Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Mumps

Tuesday, January 7th 2014. | Artikel Terbaru, Vaksin Mumps - Vaksin Gondongan

Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Mumps / Vaksin Gondongan

mumps1

Penyakit Gondongan (Google free image)

Semasa kanak kanak, kita sendiri pernah mengalami atau melihat teman sebaya kita (terutama anak lelaki) yang sakit dengan gambaran bahwa lehernya membengkak pada satu sisi atau bahkan pada kedua belah sisi lehernya, dengan warna kulit lehernya yang kemerahan, hangat dan nyeri bila disentuh, dan anak tersebut mengeluh sakit didaerah lehernya terutama bila mengunyah makanan atau menelan ludah, dan anehnya, ia juga mengeluh bengkak dan sakit di salah satu atau kedua buah pelirnya. Hal “aneh” ini yang sering membuat “heboh” dan menjadi bahan pembiacaraan diantara teman sebaya ini.

Gambaran penyakit ini sangat khas, dan ini yang disebut penyakit Gondongan atau mumps.

Pendahuluan dan Sejarah Penyakit Gondongan atau Mumps

Penyakit infeksi ini disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae , dan masih satu keluarga dengan virus morbilli penyebab penyakit campak yang telah kita bahas sebelumnya.

Penyakit mumps atau gondongan ini dikenal sebagai penyakit yang terutama menyerang anak anak, tetapi juga sering menyebabkan masalah pada orang dewasa yang tidak kebal terhadap virus mumps ini.

Penyakit ini sangat infeksius, tetapi masih kalah infeksiusnya bila dibandingkan dengan virus campak (measles atau morbilli) dan cacar air (varicella).

Menyerang semua golongan usia, tetapi mencapai puncaknya terutama anak anak berusa 5 – 9 tahun sebanyak 86% dan pada golongan usia 10 – 14 tahun sebanyak 87% . Tidak ada perbedaan angka yang nyata antara penderita kelompok anak lelaki dan anak perempuan.

Apakah penyakit gondongan atau mumps ini lebih sering terjadi pada anak lelaki saja ?

Kesan penyakit gondongan ini lebih sering terjadi pada anak lelaki karena infeksi virus gondongan ini sering disertai terjadinya radang testes atau buah pelir yang tidak pernah ditemukan pada anak perempuan, sehingga penyakit ini memberi kesan lebih sering terjadi pada anak lelaki, padahal seperti disebutkan diatas, tidak ada perbedaan jumlah penderita antara kedua kelompok jenis kelamin ini.

Penyaki gondongan ini juga sering terjadi pada tentara semasa perang karena kondisi higiene yang jelek dan hidup berdesakan. Sedangkan dalam zaman damai, penyakit ini sering menyebar antara sesama murid didalam ruang kelas dan antara anggota keluarga dan anggota kelompok saja.

Oleh Hippocrates, bapak kedokteran modern ini, pada tahun 400 – 500 tahun sebelum Masehi, penyakit ini telah dicatat sebagai penyakit yang disertai pembengkakan disekitar daerah telinga, yang pada anak lelaki akan disertai pembengkakan dan rasa nyeri pada satu atau kedua buah pelir.

Virus gondongan atau mumps ini menyebar masuk kedalam tubuh manusia melalui infeksi saluran pernafasan bagian atas (droplet infection), dengan masa inkubasi sekitar 16 – 18 hari, sebelum akhirnya tampak gejalah klinik penyakit gondongan ini.

Didalam tubuh, virus ini berkembang biak dan menyerang beberapa organ tubuh yang penting, mulai dari kelenjar liur sekitar leher (kelenjar liur parotis), selaput otak meningen, buah pelir anak lelaki, kelenjar pankreas, indung telor anak perempuan, kelenjar gondok thyroid, juga jantung.

Juga akan ditemukan virus gondongan atau mumps ini didalam air seni, sering terjadi kelainan fungsi ginjal pada kasus demikian.

Bila orang tersebut sembuh dari penyakit gondongan ini, maka ia akan menjadi kebal seumur hidupnya terhadap infeksi virus ini, ini yang sering kita sebut sebagai kekebalan aktif secara alamiah.

Gambaran Klinik Penyakit Gondongan atau Mumps

Penyakit ini adalah penyakit infeksi yang sering ditemukan pada anak anak dan orang dewasa muda, dengan tanda terjadinya infeksi pada satu atau kedua buah kelenjar liur Parotis. Sering juga melibatkan kelenjar didaerah ketiak atau kelenjar dibawah lidah kita.

