Manfaat Thimerosal (Bagian Kedua)

Kisah keracunan logam berat di Teluk Minamata di Jepang …

Pada 21 April tahun 1956, seorang anaak gadis berusia 5 tahun diperiksa dirumah sakit milik perusahaan Chisso yang terletak di Minamata Jepang, sebuah kota yang terletak pantai barat, bagian selatan pulau Kyusu. Dokter dibuat bingung oleh gejalah penyakitnya : kesulitan berjalan, sulit berbicara,dan kejang kejang. Dua hari kemudian adik perempuannya juga mulai memperlihatkan gejalah yang sama dan kemudian dirawat dirumah sakit.

Ibu anak2 ini memberitahu bahwa anak gadis tetangganya juga mempunyai gejalah sakit yang sama. Setelah dilakukan investigasi dari rumah kerumah, ditemukan lagi delapan orang penderita yang kemudian juga dirawat dirumah sakit. Direktur rumah sakit melaporkan kejadian epidemi penyakit yang tidak diketahui sebabnya pada susunan saraf pusat kepada pejabat kesehatan masyarakat setempat , dan laporan ini merupakan laporan resmi tentang penemuan penyakit Minamata.

Penyakit Minamata, kadang kadang disebut juga penyakit Chisso-Minamata, adalah penyakit dengan gejalah saraf (neurologi) yang disebabkan oleh keracunan mercury yang berat. Gejalah meliputi ataxia (gangguan koordinasi gerakan tubuh), rasa kebas (baal) pada tangan dan kaki, kelemahan otot secara umum, penyempitan lapangan pandang mata, dan kerusakan fungsi pendengaran dan fungsi bicara. Pada beberapa kasus ekstrim, terjadi gangguan kewarasan, kelumpuhan, gangguan kesadaran sampai koma dan kematian beberapa minggu kemudian.Bentuk penyakit bawaan akibat keracunan mercury ini juga ditemukan pada janin sewaktu didalam kandungan ibunya.

Penyakit Minamata pertama kali ditemukan dikota Minamata di perfektur Kumamoto, Jepang pada tahun 1951.Ini disebabkan oleh pembuangan limbah industri yang mengandung methylmercury dari pabrik kimia Chisso Corporation yang sudah berlangsung sejak 1932 hingga 1968. Zat kimia methylmercury  yang sangat beracun ini telah tertimbun dalam kerang2an dan ikan di perairan di teluk Minamata dan laut Shiranui,  sehingga penduduk sekitarnya bila mengkonsumsi makanan laut ini terjadilah keracunan mercury.

Pihak pemerintah dan pabrik kimia Chisso selama 30 tahun tidak bertindak untuk mengatasi masalah polusi bahan kimia ini selama terjadi peningkatan angka kematian biinatang seperti kucing dan anjing bahkan kematian manusia.

Baru pada bulan Maret 2001, sejak dipastikan secara resmi bahwa telah terjadi 2,265 kasus dan 1,784 kematian manusia, pihak pabrik Chisso baru mengadakan ganti rugi dan perbaikan cara pembuangan limbah kimianya dan membersihkan lingkungan teluk Minamata yang telah terkontaminasi sejak 1932. Namun kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan sudah terlalu besar untuk diberikan ganti rugi.

Kejadian serupa juga terjadi di Basra, Irak pada tahun 1970an dimana  pencemaran insektisida yang mengandung logam berat dan terjadi  kontaminasi mercury pada biji gandum yang dioleh menjadi roti (Bakir et al 1973)

Dengan dua kejadian yang berakibat serius pada janin yang sedang dikandung ibunya juga pada bayi dan orang dewasa, maka bisa dibayangkan betapa heboh dan takutnya para orang tua begitu mendengar bahwa vaksin MMR yang dipercaya bisa mengatasi infeksi penyakit campak, campak Jerman dan gondongan, ternyata bisa menyebabkan efek samping lain autisme, yang begitu serius dan sulit diatasi pada bayi kesayangan mereka.

