Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Rubella

Tuesday, October 29th 2013. | Vaksin Rubella

Vaksin Rubella

Penyakit rubella  Source: www.idph.state.il.us

Penyakit rubella
Source: www.idph.state.il.us

Dalam website ini telah kita bahas tentang penyakit Rubella, baik virus penyebabnya, bahaya virus ini terhadap janin yang sedang dikandung oleh ibu yang terinfeksi virus Rubella ini, yaitu efek aborsi janin tersebut, atau janin meninggal sewaktu kelahiran (still birth), lahir dengan kecacatan fisik (efek teratogenik) dan cacat mental, yang semua ini dikelompokan dalam yang kita sebut CRS (Congenital Rubella Syndromes), (http://selukbelukvaksin.com/rubella-german-measles-campak-jerman/).

Sekarang coba kita lihat apakah penyakit virus ini bisa kita cegah dan memberikan kekebalan kepada bayi dan orang dewasa, terutama untuk wanita; para calon ibu yang akan mengandung dan melahirkan, sehingga dengan pemberian vaksinasi yang efektif tetapi juga aman, akan mengurangi dan mencegah semua kejadian buruk yang berkaitan dengan infekis virus rubella ini.

Pendahuluan

Jauh sebelum kita memiliki vaksin Rubella, penyakit virus ini luas menyebar sampai ke seluruh dunia, yang setiap 6 hingga 9 tahun sekali akan menyebabkan terjadinya endemi atau Kejadian Luar Biasa / KLB penyakit rubella, yang terutama sasaran menyerang anak anak usia sebelum sekolah (berusia < 5 tahun) dan juga sering menyebabkan terjadi infeksi kelompok dalam lingkungan asrama sekolah dan tangsi angkatan bersenjata, yang para anggotanya adalah anak anak muda, yang sensitif terhadap penularan virus dan penyakit rubella.

Pada tahun 1969, vaksin Rubella ini telah didaftarkan di USA dan pemakaian yang luas bisa menekan jumlah angka kesakitan dari tadinya 200.000 – 500.000 kasus pertahun hingga hanya 50.000 kasus saja, dan semenjak itu tidak ada lagi kejadian luar biasa penyakit rubella dikalangan masyarakat di Amerika,

Sedangkan pada bagian dunia atau negara, dimana vaksin rubella ini belum digunakan secara meluas, masih ditemukan adanya endemi, yang terjadi pada tahun 1971 – 1972, kemudian tahun 1978 – 1979 dan 1982 – 1983.

Hingga saat ini belum ada cara pengobatan penyakit rubella yang bisa diandalkan. Cara ampuh yaitu dengan memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi virus rubella, sehingga meskipun terpapar dengan virus rubella, orang tersebut tetap sehat.

Kekebalan Terhadap Penyakit dan Virus Rubella

Ada dua cara mendapatkan kekebalan terhadap penyakit dan virus rubella, yaitu :

  1. Cara Imunisasi Pasif
  2. Cara Imunisasi Aktif

Yang dimaksud dengan Cara Imunisasi Pasif, yaitu :

Dengan mengambil serum orang dewasa yang pernah mengalami infeksi virus rubella dan telah sembuh, sehingga didalam serum darahnya akan didapatkan antibody untuk menangkal infeksi virus rubella (immmune serum globulin ISG)

Pada masa sebelum ditemukannya vaksin rubella, kepada wanita hamil yang terpapar dengan virus rubella disuntikan ISG ini dengan harapan bahwa antibody yang ada dalam serum ini bisa mencegah infeksi dan menghindarkan janin menjadi cacat karena virus rubella ini. Dan pengalamannya membuktikan bahwa efektifitas cara ini tidak meyakinkan seperti efektifitas vaksin anti rubella yang ada saat ini.

Cara Imunisasi Pasif Janin atau bayi yang baru lahir dari ibu yang pernah diberikan vaksiinasi MMR sebelum hamil.

Pada waktu bayi berusia 0 hingga 0.5 bulan, hampir semua bayi tersebut bisa di deteksi antibody terhadap virus measles atau campak, virus mumps atau  gondongan dan virus campak Jerman atau rubella.

Antibody ini diperoleh dari ibu nya (maternal antibody). Antibody (Immunoglubulin G/Ig G) yang berasal dari ibu mulai secara aktif disalurkan ke janin melalui tali pusat semenjak umur kehamilan mencapai 6 bulan, dan sejak itu jumlah nya semakin meningkat tajam sampai bayi dilahirkan.

