibawa bayi anda kerumah sakit.
Namun semoga ini tidak apa2, hanya efek ringan atau kejadian yang kebetulan saja, jadi bukan karena akibat KIPI imunisasi.
Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
5. Pertanyaan: Jadwal Imunisasi Vaksin Hepatitis B 
  • Saya mau tanya dok, kemaren saya suntuk vaksin hepatitis b pada tanggal 2 blan november. Apakah tidak kenapa kenapa kalo vaksin keduanya pada tanggal 13 desember dok?
Jawab: 
Kalau anda baca dan simak jadwal imunisasi vaksin Hepatitis B, maka jadwalnya adalah 0 bulan untuk dosis ke1, 1 bulan untuk dosis ke2 dan 6 bulan untuk dosis ke3, atau setelah dosis pertama.
Jadwal ini adalah berpatokan dengan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak (IDAI), juga sesuai dengan anjuran Ikatan Dokter Penyakit Dalam (PAPDI), untuk jadwal imunisasi orang dewasa dan Orang berusia lanjut, seperti di website  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-dewasa-2013/
Jadi jadwal anda itu sudah benar.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
6. Pertanyaan: Kelebihan Dosis Vaksin Hepatitis B, Apakah Berbahaya Atau Ada Efek Negatif Terhadap Kesehatan Bayi Kita ? 
  • Saya mau tanya, anak saya usia hampir 5 bln,tapi blm mendapatkan imunisasi DPT combo atau DPT + hep.B yg ke-3..krn imunisasi hep.Bnya sdh lengkap..kurang DPTnya saja..tapi sediaan yang ada di daerah saya adanya yg combo,misalkan tetap diberikan,apakah ada efek buruk terhadap anak saya,secara imun hep.Bnya jd 5x, HB0,HB1,HB2,HB3 dan yg terkhir bersama DPT COMBO 3.. Krna di awal usia 1bln ank sya vaksin d rs swasta dan saya lupa membawa buku vaksinnya,jd sya tidak tahu klo trnyata ank saya sudah d vaksin hep.B.
  • Mohon bantuannya dok agar saya bisa lebih tau lg tentang info vaksin dan agar tidak trjadi dampak buruk terhadap pemberian vaksin

 

Jawab: 

 

Kalau dari jadwal yang anda sebutkan bahwa hingga saat ini anak anda telah mendapatkan imunisasi hepatitis B 4 kali, dan nanti bila diberikan vaksinasi DTP yang kombinasi dengan vaksin Hepatitis B, maka total bayi anda sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis B sebanyak 5 kali.

Seperti yang sering ditanyakan oleh penanya yang sebelumnya, tentang efek dan akibat bila terjadi kelebihan dosis vaksinasi hepatitis B karena pemakaian jenis vaksin kombinasi yang berbeda, sebetulnya hal kelebihan dosis ini sering terjadi, dan tidak menjadi  masalah bagi kesehatan  bayi kita, jadi tidak perlu terlalu dirisaukan.
Anda bisa baca penjelasan tentang masalah ini di website tanya jawab vaksinasi di http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-november-2016/ (Pertanyaan no. 10)
Memang sebaiknya setiap kali berkunjung untuk imunisasi, periksa dulu jenis vaksin apa yang sudah pernah diberikan,dan saat ini bayi anda memerlukan vaksin apa lagi sesuai usianya, jadi jangan asal saja, karena kelebihan dosis vaksin yang sama akan mubasir, dan menyebabkan kemungkinan terjadinya KIPI meningkat.
Tentang KIPI bisa anda baca dan simak di website  http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Semoga keterangan ini membantu anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
7. Pertanyaan: Apakah Vaksin BCG Menyebabkan Berbekas? Apakah Vaksin HPV Masih Efektif Untuk Wanita Yang Telah Menikah ?  
  • Mohon info lg dok.
    1. Apakah vaksin bcg itu hrs berbekas? Dan kl tdk berbekas, apakah imunisasinya gagal dan hrs diulang? Krn stlh 1 minggu anak sy vaksin bcg, cm ada merah di t4 bekas suntikan.
    2. Sy berumur 33 thn dan baru melahirkan anak pertama sy 2bln lalu. Apakah masih bisa atau msh ada manfaatnya kl sy vaksin HPV yg ut mencegah kanker serviks?
Jawab: 
Yang bisa berbekas itu adalah test Tuberkulin bukan vaksin BCGnya.
Test Tuberkulin yang positif akan timbul indurasi (daerah mengeras dibawah kulit) yang bisa diraba.
Test Positif itu terjadi bila orang tersebut telah pernah terpapar dengan kuman TBC atau pernah diberikan vaksinasi BCG sebelumnya.
Dari besarnya ukuran indurasi ini bisa kita interpretasikan hasil test positif ini.
Detail tentang hasil test Tuberkulin atau Mantoux Test ini bisa anda baca dengan detail di website http://selukbelukvaksin.com/cara-interpretasi-hasil-tuberkulin-skin-test-tst-atau-test-mantoux/
Soal vaksinasi HPV bagi wanita yang telah menikah adalah sebagai berikut :
Vaksin HPV ini tetap akan berguna bagi golongan wanita (juga pria) yang telah dewasa dan telah berhubungan seksual, alasannya pertama, bahwa seringkali infeksi HPV ini telah berhasil diatasi oleh sistim imunologi tubuh kita, sehingga tidak lagi ada virus HPV yang tetap bercokol dalam tubuh kita, alasan kedua, meskipun bagi segolongan kecil yang kurang beruntung, dimana virus HPV tetap bertahan dalam jaringa tubuhnya, dengan pemberian vaksin HPV, maka orang tersebut akan di-lindungi  dari terinfeksi virus HPV berikutnya, atau menghindarkan dia dari infeksi virus HPV dari jenis serotype yang lain kedalam tubuhnya.
Detail bisa anda baca di website vaksin HPV ini  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-human-papilloma-virus/ 
 
