Penyakit Pneumonia Akibat Infeksi Kuman S. pneumoniae

Introduksi

Kuman Streptococcus pneumoniae adalah penyebab penyakit pneumonia yang seringkali bersifat endemik (hanya terjadi penyebaran penyakit pada daerah tertentu saja) bahkan sering juga menyebabkan pandemik (penyebaran penyakit hingga diluar batas negara atau keseluruh dunia). Sebelum adanya antibiotik yang ampuh, maka angka kematian akibat infeksi kuman ini adalah 5 per 1.000 kasus. Juga pada zaman sekarang yang sudah mempunyai antibiotik yang baik, penyakit ini masih menjadi masalah yang serius, terutama bagi bayi berusia muda dan kaum berusia lanjut.

Kuman S. pneumoniae ini yang juga dikenal dengan nama Diplococcus pneumonia, adalah jenis kuman Gram positif, dan ciri khasnya adalah tumbuh berpasangan seperti biji kopi, sehingga juga dinamakan kuman diplococcus.

Sejarah Penemuan Kuman S. pneumoniae

Kuman S. pneumoniae ini pertama kali ditemukan oleh Louis Pasteur dari Prancis pada tahun 1881 dan juga oleh Sternberg di Amerika pada tahun yang sama. Namun peranan kuman ini sebagai penyebab penyakit lobal pneumonia baru diketahui orang setelah 6 tahun kemudian. Dan menjadi penyebab kematian yang tinggi sampai orang berhasil menemukan antibiotik untuk mengobatinya.

Kuman S. pneumonia ini sering menyebabkan infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bagian bawah, kerap sebagai infeksi sekunder setelah sebelumnya dicetuskan oleh karena terjadi infeksi virus pada saluran pernafasan manusia.

Kuman ini dapat ditemukan dalam daerah nasopharing (daerah sekitar rongga hidung mulut dan tenggorokan) dari 5 – 70% orang yang sehat sebagai pembawa kuman tanpa menimbulkan masalah apapun, dan baru akan menimbulkan penyakit bila terjadi infeksi virus atau adanya faktor pencetus yang lain yang menyebabkan penyebaran kuman ini kedaerah saluran nafas bagian bawah yang menyebabkan terjadinya penyakit pneumonia, juga dapat menyebar dan menginfeksi ke rongga telinga tengah, rongga sinus didaerah muka dan hidung, bahkan juga menyebar kedalam darah kita dan menyebabkan infeksi umum yang sangat serius.

Penyebaran kuman penyakit ini melalui udara (droplet infection), seperti percikan liur sewaktu berbicara, bersin batuk dan mencium, dll.

Telah diketahu bahwa S. pneumoniae ini terdiri lebih dari 90 serotipe, yang sebagian besar dapat menyebabkan penyakit, namun hanya sekitar 10 serotipe yang dapat menyebabkan penyakit infeksi yang invasif kedalam organ tubuh seperti pneumonia.

Sekitar 25% dari semua penyakit pneumonia pada orang dewasa disebabkan oleh S. pneumoniae ini, dan 75% disebabkan oleh 9 jenis serotipe dari seluruh 90an serotipe kuman S. pneumoniae.

Penyakit pneumonia ini sering terjadi pada bayi baru lahir, orang yang berusia lanjut, orang alkoholik atau orang yang menderita penyakit khronis seperti diabetes, usia lanjut dan lain2 hal.

Maka dikenal faktor predisposisi yang mempermudah infekksi kuman S. pneumoniae ini pada seseorang, misalnya :

  • infeksi pada saluran pernafasan
  • cidera saluran pernafasan karena menghirup atau mengisap zat racun atau zat yang bersifat merangsang
  • posisi imobilisasi yang terlalu lama diranjang karena penyakit atau karena cidera sehingga terjadi akumulasi cairan dan lendir didalam paru paru
  • orang alkoholik
  • orang berusia lanjut sehat
  • juga orang berusia lanjut yang berpenyakit khronis : diabetes, hipertensi dan jantung, sakit ginjal dll
  • penderita penyakit diabetes, orang cacat fisik, malnutrisi
  • orang dengan gangguan daya pertahanan tubuh, seprti penderita penyakit Hodgkin dan Anemia Bulan Sabit (sickle cell anaemia)

Sampai detik ini penyakit pneumonia akibat infeksi kuman S. pneumoniae masih tergolong  10 besar penyakit penyebab kematian di USA.

Epidemiologi

Data yang akurat tentang seluruh jumlah kejadian infeksi karena kuman S. pneumoniae tidak diketahui dari hampir seluruh negara didunia. Hanya diperkirakan sekitar 16 kasus per 1.000 orang pertahun yang terjadi dinegara Amerika.

Angka kematian sekitar 20 – 35% untuk kasus yang tidak sempat diobati yang disertai komplikasi penyebaran kuman kedalam darah (bakteriemia). Tanpa komplikasi ini angka kematian menjadi sekitar 14%.

Dengan pengoabatan antibiotika yang tepat, maka angka kematian menurun menjadi sekitar 4 – 8%.

