Kontroversi Vaksin MMR (Bagian Ketiga)

Kontroversi Vaksin MMR

(Bagian Ketiga) 

Pada saat terjadi kajadian luar biasa / KLB di Inggris pada tahun 1992, dan berdasarkan analisa data sero-epidemiologi dengan rancangan matematik, pihak berwenang kesehataan Inggris memprediksikan terjadinya kembali kasus campak pada anak usia sekolah.

Dua kebijaksanaan lalu dikaji untuk menghadapi situasi ini : yaitu vaksinasi untuk semua anak tanpa memandang riwayat vaksinasi campak mereka, atau vaksinasi semua anak terlepas riwayat vaksinasi mereka sebelumnya.[31]

Pada November 1994, pilihan jatuh pada kebijaksanaan kedua maka dimulailah kampanye vaksinasi nasional untuk penyakit campak dan campak Jerman, hal ini digambarkan sebagai “salah satu inisiatif vaksinasi yang sangat ambisius yang pernah dilakukan di Inggris”,[32] yang dalam waktu satu bulan sebanyak 92% dari 7.1 juta anak sekolah di Inggris berusia antara 5 – 16 tahun telah menerima vaksinasi campak dan campak Jerman (MR)[33]

Tuntutan terhadap vaksin MMR

Pada April 1994, Richard Barr,[34] seorang pengacara, telah berhasil memenangkan tuntutan hukum masyarakat terhadap pembuat vaksin MMR dibawah undang undang Perlindungan Konsumen tahun 1987.

Tuntutan ini berkaitan dengan kejadian efek samping vaksin MMR yang menyebabkan infeksi selaput otak atau meningoensefalitis yang disebabkan oleh virus strain Urabe yang dipakai dalam vaksin kombinasi MMR ini.
Tuntutan masyarakat ini ditujukan kepada pembuat vaksin dunia seperti  Aventis Pasteur, SmithKline Beecham dan Merck, yang memproduksi  vaksin Immravax, Pluserix-MMR dan MMR II.[35] Tuntutan ini berdasarkan klaim bahwa vaksin MMR adalah produk cacat yang seharusnya tidak dipergunakan, ini adalah aksi tuntutan hukum masyarakat terbesar yang dibiayai oleh Panel Bantuan Hukum (sekarang menjadi Komisi Bantuan Hukum/Legal Services Commision) setelah terbentuk pada tahun 1988

Dengan mempelajari 2 publikasi dr. Andrew Wakefield yang mengeksplorasi peranan virus campak pada penyakit Crohn dan penyakit inflamsi saluran cerna / inflamatory bowel disease,[36][37], maka Barr menghubungi dr. Wakefield sehubungan dengan keahliannya dalam bidang ini.

Menurut pendukung dr. Wakefield, kedua orang ini bertemu untuk pertama kalinya pada 6 January 1996. Komisi Bantuan Hukum menghentikan proses tuntutan pada September 2003, mengutip adanya kemungkinan besar ketidakbenaran hasil penelitian dr. Wakefield berdaraskan bukti medis, dan mengakhiri penelitian pertama yang dibiayai LSC [39]

 

 

 

Vaksin Saves Lives !

tags: , , , , , , ,

Related For Kontroversi Vaksin MMR (Bagian Ketiga)