Sejarah Vaksin Penyakit Pneumonia – Jenis Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

Sejarah Vaksin Pneumonia

Hampir 50% anak anak mempunyai koloni kuman pneumococcus ini didaerah nasofaring mereka, dan sebanyak 5% orang dewasa adalah pembawa kuman pneumococcus. Hal ini menggambarkan betapa luasnya penyebaran kuman S. pneumoniae pada populasi manusia didunia.

Pada awal abad 20 yang lalu, dikarenakan tingginya angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit yang ditimbulkan karena infeksi kuman S. pneumoniae, maka kuman ini menjadi pusat perhatian ilmuwan untuk mencari jalan solusi untuk mengatasinya.

Ide pengembangan dan pembuatan vaksin untuk mencegah infeksi kuman S. pneumoniae ini disebabkan oleh usaha Sternberg di Amerika pada tahun 1882 segera setelah berhasil menemukan kuman ini pada pasien. Namun vaksin yang pertama baru berhasil dibuat pada tahun 1911 oleh Sir Almroth Wright atas permintaan sebuah perusahaan pertambangan emas di Afrika Selatan untuk melindungi buruh gali tambang yang banyak terserang penyakit pneumonia akibat ulah kuman S. pneumoniae ini. Wright membat vaksin jenis whole cell (sel utuh) dari kuman ini untuk memberikan kekebalan pada sejumlah 50 ribuan buruh tambang, dan menurut Wright bahwa vaksin hasil buatannya cukup efektif, sayangnya hal ini tidak didukung dengan laporan klinik yang lengkap dan mempunyai bukti yang bisa dikaji secara ilmiah.

Pencarian vaksin untuk mengatasi penyakit pneumonia karena kuman S. pneumoniae ini mengalami banyak lika liku dan jalan yang panjang. Baru pada tahun 1970an ilmuwan berhasil membuat sebuah vaksin polivalent yang mengandung 14 macam jenis serotipe kuman S. pneumoniae, dan mempunyai angka keberhasilan klinik sebanyak 76 – 92% dalam uji klinik di pertambangan di Afrika Selatan juga.

Tahun 1977 vaksin pneumonia polivalent yang berisi 14 jenis serotipe ini didaftarkan dan dipakai di Amerika, yang dianjurkan pemakaiannya untuk bayi yang telah berusia diatas 2 tahun dengan kondisi menderita penyakit khronik, sehingga menjadi sangat rentan untuk mendapat infeksi kuman S. pneumoniae

Sekilas Tentang Antigen Kuman S. pneumonia Untuk Membuat Vaksin

Kuman S. pneumoniae ini diketahui tidak menghasilkan toksin atau racun seperti halnya kuman tetanus dan difetri yang dapat menyebabkan orang menjadi sakit akibat racun tersebut.

Tetapi kuman S. pneumoniae ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia karena kemampuan kuman tersebut untuk replikasi memperbanyak diri dalam jaringan organ tubuh kita.

Kuman S. pneumoniae ini terdiri jenis yang berkapsul dan jenis yang tidak berkapsul. Kapsul ini berfungsi sebagai pelindung kuman tersebut terhadap sel phagosit.

Jenis kuman S. pneumoniae yang tidak mempunyai pembungkus atau kapsul, akan dengan mudah dicernakan oleh sel phagosit, yang berasal dari sistim pertahanan tubuh kita, sehingga tidak menyebabkan penyakit.

Namun bila kita berhadapan dengan kuman S. pneumoniae jenis yang berkapsul, maka sel phagosit ini menjadi tidak berdaya dan akibatnya kita menjadi sakit. Jadi keganasan atau virulensi kuman S. pneumoniae ini ditentukan oleh fungsi kapsul ini. Kapsul inilah yang berpotensi patogen dan membuat kita sakit.

Dari analogi ini maka para ilmuwan memakai kapsul kuman ini dan membuatkan antigen untuk membuat vaksin pneumonia ini.

Berdasarkan cara pembuatan vaksin pneumonia ini dan juga indikasi pemakaian vaksin ini, misalnya ada jenis vaksin pneumonia yang indikasi pemakaiannya untuk usia remaja hingga usia dewasa dan orang tua, juga ada jenis vaksin pneumonia yang indikasi pemakaiannya khusus untuk bayi baru lahir hingga anak balita saja.

Pada kesempatan terdahulu, kita telah membahas dengan panjang lebar dan sederhana tentang vaksin pneumonia jenis polisakharida atau sering disebut PPV yang khusus di indikasikan pemakaiannya untuk anak remaja hingga orang usia dewasa dan usia lanjut.

Detail tentang vaksin PPV ini bisa kita baca di http://selukbelukvaksin.com/sejarah-vaksin-penyakit-pneumonia-jenis-pneumococcal-polisaccharide-vaccine-ppv/

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas vaksin pneumonia yang indikasi pemakaiannya khusus untuk bayi baru lahir hingga anak balita, yaitu vaksin pneumonia jenis Pneumococcal Conjugate Vaccine atau disingkat menjadi PCV. Vaksin jenis PCV juga dapat dipergunakan untuk remaja, orang dewasa hingga mereka yang berusia lanjut.

Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

Vaksin PCV untuk Bayi Google Free Image

Vaksin PCV untuk Bayi
  Google Free Image

 

 

Sejarah Perkembangan dan Tahun Pendaftaran Jenis Vaksin PCV :

1. PCV 7 (Prevnar7) / Wyeth / Pfizer

PCV7 atau (Heptavalent Pneumococcal Conjugate Vaccine), dikembangkan oleh perusahaan Wyeth (kemudian diambil alih oleh Pfizer), terdaftar sejak tahun February 2000 di US FDA.

Pada awal mulanya, telah dibuat vaksin pneumococcal ini yang mengandung 7 jenis serotipe antigen kuman pneumococcus, vaksin ini terbuat dari kapsul kuman yang telah dimurnikan dan dikonyugasikan dengan protein dari toksin kuman difteri yang sudah dihilangkan efek toksiknya.

Kandungan antigen kuman pneumococcus vaksin PCV7 ini adalah: 4, 6B, 9V, 14, 18C, 19F, 23F

Karena bentuk konyugasi ini, antigen vaksin ini berubah dan berpengaruh pada sel memory dari sistim pertahanan tubuh, maka jenis vaksin pneumococcal conjugate ini bisa dipergunakan untuk bayi dibawah usia 2 tahun

Catatan:

Vaksin jenis PCV7 ini sudah tidak dipasarkan lagi seluruh dunia sejak vaksin jenis PCV7 ini secara resmi digantikan oleh jenis vaksin baru PCV13 pada 24 February 2009 oleh pabrik pembuatnya Wyeth / Pfizer.

2. PCV10 (Synflorix) / GSK

Karena cakupan vaksin jenis PCV7 ini hanya meliputi 7 jenis serotype antigen kuman pneumococcus, maka kemudian dikembangkan lagi vaksin jenis PCV yang mencakup hingga 10 jenis serotype antigen kuman pneumococcus, dan dikenal sebagai PCV10,  jenis PCV10 ini dikembangkan oleh GSK dan terdaftar sejak tahun Maret 2009.

Kandungan antigen kuman pneumococcus dalam PCV10 (Synflorix) adalah : 1, 4, 5, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19F, 23F

3. PCV13 (Prevenar13) / Pfizer

Pihak pabrik Pfizer menyempurkan cakupan vaksin PCV7 menjadi cakupan kuman pneumococcus dari 7 serotipe hingga mencakupi 13 serotipe, dan mulai terdaftar dan resmi kita pergunakan sejak 24 February 2010 lalu.

Kandungan antigen kuman pneumococcus dalam PCV13 adalah: 1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, 23F

Diharapkan para ahli pembuat vaksin PCV13 ini adalah dengan meningkatkan jumlah dan cakupan jenis serotipe kuman pneumococcus ini, maka efikasi dan keampuhan vaksin PCV13 ini akan semakin baik dan luas untuk mencegah penularan penyakit pneumonia karena infeksi kuman pneumococcus pada bayi yang baru lahir, anak2 bayi balita, remaja, para orang dewasa muda hingga orang yang berusia lanjut yang sehat juga usia lanjut yang juga menderita penyakit khronis, seperti diabetes, penyakit jantung pembuluh darah dan penyakit paru, dll.

Dibawah ini, sebagai ilustrasi untuk memberikan gambaran kepada kita, adalah skema kandungan jenis serotype antigen kuman pneumococcus yang terdapat dalam beberapa jenis vaksin pneumonia :

Serotypes Content in 7PCV 13PCV 23PPV Google Free Image

Serotypes Content in 7PCV 13PCV 23PPV
Google Free Image

 

Indikasi Pemakaian Vaksin jenis PCV dan  Jadwal Rekomendasi Untuk Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccines :

Usia Bayi Waktu Dosis Pertama            Interval Waktu Antara Dosis Vaksin PCV

Bayi Berusia 2 – 6 Bulan                               3 Dosis vaksin, interval waktu 6 – 8 minggu antara dosis,

1 dosis terakhir pada usia bayi 12 – 15 bulan sebagai dosis booster penguat efek imunisasi

 

Bayi Berusia 7 – 11 Bulan                           2 Dosis vaksin, interval waktu 6 – 8 minggu antara dosis, dan 1 dosis terakhir

pada usia bayi 12 – 15 bulan sebagai dosis booster penguat efek imunisasi

 

Bayi Berusia > 12 bulan / 1 tahun atau lebih 

cukup berikan 1 dosis vaksin, dan berikan dosis booster penguat dengan interval waktu 2 bulan dari dosis terakhir tadi

 

Bayi Berusia 24 – 59 Bulan / 2 tahun lebih                      Hanya perlu 1 dosis vaksin saja sudah cukup

 

Referensi :

Jadwal Imunisasi IDAI Untuk Anak Berusia 0 – 18 Tahun

 

Jadwal Imunisasi Bayi Hingga Anak Remaja Usia 18 Tahun – Versi US CDC

 

Last update 29 June 2016

 

 

 

 

 

 

 Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Sejarah Vaksin Penyakit Pneumonia – Jenis Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)