Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – August 2016

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – August 2016

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas

Vaccine Still Don't Cause Autism

Voice for Vaccines

——————————————————————————————————————–

  1. Pertanyaan : Dulu Pernah Imunisasi Vaksin Anti Rabies, Sekarang Tergigit Kucing Lagi, Apakah Harus Divaksin Ulang ? Apa Efek Negatifnya ?  

 

  • Dok, saya mau tanya, apakah divaksin rabies boleh dua kali dok?  Sekitar tiga tahun yang lalu saya d gigit kucing, dan sudah divaksin rabies, dan sekarang saya d gigit kucing lagi dok, gejala yang saya alami sekarang saya merasa cemas, dan sesak nafas, Kucing yang menggigit saya sekarang belum mati dok, bagus nya bagaimana ya dok?  Apakah saya perlu d vaksin lagi?  Kalau saya d vaksin lagi apa dampak negatif nya dok?  Mohon d balas dok, makasi dok sebelumnya

 

Jawab: 

Kalau anda sudah pernah diberikan imunisasi lengkap vaksin rabies pada waktu beberapa tahun yang lalu, maka saat ini bila anda tergigit dengan hewan yang dicurigai menderita sakit rabies, untuk anda cukup kita berikan suntikan vaksin anti rabies lagi sebanya hanya 2 dosis saja, yaitu pada hari tergigit dan pada hari ke 3 diberikan dosis yang ke2 saja.

Detail tentang hal ini, bisa anda baca di website :

Demikian tambahan keterangan buat anda ketahui.
Tidak ada efek negatif bila anda diberikan vaksinasi rabies ulangan seperti yang disebutkan diatas tadi.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
2. Pertanyaan: Bagaimana Jadwal Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) Untuk Wanita Yang Akan Menikah ?  
  • Sore dok,
    Saya mau tanya ,

