Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi 2013 – Q & A Vaccine and Vaccination 2013

Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi 2013 –                         Q & A Vaccine and Vaccination 2013

Seperti bab sebelumnya (http://selukbelukvaksin.com/tanya-jawab-tentang-vaksin-dan-vaksinasi-qa-vaccine-and-vaccination/), maka dalam bab ini akan dirangkum semua pertanyaan dan jawaban tentang vaksin dan vaksinasi.

Bab ini akan di update terus setiap saat secara teratur, agar supaya bagi yang berkepentingan untuk mencari sesuatu tentang aspek vaksin dan vaksinasi, diharapkan  akan menemukan jawaban yang di-inginkan. Juga diharapkan, pada setiap kali kunjungan ke website ini, khususnya ke kategori ini, maka pengunjung akan memperoleh sesuatu yang baru, yang berkaitan dengan pengetahuan tentang vaksin dan vaksinasi.

—————————————-oooOOOooo—————————————

Rangkuman Pertanyaan Dan Jawaban Tentang Vaksin dan Vaksinasi Tahun 2013

1. Apa maksud  simultan vaksin saya belum begitu mengerti dan mekanismenya gimana? can u explan it

Jawab : simultaneous vaccination atau vaksinasi simultan, itu adalah kalau kita memberikan vaksinasi sekaligus > 2 vaksin pada satu kali kesempatan vaksinasi, misalnya vaksin DTP dan juga vaksin flu misalnya nih

2. Lalu apa bedanya dengan combo (maksudnnya vaksin kombo) ?

Jawab: Kalau vaksin kombo atau vaksin kombinasi adalah dalam satu suntikan mengandung lebih dari satu jenis vaksin, misalnya vaksin DTP, maka dalam satu suntikan ada vaksin toksoid difteri, toksoid tetanus dan toksoid pertusis. Satu kali vaksinasi bisa untuk mencegah 3 jenis penyakit infeksi.

Ada banyak kombinasi vaksin yang kita pakai saat ini, misalnya DTaP/Hib/IPV, DTaP/HepB/IPV dll.

Untuk jelasnya Anda bisa membaca di website ini tentang jenis2 vaksin http://selukbelukvaksin.com/jenis-dan-macam-vaksin/, semoga bisa menjawab semua pertanyaan mbak tentang vaksin dan jenis2 vaksin

3. Cara orang membuat vaksin, katanya menggunakan sel organ badan dari jabang bayi yang sengaja digugurkan untuk membuat vaksin, atau membunuh binatang dan lain2, apakah benar itu?

Jawab: Dari awal sejarah mulainya vaksin dan vaksinasi, tidak prnah mempergunakan jaringan janin yang sengaja digugurkan.

Tehnologi pembuatan vaksin saat ini sudah sedemikian majunyya, sehingga sekarang sudah tidak ada lagi orang harus membunuh monyet hijau untuk ambil jaringan ginjal dan lain2 untuk dibuat menjadi media pembiakan virus untuk membuat vaksin polio dan lain2, karena sekarang dengan tehnologi CELL BANK, maka orang sudah bisa membiakkan virus tanpa perlu lagi membunuh monyet tersebut.

Demikian juga dengan sel jaringan paru dan otak dari embryonik manusia, sudah ada CELL BANK yang bisa mensuplai sel bersangkutan untuk pembiakan virus buat vaksin. Ingat juga, bahwa jaringan embryo manusia itu diperoleh bukan dengan cara sengaja menggugurkan dan membunuh janin yang sehat, tapi diperoleh dari janin yang sudah meninggal sejak didalam kandungan ibunya, dengan sepengetahuan dan seizin orang tua janin tersebut. Sudah bukan zamannya lagi ilmu kedokteran dikembangkan dengan cara melawan hak asasi manusia dan melawan prinsip pri-kemanusiaan yang universal.

4. Tanya kenapa dulu pake jaringan atau organ monyet,buat pengetahuan aja,jadi kalo lagi diskusi n mengarah ke vaksin aku jadi tau info duluan hehehehe,ga di bego2in

Jawab: untuk sel atau jaringan yang bisa diganti dengan sel hewan, maka ilimuwan memakai sel hewan yang paling dekat atau mirip dengan sel atau jaringan manusia, seperti dulu dipakai monyet karena memang struktur jaringan dan genetik sel monyet paling mirip dengan jaringan dan sel manusia, sehingga ilmuwan memakai hewan jenis ini.

Untuk yang tidak ada penggantinya, maka akan dipakai jaringan manusia seperti jaringan embryo manusia. Tapi tidak dengan sengaja menggugurkan bayi manusia untuk membuat sel pembiakan, sel jaringan manusia ini diperoleh dari janin yang memang gugur karena infeksi atau penyakit, dan semua ini dilakukan dengan sepengetahuan dan seizin orang tua pemilik janin.

Dan sel janin awal ini kemudian dikembang biakan dengan tehnologi Cell Bank, maka selanjutnya kita sudah tidak pernah memakai sel janin lain untuk tujuan pembuatan vaksin.

Untung sudah lama tehnologi Cell Bank dikembangkan, sehingga juga tidak lagi diperlukan sel dari monyet untuk pembuatan vaksin, kalau tidak ada tehnologi Cell Bank itu, maka semua monyet itu akan punah.

Sekarang tehnologi pembuatan obat2an (juga kosmetik) sudah banyak dilakukan tanpa harus banyak melibatkan atau mengorbankan hewan2, keuntungannya kita bisa menjaga kelestarian lingkungan hidup kita, selain juga zat atau obat atau vaksin yang dihasilkan akan semakin murni, tidak ada sel atau antigen hewan lagi, jadi akan sangat mengurangi atau menghindarkan efek samping yang tidak diharapkan atau berbahaya bagi manusia.

5. Apa itu Cell Bank pak ?

Jawab: Cell Bank adalah berupa tabung2 reaksi yang berisi jenis2 sel jaringan yang diuntukkan membuat vaksin tertentu, tabung2 ini disimpan dalam suhu tertentu agar supaya sel ini tetap hidup dan terus berkembang sendiri. Sel janin embryo yang kita pakai saat ini, diperoleh kira2 40 tahunan yang lalu, dari dua janin, itupun waktu itu digugurkan atau keguguran bukan untuk tujuan membuat vaksin lho, tapi karena penyakit infeksi atau hal lain sehingga janin telah meninggal sewaktu masih ada didalam kandungan ibu.

