Manfaat Vaksin dan Vaksinasi bagi Bayi Anak Orang Dewasa dan Usia Lanjut

Monday, July 30th 2012. | Manfaat Vaksin dan Vaksinasi

 Manfaat Vaksin dan Vaksinasi bagi Bayi Anak

Orang Dewasa dan Usia Lanjut

Vaksin dan tindakan Vaksinasi diakui sebagai suatu penemuan dan terobosan terbesar bidang kesehatan dari umat manusia pada abad ke 20 ini selain telah tersedianya air yang bersih dan aman untuk dipergunakan dan diminum oleh hampir semua bagian dunia.

Lebih dari 3 juta nyawa telah diselamatkan setiap tahun diseluruh dunia oleh vaksin, namun diseluruh dunia masih terdapat sekitar 3 juta kematian pertahun akibat penyakit infeksi yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin.

Sejak zaman dulu di China dan Mesir kuno, telah ditemukan catatan sejarah otentik tentang tindakan mereka dalam menghadapi dan mensiasati wabah penyakit cacar hingga abad 19 ditemukannya vaksin cacar oleh Edward Jenner, seorang dokter didesa Inggris dan vaksin rabies oleh  Louis Pasteur, seorang farmasis dari Prancis, maka sudah sangat banyak bukti dan fakta yang memperlihatkan kepada kita dan dunia, manfaat dan kegunaan vaksin dan efek  tindakan vaksinasi untuk mencegah penyakit menular infeksi, bahkan dengan vaksin dan tindakan vaksinasi yang tepat, maka kini dunia telah bebas dari penyakit cacar air, dan bebas penyakit polio dibeberapa bagian dunia ini. Banyak bayi anak orang dewasa dan usia lanjut yang telah diselamatkan oleh vaksin yang diberikan untuk mencagah penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan vaksin dan vaksinasi.

Sampai saat ini, telah terdapat sebanyak 23 jenis vaksin yang dapat kita pergunakan untuk mencegah  penyakit infeksi. Penyakit infeksi ini telah banyak menyebabkan kesakitan, cacad fisik dan mental bahkan kematian bagi mereka yang terjangkit, dan menghambat pembangunan negara karena telah menguras sumber daya manusia dan anggaran belanja negara yang tidak ssedikit jumlahnya.

Sebut saja beberapa diantaranya, misalnya tetanus bagi ibu yang baru melahirkan dan bayi mereka (tetanus post partum dan tetanus neonatorum), polio myelitis, difteri, meningitis dan encephalitis (radang selaput otak dan otak), pneumonia, cacar, campak, kanker leher rahim, demam tiphus, cholera, influenza, rabies yang angak kematiannya 100% bagi mereka yang terinfeksi, dan masih banyak contoh yang tidak akan habis kita sebutkan.

Berikut ini akan kita paparkan dengan lebih rinci tentang manfaat vaksin dan vaksinasi bagi bayi anak orang dewasa dan usia lanjut:

Tetanus

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia WHO, maka angka kematian akibat penyakit tetanus di negara berkembang adalah 134 kali lebih tinggi di negara berkembang dibandingkkan dengan negara maju.

Juga hingga saat ini masalah infeksi tetanus bagi bayi baru lahir tetap menjadi masalah kesehatan yang serius, di tahun 2005 angka kematian bayi akibat tetanus neonatorum adalah sebanyak 35 / 1000 kelahiran hidup dan sekitar 60% bayi itu meninggal dalam usia 0 – 7 hari pertama kehidupannya. (Data Universitas Sumatra Utara, Medan)

Menurut data dari DepKes Indonesia: Jumlah kasus tetanus neonatorum di Indonesia pada tahun 2003 sebanyak 175 kasus dengan angka kematian (CFR)  56% (Profil Kesehatan Indonesia 2003, Depkes)

Penyakit ini disebabkan oleh spora kuman tetanus Clostridium tetani yang terdapat ditanah atau alat yang tidak bersih, misalnya persalinan yang ditolong dengan alat yang tidak steril, sehingga terjadi infeksi tali pusat bayi atau luka jalan lahir ibu dengan spora kuman Clostridium tetani. Kemudian kuman ini akan mengeluarkan racun eksotoksin yang bersifat neurotoksin, menyebabkan sakit tetanus dan kematian bayi dan ibu bila tidak mendapatkan pertolongan yang tepat. Kejadian infeksi dan penyakit tetanus pada ibu yang segera habis melahirkan disebut tetanus post partum, sedangkan bayi yang baru lahir dan menderita penyakit tetanus disebut tetanus neonatorum

Tetanus Neonatorum (Source: Google Image)

Dengan penerangan tentang bahaya penyakit tetanus dan pemberian vaksin anti tetanus bagi calon ibu, penyuluhan proses pertolongan kelahiran yang baik dan steril  untuk para dukun paraji dan bidan, maka angka kejadian dan angka kematian bayi dan ibu akibat tetanus semakin hari semakin rendah.