    Dalam waktu dekat ini perkiraan bulan januari saya akan menikah dan berkaitan dengan ini , sy akan melakukan vaksin TT , sebaiknya kapan waktu yang tepat karena sebelumnnya dibulan mei sy sudah pernah divaksin maningitis sebelum berangkat umroh, apa tidak bahaya jika melakukan vaksin kembali.
    dan sebaiknya kapan? mohon jawabanya .
    Terimakasih.
Jawab: 
Sebenarnya untuk anda vaksin yang lebih baik adalah jenis vaksin Td atau Tdap untuk wanita hamil yang nanti akan melahirkan, sehingga anda dan bayi anda selain terlindung dari penyakit tetanus, juga terhadap penyakit difteri dan pertusis (batuk rejan atau batuk 100 hari) yang juga sangat berbahaya bagi bayi yang baru lahir.
Dosis vaksin Td atau Tdap adalah 3 dosis dengan jadwal dosis 1 (bulan nol), dosis ke2 bulan ke 1 dan dosis ke 3 pada bulan 7 – 13.
Selanjutnya booster 1 dosis setiap 10 tahun.
Detail lihat di website :
Alternatif vaksin TT :
Atau dapat juga anda diberikan vaksin TT seperti yang anda sebutkan, dengan jadwal seperti ini :
2 dosis TT dengan jadwal dosis 1 setelah positif hamil, dan dosis ke2 sebelum usia kehamilan anda mencapai atau > dari 8 bulan kehamilan. (Data BKKBN 2005, dan DepKes 2006)
Atau jadwal lain : Jarak vaksin TT dosis 1 dengan vaksin TT dosis ke2 adalah 2 hingga 4 minggu
Dosis pertama TT ini bisa anda berikan kapan saja.
Tidak ada efek jelek apapun dengan vaksin meningitis yang pernah anda dapatkan sewaktu umroh.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda tentang jadwal TT ini.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
3. Pertanyaan : Apa Efeknya Bila Mempercepat Waktu Jadwal Imunisasi Vaksin ?
  •  Siang dok saya mau tanya,vaksin ventabio(dpt-hib) minimal pemberian pada usia 6 minggu. Nah kalau misalnya diberikan sebelum usia minimal misalnya usia 1 bulan apakah akan ada dampak yang terjadi pada bayinya tsb.trims
Jawab :
Semua jenis vaksin mempunyai jadwal imunisasi masing2 yang telah ditentukan dan dianjurkan untuk dipatuhi.
Jadwal imunisasi ini diperoleh dengan cara uji klinik yang rumit dan teliti, dengan tujuan untuk mengetahui kapan waktunya kira2 reaksi respon sistim imunologi tubuh yang paling optimal terhadap pemberian vaksin tertentu.
Dengan cara demikian maka oleh pabrik pembuat vaksin ditentukan jadwal imunisasi yang paling cocok untuk jenis vaksin mereka.
Jadi kita hendanya jangan mengacaukan jadwal2 tersebut dengan jadwal yang kita buat seenaknya, jangan sampai imunisasi yang kita lakukan menjadi tidak optimal bahkan sia2 hanya karena kita tidak patuhi jadwal yang telah ditentukan untuk jenis vaksin tersebut.
Kemudian juga ada jenis2 penyakit infeksi tertentu yang hanya atau banyak ditemukan pada waktu usia bayi tertentu, jadi berdasarkan data epidemiologi penyakit ini ditentukan atau dibuat jadwal imunsasi yang sesuai untuk bayi yang telah mencapai usia tertentu.
Misalnya imunisasi MMR baru kita berikan pada saat bayi telah berusia > 9 bulan. Kenapa vaksin MMR tidak kita berikan sejak lahir atau saat bayi baru berusia 2 bulan ? Karena pada saat bayi dalam kandungan ibu, telah mendapatkan zat antibody terhadap penyakit MMR ini, yang akan bertahan dalam darah bayi hingga ia berusia 9 bulan, setelah usia lebih dari 9 bulan, maka konsentrasi antibody MMR ini akan menurun hingga nol.
Maka pada saat bayi telah mencapai usia 9 bulan atau lebih, itu adalah saat yang tepat untuk kita berikan vaksin MMR, bukan sebelumnya.
Sedangkan untuk penyakit difteri, pertusis dan tetanus, juga infeksi Hib, hepatitis B, polio, penyakit infeksi pneumonia, diarea (rotavirus), vaksin2 ini sudah harus kita berikan pada saat bayi baru lahir, juga saat bayi berusia 2 bulan, dan seterusnya, karena bayi tidak mendapatkan zat antiibody untuk penyakit2 ini dari ibunya sewaktu dalam kandungan.
Jadi anjuran saya adalah anda atau dokter anda ikuti saja jadwal yang telah dianjurkan oleh para pakar vaksin dan juga anjuran dari pabrik pembuat vaksin tersebut.
Jangan bikin jadwal sendiri semaunya.
Lebih baik anda terlambat 1 atau 2 minggu dari jadwal anjuran daripada anda mempercepat jadwal imunisasinya.
Catatan untuk anda :
Yang anda maksud adalah vaksin Pentabio dari PT. Bio Farma, Bandung Indoneia.
Kandungan vaksin Pentabio adalah DPT –  Hib – Hepatitis B, jadwalnya adalah : dosis pertama vaksin Pentabio minimal bayi telah berusia 6 minggu atau LEBIH . 
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
4. Pertanyaan : Bagaimana Jadwal Vaksin Rotavirus Untuk Bayi ? 
  • Pagi dok. Mohon maaf sebelumnya dok saya mau bertanya. Bayi saya lahir 11 April 2016. Tgl 1 juli kmrn imun rotarix di klinik, tgl 2 juni imun DPT 1 di bidan. Lalu tgl 16 Agustus kmrn imun DPT 2 di bidan yg sama. Yang mau saya tanyakan, apakah msh bisa diberikan imunisasi rotarix tahap 2 dan 3? Klw bs, apakan perlu memakai jarak waktu atau boleh langsung tanpa perlu menunggu sampe berminggu2. Atas jawabannya saya ucapakan terimakasih.
Jawab: 
Kalau anda yakin vaksin rotavirus yang diberikan ke bayi anda adalah jenis vaksin ROTARIX, maka imunisasi lengkap jenis vaksin ini adalah 2 dosis.
Detail bisa lihat dan baca di website ini :
Anda tinggal memberikan dosis ke 2 vaksin ROTARIX ini pada sekitar bulan September atau bulan Oktober bersamaan dengan pemberian vaksin DTP3
Demikian keterangan untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
5. Pertanyaan : Apakah Boleh Menukar Vaksin Kombinasi Yang Sedang Digunakan Tetapi Lagi Kosong Dipasaran Dengan Vaksin Kombinasi Merek Dan Jenis Yang Lain ?  