Dan masalah etis dan aspek hukum vaksin2 yang dihasilkan dari sel janin ini sudah pernah dipertanyakan dan dimintakan tanggung jawabnya oleh Gereja Katholik (yang sangat keras menentang tindakan aborsi janin) kepada ilmuwan pembuatnya, dan sudah dijelaskan dan memperoleh izin atau clearance dari Gereja Katholik saat itu, karena proess memperoleh jaringan janin embryo dan pembuatan vaksinnya tidak bertentangan dengan hukum Gereja Katholik. Sejak itu, kita tidak pernah lagi mangambil jaringan embryo untuk membuat bahan dasar untuk pembiakan virus lagi, karena dari jaringan kedua janin itu sudah mencukupi kebutuhan sel untuk membuat vaksin. Untung ada tehnologi Cell Bank ini !

6.  Rotavirus vaksin dibuat dari apa pak ? Masih membunuhi binatang ?

Jawab: Rotavirus itu dikembangbiakkan dalam jaringan ginjal monyet hijau Afrika yang tadi saya sebutkan itu, tapi jangan kuatir, karena sekarang ilmuwan sudah tidak membunuh monyet2 hijau yang malang ini untuk membiakkan virus koq…kan sudah ada Cell Bank itu pak…

7. Selamat pagi dokter. mau tanya, imunisasi pelengkap untuk anak 18 bulan itu kan HiB dan DPT,apa perlu polio juga?mohon infonya ya dok.terima kasih.

Jawab:  Pada saat anak mencapai usia antara 18 – 24 bulan akan mendapat vaksin polio dosis ke 4, dan dosis vaksin polio ke 5 diberkan pada saat anak berusia 5 tahun. (jadwalnya sama dengan pemberian vaksin DTP).

Dosis vaksin polo ke1 hingga yang ke 3 sudah diberikan pada saat bayi berusia 0 bulan, bulan ke2, ke 4 dan ke6.

(Sesuai dengan Jadwal Imunisasi IDAI Tahun 2010)

8. Ikut nyimak… ketinggalan pelajaran tentang jadwal terbaru ini… (https://www.facebook.com/groups/GESAMUN/permalink/372072916200538/) Tadi coba ngubek2 arsip masih agak bingung. Jadi kalau lahir tahun 2011 dan(selama ini) ikut jadwalnya yang 2011, karena di 2012 ada perubahan vaksin polio 4 katanya di usia 3 tahun, ikut yang mana ya? Persiapan untuk 18 bulan bulan depan.

Jawab : Sebetulnya jadwal antara tahun itu tidak banyak berubah atau berbeda, setiap jadwal yang telah ditentukan pasti ada dasar ilmiahnya, jadi kalau memang kebetulan sudah mengikuti jadwal tahun sebelumnya tidak berarti vaksinasi dengan jadwal tersebut menjadi tidak berguna karena sudah ada jadwal yang baru. Yang penting adalah usia saat pertama bayi mendapatkan imunisasi, kemudian jarak interval untuk mengulang vaksinasi yang sama itu tidak berbeda jauh sekali, sehingga titer antibody dalam tubuh bayi tetap tinggi untuk menangkal bibit penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut.

Kita bisa mengikuti Jadwal Imunisasi IDAI yang baru 2012 ini.

9. Jadi lebih baik usia 18 bulan tetap diberikan vaksin polio (dkk) ya dr. Leo?

Jawab: Karena memang sudah ada jadwal baru, kita bisa mengikuti jadwal yang baru ini, yaitu polio ke 4 pada usia 3 tahun dan polio ke 5 pada usia 6 tahun.

Dibandingkan dengan jadwal lama, maka jadwal baru ini sedikit ngjelimet, karena jadwal pemberian vaksin DTP dan polio nya terpisah, sehingga akan menambah tingkat kesulitan dan kelupaan bagi ibu.

Ke dua versi jadwal ini baik, jadi terserah pada kita untuk mengikuti jadwal yang mana, yang penting praktis, mudah dan kita tetap patuh dengan jadwal imunisasi yang kita anut.

10. dok.leo,kalo udh terlanjur polio 4 di 18 bln,di usia 3 th mesti vaksin polio lagi gak? ato langsung polio 5 di 6 th?

Jawab: Pada prinsipnya vaksinasi bersifat fleksibel, tidak ketat seperti kalau aturan minum obat, jadi kalau dalam satu seri vaksinasi, misalnya vaksin polio yang terdiri 5 kali vaksinasi, maka jarak antara vaksinasi yang satu dengan yang berikutnya memang harus kita perhatikan, agar supaya efektifitas vaksin dan respons imunitas tubuh bisa optimal.

Tapi tidak berarti kita harus patuh mengikuti sampai tepat sekali, tidak boleh lebih atau kurang seharipun dari waktu yang ditetapkan. Juga kalau memang tertinggal satu dosis dari rentetan vaksinasi, ini juga tidak berarti seluruh vaksinasi tersebut menjadi gagal dan harus diulang dari awal, tetapi santai saja, cukup ikuti jadwalnya dan melengkapi yang tersisa saja.

Hal ini berlaku untuk semua jenis vaksin yang ada dosis booster atau dosis penguat. Kalau karena suatu hal yang tidak bisa dihindarkan, sehingga ada salah satu dosis vaksin yang terlewatkan, tidak usah cemas dan panik, tetap lanjutkan program vaksinasi tersebut, tidak perlu mengulang seluruh vaksi, tapi cukup  dengan memberikan vaksin sesuai dengan jadwalnya saja.

Demikian juga dengan vaksin polio, sekarang ada jadwal yang baru, dimana vaksin polio ke4 baru diberikan pada saat bayi berusia 3 tahun (jadwal 2010 polio ke 4 diberikan pada saat bayi berusia antara 18 – 24 bulan), nah bagi yang terlanjur sudah ikut jadwal 2010, maka cukup beri polio ke5 yang terakhir sesuai dengan jadwal baru saja, yaitu pada saat berusia 6 tahun.

