Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – April 2014

Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – April 2014

 

Seperti halaman Tanya Jawab Vaksin dan Vaksinasi sebelumnya yang terdapat dalam website ini, karena setiap bulan pertanyaan semakin banyak, maka untuk memudahkan Pembaca mencari apa yang diinginkan, maka mulai sekarang, semua pertanyaan dan jawaban yang ada dalam satu bulan akan dirangkum dalam bulan yang bersangkutan, sesuai dengan topik vaksin yang ditanyakan.

 

Semoga dengan cara demikian, akan memudahkan Para Pembaca mencari dan membaca pertanyaan dan jawaban yang di-inginkan.

 

Salam,

 

Dr. Leo Kurniawan (leokurniawandr@gmail.com)

 

Pasien Anak dan dokternya (Google free image)

 

Catatan: Agar supaya pertanyaan Anda tentang vaksin dan masalahnya bisa terjawab dengan tuntas dan jelas,   kami  sarankan Anda mengirimkan pertanyaan dengan email yang ditujukan ke alamat email kami diatas.

_____________________________________________________________________________________

 

Pertanyaan Tentang Efek Obat Kortiko Steroid Terhadap Vaksin Virus Hidup (live attenuated virus vaccine)

  • Yth dr. Leo kurniawan…selamat pagi dok, Maaf dok,, sy mau bertanya lg ttg vaksinasi…begini dok, 1 hr yg lalu sy baru menerima vaksinasi MMR yg kedua… Lalu hr ini sy mengalami sakit radang tenggorokan setelah berobat sy mendapat obat eritromicin 500mg 3×1,, methilprednisolon 4mg 3×1 dan anastan 500mg 3×1 dok… Pertanyaan sy,, sy kan br mendapatkan injeksi vaksin hidup dok…apakah sy diperbolehkan mengkonsumsi steroid yg diberikan oleh dokternya utk mengobati radang tenggorokan sy dok?? krn sy pernah baca kl penggunaan steroid bs menurunkan sistim imun tubuh… Mohon penjelasannya ya dok,, maaf merepotkan… terima kasih banyak dok…

Jawab: Pada dasarnya pengobatan dengan obat steroid bukan merupakan kontra indikasi dengan pemberian vaksinasi dengan antigen virus yang hidup (live attenuated virus vaccines), apalagi bila pengobatan steroid ini hanya bersifat jangka pendek atau temporel saja, yaitu kurang dari 2 minggu lamanya.

Efek imunosupresif yang dikuatirkan akan terjadi, sepenuhnya tergantung dari dosis steroid yang dipergunakan, tetapi umumnya dianggap bila dosisnya mencapai 2 mg / kg berat badan, atau total dosis adalah 20mg/hari, baru akan menimbulkan efek imunosupresif, dan dikuatirkan akan timbul efek terhadap imunisasi yang mempergunakan vaksin hidup (live attenuated virus vaccines).

Jika ini yang terjadi, maka kita seharusnya menunggu 3 bulan, setelah penghentian pemakaian obat steroid dosis tinggi, yang diberikan secara sistemik (disuntikan atau diminumkan), atau pemakaian obat steroid yang lebih lama dari 2 minggu, setelah melewati masa tenggang 3 bulan itu, baru kita berikan vaksinasi jenis vaksin virus yang hidup.

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.

 

Pertanyaan Tentang Vaksin Untuk Orang Dewasa

  • Selamat pagi dok,,sy mau berkonsultasi ttg vaksinasi utk dewasa dok… Begini dok,,sy sdh melengkapi bbrp vaksinasi dewasa…tp ada satu vaksinasi yg membuat sy bingung,,vaksinasi DPT…di penjelasan tabel vaksinasi dewasa dr papdi dijelaskan sebaiknya digunakan vaksin DPT yg asesuler ya dok?? Apakah HARUS dgn yg DPT aseluler dok (smcm pediacel/tripacel),, maksud sy apakah msh dperbolehkan kl vaksinasi nya dgn DPT seluler combo Hep.B + HiB yg biasa diberikan utk anak kecil di puskesmas dok?? Maaf kl pertanyaan sy agak bodoh ya dok,, terima kasih utk penjelasannya dok…

Jawab:

Saya tidak jelas jadwal  vaksinasi PAPDI yang mana anda pakai sebagai acuan.

Menurut jadwal vaksinasi untuk orang dewasa tahun 2013 PAPDI yang ada pada saya dan di website saya http://selukbelukvaksin.com/wp-content/uploads/2013/08/Jadwal-Imunisasi-Dewasa-20131.jpg, maka imunisasi untuk orang dewasa adalah dengan vaksin jenis Td atau Tdap, dimana pada kedua jenis vaksin yang saya sebutkan ini, konsentrasi antigen untuk difteri dan pertusis adalah lebih kecil bila kita bandingkan dengan konsentrasi antigen yang terdapat didalam vaksin DTaP ataupun DTwP yang kita pergunakan untuk anak pediatrik.