Difteri

Difteri termasuk penyakit menular  yang jumlah kasusnya relatif rendah. Rendahnya kasus difteri sangat  dipengaruhi adanya program imunisasi. Di Indonesia selama tahun 2004 frekuensi KLB difteri terjadi 34 kali dengan jumlah kasus sebanyak 106 dan CFR 9,4% (Profil Kesehatan Indonesia 2004, Depkes)

Namun baru-baru ini, pada akhir tahun 2011, telah terjadi kejadian luar biasa penyakit difteri di Jawa Timur, dengan korban meninggal dan sejumlah bayi dan anak yang terpaksa harus dirawat intensif dirumah sakit akibat penyakit difteri ini.

Selama ini dengan program vaksinasi bayi yang rutin, maka angka kejadian penyakit difetri telah dapat ditekan hingga angka yang paling rendah, meskipun hingga saat ini belum ada satu negarapun didunia yang berhasil bebas dari penyakit difteri. Dengan demikian, maka peran vaksin dan vaksinasi difteri adalah mutlak dan sangat nyata dalam mengendaliakn dan mengontrol angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit difteri ini.

Campak

Campak merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Secara nasional selama tahun 2004  frekuensi KLB campak menempati urutan kedua setelah DBD. KLB Campak 2004 terjadi  sebanyak 97 kali dengan jumlah kasus sebanyak 2.818 dan 44 kematian atau CFR 1,56% (Profil Kesehatan Indonesia 2004, Depkes).

Penyakit ini disebabkan oleh virus, kejadian komplikasi dan angka kematian meninggi pada anak berusia < 5 tahun dan dewasa berusia > 20 tahun. Komplikasi serius berupa radang paru /pneumonia 1-6%, ensefalitis/radang otak 1 per 1000-2000 penderita campak dan radang otak lain yang lebih serius yaitu subacute sclerosing panencephalitis 1 berbanding 100.000 kasus campak. Pada wanita hamil, campak dapat menyebabkan keguguran janin dan lahir prematur.

Anak yang mengalami komplikasi radang otak karena virus campak seperti diatas dapat mengalami gangguan mental dan fungsi gerak, yang akan terjadi sekitar 7 tahun kemudian pasca infeksi campak, namun gejalah awalnya seperti kejang dan perubahan sifat anak sudah mulai terjadi sewaktu anak berusia 2 tahun. Anak lelaki adalah lebih sering mengalami ini daripada anak perempuan dengan perbandingan 2:1 hingga 4:1.

Penyakit inipun dengan mudah bisa dicegah dengan pemberian vaksin sewaktu bayi berusia diatas 9 bulan, dan vaksinasi wanita hamil atau calon ibu untuk mencegah infeksi menular ke janin daam kandungan.

Polio

Sejak tahun 1988, dengan pemberian vaksinasi polio yang intensif, maka telah berhasil mengendalikan penyebaran virus polio didunia, dan berhasil menurunkan angka kesakitan polio sebanyak 99%, yang merupakan suatu pencapaian yang luar biasa bagi umat manusia.
Dan dengan berhasilnya program vaksin dan vaksinasi polio, maka diperkirakan sekitar 5 juta orang berhasil diselamatkan dari penyakit lumpuh akibat infeksi virus polio (WHO: Data tahun 1988)

Pada tahun 2007, negara Kerajaan Saudia Arabia telah dinyatakan bebas penyakit polio myelitis, sehingga saat ini bagi para pengunjung dan jemaah haji diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi polio sebelum memasuki wilayah negara tersebut.

Namun hingga tahun 2012 ini masih ada sekitar 4 negara yang dinyatakn sebagai negara endemik penyakit polio, yaitu negara Afganistan, Pakistan, Nigeria dan India. Bagi pengunjung atau wisatawan yang rentan terhadap penyakit polio, maka untuk berkunjung ke negara tersebut diatas harus melindungi dirinya terlebih dahulu dengan vaksinasi polio.

