Kontroversi Vaksin MMR (Bagian Ke Dua)

Kontroversi Vaksin MMR – Bagian Kedua 

Latar belakang heboh vaksin MMR dengan strain Urabe, vaksin MMR yang kita kenal adalah vaksin kombinasi yang dipergunakan untuk vaksinasi melawan 3 penyakit infeksi dengan cara sekali suntik (vaksin three in one shot), untuk penyakit infeksi Campak, Campak Jerman dan Gondongan, yang merupakan penyakit infeksi bayi dengan frekuensi tertinggi pada usia bayi balita.

Dalam penelitian Dr. Andrew Wakefield yang kemudian dipublikasi dalam majalah kedokteran Lancet yang bergengsi, telah menyebabkan kehebohan besar dan panik luar biasa para orang tua terhadap keamanan dan bahaya vaksinasi MMR untuk bayi mereka. Hal ini menyebabkan penolakan vaksinasi MMR dibanyak negara Eropa dan Amerika pada waktu itu, dengan akibat dan konsekuensi terjdinya KLB (kejadian luar biasa) penyakit campak, campak jerman dan gondongan dengan segala akibatnya

Informasi tambahan: MMR vaccine safety

Konsensus untuk strain Urabe

Catatan: strain Urabe adalah salah satu jenis virus hidup yang telah dilemahkan (attenuated) yang dipakai dalam vaksin MMR.

Sebelum isu kontroversi hubungan vaksin MMR dengan autisme merebak pada tahun 1998, beberapa masalah keamanan vaksin MMR yang berhubungan dengan efek samping berkaitan dengan strain Urabe (vaksin untuk gondongan), termasuk efek samping yang jarang yaitu meningitis aseptik, bentuk ringan bersifat sementara yang diakibatkan oleh virus Urabe strain yang menyebabkan 3 kasus yang kemungkinan berhubungan dengan kejang demam yang angka kejadiannya sekitar 1 per 1000 vaksinasi.

Kekuatiran tentang efek samping vaksin dimulai oleh pihak berwenang Amerika dan Canada berdasarkan laporan dari Jepang yang menghubungkan vaksin MMR yang memakai strain Urabe dengan kejadian meningoensefalitis. Pada awal tahun 1988, pihak berwenang Canada menghentikan peredaran distribusi MMR vaksin yang memakai strain Urabe, dan bahkan menariknya dari peredaran.

Tahun 1988, Badan POM Inggris (UK National Health Service) memperkenalkan vaksin MMR yang memakai strain Urabe, namun akhirnya menggantinya dengan vaksin MMR yang memakai strain Jeryl Lynn pada September 1992 setelah kajadian aseptik mengitis pada 15 hingga 35 hari setelah vaksinasi[26]

Keputusan pihak berwenang Inggris pada waktu itu telah menuai kritik terutama setelah adanya dokumen dari FOIA.[27] Yang menjelaskan bahwa tidak ditemukan resiko seperti yang ditemukan dengan memakai vaksin MMR yang memakai strain Jeryl Lynn,[26][28] pihak berwenang Inggris telah menarik dari peredaran 2 dari 3 vaksin MMRyang telah beredar (Immravax dari Merieux UK dan Pluserix dari SmithKline Beecham), sehingga tersisa vaksin MMRII dari Merck Sharp and Dohm, yang memakai strain Jeryl Lynn dalam vaksin MMRII nya.[28]

Meskipun vasinasi MMR dilanjutkan dengan vaksin MMRII yang mengandung strain Jeryl Lynn, namun sejak 1996 angka vaksinasi telah menurun karena adanya heboh isu hubungan vaksinasi MMR dengan kejadian autisme yang dilemparkan oleh dr. Wakefield yang juga dikaitkan dengan penyakit infeksi saluran cerna (inflamatory bowel disease) dan penyakit Crohn pada bayi balita.[29]

Namun demikian, strain Urabe dalam vaksin MMR tetap digunakan disejumlah negara, karena MMR Vaksin dengan strain Urabe adalah lebih ekonomis untuk diproduksi ketimbang dengan strain Jeryl Lynn,[30] dan strain dengan efektifitas yang lebih tinggi meskipun dengan kemungkinan efek samping sedang yang sedikit lebih tinggi masih memiliki nilai untuk menurunkan secara keseluruhan kejadian efek samping.[28]

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , ,

Related For Kontroversi Vaksin MMR (Bagian Ke Dua)