Penyakit gondongan ini menjadi sangat terkenal karena komplikasinya dan akibat yang ditimbulkan oleh komplikasi ini, misalnya :

  • Aborsi bila infeksi terjadi semasa kehamilan trimester atau tiga bulan yang pertama
  • Orchitis atau infeksi pada buah pelir, menyebabkan atrofi (mengecilnya) buah pelir dan terjadinya kemandulan pria dikemudian hari
  • Kemandulan
  • Radangan selaput dan jaringan otak (meningo-encephalitis)
  • Oophoritis atau infeksi indung telor perempuan yang juga akan berakibat terjadinya kemandulan
  • Radang kelenjar pankreas
  • Radang sendi arthritis
  • Radang otot jantung myocarditis
  • Terjadinya gangguan fungsi ginjal

 

 

Data Epidemiologi Penyakit Gondongan atu Mumps

Penyakit ini berjangkit sepanjang tahun dan pada semua kelompok usia, tetapi terutama pada anak berusia 5 hingga 10 tahun.

Pada pemeriksaan serologi, ternyata 85% infeksi virus gondongan ini terjadi semasa berusia dibawah 15 tahun.  Sedangkan pada negara maju dimana cakupan vaksinasi luas, maka infeksi virus gondongan ini terutama terjadi sewaktu berusia 10 – 14 tahun.

Juga diketahui bahwa virus gondongan atau mumps ini adalah kurang infeksius jika dibandingkan dengan virus campak atau measles dan virus varicella atau cacar air.

Pengobatan Penyakit Gondongan atau Mumps

Sampai saat ini tidak ada pengobatan kausal yang efektif untuk penyakit gondongan atau mumps ini. Demikian juga dengan penyakit akibat virus campak atau morbilli dan penyakit akibat virus Rubella atau campak Jerman. Karena ini adalah infeksi oleh virus mumps, maka sesuai dengan pola umum penyakit akibat virus, adalah bersifat self  limiting disease.

Yang berbahaya dan menyebabkan masalah setelah terkena infeksi virus gondongan atau mumps ini adalah komplikasinya seperti yang dipaparkan diawal tulisan ini.

Maka pengobatan yang dapat diberikan untuk semua penyakit infeksi akibat virus, adalah juga pengobatan simptomatik saja yang tergantung pada jenis komplikasi yang ditimbulkannya.

Umumnya kita hanya dapat memberikan pengobatan antibiotika yang sesuai dengan keperluan, obat pereda panas atau demam dan penghilang nyeri saja. Beserta perbaikan keadaan kesehatan umum penderita dengan memperhatikan nilai gizi makanan selama menderita sakit tersebut.

Sejak ditemukannya vaksin anti virus gondongan atau mumps, maka frekuensi penyakit dapat ditekan hingga sangat rendah termasuk angka kajadian komplikasi yang menyertai penyakit gondongan atau mumps ini.

Vaksin gondongan atau Mumps adalah sangat efektif mencegah infeksi virus mumps dan menghindarkan penyakit gondongan atau mumps ini.

Jenis Vaksin untuk Penyakit Gondongan atau Mumps

Ada 2 jenis vaksin Gondongan atau Mumps ini :

1. Jenis vaksin Mumps inaktif atau killed vaccine

Vaksin ini  ditemukan sekitar tahun 1950an, antigen virusnya dimatikan dengan formaline yang dibuat oleh Henle dan kawan2nya.

Vaksin ini cukup efektif mencegah penyakit gondongan namun kurang efektif untuk mencegah bentuk penyakit gondongan yang subklinis dan karier pembawa virus, juga tidak dapat menimbulkan efek proteksi jangka panjang,

Ada dugaan dengan pemakaian vaksin mati gondongan atau mumps ini akan meningkatkan reaksi hipersensitifitas tubuh, sehingga nanti  orang tersebut bila terpapar dengan virus mumps atau gondongan, akan menyebabkan terjadi reaksi alergi.

Maka akhirnya bentuk vaksin mati ini ditinggalkan karena alasan alasan tersebut diatas.