Salah satu hal yang melegakan adalah kenyataan bahwa untuk vaksinasi, tidak perlu kita kuatirkan soal over dosis (divaksinasi lebih dari yang ditentukan), karena tidak ada efek bahaya bagi tubuh, yang ada mungkin efek KIPI dan soal biaya saja.

Jadi dalam kasus ibu, maka  kalau ibu mau berikan vaksin polio ke4 pada usia 3 tahun juga boleh,  meskipun sebetulnya dosis ke4 ini sudah diterima pada saat bayi berusia 18 bulan. Atau ibu bisa hanya berikan dosis sisa saja, yaitu dosis ke5 pada saat anak nanti berusia 6 tahun, sesuai dengan Jadwal Imunisasi IDAI 2012 ini.

Pertanyaan yang dihimpun dari March 2013 :

11.  Selamat sore mohon pencerahannya Zia 17m, tepatnya umur brapa utk MMR? Kalau sebelum MMR boleh tidak diberi imunisasi influenza?

Jawab: MMR sudah bisa diberikan saat ini, karena MMR dijadwalkan sejak usia 12 bulan. Sedangkan vaksin influenza adalah sejak bayi berusia > 6 bulan sudah bisa diberikan.
Kedua jenis vaksin ini boleh diberikan bersamaan

12. Dok, vaksin influensa kata tenaga kesehatan DSA saya memakai media telur yah…

Jawab: Sampai saat ini media pembiakan virus influenza untuk pembuatan vaksin influenza ini adalah dengan embryo ayam, harganya kalau saya tidak keliru sekitar seratusan ribu rupaih perdosis. Untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 3 tahun, masih memakai jenis pediatrik yang volumenya 0.25 mL. Kalau sudah berusia > 3 tahun hingga dewasa, akan dipergunakan jenis dewasa yang volumenya 0.50 mL sekali suntik.

13. Apa ada batasan usia tidak dok dalam pemberian vaksin influensa?di mulai dari usia berapa vaksin influensa ini di berikan? terima kasih dokter Leo Kurniawan

Dewasa sampai batas max usia berapa pak,bilamana ada alergi sama produk turunan dari unggas bagaimana juga pak,bisa diberikan juga kah…

Jawab: Ada batasan usia pemberian untuk bayi, mbak, vaksin influenza mulai kita berikan pada saat bayi sudah berusia 6 bulan keatas, awalnya diberikan 2 dosis, dengan jarak masing masing dosis adalah 28 hari atau 4 minggu. Jenis vaksin yang dipergunakan adalah jenis pediatrik yang volumenya 0.25 mL. Setelah mencapai >3 tahun baru dipergunakan jenis Adult yang volumenya 0.5 mL. Selanjutnya, vaksin influenza hanya diberikan setahun sekali saja, pada waktu yang sama dengan pemberian vaksinasi influenza tahun lalu.

Salah satu kontraindikasi adalah bila alergi dengan telor, tetapi kalau tidak hebat sekali reaksi alerginya, vaksin jenis ini masih bisa diberikan, dan sebaiknya sebelum vaksinasi, ibu beritahu dokter vaksinator terlebih dahulu tentang kondisi alergi telor ini, hanya untuk berjaga jaga saja.

14. … semua vaksin yang diproduksi Biofarma halal kok… Hanya IPV yang bersinggungan dengan tripsin babi, IPV pun hanya digunakan di Jogja

Jogja itu sebagai daerah percobaan/ pilot project IPV, soalnya cakupan imunisasi nya sudah bagus

Jawab: Yogyakarta terpilih untuk menjadi pilot project WHO dan DepKes RI untuk Program Introduksi Vaksin Polio Injeksi (IPV = Inctivated Polio Vaccine), sebagai langkah persiapan bagi Indonesia untuk beralih dari vaksin polio oral (OPV) ke vaksin IPV bila suatu waktu Indonesia sudah bisa dinyatakan sebagai Polio Free (kemungkinan besar dalam waktu 1 hingga 2 tahun mendatang).

Karena bila suatu negara dinyatakan sudah polio fee, maka sudah tidak boleh menggunakan lagi OPV yang vaksin hidup, karena mengkhawatirkan pencemaran lingkungan dan kejadian KLB polio sewaktu waktu kayak di Sukabumi aytau di pulau Madura tahun 2005 – 2006 yang lalu.

Yogya dipilih adalah karena cakupan imunisasi dasarnya sdh begitu bagus dan cakupan vaksinasinya (vaccine coverage) nya tinggi diatas 90%, kedua juga sistim pembuangan air limbah kota nya terkontrol, sehingga bisa dengan mudah petugas untuk mengambil sample limbah untuk menganalisa terdapat tidaknya wild polio virus dan VDPV di limbah kota, untuk menilai kontaminasi limbah dengan viris polio dari vaksin polio…mau lihat detail tetang Project Introduksi Vaksin Polio IPV di Yogyakarta ? Ini dia …http://selukbelukvaksin.com/program-introduksi-inactivated-polio-vaccine-ipv-di-yogyakarta/ , semoga bermanfaat …

15. Jadi di luar jogja, tidak akan ditemui vaksin IPV begitu dok? lalu jika anak saya sebelumnya diberikan IPV, artinya haruskah saya ke jogja dulu agar dapat vaksin IPV

Jawab: Ada vaksin IPV diluar Yogya mbak, misalnya yang pentavalent itu lho, gabungan DTP Hib dan IPV, jadi tidak harus ke Yogya mbak. Hanya saja itu bukan vaksin kombinasi yang disubsidi pemerintah saat ini.

16. maksud saya yang tunggal IPV saja…

saya sudah coba cari di rsia sekitar rumah tidak tersedia.

Jawab: Kalau monovalent IPV ada juga di DSA, namanya I….Polio (maaf sebenarnya tidak etis untuk saya sebutkan namanya disini. Ibu bisa hubungi saya via email leokurniawandr@gmail.com. Kita harus menghargai rule dan aturan main di GESAMUN ini.

