Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Measles

Wednesday, December 11th 2013. | Vaksin Measles - Vaksin Campak

Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Measles

Penyakit ini di Indonesia dikenal dengan nama penyakit Campak

Penyakit yang disebabkan oleh virus RNA berselubung yang berasal dari keluarga Paramyxoviridae dan genus Morbillivirus.

Tidak ada jenis makhluk lain selain Manusia sebagai satu satunya penjamu tunggal bagi virus ini dialam. Virus yang sangat menular ini menyebar dengan cara infeksi droplet, yaitu saat orang batuk, bersin juga berbicara, yang terjadi bila berhubungan dekat bersama penderita atau terkena bahan infeksius tersebut (percikan air liur, dahak).

Sekitar 90% dari orang yang tidak diberikan imunisassi dan kebetulan berada dalam satu ruangan bersama penderita akan menderita infeksi dan menjadi sakit.

Masa inkubasi tanpa gejalah berlangsung antara 9 hingga 12 hari lamanya, sejak terpapar dengan virus morbilli ini.

Pada masa dua hingga empat hari sebelum dan dua hingga lima hari setelah timbulnya bintik merah dikulit, penderita ini sangat menular untuk orang yang rentan yang berada dalam lingkungan sekitarnya.

Sejarah Penyakit Campak

Penyakit campak telah dicatat pada tahun 165 – 180 sesudah Masehi oleh Galenus, seorang dokter dan ahli bedah juga filsuf yang terkenal.

Galenus menggambarkan penyakit campak ini sebagai penyakit yang pandemik, yang dibawa pulang ke Roma oleh pasukan kekaisaran Romawi yang berperang kedaerah Timur Tengah. Penyakit campak ini juga yang telah menyebabkan kematian Kaisar Romawi bernama Lucius Verus pada tahun 169, penyakit campak ini juga telah menyebabkan kematian 2,000 orang di kota Roma. Seluruh angka kematian diperkirakan pada waktu itu adalah sekitar 5 juta orang, sehingga sangat mengurangi sumber daya manusia bagi tentara kekaisaran Romawi.

Selanjutnya hingga abad modern ini, penyakit campak tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius, dan kejadian luar biasa penyakit masih sering saja terjadi, terutama diwilayah negara yang sedang berkembang, dengan tingkat kehidupan yang sederhana, kebersihan lingkungan yang kurang memadai, kepadatan penduduk yang semakin meningkat.

Tetapi kejadian luar biasa atau KLB penyakit campak juga sering terjadi dinegara yang maju, terutama disebabkan penduduk dari negara maju yang telah berkunjung kedaerah endemik dan terinfeksi, sewaktu kembali kenegara asalnya, mereka menjadi sumber penularan penyakit campak kepada orang sekitar yang belum diimunisasi sehingga tidak kebal terhadap penyakit tersebut.  (http://leokurniawan.blogspot.com/2013/09/berita-vaksin-kejadian-luar-biasa.html)

Apa itu Penyakit Campak atau Measles ?

Sebenarnya ini adalah penyakit infeksi oleh virus pada selaput saluran pernafasan, virus ini berkembang biak didalam sel yang melapisi dinding bagian belakang tenggorokan dan organ paru paru manusia.

Penyakit ini selain dikenal sebagai penyakit Measles, juga dikenal dengan nama ilmiah kedokteran  Rubeola (bukan RUBELLA !)

Gejalah Penyakit Campak:

Penyakit campak menimbulkan gejalah demam, badan lesu, hidung meler seperti flu, batuk, mata merah ber-air dan yang khas adalah timbulnya bercak merah dikulit dan bercak putih diselaput lendir di rongga mulut (bercak Koplik).

Gambaran Measles pada Anak

Gambaran Measles pada Anak (Google free image)

Semua gejalah ini akan mulai timbul 7 sampai 14 hari setelah orang tersebut terkena infeksi virus campak ini.

Bercak merah dikulit atau rash itu mulai timbul 3 hingga 5 hari setelah gejalah gejalah yang disebutkan diatas, yang dimulai dari kulit daerah dahi perbatasan rambut dan kulit dahi, kemudian menyebar dengan cepat ke muka, pipi, leher, badan, anggota gerak lengan dan kaki hingga seluruh badan.