Anak Sakit Polio

Rahabilitasi Anak Polio (Source: Google Image)

Peristiwa kejadian luar biasa di desa Cidahu Sukabumi Indonesia pada tahun 2005, adalah akibat jemaah haji Indonesia yang pulang setelah ibadah selesai dan menyebarkan virus polio  kepada anak kecil penduduk desa yang tidak kebal terhadap penyakit ini. Setelah diteliti asal usul virusnya adalah berasal dari Nigeria.

Rabies

Penyakit ini umum kita kenal dengan nama penyakit anjing gila, penamaan yang tepat, karena memang penyakit yang sebenarnya adalah suatu penyakit zoonosis namun bisa juga menular pada manusia, caranya dengan gigitan maupun jilatan pada bagian tubuh manusia yang luka atau lecet, oleh anjing juga binatang lain, misalnya monyet, kucing ataupun kelelawar yang terinfeksi dengan virus rabies

Angka kematian penyakit rabies adalah 100% sejak tanda atau gejalah penyakit rabies ini timbul/ terlihat.

Virus rabies berbetuk lonjong seperti peluru, sehingga oleh kalangan ahli disebut “the bullet that never missed!” atau “peluru yang tidak pernah meleset

Diseluruh dunia dilaporkan secara resmi angka kematian akibat penyakit rabies adalah 55.000 pertahun, dan terbanyak berasal dari Asia dan Afrika.

Di Indonesia, khususnya di provinsi Bali yang sampai tahun 2009 tidak dikenal sebagai daerah endemis penyakit rabies, namun sejak tahun 2009, tiba-tiba terjadi kejadian luar biasa penyakit rabies dengan angka kematian yang cukup tinggi, sehingga menghebohkan baik bagi Indonesia sendiri juga bagi dunia luar, terutama dikalangan turis asing, meskipun telah dilakukan berbagai usaha dari Pemda Bali juga Kanwil DepKes, baik dengan pemusnahan anjing sakit dan anjing liar, hingga vaksinasi bagi hewan anjing dan bagi penderita yang tergigit, namun masalahnya masih berlangsung hingga saat ini.

Daerah lain di Indonesia yang juga dikenal secara tradisionil endemik penyakit rabies sejak dahulu adalah pulau Flores dan Sumatra Barat, karena kebiasaan memelihara anjing untuk berburu.

Pengobatan dan pencegahan penyakit rabies :

Hanya ada satu-satunya cara untuk mencegah penyakit rabies, yaitu dengan vaksinasi rabies,sebelum orang tersebut tergigit oleh anjing atau binatang lain yang telah terinfeksi dengan virus rabies.

Sedangkan bagi mereka yang telah tergigit dengan anjing rabies atau binatang yang diduga keras sedang sakir rabies, maka bagi mereka hanya bisa tertolong bila  segera diberikan serum anti rabies dan segera disusul dengan pemberian vaksin rabies. Hanya dengan cara demikian maka nyawa mereka bisa tertolong dari kematian akibat virus rabies.

Cara pemberian vaksin dan serum anti rabies, yang dikenal dengan pre exposure rabies vaccination dan post exposure treatment ini akan kita bahas pada kesempatan yang lain.

Penyakit Demam Kuning atau Yellow Fever

Yellow fever adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus, dan ditularkan oleh jenis nyamuk Aedea aegypti, yang juga menularkan penyakit demam berdarah dengue/DBD.

Penyakit bukan endemis di daerah Asia juga Indonesia, tapi untuk daerah Afrika dan Amerika Latin, penyakit ini cukup sering dijumpai, sehingga bagi wisatawan yang akan berkunjung kenegara tersebut, maka mereka wajib diberikan vaksinasi Yellow Fever ini.

Diseluruh dunia jumlah angka kejadian penyakit Yellow Fever ini diperkirakan sebanyak 200.000 kasus dengan angka kematian yang lumayan tinggi yaitu 30.000 kematian pertahunnya.

Vaksin Yellow Fever diketahui sangat ampuh mencegah penularan penyakit ini.

Meningococcal meningitis

Penyakit infeksi selaput otak ini disebabkan oleh kuman Neisseria meningitis, yang terdiri dari 4 jenis serotipe kuman yaitu tipe A, C. Y dan W 135, yang paling sering menimbulkan penyakit infeksi selaput otak ini.

Penyakit ini juga terkenal endemik di daerah Sub Afrika, sehingga dikenal daerah tersebut sebagai Meningitis Belt, dan Amerika Latin. Namun pada tahun 2005 telah ditemukan beberapa kasus yang disebabkan oleh serotipe W 135 diantara jemah haji di Arab Saudi, sehingga sejak itu mulai diperlakukan vaksinasi wajib menigitis ini bagi para calon jemaah haji.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen menetap dengan segala jenis gangguan fungsi otak yang sangat hebat. Angka kematian juga cukup tinggi, yaitu sekitar 50% bagi kassus yang tidak mendapat pengobatan dan perawaatan yang memadai.