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda, semoga bermanfaat. 
 
Salam, 
 
Dr. Leo Kurniawan 
8. Pertanyaan: Apakah Penderita SLE (Systemic Lupus Erythematosus) Boleh Diberikan Vaksin Meningitis ?  
  • Malem Dok….maaf  saya mau tanya apa boleh pederita autoimun SLE melakukan vaksinasi miningitis?, trimakasih sebelum nya
Jawab:   
Menurut literature, bahwa untuk pasien SLE, kita tidak boleh memberikan vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccines) seperti vaksin measles, mumps, dan rubella atau vaksin MMR, vaksin varicella, bacille Calmette-Guérin atau vaksin BCG , dan oral polio vaksin atau OPV
Tetapi vaksin yang mati atau killed vaccines seperti  vaksin pneumococcal PCV, vaksin hepatitis B, vaksin influenza, vaksin meningococcal, dan diphtheria tetanus [DT] vaksin, boleh diberikan pada penderita SLE, meskipun efektifitas beberapa vaksin ini tidak optimal.
Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
9. Pertanyaan: Apakah Semua Orang Harus Diberikan Dosis Penguat Atau Booster Dose Vaksin Hepatitis B ? 
  • Terima kasih atas informasi anda di internet mengenai vaksin. Sebagaimana info anda bahwa kita tidak perlu dosis booster atau dosis penguat untuk vaksin hepatitis B, hal ini terutama berlaku untuk orang penerima vaksin yang sehat dan normal (link nya : http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/), please advise bila dari dokternya menyarankan tetap pakai booster tsb.  FYI, kami setiap tahun melakukan medical checkup dan dari data di setiap tahun, mungkinkah Anti HBS akan menurun terus? Bila menurun terus, apakah booster/dosis penguat vaksin hepatitis B diperlukan? Mohon sarannya. Thanks & best regards,

 

Jawab:   

 

Menjawab pertanyaan anda tentang pemberian dosis penguat atau booster dose vaksin Hepatitis B ini.
Seperti yang anda telah baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/, maka booster dose ini tidak diperlukan untuk mereka yang sehat yang telah mendapatkan imunisasi vaksin Hepatitis B pada usia > 6 bulan dan dosis lengkap.
Hal yang sama bisa anda baca juga di website US CDC yang saya kutip untuk anda simak https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/hbvfaq.htm
Booster dose baru kita berikan pada keadaan tertentu, misalnya :
  • orang dengan kelainan sistim pertahanan tubuh misalnya mereka yang mendapatkan pengobatan kortiko steroid,
  • mereka yang menderita penyakit HIV AIDs,
  • bagi pasien ginjal yang menjalankan proses cuci darah atau hemodialisa
Alasan kita tidak memerlukan dosis penguat ini adalah karena : 
 
1. Adanya sel memory dalam sistim imunology tubuh kita yang bisa bertahan hingga lebih dari 20 tahun lamanya, terutama pada penerima imunisasi yang sehat yang telah mendapatkan imunisasi vaksin Hepatitis B lengkap (3 dosis) yang dimulai pada saat telah berusia > 6 bulan.
 