17. Adakah vaksin polio yang halal ? Karena bersinggungan Tripsine babi

Jawab:  Tripsine porcine atau tripsine babi itu dipergunakan dalam proses produksi vaksin polio baik jenis OPV juga jenis IPV. Maksud dipergunakan disini adalah sebagai zat katalisator saja, bukan sebagai zat utama, yaitu untuk melepaskan ikatan virus polio yang dikultur didalam media microbeat saja. Setelah itu tripsine ini harus dibersihkan sampai bersih benar dari larutan yang mengandung virus polio ini, sebelum dipakai untuk proses produksi selanjutnya memproduksi vaksin polio. Jadi pada end product vaksin polio sudah tidak ditemukan lagi jejak tripsine, hal ini sudah dibuktikan pada produk vaksin polio. Menurut kalangan yang moderate, bahwa bila suatu zat haram yang telah mengalami transformasi dan proses pembersihan yang berkali-kali, maka zat ini sudah bisa dianggap halal. Ini adaalah dasar yang dipegag oleh negara negara OKI tentang halal atau haramnya vaksin. Tentang hal ini saya serahkan kepada teman teman GESAMUN yang lebih mendalami masalah ini.

18. Teman2… adakah yang tahu rumah sakit di depok yang sedia vaksin polio suntik? putriku, vaksinasi polio sebelumnya di jogja yang diberikan vaksin polio suntik, pilot project katanya. helppp…

Jawab: Yang dipakai di Yogyakarta itu adalah vaksin polio suntik IPV. Yang ada di dokter dan rumah sakit jenis yang kombinasi dengan DTP/Hib/polio IPV. Jenis yang hanya IPV juga ada di dsa. Kedua jenis vaksin ini OPV dan IPV bisa menangkal virus polio liar. Hanya kita tetap juga pakai yang OPV karena katanya memberikan kekabalan usus bagi sipenerima vaksin tersebut, dan menimbulkan kekebalan alamiah bagi orang2 sekitar penerima vaksin tersebut, dan Indonesia belum disertifikasi BEBAS POLIO oleh WHO. Bahayanya OPV adalah virus dari vaksin polio OPV yang masih hidup ini suatu saat bisa kembali menjadi bentuk yang liar dan patogen yang bisa menimbulkan KLB polio (VDPV akibat vaksin OPV) untuk daerah tersebut. Ini detail tentang Project IPV di Yogyakarta http://selukbelukvaksin.com/program-introduksi-inactivated-polio-vaccine-ipv-di-yogyakarta/. Selamat membaca dan menyimaknya…

19. Vaksin Influenza yang mana cocok untuk Indonesia ? Nah…kalau di Indonesia kan jadinya gak cocok kalau pake yg northern hemisphere, bukannya kita masuk southern ya?

Jawab: Selama ini kita memakai 2 versi vaksin ini, karena letak geografis Indonesia yang dikhatulistiwa ini, sedangkan strain virus influenza yang beredar, baik yang north juga yang south bisa ditemukan di Indonesia. Dan karena perbedaan genetik antara strain north dan south itu tak besar, sehingga ada semacam imunitas silang / cross immunity untuk kedua versi ini. Yag penting adalah waktu vaksinasinya diusahakan pada waktu yang sama dengan memakai versi vaksin yang sama pula dengan yang dipakai pada vaksinasi tahun lalu.

Silahkan baca lebih lanjut tetang hal ini di : http://selukbelukvaksin.com/vaksin-influenza-untuk-vaksninasi-tahun-2012-2013/. Semoga bisa memberikan jawaban yang memuaskan..

20.  Apa maksud paper berikut ini :http://www.cdc.gov/vaccines/vpd-vac/polio/default.htm

Jawab: Literature diatas menerangkan bahaya atau minusnya OPV, yaitu kemungkinan terjadinya kasus VAPP (lumpuh layu akibat vaksin) yang kejadiannya sbenarnya sekitar 1 kasus untuk 750,000 dosis vaksin OPV yang pertama, yang pada dosis berikutnya kemudian jumlah kejadiannya menjadi menigkat perbandingannya. Hal kedua yaitu adanya VDPV, yaitu virus hidup dari vaksin OPV menjadi ganas kembali sehingga terjadi KLB seperti di pulau Madura tahun 2006 yang lalu. Makanya bila nanti Indonesia sudah di sertifikasi BEBAS POLIO oleh WHO, kita sudah TIDAK BOLEH tetap memakai vaksin jenis OPV ini, harus diganti dengan jenis IPV. Project Introduksi IPV di Yogyakarta itu adalah untuk mempersiapkan penggantian vaksin polio dari OPV ke IPV ini.

21.  dok brp persen kekebalan seseorang yg telah divaksin inf;uenza?

Jawab: Untuk vaksin influenza ada yang disebut vaksin virus strain matching (kecocokan atau kemiripan) dengan virus yang beredar. Bila kecocokan tinggi (2/3 strain cocok dengan virus yang sedang beredar, misalnya) maka efektifitasnya bisa meningkat hingga > 80% atau lebih.

22. So siapa yang nyebar virus influensa pak,mutasi dari mana aja…

Jawab: Yang menyebar virus influenza ? Ya alam dan dibantu oleh burung, juga mamalia termasuk manusia menjadi alat penyebar virus influenza. Mutasi genetik memang salah satu hal spesifik untuk virus influenza, ini terjadi begitu saja dalam organ virus itu sendiri. Hukum Alam dan Ilahi.

23. Mau tanya apakah boleh imunisasi campak dilakukan pada usia 7bln??? sedangkan yg saya liat dijdwal seharusnya pd usia 9 bln???

