Kontroversi Vaksin MMR (Bagian Ke-empat)

Manipulasi data

(Bagian Keempat – Terakhir)

Pendahuluan: Setelah hasil penelitian Dr. Andrew Wakefield di publikasikan dimajalah kedokteran Lancet pada tahun 1998, maka banyak ilmuwan dan penelitian mencari tahu dan mengulang metode uji klinik yang dilakukan Dr. Andrew W, namun semua gagal, bahkan hal ini tidak bisa diulang oleh Dr. Andrew sendiri. Juga dari investigasi latar belakang dan interview pasien dan para orang tua, diketahui banyak data klinik pasien anak yang dimasukkan dalam penelitian telah dimanipulasi dan bahkan dipalsukan sehingga memberikan hasil penelitian dengan kesimpulan yang sangat mencengangkan dan menghebohkan.

——————————————————————————————-

Pada 8 Februari 2009, Brian Deer reporter dan jurnalis The Sunday Times melaporkan bahwa dr. Wakefield telah memiliki hasil yang telah diatur dan data pasien yang telah dimanipulasi pada hasil penelitiannya tahun 1998, yang menciptakan kaitan yang tampaknya mempunyai hubungan dengan autisme.[4] Dr. Wakefield menolak semua tuduhan ini dan bahkan mengajukan tuntutan kepada Press Complaints Commission (PCC) dalam bidang penerbitan terhadap karangan Brian Deer pada 13 March 2009, yang mana tuntutan ini diperluas dengan tambahan tuntutan oleh penulis hasil penelitian dr. Wakefield pada 20 March 2009.[70]
Brian Deer membuat pernyataan bahwa dia dan The Sunday Times menolak tuntutan dr. Wakkefield karena “semua data itu palsu dan ada yang ditutupi sehingga tidak mengandung kenyataan yang sebenarnya” dan tuntutan dr. Wakefield lalu dihentikan oleh Press Complaints Comission (PCC) bulan Februari 2010.[72]

Maka sejak itu dimulailah penelitian dan penilaian ulang secara intensif dengan hasil akhir yang menyatakan bahwa karangan dan hasil penelitian dr. Wakefield adalah tidak benar, mengandung fakta yang dimanipulasi dan kesimpulan ilmiah yang tidak benar secara ilmiah dan melanggar kode etik kedokteran karena telah terjadi penipuan dan manipulasi data dan fakta klinik, dengan tujuan kepentingan keuntungan finansial pribadi.

Semua karangan dr. Wakefield yang pernah diterbitkan oleh majalah kedokteran bergengsi Lancet pada tahun 1998 yang berhubungan dengan vaksin MMR dan terjadinya autisme, peranan virus campak dengan kejadian penyakit Crohn dan penyakit inflamasi saluran cerna/inflamatory of bowel disease , dinyatakan ditarik secaraa resmi pada tahun 2011.

Sehingga dengan demikian secara resmi kasus hubungan sebab akibat antara pemberian vaksinasi vaksin MMR dengan kejadian autisme bayi dinyatakan ditutup, dengan anjuran tetap melakukan pengawasan dan penelitian ilmiah untuk tetap mencari sebab musabab sesungguhnya kejadian autisme bayi ini.

Kesimpulan dan pelajaran berharga yang bisa kita petik dari serangkaian usaha panjang yang melelahkan ini :

Kesimpulan dari kejadian efek samping strain Urabe (tahun 1992) dalam vaksin MMR dan kejadian autisme karena vaksin MMR (tahun 1998) :

– Bahwa kejadian efek samping Urabe yag ada dalam vaksin MMR menimbulkan meningoensefalitis adalah kejadian sebelum adanya heboh dengan klaim dr. Wakefield tentang hubungan langsung vaksinasi MMR dengan kejadian autisme.
Ini terjadi pada tahun sejak 1988 di Inggris sampai ditariknya vaksin MMR dengan kandungan strain Urabe pada tahun 1992, karena dianggap efek samping ini memang berhubungan sebab akibat dengan pemberian vaksinasi dengan vaksin MMR yang dipergunakan pada masa itu.

– Penelitian dr. Wakefield tentang hubungan langsung antara vaksinasi MMR dengan kejadian autisme yang dipublikasikan pada tahun 1998 oleh majalah kedokteran Lancet. Hal ini menimbulkan heboh dan panik di Inggris dan Irlandia kemudian merembet juga ke Amerika dan Eropa,menyebabkan penolakan orang tua terhadap vaksinasi anak, terutama vaksinasi MMR
– Adanya issue strain Urabe yang diyakini sebagai penyebab meningoensefaltis pada tahun 1992, menambah merebak dan menariknya kasus tuduhan bahwa vaksin MMR juga menyebabkan terjadinya autisme bayi yang divaksinasi sebelumnya dengan vaksin MMR ini
– Sejak saat itu banyak scientis yang mencoba mengulang penelitian yang pernah dilakukan oleh dr.Wakefield dengan harapan mendapatkan hasil yang mirip atau sama dengan temuan dr. Wakefield. Namun hal ini tidak pernah berhasil, bahkan dr. Wakefield sendiripun tidak berhasil mengulang penelitianya sendiri.
– Oleh jurnalis Sunday Times Brian Deer, berhasil mengungkapkan adanya kaitan dr. Wakefield dengan pihak pihak tertentu yang memberikan keuntungan finansial kepadanya untuk mempublikasikan data klinik dan hasil penelitiannya yang telah dipalsukan dan dimanipulasikan sedemikian rupa, sehingga memberikan gambaran yang salah tentang hasil vaksinasi dengan vaksin MMR dan kajadian autisme pada anak tersebut, dan ini dipergunakan oleh biro bantuan hukum untuk menuntut pabrik pembuat vaksin2 tersebut demi keuntungan pribadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
– Tindakan penipuan dan tidak bertanggung jawab dr. Wakefield telah menimbulkan heboh besar dan gerakan anti vaksinasi bahkan efek negatifnya masih berlangsung hingga saat ini, yang sangat merugikan kesehatan masyarakat terutama anak dengan meningkatnya penyakit infeksi campak gondongan dan campak Jerman yang sangat merugikan dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi, dan angka kecacatan serius yang permanen yang juga tinggi, yang sebenarnya penyakit2 ini dengan sangat mudah dicegah hanya dengan vaksinasi MMR
– Tindakana dr. Wakefield ini merupakan “lelucon kedokteran masa kini yang sangat merugikan kesehatan masyarakat” demikian dikatakan oleh seorang editor media masa waktu itu.

Referensi :

Based on references and statements in Wikipedia, The Free Encyclopedia, dated 22nd May 2012

 

 

 

 

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , ,

Related For Kontroversi Vaksin MMR (Bagian Ke-empat)