Penyakit ini sering terjadi pada anak dibawah usia lima tahun juga pada dewasa muda antara usia 15 – 18 tahun, atau sering terjadi diankara anak sekolah dan mahasiswa dan tentara yang tinggal dalam asrama sekolah dan barak militer.

Maka tindakan terbaik adalah mencegahnya dengan vaksinasi anak asrama atau bagi wisatawan sebelum berkunjung ke daerah tersebut.

Hib Meningitis

Penyakit infeksi selaput otak oleh kuman Haemophilus influenza type B, yang paling banyak terjadi pada bayi sejak usia 0 – hingga 2 tahun pertama dan mulai berkurang hingga mereka berusia 2 – 5 tahun pertama.

Sama seperti akibat mingitis karena meningococus, efek dan kerusakan yang terjadi pada otak dan fungsi otak karena kuman Hib ini.

Penyakit ini banyak ditemukan di Asia juga Eropa dan Amerika dan Indonesia, sehingga pencegahan dengan vaksin sejak bayi berusia mulai 2 bulan sangt dianjurkan.

Sejak vaksin Hib conjugate diperkenalkan, maka angka kesakitan dan cacat fisik karena kuman Hib ini menjadi turun hingga 99%, manjadi kira-kira 1 kasus per 100.000 anak yang berusia < 5 tahun.

Influenza

Penyakit ini terjadi sepanjang waktu didaerah Asia Pasifik, dan terjadi terutama pada musim dingin didaerah empat musim, diperkitrakan sekitar 600 juta penderita penyakit influenza setiap tahun, dan sekitar 3 juta kasus berat dengan komplikasi penyakit yang telah ada pada orang tersebut, misalny pada orang tua dengan penyakit jantung dan paru, asma, penyakit diabetik dan penyakit  metabolisme lain, penyakit ginjal dan hati, atau tekanan darah tinggi dan stroke, juga pada bayi dibawah usia 2 tahun dan pada wanita hamil.

Pada wanita hamil, maka penyakit influenza dapat menybabkan terjadinya gugur janin yang dikandung (aborsi), atau bayi lahir dengan berat badan rendah, sehingga mempengaruhi harapan hidup bayi tersebut saat dilahirkan. Dalam penelitian vaksin influenza terakhir pada wanita hamil, terbukti vaksin influenza cukup aman bagi ibu dan janin yang dikandung dan dapat menghindari kasus keguguran janin akibat komplikasi penyakit influenza ketika hamil.

Angka kematian karena penyakit influenza dan komplikasinya diperkirakan sekitar 250.000 hingga 500.000 kejadian setiap tahun diseluruh dunia.

Dengan vaksinasi rutin setiap tahun, maka kita dapat mencegah dan menghindari penyakit influenza dengan segala  konsekuensinya bagi diri kita sendiri, bagi orang sekitar kita dalam rumah, juga bagi lingkungan kerja dan lingkungan aktifitas kita. (lihat Vaksin Bagi Wanita Hamil, dan Vaksin Influenza 2012- 2013 di www.selukbelukvaksin.com)

Hepatitis B

Siapa diantara pembaca yang tidak tahu atau penah mendenar tentang ‘kehebatan’ penyakit ini?

Pernah mendengar penyakit sirhosis hati dan penyakit kanker hati? Nah kedua penyakit yang angka kematiannya adalah hampir 100% ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan penyakit Hepatitis B ini.

Daerah Asia Pasifik, Afrika terkenal sebagai daerah endemik penyakit ini, termasuk Indonesia kita. dan ketahuilah bahwa penyakit Hepatitis B itu jauh lebih mudah menular daripada penyakit AIDs atau HIV yang sangat ditakuti itu.

Penularan penyakit Hepatitis B ini melalui darah dan cairan tubuh seperti cairan sperma dan vagina, jadi sangat mudah menular via hubungan kelamin yang tidak aman., melalui transfusi darah, transpalntasi organ juga dari ibu yang menderita atau telah terinfeksi virus Hepatitis B ke bayi yang dilahirkan melalui vagina.  Namun tidak bisa menular melalui kontak badan seperti berjabatan tangan, berpelukan. Hanya katanya melalui ciuman yang sangat intensif (French kiss) maka virus Hepatitis B masih bisa ditularkan kepada teman berciumannya.

