Vaksin Rubella – German Measles – Campak Jerman dan Congenital Rubella Syndromes

Rubella – German Measles – Campak Jerman dan Congenital Rubella Syndromes

Penyakit apa ini ?

Barangkali kita pernah mendengar bahwa ada teman atau kerabat yang sedang hamil, kemudian mengalami keguguran tanpa sebab yang jelas atau setelah kehamilan telah genap bulan, namun kelahirannya mengejutkan karena adanya kelainan fisik bayi yang baru dilahirkan (juga perkembangan mental)  yang segera diketahui pada saat kelahiran, atau diketahui kemudian hari, karena perkembangan fisik dan mental bayi tidak sesuai dengan pola tumbuh kembang bayi yang normal.

Setelah ditelusuri dan diketahui bahwa sewaktu sebelum hamil atau sewaktu sedang hamil pada triwulan pertama, ibu hamil ini telah pernah mengalami infeksi (dan sakit) virus rubella, yang tidak diketahui sehingga tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Sebagai akibatnya adalah keguguran tadi atau kelahiran bayi dengan fisik dan perkembangan mental yang tidak sesuai dengan pola pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal.

Dan rasanya penyakit ini dan akibatnya semakin hari semakin sering kita dengar dan kita temukan dilingkungan hidup kita.

Sebenarya penyakit ini bukan penyakit baru. Penyakit ini sudah pernah dicatat dalam sejarah kedokteran pada abad ke 18, sebagai  penyakit berbintik merah pada kulit, yang sering terjadi pada anak–anak dan orang dewasa muda usia. Dan sejak tahun 1941 penyakit rubella mulai dikaitkan dengan kelainan fisik sejak lahir dari janin yang ibunya semasa hamil pernah menderita penyakit rubella ini.

Adalah seorang dokter Jerman yang mulai menulis dan mencatat penyakit ini sehingga penyakit ini juga diberi nama German Measles atau campak Jerman. Kemudian pada tahun 1841, seorang dokter Inggris juga menulis tentang penyakit ini yang ditemukan sewaktu KLB di India, dinamakan Rubella yang berarti titik atau bintik merah kecil dikulit.

Sejak tiga puluh tahun terakhir orang berhasil mengendalikan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus ganas rubella ini, dengan menggunakan vaksin hidup yang virusnya telah dilemahkan, sehingga saat ini dinegara Eropa dan Amerika penyakit rubella ini telah berhasil dienyahkan.  Namun sekarang karena kemudahan transportasi dan perpindahan penduduk, kita masih sering mengalami kejadian luar biasa penyakit rubella dibeberapa tempat di negara bagian di Amerika atau negara di Eropa.

Yang saat ini menjadi masalah serius adalah cacat bawaan akibat pasca infeksi  virus rubella pada ibu hamil. Karena penyakit ini bersifat “self limiting disease”, sehingga tidak terlalu berbahaya untuk anak-anak, orang dewasa, tetapi lain ceritanya bagi ibu yang sedang hamil, karena sangat berbahaya dan berefek jelek bagi janin yang sedang dikandung, apalagi bila usia kehamilan baru mencapai tiga bulan pertama.
Bisa menyebabkan keguguran janin hingga janin yang lahir dengan cacat fisik dan mental.

Congenital Rubella Syndrome (CRS):

Penyakit rubella dan hubungannya dengan cacat bawaan bayi baru mulai mendapatkan perhatian, itupun hanya sekedar perhatian saja dari kalangan kedokteran, karena pada tahun 1941, adanya laporan Dr. Norman McAlister Gregg, seorag dokter mata Australia, yang mulai menaruh curiga dan memperhatikan jumlah bayi yang menderita katarak mata yang semakin meningkat yang harus dirawat di klinik matanya, dan sambil lalu ia juga mendengar percakapan dua orang ibu yang semasa hamil telah sakit rubella dan bayinya kemudian lahir menderita katarak. Karena pada tahun 1940 telah terjadi kejadian luar biasa rubella dibenua Australia.

Dalam penelitiannya, Dr. Norman Gregg juga menemukan adanya laporan hal serupa dari dokter mata dan dokter teratologi berasal dari Australia, Swedia dan Amerika yang melaporkan adanya hubungan antara pasca menderita rubella semasa kehamilan dengan kelahiran bayi yang akan menderita cacat fisik, berupa :

1. Katarak mata bawaan (43% bayi penderita CRS)

2. Gangguan saraf pendengaran atau ketulian bawaan (58% bayi penderita CRS)

3. Cacat jantung bawaan (50% bayi penderita CRS)

Sehingga pada waktu itu mulai dikenal kelainan fisik bawaan tiga serangkai akibat pasca infeksi dan menderita penyakit rubella pada ibu hamil. Dan kelainan fisik tiga serangkai yang spesifik karena penyakiit rubella ini dikenal dengan istilah  “Characteristic Congenital Rubella Triad“.

Pada tahun 1962 dan 1963 telah terjadi pandemi penyakit rubella di benua Eropah, yang menyebar sampai ke benua Amerika. Akibatnya wanita hamil pada masa tahun 1964 sampai 1966, terdapat ribuan ibu hamil yang telah terjangkit penyakit rubella ini semasa kehamilan mereka, sehingga terjadi gelombang aborsi janin dengan indikasi medis (khawatir terjadi efek CRS janin), dan banyak bayi yang dilahirkan dengan cacat fisik bawaan, akibat efek CRS yang ditimbulkan oleh virus rubella.