Pada saat timbul bercak merah maka suhu tubuh bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius.

Bercak merah dikulit akan mulai pudar dan menghilang beberapa hari setelah suhu tubuh turun dan kembali normal.

Apakah pemeriksaan darah dapat membantu membuat diagnosa penyakit campak ?

Karena banyak penyakit infeksi virus dan juga bakteri yang memberikan gejalah kulit (bercak merah, dll) yang mirip satu dengan yang lain, sehingga seringkali membuat bingung orang tua bahkan dokter, apakah ini penyakit campak atau penyakit yang lain dengan gejalah yang mirip penyakit campak?

Sehingga diupayakan dengan memeriksa darah penderita untuk menemukan Ig M atau immunoglobulin M yang merupakan tanda khas terjadinya infeksi penyakit virus. Test ini bisa dilakukan sejak beberapa hari kemudian setelah timbulnya bercak merah dikulit.

Namun ingta, bahwa test darah ini juga tidak 100% akurat, karena memang banyak penyakit infeksi virus yang lain juga akan memberikan tanda ditemukannya Ig M didalam serum darah penderita (hasil test False Positive). Sehingga yang baik adalah dengan memperhatikan gejalah klinik penyakit campak yang khas seperti yang disebutkan diawal tulisan ini, dan digabung dengan hasil test darah penderita. (updated by author on 10 January 2014)

Sedikit Angka Tentang Komplikasi Penyakit Campak yang Akan Membuka Mata Kita :

Diperkirakan terdapat 20 juta kasus baru penyakit campak seluruh dunia pertahun, dan sekitar 164.000 kematian pertahun yang disebabkan oleh komplikasi penyakit campak ini diseluruh dunia.  (http://www.cdc.gov/measles/about/overview.html)

Kemudian, satu orang bayi dari 10 bayi yang menderita penyakit campak akan mendapatkan komplikasi infeksi telinga tengah (Otitis Media). Penyebab gangguan pendengaran atau tuli bawaan yang menetap.

Satu orang bayi dari 20 bayi yang menderita penyakit campak akan mendapatkan komplikasi pneumonia (radang paru paru), salah satu penyebab utama kematian bayi yang baru lahir

Satu orang bayi dari 1000 bayi yang menderita penyakit campak akan mendapatkan komplikasi infeksi otak atau ensefalitis (terjadi kejang, cacat pendengaran dan keterbelakangan mental)

Satu atau dua orang bayi akan meninggal dari 1000 bayi yang menderita penyakit campak

Dinegara berkembang, dimana malnutrisi dan kekurangan vitamain A kerap terjadi, maka penyakit campak berperan menyebabkan kematian satu dari 4 anak yang menderita penyakit campak. Juga menjadi penyakit utama penyebab kebutaan permanen pada anak anak di benua Afrika.

Pertanyaan kita selanjutnya:Bagaimana pengaruh infeksi virus campak terhadap ibu (sedang) hamil? 

Infeksi virus campak dapat menyebabkan wanita hamil mengalami keguguran janin, atau janin lahir premature atau bayi dilahirkan dengan berat badan lahir yang rendah (low birth weight).

Apakah Penyakit Campak Bisa Diobati ?

Hampir sama seperti penyakit infeksi virus yang lain, maka tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengobati penyakit campak. Yang sering terjadi adalah seperti ini, yaitu bila seseorang terinfeksi virus campak, lalu menjadi sakit dengan segala macam kemungkinan terjadinya komplikasi akibat penyakit campak ini, setelah beberapa waktu kemudian, bila orang tersebut menjadi sembuh (penyakit infeksi virus bersifat self limiting disease), maka orang tersebut akan menjadi kebal seumur hidupnya.

Pernah orang mengambil zat antibody atau imunoglobulin G (IgG) dari serum orang yang telah sembuh dari penyakit campak, untuk mencegah terjadinya penyakit campak pada mereka yang terpapar dengan virus campak.

Pada tahun 1901 Francesco Cenci adalah orang yang pertama mempergunakan serum manusia (Immunoglobulin G) yang sembuh dari penyakit cacar untuk memberikan kekabalan pasif pada orang lain.