Jawab: In prinsip, imunisasi MMR dianjurkan setelah usia bayi > 9 bulan, dengan asumsi bahwa (seandainya ada) antibody maternal titernya masih tinggi dalam tubuh bayi, maka jika vaksin MMR yang diberikan sebelum bayi mencapai usia > 9 bulan akan dinetralisir (dibunuh oleh antibody maternal), sehingga menjadi sia2 dan efek proteksi vaksin MMR menjadi hilang atau berkurang, dengan konsekuensi bayi tetap rentan terhadap MMR setelah titer maternal antibody turun atau menghilang dalam tubuh bayi. Tapi ini kan secara teoritis dan dalam tubuh in vivo bisa terjadi berbagai macam hal. Bila terpaksa mungkin bisa diberikan lebih awal dari usia minimum 9 bulan itu, tanya DSA tsb apa alasan dimajukan jadwalnya , tapi kalau tidak, lebih bijaksana tetap ikuti anjuran jadwal untuk vaksinasi MMR yaitu bila usia bayi sudah > 9 bulan saja.

Menurut CDC, MMR baru diberikan setelah bayi berusia 12 bulan. Ini berbeda dengan Jadwal Imunisasi IDAI, karena prevalensi penyakit MMR yang lebih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia. Jadi ini disesuaikan dengan sitausi dan kondisi lokal, lebih tepatnya dengan data epidemiologi kita. http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/appendices/a/age-interval-table.pdf

24. Teman2,anak sy umur 15 bulan, kami muslim. kata dokter spesialis anak (dsa)nya, imunisasi untuk umur segitu adalah mmr, tp tidak dianjurkan buat yg muslim krn mengandung babi.bgmn itu bpk/ibu?

Jawab: Untuk membantu menjernhkan masalah ini (semoga bisa jernih ya , saya kutip jawaban saya diposting sebelumnya tentng masalah tripsine porcine dan penggunaannya dalam proses pembuatan vaksin virus, dan produk akhir vaksin siap pakai, dan sikap negara-negara Timur Tengah yang tergabung dalam OKI : Tripsine porcine atau tripsine babi itu dipergunakan dalam proses produksi vaksin polio baik jenis OPV juga jenis IPV. Maksud dipergunakan disini adalah sebagai zat katalisator saja, bukan sebagai zat utama, yaitu untuk melepaskan ikatan virus polio yang dikultur didalam media microbeat saja. Setelah itu tripsine ini harus dibersihkan sampai bersih benar dari larutan yang mengandung virus polio ini, sebelum dipakai untuk proses produksi selanjutnya memproduksi vaksin polio. Jadi pada end product vaksin polio sudah tidak ditemukan lagi jejak tripsine, hal ini sudah dibuktikan pada produk vaksin polio. Menurut kalangan yang moderate, bahwa bila suatu zat haram yang telah mengalami transformasi dan proses pembersihan yang berkali-kali, maka zat ini sudah bisa dianggap halal. Ini adaalah dasar yang dipegag oleh negara negara OKI tentang halal atau haramnya vaksin. Tentang hal ini saya serahkan kepada teman teman GESAMUN yang lebih mendalami masalah ini. Tambahan catatan : Adalah sangat tergantung dari pandangan dan keyakinan kita masing2, apakah ini cukup meyakinkan atau masih ragu2 tentang halal atau haram vaksin yang diproses dengan cara tersebut. Banyak anggota MUI yang juga menganut prinsip diatas sewaktu mengkaji vaksin polio, vaksin meningitis,dll, ditambah bahwa vaksin ini untuk pencegahan penyakit yang berakibat serius dan fatal, bukab untuk kesenangan pribadi atau tujuan yang sepeleh. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

25.  Selamat siang doc Leo, Keponakan saya usia 2,5 tahun belum diimunisasi lengkap. Imunisasi yang sudah didapatkan adalah BCG, hep B 1-2, DPT 1-2, polio 1-2-3. Sedangkan vaksin lainnya termasuk campak belum pernah diberikan.

Apa saja jenis imunisasi yang masih dapat diberikan dan bagaimana cara mengejar ketertinggalan pemberian vaksin tsb? Tks doc.

Jawab: Mbak Rosaline, Terima kasih atas pertanyaan anda tentang jadwal vaksinasi untuk anak berusia 2.5 tahun yang vaksinasinya tidak lengkap.

Jawabannya sebagai berikut :

1. Untuk vaksin hepatitis B, karena telah mendapatkan 2 dosis sebleumnya, maka sekarang cukup  diberikan 1 dosis sisanya saja, karena jadwal yang lengkap adalah 3 dosis, agar supaya kita bisa  diberikan efek proteks yang lengkap.

2. Vaksin DPT, karena saat ini telah berusia 2.5 tahun, masih ada 2 dosis vksin DTP yang harus diberikan pada saat anak tersebut berusia > 2 tahun ; berarti saat ini, dan dosis terakhir pada saat ia berusia >5 – 6 tahun, sebelum masuk sekolah.

Vaksin DTP yang jenis kombinasi, mengandung vaksin polio dan Hib, saran saya : jadi bisa pilih vaksin DTP yang kombinasi, yang disebut vaksin DTP Pentavalent. (mengandung 5 jenis antigen vaksin, yaitu difteri, tetanus, pertusis, hib dan polio)

3. Vaksin MMR

Ada 2 dosis MMR (measle = campak, mumps=gondongan dan rubella=campak Jerman) yang harus diberikan pada anak tersebut. Sebetulnya dosis pertama mulai diberikan saat bayi sudah berusia > 9 bulan, dan dosis ke 2 pada saat berusia antara 5 – 6 tahun. Konsultasikan dengan dokter anak, apakah masih perlu mulai dari dosis pertama dulu atau bisa langsung diberikan dosis yang ke2 saja.

4. Vaksin hepatitis A

vaksin ini sudah bisa diberikan pada saat anak berusia > 24 bulan. Ada 2 dosis vaksin hepatitis A yang diberikan, interval waktunya antara dosis ke 1 dan ke 2 adalah 6 – 12 bulan.

Saya kira ini adalah vaksinasi pokok yang perlu diberikan untuk anak yang ibu sebutkan diatas.

Detail jadwal dan mungkin ada tambahan vaksinasi yang diperlukan, seperti PCV dan HPV vaksin,  bisa dikonsultasikan dengan dokter anak yang merawat bayi ibu.