Dan ternyata jumlah kelainan fisik dan mental yang diakibatkan oleh virus rubella tidak hanya terbatas pada kelainan tiga serangkai yang telah kita sebutkan sebelumnya, tetapi masih ditemukan sejumlah kelainan tambahan pada fisik dan juga perkembangan otak dan mental bayi tersebut.

Sehingga pada saat itu gejalah dan cacat fisik yang digolongkan menjadi CRS telah bertambah menjadi :

– hepatitis dan pembesaran organ hati dan kelenjar limpa

– ensefalitis dan gangguan perkembangan mental, yang mencakup Autisme, schizophrenia, gangguan kemampuan belajar, diabetes dan penyakit glaukoma

– kelainan darah seperti thrombositopenia

– dan kelainan fisik yang lain selain gejalah ketulian, cacat jantung dan katarak kongenital yang teah dikenal sebelumnya.

Kejadian ini telah memicu kebutuhan akan vaksin untuk mengatasi infeksi virus rubella dan akibat yang ditingggalkan bagi janin yang ibunya menderita infeksi virus rubella semasa kehamilan.

Antara tahun 1965 hingga 1967 telah banyak vaksin dengan antigen virus rubella hidup yang telah dilemahkan (life attenuated vaccine), yang diuji cobakan di klinik, namun baru pada tahun 1969 dan 1970, vaksin rubella yang efektif dan aman, resmi dipasarkan di Amerika dan Eropa dan kemudian ke Asia. Sejak itu telah banyak mempengaruhi pola penyebaran dan frekuensi penyakit rubella dan kejadian cacat bawaan janin karena CRS yang ditimbulkan virus rubella ini.

Pertanyaan Berapa Besar Kemungkinan Bayi Menderita CRS bila Ibu Hamil Trimester Pertama Menderita Penyakit Rubella ?

Congenital Rubella Syndrome (CRS) bisa terjadi pada janin yang sedang berkembang dalam rahim ibu yang mendapatkan infeksi virus rubella pada saat usia kehamilan baru mencapai triwulan yang pertama.

Bahkan CRS juga bisa terjadi beberapa minggu sebelum terjadi konsepsi atau pembuahan sel telur atau ovum oleh spermatozoa, seperti yang dipaparkan dibawah ini :

Bila infeksi virus rubella terjadi pada waktu 0 – 28 hari, sebelum terjadi konsepsi, maka akan ada 43% calon janin ini akan menderita CRS

Bila infeksi terjadi pada 0 – 12 Minggu usia kehamilan, maka kemungkinan janin akan menderita CRS adalah sebesar 51%

Sedangkan bila infeksi virus rubella terjadi pada masa 13 – 26 Minggu usia kehamilan, kemunginan janin akan mendapatkan kelainan CRS adalah 23%

Sebaliknya bila infeksi terjadi setelah masa kehamilan telah mencapai minggu ke 26 – minggu ke 40, atau bila infeksi terjadi setelah di Trimester III, maka kemunginan janin akan menderita CRS adalah 0%

Bila disimpulkan, maka kelainan CRS dan hubungannya dengan waktu terjadinya infeksi virus rubella, dan masa kehamilan, bisa diringkas menjadi :

– Bila infeksi terjadi dalam masa sebelum kehamilan hingga kehamilan trimester pertama, bentuk kelainan atau cacat CRS yang ditemukan adalah : kelainan pada mata dan jantung.

– Bila infeksi terjadi setelah atau pada akhir trimester pertama, maka kelainan atau cacat CRS yang lebih banyak ditemukan adalah gangguan saraf pendengaran berupa ketulian (Sensorineural deafness).

Apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi infeksi rubella pada wanita hamil ?

Penapisan TORCH untuk mengetahui apakah seseorang, terutama wanita hamil, pernah atau sedang menderita infeksi penyakit TORCH. Ini penting untk menentukan tindakan selanjutnya bagi tatalaksana ibu hamil dan janin yang sedang dikandung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan antibody IgM dan IgG dalam serum wanita hamil, bila ditemukan bukti dan tanda-tanda bahwa ia sedang menderita infeksi dan penyakit rubella, maka harus segera diberikan pengobatan yang intensif dengan tujuan mmencegah penularan virus rubella kepada janin melalui plasenta atau ari-ari bayi, dan mencegah kerusakan organ penting bayi akibat virus rubella ini. Bila memang sangat diragukan atas kesehatan janin, maka kehamilan ini bisa segera dihentikan dengan tindakan aborsi dengann indikasi medis, dengan tujuan menvegah kelahiran bayi yang cacat fisik dan mental akibat CRS yang ditimbulkan oleh virus rubella.

TORCH adalah singkatan dari rangkaian penyakit infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus (dan HIV). (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-rubella-infeksi-torch-dan-test-laboratorium/)

Penyakit toxoplasmosis, infeksi rubella, CMV dan herpes simplex (juga HIV), dikelompokkan menjadi TORCH karena menimbulkan akibat yang hampir sama pada janin, yaitu keguguran janin atau janin lahir dengan cacat fisik dan mental yang sangat serius.

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Vaksin Rubella – German Measles – Campak Jerman dan Congenital Rubella Syndromes