Selamat siang dok,

Saya mau tanya anak saya usia 19 bln akan mndapatkan vaksin Pentavalen kombo (Dpt-hib-polio) lanjutan yg ke -4, tapi dibeberapa RS vaksin nya kosong untuk pediacel/ infanrix. Yg trsedia hanya hexaxim & pentabio, pertanyaan saya apakah tdk apa2 jika anak saya divaksin lanjutan ke 4 ini dgn hexaxim? Dan apakah vaksin pentabio itu jg sama bagus nya krna mngingat vaksin ini dpt mnyebabkan demam? Sebaiknya saya pilih vaksin lanjutan nya dgn vaksin apa ya dok?
Terimakasih.

Jawab: 
Menjawab pertanyaan anda tentang vaksinasi lanjutan Pentavalent vaksin (DTaP – Hib Polio) yang sedang kosong.
Kalau melihat asal pabrik pembuat vaksin kombo DTaP – Hib – Polio dengan Hexaxim (DTaP – Hib – Polio – Hepatitis B) adalah sama, maka lebih baik anda lanjutkan dosis ke 4 dengan Hexaxim.
Karena kemungkinan incompatibility antara vaksin ini dengan vaksin sebelumnya adalah kecil sekali dibandingkan kalau anda mengganti dengan vaksin Pentabio (DTP – Hib – Hepatitis B) dari pabrik PT. Bio Farma, yang memang berasal dari pabrik yang berbeda.
Vaksin Pentabio adalah sama baiknya dengan vaksin kombinasi import yag anda saat ini pakai, hanya memang kemungkinan timbulnya panas akibat vaksinasi adalah lebih tinggi pada jenis vaksin Pentabio. Namun hal ini bisa kita cegah dan antisipasi dengan pemberian obat penurun panas.
Detail bisa anda baca di website :
Demikian keterangan saya untuk anda, semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
6. Pertanyaan : Apa Efek Jelek Bila Imunisasi Yang Terlambat Dari Jadwal Yang Dianjurkan Pakar ? 
  • Siang dokter,
    Tanggal 4 Juli 2016 anak saya (13month) melakukan Vaksinasi influensa (flubio) tahun pertama dan suntik pertama. Lalu sang dokter memberikan jadwal untuk suntik kedua di tanggal 4 Agustus 2016 ini. Akan tetapi karena kami sekeluarga sedang ada perjalanan ke luar kota jadi anak saya tidak saya jadwalkan sesuai jadwalnya. Yang saya tanyakan untuk suntik kedua tahun pertama influensa ini boleh telat 3 hari dari yang dijadwalkan apa tidak? Lantas apakah ada pengaruh jika telat dari jadwal?
    Terimakasih
Jawab: 
Prinsipnya jadwal imunisasi itu dibuat untuk menjadi patokan yang memudahkan kita untuk menyusun jadwal imunisasi yang berikutnya.
Memang jadwal ini bukan ditentukan begitu saja, tetapi telah melalui rangkaian uji klinik untuk melihat efek vaksin terhadap sistim pertahanan tubuh dan efek negatif yang kalau ada yang mungkin akan timbul.
Dan satu hal lagi, bahwa kita lebih baik terlambat beberapa hari atau minggu dari jadwal yang seharusnya daripada kita memajukan lebih cepat daripada jadwal yang ditentukan. Hal ini berkaitan dengan respon sistim pertahanan tubuh yang lebih baik bila jadwal dimundurkan.
Jadi silahkan saja anda memberikan dosis ke2 vaksin flu untuk anak anda.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

 

 