26. pakdok / budok, saya mau tanya. hari senin kemarin (17 Des 2012), saya periksa ke rumah sakit dan didiagnosa menderita penyakit auto imun psoriasis. dokter yang memeriksa saya tidak menjelaskan banyak hal tentang penyakit ini, jadi saya sedikit bingung. kalau seandainya saya ingin melakukan vaksin, apakah penyakit saya yang berhubungan dengan imunitas tubuh ini bisa memberikan dampak negatif? atau tidak memberi efek apa pun? atau bagaimana….terima kasih….

Jawab: Mbak …, Ada literatur yang bilang bahwa efek vaksin akan menimbulkn efek pada psoriasis, meskipun ini tergantung jenis vaksin yang diberikan, apakah live attenuated vaksin (vaksin hidup) atau vaksin mati, juga vaksin kombinasi. Banyak yang bilang vaksin mati akan lebih aman dibandingkan vaksin hidup seperti vaksin MMR, Polio Injeksi IPV, vaksin cacar.Penyakit auto immun bukan kontra indikasi untuk vaksinasi, kecuali kalau diberikan vaksin hidup. Juga jadwal pemberian vaksinasi, diusahakan 4 – 5 minggu diawal sebelum dimulai pemberian pengobatan penyakit auto immun yang umumnya terdiri obat2an immuno-supresive seperti kortiko steroid. Konsullebih dahulu dengan dokter anda sebelum mulai vaksinasi.

27. Saya mau berangkat ke Taiwan,vaksin apa saja yang penting buat imun tubuh saya..mengingat,disana saya akan berada ditempat yang baru dan dengan pergaulan yang baru pula..makasih dok..

Jawab: Untuk wisatawan internasional, mungkin vaksin hepatitis B, dan Yellow fever (untuk yang ke Afrika dan Amerika Latin Brazilia dll), klau Taiwan, untuk yang bekerja disana, mereka minta vaksinasi MMR juga, kaau saya tidak salah, tolong di check dengan travel biro nya

28. Mau tanya dok,misalnya imunisasi HPV baru 1 atau 2 kali,trz untuk jdwl sljutnya tidak memenuhi apa hrz diulang dari awal programnya atau bgmn??mhn pnjlsnnya ea.. nuwun..

Jawab: Bila sudah pernahh mendapatkan hingga dosis ke2, lalu dosis ketiga yang terlambat, hal ini tidak perlu sampai harus mengulang seluruh dosis vaksin HPV dengan mengulang proses vaksinasi dari awal dosis ke 1 lagi. Cukup berikan saja dosis vaksin yang tersisa yang belum sempat diberikan.

Hal ini juga berlaku untuk jenis vaksin yang lain, yang skedule lengkapnya yang terdiri 3 dosis vaksin atau lebih, bila ada yang tertinggal, tidak perlu mengulang dari awal lagi, cukup segera berikan dosis vaksin yang tersisa saja. Efektifitas vaksinnya tidak akan berkurang karena keterambatan atau jadwal vaksinasi yang terganggu, ini berkat adanya sel memory dari sistim imunologi tubuh kita yang sangat kompleks dan sempurna.

29. dok kl bayo lahir prematur usian kndungan 7bln berat ny 1,9 ons ,kpn ya boleh di imun ny,kta bidan ny jgn dlu,masih kecil,memng hrus nggu besar sgmna ya dok?

Jawab: Ada literature yang lebih lama yang menganjurkan untuk memberikan vaksinasi pada bayi premature setelah mereka mencapau berat badan minimal 2.000 gram, atau 2 kilo, dengan beberapa alasan medis, antara lain soal efektifitas vaksin yang diberikan, apakah bisa menimbulkan respons imunologi tubuh bayi yang premature ini seperti pada bayi yang lahir cukup bulan, karena diketahui bahwa sistim imunologi bayi premature adalah belum berkembang sempurna seperti bayi cukup bulan, juga soal keamanan vaksin bagi bayi premature.

Kecuali untuk vaksin hepattis B, jika ibunya tidak ada riwayat terinfeksi virus hep B, maka vaksinasi hep B bisa ditunda hingga bayi cukup 2 bulan atau > 2000 gram, tapi bila ibu positif Hep B infeksi, maka harus segera diberikan seperti bayi yang normal.

Namun sekarang banyak literature dan pendapat para ahli yang mengatakan bahwa imunisasi bagi bayi premature tidak perlu ditunda, karena respons dan efek KIPI akan sama saja dengan bayi aterm (cukup bulan). Keuntungan vaksinasi dengan skedule biasa adalah untuk mencegah penyakit dtp yang sangat infektius dan berbahaya bagi bayi, apalagi bagi bayi premature.

30.  Mau tanya nich, sebenarnya utk vaksin DPT,HIB,polio itu dilakukan dgn jedah 1bln, jd bln ke2 diberi bln ke3 tdk, sampai 3kali atau stiap bulan b’turut selama 3bln. Krn saya lihat di jadwal imunisasi itu ada jedahnya 1bln, sedangkan menurut dsa berturut2 tdk apa2

Jawab: Ini tergantung pada acuan yang dipakai oleh DSA (dokter spesialis anak) bersangkutan, menurut penelitian dan rekomendasi, interval antara dosis ke1 hingga yang ke3 memang diberikan pada saat berusia 2, 4 dan 6 bulan, demikian juga yang direkomendasikan oleh ACIP Amerika. Tapi untuk keadaan tertentu, ACIP juga memberikan rekomendasi interval antara dosis itu bisa disingkat menjadi hanya 4 minggu saja. Jadi kedua skema ini bisa berlaku dan tetap efektif.

31.  Bu dok dan Pak dok, mau tanya tentang hepatitis. Saya baru tiba di Indonesia dan 2 anak saya 5.5 m dan 22 m belum pernah sama sekali vaksin hepatitis. Kalo kira2 makan di luar ada efeknya tidak ya? Atau harus divaksin dulu? Terakhir di Jepang yang 22m vaksin booster DPT dan yang 5.5 combo DPT dan polio tgl 23 Maret. Sekalian tanya kalo vaksin di Jogja bagusnya ke dokter siapa ya? Thanks a lot.

