Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – August 2014

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – August 2014

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

Pasien Anak dan dokternya (Google free image)

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas.

—————————————————————————————————————————————————–

Pertanyaan Jadwal Vaksinasi Hepatitis B dan Vaksin Hepatitis B

  • dok, harusnya vaksin hepatitis pemberian suntikan ke 2 dan ke 3 jaraknya 6 bln. bagaimana klu suntikan ke 2 dan ke 3 jaraknya diberikan 1 bulan saja?  apakah harus mengulang suntikan kembali?

Jawab:

Sebenarnya jadwal imunisasi untuk vaksin Hepatitis B adalah 0, 1 dan 6 bulan untuk ketiga dosis vaksin hepatitis B.

Jadwal atau waktu interval yang minimal antara dosis ke2 dan dosis ke3 adalah minimal 8 minggu.

Kalau interval terlalu singkat, dikuatirkan respons tubh terhadap vaksin yang diberikan tidak optimal, sehingga akan mempengaruhi daya proteksi vaksin untuk orang tersebut.

Saran saya, kalau memungkinkan, tambahkan 1 dosis ke3 sebagai booster pada bulan ke 6 sesuai jadwal vaksinasi semula.

  • jadi dok ditambahkan 1 dosis sprti jdwl semula? apakah tdk da efek samping yg trjadi dok? bagaimana klu sipasien telah melewati jarak interval yg 6 bln tersebut, mis uda berjarak 1 tahun dr vaksin ke 2

Jawab:

Seperti saran saya diatas, untuk memperoleh imunitas yang maksimal, tambahkan saja satu dosis terakhir Vaksin Hepatitis B ini.

Soal sudah melewati jadwal bulan ke 6 (untuk dosis ke 3) atau bahkan sudah satu tahun, tidak menjadi masalah, kita tidak perlu mengulang dari awal seluruh jadwal vaksinasi Hepatitis B ini dari dosis 0 kembali.

Demikan semoga cukup jelas untuk Anda.

  • Saya mau tanya dok, saya cowok umur 23, saya baru mau menikah. Dan masalahnya saya skrg mengidap Hepatitis B, saya mau tanya gimana caranya agar istri saya nantinya tidak tertular penyakit yg saya derita apabila kita melakukan hubungan suami istri. Terimakasih sebelumnya.

Jawab:

Sebelum menjawab, saya ada pertanyaan untuk anda, yaitu :
  • Sudah berapa lama Anda menderita penyakit hepatitis B ini ?
  •  Apakah saat ini anda aktif berobat untuk penyakit tersebut ?
Saran saya adalah :
  • Sebaiknya anda berobat lebih dahulu, karena sekarang ada obat2an yang dipergunakan untuk mengobati penyakit hepatitis B ini, syukur sembuh dan sehat kembali
  • Sebaiknya calon istri anda segera diperiksa juga apakah sehat atau telah tertular virus hepatitis B juga ? Dan bila iya, maka segera juga diberikan pengobatan yang sesuai
  • Bila sehat, maka calon istri anda segera saja diberikan vaksinasi untuk anti hepatitis B agar supaya menjadi kebal terhadap virus hepatitis B dan terhindar dari penyakit ini.
  • Penularan hepatitis B adalah melalui darah, juga cairan tubuh seperti sperma dan cairan vagina. Jadi selama anda dalam pengobatan, hubungan kelamin sebaiknya dilakukan dengan pengaman kondom. Jangan melakukan oral sex.
Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat.
Pertanyaan Berapa Lama Selang Waktu Antara Pemberian Antibody dengan Pemberian Vaksinasi atau sebaliknya ?
  • Salam kenal, saya dr XXXX, pernah beberapa kali membaca blognya dr Leo. Saya mau konsul nih, jika seseorang baru di suntik ATS (anti tetanus serum ) atau TT setelah berapa lama baru boleh divaksin hepB? Ini  pasien saya harusnya suntik yg ke3 utk hepatitisB, tapi 2 hari yl jarinya terkena kaleng dan oleh dr yang menangani disuntik tetanus. Saya tidak tahu yang disuntik ATS atau TT, mungkin ATS ya.

 

Jawab:

Salam kenal juga dan terima kasih untuk emailnya ini.

Menjawab pertanyaan dokter, ada literature yang mengatakan bahwa bila vaksin yang kita berikan adalah jenis vaksin yang dimatikan atau inactivated antigen vaccine, bisa diberikan kapan saja karena tidak akan terpengaruh oleh antibody yang beredar.

Tetapi bila kita berikan vaksin hidup, maka ada jadwal yang harus kita patuhi, misalnya bila vaksin hidup yang kita berikan terlebih dahulu, maka pemberian antibody sebaiknya ditunda minimal setelah 2 minggu sejak pemberian vaksin hidup ini (live attenuated vaccines)

Atau bila kita berikan antibody terlebih dahulu, maka vaksin hidup atau live attenuated vaccines ini harus kita tunda minimal 3 bulan atau bahkan lebih, tergantung konsentrasi antibody yang telah diberikan.

