Masa Kadaluarsa Vaksin – Expiration Date Vaccine

Masa Kadaluarsa Vaksin – Expiration Date Vaccine

 Waktu Kadaluarsa Vaksin, atau Expiration Date Vaccine (ED), Apa artinya, bagaimana membacanya dan apa interpretasinya ?

Dalam kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman actual saya semasa masih aktif bekerja sebagai Medical Manager disuatu perusahaan pembuat vaksin raksasa multinasional dari Prancis, yaitu Sanofi Pasteur Indonesia.

Disuatu pagi yang tenang, tiba tiba computer laptop saya berbunyi, yang berarti ada email yang masuk dalam mail box saya,  dan secara reflex saya langsung membuka mail box saya dan membaca surat yang baru masuk tadi. Isinya adalah pertanyaan seorang kolega yang berada di Jawa Tengah, yang menanyakan kepada saya tentang waktu kadaluarsa vaksin Influenza yang dimiliki oleh kolega tersebut, dibungkus karton dan juga di pada vaksin Influenza tersebut tertera kata –kata sebagai berikut : ED June 2012, kolega tersebut menanyakan apakah vaksin Influenza tersebut masih boleh disuntikan kepada pasien yang sudah menunggu didepan  matanya ?

Dilain kesempatan, saya juga dikejutkan dengan bunyi handphone saya yang tiba-tiba, karena saat iitu saya sedang memberikan presentasi tentang vaksin Hepatitis B kepada para dokter umum di kota Palembang, ternyata panggilan itu berasal dari rekan sekantor saya yang juga menanyakan apakah vaksin DPT-Hib yang sedang dipasarkan itu masih baik dan layak dipergunakan, karena waktu kadaluarsa vaksin tersebut ada dua, yaitu satu waktu ED yang tertera untuk vaksin DPT nya yang tertulis ED 11-2011 dan untuk vaksin Hib nya tertera ED 08-2011, rekan tersebut yang dikantor itu bingung, karena waktu expirasi atau kadaluarsa mana yang harus dipakai sebagai patokan setelah kedua vaksin tersebut digabung / dicampur jadi satu menjadi vaksin kombinasi DTP-Hib ?

Beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah ditelpon oleh seorang kolega di Cimahi, Jawa Barat, kolega itu meminta bantuan kepada saya karena telah memberikan vaksinasi  seorang bayi dengan vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine selama hampir 3 tahun lamanya, ceritanya karena pagi naas itu si kolega sedang kurang enak badan, dan kedatangan dirumahnya yng juga dipakai untuk praktek pribadi, orang tua yang membawa bayinya untuk minta diberikan vaksinasi. Karenasudah biasa memberi pelayanan vaksinasi dan bayi tersebut adalah pasien langganan kolega tersebut. Maka tana ragu ragu sedikitpun, sang kolega mempersiapkan vaksinnya dan segera menyuntikkan vaksin tersebut kedalam lengan atas bayi.

Setelah berbasa basi dengan orang tua bayi sambil memberikan bekas kemasan vaksin kepada bayi untuk bermain, secara kebetulan orang tua bayi itu mengambil kemasan vaksin dan membacanya. Langsung saat itu juga siorang tua terkesima dn berteriak, bahwa dokter telah emberikan vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration date Vaccine, sehingga terjadi hebooh dan orang tua tidak bias menerima penjelasan dokter dan akan menuntut dokter tersebut secara hukum.Maka  dengan rasa panic, kolega ini mnelpon saya minta bantuan dan dukungan untuk mengatasi masalah vaksinasi yang menghebohkan ini.

Masa Kadaluarsa Vaksin (Source: Google Image)

Dari rangkaian cerita dan pengalaman saya sebagai seorang dokter yang mendalami masalah vaksin dan aspek yang berkaitan dengan segi keamanan dan efektifitas vaksin, maka saya coba menghimpun pertanyaan pertanyaan seputar masalah Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine dan kekuatiran yang timbul dari dokter dan orang awam tentang efek dan akibat yang terjadi setelah mendapatkan vaksin yang telah kadaluarsa tersebut.

Pertanyaan tentang waktu atau masa kadaluarsa vaksin sering ditanyakan oleh pemakai vaksin, seperti kolega dokter juga kaum awam.

Pertanyaan mereka adalah seputar :

  1.   Apa itu Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration DateVaccine ?
  2. Tujuan pabrik pembuat vaksin menetukan Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date    Vaccine ?
  3. Bagaimana cara membaca Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vacciine ? Dan    bagaimana menginterpretasikannya ?
  4. Apakah vaksin yang telah mendekati atau bahkan telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin    atau Expiration Date Vaccine, akan langsung tidak berguna lagi untuk diberikan kepada    orang untuk mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut ?
  5. Misalnya karena kelalaian atau secara tidak sengaja, tersuntik dengan vaksin yang telah    melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration date Vaccine, apakah :
  • Apa efeknya terhadap tubuh dan kesehataan kita ?
  • Apakah ini berbahaya bagi orang yang mendapat vakssin yang telah kadaluarsa atau      expired vaccine ?
  • Apakah vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine      masih berguna atau efektif mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut?
  • Apa yang harus kita lakukan bila terjadi hal demikian ?
  • Apakah ada cara-cara atau tips mencegah terjadinya pemakaian vaksin yang telah      melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?