Jawab: Vaksin Hep B sudah bisa diberikan kepada kedua putranya setiba di Indonesia, karena harga vaksin Hep B di Indonesia cukup murah. Yang juga perlu diberikan adalah vaksin Hep A, yang sudah bisa diberikan pada waktu anak berusia 24 bulan atau lebih, terdiri 2 dosis dengan interval antara dosis selama 6 sampai 12 bulan berikutnya. Penyakit Hep A juga endemis di Indonesia dan sangat menular atau infectious, yang menular melalui feco oral, yaitu via makanan dan minuman yang terkontaminsasi oleh feses ataau kotoran penderita.

32. dr. Annisa Karnadi “Vaksin hepatitis B diberikan umur 0, 2, 4 dan 6 bulan (setidaknya butuh 3 dosis) sedangkan vaksin hepatitis A diberikan umur 24 bulan (jika menurut IDAI).”

–> (1) kalau umur anak sdh lewat waktu pemberian hep.B, bagaimana?

(2) misalkan saya lebaran ini pulkam selama 1 bulan, si kecil usia 6 bln. Lalu mau saya beri vaksin hep.B. Tapi kepulangan berikutnya baru thn depan. Bolehkah interval pemberiannya 1 thn? Ataukah lebih baik menunggu sampai pulang permanen?

Jawab: Boleh saya share tentang detail vaksin Hep B ini ? Jadwal vaksinasi hep B itu yaitu dosis ke1 pada bulan 0, dosis ke 2 pada bulan 1, dan diosis ke 3 yang terakhir adalah pada bulan ke 6, total vaksin ini hanya terdiri dari 3 dosis saja, bila sudah lengkap 3 dosis diberikan, maka sudah tidak diperlukan dosis booster atau dosis penguat.

Untuk bayi baru lahir memang jadwal untuk dosis ke 1 adalah pada saat bayi baru lahir saat usia 0 bulan, kemudian saat berusia 1 bulan diberikan dosis ke2 dan dosis ke 3 yang terakhir pada saat bayi berusia 6 bulan.

Sedangkan untuk orang atau anak yang belum pernah diberikan imunisasi vaaksin Hep B, vaksinasi bisa dimulai kapan saja, maka jadwal skedul 0, 1 dan 6 bulan ini tetap dipakai, jadi misalnya saya divaksin dosis ke 1 pada bulan April ini, maka dosis ke2 adalah pada waktu bulan May nanti, sedangkan dosis ke 3 yang terakhir pada bulan November nanti.

Kita (orang yang sistim imunologi tubuhnya normal) hanya perlu 3 dosis saja, kalau sudah lengkap 3 dosis maka tidak perlu dosis booster penguat.Vaksin ini bisa bertahan sampai seumur hidup. Vaksin Hep B ini gampang diperoleh di klinik ataupun di Bidan praktek.

Bagi bayi premature, menurut acuan lama, dianjurkan menunggu bayi sudah mencapai berat badan 2.000 gram atau sudah berusia 2 bulan, baru diberikan vaksinasi, termasuk vakssinasi untuk Hep B ini. Namun acuan sekarang, bagi bayi premature tetap diberikan imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi bayi yang lahir cukup bulan (aterm bayi), karena bahaya tertular penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan vaksin sangat besar bagi bayi premature. Bila terjadi KIPI juga, maka kemungkinannya tidak lebih besar daripada bayi yang lahir cukup bulan.

33.  Dok adakah efek berbahaya bila pemberian vaksin lebih dr dosis. Anak sy umur 15 th diberi 1 ml vaksin influenza HA yg seharusnya 0,5 ml ya dok. Terima kasih

Jawab : Yth. Ibu Eva, Untuk vaksin tidak ada masalah yang disebut over dosis, karena vaksin bukan obat yang mempunyai takaran dosis pemberiannya yang ketat. Vaksin tidak demikian halnya, hanya saja kalau kelebihan dosis pemberian vaksin tidak akan menyebabkan sipenerima vaksin menjadi lebih kebal, tapi ini adalah masalah efisiensi dan biaya vaksin saja.

Tetapi pertanyaan saya, suntikan vaksin influenza jenis apa yang ibu dapatkan yang volumenya 1 cc ? Setahu saya, vaksin influenza itu terdiri 0.5 cc dan 0.25 cc saja, untuk anak2 diberikan dosis vaksin influeza yang volumenya 0.25 cc dan untuk dewasa yang volumenya 0.5 cc. Kalau ibu bilang bahwa bayi ibu mendapat suntikan vaksin ifluenza 1 cc, berarti ia telah mendapatkan dosis vaksin influenza 2 kali dosis orang dewasa.

34. Pada bayi dengan ibu yang positif Hepatitis B dianjurkan diperiksa HbsAg setelah pemberian combo Hib ke 3 saat usia 6 bulan. Mengapa harus pada usia 6 bulan? Bagaimana jika terkendala waktu sehingga pemeriksaan dapat terlaksana pada usia 7-8 bulan? Apakah berbahaya bagi bayi? Terima Kasih

Jawab: Bayi yang terlahir dari ibu yang positif menderita hepatitis B, biasanya bayi tersebut segera akan diberikan imunoglobulin anti hepatitis B beserta vaksin hepatis B dosis pertama, kemudian vaksin dosis ke2 pada saat berusia 1 bulan dan yang terakhir adalah dosis ke3 pada waktu berusia 6 bulan. Pemeriksaan 6 bulan kemudian adalah untuk mengetahui berapa jumlah titer antibody terhadap virus hepatitis ini, untuk mengetahui dan memastikan apakah bayi kebal terhadap virus hepatitis B setelah dilakukan pemberian 3 dosis vaksinai lengkap. Jika tertunda pemeriksaan titer ini dikarena satu dan lain hal, maka ini tidak berbahaya bagi bayi, karena telah diberikan imunoglobulin anti hepatitis B plus vaksin anti hepatitis B lengkap sebelumnya.