2. Cellular immunity ini bertahan lama, bahkan ketika level antibody dalam tubuh telah menurun konsentrasinya hingga tidak terdeteksi lagi dalam tubuh
 
3. Begitu tubuh terpapar dengan virus Hepatitis B baru atau bila kita berikan dosis booster vaksin Hepatitis B, maka sistim imunology selular dan sel memory ini akan bereaksi dan langsung menghasilkan antibody yang diperlukan untuk memproteksi tubuh terhadap infeksi virus Hepatitis B ini. 
 
Boleh2 saja kita tetap berikan dosis booster kepada kelompok sehat dan normal ini, maka hasilnya akan sama seperti terjadi reinfeksi dengan virus Hepatitis B, dan hasilnya optimal, tapi mungkin sedikit memboros saja.  
 
Demikian keterangan saya, semoga bermanfaat.  
 
Salam, 
 
Dr. Leo Kurniawan 
www.selukbelukvaksin.com    
10. Pertanyaan: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Pemberian Dosis ke4 Vaksin DTP Untuk Bayi ? 
  • selamat siank pak dokter,sy mau tanya ttg vaksin dpt
    apa benar kalau vaksin dpt 4 harus berjarak 1th dari dpt 3.,anak sy lahir tgl 14juni 2015 divaksin dpt 3,pada tgl 20januari 2016,jadi waktu usia sekitar 7bulanan pak,dpt pertama sama kedua pake yg gag panas invarix sama pediacel,yg ketiga pake pentavalen,karna vaksin yg di atas kosong semua,yg sy tanyakan dpt 4 sebaiknya tetap 18 bln apa hrus 1th dr dpt 3,mohon penjelasan nya,sebelumnya terimakasih banyak pak
Jawab:  
Kalau anda perhatikan jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, seprti di website ini  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/ , maka dosis ke 4 DTP adalah pada waktu bayi anda telah berusia antara 18 hingga 24 bulan, dan nanti dosis ke 5 yang terakhir pada saat dia telah berusia 5 tahun, atau waktu masuk sekolah.
Anjuran saya adalah anda tetap ikuti jadwal anjuran dari para pakar imunisasi ini, karena imunisasi yang dilakukan tepat waktu, atau hanya terlambat sedikit, akan memberikan hasil imunisasi yang optimal bagi bayi anda.
Dan juga akan gampang diingat oleh anda bila diberikan sesuai jadwal anjuran, tinggal anda ikuti saja jadwal yang sudah baku dan pasti baik ini.
Demikian penjelasan saya, semoga membantu anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
11. Pertanyaan: Vaksin Jenis Apa Saja Penyebab Demam Pasca Imunisasi Bayi ? Untuk Antisipasinya, Bolehkan Diberikan Obat Antipiretik Penurun Panas ? Apa Efek Buruk Obat Penurun Panas Ini ?   
  • Dok, ada teman sy yg pernah beritahu bahwa agar anak tidak demam stlh imunisasi, maka diberikan memang obat penurun panas sekitar setengah jam sblm di imumisasi. Apakah itu boleh dok? Mksd sy, apakah itu tidak mengurangi efektifitas dr vaksin yg diberikan?
    Mohon infonya juga, vaksin apa saja yg biasanya menimbulkan demam?
    Spy kami sbg orgtua bisa bersiap2 hehe.
    Terimakasih dok.
Jawab:
Vaksin yang sering menimbulkan demam pasca imunisasi adalah vaksin DTwP yang berisi antigen sel utuh kuman Pertusis, sehingga pada waktu itu (juga hingga sekarang ini), bila anak kita imunisasi dengan vaksin kombinasi DTwP (singkatan w = Whole Cell, atau sel utuh) , setelah itu langsung kita berikan obat antipiretik untuk mencegah demam dan kejang pasca imunisasi (KIPI vaksin)   http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Untuk mengatasi masalah demam dan kejang pasca imunisasi vaksin DTwP ini, sejak beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan berhasil membuat vaksin Pertusis yang murni, yang dikombinasikan dalam vaksin kombinasi DTaP (arti a = Acellular, sel murni), seperti yang sekarang ini banyak dipergunakan, contohnya vaksin Pediacel, Pentabio, Hexaxim dll.
Diyakini bahwa dengan bentuk vaksin Pertusis yang acellular, maka sifat penyebab demam pasca imunisasi akan sangat berkurang bahkan hilang, sehingga cukup aman untuk diberikan untuk bayi2 yang peka dan sensitif terhadap demam pasca imunisasi ini.
Namun, tetap saja ada sekian persen, meskipun kecil sekali, bayi yang tetap akan demam pasca imunisasi vaksin kombinasi yang type acellular ini, hanya saja tidak sehebat demam bila kita memakai vaksin jenis DTwP yang berisi antigen kuman Pertusis yang jenis sel utuh atau whole cell.
Bagi bayi2 yang sensitif ini, bisa kita berikan obat antipiretik segera setelah diberikan imunisasi ini.
Obat antipiretik ini tidak akan mempengaruhi dan mengurangi efektifitas vaksin yang baru saja kita berikan.