7. Pertanyaan : Apa Efeknya Bila Memajukan Jadwal Imunisasi (Vaksin Pentabio) Lebih Cdepat Dari Jadwal Yang Semestinya ?     

 

  • Sore dok,
    Saya mau menanyakan soal pemberian vaksin pentabio.
    Apa akibat nya jika pemberian vaksin pentabio dberikan trlalu Dini sebelum usia 2bulan

 

 

Jawab :    

 

Setiap jenis vaksin mempunyai jadwal imunisasi yang khas sendiri, seperti  yang kita lihat didalam jadwal imunisasi bermacam vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, juga oleh masing2 pabrik pembuat vaksin tersebut.
Jadwal imunisasi vaksin anjuran IDAI bisa anda baca di website ini :
 http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/
Jadwal imunisasi yang dipercepat akan berdampak reaksi sistim imunologi tubuh anak yang kurang optimal daripada yang mengikuti jadwal anjuran.
Dan anda bisa membaca juga di website  http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-august-2016/ yang menjawab peranyaan anda mengapa imunisasi sebaiknya mengikuti jadwal anjuran.
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
8. Pertanyaan : Kenapa Jenis Vaksin Yang Diberikan Untuk Anak Saya Tidak Seperti Seharusnya ?
dokter ini maksudnya apa ya ?? anak saya imunisasinya kyk gni ?? pdhl harusnya imunisasi dpt 1 trus polionya jg tdk d teteskan dlm mulut tp melalui 1 vaksin tp sdh mencakup semuanya . apa ini berbahaya atau tdk dok ?? mohon d bls . mksh sblmnya
Displaying 155465.jpeg
Jawab:
Dari lampiran screen shot anda tentang jenis dan jadwal imunisasi bayi anda, saya melihat bayi anda telah diberikan vaksin kombinasi atau vaksin kombo yang dikenal kaum awam.
Dalam vaksin kombo tadi sudah ada vaksin untuk 5 penyakit infeksi yang menjadi momok bagi bayi dan anak batita, yaitu vaksin untuk penyakit Difteri Pertusis (batuk rejan 100 hari) Tetanus, juga vaksin untuk penyakit polio dan penyakit kareha Hib. 
 