Saya akan menjawab pertanyaan diatas sesuai urutannya

1. Apa itu Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?

Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine adalah satu waktu  yang ditentukan    oleh pabrik pembuat vasin tersebut yang menentukan bahwa vaksin tersebut sejak tanggal    dibuat maka harus dipergunakan dalam tenggang waktu tertentu, biasaanya antara 1 tahun    hingga yang paling lama yaitu 3 tahun kemudian, ini tergantung jenis vaksinnya apakah    vaksin hidup yang lebih singkat waktu kadaluarsanya atau vaksin mati yang biasanya akan    lebih panjang masa kadaluarsanya.

2. Tujuan pabrik pembuat vaksin menetukan Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?

Tujuannya adalah untuk memberikan patokan yang pasti tentang batas waktu tenggang yang    bisa ditoleransi secara ilmiah, yang artinya adalah, karena vaksin terbuat dari bahan    biologi protein bakteri atau virus, untuk menjaga bahan tersebut tetap baik dan dapat    menimbulkan efek stimulasi sistim imunologi yang optimal sehingga bisa memproteksi tubuh    terhadap invasi bibit penyakit innfeksi yang ingin dicegah

3. Bagaimana cara membaca Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vacciine ? Dan    bagaimana meng-interpretasi-kannya ?

Bila pada kemasan vaksin hanya tercantum bulan dan tahun saja, misalnya 10-2012, ini    berarti bahwa vaksin ini layak dan baik dipergynakan hingga AKHIR OKTOBER 2012, yakni    hingga 31 Oktober 2012.
Bila pada kemasan vaksin tercantum tangggal-bulan –tahun, misalnya 25-July-2012, ini    berarti bahwa vaksin ini jangan dipergunakan lagi pada tanggal 26 July 2012.
Bila vaksin yang dipergunakan adalah vaksin kombinasi, misalnya kombinasi antara vaaksin    DTP dan vaksin Hib, yang masing –masing mempunyai masa kadaluarsa yang berbeda, misalnya    untuk vaksin DTP masa kadaluarsanya adalah 17 November 2012, yang akan digabung menjadi    vaksin kombinasi dengan vaksin Hib yang mempunyai masa kadaluarsa 05 Agustus 2012, dalam    hal ini, maka masa kadaluarsa yang harus kita pakai adalah yang terpendek yang terdapat    pada vaksin Hib, yaitu 05 Agustus 2012.

Semua vaksin yang telah dibuka, atau yang telah disiapkan dalam jarum suntik, harus    segera dipergunakan, tidak dianjurkan untuk disimpan dalam lemari pendingin untuk    dipakai pada kesempatan berikutnya.

4. Apakah vaksin yang telah mendekati atau bahkan telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin    atau Expiration Date Vaccine, akan langsung tidak berguna lagi untuk diberikan kepada    orang untuk mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut ?

Untuk vaksin yang telah mendekati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine    tidak berarti vaksin ttersebut sudah tidak berguna dan tidak dapat dipergunakn lagi,    seperti pembahasan kita sebelumnya, karena zat aktif vaksin terbuat dari bahan protein    kuman atau virus, maka semakin mendekati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date,    maka efektifitas vaksin tersebut akan mulai menurun, dan konsekuensinya adalah keampuhan    vaksin untuk mencegah penyakit yang dimaksud akan semakin lemah dan bahkan menghilang,    sehingga orang yang mendapat vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau    Expiration Date Vaccine ini tetap akan terkena penyakit infeksi yang sebenarnya ingin    kita cegah.
Dengan kata lain, dokter dianjurkan se-segera mungkin mempergunakan vaksin yang telah    mendekati Masa Kadaluarsa dengan tujuan mendapatkan efek perlindungan optimal vaksin    terhadap penyakit yang dituju bagi pamakai vaksin ini.

5. Misalnya karena kelalaian atau secara tidak sengaja, tersuntik dengan vaksin yang telah    melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration date Vaccine, apakah :

  • Apa efeknya terhadap tubuh dan kesehataan kita ?

Tidak akan menimbulkan efek apapun pada tubuh dan kesehatan kita,   dengan syarat :      Sepanjang vaksin itu tetap disimpan dalam kondisi baik, yaitu dalam suhu 2 – 8 derajat      Celsius.sesuai anjuran rantai dingin / cold chain vaccine, tidak terpapar langsung      dengan sinar matahari langsung, dan tidak ada perubahan fisik apapun pada vaksin      tersebut, misalnya warna berubah, cairan vaksin menjadi keruh, ada endapan partikel      dalam cairan vaksin  dan lain-lain.

Dalam hal ini  vaksin yang kita suntikkan sama dengan “plasebo” yaitu zat yang mirip        sekali vaksin tapi sama sekali tidak ada efek pencegahan terhadap penyakit infeksi      yang dituju, sehingga konsekuensinya orang tersebut mempunyai bahaya tetap bias      terinfeksi dan menjadi sakit karena penyakit tersebut.