Telah dikenal adanya “maternal antibody” (imunoglobulin G) untuk penyakit campak, yaitu zat antibody yang berasal dari ibu hamil, dan zat antibody ini akan mengalir masuk dalam aliran darah janin melalui pembuluh darah plasenta atau ketuban, sehingga bayi yang baru dilahirkan hingga maksimal 9 bulan kemudian, dikatakan mempunyai kekebalan pasif bawaan (dari ibunya) terhadap penyakit campak. Atas dasar ini, maka vaksinasi campak (juga vaksin rubella dan vaksin gondongan) baru kita berikan setelah bayi telah mencapai usia 9 bulan atau lebih, dimana saat itu, kadar jumlah antibody maternal telah sangat minim atau sudah menghilang dari sistim peredaran darah bayi tersebut. (http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/)

Berdasarkan fakta fakta ilmiah diatas, maka diyakini bahwa antibody ini sangat efektif dalam melawan dan mencegah penyakit campak, maka para ilmuwan mengembangkan cara dan pembuatan vaksin campak untuk mencegah penyakit campak.

Sejarah Penemuan Vaksin Campak

Adalah Dr. John Enders, seorang ahli virus terkemuka pada abad ke 20 yang memelopori tehnik pembiakan virus didalam media jaringan pembiakan didalam laboratorium. Pada tahun 1949, Dr. John Enders dan koleganya berhasil membiak virus polio didalam jaringan bukan saraf, yang berhasil membuat vaksin untuk melawan penyakit polio. Pencapaian ini telah memenangkan hadiah Nobel bagi Dr. John Enders dan teamnya pada tahun 1954.

Pada tahun 1954 juga, Dr. John Enders dan Dr. Thomas Peebles berhasil mengembangbiakkan virus campak didalam jaringan sel ginjal manusia. Keberhasilannya ini melibatkan seorang anak berusia 11 tahun bernama David Edmonston, yang dipakai untuk memberi nama strain Edmonston, yaitu virus campak yang berasal dari anak tersebut, yang dipakai sebagai antigen untuk membuat vaksin campak yang pertama hingga saat ini.

Dari antigen strain Edmonston kemudian dikembangkan lagi beberapa jenis antigen virus yang banyak dipergunakn dalam pembuatan vaksin campak hingga kini, misalnya kita sekarang mengenal ada vaksin campak yang memakai strain Moraten, ada yang memakai strain Schwarz, tetapi semua itu berasal dari strain Edmonston. (lihat http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/)

Vaksin Campak – Measles dan Vaksin MMR (Vaccine Measles Mumps Rubella)

Vaksin campak, seperti juga vaksin MMR adalah bentuk vaksin dengan antigen virus hidup yang dilemahkan (live attenuated virus vaccines), sehinngga telah hilang sifat virulensi tapi masih mempertahankan sifak antigen untuk merangsangan sistim imunologi tubuh manusia memproduksi zat antibody.

Pada awal mulanya memang tersedia vaksin campak yang monovalent (hanya terdiri antigen virus campak saja) dalam satu suntikan. Namun dengan pertimbangan tehnis dan ilmiah, maka saat ini telah tersedia vaksin kombinasi trivalent, yang terdiri dari antigen virus campak, antigen virus gondongan dan antigen virus campak Jerman) yang dikenal dengan nama vaksin MMR (vaksin Measles, Mumps dan Rubella) yang mulai terdaftar di  Amerika pada tahun 1971, yang mulai diproduksi oleh perusahaan vaksin Merck.

Adapun komposisi standard vaksin MMR ini adalah sebagai berikut :  (http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/)

– Paling sedikit 1000 TCID antigen strain Moraten untuk penyakit Campak

– Paling sedikit 5000 TCID antigen strain Jeryl Lynn untuk penyakit gondongan atau Mumps

– Paling sedikit 1000 TCID antigen strain RA27/3 untuk penyakit Rubella atau  penyakit Campak Jerman.