Untuk mengatasinya adalah dengan pemberian vaksinasi bagi yang belum kebal atau yang ingin berkunjung ke daerah endemik penyakit ini, atau untuk anggota keluarga yang ada menderita penyakit ini, maka bagi anggota keluarga lain yang masih negatif segera diberikan vaksinasi anti Hepatitis B ini.

Bagi bayi yang baru dilahirkan, juga segera diberikan vaksin ini. Namun jika bayi dilahirkan oleh ibu yang positif menderita atau terinfeksi virus Hepatitis B, maka tidak cukup hanya diberikan vaksin hepatitis B saja, masih harus ditambahkan serum imunoglobulin yang merupakan antibody terhadap virus Hepatitis B pada bayi tersebut selain diberikan juga vaksin anti Hepatitis B ini.

Bila  pemberian vaksin Hepatitis B sejak usia dini seperti program vaksinasi yang sekarang dijalankan dibanyak negara, termasuk Indonesia, maka diharapkan dalam masa datang, kita tidak akan menemukan banyak kasus penyakit sirhosis hati atau kanker hati karena komplikasi penyakit Hepatitis B ini pada kelompok orang berusia dewasa dan usia lanjut.

Dengue /demam berdarah dengue

Siapa yang tidak kenal dan takut terkena penyakit ini ? Sampai saat ini sedang dikembangkan vaksin baru untuk melawan penyakit ini, sehingga nanti bila kita diberikan vaksin ini, maka  kita sudah bisa kebal terhadap infeksi virus dengue dan terhindar dari penyakit DBD yang selalu terjadi sepanjang tahun, terutama saat musim hujan tiba.

Demikian sekelumit data dan fakta berupa angka angka tentang berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan dari renggutan penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin yang tepat, berapa banyak bayi cacat atau yang akan lahir dengan cacat fisik dan mental yang bisa dicegah dan dihindarkan dengan tindakan sederhana saja, yaitu vaksinasi.

Seperti diawal  bahasan kita, bahwa vaksin dan vaksinasi itu adalah terobosan luar biasa anak manusia dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan manusia, sehingga anak anak yang lahir akan sehat, baik fisik juga mental, sejahtera sosial dan ekonomi, karena mampu dan bisa berkembang tumbuh dengan sehat tanpa penyakit, pada gilirannya akan membentuk bangsa yang kuat dan tangguh, dengan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Rasanya benar diluar jangkauan pemikiran dan logika yang sehat bila hingga saat ini masih ada yang beranggapan bahwa vaksin dan vaksinasi itu berbahaya, tidak membolehkan bayi dan anaknya divaksin agar terlindung dari penyakit, padahl dengan berbuat seperti itu, mereka telah dengan sengaja memaparkan bayi dan anaknya dengan resiko penyakit, cacat dan bahkan kematian yang tidak perlu.

Dalam Konvensi Hak Anak dan Undang Undang Perlindungan Anak, tercantum bahwa pemeliharan kesehatan anak adalah hak asasi anak yang harus dan mutlak dihormati orang tua.

Tidak heran diluar sana, banyak negara yang akan menindak dan menghukum, tanpa ragu-ragu sedikitpun, orang tua yang dengan sengaja menelantarkan anak mereka dalam bidang kesehatan, salah satunya adalah bila menolak dengan alasan yang tidak jelas, untuk memberikan vaksinasi bagi bayi dan anak mereka.

Semua tindakan medis tentu ada segi positif dan segi negatifnya, namun dalam tangan dokter yang ahli terlatih, dalam fasilitas yang baik dan lengkap, dengan obat dan vaksin yang baik, semua resiko negatif akan dikecilkan bahkan berusaha untuk dihilangkan.

Lindungilah Bayi Anak dan diri kita sendiri juga Orang Tua kita dengan vaksin yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi kita.

Kalau ragu tentang vaksin apa yang tepat untuk anggota keluarga kita, jangan segan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapat informasi yang tepat benar dan bertanggung jawab.

Saya kutip sepotong kalimat dibawah ini :

A world in which no one suffers or dies from a vaccine preventable disease” yang artinya ” Sebuah dunia dimana tidak ada seorangpun yang menderita atau meninggal karena penyakit yang bisa dicegah dengan Vaksin

Semoga …..

Vaccines Saves Lives !

tags: , , , , , , , ,

Related For Manfaat Vaksin dan Vaksinasi bagi Bayi Anak Orang Dewasa dan Usia Lanjut