Maksud dan tujuan untuk memakai  konsentrasi antigen yang lebih rendah daripada yang terdapat dalam vaksin pediatrik DTaP ataupun DTwP, adalah untuk mengurangi atau memperkecil kemungkinan terjadinya efek samping vaksin pasca vaksinasi atau yang kita sebut KIPI pada orang dewasa.

Namun dengan konsentrasi antigen yang dikurangi, tetap berefektifitas tinggi untuk orang dewasa tersebut.

Singkatnya pada orang dewasa kita sudah tidak memakai vaksin DTaP atau DTwP lagi, tetapi kita memakai vaksin Td atau Tdap dengan jadwal imunisasi sebagi berikut : bulan 0 diberikan dosis pertama, dosis kedua pada bulan ke1 setelah dosis  pertama,  dan 7- 13 bulan setelah itu kita berikan dosis yang ketiga.

Selanjutnya pengulangan atau dosis booster penguat kita berikan setiap 10 tahun sekali (lihat di  http://selukbelukvaksin.com/wp-content/uploads/2013/08/Jadwal-Imunisasi-Dewasa-20131.jpg )

Silahkan membaca juga bagian website tentang vaksin DTP untuk remaja, dewasa dan orang berusia lanjut, berikut alasan medis dan latar belakang tentang vaksin Td dan Tdap sebagai pengganti vaksin DTP untuk golongan remaja, orang dewasa dan yang berusia lanjut di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-dtp-vaksinasi-pertusis-bagi-orang-dewasa/

Semoga ini menjawab pertanyaan anda tentang vaksin Td dan Tdap untuk orang dewasa dan remaja yang belum pernah mendapatkan vaksinasi DTP semasa bayinya.

Bilamana ada hal yang kurang jelas, anda bisa menghubungi  kami setiap saat.
Pertanyaan Jadwal Imunisasi Vaksin Rotavirus
  • Siang dok, sy mau tanya anak saya 18 minggu sudah terlambatkah diberikn vaksin rotavirus? Oleh dsanya mmg br dijadwalkan bsk bersamaan dgn vaksin dpt hib n polio ke 2…  Sy baca di artikel doktet maksimal diberikn usia 14mingguan… Jk ttp diberikn apakah ada risikonya…?  Sy jd bingung dok, dan sedih krn terlambat…trm ksh…
Jawab:

Menurut jadwal yang dianjurkan oleh US CDC dan yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), maka vaksinasi rotavirus vaksin, dosis pertama (vaksin Rotarix dan vaksin Rotateq), sudah harus diberikan pada saat bayi mulai berusia 2 bulan, usia maksimal dosis pertama adalah saat berusia 14 minggu + 6 hari.

Dosis kedua (Rotarix dan Rotateq) saat berusia 4 bulan.

Dosis ke 3 (jika kita memakai vaksin Rotateq), maka dosis ketiga adalah waktu usia 6 bulan. Atau maksimal 8 bulan + 0 hari.
(http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rotavirus-jenis-vaksin-rotavirus-dan-jadwal-imunisasi/) dan

Mungkin dokter anak anda akan mempergunakan vaksin Rotateq yang terdiri 3 dosis, dan akan memakai program catch up vaccination.

Coba ibu tanyakan kepada dokter vaksinator tersebut, jenis vaksin rotavirus yang akan dipakai untuk bayi ibu, Rotarix atau Rotateq, dan bagaimana jadwal vaksinasi yang akan diikuti.
Pertanyaan Tentang Vaksinasi Hepatitis B bagi Bayi Yang Lahir Dari Ibu Menderita Hepatitis B 
  • Saya mengidap penyakit Hepatitis B, dan saya memiliki bayi, pada saat saya melahirkan, bayi saya langsung diberikan hyper hep dan imunisasi hepatitis B nya sudah selesai, apakah setelah anak saya dewasa harus disuntik lagi, supaya di tidak tertular dengan saya ?? Bila harus disuntik, usia berapa dia harus disuntik lagi ?

 

Jawab:

Cara penanganan bayi yang lahir dari ibu yang menderita penyakit hepatitis B (high risk mother) ini sudah sesuai dengan guideline atau anjuran DepKes RI dan juga WHO dan US CDC.

Dari cerita ibu diatas, maka bayi sudah mendapatkan imunoglobulin anti Hepatitis B dan vaksin hepatitis B dosis pertama, yang diberikan segera setelah bayi dilahirkan. Kemudian disusul dengan vakinasi lengkap hepatitis B pada waktu bayi berusia 1 bulan dan berusia 6 bulan kemudian.

Dan menurut guideline atau anjuran WHO juga US CDC, maka orang yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap 3 dosis vaksin hepatitis B, seperti bayi kasus ini, sudah tidak perlu diberikan lagi suntikan penguat atau booster pada waktu mereka dewasa.

Jadi untuk kasus diatas, bayi ini sudah tidak perlu mendapatkan suntikan ulang atau penguat atau sntikan booster vaksin hepatiitis B lagi setelah dewasa. Karena kekebalan terhadap virus dan penyakit hepetitis B setelah mendapatkan vaksinasi lengkap adalah berlangsung seumur hidup.

Semoga ini menjawab pertanyaan Ibu.

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin Dan Vaksinasi – April 2014