Demikian keterangan untuk pertanyaan anda. Semoga menjawab.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
12. Pertanyaan: Jadwal Imunisasi Vaksin PCV, Influenza Dan Vaksin Rotavirus Bagi Bayi Usia 19 Bulan 
  • Pak, anak saya berumur 19 minggu apakah masih memungkinkan untuk imunisasi tambahan:  1. PCV 2. Rotavirus 3. Influenza, dan apakah masing-masing imun diatas akan selesai pada umur 12 bulan atau ada pengulangan stlh 12 bulan, karena diperusahaan tempat saya bekerja hanya mengover imunisasi 1 th pertama. Terimakasih
Jawab:   
Mengenai pertanyaan anda diatas, jwabannya sebagai berikut :
Berdasarakan jadwal imuisasi rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan juga jadwal imunisasi dari US CDC, seperti yang saya lampirkan websitenya berikut ini :
Untuk vaksin PCV dan vaksin Rotavirus diberikan pada saat bayi telah mencapai usia 2 bulan untuk pemberian dosis 1, pada usia 4 bulan diberikan dosis ke2 dan usia 6 bulan diberikan dosis yang ke 3.
Namun khusus untuk vaksin Rotavirus,bila anda memakai vaksin Rotavirus yang monovalent, maka hanya perlu diberikan 2 dosis saja sesuai usia bayi diatas.
Kalau anda memakai vaksin Rotavirus yang pentavalent, maka diberikan 3 dosis sesuai usia bayi yang disebutkan diatas.
Perhatikan usia bayi anda sewaktu pemberian vaksin Rotavirus ini.
Usia minimum untuk vaksin Rotavirus adalah bayi telah berusia 6 minggu, sedangkan usia maksimum untuk dosis pertama adalah 14 minggu + 6 hari.
Kita tidak memberikan dosis pertama bila usia bayi telah mencapai 15 minggu + 0 hari.
Detail jenis vaksin Rotavirus dan jadwalnya bisa anda baca dan simak di website http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/
Untuk vaksin PCV, bisa anda mulai berikan pada bayi anda bila telah mencapai usia 2 bulan, lalu dengan interval 2 bulan antara dosis, hingga lengkap imunisasinya, seperti yang dianjurkan dalam jadwal diatas.
Sedangkan untuk vaksin influenza, kita mulai memberikan dosis pertama setelah bayi mencapai usia 6 bulan atau lebih.
Vaksin influenza ini sebaiknya diulang setiap tahun pada waktu yang sama seperti imunisasi tahun yang lalu.
Vaksin PCV dan Rotavirus akan selesai dalam kurun waktu 12 bulan, sedangkan vaksin influenza harus diulang setiap tahun sekali.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr.. Leo Kurniawan
13. Pertanyaan: Apa Efek Buruk Antibiotika Terhadap Hasil Imunisasi ? 
  • Selamay malam dr leo sya ingin bertanha kembali seputar vaksin meningitis. Golongan obat apa sja yg tdk boleh diminum seteph vaksin meningitis dan berpa lama waktunya
     Terima kasih
Jawab: 
Untuk imunisasi Meningitis dan imunisasi vaksin yang lain, pemberian antibiotik, umumnya tidak akan mempengaruhi respons sistim imunologi tubuh kita terhadap vaksin, sehingga tidak perlu diselang waktu interval, antara pemberian imunisasi dan pemberian obat antibiotik.
Kecuali bila kita memberikan antibody sebelum atau setelah dilakukan imunisasi vaksin, maka interval waktu minimal perlu kita perhatikan.
Demikian jawaban untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
14. Pertanyaan: Bagaimana Urutan Dan Interval Waktu Antara Vaksin Polio Oral Dengan Vaksin Rotavirus Yang Juga Oral Cara Pemberiannya ?  
  • apakah boleh jarak antara pemberian vaksin polio+pentabio cm 3minggu dgn pemberian vaksin rotarix+pcv?
    Sy dengar ada pemberian vaksin IPV ut polio minimal 1x, sebaiknya kpn diberi yg IPV itu?
Jawab: 
Untuk vaksin polio, jadwalnya adalah 0 bulan (sesaat sebelum bayi kita dipulangkan dari Rumah Sakit atau Klinik Bersalin), lalu bulan 2, bulan 4 dan bulan 6. Booster dosis vaksin polio terakhir adalah waktu anak sudah berusia antara 18 – 24 bulan.
Biasanya dosis 1 pada usia 0 bulan itu adalah bentuk OPV yang diminumkan, selanjutnya antara dosis ke2 hingga ke 3, kita bisa berikan bentuk IPV yang injeksi pada salah satu jadwal tersebut.
Spacing atau urutan jenis vaksin dalam jadwal imunisasi, antara vaksin OPV dan vaksin Rotavirus tidak perlu interval 4 minggu atau 28 hari, bila ke2 vaksin ini tidak diberikan bersamaan pada 1 kunjungan, karena vaksin OPV dan Rotavirus itu meskipun sama2 adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), namun cara  pemberiannya adalah via oral atau diminumkan, jadi jarak interval 4 minggu atau 28 hari ini tidak berlaku seperti untuk jenis vaksin hidup lainnya.