• Laporan pertama vaksin (MMR) dengan kandunagn Thimerosal yang berakibat terjadinya kasus autisme bayi oleh Dr. Andrew Wakefield, seorang dokter dari Inggris, pada tahun 1998, yang menimbulkan heboh besar dan terjadi penolakan vaksin dan vaksinasi di Inggriis dan beberapa negara lain dengan segala akibat buruk yang mengikutinya setelah pemberian vaksinasi, terutama dengan vaksin MMR.
(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)

Beberapa gejalah bila terjadi keracuan zat Methylmercury :

• Janin diketahui lebih sensitif terhadap pemaparan dan keracuan   methylmercury
• Pemaparan dosis tertentu pada ibu hamil terhadap metylmercury akan terjadi pemaparan pada janin sehingga terjadi:

– Kerusakan neuroogi / saraf yang serius  terjadi celebral palsy
– Gangguan fungsi sensorik dan motorik
– Gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin  autisme

Masalah Thimerosal yang menjadi penyebab autisme bayi sejak itu menjadi topik perdebatan yang sengit dan tidak kunjung selesai, semua kelompok mempertahankan pendapat dan keyakinan mereka terhadap kelompok yang lain. Dibawah ini dipaparkan beberapa pendapat yang pro dan kontra  terhadap teori atau hipotesa bahwa Thimerosal mempunyai hubungi positif langsung sebagai penyebab autisme bayi.

Beberapa pendapat pro dan kontra terhadap hubungan autisme dengan Thimerosal :

• Laporan pertama tetang vaksin (MMR) dan Thimerosal oleh Dr. Andrew Wakefield pada tahun 1998 (Lancet Medical Journal 1998)

• 1 bulan setelah pemberian vaksin MMR maka terjadi gejalah2 :

– Inflamsi / infeksi saluran cerna, terjadi infiltrasi protein berbahaya kedalam   jaringan otak, sehingga terjadi :

– Gangguan perkembangan neurolog / saraf anak (Autisme), atau juga berupa
– ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder)
– Terjadi kelambatan perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa

• Hipotesa : hubungan sebab akibat antara Thimerosal dan gangguan perkembangan saraf otak anak(autisme)
(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)

Beberapa pendapat pro dan kontra terhadap hubungan autisme dengan Thimerosal …:(lanjutan)

• Dr. Brent Taylor dan kawan kawannya telah merancang 4 buah uji klinik untuk mencari dan membuktikan teori hipotesa relasi antara Thimerosal dengan kejadian autisme di Inggris.

• Dr. Nathalie Smith

• Di Denmark dilakukan uji klinik dengan skala besar yang melibatkan 537.000 anak anak, ditemuakn hasil akhir yang menunjukan bahwa angka kejadian autisme antara anak yang telah divaksinasi dengan yang tidak di vaksinasi adalah sama

Kesimpulan :

– Tidak ditemukan korelasi ilmiah antara autisme dengan vaksinasi yang diberikan pada masa bayi

– Jumlah anak penderita autisme tidak sesuai dengan jumlah bayi yang telah mendapat vaksinasi MMR

– Inflamsi / infeksi saluran cerna terjadi setelah timbulnya gejalah autisme bukan sebelumnya seperti yang diduga

– Jumlah kejadian autisme antara bayi yang terima vaksinasi dengan yang tidak menerima vaksinasi tidak dihitung /ditabulasi oleh dr. Andrew Wakefield

(semua hasil uji klnik diatas bisa diperoleh dari British Medical Journal dan New England Medical Journal, Edisi November 2002)
(Vaccines: What You Should Know, 3rd edition, Paul A. Offit and Louis M. Bell, 2003)

Untuk memperkuat bukti bahwa tidak terjadi korelasi positif antara autisme dengan pemakian vaksin yang mengandung Thimerosal :

Disini ditunjukan uji klinik yang tidak berhasil menunjukan hubungan korelasi positif antara autisme dengan Thimerosal

1. Stehr-Green et al., 2003 [22] Ecological Sweden and Denmark

2. Madsen et al., 2003 [23] Ecological Denmark

3. Fombonne et al., 2006 [9] Ecological Canada

4. Hviid et al., 2003 [24] Retrospective cohort Denmark

5. Verstraeten et al., 2003 [25] Retrospective cohort United States

6. Heron and Golding, 2004 [26] Prospective cohort United Kingdom

7. Andrews et al., 2004 [27] Retrospective cohort United Kingdom
(458 • CID 2009:48 (15 February) • VACCINES)

Sehingga kesimpulan akhir adalah bahwa Thimerosal yang terkandung dalam beberapa jenis vaksin tertentu, terutama vaksin MMR, bukanlah penyebab terjadinya autisme bayi dan anak seperti yang diduga dan diperkirakan. Masih ada faktor2 lain yang perlu diperhatikan, yang dapat memicu terjadinya autisme bayi dan anak, misalnya faktor genetika atau keturunan, penyakit bawaan bayi dan lingkungan bayi sewaktu awal kehidupan mereka.

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , , ,

Related For Manfaat Thimerosal (Bagian Kedua)