Jadwal pemberiannya adalah sejak bayi berusia 2 bulan diberikan dosis yang pertama, dalam hal ini, bayi anda telah diberikan dosis pertama pada 20 July, dan rencana dokter anda akan memberikan dosis kedus vaksin kombo DTP Hib Polio ini pada bulan September dan dosis ke  3 pada bulan November yang akan datang.
Jadi apa yang diberikan untuk bayi anda adalah tepat dan sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan para ahli dan juga pabrik pembuat vaksin.
Kalau anda ada yang tidak jelas tentang jenis ataupun jadwal imunisasi, anda bisa dan boleh bertanya kepada dokter vaksinator bayi anda, jangan sungkan bertanya kepada yang orang yang ahli dalam bidangnya.
Demikian penjelasan saya, semoga terjawab keraguan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
9. Pertanyaan : Untuk Bayi Usia 2.5 Tahun, Berapa Dosis Vaksin Tetanus Toksoid Yang Boleh Diberikan ? 
  • Selamat malam dokter
    Saya mau bertanya mengenai vaksin TT
    Baru saja anak saya tertusuk paku berkarat dalam , luka sudah dibersikhan dan sudat dijahit .
    Anak usia 2,5 thn berat 12 kg
    Saya lihat dokter karna sambil megangin anak saya suntik tt ny smpai dosis 2cc
    Yang saya tau bukan nya dosis tt hanya 0,5 ya dokter ? Atau berbeda stiap usia ?
    Mohon jawaban dan informasi ny dokter . Trimakasih ….
Jawab:   
Saya yakin bahwa anak anda yang telah berusia 2.5 tahun ini tentu telah medapatkan imunisasi lengkap vaksin kombinasi DTP semasa berusia 2 bulan, lalu 4 bulan dan usia 6 bulan.
Jumlah volume vaksin DTP ini adalah 0.5 ml persuntikan.
Dalam kombinasi vaksin DTP ini sudah terkandung vaksin Tetanus Toksoid yang berguna untuk infeksi kuman tetanus. Dan efektifitas vaksin Tetanus Toksoid dalam kombinasi vaksin DTP ini adalah sekitar 10 tahun.
Suntikan vaksin TT ini bisa diulang setiap 10 tahun kemudian jika dianggap perlu saja.
Sewaktu kejadian diatas, dokter vaksinator telah memberikan suntikan TT sebanyak 2 cc, saya tidak jelas jenis vaksin TT yang mana yang dipergunakannya, atau buatan pabrik vaksin yang mana, sehingga saya tidak mungkin memberikan komentar dan saran untuk anda tentang hal ini.
Seharusnya waktu itu anda langsung bertanya kepada dokter yang merawat dan memberikan injeksi vaksin TT ini, sehingga beliau biisa menjelaskan hal2 yang anda ragukan atau yang kurang mengerti.
Hanya saja, bila benar telah terjadi over dosis dalam hal pemberian imunisasi vaksin, maka efeknya hampir tidak ada, tidak akan mengakibatkan si penerima vaksin akan menjadi lebih kebal karena kelibihan dosis, ataau sebaliknya.
Yang kita kuatirkan hanya menambah besar kemungkinan terjadinya efek samping akibat vaksin, yang kita kenal dengan sebutan KIPI vaksin.
Tentang kajdian KIPI vaksin bisa anda baca dan simak di website    http://selukbelukvaksin.com/kipi-vaksin-apa-yang-harus-anda-lakukan/
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda. Semoga menjawab anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
10. Pertanyaan: Pasien Digigit Anjing Yang Dicurigai Sakit, Apa Saja Jenis Vaksin Anti Rabies Yang Harus Diberikan Untuk Mencegah Penyakit Rabies 
  • Dok, seminggu yg lalu ayah saya digigit anjing suspect rabies (furious bite without provocation), gigitan multiple luas/kedalaman luka yang lumayan. Luka sudah di cuci lebih dari15 menit dan mendapat penanganan dari igd, dari dr. jaga hanya meresepkan var hari ke 0, 7, 21. Nah, yang saya tanyakan kenapa tidak diberikan SAR dok? Karena kondisinya kan gigitan multiple dan luas dan kedalaman yg lumayan. Sebelumnya saya sudah menanyakan langsung pada saat di igd dengan dr jaga. Pada kasus seperti ini apakah var saja sudah efektif, dok? Mohon jawabannya dok, terimakasih.

Jawab:   

Berdasarkan pedoman management luka akibat gigitan binatang (anjing, monyet, kucing, kelelawar, dll) yang kita curigai menderita penyakit rabies, maka kita harus lakukan hal2 berikut ini:
 