Pada tahun 2005, oleh perusahaan pembuat vaksin Merck, maka vaksin MMR yang telah ada itu dikombinaskan lagi dengan vaksin Varicella, sehingga menjadi vaksin kombinasi baru tetra-valent yang dikenal dengan nama vaksin MMRV, dengan kombinasi vaksin MMR yang masih sama seperti sebelumnya, hanya ditambahkan antigen virus Varicella sebanyak 10.000 PFU virus Varicella type OKA

Dosis dan Indikasi pemberian vaksin Campak MMR :

Dosis pertama vaksin MMR pada saat bayi berusia 12 hingga 15 bulan

Dosis kedua vaksin MMR pada saat anak telah berusia 4 hingga 6 tahun  (http://www.cdc.gov/vaccines/vpd-vac/measles/fs-parents.html)

Indikasi pemberian vaksin MMR:  (http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/)

The Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) merekomendasikan vaksinasi rutin untuk kelompok orang berikut ini :

  • Semua anak, mulai dari usia 12 hingga 15 tahun
  • Dewasa yang lahir pada tahun 1957 atau setelah itu yang tanpa keterangan atau bukti telah diberikan vaksinasi MMR sebelumnya
  • Petugas Kesehatan, terlepas usia dari mereka, tapi yang meragukan tentang daya imunitasnya
  • Wanita usis subur yang tidak mempunyai catatan tentang imunisasi vaksin rubella sebelumnya

Siapa saja yang memerlukan dosis ke 2 vaksin MMR ini ?

Semua anak dan orang dewasa harus mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan interval waktu minimal 4 minggu antara dosis pertama dan dosis ke 2. Sedangkan umumnya anak telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama saat berusia 12 hingga 15 bulan, maka dosis ke 2 diberikan pada mereka saat telah berusia antara 4 hingga 6 tahun.

ACIP juga merekomendasikan dosis ke 2 vaksin MMR untuk setiap orang dewasa yang dilahirkan pada tahun 1957 atau setelah itu, yaitu :

  • siswa yang akan memasuki pendidikan lanjutan atau kuliah
  • bagi tenaga kesehatan
  • orang yang berencana bepergian keluar negeri
  • terpapar dengan penyakit campak pada saat terjadi KLB (kejadian luar biasa) penyakit campak
  • yang mendapatkan vaksinasi campak jenis vaksin mati
  • yang mendapatkan vaksinasi campak yang tidak jelas jenis dan nama vaksinnya, antara tahun 1963 – 1967
  • bagi tenaga kesehatan, terlepas usia mereka, yang terpapar penyakit campak atau gondongan pada saat KLB penyakit tersebut

Mengapa diperlukan dosis ke2 vaksin MMR ?

Ternyata antara 2% sampai 5% penerima vaksinasi MMR, dengan berbagai faktor penyebab, tidak terjadi reaksi pembentukan antibody seperti yang diharapkan setelah menerima dosis pertama vaksin MMR, sehingga diperlukan dosis ke 2 untuk kelompok orang tersebut agar benar terlindung dari infeksi virus campak – measles, gondongan-mumps dan campak Jerman-rubella ini.

Kontraindikasi, Perhatian dan Efek Samping Vaksin MMR :

Lihat di: http://selukbelukvaksin.com/kelompok-vaksin-measles-mumps-rubella-vaksin-rubella/

Vaksin MMR Yang Beredar Saat Ini :

Jenis Vaksin MMR (Measles Mumps dan Rubella) dan Pabrik Pembuatnya

 

Nama Vaksin & Pembuat Vaksin

Jenis Virus Measles / Campak

Jenis Virus Mumps/ Gondongan

Jenis Virus Rubella/ Campak Jerman

MMR II

(Merck Sharp and Dohme)

Jenis virus Moraten (1000 TCID)

Jenis virus Jerry Lynn (5000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Pluserix

(Glaxo Smith Klein)

Jenis virus Schwarz (1000 TCID)

Jenis virus Jerry Lynn (20.000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Trimovax

(Sanofi Pasteur)

Jenis virus Schwarz (1000 TCID)

Jenis virus Urabe (20.000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Morupar

(Chiron)

Jenis virus Schwarz (1000 TCID)

Jenis virus Urabe

(5000 TCID)

Jenis virus RA27/3 (1000 TCID)

Vaccine Saves Lives !

 
 
 
 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Kelompok Vaksin Measles Mumps Rubella – Vaksin Measles