  • Apakah ini berbahaya bagi orang yang mendapat vaksin yang telah melewati Masa      Kadaluarsa Vaksin  atau Expiration Date Vaccine ?

Pertanyaan ini yang paling sering dilontarkan oleh dokter juga awam yang telah secara      tidak sengaja disuntik dengan vaksin yang kadaluarsa.

Jawabannya adalah tidak berbahaya bagi tubuh dan kesehatan, namun juga tidak       bermanfaat untuk mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut.
Tidak berbahaya dengan syarat-syarat seperti yang disebutkan diatas.
Tidak bermanfaat karena zat aktif vaksin yang terbuat dari protein kuman atau virus      telah mengalami denaturalisasi protein menjadi rusak, sehinggatidak lagi mempunyai      efek untuk merangsang sistim imunologi tubuh untuk membuat zat antibody yang      diperlukan tubuh untuk melawan penyakit infeksi yang dituju oleh vaksin tersebut

  • Apa yang harus kita lakukan bila terjadi hal demikian ?

Yang pertama adalah tidak perlu panik, dan juga tidak perlu melakukan tindakn medis      apapun, karena pada saat setelah vaksin disuntikkan dalam tubuh, maka tidak ada hal      yang dapat kita lakukan seperti kalau kita salah minum obat, bisa dilakukan kuras dan      cuci lambung.
Seperti yang diterangkan diatas, vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin      atau Expiration Date Vaccine, sebenarnya tidak berbahaya, maka kita hanya perlu      melakukan tindakan pengawasan atau monitor terhadap efek samping yang mungkin timbul,      dan efek samping yang timbul bukan semata-mata karena vaksin yang telah kadaluarsa,      namun lebih banyak karena sifat bawaan vaksin itu sendiri, misalnya vaksin DPT yang      memang lebih sering menimbulkan efek demam pada bayi dan anak seteal vaksinasi, jadi      efek demam itu bukan karena vaksin yang telah tidak layak kita pakai.
Dan kalau mungkin adalah mengukur titer atau jumlah antibody yang ditimbulkan oleh      vaksin tersebut selang setelah 14 hari atau lebih, untuk mengetahui apakah vaksin      kadaluarsa ini apakah masih mampu merangsang sistim imunologi tubuh untuk membuat zat      antibody untuk  menagkal penyakit yang dituju.
Bila hal ini tidak mungkin atau sulit dilakukan, karena terbentur fasilitas      laboratorium yang tidak memadai, atau karena biaya pemeriksaan yang mahal, maka      tindakan yang paling gampang dan murah adalah dengan mengulang lagi vaksinasi untuk      bayi tersebut, dengan vaksin yang baik dan tidak melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau      Expiration Date vaccine.

  • Apakah ada cara-cara atau tips mencegah terjadinya pemakaian vaksin yang telah      melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?

Ada cara pencegahan yang mudah yaitu saat anda atau bayi anda akan diberikan      vaksinasi, selalu minta dokter vaksinator memperlihatkan kemasan dan vaksin yang      dipakai, dengan demikian anda akan yakin bahwa untuk bayi anda akan dberikan vaksin      yang dijadwalkan dan masih dalam tenggang waktu Masa Kaadaluarsa Vaksin atai      Expiration Date Vaccine.
Untuk rumah sakit juga klinik dan dokter yang melakukan vaksinasi bayi dan anak,      periksalah sediaan vaksin misalnya kemasannya, keadaan fisik vaksin termasuk nama      vaksin dan Masa Kadaluarsa Vaksin atau expiration date Vaccine, seblum disuntikkan      kedalam tubuh pasien bayi dan anak.
Juga pakai  sistim FIFO (First In First Out) dalam lemari pendingin penyimpan vaksin,      yaitu vaksin yang baru dibeli dengan Masa Kadaluarsa Vaksin yang tentu lebih panjang      atau lama, selalu disimpan dibagian belakang lemari pendingin vaksin,  sedangkan       vaksin yang telah ada dimajukan kedepan dengan maksud untuk dipakai segera begitu ada      kesempatan memberikan pelayanan vaksinasi.
Dengan cara penyimppan vaksin FIFO ini diharapkan tidak ada vaksin yang telah      mendekati Masa Kadaluarsa Vaksin yang tertinggal di bagian belakang lemari pendingin      vaksin, sehingga pada keaadaan tergesa-gesa ada kemungkinan salah mengabil vaksin      tersebut untuk dipakai dalam pelayanan vaksinasi bayi dan anak yang memerlukan      vaksinasi.

Demikian penjelasan tentang masalah Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine, apa tujuan pabrik pembuat menentukan tanggal ini dan akibat yang mungkin terjadi pada kesehatan dan tubuh kita bila secara tidak sengaja kita diberikan vaksinasi dengan vaksin yang telah mmelewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date vaccine. Semoga bermanfaat bagi semua yang membaca paparan ini.

Source: www.selukbelukvaksin.com

tags: , , , ,

Related For Masa Kadaluarsa Vaksin – Expiration Date Vaccine