35. Siang dokter, Kali ini saya mau bertanya mengenai jadwal vaksin. Anak saya berusia 6 bulan, 2 minggu yang lalu(26-03-2013) anak saya br saya mendapatkan vaksin hep b, apakah boleh pada tgl 9 april ini anak saya mendapatkan vaksin pcv dan rota? Atau haruskah menunggu 1 bulan dr vaksin sebelumnya. Bolehkah vaksin pcv telat dr jadwal yang seharusnya? Seharusnya jarak antara vaksin yang berlainan brapa lama?

Terima kasih,

Jawab:

Kita bisa memberikan vaksinasi sekaligus (simultan pada hari yang sama) dengan 2 vaksin yang mengandung antigen hidup yang telah dilemahkan, tetapi kalau kita memsahkan keduanya, maka vaksin hidup yang kedua itu baru bisa diberikan setelah > 28 hari kemudian. Vakin MMR dan vaksin varicela adalah vaksin hidup yang dilemahkan, jadi bsa diberikan bersamaan, atau bila dipisah, harus menunggu > 28 hari kemudian baru berikan vaksin hidup lainnya. Yang harus diperhatikan adalah, vaksin2 yang akan diberikan itu tidak boleh dicampur menjadi satu syringe, suntikkan di 2 tempat (lengan atau paha)yang berbeda, atau tempat suntikan vaksinnya minimal terpisah > 1 inchi bila ingin di lengan atau paha yang sama.

Dalam kasus ibu Katherine, vaksin yang akan diberikan adalah PCV (vaksin mati) dan Rotavirus (vaksin hidup yang dilemahkan), dan sekitar 2 -3 minggu telah mendapat vaksin Hep B (vaksin mati). maka vaksin PCV dan vaksin Rota bisa diberikan bersamaan (simulltan vaksinasi), dan interval dengan vaksin Hep B kan sudah hampir 4 minggu, jadi bukan masalah apa2 lagi untuk memberikan vaksinasi kedua jenis vaksin PCV dan ROtavirus ini.

Penundaan vaksinasi karena satu dan lain hal sebaiknya dihindari, patuhi jadwal yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan usia bayi. Namun kalau terpaksa, penundaan bisa diterima, asal jangan terlalu lama, karena bahaya bayi mendapat infeksi penyait sangat besar seklali.

36. Siang dok, Dan saya ada tambahan pertanyaan, setelah saya lihat buku vaksin anak saya,tyt anak saya kelebihan vaksin polio 1 x, karena seharusnya kan polio hanga diberikan 3 kali sampai usia 5 bulan, tp ternyata dsa anak saya memberikannya 4x, 1 ketika keluar dr rs (tetes) dan 3 lainnya termasuk dalam combo pediacel, apakah nantinya ada efek samping dok? Karena saya baca bisa menyebabkan autis pada anak, apakah betul dok?

Jawab:

Untuk vaksinasi polio yang kelebihan satu dosis itu.Sebenarnya untuk vaksin tidak ada masalah yang disebut over dosis, karena vaksin bukan obat yang mempunyai takaran dosis pemberiannya yang ketat. Vaksin tidak demikian halnya, hanya saja kalau kelebihan dosis pemberian vaksin tidak akan menyebabkan sipenerima vaksin menjadi lebih kebal, tapi ini adalah masalah efisiensi dan biaya vaksin saja.

Tidak ada efek samping yang berbahaya karena kelebihan dosis pemberian vaksin polio ini.

37. Apa pengaruh buruk zat pengawet thimerosal dalam vaksin bayi ?Gejalah autisme itu akan segera tampak atau perlahan?

Jawab:

Thimerosal sudah dibuktikan bahwa zat ini tidak ada hubungan dengan terjadinya autime pada bayi yag mendapat imunisasi dengan vaksin yang mengandung thimerosal sebagai  preservativ.

Tentang hal ini ibu bisa membaca di dalam website CDC Atlanta Amerika di http://www.cdc.gov/vaccinesafety/Concerns/Autism/Index.html , juga dari website WHO di   http://www.who.int/immunization/newsroom/thiomersal_questions_and_answers/en/, juga ibu bisa baca di website saya www.selukbelukvaksin.com di bagian yang membahas hubungan thimerosal dan autisme, sebab musabab terjadinya autisme bayi, manfaat thimerosal, dll.

2. Gejalah autisme itu bukan terjadi secara mendadak, kalau kita teliti mengamati perkembangan bayi dan anak, maka gejalah awal sudah mulai tampak bahkan beberapa bulan setelah bayi dilahirkan,sehingga banyak pendapat yang mendukung kelainan autisme ini juga bersifat genetik bawaan bayi.

Ada penelitain yang menseleksi bayi mana yang normal yang mana akan menderita autisme hanya dengan melihat video yang diambil keluarganya sewaktu bayi lahir, lalu perkembangan bayi sehari-hari, dari video tersebut, para ahli bisa memastikan bayi yang mana normal, yang mana nanti akan menderita kelainan autisme.

3. Salah satu bukti lain, bahwa sejak heboh autisme dan hubungannya dengan vaksin yang ada thimerosal, maka pemakaian vaksin tersebut dihentikan, namun kejadian autisme ini bukan berhenti atau berkurang, bahkan tetap saja meningkat.  Jadi ini juga membuktikan bahwa antara vaksin dan autisme tidak ada hubungan sebab akibatnya. Ini terjadi dinegara Skandinavia.

4. Kontaminasi logam berat dialam hidup kita, juga kontaminasi logam berat dilaut dan terhadap ikan yang kita konsumsi,  dan kosmetika yang kita pergunakan, semua ini memberi pengaruh terhadap terjadinya autisme bayi dan anak.

5. Kadar thimerosal yang dipergunakan dalam vaksin sebagai preservativ adalah jumlah yang paling minimum dan masih dalam batas aman untuk dipergunakan.Hal ini sudah di prekuaifikasikan oleh WHO.

Semua yang menyangkut thimerosal ini bisa ibu Katherine baca di website www.selukbelukvaksin.com .

 

 

VACCINE  SAVES  LIVES !

Source: www.selukbelukvaksin.com

tags: , , , , , , , , ,

Related For Tanya Jawab Tentang Vaksin dan Vaksinasi 2013 – Q & A Vaccine and Vaccination 2013