 

 

Pertanyaan Tentang Penyakit Yellow Fever dan Penyakit Hepatitis B

 

  • Assalamualaikum W.B. Maaf Mas or Pak apakah yellow fever sama dengan Hepatitis B ??? Terima Kasih,

 

Jawab:

Yellow fever tidak sama dengan penyakit Hepatitis B.

Tentang Hepatitis B, cara penularannya, penyebabnya dan cara mencegahnya, anda bisa baca lengkap di website saya ini :
http://selukbelukvaksin.com/seputar-vaksin-hepatitis-b/ dan di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-hepatitis-b/

Yellow Fever adalah penyakit yang disebabkan sejenis virus (Flavi Virus). Penyakit ii bersifat akut atau mendadak, dalam perjalanan penyakit akan terjadi perdarahan dibawah kulit dan didalam organ tubuh, jadi mirip2 dengan penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD yang sangat kita kenal ini.

Penularan oleh nyamuk Aedes aegypti yang juga bisa menularkan penyakit DBD ini.

Tetapi penyakit YF ini hanya terjadi atau banyak terjadi didaerah Amerika Selatan dan Afrika, tidak ada di Asia.

Gejalahnya adalah orang akan demam tinggi, terjadi perdarahan dibawah jaringan kulit dan juga organ dalam, terjadi kerusakan sel ginjal dan sel hati.

Bila sel hati rusak akan terjadi warna kuning pada kulit dan mata penderita yang mirip2 sakit kuning atau hepatitis. Maka penyakit ini disebut juga Yellow Fever.

Penyakit ini hanya menular pada monyet dan manusia saja. Dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi (Vaksin Yellow Fever).

Vaksin ini harus diberikan kepada wisatawan yang berkunjung ke daerah Afrika dan Amerika Selatan. Vaksin ini tidak diwajibkan di Indonesia dan negara2 di Asia, Amerika Utara dan Eropah.

Semoga penjelasan singkat ini menjawab pertanyaan anda.

 

  • Maaf Pak… kalo seseorang sudah di vaksin yellow fever apakah boleh di vaksin lg dan bgmn mengeceknya tanpa ada buku kuning…???  Terima Kasih…  Hormat saya,

Jawab:

Seseorang yang pernah mendapatkan imunisasi vaksin Yellow Fever akan kita berikan lagi vaksinasi yang sama setelah tenggang waktu 10 tahun kemudian, seandainya memang itu diperlukan.  Lihat jadwal vaksinasi dewasa di http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-dewasa-2013/

Vaksinasi Yellow Fever memang akan dicatat dalam buku vaksinasi kuning international (yellow book), tapi tidak ada salah juga bila bapak mencatat sendiri dalam catatan pribadi vaksinasi, supaya kita bisa ketahui dengan tepat jenis vaksin apa saja yang pernah kita peroleh, kapan terjadinya dan kapan lagi perlu kita ulang kembali.

Salam,

Dr. Leo Kurniawan

 

Pertanyaan Tentang Jadwal Aneka Vaksin Bayi

 

  • Slamat pagi dok, maaf mengganggu, saya mau tanya, beda antara vaksin hepatitis B ke synflorix (pcv) baiknya brp lama ya? Kmrn tdk disimultan.hep B suntik 8 agustus kmrn. Pcv 2 terakhir 14 Juni.  Lalu apakah bener kalo jarak antar vaksin pcv itu 8 mggu mengingat kmrn jarak pcv 1 dan ke 2 anak saya 9 mggu, katanya kalo lwt dr 8 mggu tdk optimal. Mohon pencerahannya dok. Jd baiknya pcv 3 ini diberikan tgl brp? Tgl 15 agustus (beda 1 mggu dari hep B nya apakah boleh?) atau tanggal 23 agustus? Terimakasih (ibu angel)

 

Jawab:

Saya mencoba membuat rekonstruksi usia bayi ibu, juga jadwal vaksin dan jenis vaksin yang telah diberikan kepada bayi ibu, namun sulit bagi saya untuk mengira2 semua ini. Sehingga saya putuskan untuk membeberkan jadwal vaksinasi hepatitis B dan PCV vaksin bagi bayi.

Jadwal vaksinasi Hepatitis B adalah pada waktu bayi berusia 0 bulan atau baru dilahirkan, dosis ke 2 pada waktu berusia 1 bulan dan dosis ke 3 pada waktu sudah berusia 6 bulan. Bila sudah mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan itu, maka kita anggap vaksinasi bayi sudah sempurna.

Sedangkan untuk vaksin jenis PCV, kita mulai memberikan dosis ke1 vaksin ini saat bayi berusia 2 bulan, dosis ke 2 pada saat berusia 4 bulan dan dosis ke3 pada saat berusia 6 bulan. Masih ada dosis ke4 yang baru kita berikan setelah bayi berumur > 9 bulan.