Angka kematian yang meningkat sering terjadi pada mereka yang tergolong resiko tinggi, seperti usia > 60 tahun, atau meteka yang disertai penyakit khronik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit diabetes mellitus, kelainan kelenjar endokrin (hormonal), kelaian atau penyakit darah, penyakit keganasan dan keadaan asplenia (kelaian limpa).  Kelompok resiko tinggi atau high risk ini yang akan sangat tertolong dengan pemberian imunisasi vaksin pneumonia

Imunisasi  Source Google free image

Imunisasi
Source Google free image

Gambaran Penyakit Pneumonia karena infeksi kuman pneumococcus

  1. Dimulai dengan demam dan menggigil pada suhu tubuh sekitar 38.8 – 41.5 derajat Celsius, juga ada rasa nyeri hebat didaerah dada
  2. Batuk yang diserta dahak yang seperti nanah dan berwarna merah seperti air besi karatan
  3. Infeksi diparu ini bisa menyebar ke selaput paru dan menyebabkan pleuritis dan otot jantung menyebabkan pericarditis
  4. Dapat menyebabkan infeksi lain seperti Meningitis terutama pada bayi, Otitis Media, infeksi luka yang luas
  5. Angka kematian pada kasus yang mendapat pengobatan sekitar 5% dan meningkat menjadi 30% pada kasus yang terlantar

Kuman S. Pneumoniae juga bisa menyebabkan :

Kuman S. pneumoniae ini adalah salah satu dari 3 jenis bakteri penyebab Meningitis (infeksi selaput otak) yang serius. Angka kejadian     meningitis akibat infeksi pneumococcus di Amerika adalah 1.5 per 100.000 orang pertahun, sedangkan di Afrika Barat mencapai 14 kasus per 100.000 penduduk pertahun. Meskipun diberikan pengobatan, angka kematian masih sekitar 40% pada bayi berusia muda hingga orang dewasa berusia diatas 40 tahun. Kuman S. pneumonia sebagai penyebab utama meningitis bayi

Gejalah dan tanda penyakit meningitis mencakup:  sakit kepala, rasa lelah hebat, muntah, rewel, demam, kejang kejang, dan koma. Bayi dibawah usia 1 tahun mempunyai kemungkinan terbesar terjangkit penyalit pneumokokus Meningitis, sekitar 10 kasus per 100,000 penduduk.

Infeksi Rongga Telinga Tengah atau Otitis Media adalah suatu keadaan yang kerap kita jumpai sebagai akibat infeksi kuman S. pneumoniae. Diperkirakan semua anak yang telah mencapai usia 6 tahun,, maka sejumlah 75% dari mereka pasti pernaha mengalami serangan kuman S. pneumoniae dan menyebabkan terjadinya Otitis Media ini.

  • Bakteriemia atau Penyebaran Kuman S. pneumoniae kedalam aliran darah dan menginfeksi seluruh tubuh

Bakteriemia karena kuman pneumococcus adalah sekitar 25%-30% dari semua penderita pneumonia karena infeksi kuman pneumococcus. Bakteremia adalah kejadian klinik yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak yang berusia kurang dari dua tahun dengan angka kajadian sekitar 70%.

Pada orang tua >60 tahun, angka kejadian tahunan untuk kejadian bakteriemia ini adalah sekitar 21 kasus per 100.000 penduduk, dengan angka kematian yang cukup tinggi.

 

Pengobatan:

Diberikan  pengobatan dengan antibiotika yang sesuai, bila gejalah penyakitnya berat, maka pasien akan diminta untuk dirawat dirumah sakit. Meskipun sudah ada banyak antibiotika yang ampuh, namun demikian, karena angka kematian yang cukup tinggi dan juga efek sisa akibat meningitis seperti cacat atau gangguan daya ingat, tingkat IQ dan fungsi kognitif yang sangat mengganggu, sehingga adalah lebih baik kalau penyakit ini bisa kita cegah sebelumnya.

 

Pencegahan dengan Imunisasi :

Penyakit ini bisa kita cegah dengan pemberian imunisasi vaksin Pneumonia 

Vaksin pencegah infeksi kuman S. pneumonia terdiri dari :

  1. Vaksin Pneumonia Polysacharide / PPV
  2. Vaksin Pneumonia Conjugate / PCV

 

Catatan:

Dalam pengalaman penulis, kerap kali masyarakat awam menrancuhkan antara penyakit meningitis (infeksi selaput otak yang disebut meningen) dan berbagai macam kuman penyebabnya.

Dalam dunia kedokteran istilah meningitis adalah nama kelompok penyakit infeksi yang terjadi pada selaput meningen otak, namun kuman penyebab infeksi meningitis ini bisa berbeda-beda antara kasus yang satu dengan kasu meningitis yang lain.

Ada beberapa macam kuman bakteri yang telah kita ketahui sebagai penyebab terjadinya infeksi meningitis ini, antara lain :

– Streptococcus pneumoniae ini

– Neisseria meningitidis (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-meningitis-bakteri-penyebab-sakit-meningitis/ )

– Hemophilus influenzae type B atau lebih dikenal dengan singkatan Hib saja

– Dan beberapa jenis virus seperti virus influenza, virus varicella atau virus herpez dan jenis virus yang lain

Semua kuman yang disebutkan diatas tadi dapat menyebabkan infeksi selaput meningen otak dan menyebabkan penyakit yang kita sebut MENINGITIS. Dan semua ini bisa diobati dengan antibiotika yang sesuai.

Namun untuk pencegahannya penyakit meningitis ini, diperlukan imunisasi dengan jenis vaksin yang berbeda, karena kuman penyebabnya juga berbeda, vaksin yang diberikan sesuai dengan usia bayi bersangkutan. (http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/)

Semoga dengan penjelasan ini, kita tidak lagi menjadi rancuh tentang penyakit Meningitis ini dan berbagai macam kuman penyebabnya dan juga jenis imunisasi yang berkaitan untuk mencegahnya.

Dalam bab berikut akan kita bahas tentang jenis vaksin yang khusus dipergunakan untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae ini.

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Penyakit Pneumonia Akibat Infeksi Kuman S. pneumoniae