Namun jumlah antibody tersebut akan menurun dengan cepatnya hingga tinggal 50% saja sebelum bayi tersebut mencapai usia 9 bulan untuk virus campak, dan sebelum mencapai usia 6 bulan untuk virus gondongan dan virus rubella. Pada masa tersebut maka bayi dikatakan kebal terhadap penyakit campak, penyakit gondongan dan penyakit campak Jerman, karena mereka memperoleh atibody dari ibu yang telah diberikan vaksinasi MMR. Ini yang dikatakan jenis Imunisasi Pasif pada Janin dan Bayi.(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC95790/)

Dengan alasan dan latar belakang ini juga, maka ditentukan bahwa jadwal vaksinasi MMR pada bayi baru mulai diberikan setelah bayi menginjak usia 12 – 15 bulan atau lebih. Karena pada usia tersebut, jumlah konsentrasi antibody dari ibu (maternal antibody) sudah menurun, maka konsekuensinya adalah bayi sudah tidak bisa terlindung oleh antibody dari ibu dan mempunyai potensi terinfeksi virus penyakit campak, gondongan dan campak Jerman yang beredar dilingkungan sekitar bayi tersebut, maka pada usia tersebut kita perlu memberikan imunisasi dengan vaksin anti rubella.

Cara Imunisasi Aktif :

Dengan mengalami infeksi langsung dengan virus rubella maka seseorang akan mendapatkan kekebalan alamiah yang aktif dan kekebalan ini bisa berlangsung hingga seumur hidup.

Namun ada cara yang lebih sederhana, dan tidak berbahaya namun tetap efektif dan berlangsung lama hingga seumur hidup juga yaitu dengan memberikan vaksinasi dengan vaksin anti Rubella, yang sudah ada sejak lama .

Vaksin rubella yang pertama diperoleh dari seorang tentara muda yang terinfeksi dan isolat virus rubella itu telah dibiakkan berulang kali hingga 77 kali didalam sel ginjal monyet, sehingga dikenal sebagai virus rubella HPV 77 (high passage virus 77). Virus ini masih terus dibiakkan dalam sel binatang lain seperti bebek sebelum dipakai sebagai antigen untuk membuat vaksin, sehingga dikenal sekarang menjadi virus rubella RA-27/3 yang banyak dipakai untuk memproduksi vaksin rubella yang kita pergunakan hingga saat ini.

Effektifitas vaksin rubella adalah sangat tinggi, dapat mencapai hingga dan melebihi 95% dalam pencegahan penyakit rubella pada semua yang telah mendapatkan vaksinasi rubella sebelumnya. Angka ini mendekati efektifitas imunisasi karena infeksi alamiah (natural immunization)

Vaksin Rubella

Vaksin Rubella adalah jenis vaksin virus hidup yang telah dilemahkan (live attenuated virus vaccine)

Ada beberapa jenis antigen virus Rubella yang dikembangkan untuk membuat vaksin Rubella ini, antara lain :

  • Jensi Vaksin dengan virus type HPV77 yang diisolasi dari seorang tentara yang menderita penyakit rubella. Virus rubella ini telah dikembangbiakkan hingga 77 kali didalam sel ginjal monyet, sehingga type virus rubella ini dikenal sebagai HPV77.
  • Jenis vaksin Cendehill, yaitu jenis virus rubella yang diisolasi dari urine seorang penderita penyakit rubella. Virus ini juga telah dikembangbiakan puluhan kali didalam jaringan sel ginjal monyet sebelum dipergunakan untuk membuat vaksin rubella
  • RA-27/3 adalah jenis virus rubella yang diisolasi dari jaringan ginjal bayi yang terinfeksi virus rubella, yang kemudian dikembangbiakan sekian puluh kali didalam sel ginjal manusia (WI38 human diploid cell) untuk dibuatkan vaksin rubella yang kita kenal dan pergunakan hingga saat ini.

Tujuan pengembangbiakan sekian puluh kali dalam sel atau jaringan makhluk lain adalah untuk memperoleh virus rubella yang “jinak”, yang sudah tidak mempunyai potensi atau kemampuan untuk menginfeksi dan menimbulkan penyakit rubella (efek patogenitas), tetapi masih mempunyai kemampuan untuk merangsang sel imunitas tubuh manusia untuk memproduksi antibody (efek antigenitas) untuk melawan dan membunuh virus rubella yang akan masuk dan menginfeksi tubuh manusia. Ini yang disebut Vaksin hidup yang dilmahkan (Live attenuated vaccine)

Saat ini hanya jenis virus RA-27/3 tetap dipergunakan untuk membuat vaksin Rubella, sedangkan 2 jenis sebelumnya telah ditarik dari peredaran.

Vaksin Rubella bisa diperoleh sebagai vaksin Rubella yang monovalent, yaitu RCV (Rubella Containing Vaccines).

Tetapi saat ini juga sering didapatkan vaksin kombinasi antara vaksin Rubella dengan vaksin virus lainnya, seperti kombinasi dengan vaksin Campak (vaksin MR – vaksin campak rubella), atau vaksin MMR (vaksin campak, gondongan dan rubella) dan vaksin MMRV yaitu kombinasi antara vaksin rubella dengan vaksin campak, vaksin gondongan dan vaksin cacar air. (http://www.who.int/wer/2011/wer8629.pdf)

Cara dan Dosis Pemberian Vaksin Rubella

Vaksin monovalent Rubella (RCV) biasanya diberikan secara suntikan sub kutan (dibawah jaringan kulit), biasanya diberikan pada saat bayi telah berusia 12 – 15 bulan, tetapi juga bisa diberikan pada saat bayi berusia 9 – 11 bulan atau ber-usia lebih, dan untuk anak remaja dan orang dewasa.