Detail lihat di jadwal imunisasi IDAI di website ini  http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/

Demikian keterangan untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
15. Pertanyaan: Anak Usia 2 Tahun, Mendapat Kelebihan Dosis Vaksin Pentavalent Kombinasi Dalam Kurun Waktu Kurang 4 Minggu, Apa Akibatnya ? 
  • Sore Dok, saya mau bertanya dampak apa yang akan terjadi jika balita usia 2 tahun mendapatkan imunisasi DPT/Hb/Hib lanjutan sebanyak 2 suntikan dengan selang waktu belum ada 4 minggu? Mohon penjelasnnya. Thanks dok
Jawab: 
Berarti ini adalah ulangan vaksinasi DTP Hep B Hib dosis ke 4 yang kita biasa berikan pada waktu bayi telah berusia antara 18 – 24 bulan.
Dari cerita sepintas anda, saya coba menarik kesimpulan bahwa anak anda telah diberikan vaksin kombo Pentabio 2 kali dalam selang waktu kurang dari 4 minggu, yang seharusnya dosis ke5 ini baru nanti diberikan waktu ia telah berusia 5 tahun atau sebelum mulai massuk sekolah.
Kalau anda baca2 di website www.selukbelukvaksin.com di bagian tanya jawab vaksin, hal2 seperti ini pernah kita bahas, dan kejadian demikian patut kita sayangkan, karena menyangkut ketelitian si vaksinator dan kegalauan orang tua.
Untuk anda ketahui, bahwa kelebihan dosis vaksin biasanya tidak menyebabkan hal2 yang negatif, hanya saja kelebihan dosis juga tidak menjamin anak menjadi lebih kebal.
Yang kita sayangkan hanya mubazir biayanya dan juga bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya efek KIPI vaksin.
Detail jadwal imunisasi dan tanya jawab tentang imunisasi, anda bisa baca di website2 : http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/,
Demikian keterangan untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – December 2016