Waktu interval yang saya sebutkan tadi adalah waktu interval antara suntikan vaksin yang satu dengan suntikan berikutnya. Waktu ini sebaiknya dipatuhi dengan tepat.

Tetapi bila karena suatu hal, terjadi kemunduran atau terlambat dari waktu yang ditentukan, hal ini tidak menjadi soal, teruskan saja vaksinasinya sesuai jadwal untuk dosis sisanya.

Tetapi bila karena suatu hal, jadwal vaksinasi akan kita majukan, maka hal ini akan berpengaruh terhadap hasil vaksinasi tersebut, karena dikuatirkan sistim imunologi tubuh tidak memberikan reaksi yang memadai untuk membuat antibody, bila waktu interval  antara dosis vaksin ini terlalu singkat atau pendek.

Bila terlambat malahan lebih baik daripada kecepatan jadwalnya (tetapi jangan sampai sangat terlambat).

Saya harap dengan paparan jadwal vaksinasi Hepattis B dan PCV, maka ibu bisa mencocokkan usia bayi ibu dengan jenis vaksin yang telah diberikan.

 

 

Pertanyaan Catch Up Program Bila Terlambat Memberian Vaksinasi

 

 
  • Anak saya (Kiandra) 9 bulan belum pernah mendapatkan vaksin hib maupun pcv, sebaiknya di usia berapa kedua vaksin tersebut diberikan?lalu apakah kedua vaksin tersebut dapat diberikan bersamaan (kombo)? Mohon penjelasan dokter, sebelumnya saya ucapkan terimakasih.. Salam hormat,
Jawab:
Sebenarnya jadwal vaksinasi yang benar untuk vaksin Hib dan juga vaksin PCV adalah pada saat bayi berusia 2 bulan (dosis pertama), usia 4 bulan (dosis kedua) dan usia 6 bulan (dosis ketiga).

Dalam kasus bayi ibu yang sudah berusia 9 bulan yang belum pernah mendapatkan vaksin Hib dan PCV, maka ibu dapat melakukannya dengan Program Catch up atau progam mengejar ketinggalan vaksinasi bagi bayi ibu.

Untuk Vaksin Hib: Jika dosis pertama diberikan pada saat bayi telah berusia antara bulan ke 7 hingga bulan 11 (bayi ibu berusia 9 bulan saat ini), maka dosis kedua vaksin Hib bisa diberikan  4 minggu setelah dosis yang pertama tadi. Dan dosis ketiga atau yang terakhir pada saat bayi mencapai usia 12 hingga 15 bulan, atau 8 minggu setelah pemberian dosis yang kedua sebelumnya.

Untuk Vaksin PCV : ada 3 alternatif jadwal pemberian vaksin PCV sebagai berikut, yaitu :

1. Dosis kedua vaksin PCV diberikan dengan selang waktu interval 4 minggu, jika dosis pertama vaksin PCV diberikan pada saat bayi berusia < 12 bulan (bayi ibu telah berusia 9 bulan saat ini),

2. Atau selang waktu 8 minggu (sebagai dosis terakhir untuk bayi yang sehat) jika dosis pertamanya diberikan pada saat bayi telah berusia 12 bulan atau lebih dari 12 bulan.

3. Tidak diperlukan dosis kedua lagi bila dosis pertama vaksin PCV ini diberikan pada bayi yang berusia 24 bulan atau lebih

Ibu bisa mempelajari jadwal vaksinasi bayi di website berikut :
http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-bayi-hingga-anak-remaja-usia-18-tahun-versi-us-cdc/

Kedua jenis vaksin ini (Hib dan PCV) dapat diberikan bersamaan pada waktu satu kali kunjungan ke dokter anak, ini yang disebut cara vaksinasi simultan, bukan vaksinasi kombo seperti yang ibu sebutkan.
Vaksin kombo adalah dalam satu suntikan terdapat lebih dari satu macam vaksin yang diberikan, misalnya vaksin DTP, yang sekali suntik terdapat vaksin untuk penyakit Difteri, penyakit Pertusis dan penyakit Tetanus.
Demikian keterangan dan jawaban untuk pertanyaan ibu. Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Leo Kurniawan

 

 

Pertanyaan Vaksin Influenza dan Jadwal Yang Terlambat

 

  • Selamat siang dok..bagaimana jika lupa mengulang vaksin flu pada balita(jadwal ulang 20 juli 2014)?apakah berdampak negatif bagi kesehatan si anak?apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Siang juga Ibu,
Terlambatnya tidak lama benar kan ? Tidak usah panik, tinggal berikan saja dosis keduanya sekarang juga. Tidak ada pengaruh negatif atau efek lain yang tidak baik untuk kesehatan bayi ibu karena keterlambatan ini.
Saya duga ini adalah pertama kali bayi ibu mendapat vaksin flu sehingga diberikan dua dosis, selanjutnya tinggal mengulang satu dosis setiap tahunnya.
Salam,
Dr. Leo kurniawan

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – August 2014