Pada saat terjadi Kejadian Luar Biasa penyakit campak Jerman (Rubella), atau penyakit campak dan gondongan, maka vaksinasi MMR ini bisa diberikan juga untuk bayi yang berusia < 9 bulan, dengan tujuan melindunginya dari kemunginan terinfeksi oleh virus virus tersebut, meskipun daya proteksi vaksin pada bayi ini adalah kurang optimal. Sehingga kita tidak bisa beranggapan bahwa bayi tersebut telah mendapatkan dosis pertama vaksin MMR, maka pada saat mencapai usia 12 – 15 bulan, bayi tersebut tetap akan diberikan vaksinasi MMR dosis yang pertama sesuai jadwal imunisasi yang berlaku.

Dibanyak negara, termasuk Indonesia, vaksin Rubella diberikan sebagai vaksin kombinasi MR (Measles Rubella) atau vaksin MMR (Measles Mumps Rubella), dengan jadwal pemberian vaksin dosis pertama pada saat bayi telah berusia 9 bulan, atau pada saat berusia 12 – 15 bulan. Dosis  kedua biasanya diberikan pada saat bayi telah berusia 15 – 18 bulan, atau pada saat anak usia 4 – 6 tahun. (http://selukbelukvaksin.com/jadwal-imunisasi-idai-untuk-anak-berusia-0-18-tahun/)

Efektifitas vaksin Rubella dan vaksin kombinasi Rubella dengan vaksin virus yang lain adalah sangat tinggi, yaitu antara 90 – 100% dan daya proteksinya berlangsung hingga puluhan tahun kemudian. Ada banyak literature yang mengatakan bahwa jangka waktu proteksi vaksin Rubella ini berlangsung lebih dari 20 tahun hingga seumur hidup lamanya. ( http://www.who.int/wer/2011/wer8629.pdf)

Keamanan Vaksin dan Efek Samping Vaksin Rubella

Secara umum, efek samping atau KIPI segera setelah pemberian vaksin Rubella, baik yang monovalent atau yang kombinasi dengan MR atau MMR dan MMRV, adalah ringan, terutama pada bayi dan anak anak.

Reaksi samping atau KIPI yang umum dijumpai adalah rasa nyeri, kemerahan dan indurasi (pembengkakan) ditempat suntikan vaksin tadi. Demam yang derajat sedang dan bentik merah pada kulit, bayi menjadi rewel, pembesaran kelenjar limpa, nyeri otot dan rasa baal kesemutan lebih sering dilaporkan. Semua reaksi ini akan menghilang dan sembuh beberapa hari hingga minggu setelah vaksinasi.

Kontraindikasi dan Perhatian Vaksinasi Rubella

Meskipun tidak ada bukti terjadinya Congenital Rubella Syndrome (CRS) janin pada pemberian vaksin Rubella secara tidak disengaja kepada ibu hamil, namun karena secara teoritis dikatakan virus Rubella mempunyai efek teratogenik (menimbulkan cacat fisik) pada janin dalam kandungan, maka dianjurkan untuk menghindarkan pemberian vaksin Rubella untuk wanita hamil.

Juga untuk wanita yang ingin hamil, harus menunda kehamilannya minimal satu bulan setelah pemberian vaksinasi Rubella ini.

Namun bila secara tidak sengaja, vaksinasi Rubella telah diberikan pada wanita yang sedang hamil, maka hal ini bukan menjadi alasan kuat untuk menggugurkan janin yang sedang dikandungnya itu.

Jenis Vaksin MMR (Measles Mumps dan Rubella) dan Pabrik Pembuatnya

Nama Vaksin & Pembuat Vaksin

Jenis Virus Measles / Campak

Jenis Virus Mumps/ Gondongan

Jenis Virus Rubella/ Campak Jerman

MMR II

(Merck Sharp and Dohme)

Jenis virus Moraten (1000 TCID)

Jenis virus Jerry Lunn (5000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Priorix

(Glaxo Smith Klein)

Jenis virus Schwarz (1000 TCID)

Jenis virus Jerry Lynn (20.000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Trimovax

(Sanofi Pasteur)

Jenis virus Schwarz (1000 TCID)

Jenis virus Urabe (20.000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Morupar

(Chiron)

Jenis virus Schwarz (1000 TCID)

Jenis virus Urabe

(5000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Kelompok Target Untuk Diberikan Vaksinasi Rubella :

  • Bayi berusia 12 bulan atau lebih
  • Anak dan remaja yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Rubella
  • Wanita dewasa sebelum kehamilan
  • Wanita yang pasca melahirkan namun belum pernah mendapatkan vaksinasi Rubella (masih seronegative terhadap virus rubella)
  • Pria dewasa yang berada dekat dan atau hidup dalam lingkungan wanita sedang hamil
  • Tenaga yang bekerja ditempat penitipan dan perawatan anak anak
  • Tenaga Kesehatan
  • Mahasiswa yang tinggal bersama dalam asrama dikampus
  • Tentara yang tinggal bersama dalam barak militer

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Rubella