2. Vaksin Mumps / Gondongan Hidup Yang Dilemahkan (Live Attenuated Mumps Vaccines)

Dari bentuk vaksin hidup yang dilemahkan ini, dikenal beberapa  jenis antigen yang dipergunakn  untuk membuat vaksin Mumps atau gondongan ini, antara lain :

  • Strain Jeryl Lynn yang ditumbuh-kembangkan dalam sel embryo ayam, mulai didaftarkan ke US FDA pada tahun 1967, hingga tahun 1985 jumlah dosis yang dipakai telah mencapai lebih dari 100 juta dosis diseluruh dunia untuk anak anak dan orang dewasa. Baik dalam bentuk vaksin monovalent atau bentuk vaksin kombinasi dengan MMR (http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/)
  • Strain Leningrad-3, juga bentuk antigen virus mumps yang telah dilemahkan sebelumnya, pemakaian pertama sejak tahun 1974, luas dipakai selain di Uni Soviet juga negara lain. Virus antigen strain Lengrad -3 ini dikembang-biakkan didalam sel embryo unggas dan embryo ayam. Lebih dari 25 juta dosis vaksin yang dibuat dari strain Lengrad-3 ini telah dipergunakan diseluruh dunia. Baik dalam bentuk vaksin monovalent atau bentuk vaksin kombinasi dengan MMR (http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/)
  • Strain Urabe, juga bentuk antigen virus mumps yang telah dilemahkan sebelumnya, terdaftar pertaa di Jepang pada tahun 1979, pemakaiannya menyebar hingga ke Belgia dan Prancis.  Virus antigen strain Urabe ini dikembang biakkan dalam sel embryo ayam. Sejak tahun 1990,  telah terpakai lebih dari 10 juta dosis vaksin ini diseluruh dunia. Baik dalam bentuk vaksin monovalent atau bentuk vaksin kombinasi dengan MMR (http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/

Masih ada sekitar 4 jenis strain antigen virus yang dilemahkan yang dipergunakan untuk membuat vaksin hidup untuk mencegah penyakit dan infeksi Gondongan atau mumps. Misalnya strain Hoshino, strain Torii, strain Miyahara dan strain NK-M46. Semua ini dikembangkan dan dipergunakan di Jepang.

Satu satunya strain virus mumps yang dikembang biakkan dalam sel jaringan manusia (human diploid cell line) yaitu strain Rubini yang dikembangkan di Swiss, pada tahun 1986.

Efektifitas Vaksin Mumps atau Vaksin Gondongan

Vaksin Hidup Gondongan atau Mumps vaccines ini telah dipakai dalam jumlah besar diseluruh dunia dengan angka efektifitas 93 – 97%, bila dibandingkan dengan angka efektifitas yang 95% setelah terinfeksi alamiah (natural infection) dan menderita sakit tersebut.

Diyakini bahwa daya proteksi vaksin hidup yang telah dilemahkan ini bisa mencapai seumur hidup lamanya. Dalam hal ini kita tidak memerlukan vaksin tambahan atau dosis booster penguat setelah menadatkan vaksinasi sebelumnya.

Vaksin Monovalent dan Vaksin Kombinasi Mumps / Gondongan

Karena alasan kepatuhan jadwal vaksinasi gondongan dan juga kemungkinan dan kemudahan tehnologi, maka vaksin gondongan atau mumps ini sering dipergunakan dalam bentuk vaksin kombinasi bersama dengan vaksin campak atau measles, dan vaksin campak Jerman atau rubella.

Vaksin kombinasi ini adalah vaksin live attenuated  tri-valent MMR yang sudah kita kenal dan pergunakan selama ini.

Ada juga yang dikombinasikan lagi dengan vaksin Varicella atau cacar air, sehingga menjadi vaksin tetra valent MMRV.

Komposisi Vaksin MMR bisa dilihat di :

http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-measles/

Efek Samping atau KIPI Vaksin Gondongan atau Mumps 

Sama seperti vaksin campak dan vaksin campak Jerman, maka vaksin mumps atau vaksin gondongan ini dikontra-indikasikan untuk :

  • Wanita hamil
  • Mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh (immuno defisensi) seperti penderita HIV AIDs, atau sedang menfdapatkan pengobatan steroid
  • Untuk orang yang alergi dengan telor atau  komponen telor, karena vakssin ini dikembangkan didalam sel embryo ayam.

 

 

Efek Samping atau KIPI akibat vaksin gondongan atau mumps ini jarang terjadi, misalnya:

  • Guillain Barre Syndrome (GBS),
  • Kejang karena ensefalopati, dll.
  • Meningitis pasca vaksinasi mumps atau vaksinasi gondongan yang biasanya terjadi sekitar 3 minggu pasca vaksinasi, biasanya dalam bentuk yang ringan dan tidak meninggalkan cacat yang permament.

 

Jadwal dan Dosis Vaksinasi Gondongan atau Mumps :

Bisa dilihat dihalaman berikut ini –>

http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-measles/

Vaccine Saves Lives !

tags: , , , , , , , , ,

Related For Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Mumps