1. Untuk mereka yang pernah mendapatkan imunisasi vaksin Rabies (VAR) sebelumnya secara lengkap : 
Kita cukup memberikan 2 dosis vaksin anti rabies pada saat kejadian, dengan jadwal dosis 1 pada hari kejadian, lalu dosis kedua setelah 3 hari memudian.
Pada orang ini sudah tidak perlu kita berikan Serum Anti Rabies (RIG) karena kita anggap dan yakin dia sudah ada antibody dalam tubuh dan kebal terhadap penyakit Rabies ini.
2. Untuk mereka yang belum pernah diimunisasi dengan vaksin anti rabies (VAR) sebelumnya, maka kita harus :
Memberikan 5 dosis vaksin anti rabies dengan jadwal pemberian dosis 1 pada hari 0 kejadian, lalu dosis ke 2 pada hari 3, dosis ke3 hari ke 7, dosis ke4 pada hari ke14 dan terakhir dosis ke 5 pada hari ke 21 sejak hari kejadian gigitan.
Juga perlu kita berikan Immuno Globulin Anti Rabies (RIG) atau Serum Anti Rabies, secara inflitrasi sekitar luka gigitan.
Ini kita lakukan untuk tindakan pencegahan, bila binatang penyerang ini  binatang liar, binatang yang tidak diketahui asal usulnya atau pemiliknya, dan kita tidak tahu status kesehatan hewan itu sebelumnya.
Memang RIG atau Serum anti Rabies ini cukup mahal dan belum tentu semua klinik bahkan rumah sakit menyediakan RIG ini.
Saya tidak tahu mengapa dokter IGD tidak memberikan RIG ini untuk korban gigitan, barangkali korban sudah pernah dapat imunisasi anti rabies seperti point 1 yang saya sebutkan diatas.
Atau kita cukup yakin bahwa binatang penyerang ini sehat tidak sedang sakit rabies, dia hanya menyerang dan menggigit karena untuk self defence saja, maka kita juga tidak perlu memberikan RIG yang lumayan mahal ini.
Detail tentang vaksin anti rabies, juga RIG dan cara2 penggunaannya bisa anda baca dan simak di website saya  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rabies-jenis-dan-dosis-vaksin-rabies-dan-rabies-immuno-globulin-rig/
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
www.selukbelukvaksin.com
11. Lanjutan Pertanyaan no. 10. Anjing Penggigit Itu Positif Rabies, Apa Yang Harus Segera Dilakukan ?
  • Saya begitu khawatir dok, anjing yg menggigit ayah saya dinyatakan positive rabies setelah di cek lab batang otaknya dok. Nah pada saat hari yang sama juga sempat menggigit dua orang lainnya dok. Sebelumnya saya sudah tahu dok SAR memang mahal dan penggunaannya pun begitu sangat selektif pada pasien. Nah yang saya ingin tanyakan dok, sejauh mana efektivitas atau tingkat keberhasilan vaksin antirabies ini sebagai profilaxis? Karena saya menyadari seperti apa yang dokter sampaikan HRIg (Human Rabies Imunoglobulin)  hanya dapat terbentuk apabila hanya dengan pemberian SAR dan point pertama yang dokter sampaikan.
    Satu lagi dok, ada batasan waktu maksimal pemberian SAR pasca gigitan? Apakah hanya setelah gigitan saja?  Terimaksih banyak sebelumnya dok, sudah meluangkan waktunya membalas pesan ini.

Salam.

Jawab: 

Setiap pemberian vaksin, vaksin jenis apapun, antibody baru akan terbentuk oleh sistim imunology tubuh dalam waktu minimal10 – 14 hari setelah diberikan imunisasi.
Kecuali  imunisasi ini adalah yang ulangan atau repeat, bukan imunisasi yang pertama kali.
Dalam kasus ayah anda, apalagi sudah yakin anjingnya mengidap rabies, seharusnya segera diberikan SAR atau RIG ini, selain juga segera diberikan vaksin anti rabies. Karena korban belum pernah mendapatkan imunisasi anti rabies sebelumnya.
Segera kembali ke rumah sakit mintakan RIG diberikan. Keberhasilan RIG adalah 100% bila diberikan cepat dan tepat waktunya.
Vaksin anti rabies juga efektif untuk mencegah rabies, tapi perlu diberikan sebelum tergigit, misalnya vaksin ini kita berikan pada mereka2 yang mempunyai resiko tinggi tergigit dengan hewan pengidap penyakit rabies, atau turis yang akan bepergian kedaerah yang endemik rabies.
Detail baca di website  http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rabies-jenis-dan-dosis-vaksin-rabies-dan-rabies-immuno-globulin-rig/
Demikian keterangan saya semoga bermanfaat dan kasus ayah anda ini bisa diatasi dengan hasil yang baik.
Salam,
Dr. Leo  Kurniawan
12. Pertanyaan : Vaksin Dasar Apa Saja Yang Perlu Diberikan Untuk Bayi ? 
  • Selamat Malam dok
    Boleh bantu saya ya dok, saya agak bingung mengenai masalah vaksin untuk anak. saya punya bayi, anak saya lahir tgl 07 Mei 2016, sejak dilahirkan sampai sekarang sudah ada beberapa vaksin yang dilakukan oleh saya. berikut informasinya :
    Tgl 08 Mei 2016     : HB 0
    Tgl 28 Mei 2016     : BCG + Polio 1
    Tgl 14 Juli 2016     : DPT/HB 1 + Polio 2
    Tgl 14 Agst 2016   : DPT/HB 2 + Polio 3
    Setelah saya lihat jadwal imunisasi menurut IDAI, sepertinya banyak vaksin yang terlewat untuk anak saya ya dok. Mohon bantuannya ya dok untuk pertanyaan saya berikut:
    1. Informasi  yang jelas untuk pemberian vaksin dari jenis vaksin yang terlewat ?
    2. Jadwal yang tepat untuk vaksin yng harus diberikan jika memang ada vaksin yg terlewat ?
     (jika boleh tolong berikan informasi yng lebih sistematis karena saya agak bingung, lebih tepatnya mungkin untuk memudahkan saya menggunakan tanggal juga dok)
    3. Untuk vaksin yang terlewat jika saya ingin memberikan untuk anak saya, apakah saya bisa dapatkan di Puskesmas ?
     (mengingat biaya yang dapat saya jangkau, atau dokter ada saran lain agar saya dapat bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya, agar saya dapat memberikan vaksin lengkap.)
    Jujur saya agak khawatir untuk kesehatan anak saya, mengingat dr pengalaman adik saya, karena dia telat memberikan vaksin rota saat anaknya umur 2 bulan, dan dr sejak itu anaknya sudah masuk 3x RS untuk rawat inap karena rota, ispa dan campak.
    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih jika dokter bersedia membantu menjawab pertanyaan2 saya.
Jawab:  
Melihat jadwal imunisasi dan jenis vaksin yang telah anda pergunakan untuk bayi anda, maka kesimpulan saya bahwa banyak juga imunisasi dasar penting yang telah anda berikan untuk bayi anda.
Teruskan saja hingga tuntas dengan program vaksinasi DTP HepB Hib (vaksin Penatbio) hinggall selesai.
Saat ini mungkin kalau anda ingin berikan adalah beberapa vaksin anjuran seperti dibawah ini :
– vaksin PCV untuk infeksi paru2 pneumonia, yang jadwal pemberiannya pada usia 2, 4 dan 6 bulan usia bayi.
– vaksin Rotavirus juga dengan jadwal yang sama dengan vaksin PCV ini, terdiri 3 dosis (vaksin RotaTeq yerdiri 3 dosis dan vaksin Rotarix terdiri 2 dosis)
– vaksin Campak pada usia bayi telah 9 bulan dan dosis ke2 pada usia 24 bulan dan terakhir saat berumur 5 atau 6 tahun
– vaksin MMR pada bayi telah berusia 15 bulan dan dosis ke 2 pada usia 5 tahun
Semua ini adalah vaksin anjuran yang tidak ditanggung oleh pemerintah, kecuali vaksin campak dan vaksin MMR saja.
Detail jenis vaksin dan jadwal imunisasi bisa anda baca dan simak di website kami    http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/dan
Semoga ini menjawab pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan
13. Pertnyaan (Lanjutan Pertanyaan no. 12) : Kapan Pemberian Vaksin Rotavirus ? Bila Sudah Melewati Masanya, Apakah Masih Bisa Diberikan Vaksin PCV ?
  • Terima kasih sebelumnya untuk penjelasannya dok…tetapa saat ini usia anak saya 4buln..sedang untuk vaksin rotavirus dan PCV sudah terlewat..cara menanggulanginya bagaimana dok ? salam
Jawab: 

1. Untuk vaksin Rotavirus (jenis Rotarix juga RotaTeq), usia maksimum bayi adalah 16 minggu + 6 hari untuk pemberian dosis yang pertama.

Sedangkan dosis ke 2 harus interval 4 minggu setelah pemberian dosis pertama.
Detail tentang jenis vaksin Rotavirus dan jadwal imunisasinya, bisa anda baca dan simak di websitehttp://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/
2. Untuk vaksin PCV yang jadwal 2, 4 dan 6 bulan,adalah bahwa anda bisa berikan vaksin PCV ini ke bayi anda saat ini, lalu dosis ke2 adalah interval 2 bulan dari dosis ke 1, demikian juga interval 2 bulan untuk dosis ke3.
Untuk PCV belum terlambat bagi bayi anda.
Demikian jawaban saya untuk pertanyaan anda.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

Vaccine Saves Lives ! 

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – August 2016